Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung PENGARUH ETIKA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH (APIP) DI INSPEKTORAT KABUPATEN TULUNGAGUNG Huda Khoirul Anam1 *Universitas Negeri Surabaya *hudaana06@gmail. Made Dudy Satyawan2 *Universitas Negeri Surabaya *madesatyawan@unesa. Revisions Required 2024-06-19 | Revisions Required 2024-07-10 | Accept Submission 2024-07-12 This study aims to prove effect of ethic and compensation on the performance of the GovernmentAos Internal Supervision Apparatus (APIP) in the Inspekctor of Tulungagung district. The reseacrhers interested to study performance APIP as dependent variabel, while of ethic and compensation use for independent variables. Of the 31 respondents used in this study are apips. Data retrieval is made through a direct distribution of the questionnaire to the responders. The inputs measure a likert range 1 scale . trongly disagree. to 10 strongly agree to a variety of Testing mechanisms include msi testing for interval data to ordinal, test of data quality, test of classic assumptions, linear regression berganda analysis using a version 23 SPSS device used for processing research data showing that ethics and compensation have a positive effect on the performance of the apip government inter-government surveillance apparatus . in the inspector of tulunggreat district. With a percentage of influence of 49. 7% while 50. 3% is affected by other variables. Keywords: Ethic. Compensation. Performance. Internal Auditor. Local Government PENDAHULUAN Auditor merupakan pekerjaan yang melaksanakan pemeriksaan, menyampaikan opini yang independen atas laporan keuangan yang menjadi bentuk pertanggungjawaban kegiatan pada perusahaan, organisasi, atau lembaga pemerintah (Senastri, 2. Pelaksanaan audit tidak hanya dilaksanakan di sektor swasta namun juga dilaksanakan di sektor publik. Internal audit merupakan aktivitas assurans yang independen, objektif, dan aktivitas consulting, kegiatan ini disusun operasional dan menambah nilai organisasi (M. Tuanakotta, 2. Adanya audit internal membantu pemerintah dalam mencapai pengelolaan keuangan dan operasional publik yang sehat melalui belanja efektif, akuntabilitas dan transparansi (Onoja Emmanuel & Usman, 2. Pada sektor pemerintah fungsi audit internal menjadi tanggung jawab dari Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) yang ada di organisasi BPKP. Inspektorat Jenderal, dan Unit Kepatuhan Internal (UKI) (Sugiharto. APIP melakukan kontrol internal di lingkup instansi pemerintah pusat maupun tingkat daerah berpedoman pada Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI. Etika auditor internal mendorong terbentuknya auditor andal melalui standar kinerja tinggi pada pelaksaan audit. Seperangkat aturan perilaku yang harus dipegang teguh oleh auditor meliputi Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung professional (AAIPI, 2. Kepatuhan terhadap etika mendorong APIP dapat meningkatkan standar kinerjanya. Auditor yang menanamkan etika memiliki pandangan luas dan mampu menggali informasi masalah yang mendalam (Kneefel et al. , 2. Adanya kompensasi mendorong auditor Kompensasi merupakah penghargaan yang diterima oleh pekerja dari aktivitas bekerja yang telah berkontribusi dalam mencapai tujuan organisasi (Nawawi, 2. dalam (Jufrizen. Peningkatan kinerja auditor internal pemerintah juga dipengaruhi oleh pemberian kompensasi berupa gaji, tunjangan, bonus, dan pemberian cuti (Leemann, 2. Hal itu terbentuk dikarenakan adanya motivasi dari dalam diri untuk lebih bersemangat dalam bekerja serta akan memicu hasrat untuk berprestasi (Jufrizen, 2. Pada Era reformasi