Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol. No. 1 April 2024 e-ISSN : 2715-7687 P-ISSN : 2715-8748 Determinan Kinerja Programer TBC dalam Penemuan Kasus Baru TBC melalui Investigasi Kontak di UPTD Puskesmas Wilayah Kota Sukabumi Gayatri Adhasari. Cicilia Windyaningsih. Sri Widodo. Denna Yuliavina Program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Indonesia Email : Gayatry06adha@gmail. Abstrak Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (Mt. WHO memperkirakan insiden TBC di Indonesia tahun 2021 sebesar 969 000. Penanggulangan TBC mengubah strategi penemuan pasien TBC melalui penemuan aktif secara intensif dan massif berbasis keluarga dan masyarakat yaitu melalui pelacakan dan investigasi. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam tesis ini adalah menganalisis determinan kinerja Programer TBC dalam penemuan kasus baru TBC dengan investigasi kontak di UPTD Puskesmas Wilayah Kota Sukabumi. Desain dalam penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Variabel independen nya terdiri dari ability, clarity, help, incentive, evaluation, validity, environment. Sedangkan variable dependen nya adalah kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru TBC melalui Investigasi Kontak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2023 di UPTD Puskesmas Kota Sukabumi dengan jumlah sampel dipakai adalah seluruh programmer TBC di Puskesmas Kota Sukabumi sejumlah 15 orang. Hasil Uji Bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja programmer TBC dengan ability, incentive, validity dan environment dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja programmer TBC dengan clarity, help, dan Adapun faktor dominan terhadap Kinerja Programer TBC adalah Incentive dan memiliki 3% lebih baik kinerjanya dalam penemuan kasus baru. Bagi Puskesmas Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja programmer TBC dalam melakukan investigasi kontak. Kata kunci: Determinan Kinerja. ACHIEVE Abstract Tuberculosis (TBC) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis (Mt. WHO estimates the incidence in 2021 is 969 000 population. TBC control changes the strategy of finding TBC patients through intensive and massive family and community-based active discovery, namely through tracking and investigation. The research objective to be achieved in this thesis is to analyze the determinants of the performance of TBC Programmers in the detection of new TBC cases by contact investigations at the UPTD Puskesmas Sukabumi City. The design in this study uses Cross Sectional. The independent variables in this study consist of ability, clarity, help, incentive, evaluation, validity, environment. While the dependent variable in this study is the performance of TBC programmers in finding new TBC cases through contact investigations. The research was conducted from March to August 2023 at the UPTD Puskesmas Sukabumi City with the number of samples used being all TBC programmers at the Sukabumi City Health Center, a total of 15 Bivariate test results show that there is a significant relationship between TBC programmer performance and ability, incentive, validity and environment and there is no significant relationship between TBC programmer performance and clarity, help, and evaluation. The dominant factor for TBC Programmer Performance is Incentive and has a 59. 3% chance of better performance in finding new cases. Keywords : Performance Determinants. ACHIEVE http://ejournal. id/index. php/jukmas Article History : Submitted 29 Desember 2023. Accepted 29 April 2024. Published 30 April 2024 Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) PENDAHULUAN Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium (Mt. Tuberkulosis menular melalui udara . yang berasal dari penderita tuberkulosis dan dapat menular ke orang disekitarnya. Jika seorang pasien dengan tuberkulosis yang dikonfirmasi secara bakteriologis tidak menerima pengobatan yang tepat, ia dapat menulari A10 orang per tahun. Sekitar 3,5-10% orang yang