Vol. 26 No. FORUM EKONOMI Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi P-ISSN 1411-1713 iC E-ISSN 2528-150X Analisis Ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur Economic Analysis of Regencies and Cities in East Kalimantan Province Febry Prima Zulkarnain1. Fitriadi2A 1Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia. 2Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia. Corresponding author: fitriadi@feb. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah-daerah yang termasuk kedalam golongan daerah maju, daerah maju tapi tertekan, daerah berkembang, dan daerah tertinggal di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan pada kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2015-2020. Penelitian ini menggunakan variabel berupa Laju Pertumbuhan Ekononmi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten dan kota Provinsi Kalimantan Timur tahun 2015-2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data numerik Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan TImur. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Matrik Tipologi Klassen dan diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap tahun nya beberapa kabupaten dan kota yang ada di provinsi mengalami pergeseran kuadran. Article history Received 2024-01-11 Accepted 2024-01-15 Published 2024-01-30 Kata kunci Laju Pertumbuhan Ekonomi. PDRB Perkapita. Keywords Economic Growth Rate. GRDP Per Capita Abstract This study aims to determine the areas that are classified as developed areas, developed but depressed areas, developing areas, and underdeveloped areas in East Kalimantan Province. This research was conducted in districts/cities in the province of East Kalimantan 2015-2020. This study uses variables in the form of Economic Growth Rate and Gross Regional Domestic Product (GRDP) of districts and cities of East Kalimantan Province 2015-2020. This research is a quantitative study that uses numerical data. This study uses secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of East Kalimantan Province. The analytical tool used in this study is the Klassen Typology Matrix and processed using Microsoft Excel. The results of the study stated that every year several districts and cities in the province experienced a quadrant shift. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Copyright A 2024 Febry Prima Zulkarnain. Fitriadi. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi | 99 Febry Prima Zulkarnain. Fitriadi Pendahuluan Pembangunan di Negara-negara berkembang pada umumnya termasuk di Indonesia masih memunculkan adanya dualism yang mengakibatkan adanya kesenjangan antar daerah yang satu dengan daerah yang lainnya, maupun antar kota dan desa, bahkan kesenjangan antar pulau misalnya Kalimantan dengan luar pulau Kalimantan maupun antar dua kawasan pembangunan yakni kawasan barat dan kawasan timur Indonesia. Selama ini tujuan yang ingin dicapai dari suatu pembangunan ekonomi adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bisa diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan perkapita. Menurut Todaro, . Tinggi rendahnya tingkat kemajuan pembangunan di suatunegara biasanya hanya diukur berdasarkan tingkat pertumbuhan baik secara keseluruhan maupun perkapita, yang diyakini akan menetes dengan sendirinya sehingga menciptakan lapangan kerja dan berbagai peluang ekonomi lain, yang pada akhirnya hasil-hasil pertumbuhan ekonomi dan sosial secara lebih merata. Dengan demikian, tingkat pertumbuhan ekonomi merupakan unsur yang paling diutamakan sedangkan masalah-masalah yang lain seperti soal kemiskinan, diskriminasi, pengangguran dan ketimpangan distribusi pendapatan, seringkali dinomorduakan. Kalimantan Timur memiliki tujuh Kabupaten dan tiga Kota yang terdiri dari Kabupaten Paser. Kabupaten