JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Pruritus (Penyakit Kulit Gata. Dengan Menggunakan Teorema Bayes Arbauni Sakinah1 . Dicky Nofriansyah2 . Deski Helsa Pane 3 1,2,3 Sistem Informasi STM IK Triguna Dharma Email: sakinaharbauni@gmail. com, 2dickynofriansyah@ymail. com, 3,deskihelsa@gmail. Email Penulis Korespondensi: sakinaharbauni@gmail. AbstrakOe Salah satu penyakit yang berbahaya yaitu penyakit pruritus atau biasa di sebut penyakit gatal pada kulit, penyakit ini sedikit jarang terjadi sehingga Perlu mengoptimalkan khusus di bagian poli klinik kulit maka di butuhkan seorang pakar khusus untuk menangani penyakit ini. Penyebab Pruritus adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, kuman, dan virus yang berkembang biak di jaringan kulit sehingga kesehatan kulit perlu di jaga agar terhindar dari penyakit kulit. Biasanya pada masyarakat yang terkena penyakit Pruritus akan pergi ke RSU Haji M edan untuk memeriksakan penyakit gatal pada kulit yang di alaminya, namun di karenakan keterbatasan waktu baik karena dokter tidak ada ataupun karena pasien terlalu padat sering menjadi kendala, sehingga menyebabkan pasien tidak menerima pelayanan kesehatan. Untuk mengatasi maslah yang dijelaskan di atas, salah satunya dengan membangun sistem pakar. Dengan adanya bantuan teknologi komputer sistem pakar ini diharapkan dapat membantu mempermudah dalam mendiagnosa gejala penyakit Pruritus. untuk mendiagnosa penyakit Pruritus sistem pakar menggunakan metode Teorema Bayes dengan memasukan data kerusakan dan gejala-gejala. Sehingga dengan danya sistem pakar ini dapat mempermudah pengguna mendapatkan informasi tentang gejala dari penyakit Pruritus. Sehingga dapat membantu pengguna dalam menemukan solusi terhadap penyakit Pruritus. Kata Kunci: RSU Haji M edan. Sistem Pakar. Teorema Bayes. Pruritus. Virus. AbstracOe One of the dangerous diseases is pruritus or what is usually called itchy skin disease, this disease is quite rare so it needs special optimization in the skin clinic department so a special expert is needed to treat this disease. The cause of pruritus is a skin infection caused by bacteria, germs and viruses that multiply in the skin tissue, so skin health needs to be maintained to avoid skin Usually, people who suffer from pruritus will go to RSU Haji Medan to have their itchy skin checked, but due to lim ited time, either because the doctor is not available or because the patients are too busy, this often becomes an obstacle, resulting in patients not receiving health services. To overcome the problems described above, one way is to build an expert system. With the help of computer technology, this expert system is expected to help make it easier to diagnose the symptoms of Pruritus. To diagnose Pruritus, the expert system uses the Bayes Theorem method by entering data on damage and symptoms. So with the help of this expert system it can make it easier for users to get information about symptoms. from pruritus. So it can help users find solutions to Keywords: Bayes' Theorem. Expert System. Pruritus. RSU Haji Medan. Viruses. PENDAHULUAN Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang memberikan jasa dalam kesehatan di dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Rumah Sakit Umum Haji Medan merupakan sebuah rumah sakit pemerintah yang di kelola pemerintahan pusat dengan pemerintahan daerah provinsi Sumatera Utara terletak di lahan yang luas di pinggir an kota medan RSU Haji Medan sudah lama di dirikan dan berkerja dengan baik, sehingga sudah banyak masyarakat yang berdatangan untuk sekedar cek kesehatan bahkan sampai berobat ke rumah sakit tersebut dengan keluhan yang berbeda beda dari penyakit kulit, ginjal, dan beberapa penyakit lainnya. Salah satu penyakit yang berbahaya yaitu penyakit pruritus atau biasa di sebut penyakit gatal pada kulit, penyakit ini sedikit jarang terjadi sehingga Perlu mengoptimalkan khusus di bagian poli