Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. The Effect of Using German-Language Films on Improving Students' Hyrverstehen Nurul Tania1. Afifah Navira2. Wusti Alya Ramadhani3. Theresia Siagian4. Risnovita Sari5 1,2,3,4,5Universitas Negeri Medan. Indonesia Email: nurultania006@gmail. afifahnavi@gmail. alyawst24@gmail. theresiasiagian047@gmail. risnovitasari@unimed. ABSTRAK Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa asing yang dipelajari di Indonesia, tetapi kemampuan mendengarkan (Hyrverstehe. sering dianggap sebagai bagian yang paling sulit dikuasai. Masalah ini muncul karena aksen penutur asli yang berbeda, kecepatan berbicara yang tinggi, serta penggunaan kata-kata yang tidak selalu terdapat dalam buku Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana penggunaan film berbahasa Jerman bisa membantu meningkatkan kemampuan mendengarkan siswa. Metode yang digunakan adalah dengan meninjau lima penelitian sebelumnya yang Hasil peninjauan menunjukkan bahwa film berbahasa Jerman dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan menyimak. Hal ini dapat membantu pemahaman terhadap isi materi, sekaligus memperluas kosakata dan meningkatkan semangat belajar. Selain itu, film membantu menciptakan suasana belajar yang lebih kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan konteks nyata. Dengan demikian, film berbahasa Jerman bisa dianggap sebagai alat pembelajaran yang efektif, terutama jika digunakan dengan cara yang aktif dan sesuai dengan kemampuan siswa. Kata kunci: Bahasa Jerman. Film. Hyrverstehen ABSTRACT German is one of the foreign languages studied in Indonesia, but listening skills (Hyrverstehe. are often considered the most difficult part to master. This problem arises from the distinctive accents of native speakers, the high speaking speed, and the use of words not always found in textbooks. This study aims to determine the extent to which the use of German-language films can help improve students' listening skills. The method used was a review of five previous relevant studies. The review results indicate that German-language films can have a positive impact on improving listening skills. This can aid comprehension of the material, while expanding vocabulary and increasing enthusiasm for learning. Furthermore, films help create a more creative, enjoyable, and contextual learning environment. Thus. German-language films can be considered an effective learning tool, especially when used actively and appropriately to students' Keyword: German Language. Film. Hyrverstehen Corresponding Author: Nurul Tania. Universitas Negeri Medan. Jl. William Iskandar Ps. Kenangan Baru. Sumatera Utara 20221. Indonesia Email: nurultania006@gmail. INTRODUCTION Bahasa Jerman merupakan salah satu bahasa asing yang dipelajari di Indonesia, dan proses belajarnya menghadirkan tantangan unik, terutama dalam hal kemampuan mendengarkan. Banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami aksen penutur asli, karena mereka umumnya berbicara dengan cepat, menggunakan intonasi yang khas, dan menggunakan kata-kata yang tidak selalu ditemukan dalam buku teks. Hal ini membuat kemampuan mendengarkan menjadi salah satu aspek yang paling sulit dikuasai dibandingkan dengan kemampuan lainnya. Pemilihan bahan belajar saat mempelajari bahasa sangat penting untuk membantu para peserta didik dalam mengatasi kesulitan ini. Bahan belajar yang tepat tidak hanya menyediakan konten, tetapi juga Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS Jurnal Nasional Holistic Science A menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan kontekstual, mirip dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan nyata. Salah satu cara yang efektif adalah melalui film Jerman. Film tidak hanya menyampaikan bahasa secara alami, tetapi juga menunjukkan budaya, ekspresi nonverbal, dan situasi komunikasi sehari-hari, sehingga membantu meningkatkan pemahaman mendengarkan para peserta didik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan film dapat membantu meningkatkan kemampuan mendengarkan, memperluas kosakata, serta meningkatkan motivasi dan minat para peserta didik dalam belajar bahasa Jerman. Oleh karena itu, film memiliki potensi besar sebagai alat pendidikan inovatif yang dapat digunakan secara efektif dalam kelas dan pembelajaran mandiri. Selain tantangan dalam memahami bahasa, kemajuan teknologi dan akses informasi yang semakin mudah membuat pengajaran bahasa asing perlu