Kutai Barat. Kabupaten Kutai Kartanegara. Kabupaten Kutai Timur. Kabupaten Berau. Kabupaten Penajam Paser Utara. Kabupaten Mahakam ulu. Kota Balikapan. Kota Samarinda, dan Kota Bontang, dimana masing-masing kabupaten dan kota memiliki perekonomian yang berbedabeda yang mengakibatkan adanya ketimpangan pembangunan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur. Perbedan inilah yang memerlukan penjelasan secara baik, sehingga dapat tergambar kondisi dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Fenomena yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur menggambarkan terjadinya ketimpangan pembangunan yang mengakibatkan adanya daerah yang maju dan ada pula daerah yang tertinggal, hal inilah yang mendasari penulis untuk membuat skripsi tentang Tipologi di Provinsi Kalimantan Timur. Menurut data BPS Kalimantan Timur, pada tahun 2015-2017 bahwa PDRB per kapita Kabupaten Kutai Barat. Mahakam Ulu. Kota Balikpapan, dan Kota Samarinda mengalami kenaikan setiap tahunnya, sedangkan untuk daerah yang lainnya mengalami naik turun fluktuasi setiap Sebagai implikasi dari perbedaan potensi ekonomi wilayah, pertumbuhan ekonomi masingmasing daerah cenderung sangat bervariasi satu sama lainnya. Ada daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, tetapi ada pula yang relatif lambat dan bahkan ada pula yang mengalami stagnasi sama sekali. Kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi pula tingkat kemakmuran masyarakat pada masing-masing daerah bersangkutan, ada yang telah berkembang menjadi daerah maju,daerah sedang berkembang, dan ada pula masih merupakan daerah yang relatif masih terbelakang. Dalam melakukan perumusan kebijakan dan program pembangunan daerah, agar lebih tepat dan terarah, maka kondisi pembangunan ekonomi daerah tersebut perlu diperhatikan dengan cermat. Kebijakan dan program untuk daerah yang mempunyai pertumbuhan ekonomi cepat tentunya tidak akan sama dengan kebijakan dan program untuk daerah yang bertumbuh lambat atau bahkan stagnasi. Karena itu, pengelompokan daerah menurut tingkat perekonomian akan sangat penting artinya sebagai dasar pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan daerah. (Sjafrizal, . Metode Metode Pengumpulan Data Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data numerik atau angka dan analisisnya menggunakan teknik statistik. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Data penelitian ini menggunakan PDRB Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur dari tahun 2015 sampai Analisis Ekonomi Kabupaten dan Kota | 100 Febry Prima Zulkarnain. Fitriadi Alat Analisis Alat analisis merupakan proses untuk menyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih mudha untuk disajikan atau ditampilkan. Alat analisis yang digunakan dalam pengolahan data pada skripsi kali iini lebih kepada teknik Matrik Tipologi Klassen dan diolah dengan menggunakan Microsoft Excel. Matrik Tipologi Klassen merupakan salah satu alat analisis yang dapat digunakan untuk menganilisis pengelompokan daerah. Indikator yang digunakan dalam analisis ini yaitu PDRB Perkapita Kabupaten/Kota dan Laju Pertumbuhan Ekonomi. Pendekatan tipologi klassen digunakan untuk mengetahui gambaran tentang pola dan sturuktur ekonomi masing-masing daerah. Dengan menggunakan alat tipologi klassen adalah dengan pendekatan wilayah/daerah untuk mengetahui klasifikasi daerah berdasarkan dua indikator utama, yaitu PDRB Perkapita dan Laju Pertumbuhan Ekonomi. Analisis Tipologi Klassen menghasilkan empat klasifikasi daerah dengan karakteristik yang berbeda sebagai berikut (Sjafrizal, 2. Daerah Maju, dimana laju pertumbuhan dan pendapatan perkapita lebih tinggi dari rata-rata. Daerah Maju Tapi Tertekan, dimana tingkat pendapatan perkapita daerah lebih tinggi dari ratarata, tetapi laju pertumbuhan ekonominya lebih rendah dari rata-rata. Daerah Berkembang, dimana tingkat pendapatan perkapita masih berada dibawah rata-rata, tetapi laju pertumbuhan ekonomi daerah nya telah berada diatas rata-rata. Daerah Tertinggal, dimana baik laju pertumbuhan ekonomi maupun pendapatan perkapita daerah ini berada dibawah nilai rata-rata. Klasifikasi daerah menurut Tipologi Klassen sebagai mana tercantum Pada Tabel 3. 