Ganesha Civic Education Journal Volume 5. Number 2. Oktober 2023, pp. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 DOI: https://doi. org/10. 23887/gancej. Open Access: https://ejournal2. id/index. php/GANCEJ/index MENINGKATKAN WAWASAN NUSANTARA PADA KALANGAN MILENIAL Sarlina Saragih * Universitas Esa Unggul. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRAK Memudarnya wawasan nusantara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya pemahaman yang salah dari pihak yang berpengaruh sehingga menghambat upaya peningkatan wawasan nusantara. Di sisi lain, globalisasi juga menjadi alasan memudarnya wawasan nusantara. Untuk meningkatkan wawasan nusantara diperlukan upaya-upaya yang Kata Kunci: menunjang, khususnya pada kalangan milenial yang merupakan pondasi Wawasan Nusantara. Generasi terpenting bagi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk dapat Milenial. Persatuan mendeskripsikan Upaya dalam meningkatkan wawasan Nusantara pada Keywords: kalangan millennial. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini Archipelago Insight. Millennial adalah studi Pustaka. Proses pengumpulan data dalam studi ini akan Generation. Unity melibatkan penelusuran dan analisis berbagai jenis sumber, antara lain dengan menggunakan Literatur Akademik. Buku Monograf. Dokumen Resmi. Media Massa, dan Sumber Daring Lainnya. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif melalui tahapan-tahapan Identifikasi dan Seleksi Sumber. Ekstraksi Data. Sintesis dan Interpretasi, dan Formulasi Kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan wawasan Nusantara pada kalangan millneial dapat berupa pengetahuan yang didapatkan melalui pendidikan formal maupun non formal serta melalui media informasi yang ada. Article history: Received 23 Juli 2023 Accepted 1 Oktober 2023 Available online 10 Oktober ABSTRACT The fading of the Indonesian insight is caused by several factors, including the existence of a wrong understanding from influential parties which hinders efforts to improve the Indonesian insight. On the other hand, globalization is also a reason for the fading of the Indonesian insight. To improve the Indonesian insight, supporting efforts are needed, especially for millennials who are the most important foundation for the nation. This study aims to describe efforts to improve the Indonesian insight among millennials. The research method used in this study is a library study. The data collection process in this study will involve tracing and analyzing various types of sources, including using Academic Literature. Monograph Books. Official Documents. Mass Media, and Other Online Sources. Data analysis will be carried out qualitatively through the stages of Source Identification and Selection. Data Extraction. Synthesis and Interpretation, and Conclusion Formulation. The results of the study state that efforts made to improve the Indonesian insight among millennials can be in the form of knowledge obtained through formal and non-formal education and through existing information This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2022 by Author. Published by Universitas Pendidikan Ganesha Pendahuluan Wawasan nusantara terdiri dari dua kata yaitu wawasan dan nusantara. Dalam KBBI, wawasan berarti tinjauan. konsepsi cara pandang. Sedangkan nusantara merupakan sebutan bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Jadi dapat disimpulkan bahwa wawasan nusantara adalah pandangan kebangsaan yang bertujuan untuk memelihara persatuan dan kesatuan, yang dicapai dengan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan individu, kelompok, atau golongan tertentu. * Corresponding author. E-mail addresses: sarlinasaragih82@student. Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Wawasan nusantara merupakan cara pandang dan perilaku bangsa mengenai diri dan lingkungan yang serba majemuk dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta wilayah pada penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang bertujuan untuk mencapai tujuan nasional (Ketetapan MPR 1. Herdiawanto & Hamdayana . alam Murdowo et al. menyatakan wawasan kebangsaan merupakan cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologi serta cita-cita untuk memperkokoh dan menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan nasionalisme. Pembinaan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air