klinik kulit maka di butuhkan seorang pakar khusus untuk menangani penyakit ini. Penyebab Pruritus adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, kuman, dan virus yang berkembang biak di jaringan kulit sehingga kesehatan kulit perlu di jaga agar terhindar dari penyakit kulit . Biasanya pada masyarakat yang terkena penyakit Pruritus akan pergi ke RSU Haji Medan untuk memeriksakan penyakit gatal pada kulit yang di alaminya, namun di karenakan keterbatasan waktu baik karena dokter tidak ada ataupun karena pasien terlalu padat sering menjadi kendala, sehingga menyebabkan pasien tidak menerima pelayanan kesehatan. Berdasarkan uraian masalah di atas, menjadi dorongan bagi hadirnya teknologi informasi yang dapat menyampaikan dukungan klinis khususnya pada deteksi penyakit pruritus. Teknologi informasi tadi di namakan sistem ahli. Sistem pakar ini akan di manfaatkan untuk membantu serta meringankan tugas seseorang dokter untu k melakukan deteksi dini suatu penyakit. Sistem ahli ini akan menghimpun pengetahuan dari suatu penyakit, asal para ahli yakni dokter-dokter spesialis di bidang Guna melakukan deteksi apakah gejala tersebut tergolong alergi atau bukan, suatu sistem ah li harus dilengkapi oleh suatu metode untuk memecahkan masalah yang akan mencocokan kaidah -kaidah dalam basis pengetahuan menggunakan gejala-gejala yang ada sehingga di peroleh rekomendasi penyakit. Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, dan merupakan salah satu alternatif untuk mendiagnosa suatu Arbauni Sakinah, 2022. Hal 104 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index penyakit berdasarkan gejala-gejala yang terjadi. Melalui system pakar maka memudahkan dalam mendiagnosa sejauh mana tingkat keparahan kanker serviks yang diderita seseorang, dan tentunya juga memerlukan proses identifikasi yang akurat untuk memberikan hasil keputusan yang tepat. Metode identifikasi yang digunakan adalah metode bayes. Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk membantu penderita kanker serviks menentukan kemungkinan tingkat keparahan kanker yang diderita sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut . METODOLOG I PENELITIAN Penyakit Pruritus Pruritus merupakan istilah yang di gunakan untuk menggambarkan kondisi kulit dengan sensasi gatal dan tidak nyaman, sehingga menyebabkan pengidapnya selalu ingin menggaruk kulitnya. Sensasi gatal ini bisa muncul dibanyak tempat, mulai dari hidung atau seluruh bagian tubuh. Kadang jika semakin di garuk sensasi gatal malah semkin Oleh karena itu penting untuk memperhatikan kebiasaan menggaruk yang berlebihan. Pasalnya, hal tersebut bisa menimbulkan luka serta menyebabkan terjadinya infeksi skrunder. Kondisi ini bisa di alami siapa saja baik anak-anak , orang dewasa, maupun usia lanju. Pruritus biasanya dialami oleh sekitar 25 persen dari pengidap penyakit kuning, dan 50 persen oleh mereka yang mengalami gagal ginjal. 2 Sistem Pakar Sistem pakar merupakan cabang Artificial Intelligence (AI) yang membuat penggunan secara luas knowledge yang khusus untuk penjelasan masalah tingkat manusia yang pakar. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian dari ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik manusia, maka komputer harus diberi bekal pengetahuan d an kemampuan untuk menalar. Ketika sistem pakar dikembangkan pertama kali sekitar tahun 70-an sistem pakar hanya berisi knowlagde yang Namun demikian sekarang ini istilah sistem pakat ini digunakan untuk bergai macam sistem yang menggunakan teknologi sistem pakar. Teknologi sistem pakar ini meliputi bahasa sistem paka, program dan perangkat keras yang dirancang untuk membantu pengembangan dan pembuatan sistem pakar. Sistem pakar atau expert system adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh seorang pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang di dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat di selesaikan oleh orang