Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Vol. No. April 2026, pp. Tax Effort dalam Memoderasi Flypaper Effect dan Fiscal Stress terhadap Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten/Kota se Pulau Lombok Vina Aprianti1. Abdul Manan2. Eka Agustiani3 Universitas Mataram Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh flypaper effect dan fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah serta menguji peran tax effort sebagai variabel moderasi pada pemerintah kabupaten/kota se-Pulau Lombok periode 2013Ae2023. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode Structural Equation Modeling Ae Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung maupun interaksi antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung flypaper effect berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan daerah . oefisien 0,180. P-value 0,000. T-statistic 4,. , dan fiscal stress juga berpengaruh positif dan signifikan . oefisien 0,845. P-value 0,000. T-statistic 11,. Sebaliknya, tax effort tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan daerah . oefisien Ae0,010. P-value 0,847. T-statistic 0,. serta tidak mampu memoderasi pengaruh flypaper effect maupun fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah . oefisien interaksi 0,005 dan Ae0,. Implikasi dari temuan ini menegaskan perlunya penguatan Pendapatan Asli Daerah melalui perluasan basis pajak, digitalisasi administrasi perpajakan, serta pengembangan sektor ekonomi produktif untuk mengurangi ketergantungan fiskal pada pemerintah pusat dan meningkatkan kemandirian keuangan daerah di masa mendatang. Received Apr, 2026 Revised Apr, 2026 Accepted Apr, 2026 Kata Kunci: Flypaper Effect. Fiscal Stress. Tax Effort. Kinerja Keuangan Daerah. Lombok Keywords: Flypaper Effect. Fiscal Stress. Tax Effort. Regional Financial Performance. Lombok ABSTRACT This study aims to analyze the influence of the flypaper effect and fiscal stress on regional financial performance, as well as to examine the role of tax effort as a moderating variable in regency/city governments across Lombok Island for the period 2013Ae2023. A quantitative approach was used with the Structural Equation Modeling Ae Partial Least Squares (SEM-PLS) method to test both direct relationships and interactions between research variables. The results of the study show that, directly, the flypaper effect has a positive and significant impact on regional financial performance . P-value 0. Tstatistic 4. , and fiscal stress also has a positive and significant effect . P-value 0. T-statistic 11. Conversely, tax effort does not have a significant effect on regional financial performance . oefficient Ae0. P-value 0. T-statistic 0. and is unable to moderate the influence of either the flypaper effect or fiscal stress on regional financial performance . nteraction coefficient 0. and Ae0. The implications of these findings emphasize the need to strengthen Regional Original Revenue through the expansion of the tax base, digitalization of tax administration, and the development of productive economic sectors to reduce fiscal dependence on the central government and increase regional financial independence in the Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jekws A 190 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Vina Aprianti Institution: Universitas Mataram. Jl. Majapahit No. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: vinaaprianti852@gmail. PENDAHULUAN Kinerja keuangan daerah merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas penyelenggaraan pemerintahan pasca otonomi daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Melalui APBD, pemerintah daerah dituntut mampu membiayai pelayanan publik dan pembangunan sesuai prinsip tata kelola keuangan yang Namun, data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK, 2. menunjukkan bahwa kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara nasional hanya sekitar 25Ae30% dari total pendapatan daerah, sedangkan lebih dari 70% masih bersumber dari transfer pusat. Kondisi ini mencerminkan kemandirian fiskal yang belum optimal. Ketergantungan terhadap transfer pusat memunculkan fenomena flypaper effect, yaitu kondisi ketika belanja daerah lebih dipengaruhi oleh dana transfer dibandingkan PAD. Halim & Abdullah . menegaskan bahwa fenomena ini menunjukkan lemahnya kemandirian fiskal Sejalan dengan itu. Tasri . menemukan bahwa transfer berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah, sementara pengaruh PAD relatif lebih lemah. Selain itu, daerah juga menghadapi fiscal stress, yaitu tekanan fiskal akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan belanja dan kapasitas fiskal. Pratama . menyebut bahwa tekanan fiskal dipicu oleh keterbatasan PAD, meningkatnya mandatory spending, serta keterbatasan kemampuan menutup defisit anggaran. Di tingkat regional. Provinsi Nusa Tenggara Barat juga menghadapi tantangan serupa. Data DJPK . menunjukkan kontribusi PAD provinsi ini hanya sekitar 20Ae25%, sehingga ketergantungan terhadap transfer pusat masih tinggi. Pada level Pulau LombokAiyang meliputi Kabupaten Lombok Barat. Lombok Tengah. Lombok Timur. Lombok Utara, dan Kota MataramAi data Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPS NTB, 2. menunjukkan kontribusi PAD berkisar 10Ae20%, dengan lebih dari 70% pendapatan masih bersumber dari transfer pusat. Kondisi ini memperkuat potensi terjadinya flypaper effect dan meningkatkan fiscal stress, sehingga relevan untuk dikaji dalam konteks kinerja keuangan daerah periode 2013Ae2023. Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi keuangan daerah di Pulau Lombok, khususnya terkait kontribusi PAD dan realisasi belanja daerah, berikut disajikan data Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Daerah masing-masing kabupaten/kota selama periode 2013Ae2023. Vol. No. April 2026, pp. A 191 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Tabel 1. Pendapatan Asli Daerah Masing-masing Kabupaten/Kota Tahun 2013-2023 Tahun Kab/Kota 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Kota Mataram 155,16 169,02 114,31 113,1 128,99 102,45 110,01 87,51 111,59 108,38 116,2 Lombok Barat 90,56 129,35 93,95 91,93 121,89 72,03 88,47 79,81 100,61 88,54 79,69 Lombok Tengah 173,28 129,46 116,77 103,01 168,35 103,51 102,52 91,4 70,18 75,6 75,64 Lombok Timur 103,93 151,26 97,12 93,14 147,96 88,67 98,2 101,6 94,39 75,85 85,49 Lombok Utara 140,62 162,18 129,74 177,5 111,42 65,54 79,23 46,9 74,7 88,13 122,58 Sumber: Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Berdasarkan Tabel 1, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota di Pulau Lombok periode 2013Ae2023 menunjukkan tren yang fluktuatif. Kota Mataram relatif stabil dengan tingkat PAD yang lebih tinggi dibanding daerah lain. Sebaliknya. Lombok Barat dan Lombok Tengah mengalami penurunan signifikan pasca 2017. Lombok Timur sempat meningkat hingga 2017 sebelum kembali menurun, sementara Lombok Utara menunjukkan fluktuasi paling tajam, dengan puncak pada 2016, penurunan drastis pada 2020, dan kembali meningkat pada 2023. Kondisi ini mencerminkan perbedaan kapasitas fiskal antar daerah yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi dan kebijakan fiskal masing-masing daerah. Grafik 1. Belanja Daerah Masing-masing Kabupaten/Kota Tahun 2013-2023 Sumber: Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Berdasarkan Grafik 1, belanja daerah kabupaten/kota di Pulau Lombok periode 2013Ae2023 secara umum menunjukkan tren meningkat meskipun mengalami fluktuasi pada beberapa tahun Belanja tertinggi tercatat di Kabupaten Lombok Timur sebesar 3. 089,30 miliar pada tahun 2022, sedangkan terendah di Kabupaten Lombok Utara sebesar 514,52 miliar pada tahun 2013. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya kebutuhan fiskal daerah dalam pembiayaan pelayanan publik dan pembangunan. Untuk mengurangi ketergantungan pada transfer pusat serta meredam dampak fiscal stress, penguatan kapasitas fiskal melalui peningkatan tax effort menjadi krusial. Tax effort menggambarkan optimalisasi pemanfaatan potensi pajak dibandingkan kapasitas ekonomi riil daerah (Halim, 2007. Hidayat, 2. Daerah dengan tax effort tinggi cenderung lebih mandiri dan mampu mengurangi Vol. No. April 2026, pp. A 192 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science ketergantungan fiskal, sehingga berpotensi memoderasi pengaruh flypaper effect dan fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah. Penelitian sebelumnya menunjukkan dominasi flypaper effect di banyak daerah (Halim & Abdullah, 2. serta dampak fiscal stress terhadap melemahnya kapasitas fiskal (Pratama, 2. Hidayat . menegaskan pentingnya tax effort dalam meningkatkan kemandirian fiskal. Namun, sebagian besar studi berfokus pada wilayah Jawa dan Sumatera atau menggunakan data agregat nasional, sedangkan penelitian spesifik di Nusa Tenggara Barat, khususnya Pulau Lombok, masih terbatas, padahal daerah ini memiliki potensi pariwisata tinggi dengan kontribusi PAD relatif rendah (BPS NTB, 2. Selain itu, banyak penelitian belum menguji secara komprehensif hubungan flypaper effect, fiscal stress, dan tax effort dalam satu model terpadu. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian mengenai peran tax effort dalam memoderasi pengaruh flypaper effect dan fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah kabupaten/kota se-Pulau Lombok menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur keuangan daerah sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan fiskal yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi pemerintah daerah di Lombok. TINJAUAN PUSTAKA 1 Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan menurut Jensen dan Meckling . menjelaskan hubungan antara prinsipal dan agen yang berpotensi menimbulkan asimetri informasi serta konflik kepentingan. Dalam konteks pemerintahan daerah, pemerintah pusat dan masyarakat bertindak sebagai prinsipal, sedangkan pemerintah daerah sebagai agen pengelola keuangan publik. Ketergantungan pada dana transfer dapat memicu perilaku oportunistik, seperti peningkatan belanja tanpa optimalisasi PAD, sehingga relevan dalam menjelaskan flypaper effect, fiscal stress, dan rendahnya tax effort. 2 Teori Perilaku Fiskal Nelson (NelsonAos Theory of Fiscal Behavio. Nelson . menyatakan bahwa perilaku belanja pemerintah daerah dipengaruhi oleh sumber pendapatan. Peningkatan transfer pusat cenderung mendorong kenaikan belanja tanpa peningkatan PAD yang seimbang, sehingga memunculkan flypaper effect. Teori ini menekankan pentingnya efisiensi fiskal dan peningkatan tax effort untuk memperkuat kemandirian daerah. 3 Kinerja Keuangan Daerah Kinerja keuangan daerah mencerminkan kemampuan pemerintah mengelola APBD secara efektif, efisien, dan akuntabel (Aulia & Rahmawaty, 2. Penilaiannya dilakukan melalui laporan dan rasio keuangan (Kamela & Setyaningrum, 2. Menurut Mahmudi . , rasio keuangan digunakan untuk menilai pertumbuhan, efektivitas, efisiensi, dan kontribusi pendapatan daerah. 4 Flypaper Effect Flypaper effect menggambarkan kondisi ketika belanja daerah lebih responsif terhadap dana transfer dibandingkan PAD (Inman, 2. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan pemerintah daerah lebih mengandalkan transfer pusat dalam membiayai belanja publik. Shah . menegaskan bahwa transfer sering memperkuat ketergantungan fiskal daerah. Mendes . menyatakan bahwa fenomena ini terjadi Vol. No. April 2026, pp. A 193 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science ketika elastisitas belanja terhadap transfer lebih tinggi dibandingkan terhadap pajak 5 Fiscal Stress Fiscal stress adalah kondisi ketika kebutuhan belanja publik melebihi kapasitas fiskal daerah (Septira & Prawira, 2. Tekanan ini muncul akibat peningkatan belanja yang tidak diimbangi pertumbuhan pendapatan, sehingga memperbesar risiko defisit. Rianti . menekankan pentingnya kemandirian fiskal untuk mengurangi tekanan Arnett dalam Mendong . mengidentifikasi indikator fiscal stress meliputi: defisit anggaran, rendahnya saldo akhir tahun, penurunan kinerja penerimaan, kenaikan belanja tanpa peningkatan pajak proporsional, serta rasio keuangan yang menunjukkan keterbatasan kemampuan pelayanan publik. 