Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 PENGARUH PELATIHAN DAN PELUANG KARIR TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI KANTOR PUSAT KSP CU USAHA KITA KABUPATEN SEKADAU Della Winanda Putri1*. Lin Magdalena2* 1* Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Kapuas. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: putridellawinanda@gmail. 2 * Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Kapuas. Jl. Oevang Oeray No. Sintang. Indonesia, email: linmagdalena@gmail. Abstract: This study aims to determine and analyze the influence of training and career opportunities on employee work motivation at the Head Office of KSP CU Usaha Kita in Sekadau Regency. Data collection was conducted using questionnaires. The population consisted of employees at the Head Office of KSP CU Usaha Kita in Sekadau Regency. The sample size was 28 respondents. The analysis used was multiple linear regression assisted by SPSS version 26. The results of the study, based on validity and reliability tests, indicated that all items were valid and reliable. The multiple linear regression model to predict the variables of training (X. and career opportunities (X. affecting the work motivation variable (Y) is formulated as follows: Y = -0. 334 X1 0. 682 X2. The obtained probability value . ig F chang. and Pearson's correlation coefficient were 0. 756 and 0. 856, respectively. The correlation table shows that the relationships between variables X1. X2, and Y are in the strong category. The t-test results show significance levels of 0. 021 and 0. 000, both less than 0. The hypothesis of this study is that training (X. and career opportunities (X. have a significant effect on work motivation (Y). The F-test results with a significance level of 0. 000 < 0. 05 indicate that training and career opportunities significantly influence work motivation (Y). The coefficient of determination results show a value of 78. Keywords: Training. Career Opportunities, and Work Motivation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan dan peluang karir terhadap motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasinya adalah karyawan pada Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Jumlah sampel yang sebanyak 28 orang Analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian berdasarkan uji validitas dan uji reliabilitas seluruhnya dinyatakan valid dan reliabel. Model regresi linear berganda untuk memprediksi variabel pelatihan (X. dan peluang karir (X. berpengaruh terhadap variabel motivasi kerja (Y) yang dirumuskan sebagai berikut: Y = -0,544 0,334 X1 0,682 X2. Diperoleh nilai probabilitas . ig f chang. sebesar dan nilai pearson sebesar 0,756 dan 0,856, dari tabel korelasi memiliki hubungan antara variabel X1. X2 dan Y termasuk dalam kategori yang kuat. Hasil uji t hitung menunjukkan tingkat signifikansi 0,021, 0,000 < 0,050. Hipotesis dalam penelitian ini yakni pelatihan (X. dan peluang karir (X. berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (Y). Hasil uji F hitung dengan tingkat signifikansi 0,000<0,05 pelatihan dan peluang karir berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja (Y). Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan hasil sebesar 78,5%. Kata Kunci: Pelatihan. Peluang Karir dan Motivasi Kerja. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: PENDAHULUAN Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Usaha Kita terdapat beberapa jenis pelatihan yaitu. Traning Centre sebagai berikut : Pendalaman Nilai-nilai Credit Union. Team Building. Sistem Informasi Akuntansi. Akuntansi Lanjutan. Tata Kelola Credit Union. Manajemen Kredit. ToT Pendidikan Dasar (Training of Trainer. Financial Literacy . engelolaan keuanga. Credit Union Loan Officer Competency Course . ursus staf pinjama. Etos Kerja. Member Relationship Management . engelolaan hubungan dengan anggot. Manajemen Kearsipan. Public Speaking . emampuan berkomunikas. Pengembangan Diri. Pemasaran. Kewirausahaan. Pemberdayaan Metode ABCD (AssetBased Community Developmen. , dan Pengorganisasian Kredit berikut beberapa jenis pelatihan yang ada di KSP Credit Union Usaha Kita. Peluang karir di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau terdiri dari tingkatan karyawan yang terdiri dari General Manajer. Deputi (Deputi Human Resource Management. Deputi Pemberdayaan. Deputi Kredit. Deputi Keuangan. Deputi Organisas. , dan