Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023): 154-166 DOI: 110.34305/JHRS.V3I02.940 E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada Operator Dump Truck Mining Dept saat shift malam di PT. X Cirebon 2023 Sonny Fitriawan Imbara, Dewi Laelatul Badriah, Dwi Nastiti Iswarawanti, Mamlukah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan How to cite (APA) Imbara, S. F., Badriah, D. L., Iswarawanti, D. N., & Mamlukah, M. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada operator dump truck mining dept saat shift malam di PT. X Cirebon 2023. Journal of Health Research Science, 3(2), 154-166. https://doi.org/10.34305/jhrs.v3i0 2.940 History Received: 11 November 2023 Accepted: 29 September 2023 Published: 1 Desember 2023 Coresponding Author Sony Fitriawan Imbara, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan; fitriawan.sonny05@gmail.com This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License ABSTRAK Latar belakang: Data International Labour Organization (ILO) 2021 menyebutkan bahwa sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Kemnakertrans Indonesia 2021 menyatakan bahwa 27,8% faktor kecelakaan kerja disebabkan faktor kelelahan. BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat 2022 angka kecelakaan kerja berjumlah 46.027 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada operator dump truck mining dept saat shift malam di PT. X Cirebon 2023. Metode: Jenis penelitian analitik deskriptif dengan desain Cross Sectional. Populasi dan sampel berjumlah 52 orang dengan menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan pengukuran. Sumber data adalah data primer. Analisis data meliputi univariat, bivariat dengan uji Korelasi Rank Spearman dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara getaran mesin (p = 0,027), kebisingan (p = 0,000), suhu ruangan (p = 0,005), umur (p = 0,017) dan masa kerja (p = 0,031) dengan kelelahan kerja. Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi/BMI (p = 0,399) dan tekanan darah (p = 0,266) dengan kelelahan kerja. Variabel paling dominan yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah variabel getaran mesin dengan nilai p = 0,022 dan OR = 4,416 (95% CI 0,036 – 4,806). Kesimpulan: Diharapkan perusahaan membuat fatigue risk management system (FRMS) untuk operator dump truck agar dapat melakukan identifikasi bahaya kelelahan dan mempertimbangkan bahaya-bahaya di luar pekerjaan yang dapat berkontribusi terhadap timbulnya kelelahan. Kata Kunci: Kelelahan Kerja, Operator Dump Truck, Shift Malam ABSTRACT Background: International Labor Organization (ILO) 2021 data states that as many as two million workers died due to work accidents caused by fatigue factors. The Indonesian Ministry of Manpower and Transmigration 2021 states that 27.8% of work accident factors are due to fatigue factors. BPJS Employment West Java 2022 the number of work accidents amounted to 46,027 cases. The purpose of this study was to analyze the factors associated with work fatigue in mining dept dump truck operators during the night shift at PT. X Cirebon 2023. Methods: Descriptive analytic research type with Cross Sectional design. The population and sample amounted to 52 people using the Total Sampling technique. The research instruments were observation and measurement sheets. The data source is primary data. Data analysis includes univariate, bivariate with Spearman Rank Correlation test and multivariate analysis with Logistic Regression test. Results: There is a significant relationship between machine vibration (p = 0.027), noise (p = 0.000), room temperature (p = 0.005), age (p = 0.017) and length of service (p = 0.031) with fatigue. There was no significant relationship between nutritional status/BMI (p = 0.399) and blood pressure (p = 0.266) with work fatigue. The most dominant variable associated with fatigue was