15-21 PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah PGMI: JURNAL PENDIDIKAN GURU MADARASAH IBTIDAIYAH VOLUME: 2 NO: 1TAHUN 2023 https://ejournal. id/index. php/pgmi/index PERAN SENTRAL ORANG TUA SERTA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI KEISLAMAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PEDULI SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR Imronah1. Rahmat Kamal2 UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan1,2 Email: imronah2512@gmail. Email: rahmatkamal@uingusdur. Article history Submitted / 12 / 2023 Accepted / 12 / 2023 Published / 12 / 2023 ABSTRACT : Social care is an action that has a social nature, such as helping each other to create a peaceful environment. TodayAos children are easily carried away by negative currents from outside parties. Therefore, here the central role of parents and teachers in schools is very much needed to shape the character of students so that they have good This research aims to determine the central role of parents and teachers in implementing Islamic values. As well as what efforts are made by parents and teachers to implement this. This research uses a descriptive qualitative approach. Where the data collection technique is by conducting a literature study. The subjects of this research were teachers, school principals, parents and students themselves. This research contributes to a further understanding of efforts to implement Islamic values to form a socially caring character in a primary school environment that is sustainable for the current and future Key word : Implementation. Parents. Teachers. Central Role. Students. Strategy. ABSTRAK : Kepedulian sosial itu adalah tindakan yang memiliki sifat sosial seperti membantu satu sama lain untuk menciptakan lingkungan yang damai. Anak zaman sekarang gampang sekali terbawa arus negatif dari pihak luar. Oleh karena itu, di sini peran sentral orang tua dan guru di sekolah sangat-sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter peserta didik agar memiliki budi pekerti yang baik. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sentral orang tua dan guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai Serta upaya apa saja yang dilakukan oleh orang tua dan guru dalam mengimplementasikan hal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif. Dimana teknik pengumpulan datanya dengan melakukan studi literatur. Subjek penelitian ini adalah guru, kepala sekolah, orang tua dan peserta didik itu sendiri. Penelitian ini Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah memberikan kontribusi dalam pemahaman yang lebih lanjut tentang upaya pengimplentasian nilai-nilai keislaman untuk membentuk karakter peduli sosial di lingkungan sekolah dasar yang berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Kata kunci: Implementasi. Orang Tua. Guru. Peran Sentral. Peserta Didik. Strategi. PENDAHULUAN Lembaga pendidikan merupakan unsur terpenting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan setiap manusia. Dengan adanya lembaga pendidikan diharapkan dapat memberikan transfigurasi dan kemajuan pada diri manusia. Selain itu, lembaga pendidikan juga merupakan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan individu serta masyarakat akan keterampilan dan sebuah ilmu pengetahuan sebagai bekal di masa depan yang akan datang, lembaga pendidikan sangat berperan dalam pembentukan kepribadian individu sejak dini. Oleh karena itu, sekolah dasar mempunyai tugas untuk menanamkan nilai-nilai keislaman guna membentuk karakter peduli lingkungan sosial di sekolah dasar. Hal ini dikarenakan memudarnya rasa empati terhadap sesama seperti timbulnya sikap egois, acuh tak acuh dengan keadaan temannya yang sedang tertimpa musibah, serta sering terjadinya perkelahian antar siswa yang semulanya bercanda hingga timbul cekcok dan saling mengejek satu sama lain. Kepedulian sosial adalah suatu bentuk tindakan yang memiliki jiwa sosial dengan saling membantu satu dengan yang lainnya untuk menciptakan lingkungan yang rukun serta damai sentosa. Hal ini dapat diwujudkan dengan rasa empati, menunjukkan keprihatinan kepada teman yang lain, saling membantu satu sama lain dan lain sebagainya. Karakter peduli lingkungan sosial merupakan suatu perilaku individu yang menunjukkan perhatian, kepedulian, dan pertisipasi dalam memperbaiki kondisi sosial yang ada di lingkungannya. Individu yang peduli akan lingkungan sosialnya akan memiliki kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain, bersedia membantu dan mendukung teman-temannya dalam kesulitan serta individu