P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Implementasi Green Accounting Sebagai Upaya Keberlanjutan UMKM Tempe Di Purbalingga Liana Wulandari, 2Inatul Fadilah, 3Ratih Pratiwi Prodi Manajemen. Universitas Wahid Hasyim. Semarang E-mail: 1lianawulandari300@gmail. com, 2inatulfadilah8@gmail. rara@unwahas. ABSTRAK Adapun penelitian ini ditujukan untuk meneliti implementasi Green Accounting pada pengelolaan biaya lingkungan terkait proses produksi tempe di Purbalingga. Green Accounting didefinisikan sebagai sistem pencatatan akuntansi yang menyatukan biaya lingkungan ke dalam laporan keuangan dengan tujuan menjaga keberlanjutan bisnis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan pelaku UMKM tempe. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Accounting masih sangat terbatas. Biaya terkait lingkungan, seperti pengolahan limbah, konsumsi air, dan penggunaan listrik, belum dicatat secara terpisah, melainkan dicampur dengan biaya operasional secara umum. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan, terbatasnya dana, dan minimnya dukungan teknis. Disamping itu, kesadaran lingkungan di kalangan pelaku UMKM juga masih rendah, sehingga tindakan pengelolaan lingkungan sering kali bersifat Meskipun demikian. Green Accounting berpotensi untuk meningkatkan efisiensi biaya, mendukung keberlanjutan usaha, dan memperbaiki hubungan dengan masyarakat Penerapan yang efektif memerlukan pendidikan, bimbingan, dan insentif dari pemerintah serta lembaga terkait. Penelitian ini menyimpulkan bahwa walaupun penerapan Green Accounting masih berada pada tahap awal, pendekatan ini dapat menjadi strategi penting untuk mendorong keberlanjutan bisnis UMKM tempe di Purbalingga. Kata kunci : Green Accounting. Biaya Lingkungan. UMKM. Keberlanjutan. Purbalingga ABSTRACT This study aims to examine the application of Green Accounting in environmental cost management related to tempeh production in Purbalingga. Green Accounting is an account- ing system that integrates environmental costs into financial reports to support business sustainability. The method used in this study was qualitative, with data collection con- ducted through direct interviews with tempeh MSMEs. The research findings indicate that the implementation of Green Accounting is still very limited. Environmental costs, such as waste management, water consumption, and electricity usage, are not recorded separately but are instead mixed with general operational costs. The main challenges faced are a lack of knowledge, limited funding, and minimal technical support. Furthermore, environmental awareness among MSMEs is still low, resulting in reactive environmental management actions. Nevertheless. Green Accounting has the potential to increase cost efficiency, sup- port business sustainability, and improve relationships with the local Effective implementation requires education, guidance, and incentives from the government and rel- evant institutions. This study concludes that although the implementation of Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Green Ac- counting is still in its early stages, this approach can be an important strategy to promote the sustainability of tempeh MSMEs in Purbalingga. Keyword : Green Accounting. Environmental Cost. MSMEs. Sustainability. Purbalingga PENDAHULUAN Isu lingkungan hidup kini semakin mendapat perhatian dari seluruh dunia, terutama karena kegiatan ekonomi dan industri sering kali menyebabkan dampak buruk terhadap ekosistem. Pencemaran udara, air, dan tanah menjadi masalah yang serius, tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat serta kelangsungan Keadaan ini mendorong perlunya pendekatan dalam berbisnis yang lebih tanggung jawab terhadap lingkungan, salah satunya dengan menerapkan Green Accounting (Rahmatika et al. , 2. Green Accounting memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan mengintegrasikan pertimbangan ekologis ke dalam pengambilan keputusan ekonomi, yang pada akhirnya mendorong bertanggung jawab. Penerapan green accounting juga dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan, membantu perusahaan dalam menerapkan green accounting, yang manfaatnya tidak terbatas hanya pada berkontribusi pada kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan dalam praktik Green accounting memberikan manfaat yang signifikan bagi UMKM tempe di Purbalingga karena dapat mengidentifikasi dan mengelola biaya lingkungan yang terkait dengan produksi. Selain itu, penerapan green accounting Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 dapat meningkatkan kesadaran pelaku UMKM tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan, yang pada gilirannya dapat memperbaiki citra perusahaan dan menarik lebih banyak pelanggan. Penerapan green accounting juga dapat membantu UMKM tempe dalam merencanakan strategi bisnis yang berkelanjutan, sehingga mereka dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. (Claudensia Yuli Lolan et al. , 2. Meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab menimbulkan tantangan khusus dalam