machine vibration with p = 0.022 and OR = 4.416 (95% CI 0.036 - 4.806). Conclusion: It is expected that the company will create a fatigue risk management system (FRMS) for dump truck operators in order to identify fatigue hazards and consider hazards outside of work that can contribute to the onset of fatigue. Keywords: Occupational Fatigue, Dump Truck Operator, Night Shift 154 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Pendahuluan total tersebut, sekitar 70% berakibat fatal Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) tahun 2021 yaitu kematian dan cacat seumur hidup (RI, 2021). menyebutkan bahwa hampir setiap tahun Berdasarkan laporan tahunan BPJS sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia ketenagakerjaan selama tiga tahun terakhir karena kecelakaan kerja yang disebabkan di Jawa Barat pada 2020 angka kecelakaan oleh faktor kelelahan. Penelitian tersebut kerja berjumlah 35.291 kasus, tahun 2021 menyatakan dari 58.115 sampel, 32,8% angka kecelakaan kerja berjumlah 21.176 diantaranya atau sekitar 18.828 sampel kasus, dan 2022 angka kecelakaan kerja menderita kelelahan (ILO., 2018). berjumlah 46.027 kasus. Data kecelakaan data Badan kerja periode 12 Januari hingga 12 Februari Sosial (BPJS) 2022 dalam bulan K3 terdapat 1.817 kasus Ketenagakerjaan Indonesia mencatat terjadi kecelakaan kerja, dan pada periode 12 147.000 kasus kecelakaan kerja sepanjang Januari hingga 12 Februari 2023 terdapat 2021, atau 40.273 kasus setiap hari. Dari 1.636 kasus kecelakaan kerja. Dari data jumlah itu, sebanyak 4.678 kasus (3,18 tersebut persen) berakibat kecacatan, dan 2.575 (1,75 terjadi penurunan data angka kecelakaan persen) kasus berakhir dengan kematian, kerja yang signifikan di perusahaan tempat adapun setiap harinya terjadi 40.273 kasus kerja maupun jalan raya (Barat, 2023) Berdasarkan Penyelenggara Jaminan kecelakaan kerja, data ini menunjukkan dapat menggambarkan Berdasarkan kajian bahwa identifikasi bahwa setiap hari ada 12 orang peserta BPJS bahaya dan penilaian risiko (IBPR) yang Ketenagakerjaan mengalami kecatatan dan telah dilakukan oleh PT. X Cirebon kegiatan tujuh orang peserta meninggal dunia. operasional Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengoperasikan unit, dalam hal ini yaitu Indonesia tahun 2021 menyatakan bahwa pada unit hauler yang mana termasuk ke setiap hari rata- rata terjadi 414 kasus dalam risiko kritikal. Mobilitas pekerja dari kecelakaan disebabkan operator unit hauler memang lebih tinggi kelelahan yang cukup tinggi. Lebih kurang dari pada unit lainnya hal ini dikarenakan 9,5% atau 39 orang mengalami cacat, area kerja hauler yaitu Dump Truck (DT), adapun di Indonesia rata-rata pertahun Articulated Dump Trucks (ADT), sampai Off terdapat 99.000 kasus kecelakaan kerja. Dari Highway Truck (OHT) sangat luas, mulai kerja, 27,8% paling beresiko adalah 155 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index dari aktifitas loading dan dumping di kebisingan dapat menjadi faktor yang tambang, crusher atau HLP, bahkan sampai menyebabkan terjadinya kelelahan kerja pada kegiatan projek serta memindahkan (Seftiani., 2017) material dengan jarak tertentu dimana Penelitian membutuhkan konsentrasi tinggi saat menganalisis ini bertujuan Untuk faktor faktor yang mengoperasikan unit tersebut, aktivitas berhubungan dengan kelelahan kerja pada hauler ini dilakukan secara terus menerus operator dump truck mining dept saat shift sampai waktu istirahat tiba sehingga para malam di PT. X Cirebon 2023. pekerja operator unit hauler di PT. X dapat berpotensi mengalami kelelahan kerja. Banyak faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya kelelahan diantaranya faktor karasteristik individu seperti usia tingkat pendidikan, jenis kelamin, masa kerja, status gizi, status perkawinan dan lain sebagainya. Adapun faktor pekerjaan seperti lama kerja, pekerjan monoton, beban kerja dan sikap kerja. Faktor psikologi serta faktor lingkungan kerja yaitu iklim kerja, penerangan dan Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan bentuk desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh operator dump truck mining dept saat shift malam di PT. X Cirebon 2023 sebanyak 52 orang. Analisis univariat dilakukan pada setiap variable, analisis bivariate dilakukan dengan uji Rank Spearman. Analisis multivariat menggunakan Uji Refresi Logistik. Hasil Tabel 1. Hasil Analisis Univariat No. 1. 