awam. Unified Modeling Language Pada perkembangan teknik pemrograman berorientasi objek, muncul sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk pembangunan perangkat lunak yang di bangun dengan menggunakan teknik pemrograman berorienstasiobjek, yaitu Unified Modeling Language (UML). UML adalah bahasa spesifikasi standar yang dipergunakan untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membangun perangkat lunak. UML merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi untuk objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan siste m. Tujuan dan Kegunaan Sistem Pakar Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah memindahkan kepakaran dari seorang pakar kedalam komputer. Kemudian di transfer kepada orang lain yang bukan pakar . Proses ini meliputi empat kegiatan yaitu, : Akuisi pengetahuan . ari pakar atau sumber lainny. Representasi pengetahuan kedalam komputer Infrensi pengetahuan Pemindahan pengetahuan ke pengguna. Teorema Bayes Teorema Bayes merupakan suatu metode yang digunakan untuk menghitung ketidakpastian data menjadi data yang pasti dengan membandingkan data ya dan tidak. Probalitas bayes adalah salah satu cara untuk mengatasi ketidakpastian data dengan menggunakan formula bayes yang dinyatakan sebagai berikut : aAya ) = ycy . aAya ) ycu ycy . A A A . a ) Dengan: P(HAE) = Probalitas hipotesis H trjadi jika diberikan evidence E P(EAH) = Pobalitas munculnya evidence E, jika diketahui hipotesis H Arbauni Sakinah, 2022. Hal 105 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index P(H) P(E) = Probalitas hipotesis H tanpa memandang evidence apapun = Probalitas evidence . Teknik Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observassi dan wawancara sehingga diperoleh sampel data atau rangkuman mengenai berbagai macam penyakit dan gejala tersebut. Selain itu dilakukan juga analisis kebutuhan dari permasalahan yang ada sehingga dapat dilakukan permodelan sistem. Berikut tabel 1 adalah data penelitian alternative yang diperoleh,dapat dilihat di bawah ini: Tabel 1 Data Penelitian Penyakit Kode Gejala Gejala G01 Kulit G02 Kulit lecet bila E G03 Gatal- gatal G04 Kulit G05 Luka goresan G06 Pruritus Ani(P. Pruritus Senilis(P. Pruritus Noktural(P. Pruritus Scroti(P. Benjolan bintik-bintik E G07 Kulit kering pecah-pecah E G08 Kulit bersisik E G09 Kulit kering dan kurang E G010 Kulit pucat dan bintikbintik G011 Pada wanita <60th rambut meningkat dan E G012 Scotrum gatal G013 Radang Kulit G014 Gatal-gatal Semakin Sering E Berikut tabel 2 adalah Nilai kriteria yang digunakan dalam penentuan status kearsipan , dapat dilihat d bawah ini: Arbauni Sakinah, 2022. Hal 106 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Tabel 2. Nilai Probalitas Kode Penyakit Kode Gejala Probalitasnya P01 G01 G02 G03 G04 G014 P02 G011 G010 G09 G06 P03 G01 G05 G06 G07 G08 P04 G012 G013 G014 Contoh Kasus: Pada bulan oktober 2021 terdapat beberapa keluhan pada pasien di RSU Haji Medan dengan gejala di antaranya mengalami kulit kemetahan, scotrum gatal , dan benjolan bintik-bintik pada kulit. Maka hasil diagnosa dari gejala tersebut adalah : Mendefinisikan terlebih dahulu nilai probabilitasnya dari setiap edvance untuk tahap hipotesis: G01 = p(EAH1 ) =0,5 G012 = p(EAH12 )= 0,2 G06 = p(EAH6 ) =0,4 Kemudian mencari nilai sementara dengan menjumlahkan dari hipotesis : ycA Oc K = 1 = G1 U . Gn yaycA ycA Oc K = 1 = 0,5 0,2 0,4 = 1,1 yaycA Setelah hasil penjumlahan diketahui, maka didapatlah rumu untuk menghitung nilai semesta adalah nilai sebagai Ea1 ycy. a1 ) = ycu Ocyco =1 G012 = P(EAH12 ) = G013= P(EAH13 ) = G014 = P(EAH14 ) = = 0,4545 = 0,1818 = 0,3636 Setelah nilai P(H. diketahui, probalitas hipoteis H tanpa memandang evidence apapun, maka langkah selanjutnya adalah: Oc = ycy . aycn ) O ycy. aAyaycn Oe yc. yco=1 Arbauni Sakinah, 2022. Hal 107 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index ycu Oc = ( 0,4545 O 0,. ,1818 O 0,. ,3636 O 0,. = 0, 