pelaporan keuangan perusahaan properti dan real estate. Tantangan tersebut terutama berkaitan dengan kurangnya integrasi pengukuran dan pengungkapan dampak lingkungan secara sistematis dalam laporan keuangan konvensional, yang berpotensi menurunkan transparansi dan akurasi laporan serta memengaruhi kualitas audit. Implementasi green accounting diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memperjelas serta mempertepat informasi laporan keuangan, sembari memperkuat mutu audit yang Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami dampak penerapan green accounting terhadap kualitas pelaporan dan audit, serta perusahaan dan pemangku kepentingan (Anggiat Permasalahan spesifik terkait integrasi keuangan ini juga relevan bagi usaha kecil dan menengah (UMKM), yang seringkali menghadapi keterbatasan sumber daya Dan pemahaman dalam mengelola aspek Penerapan strategi green P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 UMKM mendukung keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kesadaran etika bisnis di kalangan pelaku UMKM. Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu UMKM lingkungan secara lebih baik dn (Kusumawardhany, 2. Peran green accounting sangat penting bagi UMKM di Indonesia untuk mengurangi dampak negatif terhadap masyarakat sekitar dengan meningkatkan efisiensi penggunaan Melalui pengenalan green accounting. UMKM diharapkan dapat menilai dan mengelola dampak lingkungan yang timbul akibat bisnis yang dijalankan, menemukan solusi untuk menguranginya, serta mengendalikan penggunaan sumber daya agar lebih efisien, menekan biaya Dalam konteks keberlanjut green accounting juga dapat membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas karena konsumen kini semakin sadar akan pentingnya produk dan jasa ramah lingkungan. Dengan demikian, pengenalan green accounting diharapkan dapat memperkuat komitmen UMKM berkelanjutan dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar (Mubarokah & Setyaningsih, 2. Kurangnya analisis komprehensif tentang dampak akuntansi hijau menjadi celah penting dalam penelitian terdahulu. Sebagian besar studi masih fokus pada hubungan antara penerapan akuntansi hijau dengan kinerja keuangan secara likuiditas, tanpa mengkaji secara mendalam bagaimana aspek lingkungan secara menyeluruh diintegrasikan dalam proses pelaporan dan pengambilan keputusan bisnis (Angelina & Nursasi, 2. Selain itu, penelitian sebelumnya seringkali mengabaikan peran variabel moderasi seperti tata kelola perusahaan DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dan kinerja lingkungan yang dapat memengaruhi hubungan antara green accounting dan kinerja keuangan(Anisah et al. , 2. Banyak studi juga masih terbatas pada sektor tertentu, seperti pertambangan dan properti, sehingga kurang memberikan gambaran holistik tentang dampak akuntansi hijau di berbagai sektor industri dan skala usaha, termasuk UMKM. Selain itu, terdapat ketidakkonsistenan dalam definisi dan menyulitkan integrasi konsep green accounting dengan tujuan bisnis dan pelaporan keuangan secara menyeluruh (Daromes et al. , 2. Oleh karena itu, komprehensif yang mengkaji dampak akuntansi hijau secara luas, termasuk lingkungan, dan keberlanjutan bisnis di berbagai sektor, dengan mempertimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal yang memoderasi hubungan UMKM tempe di Purbalingga umumnya sudah menunjukkan kesadaran dan perhatian terhadap efek lingkungan dari kegiatan bisnis yang mereka jalankan. Dalam pelaksanaannya, para pelaku bisnis tempe ini mulai mengintegrasikan biaya lingkunga seperti biaya untuk pengolahan sampah, pemanfaatan bahan baku yang berorientasi pada kelestarian lingkungan, serta penggunaan peralatan produksi yang lingkungan ke dalam proses pembuatan Namun, pengetahuan mereka mengenai konsep Akuntansi Hijau secara keseluruhan, terutama dalam hal penyusunan laporan keuangan, masih perlu diperbaiki. Bentuk kepedulian mereka terlihat dari usaha untuk menjaga keberlangsungan usaha, pengelolaan bahan baku, serta pengolahan limbah organik dan non-organik yang didukung oleh instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkunga hidup (Claudensia Yuli Lolan et al. , 2. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui Au Implementasi Green Accounting Sebagai Upaya Keberlanjutan UMKM Tempe Di PurbalinggaAy. LANDASAN TEORI Green Accounting Green Accounting merupakan suatu sistem akuntansi yang menghitung dampak lingkungan dari aktivitas ekonomi, termasuk mengukur dan melaporkan konsekuensi ekonomi yang timbul akibat kegiatan yang merusak lingkungan, serta langkah-langkah yang (Ikhsan, 2. Green Accounting juga dapat dipahami sebagai bentuk akuntansi mengintegrasikan biaya dan manfaat lingkungan ke dalam proses pengambilan keputusan ekonomi maupun laporan keuangan, sehingga dapat dijadikan dasar dalam menentukan kebijakan usaha (Assyura 2. Green Accounting merupakan kegiatan mengumpulkan, menganalisis, memperkirakan, serta menyajikan laporan yang mencakup data lingkungan dan finansial dengan tujuan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan ditimbulkan (Aniela, 2. Green Accounting merupakan kegiatan mengumpulkan, menganalisis, memperkirakan, serta menyajikan laporan yang mencakup data lingkungan dan finansial dengan tujuan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan ditimbulkan (Pamawati, 2. Menurut Mulyani . , indikator Green Accoanting adalah sebagai berikut: Pengakuan biaya lingkungan . Pengukuran biaya lingkungan . Penyajian biaya lingkungan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Keberlanjutan Keberlanjutan sebagai pengembangan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan (Brundland 1. Berkelanjutan bertumpu pada tiga pilar utama yang dikenal sebagai triple bottom line : keuntungan ekonomi . , kesejahteraan sosial . (Elkington 1. Keberlanjutan usaha digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat keberhasilan keseluruhan yang dilakukan meliputi keberhasilan strategi yang dijalankan pertumbuhan,penjualan dan laba perussahaan (Methasari 2. METODOLOGI Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah Implementasi Green Accounting Sebagai Upaya Pengelolaan Biaya Lingkungan Pada Produksi Tempe di Purbalingga. Dalam penelitian ini diterapkan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan kualitatif ini ditujukan untuk fenomena secara mendalam dan sesuai konteks, dengan cara deskriptif dan interpretatif mengenai penerapan Green Accounting dalam pengelolaan biaya lingkungan oleh UMKM tempe di Purbalingga. Pengumpulan dengan melakukan wawancara mendalam dengan pelaku UMKM tempe, melihat proses produksi dan pengelolaan limbah secara langsung, dan melihat dokumen yang berkaitan dengan laporan keuangan atau catatan biaya lingkungan yang digunakan oleh UMKM. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi pola, tema, dan pemahaman pelaku usaha tentang konsep dan praktik akuntansi hijau serta bagaimana hal ini berdampak P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 pada keberlanjutan bisnis dan kelestarian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Accounting usaha produksi tempe di Purbalingga masih sangat terbatas. Dari sisi sebagian besar pelaku usaha belum melakukan pencatatan secara terpisah. Pengeluaran yang berkaitan dengan pengolahan limbah masih digabungkan dalam biaya operasional umum. Hal ini mencerminkan rendahnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya pencatatan biaya lingkungan, meskipun terdapat sebagian kecil yang mulai memahami perlunya pemisahan biaya tersebut agar dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai besarnya pengeluaran yang terkait dengan dampak Pada lingkungan, pelaku usaha menghadapi hambatan yang cukup besar. Keterbatasan pengetahuan, keterbatasan dana, serta ketiadaan alat untuk memantau limbah cair maupun padat menyebabkan evaluasi kualitas limbah jarang dilakukan. Sebagian besar pelaku usaha hanya mengandalkan metode sederhana untuk meminimalisasi dampak lingkungan tanpa adanya ukuran yang pasti mengenai tingkat pencemaran yang dihasilkan dari proses produksi. Sementara itu, biaya kegagalan eksternal lingkungan juga jarang dicatat oleh pelaku usaha. Apabila masyarakat sekitar mengeluhkan bau limbah atau adanya pencemaran, langkah yang diambil umumnya bersifat reaktif, seperti membuat saluran pembuangan baru atau memindahkan limbah ke lokasi lain yang lebih jauh. Padahal, apabila biaya tersebut dicatat secara sistematis, pelaku usaha dapat menyadari bahwa menjaga kelestarian lingkungan justru memberikan DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. manfaat jangka panjang, baik melalui penghematan biaya maupun terciptanya hubungan yang lebih harmonis dengan masyarakat sekitar. Berikut bukti penelitian :https://drive. com/drive /folders/1HKmgzhgozyAAWVVdCpjwN FUpbwnIFgjv KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Green Accounting pada usaha produksi tempe di Purbalingga masih terbatas dan baru berada pada tahap Para pelaku usaha belum secara sistematis mencatat biaya lingkungan, baik dalam hal pengungkapan biaya lingkungan, biaya deteksi lingkungan, maupun biaya kegagalan eksternal Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, dana, alat pemantauan, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya pencatatan biaya Akibatnya, pengelolaan dampak lingkungan masih bersifat reaktif dan belum terintegrasi dalam sistem akuntansi usaha. Oleh karena itu, pendampingan, edukasi, dan penerapan sistem pencatatan biaya lingkungan yang lebih terstruktur agar Green Accounting mendukung keberlanjutan usaha, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penelitian ini dapat Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan, serta pendanaan sehingga penelitian dan penulisan skripsi ini dapat terlaksana dengan lancar. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Ratih Pratiwi. Pd. Si. yang telah memberikan fasilitas serta dukungan pendanaan penelitian melalui program pengabdian masyarakat, implementasi Green Accounting pada produksi tempe di Purbalingga ini dapat dilaksanakan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA