Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 1 No. eISSN: 2797-1902 Success Factor of Entrepreneurship Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi . Dewi Probowati Setyaningrum Department of Management. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia eps135@ums. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 11/01/2021 Revised: 16/02/2021 Accepted: 18/02/2021 Abstract Entrepreneurship is an important issue because the findings of a number of studies show mixed In this regard, the identification of successful entrepreneurial factors becomes a reference for mapping important aspects of entrepreneurship itself. The purpose of this research is to examine the success of entrepreneurial factors using purpose sampling consisting of 200 female students. The results show that the variables of knowledge, capital and social factors have a positive effect on the success of entrepreneurial factors. Discussions and limitations are presented so that they become a reference for further research. Keywords: Entrepreneurship. Knowledge. Capital. Social Factors Sukses Faktor Kewirausahaan Abstrak Kewirausahaan menjadi salah satu isu yang penting karean temuan sejumlah riset menunjukan hasil beragam. Terkait hal ini, identifikasi sukses faktor kewirausahaan menjadi acuan untuk memetakan aspek penting dari kewirausahaan itu sendiri. Tujuan dari riset ini menguji sukses faktor kewirausahaan menggunakan purpovise sampling yang terdiri 200 Hasilnya menunjukan variabel pengetahuan, permodalan dan faktor sosial berpengaruh positif terhadap sukses faktor kewirausahaan. Pembahasan dan keterbatasan disampaikan sehingga menjadi acuan untuk riset lanjutan. Kata-kata kunci: Kewirausahaan. Pengetahuan. Permodalan. Faktor Sosial Pendahuluan Riset kewirausahaan menjadi salah satu isu yang menarik karena sejumlah penelitian menunjukan hasil beragam . Riset Al-Kwifi et al. , . menjelaskan fakta keberagaman tantangan yang dihadapi pengusaha wanita pasca berwirausaha cukup banyak tetapi masih sedikit yang melakukan kajian dari problem sebelum melakukan bisnis. Hasil risetnya memberi gambaran pengetahuan tentang memulai bisnis adalah persoalan utama yang menjadi kendala serius. Hasil riset tersebut mengacu 507 sampel dari 6 Universitas di Arab Saudi. Temuan dari Odewale, et al. , . memberikan gambaran urgensi pandangan calon wirausahawan mengacu ketrampilan komunikasi, pengetahuan teknis dan aspek inovasi yang melibatkan 260 mahasiswa pascasarjana di Universiti Utara Malaysia dengan analisis Hasilnya bahwa pengetahuan teknis dan inovasi berperan signifikan mempengaruhi pandangan dari mahasiswa sementara aspek ketrampilan komunikasi tidak berpengaruh. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi. Dewi Probowati Setyaningrum Temuan ini memberikan rekomendasi pentingnya bagi pengambil kebijakan dan kurikulum untuk memberikan pendalaman terkait kedua hal yang berpengaruh tersebut. Riset Kim, et al. , . memberikan gambaran urgensi membangun startup atau bisnis rintisan baru dan sukses faktornya. Dengan metode AHP - Analytic Hierarchy Process yang melibatkan 24 ahli . dari usaha kecil berbasis desain dan 12 usaha kecil Ae menengah yang berbasis teknolog. menunjukan komersialisasi ide adalah faktor keberhasilan yang terpenting dalam membangun bisnis startup, selain faktor kewirausahaan, inovasi, teknologi dan juga aspek ekonomi. Temuan lain dari Kumar dan Patrick . , menjelaskan peran penting motivasi para wanita pengusaha salon kecantikan di Bangalore. India. Riset ini melibatkan 81 wanita pengusaha dengan temuan bahwa faktor eksternal, internal dan juga faktor pendukung misal fasilitas, penghargaan, pendidikan dan kompetensi menjadi kunci dari motivasi wanita menjadi pengusaha salon kecantikan. Temuan lain menjadikan penguat bahwa bisnis dari salon kecantikan mampu meningkatkan status sosial, mudah dikelola, dan mendukung finansial untuk kepentingan profesional dan juga keluarga. Keberagaman sukses faktor wirausaha juga diuraikan oleh Rani & Hashim . dengan model riset memadukan 5 variabel (Entrepreneurial Characteristics. Need for Achievement. Risk Taking. Self-Confidence dan Creative and Innovativ. Meski masih berupa model tapi acuan model memberi gambaran keberagaman sukses faktor yang mendukung keberhasilan pelaku wirausaha tanpa mengesampingkan suskes faktor lain yang juga menjadi acuan riset Hasil riset Khelil . menunjukan bahwa suskes faktor kewirausahaan tidak bisa terlepas dari problem kegagalan yang harus dihadapi. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi pelaku wirausaha untuk dapat mencermati dan memetakan problem dari kegagalan sejumlah pelaku wirausaha dari berbagai model usaha karena hal ini justru akan menjadi stimulus untuk menciptakan peluang sukses menjadi lebih besar. Temuan Meyer dan Mostert . juga menegaskan pentingnya memacu etos kewirausahaan di Afrika Selatan untuk mereduksi kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu, pemberdayaan wanita bisa membantu pengembangan kewirausahaan yang tidak saja bermanfaat untuk memacu pendapatan keluarga tapi juga bagi negara. Model riset ini melibatkan 14 wanita yang mengikuti suatu program kewirausahaan di South African University dan hasilnya juga memberikan gambaran problem pendanaan dan aspek keuangan, meski di sisi lain ada temuan pengaruh pentingnya layanan bagi pelanggan, optimalisasi kualitas produk dan pentingnya meningkatkan ketrampilan bisnis untuk mensikapi semua perubahan. Penjabaran diatas memberikan suatu gambaran bahwa sukses faktor yang dapat mendukung kewirausahaan dipengaruhi oleh banyak hal. Oleh karena itu, dari hasil sejumlah riset diatas maka tujuan riset ini yaitu untuk menguji sukses faktor dibalik Isu riset kewirausahaan menarik dikaji tidak saja karena ada temuan sejumlah riset hasil beragam seperti telah dibahas diatas tetapi juga fakta pandemi yang terjadi dan juga imbas resesi sebagai dampak sistemik pandemi itu sendiri. Oleh karena itu, kajian kewirausahaan tidak hanya berkepentingan terhadap pendalaman kajian teoritis semata tetapi juga implikasi terkait tujuan praktis yang memberikan pemahaman tentang arti pentingnya suskes faktor kewirausahaan. Identifikasi dari salah satu faktor bagi pengembangan kewirausahaan tidak dapat terlepas dari pentingnya pengetahuan, baik itu formal atau non-formal sehingga peran dari pendidikan berpengaruh penting bagi sukses faktor kewirausahaan. Hal ini tidak saja bagi Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi. Dewi Probowati Setyaningrum kaum pria tapi juga wanita. Oleh karena itu, pendidikan berkelanjutan, baik secara formal atau non-formal secara tidak langsung menjadi komponen penting dari sukses faktor kewirausahaan . , . Jadi, hipotesa pertama riset pada ini bahwa pengetahuan diduga berpengaruh positif terkait sukses faktor kewirausahaan. H1: pengetahuan berpengaruh positif pada sukses faktor kewirausahaan. Kewirausahaan tidak bisa terlepas dari permodalan dan pendanaan sehingga besar kecilnya jenis usaha yang dirintis tentunya akan berkaitan dengan kebutuhan modal. Hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa modal menjadi salah satu kunci dari sukses kewirausahaan meskipun di sisi lain ada juga faktor lain yang mendukung. Jadi, meskipun modal bukan satu-satunya faktor penting tetapi keberadaanya tidak bisa lalu diabaikan . , . Terkait hal ini maka hipotesa kedua yang diajukan yaitu permodalan berpengaruh positif bagi sukses faktor kewirausahaan. H2: permodalan diduga berpengaruh positif terkait sukses faktor kewirausahaan. Sukses faktor lain dari kewirausahaan pada dasarnya juga mengacu ada dukungan dari faktor sosial, baik langsung atau tidak langsung. Argumen yang mendasari karena adanya faktor sosial menjadi stimulus bagi individu untuk bekerja lebih aktif, giat dan berkontribusi bagi individunya dan sosial. Oleh karena itu, peran penting dari faktor sosial juga menjadi kunci sukses faktor kewirausahaan, tidak hanya di negara maju tetapi juga banyak kasus di negara miskin berkembang . , . Hal ini menjadi argumen pembentukan hipotesa ke-3 riset ini yaitu faktor sosial diduga berpengaruh positif terhadap sukses faktor H3: faktor sosial diduga berpengaruh positif terhadap sukses faktor kewirausahaan. Dari penjelasan diatas maka model penelitian yang akan diuji dalam riset ini disajikan pada Gambar 1 sebagai berikut: Gambar 1. Hipotesa Penelitian Penjelasan dari ketiga hipotesa diatas maka acuan model penelitian untuk dapat menjawab rumusan masalah dalam riset ini terkait sukses faktor kewirausahaan yaitu sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Metode Metode yang digunakan pada riset ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan analisis regresi untuk menguji hubungan antar variabel yaitu pengaruh pengetahuan, permodalan dan juga faktor sosial terhadap sukses faktor kewirausahaan. Pengujian asumsi klasik sesuai acuan riset dilakukan untuk mendapatkan semua prosedural yang dipersyaratkan sehingga aspek generalisasi hasilnya sesuai kaidah ilmiah yang bisa dipertanggunjawabkan. Sampel pada penelitian ini mencakup 200 mahasiswi Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dilakukan secara daring memanfaatkan Google Form yang dilakukan pada rentang waktu 11-15 Januari 2021. Pemilihan secara daring dari penyebaran kuesioner riset terkait pandemi Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi. Dewi Probowati Setyaningrum sehingga pilihan ini diharapkan tetap dapat menggumpulkan kuesioner sesuai protokol kesehatan tanpa mengurangi esensi dalam pencarian data. Sampel dipilih dari mereka yang berwirausaha dan lulus mata kuliah kewirausahaan . urposive samplin. Kuesioner pada riset ini diadopsi dari Al-Kwifi, et al. dengan variabelnya yaitu pengetahuan, permodalan dan faktor sosial dengan menggunakan 5 skala likert dan diskripsi variabelnya sebagai berikut: Pengetahuan (PN) : Pengetahuan tentang memulai bisnis A Berpengalaman di bidang manajemen dan akuntansi untuk menjalankan bisnis A Kemampuan pribadi yang kuat Pengetahuan tentang dunia bisnis atau menilai peluang pasar Permodalan (PM) : Akses dukungan keuangan dari bank Adanya program dukungan keuangan pemerintah untuk memulai bisnis baru A Sumber daya keuangan yang tersedia untuk mendukung lulusan universitas A Tidak ada diskriminasi perbankan untuk mendukung usaha kecil yang dijalankan perempuan Faktor Sosial (FS) : Kurangnya dukungan dari orang-orang di sekitar saya A Keluarga saya tidak mendukung saya dalam membangun bisnis saya sendiri A Budaya saya tidak mendukung saya dan usaha saya A Kurangnya jaringan reguler untuk mendapatkan informasi untuk bisnis Indikator sukses kewirausahaan (SF) riset ini mengacu argumen dari Alroaia dan Baharun . yang mendiskripsikannya ke dalam beberapa aspek misal passion, leadership skills, skilled negotiators, risk-taking, perseverance, flexibility, locus of control, vision, ability to engender trust, adaptable, self-confident, ability to turn failures into opportunities, knowledge base in critical areas, positive attitudes, need for achievement, communcating effectively, high energy level, consistency of thought, commitment, being pragmatic, creative / innovative, understanding the envronment, teamwork abilities dan selfefficiency. Dari sejumlah indikator tersebut yang diambil di riset ini hanya 5 yaitu: leadership skills, self-confident, teamwork abilities, creative / innovative, dan positive Hasil dan Pembahasan Pencarian data di masa pandemi saat ini menajdi salah satu persoalan dari riset sehingga upaya pencarian data dengan cara online menjadi pilihan yang rasional dan pemanfaatan Google Form menjadi pilihan yang dimungkinkan tanpa mengurangi dari esensi pencarian data primer. Pemilihan mahasiswi FEB UMS yang telah lulus dari mata kuliah Kewirausahaan tidak bisa terlepas dari tujuan riset mencari sukses faktor kewirausahaan. Oleh karena itu responden pada riset ini diharapkan bisa menjelaskan harapan model sukses faktor kewirausahaan . urposive samplin. Pemilihan purposive sampling terkait dengan tujuan riset untuk menguji sukses faktor kewirausahaan sehingga responden dipilih dari yang sudah melakukan praktek kewirausahaan secara langsung. Hasil penyebaran kuesioner kepada 200 responden kembali semua sehingga ini menjelaskan bahwa response rate sebesar 100% meskipun dilakukan secara daring. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi. Dewi Probowati Setyaningrum Penjelasan tentang karakteristik dari responden menjadi penting karena mampu mendiskripsikan profil responden sehingga jika diaplikasikan dengan setting amatan yang sama dan profil responden yang juga sama maka diharapkan hasilnya tidaklah berbeda terlalu jauh. Identifikasi responden dari riset ini disajikan pada Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Identifikasi responden Identifikasi Keterangan Jumlah Asal Solo Raya Luar Solo Luar Jawa < 5 tahun > 5 tahun Online Reseller Kuliner Salon Bakery Sendiri Orang Tua Patungan Dari Bank Lama Usaha Jenis Usaha Modal Diskripsi data menunjukan mayoritas responden berasal dari Solo Raya . ,5%), lalu Luar Solo . %) dan Luar Jawa yaitu 4,5%. Lama usaha responden mayoritas 5 tahun . ,5%) dan yang lebih 5 tahun yaitu 31,5%. Dominasi jenis usaha yaitu jualan Ae bisnis online . ,5%), kuliner . ,5%), reseller . %), salon . ,5%) dan bakery . ,5%). Aspek permodalan responden yaitu dari orang tua . %), patungan . %), dari bank . ,5%) dan modal sendiri . ,5%). Kemudian, uji validitas ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Uji validitas Komponen PN1 PN2 PN3 PN4 PM1 PM2 PM3 PM4 FS1 FS2 FS3 FS4 SF2 SF3 SF4 SF5 Sumber: Data primer diolah . Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi. Dewi Probowati Setyaningrum Hasil pengujian validitas menunjukan salah satu indikator dari sukses faktor (SF) ada yang dikeluarkan dari model yaitu SF1 . eadership skill. sedangkan indikator lain SF yaitu SF2 - SF5 masih valid. Pengujian realiabilitas menunjukan bahwa semuanya reliabel sehingga dapat diolah lebih lanjut. Selain itu, tahapan pengujian asumsi klasik semua menunjukan hasil yang memenuhi kualifikasi sehingga aspek generalisasi dari hasil riset ini bisa dipertanggungjawabkan secara kaidah akademis. Kemudian, uji reliabilitas ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil uji reliabilitas Variabel CronbachAos alpha Cut off Ket Pengetahuan 0,874 Reliabel Permodalan 0,891 Reliabel F Sosial 0,786 Reliabel S Faktor 0,927 Reliabel Sumber: Data primer diolah . Pengujian regresi menggunakan SPSS dengan mengacu prosedural yang rigid dan hasil pengujian terlihat pada Tabel 4 berikut: Tabel 4. Hasil regresi Model (Constan. Pengetahuan Permodalan Faktor Sosial Square 0,352 Sig. Sig. Ket: * sig pada = 1% dan ** pada = 5% Hasil uji F menjelaskan bahwa ketiga variabel yaitu pengetahuan, permodalan dan faktor sosial berpengaruh signifikan terhadap sukses faktor kewirausahaan. Hal ini berarti menguatkan asumsi bahwa dari model yang dibangun dalam riset ini dapat menjelaskan adanya hubungan yang kuat dan positif ketiga variabel terhadap sukses faktor Hasil analisis menunjukan variabel pengetahuan berpengaruh signifikan positif terhadap sukses faktor kewirausahaan. Hal ini memberikan gambaran urgensi variabel pengetahuan terkait keberhasilan terhadap kewirausahaan. Oleh karena itu, komitmen terhadap pengembangan pengetahuan bagi pelaku kewirausahaan menjadi penting dan karenanya pengembangan pengetahuan di jalur formal dan informal menjadi faktor di masa depan yang berpengaruh bagi upaya pengembangan sukses kewirausahaan. Hal ini mendukung temuan sejumlah riset yang lalu . , . Temuan peran penting dari variabel pengetahuan menegaskan bahwa individu pelaku kewirausahaan pada khususnya dan pemerintah pada umumnya perlu memacu pendalaman pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan kewirausahaan sehingga dapat mendukung sukses faktornya secara sistematis dan berkelanjutan di masa depan untuk memberikan kontribusi bagi negara. Oleh karena itu, temuan ini menjadi dasar pembuktian hipotesa pertama. Dengan kata lain H1 yang menyebut bahwa pengetahuan berpengaruh positif kepada sukses faktor kewirausahaan terbukti . ig = 1%). Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi. Dewi Probowati Setyaningrum Hasil analisis memberikan penjelasan variabel permodalan berpengaruh positif signifikan terhadap sukses faktor berkaitan kewirausahaan. Bagaimanapun juga semua usaha membutuhkan modal, baik patungan, modal sendiri atau dari pinjaman bank. Hal ini menguatkan asumsi bahwa modal tidak bisa terlepas dari pentingnya operasional di semua sektor usaha. Meski modal banyak dikaitkan dengan uang tapi persepsian dari modal itu sendiri sebenarnya beragam dan karenanya perlu eksplorasi terhadap modal sehingga tidak monoton berujud uang saja. Oleh karena itu hasil ini mendukung ragam riset sebelumnya . , . Di satu sisi, peran penting modal bagi sukses faktor kewirausahaan menjadi nilai acuan bagi para pelaku wirausaha mencari permodalan semaksimal mungkin meski di sisi lain juga perlu adanya pengembangan yang lebih kompleks karena modal bukan semata-mata dalam arti uang, tapi juga bisa berupa koneksi, jejaring, kepercayaan dan faktor non-uang Oleh karena itu, hal ini menjadi dasar pembuktian hipotesa kedua. Dengan kata lain H2 yang menyebut permodalan berpengaruh positif terhadap sukses faktor kewirausahaan terbukti nyata . ig = 5%). Hasil analisis juga menjelaskan peran dari variabel faktor sosial terhadap sukses faktor kewirausahaan . ig = 1%). Faktor sosial sebenarnya sangat beragam dan hal ini menguatkan eksistensi manusia sebagai bagian dari makluk sosial yang menuntut adanya interaksi secara sosial. Artinya, hal penting dari faktor sosial adalah interaksi individu pelaku wirausaha untuk menjalin hubungan dalam keperilakuan wirausaha di semua Seberapa besar atau luas jejaring usaha tentu dituntut berinteraksi dengan jumlah klien dan kolega yang juga lebih banyak. Hal ini menguatkan argumen signifikansi faktor sosial bagi sukses faktor kewirausahaan. Fakta ini menguatkan hasil dari sejumlah riset sebelumnya . , . Keberagaman dari faktor sosial seperti yang dijelaskan diatas secara konkret pada intinya menunjukan adanya peran utama di setiap tahapan kewirausahaan untuk tetap memiliki dukungan dari lingkungan sosial dan faktor sosial yang melingkupinya. Hal ini juga memberikan penegasan pentingnya kekuatan sosial dalam berperilaku. Artinya sukses faktor berwirausaha tidak bisa lalu dilakukan secara sendiri dan mandiri tetapi pasti ada dukungan faktor sosial, baik itu secara langsung atau tidak langsung. Jadi hal ini menjadi dasar pembuktian hipotesa ketiga. Artinya H3 yang menyebut bahwa faktor sosial berpengaruh positif terhadap sukses faktor kewirausahaan terbukti nyata . ig = 1%). Kesimpulan Kewirausahaan menjadi salah satu hal penting dalam mendukung perekonomian di semua negara, tidak hanya di mayoritas negara industri maju, tetapi juga di negara miskin berkembang . , . , . Jadi, upaya untuk menumbuhkembangkan etos-nya menjadi sangat penting karena dampak sistemik di balik sukses kewirausahaan itu sendiri. Hal ini memberikan gambaran bahwa memacu etos kewirausahaan akan memberi manfaat makro, tidak hanya bagi negara tetapi juga para pelaku wirausaha . , . , . Faktor lain manfaat sukses memacu etos kewirausahaan yaitu menyerap tenaga kerja dan mereduksi jumlah pengangguran, terutama yan sifatnya padat karya. Harapan ini menjadi relevan terutama dikaitkan era kekinian dan juga realitas pandemi sebagai dampak dari sebaran virus covid-19 yang kemudian memicu resesi di sejumlah kasus di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Temuan riset menjelaskan pengaruh variabel pengetahuan, permodalan dan dari variabel faktor sosial sehingga pemerintah dan juga pihak yang berkompeten sangat diharapkan dapat mendukung adanya pola interaksi dari ketiga variabel tersebut untuk Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Irmawati. Mabrurok. Sri Murwanti. Edy Purwo Saputroi. Dewi Probowati Setyaningrum mendukung penumbuhkembangan jumlah pelaku wirausaha secara berkelanjutan. Hal ini akan memberikan manfaat makro, tidak saja dalam jangka pendek, tapi juga dalam jangka panjang . , . , . , . Meski temuan dari riset ini dilakukan mengacu prosedural yang rigid dan aspek kepentingan terkait generalisasi hasil dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah tapi masih ada keterbatasan dari riset ini yaitu keterbatasan dalam pemilihan sampel dan setting amatan yang terbatas. Oleh karena itu, keterbatasan ini menjadi celah untuk dapat melakukan eksplorasi riset lanjutan sehingga formulasi mengacu sukses faktor kewirausahaan bisa dijabarkan secara lebih lengkap dan komprehensif. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada LPPM UMS yang telah mendanai riset skim PUPS sehingga bisa terselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Referensi