Manajer Cabang pada tingkatan General Manajer. Deputi, dan Manajer Cabang terdapat empat level yang ditetapkan berdasarkan penilaian kinerja ada pratama, madia, optima, dan Pada penilaian kinerja madia ditetapkan setelah dua kali berada pada level pratama sedangkan optima satu kali madia atau tiga kali pratama. Untuk sistem rekrutman General Manajer. Deputi, dan Manajer Cabang ditekankan atau diusahakan untuk mengambil dari staff yang memenuhi kriteria hasil dari penilaian kinerja selama masa kerja . ebih atau sama dengan delapan tahu. Berdasarkan data karyawan dari Deputi Human Resource Management terdapat 28 orang yang bekerja di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Rumusan Masalah Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah AuBagaimana Pengaruh Pelatihan dan Peluang Karir Terhadap Motivasi Kerja Karyawan di KSP CU Usaha Kita?Ay. Permasalahan tersebut dapat dirincikan sebagai berikut : Apakah terhadap motivasi kerja karyawan Di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau? Apakah peluang karir berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan Di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau? Apakah pelatihan dan peluang karir berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan Di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau? Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pelatihan dan Peluang Karir Terhadap Motivasi Kerja Karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau yang dirincikan sebagai berikut : Untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Untuk mengetahui pengaruh peluang karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan peluang karir terhadap motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Kegunaan Penelitian Secara Teoritis Diharapkan sumbangan bagi peningkatan ilmu administrasi bisnis khususnya pada ranah manajemen sumber daya Secara Praktis Diharapkan dapat meningkatkan strategi pengembangan Sumber Daya Manusia di Koperasi hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi manajemen Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau dalam merancang program pelatihan yang lebih efektif dan menciptakan peluang karir yang sesuai dengan kebutuhan LANDASAN TEORI. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS Landasan Teori Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Ajabar . bahwa AuPengakuan tentang pentingnya tenaga kerja organisasi sebagai sumber daya manusia dalam memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan organisasiAy. Ada beragam faktor yang mempengaruhi manajemen sumber daya manusia adalah sebagai berikut: Faktor internal, seperti: Kebijakan perusahaan menurut Rivai ( 2018:. bahwa "Kebijakan perusahaan yang terkait dengan MSDM, mempengaruhi efektivitas MSDM. Struktur Organisasi menurut Mathis dan Jackson . bahwa "Struktur organisasi yang efektif dapat membantu mencapai tujuan manusia secara tepat, meningkatkan komunikasi dan koordinasi, serta . Kultur Perusahaan menurut Gibson . bahwa "Kultur perusahaan adalah sistem nilai, kepercayaan, dan praktik yang berlaku dalam mempengaruhi perilaku dan sikap Faktor eksternal, seperti: Perubahan Teknologi menurut Noe "Perubahan teknologi dapat mempengaruhi cara kerja, kebutuhan keterampilan, dan memerlukan penyesuaian dalam MSDM. Perubahan Ekonomi Dessler "Perubahan ekonomi, seperti resesi, inflasi, atau perubahan tingkat suku merekrut, mempertahankan, dan mengembangkan karyawan. Peraturan Pemerintah menurut Rivai ( 2018:234 ) bahwa "Peraturan pemerintah, seperti undang-undang ketenagakerjaan, peraturan pajak, dan peraturan keselamatan kerja. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: organisasi mengelola sumber daya Berdasarkan paparan diatas dapat ditarik bahwa Manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Pelatihan Menurut Sugiyono . , terdapat tiga indikator utama yang merincikan pelatihan yaitu: Pengetahuan (Knowledg. : Pemahaman konsep, teori, dan prinsip yang diperoleh melalui pelatihan. Contoh: Pemahaman Kemampuan menjelaskan konsep, dan Kemampuan mengidentifikasi prinsip. Keterampilan (Skil. : Kemampuan menerapkan pengetahuan dalam Contoh: Kemampuan menerapkan teknik. Kemampuan Kemampuan menyelesaikan tugas. Perilaku (Attitud. : Perubahan sikap dan tingkah laku setelah mengikuti Contoh: Perubahan sikap positif. Peningkatan motivasi, dan Perubahan perilaku kerja. Berdasarkan disimpulkan