2. 3. 4. Variabel Umur 21 – 30 tahun 31 – 50 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Getaran Mesin Tidak Melewati Standar Melewati Standar Kebisingan Bising Tidak Bising Frekuensi (n) Persentase (%) 22 30 42,3 57,7 52 100 15 37 28,8 71,2 26 26 50 50 156 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index No. 5. Variabel Suhu Ruangan Memenuhi Syarat Tidak Memenuhi Syarat Status Gizi Kurus Normal Gemuk Tekanan Darah Normal Hipertensi Ringan Masa Bekerja < 5 tahun 5 – 10 tahun Kelelahan Kerja Normal Lelah Jumlah 6. 7. 8. 9. Frekuensi (n) Persentase (%) 128 147 46,5 53,5 5 23 24 9,6 44,2 46,2 19 33 36,5 63,5 34 18 65,4 34,6 19 33 52 36,5 63,5 100 Sumber : Data Primer 2023 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui sebanyak 28 orang (53,8%). Hampir bahwa usia responden sebagian besar setengah dari responden memiliki status berusia 31 – 50 tahun yaitu sebanyak 30 gizi/BMI gemuk yaitu sebanyak 24 orang orang (57,7%). Seluruh responden berjenis (46,2%). kelamin laki-laki yaitu sebanyak 52 orang memiliki hipertensi ringan yaitu sebanyak (100%). Sebagian besar getaran mesin 33 orang (63,5%). Sebagian besar responden melewati standar yaitu sebanyak 37 orang memiliki masa kerja < 5 tahun yaitu (71,2%). responden sebanyak 34 orang (65,4%). Sebagian besar menyatakan bising dan tidak bising dengan responden menyatakan kelelahan kerja yaitu masing-masing 26 orang (50%). Sebagian sebanyak 33 orang (63,5%). Setengah dari Sebagian besar responden besar suhu ruangan memenuhi syarat yaitu Tabel 2. Hasil Analisis Bivariat Variabel Melewati Standar Tidak Melewati Standar Jumlah Kelelahan Kerja Lelah Normal n % n % Getaran Mesin 20 54,1 17 45,9 n % 37 100 13 33 86,7 Total 2 13,3 15 100 63,5 19 Kebisingan 36,5 52 100 Correlation Coefficient 0,307 p value 0,027 0,519 157 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Bising Tidak Bising Jumlah Tidak Memenuhi Syarat Memenuhi Syarat Jumlah Kurus Normal Gemuk Jumlah 31 - 50 tahun 21 - 30 tahun Jumlah Hipertensi Ringan Normal Jumlah 5-10 tahun < 5 tahun Jumlah 23 10 33 20 88,5 3 38,5 16 63,5 19 Suhu Ruangan 83,3 4 13 46,4 15 33 63,5 19 Status Gizi (BMI) 4 80 1 15 65,2 8 14 58,3 10 33 63,5 19 Umur 22 73,3 8 11 50 11 33 63,5 19 Tekanan Darah 23 69,7 10 10 52,6 9 33 63,5 19 Massa Kerja 15 83,3 3 18 52,9 16 33 63,5 19 11,5 61,5 36,5 26 26 52 100 100 100 16,7 24 100 53,6 36,5 28 52 100 100 20 34,8 41,7 36,5 5 23 24 52 100 100 100 100 26,7 50 36,5 30 22 52 100 100 100 30,3 47,4 36,5 33 19 52 100 100 100 16,7 47,1 36,5 18 34 52 100 100 100 0,000 0,382 0,005 -0,119 0,339 0,017 0,239 0,266 0,171 0,031 0,300 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui Responden yang menyatakan tidak bising bahwa pekerja yang memiliki getaran mesin namun lelah sebanyak 10 orang (38,5%) dan melebihi standar dan lelah sebanyak 20 normal orang (54,1%) dan normal sebanyak 17 Berdasarkan hasil korelasi Rank Spearman orang (45,9%). Responden yang memiliki dapat diketahui bahwa nilai p menunjukan getaran mesin tidak melewati standar namun angka 0,000 atau p < 0,05 yang berarti H0 lelah sebanyak 13 orang (86,7%) dan normal diterima. Pada variabel suhu ruangan dapat sebanyak 2 orang (13,3%). Berdasarkan simpulkan bahwa pekerja yang menyatakan hasil uji korelasi Rank Spearman dapat suhu ruangan tidak memenuhi syarat dan diketahui bahwa nilai p menunjukan angka lelah sebanyak 20 orang (83,3%) dan normal 0,027 atau p < 0,05 yang berarti H0 sebanyak 4 orang (16,7%). Responden yang Diterima. Pada variabel kebisingan dapat menyatakan suhu ruangan memenuhi syarat simpulkan bahwa pekerja yang menyatakan namun lelah sebanyak 13 orang (46,3%) dan bising dan lelah sebanyak 23 orang (88,5%) normal dan normal sebanyak 3 orang (11,5%). Berdasarkan sebanyak sebanyak hasil 16 orang (61,5%). 