melakukan kontak dengan penderita TBC akan terkena TBC, dan sekitar 1/3 nya akan menderita TBC laten. Kelompok yang berisiko tinggi tertular tuberkulosis antara lain adalah orang yang kontak erat dengan pasien tuberkulosis, anak-anak, lansia, gizi buruk, dan penderita gangguan sistem imun seperti . Sampai saat ini Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia meskipun upaya penanggulangan TBC telah dilaksanakan di beberapa negara sejak tahun 1995. TBC merupakan sepuluh penyakit terbanyak di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama Tujuan pembangunan kesehatan telah di tuangkan dalam SDGAoS (Substainable Development Goal. dengan target pada tahun 2030 mengakhiri penyakit menular salah satunya adalah penyakit Tuberkulosis (World Health Organization, 2. Serta perubahan Renstra Kementrian Kesehatan tentang 6 Pilar Transformasi Kesehatan pada Pilar ke 4 yaitu pembiayaan Kesehatan melaunching inovasi untuk pembiayaan program TBC dalam rangka menurunkan angka kejadian TBC di Indonesia sebanyak 970 000 jiwa kasus baru setiap tahunnya dan menempati peringkat kedua terbanyak di Saat ini Indonesia termasuk ke dalam delapan Negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di seluruh dunia. Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan kasus sebanyak 969 000 kasus dan kematian WHO memperkirakan estimasi kasus TBC tahun 2021 sebesar 10 600 000 kasus. Pria dewasa menyumbang 6 600 kasus TBC dan perempuan 4 000 000 kasus pada Tahun 2020. Kasus TBC di SEARO terbanyak yaitu 4 800 Cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC (Treatment Coverag. berdasarkan Global TB Report 2021 baru mencapai 47% ( WHO, 2. Kasus yang tidak terdeteksi dapat menjadi sumber penularan TBC di Situasi ini merupakan tantangan besar bagi program pengendalian TBC di Indonesia. Berdasarkan data-data di atas. Program pengendalian TBC telah mengubah strategi dari pencarian pasien TBC secara pasif menjadi pencarian melalui penemuan aktif yang intensif, berskala besar, berbasis keluarga dan komunitas. Salah satu kegiatan yang dapat mendukung keberhasilan strategi ini adalah pelacakan kontak dan penelusuran Investigasi Kontak (IK) merupakan upaya pencarian dan penelusuran orang yang pernah kontak dengan penderita TBC untuk menemukan orang yang diduga menderita TBC. Orang yang diduga menderitap TBC dirujuk ke layanan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan jika terdiagnoosa TBC, maka pasien akan menerima pengobatan standar yang IK mempunyai dua fungsi, salah satunya adalah untuk memperkuat penemuan orang yang terinfeksi, dan mencegah penularan tuberkulosis. Menurut beberapa pendapat dari programmer TBC di Kota Sukabumi, kinerja yang belum maksimal dapet disebabkan oleh bertanggung jawab terhadap tugas yang lain. Beberapa Puskesmas sudah mengajukan kebutuhan penambahan tenaga perawat, namun sampai saat ini belum ada penambahan tenaga untuk di Puskesmas. Kinerja belum maksimal dapat juga dikarenakan sarana dan prasarana yaitu pada awalnya hanya terdapat satu rumah sakit yang memiliki alat Tes Cepat Molekuler di Kota Sukabumi. Pada dilaksanakan pelatihan bagi dua Layanan TCM di dua Puskesmas di Kota Sukabumi. Investigasi Kontak pembiayaan dari dana hibah Global Fund, namun capaian Suspek yang meningkat bukan dari investigasi Kontak Pasien TBC, melainkan http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) hasil penjaringan suspek TBC di Layanan Poli Umum. Tercapainya tujuan dalam suatu organisasi tergantung pada keefektifan anggota organisasi dalam melaksanakan Teori determinan kinerja Hershey. Blanchard, dan Johnson menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja ditinjau dari pencapaian dengan istilah ACHIEVE (Ability. Clarity. Help. Incentive. Evaluation. Validity. Environmenta. Hasil kerja akan dipengaruhi oleh sumber daya manusia dalam organisasi tersebut (Wibowo. Peneliti mengambil teori ACHIVE dari Hersey. Blanchard dan Johnson dikarenakan banyak variabel yang bisa diteliti sehingga lebih detail untuk dianalisis mana faktor yang programmer TBC. Faktor yang mempengaruhi sumber daya manusia adalah keterampilan dan pemahaman pekerjaan karyawan, sedangkan faktor yang mempengaruhi suatu organisasi adalah kualitas pimpinan dalam memberdayakan karyawannya . Penelitian sebelumnya oleh . dengan judul Determinan Kinerja Tenaga Kesehatan Dalam Penemuan Kasus Baru TBC di Kabupaten Wajo menunjukan bahwa faktor . Pengetahuan berpengaruh dalam peningkatan kinerja petugas P2TB. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dapat meningkatkan kinerja Sedangkan penelitian . tentang Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Implentasi Penemuan Pasien TBC Paru dalam Program Penanggulangan TBC di Puskesmas Kota Semarang menyatakan bahwa terdapat hubungan secara spesifik antara komunikasi, sumber daya, disposisi dan SOP dengan penemuan pasien TB Paru. Faktor-faktor dengan kinerja adalah hal yang harus diidentifikasi dalam mengukur atau menilai Menilai faktor-faktor berhubungan dengan kinerja sangat penting meningkatkan deteksi kasus TBC. Untuk mengurangi beban TBC di Kota Sukabumi memerlukan cakupan program TBC yang tercapai dan kinerja program yang baik. Peneiti merasa perlu melakukan penelitian tentang penemuan kasus baru menggunakan metode pelacakan kontak. Oleh karena itu, peneliti berpendapat perlunya melakukan penelitian mengenai determinan kinerja programmer TBC dalam mendeteksi kasus TBC melalui investigasi kontak. di UPTD Puskesmas Wilayah Kota Sukabumi. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menganalisis determinan kinerja Programer TBC dalam penemuan kasus baru TBC melalui investigasi kontak di UPTD Puskesmas Wilayah Kota Sukabumi. METODE Metode Desain penelitian nya dengan cross-sectional yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengukur objek atau objek yang diteliti dalam waktu yang bersamaan. Pendekatan ini digunakan untuk melihat hubungan variabel independen terhadap variabel dependen. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari ability, clarity, help, incentive, evaluation, validity, environment. Sedangkan variable dependen atau yang berarti dampak dalam penelitian ini adalah kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru TBC melalui Investigasi Kontak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2023 di UPTD Puskesmas Wilayah Kota Sukabumi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua programmer TBC di UPTD Puskesmas Kota Sukabumi. Jumlah programmer TBC di UPTD Puskesmas Kota Sukabumi sebanyak 15 orang. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah seluruh programmer TBC di Puskesmas Kota Sukabumi sejumlah 15 orang. Metode menggunakan kuesioner. Kuesioner berupa tertutup dengan beberapa alternatif jawaban. Kuesioner penelitian ini faktor-faktor programmer TBC dalam penemuan kasus pertanyaan-pertanyaan mengenai ability, clarity, help, incentive, evaluation, validity dan Teknik analisa data dalam http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) penelitian ini menggunakan tiga tahap, yaitu : Analisis Univariate yang dilakukan dengan membuat tabel distribusi frekuensi dan distribusi data, . Analisis Bivariate yang dilakukan dengan menggunakan uji chi square, dan . Analisis Multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Karakteristik Responden VARIABEL Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur 19-44 Tahun 45-59 Tahun Pendidikan SPK Diploma Sarjana Lama Kerja 1-5 Tahun > 5 Tahun JUMLAH Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Sebagian besar programmer TBC berjenis kelamin Perempuan. Sebagian besar berusia 19-44 tahun. Sebagian besar pendidikannya Diploma. Sebagian besar lama bekerjanya > 10 Tahun. Tabel 2 Cakupan Suspek dari Hasil Investigasi Kontak NO SUSPEK DARI IK JUMLAH SESUAI TARGET TIDAK SESUAI TARGET Total Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebaguian besar cakupan IK nya sesuai target, dan Sebagian kecil tidak sesuai target. Hasil penelitian mengenai hubungan antara Ability dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak, dapat dilihat melalui uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value < 0. 