Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah Madinah.JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4.0 International License Naskah masuk Direvisi Diterbitkan 24 Maret 2023 23 Mei 2023 12 Juni 2023 DOI : https://doi.org/10.58518/madinah.v10i1.1485 PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DALAM KEGIATAN APEL PAGI DI SD NEGERI PANGGUNG LOR Miladia Nur Istighfaroh Universitas PGRI Semarang, Semarang, Indonesia Email: miladianistigh@gmail.com Ferina Agustini Universitas PGRI Semarang, Semarang, Indonesia Email: Ferinaagustini@upgris.ac.id Muhammad Prayito Universitas PGRI Semarang, Semarang, Indonesia Email: Prayito@upgris.ac.id Trinil Wigati SD Negeri Panggung Lor, Semarang, Indonesia Email: Trinilwigati@gmail.com Abstrak: Penanaman pendidikan karakter disiplin pada peserta didik tidak hanya dilakukan dengan cara pengintegrasian karakter ke dalam mata pelajaran saja akan tetapi dilakukan pula melalui pembiasaan salah satunya pembiasaan apel pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman karakter disiplin dalam kegiatan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri Panggung Lor dengan subjek guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari data yang terkumpul kemudian diolah untuk disajikan sebagai data yang utuh. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan penanaman karakter disiplin dalam kegiatan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor diantaranya siswa dapat menaati peraturan sekolah dengan berangkat lebih awal dan memakai seragam lengkap. Siswa dapat lebih teratur saat baris berbaris di lapangan untuk melaksanakan apel pagi. Budaya antri saat berjalan menuju lapangan ini selain menumbuhkan karakter disiplin juga menumbuhkan kesabaran, solidaritas, sikap menghargai dan tenggang rasa terhadap orang lain. Kata kunci : Pendidikan Karakter, Karakter disiplin, Kegiatan Apel Pagi 1 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah Abstract: Instilling disciplined character education in students is not only done by integrating character into subjects but also through habituation, one of which is the habituation of morning apples. This study aims to describe the inculcation of the character of discipline in the morning assembly activities at SD Negeri Panggung Lor. This study used a qualitative approach which was carried out at SD Negeri Panggung Lor with teachers and students as subjects. Data collection techniques used in this study were interviews, observation and documentation. The collected data is then processed to be presented as complete data. The technique of checking the validity of the data used is the triangulation technique. The results of the study showed that the inculcation of the character of discipline in the morning assembly activities at SD Negeri Panggung Lor included students being able to obey school rules by leaving early and wearing full uniforms. Students can be more organized when the lines line up in the field to carry out morning assembly. The culture of queuing when walking to the field apart from cultivating the character of discipline also fosters patience, solidarity, respect and tolerance for others. Key words: Character Education, Discipline Character, Morning Apple Activities PENDAHULUAN Pendidikan tidak hanya tempat seseorang dalam trampil dalam pengetahuan, namun merupakan wadah pembentukan karakter setiap individu sehingga dapat membentuk manusia yang dewasa dan bertanggung jawab. Pendidikan merupakan proses untuk mengubah diri kita dari hal terkecil hingga suatu hal yang besar dan melalui prosesnya kita juga akan mengalami perubahan yang signifikan dari segi kualitas dari diri. 1 Ciri khas antara bangsa satu dengan bangsa yang lain adalah sebuah karakter yang memberikan gambaran suatu bangsa sebagai pembeda. Karakter juga menggambarkan suatu bangsa dalam mengalami perubahan dari dulu hingga sekarang. Bangsa yang besar adalah bangsa yang berkarakter tinggi untuk membangun peradaban dan revolusi