perlu dilakukan secara berkelanjutan demi menjamin keberlangsungan kehidupan bangsa-negara (Budimansyah 2. Menurut Lembaga Ketahanan Nasional tahun 1999 dikutip Menristek Dikti . alam Ilyasa et 2. , wawasan nusantara adalah pandangan dan perilaku bangsa Indonesia terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Seluruhnya memiliki nilai yang beragam dan strategis dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa, serta keutuhan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional. Dengan definisi ini, wawasan nusantara dijadikan landasan geopolitik Indonesia. Menurut Fatimah et al. alam Murdowo et al. saat ini karena kurangnya pemahaman masyarakat, kecintaan terhadap tanah air memudar. Sehingga generasi milenial lebih tertarik dengan budaya asing, daripada memelihara budaya sendiri. Hal ini menjadi tantangan dan ancaman bagi keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai bangsa sebagai fondasi, sehingga generasi muda dapat mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia (Fatimah et al. Wawasan nusantara sangatlah penting untuk generasi milenial, karena memiliki peran penting terhadap bangsa dan negara. Mengapa demikian? Karena wawasan nusantara memiliki dampak bukan hanya ke dalam melainkan ke luar juga. Dampak yang dihasilkan ke dalam adalah terjaminnya persatuan dan kesatuan dalam segala aspek kehidupan nasional. Generasi milenial dapat menjadi pondasi negara yang kuat bila memiliki wawasan dan cinta tanah air yang tinggi. Kemudian dampak yang dihasilkan ke luar adalah terjaminnya kepentingan nasional terhadap negara-negara di dunia. Dengan begitu kita turut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial, dengan sikap saling menghormati. Kaum muda harus siap siaga dalam menjaga kepentingan nasional dalam kehidupan internasionalnya dalam segala aspek. Agar tercapainya tujuan nasional yang tertulis dalam UUD Metode Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah studi pustaka atau library Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mensintesis berbagai sumber informasi yang relevan terkait dengan wawasan nusantara dan karakteristik generasi millenial. Studi pustaka memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam konsep wawasan nusantara, memahami tantangan dan peluang dalam menanamkannya pada generasi milenial, serta mengidentifikasi strategi atau pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan implementasinya. Proses pengumpulan data dalam studi ini akan melibatkan penelusuran dan analisis berbagai jenis sumber, antara lain: A Literatur Akademik: Jurnal ilmiah, artikel penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi yang membahas tentang wawasan nusantara, nasionalisme, identitas bangsa, pendidikan kewarganegaraan, psikologi generasi milenial, serta isu-isu sosial dan budaya yang relevan. A Buku dan Monograf: Karya-karya ilmiah dan non-fiksi yang membahas secara komprehensif tentang konsep wawasan nusantara, sejarah pembentukannya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta studi-studi tentang generasi milenial. A Dokumen Resmi: Undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pendidikan, dan dokumen-dokumen lain yang dikeluarkan oleh lembaga negara terkait dengan wawasan kebangsaan dan generasi muda. A Sumber Berita dan Media Massa: Artikel berita, opini, dan laporan dari media cetak dan daring yang membahas tentang isu-isu wawasan nusantara dan keterlibatan generasi milenial di dalamnya. GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Sumber Daring Lainnya: Artikel blog, publikasi organisasi masyarakat sipil, dan sumbersumber daring kredibel lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif melalui tahapan-tahapan berikut: Identifikasi dan Seleksi Sumber: Sumber-sumber yang relevan akan diidentifikasi melalui kata kunci terkait dan dievaluasi berdasarkan kredibilitas, relevansi, dan kualitasnya. Ekstraksi Data: Informasi penting dari setiap sumber akan diekstraksi dan dicatat secara . Sintesis dan Interpretasi: Data yang terkumpul akan dianalisis, dibandingkan, dan disintesis untuk mengidentifikasi tema-tema utama, pola hubungan, dan perspektif yang berbeda terkait dengan wawasan nusantara dan generasi milenial. Formulasi Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis dan sintesis, kesimpulan akan ditarik untuk menjawab pertanyaan penelitian dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara meningkatkan wawasan nusantara pada kalangan milenial. Studi pustaka ini diharapkan dapat memberikan landasan teoritis yang kuat dan wawasan yang komprehensif bagi upaya-upaya untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi wawasan nusantara di kalangan generasi milenial. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi para pemangku kebijakan, pendidik, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam merancang strategi yang efektif untuk memperkuat rasa kebangsaan dan cinta tanah air pada generasi muda Indonesia. Hasil dan Pembahasan Wawasan nusantara pada kalangan milenial mulai memudar. Menurut Lukum . hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : Faktor Internal Adanya egosentrisme, yaitu sebuah pemahaman yang terbentuk karena adanya semangat lokal, namun tidak didasari dengan kepentingan bangsa dan negara. Biasanya pemahaman ini sering menjadi kebiasaan bagi golongan mayoritas, yang terkadang menimbulkan hubungan antar golongan yang kurang harmonis. Sehingga upaya untuk menanamkan wawasan nusantara pada kaum milenial terhambat oleh sikap egosentrisme yang muncul pada golongan tertentu. Adanya sikap etnonasialisme, merupakan sebuah sikap yang menonjolkan status kekuasaan sebagai superioritas pada suatu golongan terhadap yang lainnya. Dengan pemahaman seperti ini, maka akan mempersempit pola pikir kalangan muda bahwasannya hanya golongan yang kuat yang mampu berkuasa. Pola pikir tersebut dapat membunuh semangat nasionalisme yang ada pada kaum muda. Adanya pemahaman penerapan otonomi daerah yang mengarah kepada sikap Maksudnya adalah penerapan peraturan pada daerah yang kurang menjunjung keadilan bagi penduduknya. Contohnya seperti memprioritaskan orangorang yang merupakan penduduk asli dari daerah untuk menjadi pejabat, sehingga etnis lain yang ada di daerah itu tidak mendapat perlakuan yang sama. Sikap ini tentu saja akan menimbulkan konflik dan membunuh semangat demokrasi pada kalangan Adanya kesenjangan program pembangunan pemerintah pusat pada pemerintah Dengan sistem seperti ini, daerah-daerah tertentu akan merasa dianaktirikan dalam pelaksanaan program pembangunan. Oleh karena itu, beberapa daerah akan menimbulkan konflik vertikal antara antara pemerintah pusat dan daerah. Permasalahan ini diakibatkan oleh kebijakan pemerintahan pusat dalam mengelola negara dengan tidak melibatkan konsep wawasan nusantara sebagai landasannya. Faktor eksternal Pengaruh globalisasi, dengan adanya globalisasi semua negara berkembang mengalami kesulitan yang disebabkan oleh tidak adanya hambatan dalam melakukan hubungan Hal itu memberi dampak negatif pada bidang budaya, dimana bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi etika dan moral telah dipengaruhi oleh perubahan Sarlina Saragih / Meningkatkan Wawasan Nusantara pada Kalangan Milenial Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. perilaku masyarakat Indonesia yang mengikuti budaya luar. Dengan kemajuan teknologi yang cepat, memudahkan budaya dari bangsa lain untuk masuk. Sehingga mengakibatkan generasi muda mulai meninggalkan budayanya sendiri, dan lebih membudayakan tradisi yang tidak sesuai dengan Pancasila. Pengaruh dari konstalasi politik. Globalisasi memudahkan negara-negara untuk saling Sehingga beberapa negara maju berusaha mempengaruhi negara-negara berkembang untuk memenuhi kepentingan nasionalnya. Kepentingan yang dimaksud berupa pelaksanaan ideologi dari negara tersebut, contohnya seperti ideologi komunisme dan liberalisme. Ideologi tersebut dapat mempengaruhi semangat negara Indonesia dalam melaksanakan demokrasi Pancasila. Setelah mengetahui faktor-faktor penyebab memudarnya wawasan nusantara di kalangan milenial, selanjutnya kita akan membahas upaya untuk meningkatkan kembali wawasan nusantara di kalangan milenial. Menurut penelitian Fatimah . , upaya yang dilakukan untuk meningkatkan wawasan nusantara di kalangan milenial, yaitu : Pendidikan formal Dengan tercapainya pelembagaan pengenalan keberadaan wilayah laut . awasan nusantara yang diperoleh melalui kurikulum sekarang ditawarkan di semua jenjang pendidikan formal pendidikan diberika. yang ditawarkan di kelas PKn mengenalkan semangat kebangsaan Bagaimana para pendiri menciptakan sebuah negara kepulauan begitu keras memperjuangkan negara kita disebut negara kepulauan