Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pelatihan Penggunaan APAR Sebagai Upaya dalam Penanggulangan Bahaya Kebakaran di CV. Soka Mandiri. Sidoarjo Amanda Regina Berliana Rachmadona1. Ratna Ayu Ratriwardhani 2. Siti Arrum Julia Azzahra Giri3. Lilis Hidun Wahyuni4. Merry Sunaryo5 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Surabaya. Indonesi. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Surabaya. Indonesi. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Surabaya. Indonesi. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Surabaya. Indonesi. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Surabaya. Indonesi. *Korespondensi : @ratna. ayu@unusa. Abstrak Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu upaya yang di lakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja selama berada pada lingkungan kerja. Resin adalah suatu bahan kimia yang mudah terbakar. Dari pengalaman yang pernah di alami oleh pekerja disana, pernah ada kejadian dimana ketika pekerja sedang mencampurkan bahan kimia tersebut terjadi percikan api kecil. Segitiga api adalah komponen terbentuknya suatu api, adapun komponennya adalah sumber panas, bahan mudah terbakar, dan oksigen. Sosialisasi ini di harapkan untuk para pekerja dapat mengaplikasikan APAR apabila terjadi kebakaran dalam skala kecil untuk penanganan pertama, tidak hanya dapat mengaplikasikan pada lingkungan kerja saja, tetapi juga bisa mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang di lakukan adlaah dengan menggunakan media soal Pre-test dan Post-test. Sosialisasi yang di lakukan berjalan dengan berhasil. Hal tersebut dapat di simpulkan dari hasil Pre-tes pekerja sebesar 213,3, lalu pada saat Post-test mendapat nilai yang meningkat sebesar 453,3. Sosialisasi ini sangat penting untuk dapat di lakukan dan di berikan kepada para pekerja, dengan melihat potensi bahaya, lingkungan kerja, serta peristiwa yang pernah terjadi pada perusahaan ini yaitu terjadinya percikan api Sangat di harapkan sosialisasi ini dapat memberikan wawasan tambahan kepada para pekerja dan dapat mengaplikasikannya sebagai kesiapsiagaan. Kata kunci: sosialisasi, kebakaran, resin. Abstract Occupational Safety and Health is an effort made to ensure the safety and health of workers while in the work environment. Resin is a flammable chemical. From the experience that workers have experienced there, there have been incidents where when workers were mixing these chemicals there were small The fire triangle is a component of the formation of a fire, as for its components are heat sources, combustible materials, and oxygen. This socialisation is expected for workers to be able to apply APAR in the event of a fire on a small scale for the first handling, not only can apply to the work environment, but also can apply to everyday life. The research method used is to use media questions Pre-test and Post-test. The socialisation that was carried out was successful. This can be concluded from the results of the worker Pre-test of 213. 3, then at the time of the Post-test got an increased value of 453. This socialisation is very important to be able to do and give to workers, by looking at potential hazards, the work environment, and events that have occurred in this company, namely the occurrence of small It is hoped that this socialisation can provide additional insight to workers and can apply it as Keywords: socialisation, fire, resin Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PP 50, 2. Semua perusahaan pastinya mengharapkan dapat bekerja dengan rasa yang aman dan nyaman, oleh karena itu perlunya tindakan dengan memberikan pengendalian untuk menjamin para pekerja selamat dan terhindar dari PAK (Penyakit Akibat Kerj. CV. Soka Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan produk dengan jenis fiberglass. Pada perusahaan ini bahan baku utama yang di gunakan adalah menggunakan resin. Resin adalah suatu bahan kimia yang mudah Dari cerita yang pernah di alami oleh pekerja disana, sempat pernah ada kejadian dimana ketika pekerja sedang mencampurkan bahan kimia tersebut terjadi percikan api Para pekerja dengan sigap langsung menyiram sumber api Akan tetapi hal itu tidak terlalu efektif untuk di lakukan, karena jika di biarkan maka api yang kecil bisa semakin menjadi kebakaran dalam skala besar apabila tidak mengetahui cara yang tepat menanggulangi api yang masi kecil sebelum menjadi Api bisa terjadi karena adanya segitiga api, segitiga api adalah komponen terbentuknya suatu api, adapun komponennya adalah sumber panas, bahan mudah terbakar, dan Pekerja yang ada belum bisa APAR karenakan belum pernah adanya sosialisasi atau pelatihan yang di lakukan, tetapi pada perusahaan tersebut sudah menyediakan APAR. PENDAHULUAN Potensi bahaya bisa terjadi dimana pun kita berada, di saat kita melakukan aktivitas dimana pun pasti ada potensi bahaya yang ikut serta