bahwa pelatihan merupakan (Knowledg. Keterampilan (Skil. , dan Perilaku (Attitud. Peluang Karir Peluang Karir menurut para ahli sebagai berikut. Pengertian peluang karir menurut Handoko . bahwa AuPeluang karir adalah kesempatan yang diberikan kepada karyawan untuk keterampilan mereka sehingga dapat mencapai posisi yang lebih tinggi dalam organisasiAy. Menurut Rivai ( 2018:44 ), bahwa terdapat beberapa indikator dalam peluang karir yaitu sebagai berikut: Pengembangan Keahlian: Kemampuan teknis dan pengetahuan yang dimiliki Kapasitas: Kemampuan menerapkan teknik dan pengetahuan dalam praktik. Pengakuan Penghargaan: Pengakuan dan penghargaan yang diterima karyawan atas prestasinya. Kesempatan Pengembangan: Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan karir. Berdasarkan paparan di atas disimpulkan bahwa indikator peluang karir mencakup empat aspek kunci. Pertama. Pengembangan Keahlian yang pengetahuan untuk menjalankan tugas. Kedua. Kapasitas untuk menerapkan teknik dan pengetahuan dalam praktik. Ketiga. Pengakuan dan Penghargaan atas Keempat. Kesempatan Pengembangan untuk meningkatkan kemampuan dan karir. Motivasi kerja Motivasi kerja menurut Rivai . "kekuatan mendorong seseorang untuk berperilaku Menurut Gibson . 9: . , indikator motivasi kerja dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain: Kepuasan kerja (Job Satisfactio. Merupakan perasaan puas atau tidak puas yang dialami oleh karyawan dalam melakukan pekerjaannya. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Komitmen organisasi (Organizational Commitmen. : Merupakan tingkat kesetiaan dan kepedulian karyawan terhadap organisasi. Motivasi intrinsik (Intrinsic Motivatio. Merupakan motivasi yang berasal dari dalam diri karyawan, seperti rasa ingin tahu atau rasa ingin mencapai sesuatu. Prestasi kerja (Job Performanc. Merupakan hasil atau prestasi yang melakukan pekerjaannya. Keterlibatan kerja (Job Involvemen. Merupakan Dengan mengukur indikatorindikator tersebut, dapat diperoleh gambaran yang lebih akurat tentang motivasi kerja seseorang dan dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan. Hubungan Pelatihan dengan Motivasi Kerja Menurut Rivai . 8: . bahwa Aupelatihan memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja. Pelatihan dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan cara dengan Meningkatkan keterampilan karyawan. Meningkatkan Meningkatkan kemampuan karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik, dan Meningkatkan kepuasan kerja karyawanAy. Dengan demikian, pelatihan dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Kerangka Berpikir Dalam penelitian ini Variabel X yaitu Pelatihan (X. dan Peluang Karir (X. Variabel Y yaitu Motivasi Kerja. Berdasarkan tujuan landasan teori dari penelitian tersebut, maka dapat disusun kerangka penelitian ini sebagai berikut. Gambar: Kerangka Berpikir Pelatihan (X. Indikator : Pengetahuan . Keterampilan Motivasi Kerja (Y) . Perilaku Indikator : Sumber : Sugiyono . Kepuasan Kerja Komitmen organisasi Peluang Karir (X. Motivasi Intrinsik Indikator : Prestasi kerja . Pengembangan Keahlian Keterlibatan kerja Sumber : Gibson . Kapasitas . Pengakuan dan Penghargaan . Kesempatan Pengembangan Sumber : Rivai . Hipotesis Menurut Sugiyono ( 2017:63 ) mengemukakan bahwa Auhipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataanAy. Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ha1= Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. H01= Pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja Ha2= Peluang karir berpengaruh siginfikan terhadap motivasi kerja. H02= Peluang signifikan terhadap motivasi kerja. Ha3= Pelatihan dan peluang karir berpengaruh signifikan terhadap motivasi H03= Pelatihan dan peluang karir tidak berpengaruh signifikn terhadap motivasi kerja. OBJEK DAN METODE PENELITIAN Objek Penelitian Menurut Suprianti . pengertian objek penelitian adalah AuVariabel yang diteliti oleh peneliti FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: ditempat penelitian yang dilakukanAy. Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa objek penelitian adalah suatu gambaran sasaran ilmiah yang akan dijelaskan untuk mendapatkan informasi dan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Pada penelitian ini objek penelitian yang akan diteliti adalah karyawan di KSP CU Usaha Kita. Metode Penelitian Menurut Sugiyono . 7:3-. bahwa Aumetode penelitian terdiri dari metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian diartikan sebagai upaya atau kegiatan menyusun atau menentukan pengetahuan atau ilmu dengan metodemetode tertentu dengan prosedur sistematisAy. Dalam hal ini, metode penelitian merupakan suatu proses yang memperoleh pengetahuan yang baru dan Rancangan Penelitian Rancangan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono . bahwa Auexplanatory research merupakan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara variabel satu dengan variabel lainnyaAy. Populasi dan sampel Populasi Menurut Silaen . bahwa Aupopulasi adalah keseluruhan dari objek atau individu yang memiliki karakteristik . ifat-sifa. tertentu yang akan diteliti. Populasi juga disebut uniersum . yang berarti keseluruhan, dapat berupa benda hidup atau benda matiAy. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau yang berjumlah 28 orang. Sampel Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan (Sugiyono, 2018:. Dalam penelitian ini penulis menggunakan sampling jenuh. Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sampling jenuh ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau generalisasi dengan kesalahan sangat Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 orang karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono . bahwa Auvariabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang kesimpulannyaAy. Variabel bebas/independent variable (X): Pelatihan (X. dengan indikator (Sugiyono 2018:. Pengetahuan (Knowledg. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Keterampilan (Skil. Perilaku (Atitud. Peluang Karir (X. dengan indikator (Rivai 2018:. Pengembangan keahlian. Kapasitas. Pengakuan dan Penghargaan. Kesempatan Pengembangan. Variabel terikat (Y) Variabel terikat atau dependent variabel yaitu Motivasi Kerja. Variabel terikat pada penelitian ini adalah : Motivasi kerja (Y) dengan indikator (Gibson 2019:. Kepuasan kerja. Komitmen organisasi. Motivasi intrisik. Prestasi kerja. Keterlibatan kerja. Instrumen Penelitian Menurut Sugiyono . AuSkala Likert digunakan untuk mengukur suatu sikap, pendapat dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang suatu fenomena sosialAy. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis instrumen angket atau kuesioner dengan pemberian skor sebagai berikut: Tabel 1 Skor angket atau kuesioner KETERANGAN PENJELASAN Sangat setuju Setuju Tidak setuju STS Sangat SKOR Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono . bahwa Aumetode penelitian adalah cara yang penelitiannyaAy. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Kuesioner ( angket ) Dokumentasi Teknik Analisis Data Uji Validitas Menurut Sugiyono . uji Auproses penelitian yang digunakan sudah tepat dan akurat dalam mengukur apa yang ingin diukurAy. Pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan metode uji validitas product moment pearson correlation, yaitu dengan cara membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel dengan menggunakan nilai sig ( 2- tailed ) dengan probalitas 0,050. Berdasarkan dari responden karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau yang berjumlah 28 responden, maka didapat r tabel dengan signifikan sebesar 5 % adalah sebesar 0,373. Uji Reliabilitas Menurut Ghozali . bahwa Auuji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner penelitian yang merupakan indikator konstruksiAy. Mengolah data menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution. CornbachAos Alpha dalam penelitian ini adalah 0,60 dengan kriteria adalah: Jika nilai CornbachAos Alpha>0,60 maka instrumen memiliki reliabilitas yang baik dengan kata lain instrument adalah reliabel. Jika nilai CornbachAos Alpha<0,60 maka insrtumen yang diuji tersebut adalah tidak reliabel. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Uji Hipotesis Regresi Linear Berganda Pengujian analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear Menurut Nawari . bahwa Auteknik analisis statistik yang hubungan antara satu variabel dependen (Y) dengan dua atau lebih variabel independen (X1. , dengan tujuan untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan nilai variabel independenAy. Model yang diuji dalam penelitian dinyatakan dalam persamaan linear berganda sebagai berikut : Y = 1X1 1X2 Keterangan: Y: Variabel Motivasi Kerja. Konstanta. 