yang dapat mempengaruhi perkembangan dunia. Tujuan pendidikan karakter sejalan dengan UUD 1945 pasal 31 (3) “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur oleh hukum". Di era pendidikan, sudah banyak pembicaraan tentang pendidikan karakter. Fakta menunjukkan bahwa karakter bangsa di era globalisasi ini banyak mengalami kemerosotan. Hal inilah yang melatar belakangi munculnya pendidikan karakter. Pendidikan mandiri dianggap sebagai media yang paling efektif untuk mengembangkan potensi siswa dalam bentuk keterampilan dan wawasan. Oleh karena itu, pendidikan terus dibangun dan dikembangkan agar dalam proses penyelenggaraannya menghasilkan generasi yang diinginkan. Bangsa Indonesia tidak ingin menjadi bangsa yang bodoh dan terbelakang apalagi 1 Puspita et al., “Analisis Kemampuan Penalaran Siswa Siswi SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Visual.” Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematik 2, no. 2 (Desember 2020) 2 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah dalam menghadapi era yang terus berkembang di era kecanggihan teknologi dan komunikasi. Sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan agar menghasilkan sumber daya yang cerdas, terampil, mandiri, dan berbudi luhur serta terus dicapai melalui pendidikan. Merujuk berita detiknews.com, selama tes PISA 2018, 21% siswa Indonesia bolos sekolah dan 52% siswa terlambat masuk sekolah. Hasil survei PISA 2018 menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa Indonesia masih rendah dibandingkan negara maju seperti Jepang. Kedisiplinan merupakan salah satu tolak ukur kebaikan suatu bangsa, melalui kedisiplinan warga negara Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat menumbuhkan negara yang baik.2 Untuk menghadapi perubahan global yang diakibatkan oleh globalisasi, maka nilai-nilai luhur bangsa yang terkandung dalam Pancasila, perlu dilakukan penguatan pendidikan karakter sedini mungkin kepada generasi muda mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan meluas ke lingkungan masyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sangat tepat untuk memberikan perhatian khusus pada pendidikan karakter. Sebagaimana pendapat Bakhtiyar bahwa sekolah merupakan lembaga pendidikan yang mengemban tugas pengembangan nilai-nilai karakter.3 Salah satu nilai pendidikan karakter adalah disiplin. Disiplin terhadap siswa merupakan hal yang paling penting dalam sebuah sekolah. Samani dan Hariyanto mendefinisikan disiplin sebagai sikap yang timbul dari kebiasaan mentaati peraturan, hukum atau perintah. Kedisiplinan dapat diajarkan kepada anak di sekolah maupun di rumah dengan membuat beberapa macam aturan atau tata tertib yang harus dipatuhi oleh setiap anak, aturan dibuat fleksibel namun tegas. 4 Dengan kata lain, peraturan menyesuaikan dengan kondisi perkembangan anak, dan dilaksanakan dengan penuh ketegasan. Menurut Rumia penanaman disiplin bertujuan untuk memperlancar proses pembelajaran agar siswa dapat berperilaku tertib sesuai dengan peraturan yang ada di sekolah dan menghindari perbuatan negatif.5 Mengintegrasikan karakter disiplin siswa tidak hanya ke dalam mata pelajaran tetapi juga melalui pembiasaan. Menurut Ahamd dan Lutfayanti pembiasaan dianggap sangat efektif jika diterapkan pada siswa sejak usia dini karena memiliki catatan ingatan yang kuat dan kondisi kepribadian yang belum Lestari et al., “Application of Student Discipline Movement (GDS) as School Culture for Strengthening School Student Characters in Junior High School,” International Journal Pedagogy Of Social Studies 2, no. 2 (Juli 2019) 79-85 3 Bakhtiyar, “Internalisasi Nilai-Nilai Moralitas Dan Kesantunan Pada Anak Usia Dini,” Journal of Urban Sociology 10, no. 1 (Juni 2019) https://doi.org/10.30742/jus.v1i1.565 4 Samani et al., Konsep dan Model Pendidikan Karakter (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2016),121. 5 Rumia, “Analisis Tingkat Kedisiplinan Peserta didik Sebelum dan Sesudah Prakerin di SMK Negeri 3 Tarakan.” Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan 3, no. 1 (Juni 2015) 112 – 120, ISSN: 2337-7615 2 3 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah matang, sehingga mudah larut dengan kebiasaan yang dilakukannya sehari-hari6. Berbagai kebiasaan baik sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia seperti kebiasaan hidup bersih dan sehat, kebiasaan 5S (Senyum, sapa, sapa, santun), dan juga melalui upacara bendera dan apel yang dilaksanakan setiap pagi. Apel pagi sangat berbeda dengan upacara bendera. Apel pagi cenderung memakan waktu sekitar 10-15 menit. Ini cenderung lebih singkat dibandingkan upacara bendera yang memakan waktu kurang lebih 45 menit. Selain itu, apel pagi juga dilakukan tanpa pengibaran bendera terlebih dahulu. Semua kegiatan tersebut harus dilakukan di luar jam belajar yang telah ditetapkan. Beberapa sekolah di Indonesia khususnya di wilayah Semarang telah melaksanakan kegiatan morning call setiap hari, dari hari selasa sampai jumat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Namun tidak semua sekolah di Semarang melaksanakan kegiatan ini. Terkadang beberapa sekolah melaksanakan kegiatan apel pagi hanya 3 kali dalam seminggu atau paling tidak hanya mengadakan upacara bendera pada hari senin. SD Negeri Panggung Lor sudah melaksanakan pembiasaan kegiatan apel . Apel pagi dilaksanakan setiap pagi yaitu 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan apel ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi dan juga guru SD N Panggung Lor. Oleh sebab itu peneliti ingin mengulas mengenai penanaman karakter disiplin dalam kegiatan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor. Penelitian yang relevan dengan masalah yang ditemukan peneliti adalah penelitian oleh Annis yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi pendidikan karakter disiplin di sekolah dan siapa saja yang terlibat dalam mendukung pendidikan karakter tersebut. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa untuk mendukung tercapainya keberhasilan nilai karakter disiplin di sekolah ini, dibuat tujuh kebijakan sekolah, yaitu program pendidikan karakter, menetapkan aturan sekolah dan aturan kelas, melakukan sholat dhuha dan sholat dzuhur berjamaah, membuat pos afektif di setiap kelas, memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah melalui buku catatan kegiatan harian, dan melibatkan orang tua, dan melibatkan komite sekolah7. Peneltian relevan lainnya dari Triyani yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelaksanaan penanaman sikap tanggung jawab siswa kelas 3A melalui pembiasaan apel penguatan pendidikan karakter di SDN Tambakaji 01 Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan apel penguatan pendidikan karakter memberikan pengaruh terhadap peningkatan karakter tanggung jawab siswa kelas 3A SDN Tambakaji 01 Kota Semarang. Melalui pembudayaan dan pembiasaan penanaman sikap sosial mampu membentuk perilaku positif siswa dalam kehidupan sehari-hari terlebih sebagai bentuk tugas dan kewajibannya dalam lingkungan kelas, sekolah maupun 6 Ahamd et al., “Pembiasaan Dzikir Pagi Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Mi Ma’arif Nu Sunan Drajat Lamongan,” Jurnal Akademika, 12 no. 2 ( Desember 2018): 170-180 7 Annis, F, “Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter disiplin pada siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Perspektif Pendidikan dan Keguruan, 10 no 1, (Juni 2019): 1-7. doi:https://doi.org/10.25299/perspektif.2019.vol10(1).3102 4 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah lingungan masyarakat8. Hal ini dibuktikan dengan munculnya indikator ketaatan siswa kelas 3A terhadap peraturan dikelas dan sekolah. Dapat diambil simpulan bahwa penanaman sikap sosial tanggung jawab melalui pembiasaan karakter melalui apel penguatan pendidikan karakter memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter sosial siswa terutama sikap tanggung jawab. METODE PENELITIAN Untuk meneliti