ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 PENGARUH AKUNTANSI KONSERVATISME, GROWTH OPPORTUNITY DAN LEVERAGE TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA PADA PERUSAHAAN PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2020-2022 DALAM PERSPEKTIF SYARIAH Meylissa STAIN Bengkalis. Bengkalis. Riau. Indonesia E-mail: meylissa006@gmail. Nurmahadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SyariAoah Bengkalis Email : nurmahadi21@gmail. ABSTRACT. Penurunan laba yang terjadi selama tahun 20202022 secara berturut-turut pada perusahaan akan mempengaruhi minat investor untuk melakukan kegiatan investasi pada sektor perusahaan Property and Real Estate. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity dan Leverage terhadap Koefisien Respon Laba. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan Eviews 12. Metode yang digunakan yaitu uji asumsi klasik, regresi data panel, dan uji hipotesis. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2022. Sampel ditentukan berdasarkan metode purposive sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 11 emitmen selama periode 2020-2022. Hasil penelitian ini adalah akuntansi konservatisme, growth opportunity dan leverage secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh terhadap koefisien respon Keywords: Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity. Leverage, dan Koefisien Respon Laba. Pendahuluan Bagi perusahaan memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi mengenai kinerja perusahaan secara terbuka kepada stakeholder. Salah satu bentuk informasi yang menjadi peran penting pasar modal dan yang diperlukan investor adalah laporan keuangan. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu intitas. Laporan keuangan menujukkan hasil pertanggung jawaban manajemen dan atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada investor. Laporan keuangan . inancial statement. merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Laporan keuangan pada hakikatnya merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas emiten kepada pihak-pihak yang Dengan kata lain, laporan keuangan ini berfungsi sebagai alat informasi yang Zahri Fadli, . AuAnalisis Deteksi Kecurangan Penyajian Laporan Keuangan Perusahaan Property And Real Estate Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2019Ay. Jurnal Akuntansi. Keuangan Dan Perpajakan Indonesia (JAKPI). Medan, 2018. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 menghubungkan emiten dengan pihak-pihak yang berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kesehatan keuangan emiten dan kinerja emiten. Salah satu laporan keuangan yang penting dan paling banyak diperhatikan oleh para emitmen adalah informasi laba. Laba memiliki peranan yang sangat penting, yaitu untuk mengukur perubahan bersih atas kekayaan pemegang saham dan merupakan indikasi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba . arning powe. Investor harus memprediksi kemampuan menghasilkan laba perusahaan jangka panjang, sehingga diperlukan informasi laba masa lalu untuk memprediksi laba masa datang. Laba merupakan parameter yang paling umum digunakan untuk mengukur peningkatan atau penurunan kinerja suatu perusahaan. Jika laba meningkat dibandingkan periode sebelumnya maka kinerja keuangan perusahaan baik, dan sebaliknya jika laba menurun dibandingkan periode sebelumnya maka kinerja keuangan perusahaan kurang baik. Setiap kegiatan yang terjadi dipasar modal akan menimbulkan reaksi dari pelaku pasar, salah satunya adalah saat pengumuman laba maka reaksi pasar dapat dilihat dari pergerakan harga saham dan laba. Respon tersebut dapat tercermin dari koefisien respon laba, respon yang muncul dapat berupa good news atau bad news. Investor memiliki pertimbangan dalam menentukan perhitungan terhadap return yang diharapkan. Jika return sesungguhnya lebih tinggi daripada return yang diharapkan maka investor mendapatkan good news sebaliknya jika return sesungguhnya lebih rendah dibandingkan return yang diharapkan maka investor mendapatkan bad news. Koefisien respon laba merupakan sebuah ukuran untuk mengetahui kuatnya reaksi pasar terhadap informasi yang diberikan. Oleh karena itu, perusahaan akan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi respon pasar terhadap laba Data pada tabel 1. 1 menunjukkan beberapa perusahaan yang tergabung dalam sektor property dan real estate mengalami penurunan laba yang cukup signifikan selama beberapa tahun Tabel 1. Penurunan Laba Bersih Perusahaan Property dan Real Estate alam miliar Rupia. Laba Bersih Kode Perusahaan BKDP -31,050 -36,260 -33,007 RBMS -45,421 -23,700 -39,783 OMRE -222,99 -170,62 -235,810 Sumber: Data diolah dari w. Gambar 1. Grafik Penurunan Laba Bersih Perusahaan Property and Real Estate Ihsan Nur Rasid Dan Muhammad Riza Hafizi. AuPengaruh Laporan Keuangan Terhadap Pengambilan Keputusan BerinvestasiI Di Galeri Investasi Syariah Febi IAIN Palangka RayaAy. Jurnal Penelitian Keuangan dan Perbankan Syariah. Vol. Issue 1, 2022. Christina dan Wasis Rokhanah. AuAnalisis Pengaruh Laba Akuntansi Dan Arus Kas Operasi Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2. ,Ay Jurnal Liabilitas. Vol. No. Agustus 2. : h. Vini Fransiska. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Laba. Ukuran Perusahaan dan Struktur Modal Terhadap Earning Response Coefficient Pada Perusahaan Subsektor Property Dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal FinAcc. Vo. No. 12, 2023, h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 LABA BERSIH -20% -40% KODE PERUSAHAAN -60% -80% -100% BKDP -31,050 -45,421 OMRE -222,986 -36,260 -23,700 -170,621 -33,007 -39,783 -235,810 Series1 RBMS Series2 Series3 Sumber : Data diolah dari w. PT. Bakti Darmo Property Tbk (BKDP). Kinerja keuangan perusahaan PT. BKDP mencatat rapor merah selama 3 tahun terakhir, pada tahun 2020 kinerja keuangan PT. BKDP mencatat kerugian sebesar -Rp. 021, pada tahun 2021 pun kembali mengalami kerugian sebesar Rp. 843, hingga pada tahun 2022 pun kinerja keuangan PT. BKDP masih mencatat rapor merah sebesar -Rp33. PT. Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS). Mengalami penurunan laba hingga kerugian laba berturut-turut selama 3 tahun terakhir. Pada tahun 2020 PT. Ristia Bintang Mahkotasejati mengalami penurunan laba yang tercatat sebesar -Rp. 421,796 kemudian pada tahun 2021 hingga tahun 2022 PT. Ristia Bintang Mahkotasejati mengalami kerugian yang terus menerus yakni sebesar -Rp. 500 dan -Rp. Kinerja keuangan PT. Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) dalam 3 tahun terakhir juga mengalami kerugian laba bersih secara berturut-turut. Berdasarkan Laporan tahunan PT. Indonesia Prima Property pada tahun 2020, dan 2021 kinerja keuangan perusahaan menurun sehingga PT. Indonesia Prima Property kembali mencatat rugi bersih sebesar -Rp222. Rp170. 468 dan -Rp. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa laba pada beberapa emitmen sektor property dan real estate mengalami fluktuasi secara berturut-turut selama 2020-2022. Fluktuasi yang dimaksud kondisi atau keadaan dalam perusahaan mengalami penurunan atau kenaikan pada data laporan keuangan tersebut. Penurunan tersebut akan mempengaruhi minat investor untuk melakukan kegiatan investasi pada sektor perusahaan ini. Investor akan lebih berhati-hati dalam melakukan investasi pada perusahaan yang mengalami penurunan laba secara berturut-turut karena tujuan investor dalam melakukan investasi untuk mendapatkan return . , sehingga investor perlu mempertimbangkan rasional dan mengumpulkan berbagai informasi yang akan diperlukan sebelum melakukan keputusan dalam investasi. Telaah Pustaka Koefisien Respon Laba Earnings Response Coefficient atau koefisien respon laba menurut scott dalam kutipan jurnal Setiawan dan Suhendah, mendefinisikan koefisien respon laba sebagai respon pasar terhadap perolehan Devi Nyoman dan Artini Luh Gede. Pengaruh ROE. DER. PER, dan Nilai Tukar Terhadap Return Saham. Vol. No. E-Jurnal Manajemen. Tahun 2019, h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 laba yang diumumkan perusahaan, yang dapat dilihay dari pergerakan harga saham perusahaan pada sehari-hari sekitar tanggal publikasi laporan keuangan. Koefisien respon laba ialah ukuran besaran abnormal return suatu saham sebagai respon terhadap komponen laba abnormal . nexpected earning. yang dilaporkan oleh perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa koefisien respon laba ialah suatu metode atau pengukuran yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui harga saham dan lainnya dengan tujuan untuk menarik para investor ataupun kreditur dengan menyajikan laporan keuangan yang baik dan sempurna. Kualitas laba dapat diindikasikan sebagai kemampuan informasi laba memberikan respon kepada pasar. Dengan kata lain, laba yang dilaporkan memiliki kekuatan respon . ower of respons. Kuatnya reaksi pasar terhadap informasi laba yang tercermin dari tingginya earnings response coefficients (ERC) atau koefisien respon laba, menunjukkan laba yang dilaporkan berkualitas. Dan tinggi rendahnya Earning Response Coefficient (ERC) sangat ditentukan kekuatan responsive yang tercermin dari informasi . ood/bad new. yang terkandung dalam laba. ERC berguna dalam analisis dasar oleh investor, dalam model penilaian untuk menentukan reaksi pasar atas informasi laba perusahaan perusahaan. Regresi model tersebut akan menghasilkan ERC untuk masing-masing sampel yang akan digunakan untuk analisis berikutnya. Semakin tinggi koefisien respon laba (ERC) menujukan semakin relevan nilai laba akuntansi Hal ini di karenakan informasi akuntansi yang bisa disebut berkualitas salah satunya adalah apabila informasi tersebut relevan, maka tingginya nilai ERC dapat juga menggambarkan kualitas angka laba yang tinggi. Untuk menghitung koefisien respon laba menggunakan koefisien regresi antara proksi harga saham yang digunakan adalah Cumulative Abnormal Return (CAR), sedangkan proksi laba akuntansi yang digunakan adalah Unexpected Earnings (UE). Model persamaan yang digunakan untuk menentukan koefisien respon laba adalah: CARit = yu UEit e Keterangan: CARit = Cumulative Abnormal Return perusahaan i pada waktu t UEit = Unexpected Earnings perusahaan i pada waktu t = Konstanta = Koefisien yang menunjukkan ERC = Eror Sebelum menghitung dengan koefisien regresi, tahap pertama yang dilakukan adalah menghitung cumulative abnormal return (CAR). Marcelius Setiawan dan Rousilita Suhendah. AuPengaruh Leverage. Firm Size, dan Growth Opportunity Terhadap Earnings Response CoefficientAy. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Vol. No. Tahun 2021, h. Yunita Nursopiatin dan Widyasari. AuAnalisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Earnings Response Coefficient Au. Jurnal Multiparadigma Akuntansi Tarumanagara. Vol. No. 1, 2020, h. Reynaldo Soeiswanto Soei, dkk. Analisis Pengaruh Tingkat Laba Bersih dan Ukuran Perusahaan Terhadap Koefisien Respon Laba Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun 2013-2016. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern 13. , 2018, h. Fina Ratnasari. Pengaruh Default Risk dan Ukuran Perusahaan Terhadap Earning Response Coefisient (ERC) Dengan Profitabilitas Sebagai Variable Moderating pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Periode 2014 Ae 2. Jurnal Semarak,Vol. No. Februari 2022, h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 CARi (-5, . = t = 5Oc ye ARit Keterangan: CARi (-5 . : Abnormal return kumulatif perusahaan i selama periode pengamatan kurang lebih 5 hari dari tanggal publikasi laporan keuangan, . hari sebelum, 1 hari tanggal publikasi dan 5 hari setelah tanggal penyerahan laporan keuanga. ARit : abnormal return perusahaan i pada hari t . Dalam penelitian ini abnormal return dihitung menggunakan model sesuaian pasar . arket adjusted mode. Hal ini sesuai dengan jones dalam murwaningsari yang menjelaskan bahwa estimasi return sekuritas terbaik return pasar pada saat itu. Abnormal return dihitung dengan menggunakan rumus : ARit = Rit- Rmt Keterangan: ARit = abnormal return perusahaan i pada periode ke t Rit = return perusahaan pada periode ke t Rmt = return pasar pada periode ke-t . Untuk memperoleh data abnormal return, terlebih dulu mencari return saham perusahaan dengan harga penutupan saham. Return saham perusahaan dihitung dengan menggunakan rumus sebagai Rit = . cyeOyeiOeycyeOyeiOey. ycyeOyeiOeya Keterangan: Rit = return saham perusahaan i pada hari t Pit = harga penutupan saham i pada hari ke t Pit-1 = harga penutupan saham i pada hari ke t-1 . Sementara, return pasar dalam abnormal return dihitung dengan rumus : Rmt= . cycycycyeiOeycycycycyeiOey. ycycycycyeiOeya Keterangan : Rmt = return pasar harian IHSGt = indeks harga saham gabungan pada hari t IHSGt-1 = indeks harga saham gabungan pada hari t-1 . Unexpected Earnings (UE) diartikan sebagai selisih laba akuntansi yang direalisasikan dengan laba akuntansi yang diharapkan oleh pasar. Perhitungan UE menggunakan model random walk yang diukur sesuai dengan penelitian hakim: UE= cycycyeOyeiOeycycycyeOyeiOey. ycyeOyeiOeya Keterangan: UEit = unexpected earnings perusahaan i pada periode t EPSit = earnings per share perusahaan pada periode t EPSit-1 = earnings per share perusahaan pada periode t-1 Pit = harga saham sebelumnya. Mohammad Zulman Hakim, dkk. AuPengaruh Growth. Leverage, dan Profitabilitas Terhadap Earning Response Coefficient (ERC) Pada Sektor Energi di IndonesiaAy. Jurnal Jemper . Vol. No. Januari 2023, h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Akuntansi Konservatisme Menurut Watts didalam buku Akuntansi Konservatisme oleh Enni Savitri mendefinisikan konservatisme sebagai prinsip kehati-hatian dalam pelaporan keuangan dimana perusahaan tidak terburu-buru dalam mengakui dan mengukur aktiva dan laba serta segera mengakui kerugian dan hutang yang mempunyai kemungkinan yang terjadi. Menurut FASB Statement of Concept No. 2, yang mengartikan konservatisme sebagai reaksi yang hati-hati . rudent reactio. dalam menghadapi ketidakpastian yang melekat pada perusahaan untuk mencoba memastikan bahwa ketidakpastian dan risiko dalam lingkungan bisnis yang sudah cukup Kieso dan Weygandt mendefinisikan bahwa Aukonservatisme merupakan suatu prinsip kehatihatian yang dihadapkan pada pilihan solusi yang sangat kecil kemungkinannya akan menghasilkan penetapan yang terlalu tinggi bagi aktiva dan laba. Konservatisme berarti jika ragu, maka pilihlah solusi yang sangat kecil kemungkinannya akan menghasilkan pendapatan yang terlalu tinggi bagi aset dan labaAy. Berdasarkan beberapa pengertian konservatisme di atas, penulis memahami bahwa konservatisme merupakan tindakan kehati-hatian dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara melaporkan yang terendah dari aktiva dan pendapatan dan yang tertinggi dari kewajiban dan beban. Jenis-Jenis Akuntansi Konservatisme Menurut Subramanyam dan Wild, terdapat dua macam konservatisme, yaitu: Konservatisme tak bersyarat . nconditional conservatis. Konservatisme tak bersyarat adalah bentuk akuntansi konservatisme yang diaplikasikan secara konsisten dalam dewan direksi. Hal ini mengarah pada nilai aset yang lebih rendah secara perpectual. Contoh dari konservatisme tak bersyarat adalah akuntansi untuk penelitian dan pengembangan (R&D). Beban R&D dihapuskan ketika sudah terjadi, meskipun ia mempunyai potensi ekonomis. Oleh karena itu, aset bersih dari perusahaan yang melakukan R&D secara insentif akan selalu lebih rendah . Konservatisme bersyarat . onditional conservatis. Konservatisme bersyarat adalah bentuk akuntansi konservatisme yang mengacu pada pepatah lama semua kerugian diakui secepatnya, tetapi keuntungan hanya diakui saat benar-benar terjadi. Contoh konservatisme bersyarat adalah menurunkan nilai aset seperti PP&E atau goodwill apabila nilainya mengalami penurunan secara ekonomis, yaitu pengurangan potensi arus kasnya meningkat di kemudian hari, maka kita tidak dapat serta merta menaikkan nilainya karena laporan keuangan hanya mencerminkan kenaikan potensi arus kas selama periode secara perlahan, dan hal itu dilakukan apabila arus kas benarbenar terjadi. Metode Pengukuran Akuntansi Konservatisme Konservatisme adalah tindakan manajemen dengan lebih mengantisipasi tidak ada profit dan lebih cepat mengakui kerugian. Konservatisme dihitung berdasarkan model Givoly & Hayn . supaya mendapatkan hasil yang lebih akurat dan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:13 CONNAC= . cAyaycC yayaycEOeyayaycC) ycu (Oe. ycNya Keterangan: CONACC = Konservatisme Akuntansi NIO = Laba bersih ditambah depresiasi CFO = Arus kas dari aktivitas operasi perusahaan TA = Total Asset Growth Opportunity Enni Savitri. AuKonservatisme AkuntansiAy, (Yogyakarta. Pustaka Sahila Yogyakarta : 2. , h. Subramanyam dan Wild. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat. Enni Savitri . Konservatisme Akuntansi . Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Menurut Setiawan dan Suhendah growth opportunity atau peluang pertumbuhan adalah kesempatan perusahaan untuk terus berkembang dimasa yang akan datang. Perusahaan dengan growth opportunity yang tinggi berarti memiliki prospek yang baik dimasa depan, sehingga akan lebih mudah untuk memperoleh pendanaan, baik melalui penjualan saham maupun melalui penerbitan surat utang yang umumnya utang jangka panjang. Menurut Scot dalam kutipan jurnal Efrinal dan Reni Astuti yang menyatakan bahwa kesempatan bertumbuh menjelaskan prospek pertumbuhan perusahaan dimasa depan. Penilaian pasar . nvestor/pemegang saha. terhadap kemungkinan bertumbuh suatu perusahaan nampak dari harga saham yang terbentuk sebagai suatu nilai ekspetasi terhadap manfaat masa depan yang akan Pemegang saham akan memberi respon yang lebih besar kepada perusahaan dengan kemungkinan bertumbuh tinggi. Hal ini terjadi karena perusahaan yang mempunyai kemungkinan bertumbuh yang tinggi akan memberikan manfaat yang tinggi dimasa depan bagi investor. Berdasarkan penjelasan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa growth opportunity merupakan tingkat peluang perusahaan di masa depan untuk bertumbuh. Tingkat pertumbuhan bisa dicerminkan dari pertumbuhan aset perusahaan setiap tahunnya. Perusahaan yang ingin bertumbuh membutuhkan modal aset yang banyak oleh karena itu perusahaan berupaya untuk terus menambah aset. Perusahaan yang berpeluang tumbuh besar membutuhkan dana yang besar pula maka akan meningkatkan utang. Jadi semakin perusahaan bertumbuh maka utang akan semakin besar jika modal internal tidak mencukupi untuk menunjangnya. Growth opportunity diketahui dengan melihat pertumbuhan total aktiva yang dihitung dengan total aktiva periode sekarang dikurangi total aktiva tahun periode sebelumnya, serta dibagi total aktiva periode sebelumnya. Growth Opportunity = ycyeayeiyeCyes yeCyeiyeiyeIyei yei OeycyeayeiyeCyes ycyeiyeiyeIyei yeiOeya ycyeayeiyeCyes yeCyeiyeiyeIyei yeiOeya Menurut Eliu menjelaskan bahwa growth opportunity terdapat tiga jenis: Sales Growth Adalah rasio yang mengukur perumuhan penjualan perusahaan dengan mengukur perbedaan nilai penjualan pada suatu periode. Secara matematis dihitung dengan cara membandingkan besaran perubahan penjualan perusahaan dari suatu periode t dan periode t-1 dengan periode t-1. Asset Growth Dihitung dengan cara membandingkan besaran perubahan total asset perusahaan dari suatu periode t dan periode t-1 dengan periode t-1. Operating profit growth Adalah rasio yang mengukur pertumbuhan keuntung operasional dengan mengukur perbedaan nilai keuntungan operasional pada suatu periode. Secara matematis dihitung dengan cara membandingkan besaran perubahan laba operasi perusahaan dari suatu periode t dan periode t-1 dengan periode t-1. Marcelius Setiawan dan Rousilita Suhendah. AuPengaruh Leverage. ,h. Efrinal dan Reni Astuti. AuPengaruh Ukuran Perusahaan dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Koefisien Respon LabaAy. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. No. 2 Tahun 2022, h. Gusti Ayu Ary Amalia Tamara dan Gusti Ngurah Agung Suaryana. Pengaruh Growth Opportunity dan Leverage pada Earning Response Coefficient, e-Jurnal Akuntansi Vol. 30 No. 6 Denpasar. Juni 2020, h. Elliu. Pengaruh Financial Leverage dan Firm Growth Terhadap Financial Distress. Finesta. Vol. No. 2, 2014. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Leverage Menurut Rudangga dan Sudiarta leverage adalah penggunaan utang oleh perusahaan guna membiayai kegiatan operasional perusahaan. 18 Rasio leverage termasuk dalam rasio solvabilitas yang akan menggambarkan sejauh mana asset perusahaan dibiayai oleh hutang dibandingkan dengan modal Leverage juga merupakan penaksir dari risiko yang melekat pada suatu perusahaan. Artinya leverage yang besar menunjukkan risiko investasi yang besar pula, begitupun sebaliknya. Akan lebih baik apabila perusahaan mengusahakan sumber pendanaan internal terlebih dahulu daripada menggunakan sumber pendanaan eksternal. Semakin besar rasio leverage menandakan asset dalam suatu perusahaan akan banyak dibiayai oleh hutang. Dengan demikian dapat disimpulkan rasio leverage yang tinggi akan menyebabkan turunnya nilai perusahaan. Investor tentu akan menyukai rasio leverage yang kecil karena laba perusahaan akan banyak digunakan dalam pembagian dividen dibandingkan angsuran hutang. Jenis-Jenis leverage Adapun jenis-jenis rasio leverage dalam buku Kasmir, sebagai berikut: Debt to asset ratio (DAR) Debt ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Dari hasil pengukuran, apabila rasionya tinggi, artinya pendanaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi perusahan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang dimilikinya. Demikian pula apabila rasionya rendah, semakin kecil perusahaan dibiayai dengan utang. Standar pengukuran untuk menilai baik tidaknya rasio perusahaan, digunakan rasio rata-rata industry yang Debt to Equity Ratio (DER) Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utangAy. Debt to equity ratio untuk setiap perusahaan tentu berbeda-beda, tergantung karakteristik bisnis dan keberagaman arus kasnya. Perusahaan dengan arus kas yang stabil biasanya memuliki rasio yang lebih tinggi dari rasio kas yang kurang stabil. Gusti Ngurah Gede Rudangga, dan Gede Merta Sudiarta. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. LEVERAGE. DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. EJurnal Manajemen Universitas Udayana. Vol. No. 7, 2016, h. Evi Ekawati dan Indri Yanti. Pengaruh ISR. Leverage dan Likuiditas terhadap ERC Pada Perusahaan yang Terdaftar di ISSI Tahun 2015-2020 (The influence of ISR. Leverage dan Liquidity on ERC in Companies Registered on ISSI in 2015-2. Kajian Ekonomi dan Keuangan Islam. Vol. No. 2 ,2022, h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Metode pengukuran leverage Dalam penelitian ini metode pengukuran leverage menggunakan rumus DAR . ebt to asset rati. Sama hal juga dengan penelitian mohammad zulman hakim, dkk menggunakan rumus DAR . ebt to asset Dimana, menunjukkan sejauh mana asset perusahaan dibiayai dengan utang. 20 Rumus untuk mencari debt asset ratio dapat digunakan sebagai berikut: Debt to Asset Ratio = ycNycuycycayco yaycycycaycuyci . ycNycuycycayco ycaycycyceyc Keterangan: Total debt = Total Uang Total asset = Total Asset Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian metode kuantitatif. Metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme untuk meneliti populasi dan sampel tertentu dan pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrument, analisis data bersifat statistik. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas atau karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, dan kemudian ditarik 22 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh emiten yang terdaftar di sektor property and real estate yaitu sebanyak 92 emiten. Adapun penelitian ini mengambil sampel dengan metode Purposive Sampling. Teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel untuk tujuan 23 Setelah dilakukan proses pemilihan sampel melalui beberapa kriteria yang telah ditentukan maka didapat sebanyak 11 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Perusahaan property dan real estate terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) Perusahaan properti dan real estate terdaftar di BEI secara berturut-turut selama periode penelitian Laporan keuangan perusahaan disajikan dalam menggunakan mata uang Indonesia Rupiah (IDR). Perusahaan yang tidak menampilkan annual report 2020-2022 Perusahaan yang tidak menerbitkan ikhtisar saham pada annual report perusahaan Property & Real Estate Periode yang diteliti 2020-2022 Perusahaan property and real estate yang mengalami kerugian selama periode 2020-2022 Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Chow Mohammad Zulman Hakim, dkk. AuPengaruh Growth. Leverage, . Muh. Yani Balaka. Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Bandung: Widina Bhakti Persada,2. , h. Lijan P. Sinambela Dan Sarton Sinambela. Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Depok: Rajawali Pers, 2. , h. Ibid. , h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Tabel 4. 1 Uji Chow Test Redundant Fixed Effects Tests Equation: CEM Test cross-section fixed effects Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square . Prob. cross section F sebesar 0. 1741 (>0,. , maka hipotesis H0 diterima dan H1 ditolak maka model yang terpilih yaitu Common Effect Model (CEM) lebih tepat Uji Hausman Tabel 4. 2 Uji Hausman Test Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: REM Test cross-section random effects Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Cross-section random Cross-section random effects test comparisons: Variable Fixed Random Var(Diff. Prob. Berdasarkan tabel 4. 2 dari hasil Uji Hausman. Nilai Prob. cross-section random 9747 (>0,. maka hipotesis H0 diterima dan H1 ditolak sehingga model yang terpilih yaitu Random Effect Model (REM) digunakan. Uji Langrange Multiplier Tabel 4. 3 Uji Lagrange Multiplier Lagrange Multiplier Tests for Random Effects Null hypotheses: No effects Alternative hypotheses: Two-sided (Breusch-Paga. and one-sided . ll other. alternatives Test Hypothesis Cross-section Time Breusch-Pagan . Both . Sumber : Hasil Output Regresi Data Panel Eviews 12 . Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Berdasarkan tabel 4. 3 dari hasil Uji Lagrange Multiplier (LM Tes. , diperoleh nilai Prob Breusch-Pagan. sebesar 0,2819 (>0,. maka hipotesis H0 diterima dan H1 di tolak yang berarti model terpilih yaitu Common Effect Model (CEM). Berdasarkan pemilihan model yang telah dilakukan dengan Uji Chow. Uji Hausman dan Uji Lagrange Multiplier. Maka dapat disimpulkan bahwa model estimasi data panel yang digunakan sebagai berikut : Pengujian Uji Chow Uji Hausman Tabel 4. Hasil Kesimpulan Pengujian Hasil Kesimpulan Prob > 0,05 CEM Prob < 0,05 FEM Prob > 0,05 Prob < 0,05 Prob > 0,05 Prob < 0,05 REM FEM CEM REM Uji Lagrange Multiplier (LM Tes. Sumber : Data Diolah Tahun 2024 Berdasarkan tabel 4. 4 pada hasil kesimpulan pengujian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemilihan model dalam Pengaruh Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity dan Leverage Terhadap Koefisien Respon Laba pada regresi data panel adalah model Common Effect model yang dapat digunakan untuk menganalisis data panel di penelitian ini. Uji Hipotesis Uji hipotesis ini menggunakan analisis regresi data panel model Common Effect Model (CEM) yang bertujuan untuk menguji sejauh mana pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen dimana terdapat beberapa perusahaan dalam beberapa kurun waktu. Uji t (Parsia. Hasil hipotesis parsial . dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Hasil Uji t Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 06/09/24 Time: 18:55 Sample: 2020 2022 Periods included: 3 Cross-sections included: 11 Total panel . observations: 33 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Dapat diketahui bahwa jumlah sampel . = 33 dan jumlah variabel . = 4. Rumus t-Tabel =nAek = 33 Ae 4 Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 = 29 Maka diperoleh nilai t-tabel sebesar 2. Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu akuntansi konservatisme, growth opportunity dan leverage terhadap variabel terikat yaitu ERC. Uji T adalah pengujian dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: H0 ditolak jika t statistik < 0,05 atau >- ttabel atau thitung < -ttabel . H1 diterima jika t statistik > 0,05 atau < - ttabel atau thitung < -ttabel Berdasarkan hasil pengujian maka didapat hasil Uji t sebagai berikut: Tabel 4. Uji Hipotesis Parsial Variabel Thitung Probability Ttabel Akuntansi 0,263144 0,7943 Konservatisme Growth Opportunity -0,024646 0,9805 Leverage 0,176706 0,8610 Sumber : Data Diolah Tahun 2024 Berdasarkan tabel 4. 6 diatas dapat diketahui bahwa jumlah sampel . = 33 dan jumlah variabel . = 4. Rumus t-Tabel yaitu: =nAek = 33 Ae 4 = 29 Maka diperoleh nilai t-tabel sebesar 2. Penjelasan dari tabel diatas sebagai berikut: Pengaruh Akuntansi Konservatisme Terhadap Koefisien Respon Laba Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel menunjukkan hasil t-hitung untuk variabel independen Akuntansi Konservatisme sebesar 0. 263144, sementara nilai t-tabel dengan = 5% dimana nilai t-tabel adalah sebesar 2. 04523 yang berarti bahwa nilai thitung lebih kecil dari nilai t-tabel . 263144 < 2. , dari tabel diatas terlihat nilai probabilitasnya sebesar 0. 