karena atas wilayah laut Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah hal itu tertuang dalam Deklarasi Djuanda tanggal 13 Desember 1957 dimana wilayah laut kita menjadi 12 mil dari garis asli hanya 3 km Sosialisasi melalui pendidikan formal menciptakan rasa nasionalisme yang dapat dicapai dengan ikut serta menjaga kelangsungan hidup negara kita dari ancaman negara lain. Pendidikan non formal Sosialisasi wawasan nusantara juga dapat dilakukan melalui pendidikan nonformal dimana masyarakat dilibatkan dalam pelatihan wawasan kebangsaan dengan tujuan agar seluruh warga negara Indonesia mengetahui batas daerah laut . , darat, dan udara Indonesia. Semua itu dilakukan agar perjuangan para pahlawan untuk mencapai batas teritorial wilayah Indonesia didukung oleh perjuangan generasi sekarang. Karena masa depan bangsa berada di tangan generasi Indonesia saat ini. Kesadaran memahami wawasan nusantara dapat menghilangkan rasa kedaerahan yang sering muncul dalam diri kita. Sehingga, setelah kita mengetahui bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan, kita dapat memperkuat semangat kebangsaannya menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lewat media informasi Untuk mencapai sosialisasi wawasan nusantara pada seluruh masyarakat Indonesia yang tersebar di 32 provinsi dapat dilakukan melalui media massa atau Oleh karena itu, peran televisi nasional dan swasta sangat menguntungkan untuk menyebarluaskan konsep pengetahuan tentang nusantara. Mengingat kebijakan media berbagai negara lain di era globalisasi, upaya agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh oleh media yang dapat melemahkan semangat kebangsaan akan menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Melalui media, kita bisa menghadirkan keberadaan negara kita secara langsung. Namun, upaya ini tidak merata di daerah yang sangat terpencil dengan sarana komunikasi yang terbatas. Untuk itu, pemerintah berupaya agar fasilitas tersebut dapat memfasilitasi ruang sosialisasi kita dengan menyebarkan visi nusantara untuk menciptakan masyarakat yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan menyebarluaskan wawasan nusantara diharapkan masyarakat dapat Sehingga, dapat memperkuat semangat nasionalisme untuk menyadari bahwa kita benar-benar berasal dari sejarah yang sama, dari nenek moyang yang sama, serta menjadi komunitas bangsa yang akan mewujudkan harapan pembukaan UUD GANCEJ. P-ISSN: 2714-7967 | E-ISSN: 2722-8304 Ganesha Civic Education Journal. Vol. No. Oktober 2023, pp. Simpulan Pada saat ini, tingkat pengetahuan wawasan nusantara pada kalangan milenial masih Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor internal dan eksternal yang menghambat peningkatan wawasan nusantara. Oleh karena itu sangat diperlukan upaya dalam peningkatan wawasan nusantara agar kaum milenial mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Seperti yang ditulis pada jurnal ini, bahwasanya ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan wawasan nusantara pada kalangan milenial. Upaya yang dimaksud berupa pendidikan formal, pendidikan non formal, dan melalui media informasi. Dengan demikian, kita sebagai masyarakat Indonesia harus turut andil dalam upaya meningkatkan wawasan nusantara pada kalangan milenial. Daftar Rujukan Badan Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online. Diakses 5 Januari 2022, melalui https://kbbi. id/wawas Fatimah. Upaya peningkatan wawasan nusantara dalam meningkatkan semangat nasionalisme bagi warga negara indonesia. https://doi. org/10. 31219/osf. io/5fyng http://jurnal. id/index. php/semnara2020/article/view/369 Ilyasa. , et al. Wawasan nusantara : studi komparatif antara pegawai negeri dan pegawai swasta di kawasan jabodetabek. Prosiding Konferensi Nasional Universitas Nahdalatul Ulama Indonesia, 1. http://journal. id/index. php/Conferenceunusia/article/view/203/153 Lukum. Upaya peningkatan pemahaman wawasan nusantara sebagai sarana dalam meningkatkan semangat nasionalisme bagi warga negara Indonesia. Jurnal Seminara 2020 STIKP Kusumanegara. Murdowo. , et al. Perancangan prototipe mobile learning Auwawasan kebangsaanAy berbasis android bagi milenial sebagai solusi pembelajaran situasi pandemi. Jurnal Desain Komunikasi Visual Multimedia, 7. http://publikasi. id/index. php/andharupa/index Sarlina Saragih / Meningkatkan Wawasan Nusantara pada Kalangan Milenial