berevolusi. Pembelajaran bahasa Jerman saat ini tidak hanya bergantung pada buku dan latihan yang biasa, tetapi juga memerlukan alat bantu yang bisa memberi pengalaman belajar lebih nyata. Media seperti film menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi digital karena bisa merangsang beberapa indera sekaligus. Film sebagai alat pembelajaran juga memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar bahasa Jerman dalam lingkungan nyata. Dengan menonton film, siswa dapat memahami bagaimana bahasa digunakan di berbagai situasi, baik formal maupun santai. Mereka juga bisa melihat penggunaan wajah, suara, dan cara berbicara yang tidak bisa diperoleh hanya dengan membaca teks. Dalam pembelajaran Hyrverstehen, film menawarkan latihan mendengar yang lebih hidup. Siswa bisa mendengar percakapan yang alami, dengan berbagai dialek dan gaya berbicara yang berbeda. Dengan latihan yang terus menerus, siswa dapat meningkatkan kemampuan mendengar dan memahami makna secara lebih Dengan demikian, film bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi alat pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan film dalam meningkatkan kemampuan mendengar bahasa Jerman. Dengan melihat hasil penelitian sebelumnya, artikel ini dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran film sebagai media pembelajaran bahasa Jerman, serta memberikan saran bagi guru dan pendidik dalam memanfaatkan film secara optimal dalam kelas. RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur untuk mengukur dan menganalisis, serta menginterpretasikan beberapa penelitian terdahulu tentang seberapa besar pengaruh film berbahasa Jerman sebagai media pembelajaran pada modul Hoerverstehen terhadap peserta didik. Pendekatan ini dipilih untuk memperdalam pemahaman peneliti tentang efektivitas film berbahasa Jerman sebagai media pembelajaran Bahasa Jerman pada modul Hoerverstehen. Dengan mempelajari karya penelitian yang sudah diterbitkan, peneliti dapat memahami hasil-hasil yang telah diperoleh, membandingkan penelitian yang terkait, serta menemukan pola-pola atau hal-hal yang belum terjangkau. Dari hal itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis dalam pengembangan cara mengajar Bahasa Jerman, sekaligus menjadi acuan bagi para pendidik dalam membuat media pembelajaran yang lebih kreatif dan hasilnya lebih baik. Dalam memilih sumber literatur, peneliti menerapkan beberapa kriteria untuk memasukkan penelitian, yaitu: . penelitian harus membahas penggunaan film atau media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Jerman atau bahasa asing lainnya, . penelitian diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2024 agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi terbaru, dan . penelitian harus tersedia secara lengkap untuk dianalisis. Sebaliknya, penelitian yang hanya membahas media audio tanpa elemen visual atau tidak memiliki data dan temuan yang mendukung pembahasan mengenai Hyrverstehen akan dikeluarkan dari proses ini. Proses peninjauan dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah pengumpulan artikel sesuai dengan kata kunci, kemudian dilakukan penyaringan berdasarkan judul dan abstrak. Tahap kedua adalah membaca keseluruhan artikel untuk mengecek apakah tujuan penelitian dan fokus kajian sesuai dengan penelitian yang diteliti. Pada tahap ketiga, dilakukan pengkodean tematik untuk mengidentifikasi pola, kesamaan, dan perbedaan dari temuan-temuan yang ditemukan. Proses ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan film memengaruhi kemampuan mendengar, motivasi belajar, serta keterampilan bahasa lainnya. Agar hasil analisis tetap dapat dipercaya, dilakukan triangulasi teori dengan membandingkan temuan dari berbagai sumber dan melihat konsistensinya dalam konteks pembelajaran bahasa asing. Interpretasi data juga dilakukan dengan pendekatan naratif agar temuan dapat disampaikan secara menyeluruh dan mudah Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai efektivitas penggunaan film sebagai media dalam pembelajaran Hyrverstehen bahasa Jerman. (Nurul Tani. A Jurnal Nasional Holistic Science RESULTS AND DISCUSSION Berdasarkan lima sumber yang digunakan sebagai dasar, dapat dilihat bahwa penggunaan film berbahasa Jerman berpengaruh besar terhadap peningkatan kemampuan mendengar peserta didik. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Phonologie menjelaskan bahwa penggunaan film Nicos Weg berhasil meningkatkan kemampuan menyimak siswa secara nyata. Hal ini karena film memperlihatkan bahasa Jerman yang asli, baik dalam hal intonasi, aksen, maupun kecepatan berbicara, sehingga siswa mendapatkan pengalaman mendengar yang lebih mendekati kondisi nyata. Selain itu, adanya konteks visual dalam film membantu peserta didik memahami makna ucapan yang didengar, karena mereka bisa menghubungkan dialog dengan situasi yang Hasil penelitian ini juga didukung oleh artikel pada Repository UM yang menekankan peran penting media audiovisual dalam pembelajaran bahasa asing. Media film memberi kesempatan bagi siswa untuk terbiasa mendengar bahasa asli melalui dialog yang alami. Kebiasaan ini menjadi cara penting dalam mengatasi kesulitan mendengar yang sering terjadi ketika siswa hanya berlatih dengan teks atau latihan mendengar biasa. Selain memberi dampak langsung pada keterampilan mendengarkan, media film juga terbukti memengaruhi keterampilan berbahasa lainnya. Penelitian yang diterbitkan di Neliti tentang penerapan film dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman menunjukkan bahwa penggunaan film tidak hanya membantu siswa memahami isi dan struktur bahasa, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan tulisan yang lebih Meskipun penelitian tersebut fokus pada keterampilan menulis, hubungan yang kuat antara keterampilan menerima dan menghasilkan informasi menjelaskan bahwa pemahaman yang diperoleh melalui kegiatan menonton film akan secara tidak langsung mendukung kemampuan menulis dan berbicara. Dengan demikian, film bisa dianggap sebagai media yang komprehensif dalam proses belajar bahasa asing. Dari sisi motivasi, artikel yang diterbitkan dalam jurnal Paramasastra menekankan bahwa film berperan dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kreatif. Faktor-faktor seperti motivasi dan minat belajar ternyata memengaruhi peningkatan kemampuan mendengar, karena peserta didik yang tertarik pada materi cenderung lebih fokus dan lebih aktif dalam memproses informasi bahasa. Penggunaan film dengan cerita yang menarik dapat mengurangi rasa bosan yang sering terjadi dalam pembelajaran bahasa asing yang terlalu bergantung pada buku teks atau metode pengajaran berupa ceramah. Di sisi lain, hasil peninjauan terhadap publikasi yang terindeks Sinta mengenai analisis bahan ajar menunjukkan bahwa efektivitas media pembelajaran, termasuk film, sangat bergantung pada sejauh mana materi tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran. Artinya, guru harus mampu memilih film yang sesuai dengan kemampuan bahasa siswa, tema yang relevan dengan kehidupan mereka, serta durasi yang tepat agar tidak membuat mereka merasa lelah. Dengan memilih bahan yang tepat, film bisa menjadi alat pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga efektif dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan. Secara umum, kelima sumber menyatakan bahwa penggunaan film berbahasa Jerman tidak bisa dilihat sebagai kegiatan pasif semata, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi pembelajaran aktif. Guru memiliki peran penting dalam memandu siswa agar tidak hanya menonton, tetapi juga melakukan berbagai kegiatan pendukung seperti diskusi tentang isu film, latihan mendengarkan detail tertentu, atau merangkum Strategi seperti ini terbukti memperkuat kemampuan siswa dalam memahami bahasa lisan yang mereka dengar dan menjadikan peningkatan kemampuan mendengarkan lebih signifikan. Dengan demikian, film berbahasa Jerman dapat dipandang sebagai media pembelajaran yang relevan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, selama penggunaannya dirancang secara sistematis dan terintegrasi dengan tujuan Selain temuan-temuan tersebut, beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa penggunaan film dalam pembelajaran bahasa Jerman memengaruhi strategi belajar yang digunakan siswa. Dalam konteks Hyrverstehen, strategi seperti memprediksi, mengambil catatan, menerka makna, dan memantau pemahaman lebih mudah dilakukan ketika siswa mendapatkan dukungan visual dari adegan film. Visual tersebut membantu mereka menebak makna kata yang belum dikenal dan memahami alur percakapan secara alami. Hal ini berbeda dengan latihan mendengarkan biasa yang hanya mengandalkan suara tanpa adanya konteks tambahan. Penggunaan film juga dapat meningkatkan keterlibatan kognitif siswa. Ketika siswa menonton adegan yang menampilkan situasi kehidupan nyata, mereka secara tidak langsung belajar mengenali pola ucapan, variasi bahasa formal dan informal, serta perbedaan dialek. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Seferolu . , film dinilai mampu mengembangkan sensitivitas siswa terhadap nuansa bahasa yang sulit diperoleh melalui materi buku teks. Keterlibatan kognitif ini sangat penting dalam pembelajaran bahasa asing karena mendukung proses internalisasi struktur dan makna bahasa. Dari sisi budaya (Landeskund. , film juga sangat efektif dalam memperkenalkan siswa pada realitas kehidupan masyarakat penutur bahasa Jerman. Banyak peneliti menekankan bahwa pemahaman budaya merupakan bagian penting dari pembelajaran bahasa. Melalui film, siswa tidak hanya mendengar bahasa Jerman, tetapi juga melihat bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam interaksi sosial, konteks budaya, serta Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Desember 2025: 306 Ae 309 Jurnal Nasional Holistic Science A situasi komunikasi yang relevan. Pemahaman budaya ini mendukung proses interpretasi makna secara lebih Dengan demikian, film berfungsi sebagai jembatan antara bahasa dan budaya, memperkaya pengalaman belajar siswa. Dari beberapa penelitian tambahan yang dikaji, ditemukan pula bahwa film bisa membantu siswa mengatasi kecemasan ketika mendengarkan bahasa asing. Banyak siswa merasa takut ketika mendengar penutur asli berbicara cepat dan sulit mengulang ucapan dengan percaya diri. Namun, film memungkinkan siswa untuk melihat petunjuk nonverbal yang membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka. Beberapa guru juga menggunakan subtitle dalam bahasa Jerman untuk membantu proses peralihan dari input visual ke input audio murni. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam penggunaan film sebagai media pembelajaran Hyrverstehen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika film yang digunakan terlalu rumit, mengandung banyak istilah slang, atau memiliki cerita yang tidak dikenal oleh siswa, hal tersebut dapat mengurangi Selain itu, durasi film yang terlalu panjang dapat menyebabkan siswa kehilangan fokus. Oleh karena itu, guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang terstruktur seperti guided viewing, tugas sebelum menonton, dan aktivitas setelah menonton untuk memastikan siswa mendapatkan manfaat maksimal dari film yang ditonton. Secara keseluruhan, hasil penilaian memperkuat pemahaman bahwa film bukan hanya sekadar media hiburan, tetapi juga alat yang sangat potensial dalam pembelajaran bahasa Jerman. Penggunaannya dapat meningkatkan pemahaman berbicara, memperkaya kosakata, memperkuat motivasi, serta mendekatkan siswa pada konteks nyata bahasa. Ketika digunakan dengan pendekatan pendidikan yang tepat, film mampu menjadi media pembelajaran yang menyeluruh dan efektif dalam meningkatkan kemampuan memahami berbicara dalam bahasa tersebut. CONCLUSION Berdasarkan Berdasarkan hasil peninjauan dari berbagai penelitian serta temuan tambahan yang dibahas pada bagian Results and Discussion, dapat disimpulkan bahwa penggunaan film berbahasa Jerman memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan kemampuan Hyrverstehen siswa. Film tidak hanya menyajikan bahasa yang autentik melalui dialog penutur asli, tetapi juga menyediakan dukungan visual yang membantu siswa memahami makna secara lebih utuh. Konteks visual tersebut mempermudah proses penafsiran, mengurangi kecemasan saat mendengarkan, serta mengembangkan strategi menyimak yang lebih efektif. Selain meningkatkan kemampuan mendengarkan, film juga memberikan dampak pada aspek lain, seperti peningkatan kosakata, pemahaman budaya, serta motivasi dan keterlibatan kognitif siswa dalam proses Film memungkinkan siswa belajar melalui situasi komunikasi nyata dan memperkenalkan ragam bahasa formal maupun informal yang jarang muncul dalam materi buku teks. Dengan demikian, film tidak hanya berfungsi sebagai media pendukung, tetapi dapat menjadi instrumen pedagogis utama yang mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna. Namun, efektivitas penggunaan film tergantung pada pemilihan materi yang tepat dan strategi pembelajaran yang sesuai. Guru perlu memastikan bahwa film yang digunakan tidak terlalu rumit, relevan dengan tujuan pembelajaran, dan didukung dengan kegiatan pramenonton serta pascamenonton. Jika dirancang secara sistematis dan terarah, film berbahasa Jerman dapat menjadi media pembelajaran yang komprehensif, inovatif, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan Hyrverstehen siswa. REFERENCES