penanaman karakter disiplin dalam kegiatan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor, peneliti mengambil pendekatan penelitian kualitatif berjenis deskripsi. Sedangkan untuk melakukan pengambilan data, peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Untuk mendapatkan data tentang kegiatan apel pagi maka peneliti menggunakan teknik observasi pada saat proses pelaksanaan sebelum pembelajaran pembelajaran berlangsung dan melakukan wawancara semi terstruktur dengan guru kelas. Selain mewawancarai guru, peneliti juga melakukan wawancara dengan siswa kelas V untuk mendapatkan data lebih lengkap. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Bentuk pelaksanaan kegiatan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor Gambar 1. Kegiatan apel pagi Berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi yang sudah sama bahwasanya apel pagi yang diterapkan di SD Negeri Panggung Lor adalah kegiatan yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai yaitu pada jam 07.15 - 07.30. Kegiatan diawali dengan guru olahraga memutarkan lagu nasional yang berjudul “ Maju Tak Gentar”. Tanpa diberi perintah para siswa secara mandiri langsung bergegas baris berjalan dengan rapi dari kelas menuju ke lapangan untuk pelaksanaan apel pagi. Semua kelas berbaris sesuai dengan kelasnya masing-masing. Para siswa berkumpul di lapangan dan di pimpin oleh ketua apel yang bertugas pada hari tersebut. Adapun petugas apel terdiri dari 3 peserta didik yang bertugas sebagai ketua apel, pembawa acara/protokol dan pemimpin pembacaan doa. Pembagian tugas dilakukan secara bergantian dari kelas 1 sampai kelas 6. Ketika pertugasnya kelas 1 dan 2 pelaksananya masih di bantu oleh guru kelasnya Triyani,Eva et al., “Penanaman Sikap Tanggung Jawab Melalui Pembiasaan Apel Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Kelas III.” Jurnal Kependidikan Dasar 10, no. 2 (April 2020) 118-122 8 5 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah masing-masing. Setelah semua siswa siap melaksanakan apel, yang bertugas sebagai pembaca doa mengawali membaca asmaul husna bersama. Selama membaca asmaul husna bersama bagi siswa yang beragama non muslim meninggalkan lapangan. Para siswa non muslim berkumpul di kantor untuk melaksanakan kegiatan keagamaan bersama guru non muslim yang ada di SD Negeri Panggung Lor. Setelah selesai siswa non muslim kembali ke lapangan melanjutkan apel dengan menyanyikan lagu Mars SD Negeri Panggung lor, mars PPK dan lagu daerah. Semua rangkaian kegiatan apel sudah selesai di tutup dengan pembacaan doa. Guru olahraga kembali memutarkan lagu “maju tak gentar” para siswa berjalan dengan rapi menuju ke kelas masing-masing tepat pukul 7.30 pembelajaran dikelas dimulai. Kegiatan apel pagi ini dilaksanakan pada hari selasa sampai jumat untuk hari senin dan hari besar nasional hanya melaksanakan upacara bendera. 2. Analisis Penanaman Karakter Disiplin dalam pembiasaan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor Media sosial kedua setelah keluarga adalah sekolah. Sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam penanaman karakter, pembentukan kepribadian anak, disiplin dan cinta tanah air. Penanaman karakter perlu diterapkan dalam sekolah. Hal tersebut bertujuan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bergotong royong, bermoral, bertoleransi, , berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi pada ilmu pengetahuan, dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan pancasila. Penanaman Karakter Disiplin dalam pembiasaan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor yang pertama siswa selalu disiplin untuk berangkat lebih awal sebelum jam 07.00 WIB menggunakan seragam lengkap dan rapi. Menurut guru dan siswa hal tersebut sudah biasa dilakukan dengan alasan para siswa malu jika datang terlambat sedangkan teman yang lainnya sudah berbaris di lapangan. Siswa yang terlambat berjalan sendirian menjadi pusat perhatian teman yang sudah baris. Pembiasaan tersebut membuat siswa terbiasa bangun pagi untuk berangkat lebih pagi dan menghargai waktu. Sebelum diadakannya kegiatan apel pagi banyak siswa yang terlambat masuk sekolah, melalui apel pagi siswa dan guru mendapat dorongan untuk berangkat lebih awal. Hal tersebut menimbulkan rasa semangat yang tinggi dalam kegiatan KBM. Dimana kegiatan apel pagi disambut gembira dan senang oleh semua warga SDN Panggung Lor bahkan wali murid mendukung dan tidak ada yang merasa terbebani dengan adanya kegiatan apel pagi yang mengharuskan siswa dan guru berangkat lebih awal dari biasanya. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori dari Lickona bahwa salah satu dari komponen pendidikan karakter adalah moral action, dimana moral action bisa terbentuk dengan dilakukan terus menerus melalui pembiasaan setiap hari.9 9 Maunah,Binti, ”Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa,” Jurnal Pendidikan Karakter 5, no. 1 (Desember 2015) 90 6 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah Dengan adanya apel pagi ini, para siswa menjadi terbiasa dengan kegiatan yang akan mereka lakukan sebelum pembelajaran dimulai. Menurut peneliti, ketika siswa tiba di sekolah pada pukul 06.30, siswa memasuki lingkungan sekolah dan diawali dengan 5S (Senyum, sapa, sapa, sopan, santun) kepada guru kemudian masuk ke kelasnya masing-masing. Peneliti memperhatikan bahwa ketika siswa masuk kelas, siswa hanya menjatuhkan tasnya dan meninggalkan kelas lagi dan ada yang duduk, ada yang berdiri di depan kelas menunggu pertemuan pagi. Dari sini terlihat bahwa siswa SD Panggung Lor memiliki rasa tanggung jawab dalam dirinya. Tak hanya itu pembiasaan kegiatan keagamaan seperti membaca asmaul husna untuk yang beragama islam dan kegiatan keagamaan non muslim bersama guru no muslim dapat meningkatkan keimanan siswa. Pembiasaan membaca Asmaul Husna bagi peserta didik dijadikan sebagai media untuk membentuk budi pekerti dan karakter peserta didik lebih baik. Peserta didik diajak untuk melafalkan dan menghayati Asmaul Husna yang kemudian akan terbawa pada diri peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan membaca atau melafalkan Asmaul Husna akan mendapatkan hati yang tenang, jiwa yang tentram dan iman akan menjadi kuat serta akhlak kita akan semakin baik dan semangat belajar akan meningkat. Penerapan pembiasaan apel pagi dapat melatih siswa untuk selalu bersikap disiplin sesuai aturan, sebagaimana aturan yang terdapat dalam baris berbaris tidak boleh berisik bermain sendiri karena ada hukuman yang diterapkan jika peraturan tersebut dilanggar. Hukuman yang diterapkan setelah selesai apel pagi yaitu dengan tetap dilapangan melakukan PBB yang di pandu oleh guru olahraga. Sehingga secara tidak langsung dapat tertanam karakter disiplin pada siswa di SD N Panggung Lor. Menurut Prasetyo dan Agustini, Punishment adalah tindakan yang diberikan oleh pendidik terhadap anak didik yang telah melakukan kesalahan, dengan tujuan agar anak didik tidak akan mengulanginya lagi dan akan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat10. Suatu hukuman itu pantas diberikan kepada siswa bilamana nestapa yang ditimbulkan itu mempunyai nilai positif dan pedagogis. Tertanamnya karakter dapat dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh siswa baik prestasi di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan nasional. Berbagai prestasi tidak akan dapat diraih jika siswa siswinya tidak memiliki karakter disiplin. Menurut Rohman dalam penilitiannya menyatakan bahwa proses pendidikan melalui disiplin memerlukan ketegasan dan kebijaksanaan. Ketegasan mengharuskan pendidik memberikan sanksi dan hukuman pada setiap anak (subyek) didik yang tidak patuh atau melanggar tata tertib.11 Kebijaksanaan juga mengharuskan pendidik berlaku dan bertindak adil dalam memberikan sanksi atau hukuman pada setiap anak (subyek) didik yang tidak patuh atau melanggar tata tertib. Prasetyo et al., “Analisis Dampak Pemberian Reward dan Punishment dalam Proses Pembelajaran