05 yakni, sebesar 0. Hal ini berarti ada hubungan antara Ability dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi Hasil penelitian mengenai hubungan antara Clarity dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak, dapat dilihat melalui uji statistik menggunakan chi square p value > 0. 05 yakni. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara Clarity dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Menurut Hersey and Blanchard dalam . Kinerja merupakan fungsi motivasi dan kemampuan dalam menyelesaikan tugas atau Seseorang harus mempunyai kemauan dan kemampuan tertentu. Kehendak dan kemampuan manusia tidak akan cukup efisien untuk melakukan apa pun tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang Menurut Sulistiowati dalam Jurnalnya (Implikasi Model A. Pada Knowledge Worker. clarity adalah tentang memahami pekerjaan Anda sendiri dan memahami peran Anda dalam pekerjaan clarity mengacu pada kejelasan Kejelasan mencakup pemahaman dan penerimaan metode kerja, misalnya. dan bagaimana pekerjaan dilakukan. Hasil penelitian pada variabel clarity hubungan ini terjadi karena masih ada sebagian kecil . 7%) puskesmas yang clarity nya kurang baik. Serta banyak faktor yang dapat menyebabkan kinerja yang kurang, misalnya adanya rotasi pegawai yang menyebabkan karyawan yang berganti tugas Program TBC sepenuhnya apa saja yang harus dilakukan dalam menjalankan perannya. Sedangkan pemahaman tentang prosedur kerja itu sangat penting agar kita dapat bekerja dengan maksimal dan sesuai dengan taeget. Hal ini tidak sejalan dengan penelitian . yang http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) mengatakan bahwa Menurut model ACHIEVE, faktor terpenting yang mempengaruhi kinerja keperawatan adalah pemahaman peran Hasil penelitian mengenai hubungan antara Help dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak, dapat dilihat melalui uji statistik menggunakan chi square diperoleh p value > 0. 05 yakni sebesar 0. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara help dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. mengemukakan pendapat lain tentang Faktor yang mempengaruhi hasil antara lain faktor kepemimpinan, yang ditentukan oleh kualitas motivasi, bimbingan dan dukungan yang diberikan oleh supervisor dan pemimpin tim. Hal ini juga ditentukan oleh faktor Tim yang terlihat dari kualitas dukungan yang diberikan oleh rekan kerja, dan faktor Sistem yang ditunjukkan oleh sistem kerja dan peluang yang diberikan oleh organisasi. Hal ini sejalan dengan penelitian . yang menyebutkan bahwa tidak terdapat hubungan antara Help. Evaluation dan Validity dengan capaian target pelayanan kesehatan di Puskesmas. Menurut . tujuh faktor lingkungan, penilaian kinerja, validitas, motivasi, dukungan organisasi, kejelasan dan kemampuan efektif untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Hasil penelitian pada variabel help tidak berhubungan. Ketidakbermaknaan hubungan ini terjadi karena sebagian besar Puskesmas memiliki nilai help yang kurang yaitu sebesar 53. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kinerja yang kurang. Misalnya, dukungan sarana dan prasarana yang belum memadai di Puskesmas. Hasil penelitian mengenai hubungan antara Incentive dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak, dapat dilihat melalui uji statistik menggunakan chi square p value < 0. 