6 Tax Effort Halim . mendefinisikan tax effort sebagai perbandingan antara pajak yang dipungut dengan kemampuan riil masyarakat membayar pajak. Mulyanto . menyebutnya sebagai rasio antara pajak aktual dan kapasitas pajak . ax capacit. , yang sering diukur menggunakan PDRB. Semakin optimal pemungutan pajak dibandingkan kapasitasnya, semakin tinggi tax effort daerah. Adi . menambahkan bahwa tax effort dapat digunakan untuk menilai posisi fiskal daerah melalui rasio antara penerimaan pajak aktual dan kapasitas fiskal. Rasio yang mendekati 1 menunjukkan tekanan fiskal yang relatif tinggi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif . untuk menguji pengaruh flypaper effect dan fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah dengan tax effort sebagai variabel moderasi. Objek penelitian meliputi lima kabupaten/kota di Pulau Lombok, yaitu Lombok Barat. Lombok Tengah. Lombok Timur. Lombok Utara, dan Kota Mataram. Data yang digunakan adalah data sekunder periode 2013Ae2023 yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) berupa Laporan Realisasi APBD serta dari Badan Pusat Statistik (BPS) berupa data PDRB. Variabel penelitian terdiri dari kinerja keuangan daerah (Y) sebagai variabel dependen yang diukur melalui rasio kemandirian keuangan (PAD terhadap dana transfe. flypaper effect (X. yang diproksikan melalui rasio ketergantungan dana perimbangan. fiscal stress (X. yang diukur dari perbandingan PAD dan belanja daerah. serta tax effort (Z) sebagai variabel moderasi yang diukur melalui rasio pajak daerah terhadap PDRB. Analisis data menggunakan Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS (Ghozali, 2. Evaluasi model dilakukan melalui uji outer model . onvergent validity, discriminant validity, composite reliability. AVE, dan CronbachAos alph. serta uji inner model (Husein, 2015. Chin, 1. Pengujian hipotesis didasarkan pada nilai T-statistic (>1,. dan p-value (<0,. pada tingkat signifikansi 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengujian Model Structural (Outer Mode. Vol. No. April 2026, pp. A 194 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Tahap awal dalam metode Partial Least Square (PLS) adalah pengujian model pengukuran . uter mode. untuk menilai validitas dan reliabilitas konstruk. Evaluasi ini meliputi pengujian convergent validity, discriminant validity, composite reliability, dan CronbachAos alpha (Abdillah & Jogiyanto, 2. Gambar 2. Hasil Uji Outer Model Tabel 2. Validitas Diskriminan Indikator Dana Perimbangan Total Pendapatan Daerah Pendapatan Asli Daerah Belanja Daerah Pajak Daerah PDRB Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Item FE1 FE2 FS1 FS2 TE1 TE2 KKD1 KKD2 Loading Factor Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 2, seluruh indicator menunjukan nilai cross loading yang lebih tinggi pada konstruknya masing-masing, serta telah memenuhi batas minimum0,50. Hal ini menunjukan bahwa instrumen dalam penelitian ini valid secara diskriminan. Vol. No. April 2026, pp. A 195 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science 2 Averege Variance Extracted. Composite Realiability dan CronbachAos Alpha Tabel 3. Average Variance Extracted. Composite Realiability dan CronbachAos Alpha Cronbach's Composite Composite reliability . Average variance extracted (AVE) Flypapper Effect Fiscal Stress Kinerja keuangan Daerah Tax Effort Berdasarkan Tabel 3, hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria reliabilitas dan validitas konvergen. Nilai CronbachAos Alpha berada pada rentang 0,606Ae 0,987 (Ou 0,. , sedangkan Composite Reliability . ho_C) berada pada kisaran 0,822Ae0,994 (Ou 0,. , yang menunjukkan konsistensi internal yang baik. Selain itu, nilai Average Variance Extracted (AVE) seluruh variabel berada di atas 0,50 . ,701Ae0,. , sehingga masing-masing konstruk mampu menjelaskan lebih dari 50% varians indikatornya. Dengan demikian, seluruh variabel laten dalam model dinyatakan reliabel dan valid sesuai kriteria PLS-SEM. 3 Pengujian Model Struktural (Inner Mode. Pengujian inner model dilakukan setelah evaluasi outer model untuk menilai kualitas model Dalam PLS-SEM, model dievaluasi melalui nilai RA pada konstruk dependen serta nilai path coefficients . -statisti. untuk menguji signifikansi hubungan antar konstruk. Nilai RA menunjukkan besarnya variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen. Hasil perhitungan R-square masing-masing variabel endogen disajikan berdasarkan output SmartPLS 4. Gambar 3. Hasil Uji Inner Model Vol. No. April 2026, pp. A 196 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science 4 Uji R-Square Uji R-Square yaitu untuk mengetahui seberapa kuat efek atau pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen. Tabel 4. Hasil Uji R-Square Variabel Kinerja Keuangan Daerah Tax Effort R-square Berdasarkan Tabel 4. 7, nilai R-Square kinerja keuangan daerah sebesar 0,987, yang berarti 98,7% variasinya dapat dijelaskan oleh variabel dalam model, sedangkan 1,3% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Nilai R-Square tax effort sebesar 0,827 menunjukkan bahwa 82,7% variasinya dijelaskan oleh variabel dalam model dan 17,3% oleh faktor lain di luar model. Nilai R-Square yang tinggi mengindikasikan kemampuan prediktif model yang sangat baik. Dengan demikian, model struktural dalam penelitian ini memiliki daya jelaskan yang kuat. 5 Uji Signifikasi Menggunakan Bootstrapping Dalam pengujian melalui prosedur bootstrapping, dilakukan analisis untuk melihat apakah variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian ini menggunakan nilai path coefficient yang menunjukkan besar koefisien parameter serta nilai signifikansi t-statistic. Tingkat signifikansi parameter memberikan informasi penting mengenai kekuatan hubungan antarvariabel dalam penelitian. Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis ditetapkan pada tingkat probabilitas 0,05. Tabel 5. Hasil Uji Path Coefficient Variabel Original sample (O) Sample mean (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV| P values Flypapper Effect (X. -> Kinerja Keuangan Daerah (Y) Flypapper Effect (X. -> Tax Effort (Z) Fiscal Stress (X. -> Kinerja Keuangan Daerah (Y) Fiscal Stress (X. -> Tax Effort (Z) Tax Effort (Z) -> Kinerja Keuangan Derah (Y) Vol. No. April 2026, pp. A 197 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science Original sample (O) Sample mean (M) Standard (STDEV) Flypapper Effect -> Tax Effort -> Kinerja Keuangan Daerah Fiscal Stress -> Tax Effort -> Kinerja Keuangan Daerah Variabel T statistics P values (|O/STDEV|) Dalam SmartPLS pengujian statistic setiap hubungan yang dihipotesis dilakukan dengan simulasi, dalam hal ini dilakukan dengan metode bootstrapping terhadap sampel, pengujian dengan bootstrapping juga dimaksud untuk meminimalkan masalah ketidaknormalan data penelitian. Berikut hasil pengujian bootstrapping dari analisis PLS: H1 : Diduga flypaper effect berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Dari hasil uji hipotesis, diketahui koefisien jalur sebesar 0. 180 dan nilai P-value yang membentuk pengaruh flypaper effect terhadap kinerja keuangan daerah adalah sebesar 0. ditambah dengan nilai T-statistic sebesar 4. Dengan demikian hasil ini sesuai dengan rule of thumb yang dimana P-value < 0. 05 dan T-statistic > 1. Maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis ini dapat diterima. Dapat disimpulkan bahwa flypaper effect memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan daerah. H2 : Diduga fiscal stress berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Dari hasil uji hipotesis, diketahui koefisien jalur sebesar 0. 