7943 yang lebih besar dari 0,05. Maka H1 ditolak H0 diterima, dinyatakan bahwa akuntansi konservatisme tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap koefisien respon laba. Pengaruh Growth Opportunity Terhadap Koefisien Respon Laba Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel menunjukkan hasil t-hitung untuk variabel independen Growth Opportunity sebesar -0. 024646, sementara nilai t-tabel dengan = 5% dimana nilai t-tabel adalah sebesar 2. 04523 yang berarti bahwa nilai thitung lebih kecil dari nilai t-tabel (-0. 024646 < 2. , dari tabel diatas terlihat nilai probabilitasnya sebesar 0. 9805 yang lebih besar dari 0,05. Maka H2 ditolak H0 diterima, dinyatakan bahwa growth opportunity tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap koefisien respon laba. Pengaruh Leverage Terhadap Koefisien Respon Laba Hasil pengujian dengan analisis regresi data panel menunjukkan hasil t-hitung untuk variabel independen Leverage sebesar 0. 176706, sementara nilai t-tabel dengan = 5% dimana nilai t-tabel adalah sebesar 2. 04523 yang berarti bahwa nilai t-hitung lebih kecil dari nilai t-tabel . 176706< 2. , dari tabel diatas terlihat nilai probabilitasnya 8610 yang lebih besar dari 0,05. Maka H3 ditolak H0 diterima, dinyatakan bahwa leverage tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap koefisien respon laba. Uji F (Simulta. Untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel independen. Adapun kriteria dalam pengambilan keputusan dalam uji F yaitu : Jika angka signifikan > 0,05 maka H0 diterima . Jika angka signifikan < 0,05 maka H0 ditolak Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Tabel 4. Hasil Uji F Root MSE Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 96E 14 R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Sumber : Hasil Output regresi data panel Eviews 12 . Pada penelitian ini digunakan nilai signifikannya 0. 05 dapat diketahui bahwa jumlah sampel . = 33 dan jumlah variabel . = 4. Rumus F-tabel yaitu: =kAe1 df. =n-k =4Ae1 = 33 - 4 = 29 Maka diperoleh F-tabel sebesar 2,93. Dari tabel diatas, diketahui jika nilai Fstatistik lebih kecil dari Ftabel atau 028596 < 2,93 sehingga dapat disimpulkan Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity, dan Leverage tidak berpengaruh terhadap Koefisien respon laba pada perusahaan Property and real estate yang terdaftar di BEI periode 2020-2022. Menurut Ghozali. Uji F dilakukan untuk melihat apakah model regresi yang digunakan pada sebuah penelitian layak atau tidak untuk digunakan. Uji F atau ANOVA dilakukan dengan membandingkan tingkat signifikasi yang ditetapkan untuk penelitian dengan probability value dari hasil penelitian dengan taraf signifikan sebesar 5% atau 0,05. Koefisien Determinasi (R. Analisis determinasi adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar variabel X memberikan konstribusi terhadap variabel Y. Tabel 4. Koefisien Determinasi Root MSE Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat 96E 14 R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Sumber: Hasil output regresi data panel Eviews 12 . Berdasarkan tabel 4. 8 nilai Adjusted R-squared (R. Menurut Gujarati, jika dalam uji empiris didapat nilai Adjusted R-square bernilai negatif, maka dianggap nol atau variabel bebas tidak mampu menjelaskan varians dari variabel terikatnya. 25 Bertujuan untuk mengatahui presentase perubahan variabel dependen yang disebabkan oleh variabel Putri Pratiwi. IGKA Ulupui dan Indah Muliasari, "Pengaruh Arus. , h. Muhammad Yusuf, "Pengaruh belanja iklan, audience share, struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan . tudi kasus pada perusahaan pertelevisian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20072. Jurnal Indonesia Membangun. Vol. No. 2 (Mei-Agustus 2. : h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Apabila nilai R2 semakin besar, maka presentase perubahan variabel dependen yang disebabkan oleh variabel independen semakin tinggi, begitupun sebaliknya. Pembahasan Pengaruh Akuntansi Konservatisme terhadap Koefisien Respon Laba Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel akuntansi konservatisme tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap koefisien respon laba. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas variabel akuntansi konservatisme sebesar 0. 7943 > 0. Selain itu dapat dilihat dari hasil perbandingan antara thitung dan ttabel yang menunjukkan nilai thitung 263144 < 2. 04523 ttabel. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima yang artinya secara parsial variabel akuntansi konservatisme tidak berpengaruh terhadap koefisien respon laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip konservatisme akuntansi perusahaan bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi pengambilan keputusan investor. Ada atau tidaknya prinsip konservatisme akuntansi perusahaan tidak mampu mempengaruhi koefisien respon laba atau earnings response coefficient (ERC). Hal ini disebabkan karena investor belum sepenuhnya memahami bagaimana prinsip akuntansi yang konservatif, sehingga mereka memutuskan untuk membeli saham suatu perusahaan berdasarkan faktor Perlu diketahui bahwa akuntansi konservatisme merupakan tindakan yang dilakukan oleh pihak manajemen dengan menggunakan prinsip memperlambat pengakuan pendapatan, mempercepat pengakuan biaya, meninggikan penilaian utang dan merendahkan penilaian aset sehingga pihak investor tidak mengetahui ada atau tidaknya prinsip konservatisme akuntansi pada perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ariesta & Muhammad dan penelitian Irwan & Cahyaningsih yang menyatakan bahwa konservatisme akuntansi tidak berpengaruh terhadap koefisien respon laba atau earnings response coefficient (ERC). Pengaruh Growth Opportunity Terhadap Koefisien Respon Laba Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel growth opportunity tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap koefisien respon laba. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas variabel growth opportunity sebesar 0. 9805 > 0. Selain itu dapat dilihat dari hasil perbandingan antara thitung dan ttabel yang menunjukkan nilai thitung sebesar 024646 < 2. 04523 ttabel. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima yang artinya secara parsial variabel growth opportunity tidak berpengaruh terhadap koefisien respon Jika dilihat nilai thitung yang memiliki nilai negatif yang artinya setiap kenaikan nilai growth opportunity tidak akan diikuti dengan naiknya nilai dari koefisien respon laba. Hal ini bisa terjadi karena motivasi dalam berinvestasinya bukan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang, melainkan untuk mendapatkan keuntungan. Growth opportunity atau kesempatan bertumbuh biasanya diamati oleh investor yang mempunyai perspektif jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan dari investasi yang Dengan demikian, informasi mengenai growth opportunity perusahaan tidak terlalu di respon oleh investor. Hal tersebut berdampak pada harga saham sehingga laba yang dihasilkan perusahaan dinilai kurang berkualitas. Oleh karena itu, growth opportunity tidak berpengaruh terhadap koefisien respon laba. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Cantyawati & Dewi, kemudian penelitian Fitriah serta penelitian Angela & Iskak dalam kutipan jurnal Norotus SaAodyah, dkk yang menunjukkan bahwa growth opportunity tidak berpengaruh signifikan terhadap koefisien respon laba. Pengaruh Leverage Terhadap Koefisien Respon Laba Dyanti Kastamutuwardhani dan Khairunnisa, "Pengaruh Profitabilitas. , h. Nasriani, dkk. Pengaruh Default Risk. Konservatisme Akuntansi. Persistensi Laba Dan Kualitas Audit Terhadap Earnings Response Coefficient (ERC) Pada Perusahaan Non Keuangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2021. Jurnal Akuntansi Malikussaleh. Vol,1. No. Mei 2023, h. Norotus SaAodiyah, dkk. Dampak Profitabilitas. Leverage. Ukuran Perusahaan Dan Kesempatan Bertumbuh Terhadap Earnings Response Coefficient. Jurnal Rekognisi Ekonomi Islam. Vol. No. 1, 2023, h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel leverage tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap koefisien respon laba. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas variabel leverage sebesar 0. 8610 > 0. Selain itu dapat dilihat dari hasil perbandingan antara thitung dan ttabel yang menunjukkan nilai thitung sebesar -0. 176706 < 2. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima yang artinya secara parsial variabel leverage tidak berpengaruh terhadap koefisien respon laba. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sasongko, dkk dan Angela & Iskak. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang mempunyai utang yang lebih besar tidak di respon oleh pasar bahkan tidak diminati oleh investor. Semakin besar tingkat leverage yang dimiliki perusahaan maka akan beresiko dikarenakan perusahaan dalam mendanai asetnya lebih banyak menggunakan utang. Sehingga akan menghambat perusahaan untuk mencapai keuntungan dimasa depan. Dengan demikian tingginya tingkat leverage akan menurunkan respon investor . ad new. yang mengakibatkan koefisien respon laba perusahaan menjadi rendah. Maka dari itu jika leverage perusahaan yang tinggi akan memberikan dampak kepada investor yaitu kurang percayanya investor terhadap laba perusahaan akibat tingginya tingkat utang perusahaan. Pengaruh Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity dan Leverage Terhadap Koefisien Respon Laba Ditinjau dari Perspektif Syariah Dalam islam konsep accountability sangat tertanam dalam masyarakat. Kaum muslimin sangat memegang teguh konsep manusia sebagai pemegang amanah, bukan sebagai pemegang kuasa penuh dalam mengatur alam semesta, manusia ditunjuk sebagai khalifah, yang harus mempertanggung jawabkan segala tindakan yang dilakukannya. Firman Allah dalam Q. S Thaha ayat 6 disebutkan bahwa: A aO aI a O aI aN aI aO aI a aEac a AoOA a aEa aN aI AaO E ac aI aO a aO aI AaO eEA ArtinyaAy Kepunyaan Allahlah semua yang ada dilangit dan semua yang ada di bumi dan yang di antaranya keduanya dan semua yang dibawah tanahAy. Dalam perspektif syariah pengaruh akuntansi konservatisme, growth opportunity dan leverage terhadap koefisien respon laba memiliki implikasi yang Akuntansi konservatisme dalam perspektif syariah menekankan dua aspek yakni aspek kehati-hatian dan keadilan. Prinsip akuntansi konservatisme adalah menunda pengakuan pendapatan sampai ada kepastian pendapatan tersebut terealisasi dan menyegerakan pengakuan beban seperti hutang sejalan dengan prinsip kehatihatian dalam pengakuan pahala dan dosa. Sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW, kita hendaknya tidak menghitung-hitung pahala atas kebaikan yang kita lakukan, namun segera melakukan huhasabah atas dosa yang kita lakukan. Sikap konservatif atau kehati-hatian sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Isra' ayat 35 yang berbunyi: uAa aOO yEAZAaOaO AaO EAEa O aE aa aE Ea I aO aIaO a E aC a a E aI a aC O aI a Ao aE aE aO acOa a aIA Artinya: AuDan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama . dan lebih baik Ay (Q. S Al-IsraAo ayat . Ayat tersebut mengharuskan kita untuk menakar segala sesuatu dengan benar dan dilakukan secara jujur. Hal ini sejalan dengan prinsip konservatif atau kehati-hatian dalam akuntansi, karena akuntansi konservatif dianggap memiliki kualitas informasi yang lebih baik dari pada akuntansi progresif, sehingga menuntut akuntan untuk Firda Lailatul Hidayah. AuPengaruh Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity, dan Leverage Terhadap Koefisien Respon Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2020Ay, (Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2. , h. Zulkifli dan Sulastiningsih. AuRerangka Konseptual Pelaporan Keuangan dalam Perspektif IslamAy. JAAI. Vol. No. 2, 1998, h. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 menyajikan laporan keuangan sejujur-jujurnya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya agar tidak menyesatkan pengguna laporan keuangan. Sedangkan growth opportunity dalam perspektif syariah menjelaskan berkenaan dengan diperintahkannya manusia untuk mencari karunia-Nya diberbagai belahan bumi ANEE Ea aO y EacaEacEa I a A aEaO aIA ANEE aO EaaOA a Ca a aO a EAac AoEOa Aa Ia aaO AaO E aa a a aO aaO I aI Aa aEA Artinya: AuApabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu dibumi. carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. Ay (Q. Al-Jumuah:. Ayat diatas menjelaskan bahwasannya setelah selesai ibadah dilakukan, manusia hendaknya mengusahakan dalam mencari rizki dan karunia Allah dengan sebaik-baiknya yakni diberbagai tempat yang dapat menunjang manusia untuk hidup di bumi dengan bermuamalah diberbagai tempat. Leverage adalah kemampuan manajemen perusahaan dalam menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi kewajibannya setiap saat. 32 Leverage juga diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka Suatu perusahaan dianggap likuid apabila perusahaan tersebut mempunyai kesanggupan untuk membayar pinjaman perusahaan yang segera jatuh tempo, pemenuhan permintaan kredit tanpa adanya suatu penundaan. 33 Dalam QS. Al-Anfal ayat 27: ANEE aOE acaO aE aOaaO I aO a AoI AoI aEaI aOa IAaI a Ea aIO aIA AAoa OAa acO aN Eac a O aI Ao aIIaO E aa aaO IaOA Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhamma. janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Ayat ini menyebutkan secara prioritas tingkatan amanah yang harus ditunaikan oleh setiap orang yang beriman. amanah Allah, amanah Rasul-Nya dan amanah antar sesama orang beriman. Begitu pula dalam pengelolaan Leverage, yang mana dana terbesar perusahaan adalah dana pihak ketiga yang sewaktu-waktu bisa diambil oleh pemiliknya, sehingga perusahaan harus bisa menjaga kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh para nasabah yang menitipkan dananya ke perusahaan. Perusahaan harus bisa mengelola dana tersebut dengan baik, sehingga nasabah pun akan mendapatkan bagi hasil atas pengelolaan tersebut. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pada perusahaan Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 dapat diambil kesimpulan mengenai pengaruh Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity dan Leverage terhadap Koefisien Respon Laba sebagai berikut: Akuntansi Konservatisme tidak berpengaruh terhadap Koefisien Respon Laba. Hal ini dilihat pada dari nilai thitung sebesar 0. 263144 < 2. 04523 ttabel dengan tingkat signifikan Al-QurAoan dan Terjemahannya Veithzal Rivai & Arviyan Arifin. Islamic Banking Sebuah Teori. Konsep, dan Aplikasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. Frianto Pandia. Manajemen Dana dan Kesehatan Bank (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , h. Tim Penulis Naskah Al-Quran. Alquran dan Terjemahannya (Kudus: Mubarokatan Thoyibah, 2. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 7943 > 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip konservatisme akuntansi perusahaan bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi pengambilan keputusan investor karena ada atau tidaknya prinsip konservatisme akuntansi perusahaan tidak mampu mempengaruhi koefisien respon laba atau earnings response coefficient (ERC). Growth Opportunity tidak berpengaruh terhadap Koefisien Respon Laba. Hal ini dilihat dari nilai thitung sebesar -0. 024646 < 2. 04523 ttabel dengan tingkat signifikan sebesar 9805 > 0. Hal ini bisa terjadi karena motivasi dalam berinvestasinya bukan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang, melainkan untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian, informasi mengenai growth opportunity perusahaan tidak terlalu di respon oleh investor. Hal tersebut berdampak pada harga saham sehingga laba yang dihasilkan perusahaan dinilai kurang berkualitas. Oleh karena itu, growth opportunity tidak berpengaruh terhadap koefisien respon laba. Leverage tidak berpengaruh terhadap Koefisien Respon Laba. Hal ini dilihat dari nilai thitung sebesar -0. 024646 < 2. 04523 ttabel dengan tingkat signifikan sebesar 0. 04523 ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang mempunyai utang yang lebih Semakin besar tingkat leverage yang dimiliki perusahaan maka akan beresiko dikarenakan perusahaan dalam mendanai asetnya lebih banyak menggunakan utang. Sehingga akan menghambat perusahaan untuk mencapai keuntungan dimasa depan. Maka dapat disimpulkan variabel leverage tidak berpengaruh terhadap koefisien respon laba. Variabel-variabel independen Akuntansi Konservatisme. Growth Opportunity dan Leverage secara simultan tidak berpengaruh yang signifikan terhadap koefisien respon Saran Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diteliti diatas, peneliti memberikan saran sebagai Walaupun akuntansi konservatisme, growth opportunity, dan leverage tidak memilki pengaruh terhadap koefisien respon laba, tetapi akuntansi konservatisme, growth opportunity dan leverage sangat penting dalam menilai kondisi suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi. Maka dari itu perusahaan diharapkan lebih memperhatikan labanya. Diharapkan perusahaan harus mempertimbangkan tingkat leverage perusahaannya, karena leverage yang tinggi akan di respon negatif oleh investor. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk meningkatkan penelitian dengan menambah variabel independen untuk mengetahui faktor lain. Karena banyak faktor lain yang diduga mempengaruhi koefisien respon laba selain akuntansi konservatisme, growth opportunity dan leverage. Seperti corporate governance, pertumbuhan laba atau variabel lain yang dapat mempengaruhi koefisien respon laba. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah tahun penelitian agar dapat melihat pengaruhnya terhadap koefisien respon laba secara lebih baik. Jurnal Tanjak. Vol. No. 01, 2024 ISSN 0000-0000 Meylissa 1 Nurmahadi 2 Daftar Pustaka