Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. April 2025 e-ISSN: 2962-8695 PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS 5 SD NEGERI BANYURADEN Telly Anisa Nurfadillah*1. Zela Septikasari2. Universitas PGRI Yogyakarta anisatelly15@email. com1, zela@upy. (Naskah Masuk : 10 Maret 2025, diterima untuk diterbitkan : : 27 April 2. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan media pembelajaran berbasis video berdampak pada minat belajar siswa yang berada di kelas lima di SD Negeri Banyuraden. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa media video secara efektif dapat meningkatkan minat dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran, terutama karena media ini menyajikan informasi dengan cara yang menarik secara visual dan auditori. Guru juga merasa lebih mudah menyampaikan materi menggunakan media video, yang Tidak hanya memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep yang rumit, tetapi juga membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa dapat dengan mudah mengikuti prosedur yang diperagakan, yang menunjukkan bahwa media video efektif dalam menyampaikan materi praktik. Oleh karena itu, media pembelajaran berbasis video dapat dimanfaatkan secara strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong siswa mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Kata Kunci: Media Pembelajaran. Video. Minat Abstract: This study aims to investigate the impact of using video-based learning media on the learning interest of fifth-grade students at SD Negeri Banyuraden. The research approach used is descriptive qualitative, with data collection through observation and interviews. The results indicate that video media effectively enhances students' interest and enthusiasm in the learning process, especially because it presents information in an engaging visual and auditory manner. Teachers also find it easier to deliver lessons using video media, which not only helps students understand complex concepts but also makes learning more interactive and enjoyable. Students are able to easily follow the procedures demonstrated, showing that video media is effective in delivering practical content. Therefore, video-based learning media can be strategically utilized to improve the quality of teaching and encourage students to achieve better academic performance. Keywords: Learning Media. Video. Interest Keywords: Learning Media. Video. Interset Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. April 2025 e-ISSN: 2962-8695 PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu proses terpenting dalam membangun karakter dan pengetahuan siswa. Teknologi pengajaran yang kreatif menjadi semakin penting untuk mendukung proses belajar siswa di zaman yang didominasi oleh komputer dan internet. Video pembelajaran telah tebukti berhasil dalam meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa terhadap berbagai mata pelajaran, khususnya di tingkat Sekolah Dasar, menjadikan salah satu media yang efisien. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003. Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan secara sengaja dan terencana untuk memperbaiki pembelajaran dan proses pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk secara aktif mengembangkan potensi diri mereka. Ini mencakup atribut spiritual seperti keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak yang baik, serta keterampilan yang diperlukan untuk kehidupan mereka, masyarakat, dan negara. Media pembelajaran mencakup alat, metode, atau teknik yang berfungsi menyampaikan pesan guna menarik perhatian, minat, serta menggerakan pikiran dan emosi siswa ketika mempelajari suatu materi. Ini dapat menumbuhkan minat dan keinginan siswa untuk terus belajar. Selain itu, penggunaan media pembelajaran akan membuat guru lebih bebas dan lebih mudah menyajikan dan mengajar siswa. Akibatnya, pembelajaran akan lebih berpusat pada siswa daripada guru karena siswa dapat melakukan kegiatan pengembangan seperti mengamati dan berkomunikasi. Dengan cara ini, guru akan dapat meningkatkan peran mereka sebagai pendidik dan pengajar. Namun, menentukan dan memilih cara terbaik untuk memanfaatkan media dalam proses belajar mengajar sangat penting. Di era teknologi saat ini, peningkatan standar pengajaran diperlukan karena penggunaan media pembelajaran dapat mendorong pembelajaran yang lebih efektif (Winarni et al. , 2. Media harus digunakan sebagai alat komunikasi antara pendidik dan siswa untuk membantu siswa memahami materi yang rumit (Suseno et al. Pengajaran yang efektif membutuhkan partisipasi guru dalam penyebaran materi ( Septikasari, 2015 ). Memanfaatkan sumber belajar yang tepat untuk membantu siswa dan menggugah minatnya untuk belajar lebih lanjut adalah salah satu syarat proses pembelajaran berhasil. Minat belajar didefinisikan sebagai kecenderungan untuk merasa senang, antusias, memperhatikan sesuatu, dan memiliki suatu tujuan untuk mencapai suatu tujuan (Sirait, 2. Agar siswa tertarik untuk belajar matematika, media pembelajaran yang memotivasi sangat penting (Jamaliyah & Wulandari, 2. Ini memengaruhi minat belajar. Kemampuan matematika siswa juga akan menurun jika mereka tidak bersemangat untuk belajar. Media video memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi secara visual dan auditori, yang Dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep yang rumit dengan lebih efektif. Jika dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional, siswa yang menggunakan media video cenderung lebih aktif dan tertarik dalam mengikuti pelajaran. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa video dapat menyajikan materi secara menarik dan interaktif, yang membuat belajar lebih menyenangkan. Diharapkan bahwa penggunaan media video di SD Negeri Banyuraden akan meningkatkan minat siswa dalam Dengan menggunakan video pembelajaran, guru dapat menjelaskan pelajaran dengan cara yang lebih jelas dan menarik bagi siswa. Ini memungkinkan siswa tidak hanya mendengarkan tetapi juga berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan media pembelajaran berbasis video berdampak pada minat belajar siswa yang berada di kelas lima di SD Negeri Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. April 2025 e-ISSN: 2962-8695 Banyuraden. Dengan memahami manfaat video, diharapkan dapat membantu pendidik dan sekolah menerapkan metode pembelajaran yang lebih baik. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan secara signifikan minat belajar siswa, mendukung pencapaian akademik siswa di sekolah dasar. II. METODE PENELITIAN Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif. Menurut Creswell . Melibatkan langkah-langkah analisis untuk memahami fenomena sebagai bagian dari masalah sosial yang kompleks. Tujuannya bukan untuk memberikan solusi secara langsung, melainkan untuk mengeksplorasi masalah secara mendalam dan mengungkap fakta-fakta tersembunyi di baliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan media pembelajaran berbasis video berdampak pada minat belajar siswa yang berada di kelas lima di SD Negeri Banyuraden. Dengan menggunakan wawancara dan observasi, metode kualitatif deskriptif memungkinkan peneliti untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana penggunaan media pembelajaran video dapat membantu siswa meningkatkan minat mereka dalam belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Banyuraden, yang terletak di kecamatan Gamping, kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Senin, 9 Desember 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Wawancara dan Observasi Siswa Peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar melaluiaktivitas langsung, pengamatan menggunakan media tertentu, serta mendengar penjelasan melalui bahasa. Pengalaman belajar yang didapatkan peserta didik akan bertambah seiring dengan semakin konkret materi pengajaran yang diberikan. Sebaliknya, pengalaman mereka akan berkurang jika materi yang disampaikan lebih abstrak. Pemanfaatan video sebagai media pembelajaran sebelum pelaksanaan praktikum di kelas eksperimen membantu siswa menjalani kegiatan dengan lebih terstruktur (Retno, dalam Dimyati, 2006: . Hasil observasi dan wawancara siswa. Menurut observasi dan wawancara, siswa lebih sering menggunakan media pembelajaran berupa gambar. Dinilai bahwa penggunaan media ini mampu meningkatkan semangat belajar dan mempermudah pemahaman materi. Selain itu, siswa mengungkapkan bahwa media audiovisual, seperti video, ini juga mendorong siswa untuk lebih berpartisipasi aktif dalam proses Media yang bersifat interaktif, seperti game kelompok, dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus berkesan, yang membuat siswa Mereka percaya bahwa memiliki pengalaman belajar dengan media tersebut tidak hanya meningkatkan minat mereka untuk belajar, tetapi juga membuat mereka lebih cepat memahami materi. Siswa biasanya tidak bosan atau jenuh saat belajar, terutama saat menggunakan media yang menarik dan relevan. Wawancara dan Observasi Guru Video yang digunakan sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman baru bagi banyak siswa. Media video dan televisi memungkinkan siswa menjelajahi berbagai tempat, terutama jika lokasi atau kejadian tersebut sulit atau berbahaya untuk dikunjungi secara langsung. Siswa