Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Studi Cross-sectional Selama Masa Pandemi COVID-19 Adhelia Ananda Umardi1. Nur Widayati2* . Rondhianto3 1 Fakultas Keperawatan. Universitas Jember. Indonesia 2,3 Departemen Keperawatan Medikal Bedah. Fakultas Keperawatan. Universitas Jember. Indonesia ARTICLE INFO Article History: Submited: 04-11-2022 Reviewed: 15-11-2022 Revised: 05-12-2022 Acepted: 07-12-2022 Keywords: physical activity, quality of life, type 2 diabetes mellitus. COVID-19 pandemic ABSTRACT The COVID-19 pandemic has impacted lifestyle changes, especially physical activity, which tends to decline. Lack of physical activity can worsen glycemic control in patients with type 2 diabetes mellitus, causing complications affecting their quality of life. This study aimed to analyze the correlation between physical activity and the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients during the COVID-19 pandemic. This study used a descriptive correlational research design with a crosectional approach and 84 respondents obtained by a simple random sampling technique. Data were collected using a Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and a Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire and analyzed by the Kendall Tau correlation test with a significance level of 0. The results showed that 51. 2% of respondents had moderate physical activity levels, and 57. 1% had a high quality of life. Kendall's tau b test revealed a significant positive correlation between physical activity and the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients during the COVID-19 pandemic . -value = 0. 015 and r = 0. Providing health education about the importance of physical activity is essential, especially during the COVID-19 pandemic, to enhance quality of life of type 2 diabetes mellitus patients. This is an open-access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Nur Widayati Departemen Keperawatan Medikal Bedah. Fakultas Keperawatan. Universitas Jember. Indonesia Jl. Kalimantan No. Sumbersari. Kabupaten Jember. Jawa Timur 68121 Email: nur_wida. psik@unej. PENDAHULUAN Pandemi COVID-19 menyebabkan et al. , 2. (Zheng et al. , 2. Kurang aktivitas fisik terganggu, dimana individu aktivitas fisik bagi pasien diabetes melitus cenderung kurang beraktivitas (Nurmidin tipe 2 (DMT. akan memperburuk kontrol Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Selama Pandemi COVID-19 Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 cenderung mengurangi jumlah aktivitas komplikasi yang mempengaruhi kualitas fisik sehingga memperburuk kontrol gula hidupnya (PERKENI, 2019. Tao et al. darah (Tao et al. , 2. Pemberlakukan Secara global prevalensi diabetes jarak sosial juga membuat pasien DM lebih sulit melakukan aktivitas fisik dengan orang(Intenational Diabetes Federation, teratur (Boulton, 2. Sehingga selama DMT2 menyumbang sebesar 90- pandemi COVID-19 aktivitas fisik pasien 95% dari diabetes (American Diabetes DMT2 tergolong rendah sebesar 27-57% Association, (Farhane et al. , 2021. Fisher et al. , 2020. Tao Secara prevalensi DMT2 diperkirakan naik dari et al. , 2020. Utli & Dogru, 2. 8,4 juta ditahun 2000 menjadi 21,3 juta Kualitas hidup pasien DMT2 perlu ditahun 2030 (PERKENI, 2. Prevalensi diperhatikan karena berkaitan dengan DMT2 di Jawa Timur sebanyak 2,6 juta kasus dan di Kabupaten Jember tahun 2018 Kualitas hidup pasien DMT2 mengalami kasus(Kementrian Kesehatan RI, 2. (Teli, penurunan selama masa pandemi COVID- Diabetes dapat dikelola dengan baik Hal ini disebabkan karena pasien DMT2 salah satunya dengan melakukan aktivitas mengalami kesulitasn dalam mengontrol Aktivitas fisik berperan penting bagi pasien DMT2 dalam mengendalikan kadar pandemi COVID-19 terhadap kualitas gula darah dan kesehatan menyeluruh hidup sebesar 32-66% pasien DMT2 (Intenational Diabetes Federation, 2019. berada pada kategori kualitas hidup Lisiswanti & Cordita, 2. Aktivitas fisik sedang (Ibrahim, 2021. Larasati, 2. Dampak Peningkatan kualitas hidup pasien meningkatkan mood sehingga adanya DMT2 dapat dilakukan selama masa perasaan bahagia akan meningkatkan pandemi COVID-19 apabila pasien DMT2 hormon endorphin dan menekan hormon dapat melakukan perawatan diri dengan (Larasati, meningkatkan kontrol kadar gula darah (Larasati, 2. Aktivitas fisik yang rutin sehingga dapat menurunkan komplikasi dan teratur selama masa pandemi COVID- DM dan meningkatkan kualitas hidupnya 19 dapat meningkatkan imunitas tubuh (Rondhianto, 2. Adanya pandemi dan meningkatkan kesejahteraan fisik. COVID-19. DMT2 Umardi. Widayati . , & Rondhianto . Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 DMT2 Pengumpulan data menggunakan (Ardiani et al. , 2. Berdasarkan uraian Physical Activity Quesionnaire (GPAQ) permasalahan dan latar belakang tersebut, dan kuesioner Diabetes Quality of Life peneliti bermaksud ingin meneliti terkait (DQOL). Kuesioner GPAQ, terdiri dari 16 hubungan antara aktivitas fisik dengan pertanyaan yang mencakup aktivitas saat kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe bekerja, perjalanan ke dan dari, aktivitas 2 selama masa pandemi COVID-19. terakhir (Hamrik et al. , 2. Berdasarkan METODE Penelitian ini menggunakan desain panduan analisis GPAQ versi 2 WHO, data deskriptif korelasional dengan pendekatan hasil perhitungan dikonversikan menjadi cross-sectional. satuan MET menit/minggu. Data aktivitas dilakukan pada tanggal 13 Juni Ae 12 Juli berat dikalikan 8 MET, dan data aktivitas 2022 di Poli Interna RSD dr. Soebandi sedang dikalitan 4 MET. Kemudian, hasil Jember. Jawa Timur. Indonesia. Besar perhitungan tersebut dikategorikan berat sampel adalah 84 responden yang dihitung (MET Ou 3. , sedang . 0 > MET Ou . , dengan menggunakan G*power (=0,05. dan ringan . < MET) (Singh & Purohit, power . -) = 0,8. effect size () = 0,. Kuesioner GPAQ telah diuji validitas Penelitian dan reliabilitasnya oleh (Istiqamah et al. dan dinyatakan valid serta reliabel. berdasarkan urutan kedatangan pasien Instrument Diabetes Quality Of Life DMT2 ke Poli Interna RSD dr. Soebandi (DQOL) Jember, dimana pasien yang pertama kali (Burroughs datang dipilih menjadi calon responden diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kemudian berjarak satu urutan kedatangan dimodifikasi kembali, dan diuji validitas yaitu pasien ketiga dipilih juga menjadi dan reabilitasnya (Chusmeywati, 2. calon responden, dan begitu seterusnya. Kuesioner DQOL terdapat 12 pertanyaan Kriteria inklusi penelitian adalah pasien yang mencakup 2 domain yaitu domain DMT2, usia 40-65 tahun, lama menderita minimal 1 tahun, kooperatif dan dapat pengobatan DM dengan 7 item pertanyaan. berkomunikasi dengan baik, dan bersedia Skor terendah = 12 dan skor tertingginya = Hasil akhir skor kualitas hidup Pengambilan menandatangani informed consent. Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Selama Pandemi COVID-19 Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 berdasarkan rumus Azwar . , yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, status tinggi = 44O X, sedang = 28 O X <44, dan pernikahan, pekerjaan, dan lama menderita rendah = X < 28. Analisis statistik yang DM. Berdasarkan tabel 1 menunjukkan digunakan adalah KendallAos tau b dengan bahwa karakteristik pasien berada pada signifikan p<0,05. Penelitian ini telah diuji usia dimedian 58 tahun . -65 tahu. Fakultas lama menderita DM dimedian 2 tahun . - Keperawatan Universitas Jember dengan 30 tahu. , berjenis kelamin perempuan . ,4%), tingkat pendidikan SD/sederajat KEPK No. 087/UN25. 14/KEPK/2022. ,7%), ,6%), dan status pekerjaan tidak bekerja . ,6%). HASIL Karakteristik Pasien DMT2 Karakteristik DMT2 dalam penelitian ini terdiri dari Tabel 1. Distribusi data karakteristik pasien DMT2 . Karakteristik Usia Lama Menderita DM Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Tidak sekolah SD/sederajat SMP/sederajat SMA/sederajat Perguruan Tinggi Status Pernikahan Menikah Tidak menikah Janda atau duda Pekerjaan Tidak bekerja PNS Petani Wiraswasta Pedagang Pensiunan Lain-lain n (%) Median (Min-Ma. Umardi. Widayati . , & Rondhianto . Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 . Aktivitas fisik Pasien DMT2 Selama pasien DMT2 selama masa pandemi Masa Pandemi COVID-19 Aktivitas menunjukkan hasil bahwa paling banyak DMT2 dikategorikan menjadi aktivitas fisik berat. COVID-19 berada pada kategori aktivitas fisik sedang . ,2%). sedang, dan ringan. Berdasarkan tabel 2 Tabel 2. Distribusi frekuensi aktivitas fisik pasien DMT2 selama pandemi COVID-19 . Aktivitas fisik Berat Sedang Ringan Total Frekuensi Kualitas hidup pasien DMT2 Selama Kualitas tabel 3 menunjukkan hasil bahwa paling Masa Pandemi COVID-19 Presentase (%) DMT2 DMT2 pandemi COVID-19 memiliki tingkat dikategorikan menjadi kualitas hidup kualitas hidup dalam kategori tinggi tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan . ,1%). Tabel 3. Distribusi frekuensi kualitas hidup pasien DMT2 selama pandemi COVID-19 . Kualitas hidup Tinggi Sedang Rendah Total Frekuensi Presentase (%) . Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup Pasien DMT2 Selama Masa Pandemi COVID-19 Tabel 4. Hasil korelasi aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien DMT2 selama masa pandemi COVID-19 . Variabel p value Aktivitas Fisik Kualitas Hidup Tabel 0,251 korelasi sangat lemah . = 0,. dan arah hubungan yang signifikan antara aktivitas korelasi positif yang berarti menunjukkan fisik dengan kualitas hidup pasien DMT2 bahwa semakin meningkat aktivitas fisik selama masa pandemi COVID-19, dengan maka kualitas hidup juga meningkat, atau nilai p value 0,015 dengan nilai kekuatan 0,015 Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Selama Pandemi COVID-19 Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 Protokol kesehatan di masa pandemi PEMBAHASAN . Aktivitas fisik pasien DMT2 selama tahun 2022, diberikan perlonggaran untuk melakukan aktivitas diruang terbuka yang masa pandemi COVID-19 Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak padat orang dan aktivitas perjalanan tingkat aktivitas fisik pasien DMT2 selama (Satgas COVID-19, 2. Hal ini bisa masa pandemi COVID-19 paling banyak menjadi salah satu faktor yang menunjang dalam kategori aktivitas fisik sedang. Hasil peningkatan aktivitas fisik pasien DMT2. ini dapat dilihat pada tabel 2. Hal ini Bagi pasien DM Tipe 2, peningkatan menunjukkan bahwa pasien DMT2 selama aktivitas fisik tentunya akan menjaga masa pandemi COVID-19 memiliki tingkat kestabilan glukosa darah sehingga dapat aktivitas fisik sedang, yang meliputi aktivitas bekerja, aktivitas perjalanan, perkembangan penyakit diabetes (World aktivitas rekreasi atau waktu luang, dan Health Organization, 2. Hidup aktif aktivitas menetap yang dilakukan selama secara fisik bagi pasien DM Tipe 2 dapat Hasil penelitian ini sejalan menjadi hal positif dalam membentuk mengatakan bahwa paling banyak pasien olahraga atau aktivitas fisik seperti bekerja. DMT2 selama masa pandemi COVID-19 melakukan aktivitas fisik sedang (Malini et al. , 2022. Supriyanti, 2. Namun, persepsi positif terhadap perasaan yang sebelumnya yang menyebutkan aktivitas dirasakannya dan kualitas hidupnya akan fisik pasien DMT2 selama pandemi dalam meningkat (Abdurrasyid, 2. kategori ringan (Fisher et al. , 2020. Sibagariang & Lumban, 2022. Tao et al. Pandemi membawa pengaruh yang . Kualitas hidup pasien DMT2 selama masa pandemi COVID-19 negatif terhadap manajemen diri dimana Hasil penelitian didapatkan bahwa lebih dari setengah sampel melaporkan kualitas hidup pasien DMT2 selama masa bahwa pandemi membuat manajemen diri pandemi COVID-19 paling banyak dalam kategori kualitas hidup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan lebih dari setengah menunjukkan bahwasannya pasien DMT2 melaporkan kurang beraktivitas fisik atau selama masa pandemi COVID-19 memiliki olahraga (Fisher et al. , 2. kualitas hidup tinggi yang meliputi. Umardi. Widayati . , & Rondhianto . Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 kepuasan yang dirasakan oleh pasien tidak menerapkan sistem buka tutup mengenai penyakit dan pengobatan, serta layanan kesehatan dan mengaktifkan dampak yang dirasakan pasien akibat Hasil penelitian ini sejalan Kesehatan, 2. Kualitas hidup dapat tercapai apabila faktor fisik, psikologis, mengatakan bahwa paling banyak pasien sosial, dan lingkungan mencapai kondisi DMT2 selama masa pandemi COVID-19 memiliki kualitas hidup tinggi (Larasati, hidupnya dapat baik pula, dan sebaliknya. Namun, berbeda dengan beberapa Hal ini bisa menjadi salah satu faktor yang penelitian sebelumnya yang menyebutkan menunjang tingginya tingkat kualitas kualitas hidup pasien DMT2 selama hidup pasien DM selama pandemi COVID- pandemi rendah (Ibrahim, 2021. Naous et Bagi pasien DM Tipe 2, kualitas hidup , 2. perlu diperhatikan sebab kualitas hidup (Kementerian Kualitas hidup pasien DM Tipe 2 menggambarkan sejauh mana individu selama masa pandemi tergolong dalam sehat dapat menjalani dan menikmati kategori tinggi dapat ditunjang dengan indikator kesehatan salah satunya terkait (Jenkinson, 2. Bagi pasien diabetes, kepuasan pasien terhadap perawatan diri kualitas hidup merupakan aspek penting, yang telah dijalani pasien. Protokol sebab kualitas hidup berkaitan erat dengan kesehatan di era pandemi tahun 2022, morbiditas dan mortalitas penyakit serta terdapat perubahan aturan baru, dimana berdampak pada kondisi kesehatan, lama saat ini sudah diberikan perlonggaran pengobatan, keparahan penyakit yang dapat menyebabkan kematian sehingga terbuka yang tidak padat orang dan kualitas hidup terutama pada penderita perjalanan (Satgas COVID-19. Fasilitas pelayanan kesehatan yang (Larasati, 2. diberikan selama masa pandemi juga terus di tingkatkan untuk memenuhi kepuasan . Hubungan aktivitas fisik dengan pasien dalam mendapatkan perawatan. kualitas hidup pasien diabetes DMT2 Pelayanan selama masa pandemi COVID-19 Hasil analisa data menunjukkan pelayanan kesehatan masyarakat untuk bahwa terdapat hubungan antara aktivitas menwujudkan masyarakat sehat dengan fisik dengan kualitas hidup pasien DMT2 Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Selama Pandemi COVID-19 Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 selama masa pandemi COVID-19 dengan nilai kekuatan korelasi sangat lemah dan kualitas hidupnya (Rondhianto et al. arah korelasi positif. Lifestyle . ola Terkontrolnya kadar gula darah ini aktivitas dan pola maka. berpengaruh akan mengurangi risiko komplikasi dan terhadap tingkat kualitas hidup pasien DM Tipe perkembangan penyakit diabetes sehingga, (Rohmawati. COVID-19 Aktivitas meningkatkan status kesehatannya yang berperan dalam pengaturan kadar gula dapat membuat kualitas hidup dari pasien darah bagi pasien DM Tipe 2. Aktivitas DM Tipe 2 dapat meningkat pula (World fisik meningkatkan penggunaan gula oleh Health Organization, 2. Berdasarkan otot yang aktif karena tidak memerlukan insulin untuk memasukkan gula dalam sel bahwa kekuatan hubungan yang sangat otot (Rondhianto et al. , 2. Aktivitas lemah antara aktivitas fisik dengan kualitas fisik bagi pasien DM Tipe 2 terbukti dapat hidup dapat terjadi karena dalam proses menurunkan kosentrasi HbA1c karena ketika melakukan aktivitas fisik dengan darah, komplikasi yang muncul, status rutin dan teratur otot akan melakukan kesehatan, dan kualitas hidup ini memiliki mekanisme dimana terjadi pemecahan satu variabel intervening dan variabel moderasi molekul glukosa menjadi 36 molekul ATP untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh mempengaruhi kekuatan hubungan antara variabel aktivitas fisik dengan kualitas (Intenational Diabetes hidup tersebut. Federation, 2019: Lisiswanti & Cordita. World Health Organization, 2. Aktivitas Terdapat hubungan antara aktivitas menurunkan stress dan meningkatkan fisik dengan kualitas hidup pasien DM mood bagi kondisi psikologi sehingga Tipe 2 selama masa pandemi COVID-19. Pendidikan kesehatan perlu diberikan meningkatkan hormon endorphin dan pada pasien DMT2 mengenai pentingnya menekan hormon stress seperti kortisol aktivitas fisik terutama selama pandemi yang dapat meningkatkan kontrol kadar COVID-19 untuk meningkatkan kualitas hidup pasien DMT2. KESIMPULAN Umardi. Widayati . , & Rondhianto . Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia (JKKI) VOLUME 2 ISSU 1. DESEMBER 2022. HALAMAN 92-102 https://ebsina. id/journals/index. php/jkki EISSN 2503-2801 REFERENSI