12: Koefisien regresi X1: Pelatihan X2: Peluang Karir Uji t (Parsia. Menurut Sugiyono . bahwa AuUji t digunakan untuk menguji signifikan dari setiap variabel independen apakah berpengaruh terhadap variabel dependenAy. Jika T hitung>T tabel pada tarif signifikan . 5%, maka variabel memiliki pengaruh yang signifikan. Dalam pengujian menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution. versi 26 dengan tingkat signifikan 0,05. Kriteria yang perbandingan sebagai berikut: Jika T hitung>t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya semua variabel independen . berpengaruh secara signifikan terhadap dependen . Jika Tt hitung 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, atau variabel bebas dapat menjelaskan pengaruh antara variabel yang Uji Korelasi . Menurut Siregar . Uji korelasi . adalah Auteknik statistik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang berbentuk interval atau rasioAy. Tingkat korelasi dan kekuatan hubungannya dinyatakan dalam tabel sebagai berikut. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Tabel 2 Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan Tingkat Korelasi Kekuatan Hubungan 0,81-1,00 Sangat Kuat 0,61-0,80 Kuat 0,41-0,60 Sedang 0,21-0,40 Lemah Sumber: Sugiyono,2017:. Uji Koefisien Determinasi Menurut Sugiyono . bahwa AuUji Koefisien Determinasi adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependenAy. Rumus Koefisien determinasi adalah : KD = (R)2 X 100% Keterangan: KD = Koefisien Determinasi R = Koefisien Korelasi variabel bebas dan variabel terikat. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN CU Lantang Tipo yang menjadi fasilitator lahirnya CU Usaha Kita di Sungai Ayak pada tahun 1989. Tanggal 7 Juli 1989 tiba di Sungai Ayak E. Acang dan Silvester, pengurus CU Lantang Tipo untuk memberikan Dan esoknya tanggal 8 Ae 9 Juli 1989 diadakan Pendidikan Dasar CU yang diikuti oleh 28 peserta. Selanjutnya tanggal 9 Juli 1989 dibentuk pra CU yang diberi nama USAHA KITA, diketuai oleh Bp. Simon Seman Tan. Wakil Ketua St. Marlam. Sekretaris Lensen Silas. Bendahara Yohanes Jon. Sebanyak A 32 orang tercatat sebagai anggota pada tahun Tanggal 15 Ae 16 Desember 1989 diadakan pendidikan dasar di Sungai Ayak diikuti oleh A 32 orang Fasilitatornya Paulus Florus dari Pancur Kasih Pontianak. Untuk mengimbangi luasnya wilayah kerja serta pertumbuhan anggota yang meningkat dari tahun ke tahun maka dipandang perlu membuka tempat Dua tempat pelayanan dibuka pada tanggal 1 Maret 1999 yaitu TP Merbang di SP. 1 Merbang dan TP Balai Sepuak di Balai Sepuak, sampai saat ini KSP CU Usaha Kita memliki 12 tempat kantor pelayanan. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Staf atau Karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Jumlah responden yang berdasarkan penetapan sampel pada tahun 2025 sebanyak 28 responden. Deskripsi responden akan dilihat dari jenis kelamin dan usia dan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 3 Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Jumlah 18 orang 10 orang 28 orang Persentase (%) 64,3 % 35,7 % Sumber: Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Sekadau, 2025. Pendidikan Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan adalah untuk mengetahui tingkat pendidikan yang bekerja di KSP CU Usaha Kita dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel Deskripsi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Jumlah Tingkat Pendidikan SMA Strata 1 (S. Jumlah Responden 2 orang 26 orang 28 orang FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Persentase (%) 7,10 % 92,90 % Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Sumber: Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Sekadau, 2025. Usia Karakterisik responden berdasarkan usia adalah untuk mengetahui usia responden yang bekerja di KSP CU Usaha Kita dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 5 Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Umur Jumlah Responden Persentase (%) 31 sd 40 16 orang 57,10% 41 sd 50 12 orang 42,90% 28 orang Jumlah Sumber: Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Sekadau, 2025. Pengujian Instrumen Penelitian Uji Validitas Berdasarkan dari responden karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau yang berjumlah 28 responden, maka didapat r tabel dengan signifikan sebesar 5 % adalah 0,373. Adapun dinyatakan valid apabila mengikuti ketentuan sebagai berikut : Tabel 6 Hasil Uji Validitas Variabel Pelatiha n (X. Peluang Karir (X. Pernyataa X1. X1. X1. X1. Rhitung Rtabel Keterangan 0,659 0,786 0,684 Valid Valid Valid 0,74 Valid X1. 