dapat merasa terhubung dan ikut serta dalam suasana yang disajikan melalui video. Sebagai ilustrasi, guru dapat menampilkan proses pembangkitan listrik sekaligus memberikan pengalaman visual. Dalam pembelajaran penyampaian materi melalui video tidak hanya berfokus pada kurikulum, tetapi juga Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. April 2025 e-ISSN: 2962-8695 mempertimbangkan faktor lain yang dapat meningkatkan minat belajar siswa adalah pengalaman atau konteks lingkungan sekitar yang dapat dimasukkan ke dalam materi pembelajaran melalui video. Dalam pembelajaran yang lebih praktis, siswa biasanya lebih mudah memahami materi yang disampaikan melalui buku atau gambar. Aktivitas semacam ini dapat mendukung proses pembelajaran antara guru dan siswa. Hasil wawancara dan observasi guru. Guru yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka tidak selalu menggunakan media pembelajaran dalam proses mengajar. Namun, karena menyenangkan siswa dan dapat membantu mereka mengingat materi lebih mudah, gambar menjadi pilihan utama. Guru sering mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan mereka untuk menjaga suasana kelas tetap positif. Guru menyadari bahwa pemanfaatan media pembelajaran dapat mempertinggi minat dan motivasi siswa dalam belajar. Namun, ada kalanya beberapa siswa kurang menyukai media tertentu, sehingga guru perlu mencari alternatif media yang lebih sesuai. Meskipun demikian, guru tetap berkomitmen untuk memanfaatkan media pembelajaran agar siswa lebih termotivasi dan belajar dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Penggunaan media video, misalnya, tidak hanya relevan dengan kurikulum tetapi juga memperhatikan pengalaman serta situasi lingkungan siswa yang dapat memengaruhi minat belajar mereka. Dalam pembelajaran praktik, siswa cenderung lebih mudah memahami dan menerapkan apa yang mereka saksikan dalam video dibandingkan dengan materiyang disajikan melalui buku atau gambar. Kegiatan semacam ini mempermudah proses belajar bagi guru maupun siswa. Menurut Nugent . alam Smaldino, 2008: . ,Media video memiliki banyak manfaat dalam pembelajaran. Salah satunya adalah fleksibilitasnya yang cocok untuk berbagai jenis pembelajaran, baik secara individu maupun kelompok kecil. Sebagai media pembelajaran, video memiliki keunggulan dalam menyampaikan pesan secara tepat dan akurat, sehingga mempermudah siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Dengan adanya video, komponen seperti suara, teks, animasi, dan grafik memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh. Media video juga membantu siswa meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik, serta keterampilan interpersonal mereka. IV. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Penggunaan media pembelajaran berbasis video di SD Negeri Banyuraden terbukti berhasil meningkatkan minat belajar siswa kelas 5. Media video memiliki kemampuan untuk menyajikan materi secara visual dan auditori yang menarik, sehingga membantu siswa memahami konsep yang kompleks dengan lebih baik. Observasi dan wawancara menunjukkan bahwa video tidak hanya meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar, tetapi juga mempermudah pemahaman materi, khususnya dalam pelajaran praktik. Guru juga merasakan manfaat media video sebagai alat bantu yang interaktif, meskipun tetap diperlukan adaptasi untuk mengatasi preferensi beragam siswa. Dengan demikian, integrasi media video dalam proses pembelajaran dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung pencapaian akademik siswa. Saran Berdasarkan hasil penelitian, guru disarankan untuk terus menggunakan media pembelajaran berbasis video sebagai salah satu strategi dalam proses pengajaran, khususnya untuk materi yang memerlukan penjelasan visual maupun praktik. Pemilihan konten video sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan siswa agar pembelajaran menjadi Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. April 2025 e-ISSN: 2962-8695 lebih efektif dan menarik. Selain itu, sekolah diharapkan dapat menyediakan sarana pendukung, seperti perangkat multimedia dan akses internet, untuk memaksimalkan penggunaan media video dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pelaksanaannya, guru juga perlu memadukan media video dengan metode pembelajaran lain yang inovatif dan interaktif guna memenuhi beragam preferensi siswa. Penelitian di masa mendatang dianjurkan untuk mengkaji lebih lanjut pengaruh media video terhadap hasil belajar siswa secara kuantitatif serta mengeksplorasi penerapannya pada berbagai tingkatan pendidikan agar diperoleh wawasan yang lebih komprehensif. Daftar Pustaka