15 orang (53,6%). uji korelasi Rank 158 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Spearman dapat diketahui bahwa nilai p menunjukan angka 0,017 atau p < 0,05 yang menunjukan angka 0,005 atau p < 0,05 yang berarti H0 diterima. berarti H0 diterima. Pada variabel Pada variabel tekanan darah dapat status gizi (BMI) simpulkan bahwa responden yang memiliki dapat simpulkan bahwa pekerja yang kurus hipertensi ringan dan lelah sebanyak 23 dan lelah sebanyak 4 orang (80%) dan orang (69,7%) dan normal sebanyak 10 normal sebanyak 1 orang (20%). Responden orang (30,3%). Pekerja yang memiliki yang normal namun lelah sebanyak 15 orang tekanan darah normal namun lelah sebanyak (62,5%) dan normal sebanyak 8 orang 10 orang (52,6%) dan normal sebanyak 9 (34,8%). Pekerja yang gemuk dan lelah orang sebanyak 14 orang (58,3%) dan normal korelasi Rank Spearman dapat diketahui sebanyak 10 orang (41,7%). Berdasarkan bahwa nilai p menunjukan angka 0,266 atau hasil uji korelasi Rank Spearman dapat p > 0,05 yang berarti H0 ditolak. Pada diketahui bahwa nilai p menunjukan angka variabel massa kerja 0,339 atau p > 0,05 yang berarti H0 ditolak. bahwa pekerja yang memiliki masa kerja < Pada variabel umur dapat simpulkan bahwa 5-10 tahun dan lelah sebanyak 15 orang responden yang berumur 31-50 tahun dan (83,3%) dan normal sebanyak 3 orang lelah sebanyak 22 orang (73,3%) dan normal (16,7%). Responden yang memiliki masa sebanyak 8 orang (26,7%). Pekerja berumur kerja < 5 tahun namun lelah sebanyak 18 21-30 tahun dan lelah sebanyak 11 orang orang (52,9%) dan normal sebanyak 16 (50%) dan normal sebanyak 11 orang (50%). orang Berdasarkan Rank korelasi Rank Spearman dapat diketahui Spearman dapat diketahui bahwa nilai p bahwa nilai p menunjukan angka 0,031 atau hasil uji korelasi (47,4%). (47,1%). Berdasarkan hasil uji dapat simpulkan Berdasarkan hasil uji p < 0,05 yang berarti H0 diterima. Tabel 3 Hasil Analisis Multivariat Variabel Getaran Mesin Kebisingan Suhu Ruangan Umur B S.E Wald Sig. OR -.877 3.520 -2.300 -1.457 1.249 1.184 .998 1.015 .494 8.840 5.308 2.061 .022 .003 .021 .041 4.416 3.794 1.100 2.233 95% C.I.for OR Lower Upper .036 4.806 3.319 4.094 .014 1.709 .032 2.702 159 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Masa Kerja -1.404 Constant 2.540 (Sumber: Penelitian tahun 2023) 1.032 1.251 Tabel 3 menunjukan bahwa variabel getaran mesin menjadi variabel yang paling dominan yang berhubungan 1.850 4.125 .014 .042 2.246 12.681 .032 2.857 operator maka akan semakin besar pula kelelahan kerja yang dirasakan operator. Penelitian dengan ini sejalan dengan kelelahan kerja pada operator dump truck penelitian Amin dengan nilai p-value mining dept saat shift malam di PT. X sebesar 0,007 jadi dapat disimpulkan bahwa Cirebon dengan nilai OR = 4,416 (95% CI ada hubungan antara getaran mesin dengan 0,036 – 4,806). Dengan demikian hipotesis kelelahan kerja karyawan bagian operator di “umur merupakan faktor paling dominan PLTD karang asam Samarinda (Amin MD, yang berhubungan dengan kelelahan kerja Kawatu PAT, 2019). Ada beberapa faktor pada operator dump truck mining dept saat lain yang mempengaruhinya getaran yaitu shift malam di PT. X Cirebon 2023” tidak salah satu faktor tersebut adalah mesin. terbukti atau ditolak. Mesin merupakan alat getaran bolak balik getaran yang keluar dari getaran mesin Pembahasan sehingga menimbulkan getaran yang bisa Hubungan antara getaran mesin dengan melebihi NAB. Hasil penelitian