e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 PENGARUH KOMBINASI POC LIMBAH DAPUR DAN NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L. var alboglabr. VARIETAS NITA THE EFFECT OF COMBINATION OF LOF KITCHEN WASTE AND NPK MUTIARA ON GROWTH AND YIELD OF KAILAN (Brassica oleraceae L. NITA VARIETIES Muhammad Shiam Prayoga1*. Rommy Andhika Laksono1. Vera Oktavia Subardja1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS Ronggo Waluyo. Puseurjaya. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat 41361. Indonesia ABSTRAK Tanaman kailan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memberikan prospek tinggi untuk dikembangkan oleh para petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis POC limbah dapur dan Pupuk NPK terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan Varietas Nita. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Data pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata terhadap diameter batang 28 hst, luas daun, bobot segar per tanaman, dan bobot segar per Perlakuan F . l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. memberikan hasil tertinggi bobot segar per tanaman sebesar 101,16 g, dan bobot segar per petak sebesar 2,264 kg/petak . ,66 ton/h. Perlakuan G . l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. memberikan hasil tertinggi luas Kata kunci: Tanaman kailan . POC limbah dapur. NPK Mutiara ABSTRACT Kailan plants are one of the horticultural commodities that provide high prospects for farmers to develop. The aim of this study is to get the best combination dosage of LOF kitchen waste and NPK fertilizers in increasing the growth and yield of kailan plant Nita Varieties. The research method used an experimental method with Randomized Block Design (RBD) single factor consisting of 7 treatments and 4 replications. Observation data were analyzed using analysis of variance and Duncan Multiple Range Test (DMRT) advanced test at 5%. The results showed that there was a significantly effect on the stem diameter of 28 dap, leaf area, fresh weight per plant, and fresh weight per plot. Treatment F . l LOF/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. gives the highest result of fresh weight per plant at 101. 16 g, and fresh weight per plot of 2,264 kg/print . ,66 tons/h. Treatment G . l LOF/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. gives the highest yield of leaf area. Keywords: Kailan plant. LOF kitchen waste. article template Pendahuluan (Sulistyorini, 2005 dalam Handayani et al. Apabila limbah organik tersebut dibuang begitu saja tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, akan memicu pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit serta mengeluarkan gas metan penyebab global warming (Indriyanti et al. , 2. Permasalahan limbah-limbah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia tidak terlepas dari dampak yang ditimbulkan. Limbah yang dihasilkan tidak hanya berupa limbah anorganik, tetapi juga limbah organik yang berasal dari kegiatan rumah tangga -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi. E-mail: mshiamprayoga@gmail. Telp: 62-81311387304 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Pupuk kimia memberikan dampak menyebabkan pertumbuhan yang cepat dan perkembangan sistem perakaran yang kuat. Pelepasan unsur hara yang terdapat dalam pupuk kimia termasuk cepat . ast releas. , sehingga menyebabkan masalah pada lahan jika pengaplikasian pupuk sering dilakukan, salah satunya adalah stress tanaman yang akan mengakibatkan pembusukan pada bagian akar dan bahkan dapat berakibat kematian dari tanaman tersebut (Jaffri et al. , 2021 dalam Lisanty et al. , 2. Salah satu pilihan dalam menanggulangi dampak negatif penggunaan pupuk kimia adalah dengan menggunakan pupuk organik yang dibuat dari bahan-bahan organik seperti sampah-sampah organik . erupa limbah dapur, limbah sayuran dan kulit bua. Jika pupuk organik sudah dibuat, meningkatkan kesuburan tanah sehingga akan berpengaruh pada penyediaan unsur hara (Lisanty et al. , 2. Tingkat konsumsi sayuran masyarakat Indonesia masih jauh dari angka ideal yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (BKD). BKD mensyaratkan konsumsi buah dan sayur idealnya 134,4 kg per kapita per tahun atau setara dengan 400 gram per hari. Sementara itu, masyarakat Indonesia baru sekitar 89,2 kg per kapita per tahun atau setara dengan 265,5 gram per hari pada tahun 2019 (Hariyanto et , 2. Tanaman kailan (Brassica oleraceae var alboglabr. merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memberikan prospek tinggi untuk di kembangkan oleh para petani, karena mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh (Handayani et al. , 2. Tingkat produksi tanaman kailan tidak sebanding dengan permintaan yang di dapat. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan dari Rofiyana et al. , bahwa produksi kailan di Indonesia mengalami fluktuatif pada tahun 2016 Ae 2019, yaitu pada tahun 2016 produksi kailan mencapai 1,51 juta ton, pada tahun 2017 mengalami penurunan jumlah produksi menjadi 1,44 juta ton, kemudian mengalami penurunan produksi kembali pada tahun 2018 dan 2019 menjadi 1,41 juta ton. Produksi tanaman kailan di Indonesia khususnya Jawa Barat hanya mampu menyediakan 20 ton pertahun, sementara permintaan pasar untuk ekspor kailan cukup tinggi yakni 92 ton pertahun (BPS Jabar, 2014 dalam Laksono dan Darso, 2. Penyebab rendahnya tingkat produktivitas tanaman ini adalah kurangnya penerapan teknik budidaya dan pemupukan yang baik dikalangan petani (Abror dan Rakhmad, 2. Penyebab lainnya adalah serangan hama yang dapat menyebabkan kerusakan bobot sebesar 7090% karena hama Plutella xylostella (Barto et , 2015 dalam Limbong et al. , 2. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian mengenai AuPengaruh Kombinasi POC Limbah Dapur dan NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kailan (Brassica oleraceae L. Varietas NitaAy perlu dilakukan, karena bertujuan untuk mendapatkan dosis pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var alboglabr. Varietas Nita. Metode Penelitian Penelitian dilaksanakan pada lahan kebun di Desa Pala. Kelurahan Lubang Buaya. Kecamatan Cipayung. Jakarta Timur. Penelitian berlangsung sejak Oktober sampai dengan Desember 2022. Alat yang digunakan adalah tangki semprot, gelas takar 1 l, timbangan digital, logbook, jangka sorong, cangkul, kamera HP, thermohygrometer, tong air 120 l, dan kertas label. Bahan yang digunakan adalah benih kailan varietas Nita. EM4 (Effective Microorganis. , gula pasir, polibag, limbah dapur . ir cucian beras, cangkang telur, kulit pisang, dan bonggol pisan. , arang sekam. Gramoxone 276 SL. Pupuk NPK Mutiara . :16:. , dan Decis 25 EC. Metode metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 terdiri dari 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali, yaitu : A : 0 l POC/ha 0 kg/ha NPK Mutiara B : 48 l POC/ha 65 kg/ha NPK Mutiara C : 78 l POC/ha 65 kg/ha NPK Mutiara D : 108 l POC/ha 125 kg/ha NPK Mutiara E : 138 l POC/ha 125 kg/ha NPK Mutiara F : 168 l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiara G : 180 l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiara. Data menggunakan uji F taraf 5%. Jika hasil analisis ragam menunjukkan perbedaan nyata, maka untuk mengetahui perlakuan mana yang memberikan pertumbuhan terbaik dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Pengamatan yang dilakukan meliputi diameter batang, luas daun, bobot segar per tanaman dan bobot segar per petak. Hasil dan Pembahasan Diameter Batang Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dan uji DMRT taraf 5% menunjukkan pemberian kombinasi POC limbah dapur dan NPK Mutiara memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap diameter batang yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Rerata Diameter Batang Akibat Pemberian Kombinasi Dosis Pupuk POC Limbah Dapur dan Pupuk NPK Mutiara. Rata - rata diameter batang . Kode Perlakuan 7 HST 14 HST 21 HST 28 HST 0 l POC/ha 0 kg/ha NPK 1,27 a 1,77 c 3,22 c 5,59 d Mutiara 48 l POC/ha 65 kg/ha NPK 1,36 a 2,41 ab 3,83 b 6,43 bc Mutiara 78 l POC/ha 65 kg/ha NPK 1,44 a 2,21 b 3,77 b 6,45 bc Mutiara 108 l POC/ha 125 kg/ha 1,40 a 2,31 ab 4,73 a 6,61 abc NPK Mutiara 138 l POC/ha 125 kg/ha 1,31 a 2,30 b 4,05 b 6,18 c NPK Mutiara 168 l POC/ha 250 kg/ha 1,42 a 2,65 a 4,14 b 7,00 a NPK Mutiara 180 l POC/ha 250 kg/ha 