Matematika,” Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran 2, no. 3 (Juli 2019) 11 Rohman, Fatkhur, “Peran Pendidik dalam Pembinaan Disiplin Siswa di Sekolah / Madrasah.” Kebangkitan Bahasa Arab 4, no. 1 (Juli 2018) 107-114 10 7 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah Gambar 2. Anak sedang antri untuk turun tangga Pembiasaan budaya antri saat melaksanakan baris berbaris tidak berdesakdesakan menuruni tangga membuat siswa terbiasa bersikap tertib dalam kegiatan lainnya. Seperti antri membeli di kantin sekolah, antri hendak berwudhu, antri masuk masjid, dan antri ketika keluar masuk kelas. Budaya antri ini selain menumbuhkan karakter disiplin juga menumbuhkan kesabaran, solidaritas, sikap menghargai dan tenggang rasa terhadap orang lain. Dengan budaya antri juga dapat menahan ego ingin menang sendiri. Sehingga melalui pembiasaan disiplin melaksanakan budaya antri ini dapat mengembangkan berbagai karakter pada siswa, dan dapat mencetak siswa siswi yang berkarakter dan berakhlakul karimah sesuai dengan visi misi SD Negeri panggung Lor. 3. Faktor pendukung dan penghambat Penanaman Karakter Disiplin dalam pembiasaan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor Faktor pendorong dan penghambat sudah pasti ada dalam kegiatan apel pagi baik apel yang dilakukan di lembaga pendidikan maupun lembaga pemerintahan. Faktor pendukung apel pagi yaitu keadaan yang mendukung mensukseskan kegiatan apel, agar kegiatan tersebut berjalan dengan efektif dan lancar sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapakan. Faktor pendukung dari dalam peserta didik yaitu kesadaran akan pentingnya kegiatan apel dalam meningkatkan karakter disiplin peserta didik, semangat mengikuti kegiatan apel. Peraturan dari sekolah yang mewajibkan siswa untuk berangkat tepat waktu adalah salah satu faktor pendukung dari luar individu. Hal tersebut didukung dengan penelitian yang dikemukakan oleh Roham bahwa faktor pendukung disiplin siswa ada dari faktor intrinsik seperti minat, bakat, motivasi, konsentrasi, dan kemampuan kognitif. Faktor penghambat penanaman karakter disiplin dalam kegiatan apel pagi yaitu Siswa-siswi di SD Negeri Panggung lor berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, keluarga yang berbeda-beda, lingkungan masyarakat yang berbeda beda. Pergaulan mereka pun tidak secara penuh dapat dikontrol oleh sekolah, sehingga perilaku dan kebiasaan yang kurang disiplin terbawa ke sekolah ataupun perilaku disiplin siswa di sekolah tidak diterapkan dilingkungan keluarga dan masyarakat. Inilah yang menghambat karakter disiplin peserta didik tidak terbentuk secara maksimal. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Amri dalam jurnal Rahmayanti bahwa ada beberapa faktor yang menghambat dalam penanaman karakter disiplin sekolah meliputi : 1) Anak itu sendiri, 2) sikap pendidik, 3) lingkungan, dan 8 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah tujuan. Dengan kerja sama antar semua komponen di madrasah akan memberikan pengaruh terhadap kedisiplinan siswa. Tanggung jawab dalam mendidik siswa itu tidak hanya tugas guru sebagai pengajar di madrasah, tetapi peran orang tua berpengaruh dalam mendidik siswa sehingga memiliki karakter yang baik khususnya disiplin. Karena pengaruh keluarga sangat besar dalam membentuk disiplin peserta didik, dukungan dari keluarga akan memberikan pengaruh positif terhadap karakter disiplin siswa. Peran keluarga dalam mengawasi pergaulan peserta didik dapat meminimalisir terhadap tingkah laku anak yang mengarah ke perilaku negatif.12 SIMPULAN 1. Pelaksanaan kegiatan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor dimulai yaitu pada jam 07.15-07.30. Kegiatan diawali dengan guru olahraga memutarkan lagu nasional yang berjudul “ Maju Tak Gentar”. Siswa berkumpul di lapangan berbaris membaca asmaul husna, menyanyikan lagu mars SDN Panggung Lor,, Mars PPK dan Lagu daerah. 