0,74 X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. 0,684 0,659 0,785 0,759 0,719 0,711 0,739 X2. 0,629 X2. 0,739 0,25 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,25 Valid Valid Motivasi Kerja (Y) X2. X2. 0,679 0,693 0,776 0,563 0,706 Valid Valid Valid Valid Valid 0,762 Valid 0,626 0,732 0,672 0,724 0,25 Valid Valid Valid Valid Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Berdasarkan tabel 6 diatas dapat dilihat masing-masing item pernyataan memiliki nilai r hitung > dari r tabel, sehingga seluruh item pernyataan dalam penelitian ini dapat dinyatakan Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas adalah untuk mengetahui seberapa reliable ( handal ) atau tidaknya instrument untuk dijadikan alat pengumpulan data. Salah reliabilitas adalah dengan melihat nilai Cronbach Alpha () yaitu suatu konstruksi atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha>0,6 Tabel 7 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pelatihan (X. Peluang Karir (X. Motivasi Kerja (Y) Cronbach Alpha Keterangan Cronbach Alpha Standar 0,865 Reliabel 0,848 Reliabel 0,876 Reliabel Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Berdasarkan tabel 7 diatas dapat dilihat bahwa masing-masing variabel memiliki nilai Cronbach Alpha > Cronbach Alpha Standar 0,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: di dalam penelitian ini dinyatakan Disimpulkan konsisten dan dapat diandalkan dalam variabel-variabel Uji Hipotesis Uji Regresi Linear Berganda Berikut ini merupakan hasil analisis regresi linear berganda. Tabel 8. Uji Regresi Linier Berganda Model 1 (Constan. Coefficientsa Unstandardiz Standardiz Coefficients Coefficients Std. Error Beta Pelatihan Peluang Dependent Variable: Motivasi_Kerja_(Y) Sig. Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Berdasarkan hasil pengelolahan regresilinear berganda yaitu Y = -0,544 0,334 X1 0,682 X2. Nilai konstanta sebesar -0,544 koefisien pada variabel bebas yaitu pelatihan (X. sebesar 0,334 dan untuk variabel peluang karir (X. sebesar 0,682. Hasil kinerja pada variabel bebas . elatihan dan peluang kari. tersebut menunjukan adanya Motivasi Kerja (Y). Ini berarti bahwa jika terjadi penambahan satuan dalam setiap variabel pelatihan (X. dan variabel peluang karir (X. maka akan bertambahnya variabel motivasi kerja (Y) terhadap karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau, artinya : Nilai konstanta Motivasi Kerja (Y) sebesar -0,544 yang menyatakan jika variabel pelatihan dan peluang karir sama dengan nol maka motivasi bernilai -0,544 artinya jika tidak ada pelatihan dan peluang karir maka motivasi kerja di Kantor Pusat CU Usaha Kita berkurang . sebesar -0,544. Koefisien . X1 sebesar 0,334 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X1 . sebesar 1% maka motivasi kerja meningkat sebesar 0,334 . ,4%) penurunan X1 . sebesar 1% maka motivasi kerja menurun sebesar 0,334 . ,4%). Koefisien X2 . eluang kari. sebesar 0,682 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X2 . eluang kari. sebesar 1% maka motivasi kerja meningkat sebesar 0,682 . ,2%) atau sebaliknya jika terjadi penurunan X2 . eluang kari. sebesar 1% maka motivasi kerja menurun sebesar 0,682 . ,2%). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelatihan berpengaruh dan peluang karir berpengaruh terhadap motivasi kerja. Tabel 9 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Sig. Beta (Constan. Pelatihan Peluang karir Dependent Variable: Motivasi_Kerja_(Y) Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Berdasarkan hasil pengelolahan data pada tabel 9 diperoleh regresilinear berganda yaitu Y = -0,544 0,334 X1 0,682 X2. Nilai konstanta sebesar -0,544 koefisien pada variabel bebas yaitu pelatihan (X. sebesar 0,334 dan untuk variabel peluang karir (X. sebesar 0,682. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Hasil kinerja pada variabel bebas . elatihan dan peluang kari. tersebut menunjukan adanya pengaruh positif pada variabel Motivasi Kerja (Y). Ini berarti bahwa jika terjadi penambahan satuan dalam setiap variabel pelatihan (X. dan variabel peluang karir (X. maka akan bertambahnya variabel motivasi kerja (Y) terhadap karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau, artinya : Nilai konstanta Motivasi Kerja (Y) sebesar -0,544 yang menyatakan jika variabel pelatihan dan peluang karir sama dengan nol maka motivasi bernilai -0,544 artinya jika tidak ada pelatihan dan peluang karir maka motivasi kerja di Kantor Pusat CU Usaha Kita berkurang . sebesar -0,544. Koefisien . X1 sebesar 0,334 peningkatan variabel X1 . sebesar 1% maka motivasi kerja meningkat sebesar 0,334 . ,4%) atau sebaliknya jika terjadi penurunan X1 . sebesar 1% maka motivasi kerja menurun sebesar 0,334 . ,4%). Koefisien X2 . eluang kari. sebesar 0,682 berarti bahwa setiap terjadi peningkatan variabel X2 . eluang kari. sebesar 1% maka motivasi kerja meningkat sebesar 0,682 . ,2%) atau sebaliknya jika terjadi penurunan X2 . eluang kari. sebesar 1% maka motivasi kerja menurun sebesar 0,682 . ,2%). Dari berpengaruh terhadap motivasi kerja. Uji t ( Parsial ) Hasil uji t dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 10 berikut ini. Tabel 10 Hasil Uji t ( Parsial ) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error Standardized Coefficients Sig. Beta (Constan. Pelatihan Peluang karir Dependent Variable: Motivasi_Kerja_(Y) Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Cara T-tabel menggunakan rumus : Df = n-k. Taraf sig. 5 % = 0,025. Keterangan: n = jumlah responden. k = jumlah variabel. = 28-3=25. Ttabel = 2,060. Dari pengolahan data dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil : Untuk thitung X1 Y= 2,468 dan T-tabel = 2,060. Untuk T-hitung X2 Y= 4,965 dan T-tabel = 2,060. Berdasarkan hasil uji tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Hipotesis 1 Nilai T-hitung untuk variabel pelatihan sebesar 2,468 dan ttabel sebesar 2,060, maka Ha diterima artinya pelatihan motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Hipotesis 2 Variabel peluang karir sebesar 4,965 dan ttabel 2,060, maka disimpulkan bahwa Ha diterima artinya peluang karir berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sintang. Uji F ( Simultan ) Hasil perhitungan Uji F dapat dilihat pada tabel 4. 10 dibawah ini. Tabel 11 Hasil Uji F ANOVAa FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Model Dependent Variable: Motivasi_Kerja_(Y) Predictors: (Constan. Peluang_(X. Pelatihan_. Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai F-hitung sebesar 45,521>Ftabel 3,369 signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,005, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian berarti variabel pelatihan (X. dan peluang karir (X. bersama-sama terhadap variabel motivasi kerja (Y) karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sintang. Artinya yaitu sebagai berikut : Berdasarkan tabel output SPSS diatas, diketahui nilai signifikansi adalah 0,000 karena signifikansi 0,000 < 0,05, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain pelatihan (X. dan peluang karir (X. secara simultan berpengaruh terhadap motivasi kerja (Y). Berdasarkan tabel output SPSS diatas diketahui nilai Fhitung sebesar 45,521 karena nilai Fhitung 45,521 > 3,369, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima dengan kata lain pelatihan (X. dan peluang karir (X. secara simultan berpengaruh terhadap motivasi kerja (Y). Dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan peluang karir secara simultan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan di KSP CU Usaha Kabupaten Sekadau. Uji Korelasi ( r ) Uji korelasi yaitu untuk menyatakan kekuatan hubungan diantara variabel bebas dan variabel terikat serta besarnya pengaruh yang disebebkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat. Salah satu bentuk hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat yang bersifat mempengaruhi dan juga menentukan arah dari kedua variabel. Untuk menyatakan kekuatan hubungan, nilai koefisien korelasi harus berada diantara -1 Sedangkan arahnya dinyatakan dalam bentuk ( ) atau negatif ( - ). Nilai korelasi sendiri dapat dicari dengan metode person product moment dan dapat dilihat pada tabel 12 berikut ini. Tabel 12 Hasil Uji Korelasi Correlations Pelatihan . Pelatiha n . Pearson Correlation Motivasi Kerja(Y) Motivasi Kerja(Y) Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Peluang (X. Peluang (X. Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Berdasarkan tabel 12 diatas diketahui tingkat kesetaraan hubungan antara variabel independen peluang karir (X. dengan variabel dependen motivasi kerja (Y) dan antara variabel independen peluang karir (X. dengan variabel dependen motivasi kerja (Y) sebagai Koefisien korelasi pelatihan (X. menunjukan tingkat hubungan antar variabel independen pelatihan (X. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: dengan variabel dependen motivasi (Y) Dibuktikan dengan nilai Sig ( 2-tailed ) sebesar 0,000 dan lebih kecil dari nilai ketetapan probabilitas yaitu sebesar 0,05 ( 0,000 < 0,05 ) yang dimana terdapat pengaruh antara variabel independen pelatihan (X. dan variabel dependen motivasi kerja (Y). Sedangkan nilai pearson correlation sebesar 0,756 jika dilihat pada nilai tabel interpretasi koefisien korelasi maka tingkat hubungan antara variabel pelatihan (X. dan motivasi kerja (Y) termasuk dalam kategori kuat yaitu berada pada nilai 0,61-0,80 di 2 tingkat korelasi dan kekuatan Koefisien korelasi peluang karir (X. menunjukan tingkat hubungan antara variabel independen peluang karir (X. dengan variabel dependen motivasi kerja (Y) tersebut korelasi. Dibuktikan dengan nilai Sig ( 2-tailed ) sebesar 0,000 dan lebih kecil dari nilai ketetapan probabilitas yaitu sebesar 0,05 . ,000 < 0,. yang mana terdapat pengaruh antara variabel independen peluang karir (X. dengan variabel (Y). Sedangkan nilai pearson correlation sebesar 0,856 jika dilihat dari nilai tabel interpretasi koefisien korelasi maka tingkat hubungan antara variabel peluang karir (X. dan motivasi kerja (Y) termasuk dalam kategori kuat yaitu berada pada nilai 0,61-0,80. Uji Koefisien Determinasi Pengujian dengan menggunakan uji koefisien determinasi (R. yaitu angka yang menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh sebuah variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu pelatihan (X. dan peluang karir (X. terhadap variabel terikat yaitu motivasi kerja (Y) secara simultan pada karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Penelitian ini untuk mencari koefisien determinasi digunakan nilai R square. R2 ( R square ) berkisar pada angka 0 sampai 1, semakin kecil ke angka R2 maka semakin lemah hubungan kedua variabel independen dan dependen tersebut. Hasil pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada 12 berikut ini. Tabel 13 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Peluang_(X. Pelatihan_. Sumber : Data yang diolah Tahun 2025 Dari tabel 13 diatas diperoleh R Square sebesar 0,785 yang berarti nilai R Square R2 x 100% maka 0,785 x 100% = 78,5%. Artinya, bahwa dari variabel pelatihan dan peluang karir di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau berpengaruh terhadap variabel motivasi kerja sebesar 78,5%. Sedangkan sisanya 21,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa : berdasarkan uji validitas dan uji reliabilitas yang telah dilakukan variabel-variabel digunakan dalam penelitian ini FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 23 Nomor 2. September 2025 P-ISSN: 1693E-ISSN: seluruhnya dinyatakan valid dan Hasil berganda menunjukkan bahwa pelatihan dan peluang signifikan terhadap motivasi kerja, dengan koefisien regresi masingmasing pelatihan sebesar 0,334 dan peluang karir sebesar 0,682. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel pelatihan dan peluang karir memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja secara parsial. Artinya pelatihan dan terhadap motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel pelatihan dan peluang karir secara simultan memiliki motivasi kerja, dengan nilai F hitung 45,521 lebih besar dari F tabel 3,369 dan signifikansi . < 0,05. Artinya pelatihan dan peluang motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa pelatihan dan peluang karir memiliki korelasi signifikan dan kuat dengan motivasi kerja, dengan nilai Pearson Correlation masingmasing sebesar 0,756 dan 0,856. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pelatihan dan peluang karir dengan motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa pelatihan dan peluang karir memiliki pengaruh sebesar 78,5% terhadap motivasi kerja, sedangkan 21,5% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti mengajukan beberapa saran untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan di KSP CU Usaha Kita Berdasarkan disarankan untuk pelatihan perlu lebih banyak di adakan karena nilai pengaruh masih rendah dari peluang karir terhadap motivasi kerja karyawan di Kantor Pusat KSP CU Usaha Kita Kabupaten Sekadau. Berdasarkan peluang karir berpengaruh besar maka disarankan untuk karyawan lebih tekun dalam mengejar karir. DAFTAR PUSTAKA