dengan karakter peduli sosial akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain di sekitarnya. Karakter peduli lingkunan sosial merupakan suatu karakter yang wajib dikembangkan di negara Indonesia tercinta ini. Penanaman karakter ini harus dilakukan secara maksimal sehingga dapat membentuk pribadi yang baik dan dapat memperkuat jati diri masing-masing individu yang memiliki jiwa peduli tanpa memandang budaya, ras, maupun agama. Hubungan penelitian yang sedang penulis teliti yiatu jika meninjau dari beberapa literatur yang ada, dalam penanaman karakter peduli lingkungan sosial di sekolah dasar ini peran guru maupun orang tua masih belum stabil. Sehinga hal ini masih terjadi banyak perilaku-perilaku yang menyimpang yang terkadang dilakukan oleh peserta didik. Penulis mengangkat judul ini dengan mempertimbangkan beberapa alasan diantaranya seorang guru kurang bisa memahami karakteristik dari masing-masing peserta didik, orang tua kurang memberikan perhatian yang cukup kepada anaknya dikarenakan orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga anak menjadi kurang perhatian. Penelitian ini sangat penting guna mengatasi permasalahan yang timbul di era perkembangan zaman yang semakin cepat. Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif karena penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena, melukiskan serta menggambarkan secara gamblang mengenai keterlibatan orang tua dan guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman pada pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial di lingkungan sekolah dasar. Subjek penelitian sendiri merupakan seseorang atau sesuatu yang dapat memberikan informasi atau keterangan yang jelas. Dalam penelitian kali ini, subjek penelitiannya adalah guru, kepala sekolah, orang tua dan peserta didik tingkat sekolah dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kali ini yaitu dengan melakukan studi literatur. Menurut Sarwo . studi literatur yaitu mempelajari bukubuku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk bisa mendapatkan sebuah masalah guna Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kisi-kisi pedoman penelitian dengan indikator nilai karakter peduli sosial dan teknik analisis data dilakukan dari berbagai data yang telah diperoleh menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang ada kemudian dianalisis serta diuraikan sehingga dapat memberikan pemahaman dan penjelasan yang bermakna. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengimplementasian nilai-nilai keislaman untuk membentuk karakter peduli sosial di lingkungan sekolah dasar masih belum sepenuhnya stabil. Hal ini dikarenakan kurangnya dorongan motivasi dari orang tua dan guru sebagai pendidik di sekolah. Setiap manusia pasti memiliki karakter-karakter yang unik yang dapat memengaruhi sikap, tindakan, serta bakatnya. Oleh karena itu pendidikan karakter itu sangat perlu diajarkan kepada peserta didik sejak dini untuk membentuk kepribadian yang berbudi pekerti yang baik. Banyak kita jumpai anak muda zaman sekarang yang tidak menampilkan karakter yang baik di depan umum. Setiap sekolah-sekolah khususnya sekolah dasar hendaknya membiasakan sikap peduli sosial di lingkungan sekolah dasar. Tidak hanya guru, yang ikut andil dalam proses pembiasaan ini. Namun, peran orang tua juga sangat diperlukan. Karena orang tualah yang memainkan peran sentral dalam memberikan contoh yang baik bagi ananya, membimbing dan menciptakan lingkungan yang dapat mendukung perkembangan nilai-nilai sosial anak-anaknya. Karakter peduli lingkungan merupakan suatu sikap yang dimiliki individu dalam perbaikan dan pengelolaan lingkungan secara benar dan juga berkelanjutan, sehingga terdapat manfaat yang selaras. Tujuan utama penerapan pendidikan karakter ini yakni untuk melahirkan dan juga membentuk peserta didik yang mempunyai sikap serta perilaku yang selaras dalam mencegah kerusakan lingkungan dan juga berupaya dalam memperbaiki kerusakan lingkungan dan juga berupaya memperbaiki kerusakan alam dapat terwujud (Putri, 2. Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkondisian yang dilakukan sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial mencakup hal fisik dan Pengkondisian fisik yang dilakukan sekolah adalah dengan memasang poster berkatian dengan karakter siswa yang diharapkan tertananam dalam diri siswa. Sekolah juga memasang tata tertib, aturan kode etik, dan program pembiasaan siswa sehingga siswa mengetahui dan menaati tata tertib aturan yang berlaku di sekolah. Kode etik siswa memuat aturan dan tata aturan sehingga siswa mengetahui cara bersikap dan bergaul yang baik dengan guru maupun dengan teman (Masrukhan, 2. Tidak hanya itu, peserta didik diharapkan dapat mengikuti program pembiasaan bagi peserta didik yang diberikan oleh sekolah agar peserta didik terbiasa berbuat dan bersikap baik. Upaya Mengimplementasikan Nilai-nilai Keislaman untuk Membentuk Karakter Peduli Sosial di Lingkungan Sekolah Dasar Pada era sekarang tantangan untuk membentuk karakter peduli sosial dalam diri seorang peserta didik tidaklah mudah. Untuk membangun karakter yang kokoh memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan aspek keagamaan. Nah salah satunya yaitu aspek nilai-nilai keislaman. Dalam konteks ini upaya untuk mengimplemnatsikan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah dasar menjadi langkah yang strategis untuk membentuk generasi yang cemerlang dan memiliki prestasi akademis serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Keterlibatan Orang Tua Orang tua sangat berperan besar dalam kehidupan anak-anaknya, sebagian waktu orang tua dihabiskan dalam lingkungan keluarga apalagi seorang anak yang masih di bawah pengasuhan atau anak usia sekolah dasar, terutama peran seorang Ibu. Oleh karena itu, keluarga atau orang tua menjadi faktor yang penting untuk mendidik seorang anak baik dalam tinjauan agama, sosial kemasyarakatan maupun tinjauan individu. Orang tua mempunyai peran penting dalam tugas dan tanggung jawabnya yang besar terhadap semua anggota keluarga yaitu dalam pembentukan karakter dan budi pekerti. Orang tua selayaknya role model atau panutan yang selalu ditiru dan dicontoh oleh anak-anaknya (Nur & Malli : 2. Peran orang tua di sini tidak boleh diabaikan. Melibatkan orang tua dalam upaya pengimplementasian nilai-nilai keislaman untuk membentuk karakter peduli sosial di lingkungan sekolah dasar dapat membentuk karakter peduli sosial pada anak-anak. Dengan membangun keterlibatan yang erat antara pihak sekolah dengan keluarga dari peserta didik, pihak sekolah dapat menciptakan generasi yang berprestasi dalam bidang akademis yang mampu menerapkan nilai-nila keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Nur & Malli: 2. dalam karya (M. Ngaliman Purwanto, 2. bentuk-bentuk peran orang tua adalah sebagai berikut: Peran Ibu: Sebagai sumber pemberi kasih sayang Sebagai pendidik dalam mengontrol emosi Tempat mencurahkan isi hati Sebagai pembimbung hubungan pribadi Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah Peran Ayah Sebagai sumber kekuatan dalam keluarga kecilnya Sebagai pemberi rasa aman bagi anggota keluarga Sebagai hakim atau penengah ketika terjadi perselisihan di dalam keluarga Sebagai pendidik dalam segi rasional Keberhasilan seorang anak dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari orang tuanya. Peran orang tua nantinya akan menentukan dan memengaruhi kehidupan seorang anak di masa yang akan datang. Orang tua harus bertanggung jawab untuk memberikan pengajaran yang baik kepada anak-anaknya dan membimbing juga mengarahkan ke jalan yang benar ketika anak tersebut menyimpang dalam menentukan arah hidupnya. Masing-masing orang tua memiliki cara yang berbeda dalam mendidik karkter yang mencerminkan perilaku yang baik. Ada juga orang tua yang memberikan hadiah ketika anak tersebut melakukan hal-hal yang terpuji. Menurut Verren dan teman-teman . implementasi nilai-nilai keislaman dalam membentuk karakter peduli sosial peserta didik ada sedikit paksaan serta arahan dari seorang guru dan orang Hal ini dilakukan melalui pembiasaan yang rutin dilakukan oleh peserta didik. Keterlibatan Guru Seorang guru tidak hanya sebagai agen mentransfer ilmu pengetahuan saja. Akan tetapi peran guru juga membentuk karakter-karakter dan etika peserta didiknya. Pada lingkungan sekolah dasar, seorang guru tidak hanya sebagai pengajar saja, akan tetapi sebagai seorang arsitek dalam upaya pembentukan karakter peserta didik. Salah satu pendekatan yang memperkuat untuk menciptakan sebuah lingkungan belajar yang sangat bermakna adalah melibatkan guru secara aktif dalam sebuah upaya pengimplementasian nilai-nilai keislaman yang memiliki tujuan untuk membentuk karakter peduli sosial dalam diri peserta didik. Nilai-nilai keislaman menjadi dasar yang kuat untuk meretas jalan tengah di pergulatan moral dan nilai di era modern ini. Pengimplementasian nilai-nilai keislaman ini tidak hanya berlangsung di dalam kelas saja, tetapi juga terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari . seorang guru dapat merancang kurikulum yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, seorang guru dapat memberikan