ini sejalan kelelahan kerja pada operator dump truck dengan mining dept saat shift malam di PT. X dilakuakan Suwandi, yang menyatakan Cirebon 2023 bahwa adanya hubungan antara getaran hasil penelitian yang telah Rank mesin dengan kelelahan pekerja moulding Spearman antara getaran mesin dengan akan tetapi getaran yang tidak melebihi kelelahan kerja didapatkan nilai p value = NAB dengan yang baik (Suwandi, 2016). Dari hasil uji Korelasi 0,027 atau p < 0,05 yang berarti ada Namun hasil penelitian ini tidak hubungan yang signifikan antara getaran sejalan dengan hasil penelitian Rahmi, yang mesin dengan kelelahan kerja pada operator menyatakan bahwa tidak adanya hubungan dump truck mining dept saat shift malam. antara getaran dengan kelelahan. Hasil ini Berdasarkan nilai Correlation Coefficient berbeda dengan penelitian yang dilakukan di antara getaran mesin dan kelelahan kerja Rhode Island dan Afrika Selatan, kedua didapatkan nilai positif 0,307 yang berarti penelitian ini menyatakan tidak ada semakin besar getaran mesin yang dirasakan 160 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index hubungan getaran dengan kelelahan kerja kebisingan sebesar 1 dBA maka akan (Rahmi, 2018). meningkatkan Hubungan antara kebisingan dengan 11,447 kali lebih tinggi. Oleh karena itu, kelelahan kerja pada operator dump truck penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada mining dept saat shift malam di PT. X pengaruh Cirebon 2023 kelelahan kerja pada pekerja logam bagian Dari Spearman hasil uji antara kebisingan Korelasi kelelahan antara kerja sebesar kebisingan dengan Rank produksi (M., 2017). Penelitian ini tidak dengan sejalan dengan penelitian Arsyad yang kelelahan kerja didapatkan nilai p value = didapatkan 0,000 atau p < 0,05 yang berarti ada menggunakan uji chi square didapatakn nilai hubungan yang signifikan antara kebisingan p– value sebesar 0,339 atau > 0,05 hal ini dengan kelelahan kerja pada operator dump menunjukkan bahwa dapat disimpulkan H0 truck mining dept saat shift malam. ditolak dan Ha diterima yang artinya pada Berdasarkan nilai Correlation Coefficient variable antara kebisingan dan kelelahan kerja hubungan dengan variable kelelahan kerja didapatkan nilai positif 0,519 yang berarti pada pekerja PT. Cahaya Fajar Kaltim semakin tinggi angka kebisingan yang (Neola., 2017). dirasakan operator maka akan semakin besar Hubungan antara suhu ruangan dengan pula kelelahan kerja pada operator dump truck kelelahan kerja yang dirasakan hasil pada Kebisingan uji tidak statistic memiliki mining dept saat shift malam di PT. X operator. Penelitian ini didukung oleh Cirebon 2023 Dari penelitian yang dilakukan oleh Laziardy hasil uji Korelasi Rank yang dilaksankan pada pekerja sentra Spearman antara suhu ruangan dengan kerajinan logam bagian produksi Cepogo kelelahan kerja didapatkan nilai p value = Boyolali dengan hasil penelitian. Hasil 0,005 atau p < 0,05 yang berarti ada penelitian pengaruh hubungan yang signifikan antara suhu kebisingan (p=0,001 dengan nilai koefisien ruangan dengan kelelahan kerja pada 2,481) terhadap kelelahan kerja. Pengaruh operator dump truck mining dept saat shift kebisingan terhadap kelelahan kerja sebesar malam. 14,1%. Sehingga nilai kebisingan exp (B = Coefficient 11,447) artinya apabila ada kenaikan kelelahan kerja didapatkan nilai positif ini yaitu adanya Berdasarkan antara nilai suhu Correlation ruangan dan 161 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index 0,382 yang berarti semakin tinggi suhu Hubungan antara status gizi/BMI dengan ruangan yang dirasakan operator maka akan kelelahan kerja pada operator dump truck semakin besar pula kelelahan kerja yang mining dept saat shift malam di PT. X dirasakan operator. Cirebon 2023 Dari Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil uji Korelasi Rank penelitian Handi diperoleh hasil uji statistik Spearman