Analisis perhitungan biaya produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam menetapkan harga pokok produksi roti pada Toko Kartini Taufik Rahmat Maksud Corresponding author: taufikmaksud064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Hendrik Manossoh Sam Ratulangi University - Indonesia Djeini Maradesa Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords production cost cost of goods manufactured full costing variable costing JEL Classification D24 M21 M41 Received 10 February 2024 Revised 25 February 2024 Accepted 26 February 2024 Published 26 February 2024 ABSTRACT Production costs are costs that include all costs, either directly or indirectly that can be identified with the activities of processing raw materials into finished Cost of goods manufactured is a collection of costs that have been incurred and processed that occur in a process of producing goods consisting of raw material costs, direct labor costs and factory overhead costs. The full costing method is a method for determining the cost of goods manufactured by charging all fixed and variable production costs to the products produced. The variable costing method is a method for determining the cost of goods manufactured by only taking into account variable production costs. The purpose of this study was to determine how to analyze the calculation of production costs using the full costing and variable costing methods in determining the cost of production of bread products at Toko Kartini. This study used qualitative approach with a descriptive analysis. The results of this study show that the calculation of the cost of goods produced when applied the full costing method and variable costing get different results compared to company's method. The full costing method gets bigger results than the companyAos method, while the variable costing method gets smaller results than companyAos method, as well as the full costing method which gets bigger results than when calculated using the variable costing method. A2024 Taufik Rahmat Maksud. Hendrik Manossoh. Djeini Maradesa This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Pendahuluan Perkembangan perekonomian di Indonesia menyebabkan persaingan bisnis antar perusahaan semakin tinggi di berbagai Kondisi ini mengakibatkan setiap perusahaan berlombalomba untuk meningkatkan kualitas produksinya dengan tujuan utama untuk memperoleh keuntungan yang maksimum. Salah satu strategi untuk menghadapi persaingan adalah perusahaan perlu menetapkan harga pokok produksi secara akurat agar terhindar dari Akan tetapi, masih banyak perusahaan yang menetapkan harga pokok produksi melalui penghitungan biaya produksi secara Biaya produksi merupakan biaya yang terkait secara langsung ataupun tidak langsung pada kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Informasi biaya produksi sangat diperlukan guna membantu perusahaan dalam menentukan harga jual produk yang digunakan untuk mencapai rencana laba. Pada penghitungan biaya produksi dibutuhkan beberapa informasi yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan biaya produksi hingga penetapan harga pokok produksi yaitu full costing dan variable costing. Toko Kartini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kuliner dengan produk aneka roti dan kue sejak tahun 1955 di Jl. Jendral Sudirman No,2. Pinaesaan. Kec. Wenang. Kota Manado. Sulawesi Utara. Salah satu permasalahan dalam perusahaan ini adalah masih menerapkan metode sederhana dalam penghitungan biaya produksi hingga penetapan harga pokok produksi. Berdasarkan permasalahan maka tujuan penelitian ini adalah bagaimana penentuan biaya produksi hingga penetapan harga pokok produksi dengan menerapkan metode full costing dan variable Tinjauan Secara konsep, akuntansi manajemen merupakan bagian ilmu akuntansi yang bertujuan untuk menyediakan informasi bagi manajemen dalam mengelola organisasi sekaligus sebagai dasar pengambilan keputusan atas permasalahan yang ada (Kholmi. Menurut Sujarweni . , salah satu tujuan akuntansi manajemen adalah untuk menyediakan informasi yang dapat digunakan sebagai penentuan harga pokok produk termasuk dasar untuk melakukan perencanaan, evaluasi, perbaikan berkelanjutan, dan pengambilan keputusan. Bagian ilmu akuntansi lainnya adalah akuntansi biaya atau proses untuk mencatat, menggolongkan, meringkas, menyajikan biaya pembuatan produk atau jasa dengan cara tertentu beserta penafsirannya (Ramdhani et al. , 2. Menurut Iryanie dan Handayani . , beberapa fungsi akuntansi biaya antara lain adalah: . melakukan perhitungan dan pelaporan biaya Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. harga pokok suatu produk. merinci harga pokok produk. penyediaan informasi sebagai dasar perencanaan biaya dan beban. dasar penyusunan anggaran. penyediaan informasi biaya sebagai dasar pengendalian manajemen. Firdaus dan Qomariyah . menjelaskan bahwa manfaat dari informasi harga pokok produksi adalah untuk menentukan harga jual produk, dasar penafsiran biaya produksi, memantau realisasi biaya produksi, dan dasar penghitungan laba/rugi. Sebagai penentu harga pokok produksi, biaya produksi adalah biaya-biaya