konteks yang nyata dan relevan bagi peserta didiknya. Guru juga memiliki kekuatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menginspirasi. Ki Hajar Dewantara juga memberikan semboyan tentang peran seorang guru yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Ketiga semboyan tersebut jika diterapkan di sekolah akan memberikan dampak yang positif bagi peserta didik, terutama dalam pengembangan karakter pseduli sosial. Guru sebagai model bagi peserta didik harus memberikan teladan yang baik, terutama dalam hal peduli sosial ini (Budiyanto, 2. Sri Narwanti . menyebut guru sebagai role model yang perilakunya akan diimitasi . oleh muridnya. Dalam istilah Jawa guru sebagai orang yang digugu lan ditiru perlu memperhatikan apapun yang dikatakan dan dilakukannya Strategi Orang Tua untuk Mengajarkan Nilai-nilai Keislaman kepada Peserta Didik Strategi adalah sebuah cara. Atau pendekatan yang secara keseluruhan berkaitan dengan pelaksanaa, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu. Dalam strategi ini terdapat koordinasi yang terdiri dari tim kerja, memiliki sebuah tema, serta mengidentifikasikan faktor-faktor pendukung yang memiliki kesesuaian dengan prinsip Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah prinsip pelaksanaan gagasan secara efisien dan rasional dan memiliki sebuah taktik untuk dapat mencapai tujuan secara efektif (Yuni, 2. Orang tua harus mengajarkan dan menanamkan jiwa ketauhidan kepada anak bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah SWT. Orang tua juga harus mengajarkan dan membiasakan anak-anaknya untuk sholat tepat waktu. Selain itu juga orang tua harus berkata-kata sopan dan lembut ketika bertemu dengan orang lain yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Serta orang tua juga harus mencerminkan sikap yang baik kepada anaknya ketika berinteraksi langsung dengan orang lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi orang tua dalam mengajarkan nilai-nilai keislaman adalah serangkaian perencanaan yang dipakai untuk meningkatkan nilai-nilai keislaman yang ada untuk ditanamkan pada diri anaknya sejak usia dini. Serta diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan anak, berakhlak terpuji, cakap, kreatif, cerdas, mandiri, dan dapat menjadi anak yang bisa membanggakan orang tuanya. Strategi Guru untuk Mengajarkan Nilai-nilai Keislaman kepada Peserta Didik Dalam mengajarkan nilai-nilai keislaman peserta didik, seorang guru memegang peranan yang sangat penting juga yaitu dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Guru harus bisa memahami speserta didik mencakup latar belakang, kebutuhan dan minat peserta didik di bidang apa. Guru juga dituntut memberikan teladan yang positif dalam menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Cara yang digunakan bisa juga dengan melakukan sebuah pendekatan kepada peserta didik agar mau bersalaman atau berjabat tangan dengan teman. Jika peserta didik masih saja kesal, seorang guru akan sedikit menceritakan atau bernyanyi sebagai hiburan mengenai akibat saling bermusuhan dengan teman. Dengan hal itu, yang semulanya peserta didik tersebut bermusuhan akhirnya satu sama lain saling memaafkan (Khaerunnisa. Agar peserta didik memiliki karakter peduli sosial di lingkungan sekolah dasar, seorang guru memiliki strategi yang tepat. Oleh karena itu, berikut adalah macam-macam Menggunakan Contoh Kisah yang Bernuansa Islami Menggunakan Media Pembelajaran Islami Menggunakan Metode Pembelajaran yang Interaktif Memberikan umpan balik yang positif PENUTUP Keismpulan mengenai pembahasa di adas atalah pendidikan karakter peduli lingkungan sosial di sekolah dasar merujuk pada sebuah upaya sistematis untuk dapat membentuk serta mengembangkan nilai-nilai yang positif terkait dengan kepedulian sosial pada diri peserta didik. Pendidikan karakter ini bertujuan untuk membantu peserta didik dalam menghargai, merespons, dan memahami kebutuhan perasaan orang lain. Serta dappat menjadi anggota masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan Semua sekolah khususnya sekolah dasar hendaknya menerapkan sikap peduli Program Studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ngawi Jawa Tmur. Indonesia PGMI: Jurnal Pendidikan Guru Madarasah Ibtidaiyah sosial di lingkungan sekolah dasar. Bukan hanya seorang guru yang hanya berpartisipasi dalam proses prosedural ini. Namun, peran orang tua juga sangat penting. Sebab orang tua juga ikut andil dalam memberikan contoh yang baik kepada anaknya, membimbing dan menciptakan lingkungan yang dapat mendukung perkembangan nilai-nilai sosial DAFTAR PUSTAKA