antara status gizi/BMI dengan Chi-Square dengan nilai p-value= 0,003 (p kelelahan kerja didapatkan nilai p value = <0,05), hal ini berarti ada hubungan yang 0,339 atau p > 0,05 yang berarti tidak ada signifikan antara suhu lingkungan kerja hubungan yang signifikan antara status panas terhadap kelelahan pada tenaga gizi/BMI dengan kelelahan kerja pada kerjadi bagian produksi PT. Remco (SBG) operator dump truck mining dept saat shift Kota Jambi Tahun 2016. Penelitian ini malam. dilakukan pada saat pekerja melakukan Coefficient antara status gizi/BMI dan aktifitas kerja bertujuan untuk mengetahui kelelahan kerja didapatkan nilai negatif bahwa pekerja mengalami kelelahanyang 0,119 yang berarti semakin rendah status diakibatkan oleh suhu lingkungan panas atau gizi yang dirasakan operator maka akan faktor lain. Dari hasil penelitian diketahui semakin bahwa ada hubungan antara suhu lingkungan dirasakan operator. kerja panas dengan kelelahan yang dialami Penelitian Berdasarkan besar nilai kelelahan ini Correlation kerja sejalan yang dengan oleh pekerja di bagian produksi PT. Remco penelitian yang telah dilakukan pada pekerja (SBG) Kota Jambi, hal ini di karenakan jarak pengemudi sumber panas dengan pekerja sangat dekat, minyak di TBBM PT Pertamina Kota Pare- kurangnya ventilasi buatan dan pendingin Pare tahun 2014 yang menunjukkan bahwa ruangan serta sumber panas yang berasal tidak ada hubungan antara status gizi dengan dari mesin-mesin proses produksi (Chesnal, kelelahan kerja dengan uji chi-square yaitu 2015). Penelitian ini tidak sejalan dengan nilai p value= 0,129 lebih besar dari nilai penelitian Athika yang didapatkan hasil pada α=0,05 (0,129>0,05) (Fadel M, Muis M, uji statistic menggunakan uji chi square 2014). Penelitian ini tidak sejalan dengan didapatakn nilai p– value sebesar 0,179 atau penelitian yang dilakukan oleh Hermawan > 0,05 (Seftiani., 2017). yang menunjukkan bahwa ada hubungan pengangkutan bahan bakar status gizi dengan kelelahan kerja pada 162 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index pekerja di industri pembuatan gamelan Penelitian ini sejalan dengan Daerah Wirun Sukoharjo. Hal tersebut penelitian Matindas yang diperoleh hasil ada ditunjukkan dengan uji Regresi Linier nilai p hubungan antara usia dengan kelelahan kerja = 0,039 ≤ 0,05 sehingga Ho ditolak yang pada pengemudi truk tangki BBM di PT X berarti bahwa terdapat hubungan yang Cirebon tahun 2019. Pengemudi dengan usia signifikan antara variabel bebas (status gizi) tua (≥42 tahun) lebih banyak mengalami dan variabel terikat (kelelahan kerja). kelelahan kerja sedang daripada pengemudi Kekuatan korelasi (R) 0,378 menunjukkan dengan usia muda (<42 tahun) (Matindas R, bahwa terdapat hubungan yang lemah antar Fransil LS, 2018). Hal ini sejalan dengan variabel karena nilai tersebut berada pada hasil penelitian lainnya yang menyatakan interval 0,20 – 0,399. Koefisien determinasi bahwa ada hubungan antara usia dengan ditunjukkan pada nilai Adjusted R Square kelelahan kerja pengemudi pengangkutan yaitu 0,112 yang berarti bahwa status gizi bahan bakar minyak di TBBM PT Pertamina mempengaruhi kelelahan kerja sebesar Kota Pare-Pare tahun 2014 dengan hasil uji 11,2% (Hermawan B, Haryono W, 2017). chisquare yaitu nilai p value sebesar 0,013 Hubungan dengan lebih kecil dari nilai α=0,05 (p=0,013<0,05) kelelahan kerja pada operator dump truck dengan perbandingan yaitu usia tua (≥40 mining dept saat shift malam di PT. X tahun) lebih banyak mengalami kelelahan Cirebon 2023 daripada usia muda (<40 tahun) (Fadel M, antara umur Rank Muis M, 2014). Penelitian ini tidak sejalan Spearman antara umur dengan kelelahan dengan penelitian Sari yang menyatakan kerja didapatkan nilai p value = 0,017 atau p bahwa tidak ada hubungan usia pada driver < 0,05 yang berarti ada hubungan yang dump truck dengan tingkat kelelahan kerja signifikan antara umur