845 dan nilai P-value yang membentuk pengaruh fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah adalah sebesar 0. 000 ditambah dengan nilai T-statistic sebesar 11. Dengan demikian hasil ini sesuai dengan rule of thumb yang Dimana P-value < 0. 05 dan T-statistic > 1. Maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis ini dapat Dapat disimpulkan bahwa fiscal stress memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan daerah. H3 : Diduga tax effort berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Dari hasil uji hipotesis, diketahui koefisien jalur sebesar -0. 010 dan nilai P-value yang membentuk pengaruh tax effort terhadap kinerja keuangan daerah adalah sebesar 0. 847 ditambah dengan nilai T-statistic sebesar 0. Dengan demikian hasil ini sesuai dengan rule of thumb yang Dimana P-value < 0. 05 dan T-statistic < 1. Maka dapat dinyatakan bahwa hipotesis ini ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tax effort tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan daerah. H4 : Diduga tax effort memoderasi pengaruh flypapper effect terhadap kinerja keuangan Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui bahwa pengaruh interaksi antara flypaper effect dan tax effort terhadap kinerja keuangan daerah memiliki nilai koefisien jalur sebesar 0. 005, dengan nilai T-statistic sebesar 0. 186 serta P-value sebesar 0. Karena nilai P-value > 0. 05 dan nilai T-statistic < 96, hasil ini tidak memenuhi rule of thumb dalam pengujian hipotesis SEM-PLS. Dengan demikian, hipotesis H4 dinyatakan ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa tax effort tidak mampu memoderasi pengaruh flypaper effect terhadap kinerja keuangan daerah. Vol. No. April 2026, pp. A 198 Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan West Science H5 : Diduga tax effort memoderasi pengaruh fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui bahwa pengaruh interaksi antara fiscal stress dan tax effort terhadap kinerja keuangan daerah memiliki nilai koefisien jalur sebesar Ae0. 013, dengan nilai T-statistic sebesar 0. 192 serta P-value sebesar 0. Karena nilai P-value > 0. 05 dan nilai T-statistic < 96, hasil ini tidak memenuhi rule of thumb dalam pengujian hipotesis SEM-PLS. Dengan demikian, hipotesis H5 dinyatakan ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa tax effort tidak berpengaruh signifikan dalam memoderasi hubungan antara fiscal stress dan kinerja keuangan daerah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Flypaper effect terbukti berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku ketergantungan fiskal masih memiliki peranan dalam menentukan tingkat kinerja keuangan pemerintah daerah. Fiscal stress berpengaruh terhadap kinerja keuangan daerah. Tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah mendorong peningkatan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin dan efisien sehingga berdampak pada perbaikan kinerja keuangan. Tax terhadap kinerja keuangan daerah. Hal mengindikasikan bahwa optimalisasi pajak daerah belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kinerja keuangan. Tax effort tidak mampu memoderasi pengaruh flypaper effect terhadap kinerja keuangan Dengan demikian, peran pajak daerah belum cukup kuat untuk memperkuat maupun memperlemah hubungan tersebut. Tax effort juga tidak mampu memoderasi pengaruh fiscal stress terhadap kinerja keuangan daerah. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan upaya pemungutan pajak belum menjadi faktor penyeimbang dalam kondisi tekanan fiskal. Secara umum, kinerja keuangan daerah lebih dipengaruhi oleh faktor ketergantungan fiskal dan tekanan keuangan, sementara peran optimalisasi pajak daerah masih belum menunjukkan kontribusi yang signifikan baik secara langsung maupun sebagai variabel moderasi. DAFTAR PUSTAKA