bersama dengan Terutama ketika kita berada pada lingkungan kerja, yang dimana ada berbagai potensi bahaya dengan tingkatan risikonya baik kecil maupun Potensi bahaya ini dapat menimbulkan kerugian. Pengertian resiko menurut ISO 45001 adalah kombinasi dari kemungkinan terjadinya peristiwa dengan tingkat keparahan cedera atau gangguan kesehatan akibat kerja yang diterima sehingga dapat Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 5 tahun 2018, tiap ruangan atau lapangan tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, di mana tenaga kerja bekerja atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan di mana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya termasuk semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagianbagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut. Dengan adanya kemungkinan tidak terkena risiko dari faktor bahaya yang ada, dimana di setiap lingkungan memiliki potensi masing-masing Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu upaya yang di lakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja selama berada pada lingkungan kerja. Dimana usaha yang di lakukan adalah meminimalisir suatu risiko bahaya. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan segala kegiatan untuk Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Dari permasalahan tersebut perlunya bantuan dan tindakan untuk memberikan pelatihan APAR kepada para pekerja. Setelah melakukan survey pada lingkungan kerja, pastinya sudah bisa melihat apa saja sumber bahaya dan risiko yang ada pada lingkungan pada identifikasi bahaya ini menggunakan pengolahan data berupa HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining contro. Perencanaan program Pada bagian pengolahan data HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining contro. di dalamnya juga mencakup bagaimana memberikan pengendalian pada bahaya yang ada. Serta merencakan program K3 yang tepat untuk di berikan kepada Persiapan sebelum pelaksanaan Pada bagian ini mempersiapkan segalam kebutuhan yang akan di berikan pada saat sosialisasi dan praktik APAR. Adapun kebutuhannya adalah sebagai berikut mempersiapkan materi yang akan di mempersiapkan pre-test dan Post-test dan mempersiapkan semua kebutuhan yang di perlukan untuk pelaksanaan APAR kepada para pekerja. Pelaksanaan program Setelah semua alur telah di lakukan dan semua persiapan sudah terpenuhi, program ini akan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan. Dengan berharap sosialisasi yang di lakukan dapat memberikan penambahan wawasan kepada pekerja, karena sosilisasi ini sangat penting untuk para METODE PELAKSANAAN Sebelum menjalankan program, perlunya untuk melakukan identifikasi terlebih dahulu pada lokasi atau lingkungan kerja pada tempat dimana pelatihan APAR tersebut. Industri yang akan di bantu untuk melaksanakan program ini merupakan industri Fiberglass, dimana industri ini memiliki produknya yaitu bahan kimia berjenis Bahan kimia ini termasuk salah satu bahan kimia yang memiliki risiko bahaya mudah terbakar. Hal tersebut sangat berbahaya bagi industri. Tidak hanya berbahaya bagi industri saja, tetapi juga berbahaya bagi industri lainnya yang berada di sekitar pabrik Pada rangkaian kegiatan untuk sebelum pelaksanaan program sebagai Gambar 1. Alur pelaksanaan program Vol. 8 No. November 2024 Survey lingkungan kerja Tahapan awal yang di lakukan pelaksanaan tentunya harus melakukan survey lingkungan kerja terlebih dahulu. Untuk melihat bagaimana sumber bahaya yang ada dan permasalahan pada lingkungan kerja tersebut. Identifikasi bahaya HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . Pelaksanaan Program Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Dalam program ini di bagi menjadi 3 tahapan yaitu : Vol. 8 No. November 2024 menggunakan APAR. Tidak hanya memberikan materi saja, pekerja juga di ikut sertakan untuk praktek dan mencoba memadamkan api menggunakan APAR. Dengan hal tersebut dapat menambah wawasan kepada para pekerja dengan tempat kerja mereka sebagai sewaktu-waktu kebakaran dapat segera di bertambah besar yang bisa Setelah APAR lanjutkan dengan pekerja di berikan soal post-test, yang nantinya akan di gunakan sebagai evaluasi pelaksanaan dengan sesuai harapan atau Gambar 2. Alur rangkaian pelaksanaan program . Persiapan Tahap melaksanaan program ini di lakukannya terlebih dahulu survey pada lingkungan kerja lalu setelah itu mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran yang bisa terjadi pada industri ini. Selain itu, perlunya untuk mempersiapkan materi yang akan di berikan kepada para pekerja dan mempersiapkan semua kebutuhan yang di perlukan untuk pelaksanaan menggunakan APAR kepada para pekerja. Pelaksanaan Pelaksanaan sosialisasi ini di laksanakan pada hari jumAoat tanggal 21 Juni 2024, bertepatan pada pagi hari pukul 08. WIB. Tidak memberikan sosialisasi atau materi kepada pekerja, terlebih dahulu mereka di berikan soal pre-test sebagai pengukur atau pembanding nantinya setelah di menggunakan APAR. Setelah pekerja mengisi soal pre-test di lanjutkan dengan sosialisasi memberikan materi kepada pekerja terkait APAR dan cara menggunakannya dengan benar. Untuk pemberian materi ini menggunakan bantuan media . Evaluasi Pada tahapan ini di lakukannya analisis data berdasarkan pretest dan post-test yang telah di isi oleh pekerja sebagai presentase penilaian pencapaian materi yang telah di berikan dan pemahaman pekerja dalam mengunakan APAR. pre-test dan post-test akan di hitung rata-rata untuk mengetahui peningkatan dari sebelum dan sesudah pelaksanaan sosialisasi. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pembahasan . Hasil Pre-test dan Post-test Pelatihan APAR Vol. 8 No. November 2024 lingkungan kerja saja, tetapi juga bisa mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Sosialisasi dan praktik APAR ini berjalan dengan lancar hanya selama satu hari Pada evaluasi untuk mengetahui berapa presentase untuk keberhasilan sosialisasi dapat di lihat dari soal pre-test dan post-test. Dari presentase tersebut dapat di bedakan bagaimana sebelum dan sesudah di berikan sosialisasi apakah pekerja atau tidak. Untuk melihat acuan keberhasilan sosialisasi berdasarkan hasil pretest dan post-test sebagai Gambar 3. Pekerja Mencoba Memadamkan Api . Refleksi Capaian Program Berdasarkan hasil Pre-test Post-test pelatihan penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringa. dapat di lihat bahwa sosialisasi yang di lalukan berjalan dengan Hal tersebut dapat di simpulkan dari hasil rata-rata Pre-test pekerja sebesar 213,3. Lalu, pada saat Post-test mendapat nilai yang meningkat sebesar 453,3. Saat pelaksanaan sosialisasi berjalan dengan lancar, di karenakan saat memberikan materi semua pekerja menyimak semua materi yang telah di berikan. Dapat di lihat juga dari hasil presentase pre-test dan post-test serta dari langsung di lakukan pekerja untuk memadamkan api. Hanya saja, tantangan yang di lewati untuk mencapai keberhasilan ini adalah harus bisa menyesuaikan bahasa yang mudah di mengerti oleh para pekerja dan saat akan memadamkan api yang di lakukan oleh pekerja ada beberapa pekerja yang tidak mau untuk melakukan praktik. Tabel 1. Hasil Pre-test dan Post-test Berdasarkan hasil Pre-test Post-test pelatihan penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringa. dapat di lihat bahwa sosialisasi yang di lalukan berjalan dengan Hal tersebut dapat di simpulkan dari hasil Pre-tes pekerja sebesar 213,3, lalu pada saat Post-test mendapat nilai yang meningkat sebesar 453,3. Setelah di lakukannya sosialisasi ini di harapkan untuk para pekerja dapat mengaplikasikan APAR (Alat Pemadam Api Ringa. kebakaran dalam skala kecil untuk penanganan pertama. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tetapi dengan bujukan dan dorongan dari sesama rekan kerja mereka yang tidak mau memadamkan api akhirnya mau melakukan praktik tersebut. Pada kegiatan sosialiasi ini berjalan sesuai dengan yang di harapkan, dimana hal tersebut dapat menambah wawasan kepada para pekerja, dengan melihat dari hasil perbandingan pre-test dan post-test yang telah di lakukan oleh para Sosialisasi ini sangat penting untuk dapat di lakukan dan di berika kepada para pekerja, dengan melihat potensi bahaya, lingkungan kerja, serta peristiwa yang pernah terjadi pada perusahaan ini yaitu terjadinya percikan api kecil. Sangat di harapkan sosialisasi ini dapat memberikan wawasan tambahan kepada para pekerja dan dapat mengaplikasikannya sebagai kesiapsiagaan, bahkan tidak hanya lingkungan kerja saja, tetapi juga dapat sehari-hari. Kesiapsiagaan bahaya kebakaran ini juga sangat penting untuk pekerja juga mengetahui bagaimana sewaktu-waktu kebakaran yang masih dalam skala kecil dimana hal tersebut masih bisa di tangani oleh orang biasa yang bukan ahlinya Pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. Tahun 1980, juga sudah di bahas terkait kesiapsiagan akan bahaya kebakaran dan melihat kondisi lingkungan kerja pada industri ini sangat pentingnya untuk melakukan sosialisasi APAR (Alat Pemadam Api Ringa. pada UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yaitu ibu Ratna Ayu Ratriwardhani. ST. T yang telah membimbing penulis dengan baik. Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Musripto selaku pemilik CV. Soka Mandiri yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian serta pelatihan APAR di industri beliau, serta pihak-pihak lain yang telah berkontribusi untuk membantu penulis melakukan penelitian ini. Setelah sosialisasi ini di harapkan untuk mengaplikasikan APAR (Alat Pemadam Api Ringa. apabila terjadi kebakaran dalam skala pertama, tidak hanya dapat lingkungan kerja saja, tetapi juga bisa mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari sebagai kesiapsiagaan akan bahaya Vol. 8 No. November 2024 REFERENSI