dengan kelelahan Hal ini berarti bahwa kejadian kelelahan kerja pada operator dump truck mining dept tidak mengenalusia tergantung bagaimana saat nilai keadaan fisik, kondisi kesehatan, sifat Correlation Coefficient antara umur dan pekerjaan berat dan tempat kerja yang tidak kelelahan kerja didapatkan nilai positif nyaman maka risiko untuk mengalami 0,239 yang berarti semakin tinggi umur kelelahan operator maka akan semakin besar kelelahan sebaliknya. kerja yang dirasakan operator. (preventif) terhadap driver dump truck Dari shift hasil malam. uji Korelasi Berdasarkan semakin tinggi Dalam begitu pula penanggulangan 163 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index sesuai dengan peraturan perundangan maka Indonesia PT. Hasnur Riung Sinergi mengadakan Selopamioro Yogyakarta didapatkan tidak medical check-upagar karyawan senantiasa adanya hubungan yang signifikan antara fit (Produktif) demi profit dan kemajuan tekanan darah dengan kelelahan dengan p perusahaan. Apalagi seorang driver yang value sebesar 0,040 (Kamsar, Hasbi M, sudah lama terpapar oleh kebisingan, 2016). Hal ini tidak sesuai dengan penelitian getaran, rokok, beban kerja, posisi kerja yang dilakukan oleh Wahyu pada sopir truk yang salah, debu yang bisa menurunkan yang menyebutkan bahwa sopir yang kurang derajat kesehatan dari driver dump truck melakukan aktivitas fisik sebanyak72,8. (Ningsih, 2018). Sebagian besar responden memiliki durasi Hubungan antara tekanan darah dengan mengemudi ≥ 8 jam sebanyak 79,4%, kelelahan kerja pada operator dump truck sedangkan mining dept saat shift malam di PT. X mengemudi < 8 jam sebanyak 20,6%. Durasi Cirebon 2023 mengemudi yang panjang mengakibatkan Dari hasil uji Korelasi Rank kelelahan di Sekolah lainnya pada Polisi Negara memiliki sopir. durasi Kelelahan bisa Spearman antara tekanan darah dengan menyebabkan tekanan darah tinggi karena kelelahan kerja didapatkan nilai p value = kerja jantung menjadi lebih kuat sehingga 0,266 atau p > 0,05 yang berarti tidak ada jantung membesar. Pada saat jantung tidak hubungan yang signifikan antara tekanan mampu mendorong darah beredar ke seluruh darah dengan kelelahan kerja pada operator tubuh dan sebagian akan menumpuk pada dump truck mining dept saat shift malam. jaringan seperti tungkai dan paru (Wahyu Sri Berdasarkan nilai Correlation Coefficient Lestari., 2016). antara tekanan darah dan kelelahan kerja Hubungan antara massa kerja dengan didapatkan nilai positif 0,171 yang berarti kelelahan kerja pada operator dump truck semakin tinggi tekanan darah operator maka mining dept saat shift malam di PT. X akan semakin besar kelelahan kerja yang Cirebon 2023 dirasakan operator. Dari Hasil penelitian ini sejalan penelitian Spearman hasil uji Korelasi Rank antara masa kerja dengan yang dilakukan Kamsar (2016) mengenai kelelahan kerja didapatkan nilai p value = hubungan hipertensi dengan kelelahan kerja 0,031 atau p < 0,05 yang berarti ada anggota hubungan yang signifikan antara masa kerja Kepolisian Negara Republik 164 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index dengan kelelahan kerja pada operator dump kelelahan kerja pada operator dump truck truck mining dept saat shift malam. mining dept saat shift malam. Variabel Berdasarkan nilai Correlation Coefficient getaran mesin merupakan variabel yang antara masa kerja dan kelelahan kerja paling dominan yang berhubungan dengan didapatkan nilai positif 0,300 yang berarti kejadian kelelahan kerja pada operator dump semakin lama masa kerja operator maka truck mining dept saat shift malam di PT. X akan semakin besar kelelahan kerja yang Cirebon dirasakan operator. Penelitian ini sejalan dengan Pratiwi Saran bahwa masa kerja mempunyai hubungan Diharapkan pekerja lebih peduli dan terhadap kelelahan kerja pada pengemudi mencari informasi lebih lanjut terkait dengan hasil p = (0,015) < (0,05). Hal ini kelelahan