1,33 a 2,36 ab 4,06 b 6,95 ab NPK Mutiara Koefisien Keragaman (%) 10,135 8,988 6,279 4,968 Keterangan : Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Pada umur 7 hst, berdasarkan parameter pengamatan diameter batang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Hal ini diduga karena kecilnya ketersediaan hara yang ada di tanah dan juga pengaplikasian NPK yang baru diberikan pada umur 7 hst. Menurut Hanolo . dalam Ramadhan et al. , . pemberian pupuk dengan konsentrasi dan waktu yang tepat secara berkelanjutan memberikan hasil pertumbuhan yang optimal, dibandingkan dengan pemberian pupuk dengan konsentrasi yang tinggi tetapi dengan interval waktu yang terlalu cepat sehingga berpengaruh terhadap lambatnya penyerapan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Menurut menunjukkan bahwa kandungan unsur hara awal dalam tanah seperti unsur nitrogen dalam e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 N-Total sebesar 0,12% . ergolong renda. , fosfor dalam P2O5 HCl 25 % sebesar 93 mg/100g . ergolong tingg. , dan kalium dalam K2O HCl 25% sebesar 2 mg/100g . ergolong sangat renda. , masih belum mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan pada tanaman kailan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, sehingga perkembangan yang tidak optimum. Sesuai dengan pernyataan dari Leiwakabessy dan Sutandi . dalam Putri . , bahwa kurangnya unsur hara dapat berakibat pada pertumbuhan tanaman yang lama serta berpengaruh terhadap hasil Lingga dan Marsono . dalam Putri . juga menambahkan bahwa tanaman tidak akan tumbuh dengan subur tanpa adanya pupuk tambahan yang diberikan dan unsur yang dibutuhkan tidak tersedia Pada umur 14 hst dan 28 hst, berdasarkan parameter pengamatan diameter batang menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada perlakuan F . l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. sebesar 2,65 mm dan 7 mm. Pada umur 21 hst menunjukkan hasil tertinggi pada perlakuan D . l POC/ha 125 kg/ha NPK Mutiar. berbeda nyata dengan semua perlakuan lainnya. Adanya perbedaan hasil tertinggi pada waktu pengamatan yang berbeda diduga karena keberadaan gulma pada setiap petakan yang cukup intens, hal ini sejalan dengan Surahmat et al. , . dalam Mailidarni dan Jauhari . bahwa adanya gulma akan terjadi persaingan antara tanaman dengan gulma untuk mendapatkan cahaya, dan pada intensitas cahaya yang sedikit tanaman cenderung memacu pertumbuhan untuk memperoleh cahaya yang diperlukan, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan diameter batang tanaman. Perlakuan F . l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. memberikan hasil tertinggi pada diameter batang umur 28 hst sebesar 7,0 mm, hal ini diduga karena pada dosis POC 168 l/ha dan NPK Mutiara 250 kg/ha tanaman kailan mendapatkan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya dibandingkan dengan perlakuan lainnya sehingga cukup untuk dapat tumbuh dengan baik dan maksimal. Pemberian dosis yang tepat akan memberikan pengaruh baik terhadap diameter batang. Hal tersebut diperkuat dengan hasil penelitian dari Zarokhmah et al. , . bahwa pemberian kombinasi dosis pupuk NPK Kujang 250 kg/ha dan dosis POC sebesar 168 l/ha memberikan hasil rerata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuna sativa var. Arist. di Dataran Rendah. Hasil penelitian Aulia . juga mengatakan bahwa pemberian dosis POC sebesar 168 l/ha dan dosis pupuk NPK 250 kg/ha memberikan hasil rerata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L. Pemberian POC dan pupuk NPK dapat meningkatkan unsur kalium (K) yang berperan dalam penambahan diameter batang, karena kalium memiliki fungsi untuk meningkatkan kadar jaringan pendukung floem pada batang (Riyani dan Heni, 2019 dalam Aullia et al. , 2. Unsur hara kalium yang terkandung dalam POC dan pupuk NPK juga berperan dalam meningkatkan diameter menghubungkan antara akar dan daun. Menurut Jumin . dalam Aullia et , . batang merupakan daerah akumulasi pertumbuhan tanaman khususnya pada tanaman muda, sehingga dengan adanya unsur hara yang dapat mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman diantaranya pembentukkan klorofil pada daun akan memacu laju fotosintesis, yang dimana semakin cepat laju fotosintesis maka fotosintat yang dihasilkan akan memberikan ukuran lingkar batang yang besar. Luas Daun Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dan uji DMRT taraf 5% menunjukkan pemberian kombinasi POC limbah dapur dan NPK Mutiara memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap luas daun yang disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Rerata Luas Daun Akibat Pemberian Kombinasi Dosis Pupuk POC Limbah Dapur dan Pupuk NPK Mutiara. Kode Perlakuan Rata - rata luas daun . 