05 yakni Hal ini berarti ada hubungan antara incentive dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Menurut Paul Hersey. Kenneth H. Blanchard, dan Dewey E. Johnson, . terdapat tujuh indikator kinerja yang salah satunya adalah Motif merupakan alasan atau motivasi seseorang melakukan Manajer mendorong motivasi pengakuan, menetapkan tujuan, menetapkan standar yang dapat diterima, meminta umpan Incentive atau motivasi yang datang baik dari dalam maupun luar individu dan Motivasi merupakan dorongan bagi pegawai untuk menyelesaikan tugas atau menyelesaikan tugas tertentu . Banyak orang termotivasi untuk menyelesaikan tugas tertentu ketika mereka menerima imbalan. Hal ini sejalan dengan penelitian . yang mengatakan bahwa Faktor utama yang mempengaruhi kinerja perawat menurut model ACHIEVE berdasarkan sudut pandang manajer perawat dengan menggunakan metode AHP, mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan paling rendah: pemahaman peran, kompetensi, dan motivasi atau incentive, evaluasi, dukungan organisasi, lingkungan dan validity. Dari hasil penelitian di Puskesmas wilayah Kota Sukabumi didapatkan bahwa incentive/motivasi nya baik yaitu sebesar 73,3% dengan hasil kinerja yang sesuai target sebesar 60%. Sebagian besar Puskesmas penghargaan/reward dari atasan serta mendapatkan pengakuan atas hasil kerjanya. Hasil penelitian mengenai hubungan antara Evaluation dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak, dapat dilihat melalui uji statistik menggunakan chi square p value > 0. 05 yakni Hal ini berarti tidak ada hubungan antara evaluation dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Karyawan menerima umpan balik terus menerus tentang hasil kerja mereka. Tanpa adanya umpan balik, karyawan tidak mengetahui apa kekurangan pekerjaan pekerjaan mereka. Melalui proses umpan balik yang berkesinambungan, karyawan akan tahu apa yang mereka lakukan. Apabila pegawai http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) tidak mengetahui permasalahan kinerja, maka karyawan tersebut tidak bisa mencapai peningkatan kinerja. Anda harus diberitahu secara teratur tentang hasil evaluasi informal Anda sebelum evaluasi formal. Akar penyebab banyak masalah kinerja adalah kurangnya pelatihan dan umpan balik kinerja dalam . Hal ini sejalan dengan penelitian . yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara evaluation dengan kinerja. Dari hasil penelitian di Puskesmas wilayah Kota Sukabumi didapatkan bahwa evaluasi nya baik yaitu sebesar 93,3%. Hasil penelitian mengenai hubungan antara Validity dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak, dapat dilihat melalui uji statistik menggunakan chi square p value > 0. 05 yakni sebesar 0,002. Hal ini berarti ada hubungan antara validity dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Validity adalah kesesuaian, kejelasan dan kenyataan yang Hersey dalam . mengatakan bahwa validitas merupakan proses internal yang diciptakan oleh manajer terkait dengan sumber daya manusia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor sistem, yang ditunjukkan oleh sistem kerja dan peluang yang diberikan organisasi. Hal ini sejalan dengan penelitian . yang menyatakan bahwa Faktor utama yang mempengaruhi kinerja perawat menurut model ACHIEVE didasarkan pada sudut pandang manajer perawat yang menerapkan metode AHP, mulai dari kebutuhan primer hingga kebutuhan paling rendah: pemahaman peran, kompetensi, dan motivasi atau incentive, evaluasi, dukungan organisasi, lingkungan dan validity. Hasil penelitian mengenai hubungan antara Environment dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak, dapat dilihat melalui uji statistik menggunakan chi square p value > 0. 05 yakni 002, hal ini berarti ada hubungan antara environment dengan dengan kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Menurut Hersey dalam . Lingkungan mempengaruhi kinerja, meliputi kemampuan, kejelasan, dukungan dan motivasi dalam Faktor mempengaruhi kinerja dapat mencakup persaingan, perubahan kondisi pasar, dan peraturan pemerintah. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar pertumbuhan dan perkembangannya. Pada mengendalikan lingkungan, sehingga harus melakukan adaptasi terhadap lingkungan. Karyawan hanya dapat bekerja sesuai dengan Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kesesuaian antara pegawai dengan lingkungannya agar upaya peningkatan kinerja dapat diupayakan secara Hal ini sejalan dengan hasil penelitian . bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja adalah ability dan help. Namun, faktor clarity, evaluation dan environment Hal ini juga dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan utama kesehatan dalam mendeteksi kasus TBC baru. Tabel 3 Model Summary Analisis Multivariat Determinan Kinerja Programer TBC Dalam Penemuan Kasus Baru TBC dengan Investigasi Kontak Di UPTD Puskesmas wilayah Kota Sukabumi Model Summary Chage Statistic Mo R df Si 2 g. http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) baik, artinya sebagian besar sudah sesuai dengan target. ar m g e at e Hasil analisis multivariat variabel yang memiliki hubungan paling bermakna dengan kinerja programer TBC adalah Incentive. analisis didapatkan nilai R diperoleh 0. artinya, korelasi antara variabel incentive terhadap kinerja programmer TB dalam penemuan kasus baru TBC melalui investigasi kontak sebesar 0. R Square 0. 593 yang berarti programmer TB yang incentive nya baik memiliki peluang 3% lebih baik kinerjanya. Dengan kata lain, variabel incentive merupakan determinan atau variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja pengembang TBC dalam menemukan kasus TBC baru melalui survei kontak. UPTD Puskesmas wilayah Kota Sukabumi. Dan terdapat . % Ae59. 3% = 40. 7%) variabel atau faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini mempunyai peluang 40. Menurut Paul Hersey. Kenneth H. Blanchard, dan Dewey E. Johnson, . terdapat tujuh indikator kinerja. Dua diantaranya memilikia peran sangat penting, yaitu tujuan dan motif. Kinerja ditentukan oleh tujuan yang hendak dicapai dan untuk melakukannya diperlakukan adanya motif. Tanpa adanya motif untuk mencapai tujuan, kegiatan tidak akan berjalan. Dengan demikian, tujuan dan motif menjadi indikator utama dari kinerja. Namun, kinerja memerlukan adanya dukungan sarana, kompetensi, peluang, standard dan umpan KESIMPULAN Sebagian besar Programmer TBC di Puskesmas wilayah Kota Sukabumi memiliki kinerja yang Sebagian besar Programer TBC di Puskesmas wilayah Kota Sukabumi berusia 19-44 tahun. Sebagian besar pendidikannya Diploma dan Sebagian besar telah bekerja selama > 5 tahun. Ability memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi Pada variabel ability rata-rata yang menjawab benar 81. 32% dan masih ada yang menjawab salah sebesar Incentive memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Validity signifikan terhadap kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Environment memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Incentive merupakan variable yang mempunyai hubungan paling signifikan. Besarnya hubungan antara Incentive terhadap kinerja programmer TBC dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak memiliki peluang 59. 3% lebih baik kinerjanya dalam penemuan kasus baru melalui investigasi kontak. Bagi Dinas Kesehatan, penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan tambahan incentive dan penghargaan bagi programmer TBC yang sudah mencapai target dengan tujuan untuk pengembangan program dan mengoptimalkan investigasi kontak agar dapat meningkatkan upaya dalam menekan beban TBC. Dan bagi Puskesmas Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja programmer TBC dalam melakukan investigasi kontak di setiap puskesmas dan memberikan strategi tambahan kepada puskesmas untuk memaksimalkan deteksi kasus TBC baru. Dengan cara meninjau ulang sarana dan prasarana/fasilitas programmer TBC dalam penemuan kasus baru http://ejournal. id/index. php/jukmas Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) melalui investigasi kontak mulai dari ruangan, fasilitas alat periksa. ATK, media dan komputer serta meninjau ulang kembali beban tugas yang diberikan kepada programmer apakah memang sudah overload atau tidak agar pelaksanaan investigasi kontak bisa berjalan. Serta bisa memberikan dukungan yang terbaik bagi petugas dengan cara memberikan penghargaan kepada petugas yang sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan target. Ucapan Terimakasih Terimakasih yang sebesar-besarnya saya berkontrubisi terhadap penelitian ini. Daftar Pustaka