4089 yco=1 Langkah selanjutnya mencari nilai P(HiAE) atau probalitas Hi benar jika diberikan evidence H: O . aAyaycn ) p(HiAE) = 1 Ocycuyco=1 0,4545 O 0,5 ycy . aycnAya ) = = 0,5557 0,4089 0,1818 O 0,2 ycy . aycnAya ) = = 0,8398 0,4089 0,3536 O 0,4 ycy . aycnAya ) = = 0,3556 0,4089 Setelah seluruh nilai P(HiE) diketahhui, maka jumlahkan seluruh bayesnya dengan rumus sebagai berikut: ycu Oc ycaycaycyceyc = yaAycaycyceyc1 U yaAycaycyceyc yco=1 ycu Oc yaAycaycyceyc = ( 0,0557 O 0,. ,8398 O 0,. ,3556 O 0,. = 0,4377 yco=1 Berdasarkan perhitungan dengan metode Teorema Bayes di atas di peroleh nilai penafsiran sejumlah 0,4377 atau 4377% di RSU Haji Medan terdapat beberapa keluhan pasien dengan keluhan gejala di atas di diagnose penyakit pruritus noktural atau biasa di sebut rasa gatal pada malam hari yang mengganggu kualitas tidur. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Pengujian sistem Implementasi sistem merupakan tahapan dimana suatu sistem akan dijalankan dan diuji, apakah telah sesuai dengan rancangan atau tidak. Tahapan implementasi sistem dimulai dari form login kemudian lanjut ke form utama dan form-form data lainnya. Gambar 1. Tampilan Form Penyakit Pada tampilan form data penyakit ditampilkan sesuai data penyakit yang telah diinput . Pengguna dipersilahkan memilih kode penyakit. Dalam kasus ini terdiri dari 4 cabang penyakit. Pada form ini pengguna dapat mengetahui bagaimana solusi dari penyakit yang dialami Arbauni Sakinah, 2022. Hal 108 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Gambar 2. Tampilan Form Datata Gejala Pada bagian pemilihan gejala, ditampilkan sesuai dengan jumlah gejala yang telah diinput pada form gejala. Pengguna dipersilahkan memilih gejala. Dalam kasus ini terdiri dari 14 gejala, pengguna dapat memilih gejala yang telah dialami setelah selesai memilih gejala yang dialami pengguna dapat melanjutkan menyimpan dan mengeklik tombol simpan. Adapun fungsi-fungsi tombol yang terdapat dalam form yaitu: Ubah : dapat mengubah gejala yang telah dipilih Simpan : dapat menimpan gejala yang telah diinput Gambar 3 Tampilan Form Diagnosa Pada bagian form diagnosa ditampilkan sesuai dengan 14 jenis data gejala pasien , pengguna dapat memilih beberapa gejala yang di alami lalu pengguna mengisi identitas pasien seperti nama, jenis kelamin, dan usia. Lalu pengguna dapat memproses dan dapat sebuah hasil diagnosa dari gejala yang pasien alami. Arbauni Sakinah, 2022. Hal 109 JURNAL CYBER TECH STMIK TRIGUNA DHARMA P-ISSN : 2988-2508 . E-ISSN : 2987-9604 Volume 5. Nomor 1. Edisi Januari 2022 https://ojs. id/index. php/jct/index Gambar 4 Tampilan Form Hassil Diagnosa KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Sistem Pakar yang telah dibangun maka penyakit Pruritus dapat didiagnosa dengan cepat. sehingga sangat membantu pengguna sehingga membutuhkan hsail diagnosa penyakit Pruritus. Sistem Pakar Mendiagnosa penyakit Pruritus dengan metode Teorema Bayes yang dibangun dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 2010 dan database Microsoft Access 2010 dapat mempermudah pengguna melakukan pendataan dan pemilihan gejala penyakit Pruritus serta menghasilkan output berupa print out dapat di lakukan dengan cepat dan tanpa membutuhkan biaya. Sistem Pakar mendignosa penyakit Pruritus yang dirancang dapat memecahkan masalah yang dihadapi oleh banyak pengguna yakni masalah ketidaktahuan terhadap penyakit Pruritus . enyakit gatal pada kuli. Dengan diterapkannya sistem ini diharapkan segala kendala tentang ketidaktahuan dan kesalahan yang berhubungan dengan masalah pen yakit Pruritus dapat diatasi dengan efektif dan UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih diucapkan kepada kedua orang tua dan Bapak Dr. Dicky Nofriansyah,S. Kom,. Kom Bapak Deski Helsa Pane,S. Kom,. Kom atas bimbingannya sehingga penelitian ini dapat diseles aikan serta pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya penelitian ini. REFERENCES