0 l POC/ha 0 kg/ha NPK Mutiara 79,88 c 48 l POC/ha 65 kg/ha NPK Mutiara 101,90 b 78 l POC/ha 65 kg/ha NPK Mutiara 110,43 b 108 l POC/ha 125 kg/ha NPK Mutiara 119,91 b 138 l POC/ha 125 kg/ha NPK Mutiara 146,39 a 168 l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiara 148,93 a 180 l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiara 155,64 a Koefisien Keragaman (%) 10,756 Keterangan : Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Berdasarkan parameter pengamatan luas daun menunjukkan bahwa nilai rerata tertinggi dihasilkan pada perlakuan G . l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. sebesar 155,64 cm2 yang berbeda nyata dengan perlakuan A. C, dan D namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan E dan F. Hal ini diduga karena pemenuhan unsur hara akibat kombinasi dosis POC dan pupuk NPK Mutiara sehingga memberikan kontribusi peningkatan rerata nilai luas daun. Sesuai Utami Rachmawati . dalam Ramadhan et al. , bahwa ketersediaan unsur hara berperan penting sebagai sumber energi sehingga tingkat kecukupan hara berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hasil penelitian Miharja et al. , . menunjukkan bahwa pemberian POC sebesar 180 l/ha dan pupuk NPK 250 kg/ha memberikan hasil rerata luas pertumbuhan dan hasil tanaman selada (Lactuna sativa L. ) varietas Grand Rapids. Dengan pemberian pupuk organik cair, unsur hara yang tersedia dapat diserap tanaman dengan baik karena itulah pertumbuhan daun lebih lebar dan fotosintesis terjadi lebih banyak. Pupuk organik cair yang merupakan hasil dekomposisi dari berbagai bahan organik juga berperan dalam meningkatkan dan menstimulus pertumbuhan Menurut pernyataan Yuniarti et al. dalam Ramadhan et al. , . aktivitas mikroorganisme di dalam tanah mempunyai pengaruh baik yang memberikan dampak positif bagi tanah dalam hal penyediaan unsur hara, sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kandungan nitrogen dan fosfor dalam pupuk NPK Mutiara juga berperan karena salah satu fungsi nitrogen dan fosfor adalah untuk perkembangan jaringan meristem. Sesuai dengan pernyataan Duaja et al. , bahwa unsur hara yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan daun adalah nitrogen (N) dan fosfor (F) karena berhubungan dengan klorofil, sintesis protein, dan proses pembentukkan sel Ae sel baru. Bobot Segar per Tanaman dan Bobot Segar per Petak e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dan uji DMRT taraf 5% menunjukkan pemberian kombinasi POC limbah dapur dan NPK Mutiara memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap bobot segar per tanaman dan bobot segar per petak yang tercantum pada Tabel 3. Tabel 3. Rerata Bobot Segar per Tanaman dan Bobot Segar per Petak Akibat Pemberian Kombinasi Dosis Pupuk POC Limbah Dapur dan Pupuk NPK Mutiara. Kode Rata - rata bobot segar per tanaman . Perlakuan Rata - rata bobot segar per petak . 0 l POC/ha 0 kg/ha NPK Mutiara 28,18 d 0,738 c 48 l POC/ha 65 kg/ha NPK Mutiara 62,69 c 1,587 b 78 l POC/ha 65 kg/ha NPK Mutiara 70,99 bc 1,737 b 108 l POC/ha 125 kg/ha NPK Mutiara 73,45 bc 1,742 b 138 l POC/ha 125 kg/ha NPK Mutiara 89,17 ab 2,113 a 168 l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiara 101,16 a 2,264 a 180 l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiara 94,70 a 2,178 a Koefisien Keragaman (%) 15,935 11,928 Keterangan : Nilai rerata yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Pada pengamatan bobot segar per tanaman dan bobot segar per petak menunjukkan bahwa perlakuan F . l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. memberikan hasil tertinggi dengan rerata 101,16 gr/tanaman dan 2,264 kg/petak . ,66 ton/h. yang berbeda nyata dengan perlakuan A. C, dan D namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan E dan G. Sesuai dengan pernyataan Rajak et al. , . dalam Asyhad et al. , . bahwa pertumbuhan dan perkembangan jaringan tanaman akan menyebabkan bertambahnya tinggi tanaman, serta batang dan akar yang semakin besar sehingga bobot segar juga meningkat. Penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi et al. , . bahwa pemberian kombinasi dosis pupuk NPK 250 kg/ha dan dosis POC sebesar 168 l/ha memberikan hasil rerata berat pertumbuhan dan hasil tanaman seledri (Apium graveolens L. ) pada tanah gambut. Hasil penelitian dari Syahputra et al. , . juga mengatakan bahwa pemberian dosis POC sebesar 168 l/ha memberikan hasil rerata bobot segar per plot teringgi dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L. Unsur hara makro seperti N. P, dan K serta unsur hara mikro seperti Ca. Mg, dan Zn yang terkandung dalam kombinasi POC dan pupuk NPK Mutiara dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman kailan, khususnya bobot segar per tanaman dan bobot segar per Sesuai dengan pernyataan Lingga dan Marsono . dalam Zain . , bahwa Unsur nitrogen berfungsi untuk merangsang pertumbuhan batang, cabang, dan daun, serta berperan dalam pembentukkan klorofil yang berguna dalam proses fotosintesis. Selain unsur nitrogen, tanaman juga membutuhkan unsur fosfor (P) yang cukup untuk menambah perakaran dan panjang akar tanaman sehingga akan meningkatkan daya serap akar terhadap unsur hara lainnya (Lingga dan Marsono, 2001 dalam Diatri et , 2. Hardjowigeno . dalam Tardi . juga mengatakan bahwa tanaman membutuhkan unsur kalium (K) dalam pembukaan stomata, berpengaruh dalam penyerapan unsur hara lainnya, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, serta mempengaruhi perkembangan akar. Selain unsur makro, unsur mikro seperti Ca. Mg, dan e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 14 . Desember 2024 Zn dapat berfungsi untuk kekebalan pada tanaman agar dapat tumbuh optimal, sehingga berdampak pada jumlah produksi yang maksimal (Rambitan dan Sari, 2013 dalam Balgis et al. , 2. Hasil produktivitas pada perlakuan F masih jauh dari rerata standar produktivitas tanaman kailan yaitu sebesar 20 ton/ha. Hal ini diduga karena serangan hama yang dapat perkembangan tanaman kailan, dalam hal ini adalah bobot segar per petak dan bobot segar per tanaman. Sesuai dengan pernyataan Saragih . , bahwa keberadaan hama ulat grayak akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman caisim sehingga menurunkan produktivitas serta berat basah dari tanaman tersebut. Aullia. Dinda. Nikmah. Bachrun. Pengaruh Kombinasi Nutrisi AB Mix dan Pupuk Organik Cair Daun Turi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuna sativa L. Pada Hidroponik Sistem Sumbu. JURNAL AGRISIA. : 8 Ae 20. Aulia. Yeti. Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair Kulit Buah Nanas dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L. [Skrips. Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Tasikmalaya. Balgis. Kotala. Ludia Siahaya. Febian F. Tetelay. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Pupuk Organik Cair untuk Pertumbuhan Semai Pala (Myristica Fragrans Hout. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil. : 213 Ae KESIMPULAN Berdasarkan disimpulkan bahwa : Terdapat pengaruh nyata dari kombinasi POC limbah dapur dan NPK mutiara terhadap parameter diameter batang umur 21 hst dan 28 hst, luas daun, bobot segar per tanaman, dan bobot segar per petak tanaman kailan (Brassica oleraceae L. Varietas Nita. Hasil tertinggi bobot segar per petak yaitu 5,66 ton dicapai oleh perlakuan F . l POC/ha 250 kg/ha NPK Mutiar. Duaja. Kartika. Fransisca. Pemanfaatan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit dan Pupuk Anorganik pada Tanaman Kailan (Brassica alboglabr. di Tanah Bekas Tambang Batu Bara. Jurnal Ilmu Pertanian. : 29 Ae 38. Diatri. Leni Marlina. Rozana Zuhri. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah Pisang Lilin (Musa paradisiaca L. terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L. Blitum rubru. Biocolony : Jurnal Pendidikan Biologi dan Biosains. 16 Oe 24. DAFTAR PUSTAKA