yang melekat pada produk baik langsung maupun tidak langsung yang teridentifikasi dalam kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi (Harnanto, 2. Harahap dan Tukino . mengurai komponen biaya produksi sebagai berikut. Biaya bahan baku langsung . irect raw material cos. merupakan bagian terbesar dalam produksi barang jadi serta memiliki nilai yang relatif lebih besar. Biaya tenaga kerja langsung . irect labor cos. merupakan upah bagi karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi. Biaya overhead pabrik . actory overhea. merupakan biaya yang dapat berupa bahan penolong, tenaga kerja tidak langsung, dan biaya lain . isalnya penyusutan alat pabri. Biaya produksi dapat diklasifikasikan dengan beberapa metode antara lain full costing dan variable costing. Mulyadi . dan Sujarweni . mendefinisikan metode full costing sebagai metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan seluruh unsur biaya produksi . ahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik yang berperilaku variabel maupun teta. ke dalam harga pokok produksi. Sebaliknya. Mulyadi . dan Sujarweni . mendefinisikan metode variable costing sebagai metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan biaya produksi variabel saja. Bukti empiris dari Siswanti . Febrianty dan Muchlis . Dewi dan Bahari . Harefa et al. Karyadi dan Murah . Sulastri dan Wirman . , dan Median et al. menunjukkan bahwa penghitungan harga pokok produksi dengan metode variable costing cenderung memberikan nilai yang lebih rendah daripada metode full costing. Metode Pendekatan dalam penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Fokus penelitian ini adalah menganalisis, menguraikan, menjelaskan dan membandingkan perhitungan biaya produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam menetapkan harga pokok produksi produk roti pada Toko Kartini. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah biaya produksi dari produk roti tawar, roti sobek cokelat, dan roti sobek keju. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. adalah observasi . engamatan langsung dan mengidentifikasi biaya-biaya yang digunakan selama proses produks. , wawancara . ersama pemilik usaha beserta beberapa karyawa. , dan Tahapan analisis dalam penelitian ini disajikan Identifikasi dan evaluasi alokasi biaya produksi . ahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabri. Penghitungan biaya produksi berdasarkan full costing dan variable costing. Penghitungan harga pokok produksi berdasarkan full costing dan variable costing. Membandingkan hasil penghitungan berdasarkan full costing, variable costing, dengan metode yang diterapkan oleh Penarikan kesimpulan atas penghitungan harga pokok produksi yang sesuai. Hasil dan Biaya produksi Biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat memproduksi roti tawar, roti sobek cokelat, dan roti sobek keju yaitu terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Berdasarkan hasil wawancara, hasil produksi ratarata per bulan dari Toko Kartini adalah 1. 500 unit untuk per masingmasing produk . oti tawar, roti sobek cokelat, dan roti sobek kej. Tabel 1 menyajikan perbandingan biaya produksi menurut penghitungan perusahaan, metode full costing, dan metode variable Tabel 1. Biaya produksi Roti Tawar Roti Sobek Cokelat Roti Sobek Keju Total biaya Penerapan perusahaan Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja tidak Biaya overhead pabrik variabel Jumlah biaya produksi 9,871,825. 3,766,724. 1,255,574. 13,704,325. 5,229,065. 1,743,021. 15,735,825. 6,004,210. 2,001,403. 39,311,975. 15,000,000. 5,000,000. 1,155,128. 16,049,253. 1,603,579. 22,279,991. 1,841,291. 25,582,730. 4,600,000. 63,911,975. Full costing Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik tetap Biaya overhead pabrik variabel Jumlah biaya produksi 9,871,825. 3,766,724. 2,790,096. 1,155,128. 17,583,774. 13,704,325. 5,229,065. 3,873,284. 1,603,579. 24,410,254. 15,735,825. 6,004,210. 4,447,451. 1,841,291. 28,028,778. 39,311,975. 15,000,000. 11,110,832. 4,600,000. 70,022,807. 9,871,825. 3,766,724. 1,155,128. 14,793,678. 13,704,325. 5,229,065. 1,603,579. 20,536,970. 15,735,825. 6,004,210. 1,841,291. 23,581,326. 39,311,975. 15,000,000. 4,600,000. 58,911,975. Variable costing Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik variabel Jumlah biaya produksi Sumber: data olah, 2023 Secara teknis, perusahaan menghitung biaya produksi dengan mengakomodir biaya tenaga kerja tidak langsung sebesar Rp. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. 5,000,000 yang sebenarnya adalah beban karyawan di bidang Selain itu, perusahaan juga tidak mengakomodir biaya overhead pabrik tetap yang berasal dari biaya penyusutan mesin dan peralatan serta biaya listrik dalam penghitungan biaya Penelitian ini melakukan realokasi biaya sesuai metode full costing dan variable costing dimana beban karyawan di bidang administrasi tidak akan diakomodir dalam biaya produksi. Sebaliknya, penelitian ini mengakomodir biaya overhead pabrik tetap pada penghitungan biaya produksi khususnya pada metode full costing. Akan tetapi, penelitian ini hanya menggunakan biaya yang bersifat variabel untuk penghitungan biaya produksi menurut metode variable costing. Konsisten dengan temuan dari Siswanti . Febrianty dan Muchlis . Dewi dan Bahari . Harefa et al. Karyadi dan Murah . Sulastri dan Wirman . , dan Median et al. , hasil analisis menunjukkan bahwa metode variable costing menghasilkan biaya produksi per produk lebih rendah dibandingkan metode lainnya. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa biaya produksi per produk dari metode full costing memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan penerapan perusahaan dan metode variable costing. Tabel 2 menyajikan hasil penghitungan biaya produksi per produk berdasarkan penerapan perusahaan, metode full costing, dan metode variable costing. Tabel 2. Biaya produksi per produk Roti Tawar Penerapan perusahaan Jumlah biaya produksi 16,049,253. Jumlah produksi . 1,500 Biaya produksi per produk 10,700 Full costing Jumlah biaya produksi Jumlah produksi . Biaya produksi per produk Variable costing Jumlah biaya produksi Jumlah produksi . Biaya produksi per produk Sumber: data olah, 2023 Kesimpulan Roti Sobek Cokelat Roti Sobek Keju 22,279,991. 1,500 14,853 25,582,730. 1,500 17,055 17,583,774. 1,500 11,723 24,410,254. 1,500 16,274 28,028,778. 1,500 18,686 14,793,678. 1,500 9,862 20,536,970. 1,500 13,691 23,581,326. 1,500 15,721 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penentuan biaya produksi dengan menerapkan metode full costing dan variable costing. Penentuan biaya produksi merupakan dasar dari strategi penentuan harga jual dalam menghadapi persaingan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penghitungan biaya produksi dengan menggunakan metode full costing menghasilkan nilai lebih besar dibandingkan metode variable costing dan hasil Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. penerapan perusahaan. Hal ini disebabkan metode full costing mengakumulasi semua biaya yang terjadi dalam proses produksi yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tetap, dan biaya overhead pabrik variabel. Sebaliknya, metode variable costing hanya mengakumulasi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel saja tanpa melibatkan biaya tetap. Perusahaan perlu mempertimbangkan penerapan metode full costing dalam penentuan harga produk. Hal ini disebabkan metode full costing memperhitungkan seluruh biaya tetap dan biaya variabel sehingga mencegah terjadinya risiko kerugian. Akan tetapi, perusahaan juga perlu mempertimbangkan penerapan metode variable costing dalam menghitung biaya produksi guna menghadapi kondisi persaingan Daftar Dewi. , & Bahari. Analisis perbandingan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam penetapan harga jual pada Dian Konveksi. Tamwil: Jurnal Ekonomi Islam, 8. , 99-110. DOI: 10. 31958/jtm. Febrianty. , & Muchlis. Analisis perbandingan metode full costing dan variable costing dalam penetapan harga pokok produksi (Studi pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta JeAoneberang Kabupaten Gow. Isafir: Islamic Accounting and Finance Review, 1. , 71-83. DOI: 10. 24252/isafir. Firdaus. , & Qomariyah. Penentuan harga pokok produksi dengan metode full costing sebagai dasar penentuan harga jual: Studi kasus pada batik di Batik Sekarjati Star Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Jombang: LPPM Universitas KH. Wahab Hasbullah. Harahap. , & Tukino. Akuntansi Biaya. Cetakan Pertama. Batam: CV. Batam Publisher. Harefa. Zebua. , & Bawamenewi. Analisis biaya produksi dengan menggunakan metode full costing dalam perhitungan harga pokok produksi. Jurnal Akuntansi. Manajemen Ekonomi, 1. , https://jamane. com/index. php/journal/article/vie w/36 Harnanto. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Penerbit Andi. Iryanie. & Handayani. Akuntansi Biaya. Banjarmasin: Poliban Press. Karyadi. & Murah. Analisis perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan variable costing (Studi kasus pada Perusahaan Tenun Gedongan Putri Rinjani. Kembang Kerang AIKMEL. Lombok Timur Tahun Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Gunung Rinjani, 10. , 160-173. DOI: 10. 53952/jir. Kholmi. Akuntansi Manajemen. Malang: UMMPress. Median. Sihabudin, & Fauji. Analisis perbandingan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variable costing dalam menentukan harga jual pada UMKM. Journal of Trends Economics and Accounting Research, 4. , https://journal. org/index. php/jtear/article/view/878 Mulyadi. Akuntansi Biaya. Yogyakarta: UPP-STIM YKPN. Ramdhani. Merida. Hendrani. , & Suheri. Akuntansi Biaya: Konsep dan Implementasi di Industri Manufaktur. Yogyakarta: CV. Markumi. Siswanti. Analisis perbandingan metode full costing dan variable costing dengan metode perusahaan dalam perhitungan harga pokok produksi pada UD Mekarsari. Jurnal Bisnis & Akuntansi Unsurya, 1. , 44-58. DOI: 10. 35968/jbau. Sujarweni. Akuntansi Manajemen: Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Sulastri. , & Wirman. Analisis komparatif perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variable costing (Studi kasus pada UMKM Mawflorist Karawan. Moneter-Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10. , 27-31. DOI: 10. 31294/moneter.