kerja sehingga dapat mencegah tidak sejalan dengan penelitian Dinarita, terjadinya kecelakaan kerja, serta mampu didapatkan bahwa berdasarkan hasil uji dalam melakukan pencegahan kejadian statistik didapatkan nilai p = (1,000) > kelelahan kerja serta penanggulangannya (0,05), secara dini. sehingga mempunyai masa hubungan yang kerjatidak signifikan terhadap kelelahan pada pengemudi atau Daftar Pustaka tidak Amin Md, Kawatu Pat, D. A. M. (2019). Hubungan Antara Umur Dan Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Lapangan Pt.Pelabuhan Indonesia Iv (Persero) Cabang Bitung. Fakultas Kesehatan Masyarakat. ada perbedaan proporsi tingkat kelelahan antara pengemudi dengan masa kerja <3 tahun dan pengemudi dengan masa kerja ≥3 tahun (Dinarita I, Akhmad, 2015). Barat, B. K. J. (2023). Laporan Tahunan. Kesimpulan Ada hubungan yang signifikan antara getaran mesin, kebisingan, suhu ruangan, umur, dan masas kerja dengan kelelahan kerja pada operator dump truck mining dept saat shift malam. Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi/BMI dan tekanan darah dengan Chesnal, H. (2015). Hubungan Antara Umur, Jenis Kelamin Dan Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Di Bagian Produksi Pt. Putra Karangetang Popontolen Minahasa Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Dinarita I, Akhmad, G. D. (2015). Hubungan Faktor Individu Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Subjektif Pada Supir 165 Journal of Health Research Science VOL 3 No 2 (2023) E-ISSN: 2798-7442 Journal Homepage: ejournal.stikku.ac.id/index.php/jhrs/index Travel Kangaroo Premier Di Kota Samarinda. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Fadel M, Muis M, R. S. (2014). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pengemudi Pengangkutan Pengangkutan Bbm Di Tbbm Pt. Pertamina Pare-Pare. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Http://Repository.Unhas.Ac.Id/Bitstrea m/Handle/123456789/10407/Muham Mad Fadel K11110911.Pdf?Sequence=1. Hermawan B, Haryono W, S. S. (2017). Sikap, Beban Kerja Dan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Pabrik Produksi Aluminium Di Yogyaarta. Jurnal Community Medical Public Healt. Ilo. (2018). Meningkatkan Keselamatan Dan Kesehatan Pekerja Muda. Kamsar, Hasbi M, R. A. (2016). Analisis Sistem Hidrolik Pengangkat Pada Alat Berat Jenis Wheel Loader Studi Kasus Dinas Pekerjaan Umum Kab. Bombana. Jurnal Ilmu Mahasiswa Teknik Mesin. M., L. (2017). Kebisingan Terhadap Kelelahan Kerja Pada Pekerja Logam Bagian Produksi. Higeia J Public Heal Res Dev., 1(2), 84–94. Teluk Bayur Padang Tahun 2017. Universitas Andalas. Ningsih, S. N. P. (2018). Faktor Yang Mempengaruhi Kelelahan Pada Pekerja Dipo Lokomotif Pt Kereta Api Indonesia (Persero). Journal Industriak Hygiene Occupational Health, 3(1). Rahmi. (2018). Hubungan Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Subjektif Pada Polisi Lalu Lintas Di Kota Padang Tahun 2018. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2, 113–118. RI, K. (2021). Kecelakaan Kerja Di Indonesia. Seftiani., A. (2017). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Bagian Produksi Iv Pt Semen Padang (U. Andalas (Ed.)). Suwandi. (2016). Analisis Faktor Risiko Ergonoi Pada Pekerja Bagian Departemen Natural Di Cv Natural Palembang Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1, 145–155. Wahyu Sri Lestari. (2016). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pada Pekerja Pembuat Tahu Di Pabrik Tahu Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Semarang. Universitas Negeri Semarang. Matindas R, Fransil Ls, N. J. (2018). Hubungan Antara Beban Kerja Fisik Dan Stres Kerja Dengan Produktivitas Pekerja Di Pt. Adhi Karya (Persero) Tbk. J Kesehatan Masyarakat, 7(5). Neola., A. (2017). Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bongkar Muat Di Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat 166