2. Pembiasaan apel pagi di SD Negeri Panggung Lor dapat menanamkan karakter disiplin diantaranya siswa dapat menaati peraturan sekolah dengan berangkat lebih awal dan memakai seragam lengkap. Siswa dapat lebih teratur saat baris berbaris di lapangan untuk melaksanakan apel pagi. Budaya antri saat berjalan menuju lapangan tak hanya menumbuhkan karakter disiplin juga menumbuhkan kesabaran, solidaritas, sikap menghargai dan tenggang rasa terhadap orang lain. 3. Faktor pendukung penanaman karakter disiplin kegiatan apel pagi di SD N Panggung Lor adalah niat dari diri peserta didik bersemangat mengikuti kegiatan apel, adanya peraturan yang mewajibkan mengikuti kegiatan apel pagi, adanya fasilitas sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambatnya adalah latar belakang sosial siswa yang berbeda sehingga pergaulan mereka pun tidak secara penuh dapat dikontrol oleh sekolah. Hal ini berdampak pada perilaku dan kebiasaan yang kurang disiplin terbawa ke sekolah. BIBLIOGRAFI Ahamd et al., “Pembiasaan Dzikir Pagi Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Mi Ma’arif Nu Sunan Drajat Lamongan,” Jurnal Akademika, 12 no. 2 ( Desember 2018): 170-180 Annis, F, “Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter disiplin pada siswa Sekolah Dasar,” Jurnal Perspektif Pendidikan dan Keguruan, 10 no 1, (Juni 2019): 1-7. doi:https://doi.org/10.25299/perspektif.2019.vol10(1).3102 Bakhtiyar, “Internalisasi Nilai-Nilai Moralitas Dan Kesantunan Pada Anak Usia Dini,” 12 Rachmayanti,Sofia, “Analisis Faktor Yang Menghambat Dalam Penanaman Pendidikan Karakter Disiplin Pada Siswa di SDN 02 Serut.” Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial 16, no. 2 (Agustus 2019) 80-89 9 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... . Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printed),: 2620-9497 (Online) Volume 10, Nomor 1, Juni 2023 https://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/madinah Journal of Urban Sociology 10, no. 1 (Juni 2019) https://doi.org/10.30742/jus.v1i1.565 Lestari et al., “Application of Student Discipline Movement (GDS) as School Culture for Strengthening School Student Characters in Junior High School,” International Journal Pedagogy Of Social Studies 2, no. 2 (Juli 2019) 79-85 Maunah,Binti, ”Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa,” Jurnal Pendidikan Karakter 5, no. 1 (Desember 2015) 90 Samani et al., Konsep dan Model Pendidikan Karakter (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya,2016),121. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.( Bandung: CV. Alfabeta,2016). Prasetyo et al., “Analisis Dampak Pemberian Reward dan Punishment dalam Proses Pembelajaran Matematika,” Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran 2, no. 3 (Juli 2019) Puspita et al., “Analisis Kemampuan Penalaran Siswa Siswi SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Visual.” Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematik 2, no. 2 (Desember 2020) Rachmayanti,Sofia, “Analisis Faktor Yang Menghambat Dalam Penanaman Pendidikan Karakter Disiplin Pada Siswa di SDN 02 Serut.” Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial 16, no. 2 (Agustus 2019) 80-89 Rohman, Fatkhur, “Peran Pendidik dalam Pembinaan Disiplin Siswa di Sekolah / Madrasah.” Kebangkitan Bahasa Arab 4, no. 1 (Juli 2018) 107-114 Raikhan “Sistem Pendidikan Dalam Ayat-Ayat Kisah Maryam dan Nabi Isa as” Madinah: Jurnal Studi Islam, Vol. 8 Nomor 2, 2021 Rumia, “Analisis Tingkat Kedisiplinan Peserta didik Sebelum dan Sesudah Prakerin di SMK Negeri 3 Tarakan.” Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan 3, no. 1 (Juni 2015) 112 – 120, ISSN: 2337-7615 Triyani,Eva et al., “Penanaman Sikap Tanggung Jawab Melalui Pembiasaan Apel Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Kelas III.” Jurnal Kependidikan Dasar 10, no. 2 (April 2020) 118-122 Wuryandani, “Implementasi Pendidikan Karakter Kemandirian di Muhammadiyah Boarding School.” Jurnal Cakrawala Pendidikan 2, no. 1 (Mei 2016) 207-213 10 Miladia Nur Istighfaroh et al Penanaman Karakter Disiplin... .