1 dibawah Tabel 1. Pengelompokan Daerah Kabupaten dan Kota berdasarkan Tipologi Klassen PDRB Perkapita Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ratarata Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Rata-rata PDRB Perkapita di Atas Rata-rata PDRB Perkapita di Bawah Rata-rata Kuadran I ( ) Daerah Maju Kuadran i (- ) Daerah Berkembang Kuadran II ( -) Daerah Maju Tapi Tertekan Kuadran IV (--) Daerah Tertinggal Sumber: Sjafrizal . Impilkasi dari penggunaan Matrik Klassen Typology tersebut dalam perumusan kebijakan dan program pembangunan daerah antara lain untuk kelompok Daerah Maju, kebijakan dan program pembangunan daerah sebaiknya lebih banyak diarahkan kepada sektor dan kegiatan ekonomi dan sosial yang menggunakan teknologi lebih modern dan padat modal seperti sektor industri dan jasa. Dengan cara demikian, produktivitas perekonomian daerah akan dapat lebih ditingkatkan sehingga dapat mendorong peningkatan PDRB per kapita dan kemakmuran daerah setempat. Untuk kelompok Daerah Maju Tetapi Tertekan, sebaiknya kebijakan dan program pembangunan untuk kelompok daerah ini diarahkan pada pemecahan masalah yang menyebabkan pertumbuhan daerah ini tertekan, misalnya penurunan harga komoditi unggulan daerah bersangkutan di pasaran dunia. Kebijakan yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan jalan mengalihkan pemasaran produk kegiatan utama daerah bersangkutan ke daerah lain, atau menukar komoditi yang akan diunggulakan oleh daerah bersangkutan Untuk kelompok Daerah Berkembang, perumusan kebijakan dan program pembangunan daerah sebaiknya diarahkan pada upaya untuk mendorong proses pertumbuhan ekonomi daerah dengan memanfaatkan potensi ekonomi yang dimiliki Sejalan dengan hal tersebut perlu pula diupayakan untuk terus mendorong kedatangan modal dan tenaga kerja ahli dari daerah lainnya sehingga daya saing daerah menjadi meningkat. Sedangkan untuk kelompok Daerah Tertinggal, perumusan kebijakan dan program pembangunan daerah sebaliknya diarahkan pada upaya untuk meningkatkan penyediaan lapangan kerja melalui pemanfaatan teknologi padat karya. Sedangkan kegiatan ekonomi utama sebaiknya diarahkan pada Analisis Ekonomi Kabupaten dan Kota | 101 Febry Prima Zulkarnain. Fitriadi kegiatan pertanian yang masih menggunakan teknologi tradisional, tetapi produknya mempunyai pasar yang cukup luas seperti tanaman pangan. Hasil dan Pembahasan Produk Domestik Regional Bruto Kalimantan Timur Indikator ekonomi yang penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu daerah yaitu dengan menggunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik dengan menggunakan PDRB atas dasar harga berlaku maupun PDRB atas dasar harga konstan. Hal ini memberi gambaran totalitas nilai tambah yang tercipta dari seluruh barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha disuatu daerah dalam satu tahun (Badan Pusat Statistik, 2012: . Pertumbuhan ekonomi dan prosesnya yang berkelanjutan merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi daerah. Karena jumlah penduduk terus bertambah dan berarti kebutuhan ekonomi juga bertambah, sehingga dibutuhkan penambahan pendapatan setiap Hal ini dapat diperoleh dengan peningkatan output agregat . arang dan jas. atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setiap tahun. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak dari kebijakan pembangunan yagn telah diambil khususnya dalam bidang ekonomi. Bagi daerah indikator ini penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang telah dicapai dan berguna sebagai bahan untuk menentukan kebijakan dan arah pembangunan dimasa yang akan datang. Pertumbuhan tersebut merupakan laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai sektor ekonomi, yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Untuk melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi tersebut secara rill dari tahun ke tahun tergambar melalui penyajian PDRB Atas Dasar Harga Konstan yang tidak dipengaruhi oleh faktor harga. Pertumbuhan yang positif menunjukkan terjadinya peningkatan perekonomian, sebaliknya apabila negatif menunjukkan terjadinya penurunan (Badan Pusat Statistik, 2013: . Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu wilayah atau merupakan jumlah seluruh nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi di suatu wilayah (BPS, 2. Secara struktur ekonomi. PDRB dapat digunakan sebagai dasar analisis untuk mengetahui wilayah-wilayah ekonomi yang dominan di suatu daerah. Metode yang dapat digunakan untuk sebagai penentu sektor unggulan satu diantaranya yakni metode Tipologi Klassen, dimana data PDRB yang digunakan dalam bentuk laju pertumbuhan dan PDRB Per Kapita. Laju pertumbuhan disetiap wilayah mempunyai keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, yaitu jika suatu wilayah memiliki laju pertumbuhan yang relatif tinggi pada kurun waktu yang relatif panjang, maka diharapkan wilayah tersebut mampu mengangkat perekonomian Kalimantan Timur. Sebaliknya, apabila suatu wilayah memiliki laju pertumbuhan yang relatif rendah atau bahkan minus maka akan menimbulkan kekhawatiran bahwa wilayah tersebut akan cenderung memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. Hasil Penelitian dan Analisis Analisis Tipologi Klassen Dalam analasis Tipologi Klassen, daerah ekonomi dapat dibagi menjadi empat daerah yaitu, daerah maju, daerah maju tapi tertekan, daerah berkembang, dan daerah tertinggal. Alat analisis tipologi klassen digunakan untuk menganalisis pengelompokan potensi ekonomi suatu daerah. Dari analisis tersebut dapat didentifikasi daerah-daerah apa saja yang dapat dikembangkan dengan tujuan untuk dapat lebih meningkatkan pertumbuhan di daerah-daerah andalan atau dilakukan pemerataan dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kegiatan pada daerah yang tertingal. Analisis Ekonomi Kabupaten dan Kota | 102 Febry Prima Zulkarnain. Fitriadi Tabel 2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Dan PDRB Perkapita Provinsi Kalimantan Timur 2015 No. Kabupaten/Kota Kabupaten Paser Kutai Barat Kutai Kartanegara Kutai Timur Berau Penajam Paser Utara Mahakam Ulu Kota Balikpapan Samarinda Bontang Jumlah 10 Kabupaten/Kota Rata-rata Laju Pertumbuhan Ekonomi (Perse. PDRB Perkapita (Rupia. -0,89 -1,50 -7,17 1,43 5,94 0,14 3,32 131 424,87 127 699,21 166 328,52 264 560,46 123 999,03 41 379,87 56 752,49 1,19 0,04 4,36 6,86 0,69 113 366,95 48 638,56 1 340 102,96 134 010,29 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa di tahun 2015 jumlah Laju Pertumbuhan Ekonomi pada 10 . kabupaten dan kota adalah sebesar 6,86 persen. Kemudian jumlah rata rata dari 10 . kabupaten dan kota tersebut adalah 0,69 persen. Sedangkan jumlah PDRB Perkapita pada tahun 2015 adalah sebesar Rp. 102,86 dan rata-rata dari PDRB Perkapita pada tahun 2015 adalah sebesar Rp. 010,29. Tabel 3. Pengelompokan Ekonomi Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015 Berdasarkan Tipologi Klassen PDRB Perkapita Pertumbuhan Ekonomi PDRB Perkapita di Atas Rata-rata Pertumbuhan Ekonomi di Atas Rata-rata Kuadran I ( ) Kutai Timur Bontang PDRB Perkapita di Bawah Rata-rata Kuadran II ( -) Berau Mahakam Ulu Balikpapan Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Rata-rataKuadran i (- ) Kutai Kartanegara Kuadran IV (--) Paser Kutai Barat Penajam Paser Utara Samarinda Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat pengelompokan daerah-daerah di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2015, bahwa daerah Kutai Timur dan Bontang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata yaitu 1,43 persen untuk laju pertumbuhan ekonomi Kutai Timur dan Rp. 560,46 untuk PDRB Perkapita nya. Kemudian Bontang dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,36 persen dan Rp. 953 untuk PDRB Perkapitanya, sehingga membuat kedua daerah tersebut masuk kedalam daerah maju . uadran I). Kutai Timur masuk kedalam golongan daerah maju pada tahun 2015 dikarenakan menurut PDRB lapangan usaha memiliki jumlah sebesar Rp. 72,11 dan adapun tiga sektor unggulan pada Kabupaten Kutai Timur yaitu tingginya angka pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp. 004,00. Sektor pertanian, kehutanan,dan perikanan sebesar Rp. 369,93 dan sektor industri pengolahan sebesar Rp. 320,59. Sedangkan kota Bontang masuk pada kuadran I ( daerah maju ) pada tahun 2015 karena memiliki PDRB menurut lapangan usaha sebesar Rp. 183,63. Adapun tiga sektor unggulan pada kota bontang yaitu sektor industri pengolahan sebesar Rp. 202,15. Sektor kontruksi Rp. 310,53 dan sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp. bawah rata-rata. Kota Balikpapan dari tahun 2015 hingga tahun 2020 tidak mengalami pergeseran kuadran, dan selalu masuk kedalam kuadran II . aerah maju tapi terteka. Hal ini dikarenakan Kota Balikpapan selalu memiliki nilai laju pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata, dan memiliki nilai PDRB Perkapita Analisis Ekonomi Kabupaten dan Kota | 103 Febry Prima Zulkarnain. Fitriadi dibawah rata-rata. Adapun sektor yang sangat mempengaruhi kota Balikpapan setiap tahunnya adalah dari sektor Pengolahan. Kota Samarinda pada tahun 2015 berada pada kuadran IV ( daerah tertinggal ). Hal ini dikarenakan nilai laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB Perkapita di Kota Samarinda dibawah ratarata nilai sepuluh . kabupaten dan kota lainnya. Namun pada tahun 2016 hingga tahun 2020. Kota Samarinda mengalami pergeseran menjadi Kuadran II ( daerah maju tapi tertekan ). Hal ini dikarenakan meningkatnya angka Laju pertumbuhan Ekonomi yang ada di Kota Samarinda. Adapun sektor yang mempengaruhi Kota Samarinda masuk kedalam kuadran II ( daerah maju tapi tertekan ) adalah dari sektor Kontruksi. Kota Bontang pada tahun 2015 berada pada Kuadran I . aerah maj. Hal ini dikarenakan Kota Bontang memiliki nilai laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB Perkapita di atas rata-rata, namun pada tahun 2016 hingga tahun 2020 Kota Bontang mengalami pergeseran Kuadran menjadi masuk kedalam Kuadran i . aerah berkemban. Hal ini dikarenakan menurunnya angka laju pertumbuhan di kota Bontang. Adapun sektor yang mempengaruhi kota Bontang masuk kedalam Kuadran I . aerah maju ) dan i . aerah berkemban. adalah sektor industri pengolahan. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan menggunakan alat analisis pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Ada tiga . daerah yang tidak mengalami pergeseran Kuadran dari tahun 2015 hingga tahun 2020, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara. Kabupaten Mahakam Ulu, dan Kota Balikpapan. Tidak ada satu pun daerah yang masuk kedalam Kuadran I . aerah maj. pada tahun 2016 dan Hal ini dikarenakan setiap daerah pada tahun 2016 dan tahun 2020 memiliki nilai laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB Perkapita dibawah rata-rata. Setiap daerah di Provinsi Kalimantan Timur memiliki sektor unggulan di pertambangan,penggalian, dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Daftar Pustaka