langkah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbebas dari KKN (Korupsi. Kolusi. Nepotism. dan efisien. Aparatur pemerintah yang kompeten dalam aktualisasi fungsi kontrol internal yang andal dan sistem pengendalian internal memadai merupakan wujud adanya good governance (Parasayu & Rohman, 2. Audit internal mendorong terciptanya pemerintahan good governance yang ditonjolkan dengan adanya partisipasi, transparansi dan akuntabilitas(Zamzam et al. Tindakan Fraud dilakukan karena adanya tekanan yang luar biasa, peluang, pembenaran berdasarkan konsep fraud Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) fraud ada tiga jenis yaitu korupsi, penyalahgunaan asset, fraud dalam laporan keuangan. Sesuai hasil survey ACFE pada tahun 2019 data menunjukkan kasus korupsi di Indonesia paling banyak sebesar 167 kasus (Association of Certified Fraud Examiners Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh melalui website KPK pada tahun 2021 menjukkan bahwa, tindak pidana korupsi berdasarkan kategori instansi menunjukkan dari tahun 2019 sampai tahun 2021 terjadi penurunan kasus korupsi. Namun, masih dalam kategori paling tinggi pada instansi pemerintah kabupaten/kota sebanyak 8 kasus. Tindak pidana korupsi berdasarkan jenis perkara menunjukkan kasus penyuapan merupakan kasus tertinggi pada tahun 2021 sebanyak 12 kasus daripada kasus pengadaan barang atau jasa dan perijinan. Berdasarkan profesi atau jabatan kasus korupsi menjerat eselon I/II/II sebanyak 4 kasus, walikota atau bupati dan wakil sebanyak 3 kasus di tahun 2021. Berdasarkan wilayah tindak pidana korupsi terbanyak pada pemerintah pusat (KPK. Kejadian ini juga terjadi di Kabupaten Tulungagung di tahun 2018. Melalui berita pernah terjadi kasus suap dengan tersangka mantan ketua DPRD Tulung Agung bapak Supriyono dan bupati Tulungagung periode 2013-2018 Syahri Mulyo. Bentuk kejadian tersebut yaitu tindak pidana penyuapan dari pengadaan barang dan jasa di pemerintah Tulung Agung 2018(Ramadhan, 2. Bersumber dari data tersebut masih terdapat peluang untuk kejahatan korupsi, sehingga efektifitas pengendalian internal belum optimal. Kasus terbaru mengenai dugaan pegawai Ditjen Pajak melakukan penyamaran laporan kekayaan yang sudah dicurigai sejak lama. Berita tersebut dibantah oleh Menteri Sri Mulyani penelusuran harta tidak wajar baru dilakukan. Beliau mengaku Inspektorat Jenderal Kemkeu penganiayaan viral (Danayanti, 2. Riset yang dihasilkan oleh Sahana . (Sahana, 2. dan Monique & Nasution . (Monique & Nasution, 2. mengungkapkan bahwa kinerja auditor Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung dipengaruhi oleh kode etik. Sebaliknya riset yang berbeda dilakukan oleh Kneefel et al . (Kneefel et al. , 2. indikator integritas, kerahasiaan dan kompetensi menunjukkan tidak adanya pengaruh pada kinerja auditor. Hasil Jufrizen . (Jufrizen, 2. dan Putra & Sintaasih . (Putra & Sintaasih, 2. menyatakan bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif pada kinerja auditor. Sedangkan hasil yang diperoleh Leemann . ((Leemann, 2. menunjukkan tidak adanya pengaruh kompensasi terhadap kinerja auditor. Oleh karena itu perkembangan teknologi memicu terjadinya tindakan fraud yang bervariasi sehingga diperlukan peran inspektorat dalam pencegahan dan pengawasan. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Agensi Teori ini pertama kali dideskripsikan Jensen Mecling . dalam(Nainggolan & Prabowo, 2. , pendefinisian mengenai teori keagenan adalah hubungan antara agen dan prinsipal atau dua pihak yang saling terikat oleh suatu Keterkaitan dengan riset ini terjadi diantara auditor pemerintah, yaitu Inspektorat Jenderal kabupaten dengan pemerintah kabupaten, dimana agen merupakan peran yang dijalankan oleh Inspektorat Jenderal Kabupaten dan sudah diberikan wewenang untuk melakukan jasa audit bagi lembaga pemerintah(Nainggolan & Prabowo, 2. Lembaga sektor publik lewat pemerintah daerah khususnya inspektorat Jenderal sebagai pemangku kepentingan internal yang terus berusaha untuk meluaskan kepercayaan publik dan auditi sebagai pemangku kepentingan luar melalui penerapan fungsi kontrol yang bermutu, sehingga tercipta pemerintahan yang good governane . ersih, adil, transparan dan akuntabe. (Hadi et al. Attribution theory Teori atribusi yang dicetuskan oleh Freis Heider menerangkan bahwa Individu mempunyai kepribadian tekait dengan sikap dan keistimewaan pribadi, yang bisa memperkirakan tindakan seseorang dalam menemui keadaan tertentu (Hadi et al. , 2. Perilaku individu ditentukan oleh kekuatan dari dalam diri sendiri yaitu adanya kemampuan . atau usaha dan dari kekuatan eksternal seperti keberuntungan menurut (Freits Heider, 1. dalam (Zamzam et al. , 2. Melalui penjelasan diatas dapat ditekankan bahwa teori atribusi berupa pandangan atau penilaian yang dirasakan seseorang untuk menanggapi lembaga, lingkungan serta orang-orang yang eksternal (Mahdi, 2. dalam (Zamzam et , 2. Pendapat ini memberikan penafsiran mengenai kepribadian yang berhubungan dengan sikap dan keistimewaan individu, hingga mampu menghadapi keadaan di lingkungan tertenu ketika sedang melakukan kontrol dan pemeriksaan di lingkup instansi pemerintah. Oleh karena itu, auditor internal pemerintah haru memiliki sikap saat bertindak yang sesuai dengan pedoman peraturan dan prosedur yang tepat di lingkungan tersebut (Robbins,2. dalam (Hadi et al. , 2. Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Institute of Internal Auditors (IIA) . efektivitas kinerja internal auditor didefinisikan ketercapaian tujuan yang sudah ditetapkan organisasi dengan kualitas yang tinggi (Tackie et al. , 2. Pendekatan untuk mengevaluasi efektivitas audit internal yang pertama yaitu menggunakan rekomendasi audit internal untuk tingkat implementasi, kedua pengukuran output menggunakan pengukuran kepatuhan terhadap Statements for the professional Practice of Internal Auditing (SPPIA) berada di urutan ketiga Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung (Arena dan Azzone,2. dalam (Wibowo. Ukuran untuk menjalankan fungsi, tugas, program, visi misi organisasi dengan kemampuan dan target dari segi kualitas, kuantitas, ketepatan waktu yang disebut dengan indikator efektivitas kinerja (Bachri. Etika Etika didefinisikan secara umum sebagai perangkat prinsip, nilai atau moral. Kode etik adalah seperangkat standar yang berisi tentang perilaku professional seseorang yang harus ditanamkan pada setiap pekerjaan (Arens,2010:. dalam (Rahmi, 2. Etika berfungsi sebagai pedoman bagi seseoarang dalam melaksanakan tugas atau mengambil keputusan (Lowers, 2015:. dalam (Haeridistia & Agustin, 2. Auditor internal pemerintah membutuhkan etika untuk memandu saat bekerja ketika menjalankan tugasnya (Rebecca, 2. Menurut Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia memiliki prinsip dasar etika dengan menerapkan integritas, objektivitas, kerahasiaan, kompetensi, akuntabel, perilaku Kompensasi Pendapatan yang diterimakan atas imbalan kerja karyawan dari perusahaan berupa uang, barang langsung atau tidak langsung disebut Imbalan secara finansial yang berupa uang maupun sesuatu yang bisa diukur sisi uang maupun non finansial yang berbentuk penghargaan, jabatan, atau yang lain yang diterimakan kepada karyawan atas pekerjaan yang dilakukan dalam organisasi (Siti Mujanah, 2019 :1-. Penerimaan kompensasi sangat dipengaruhi oleh adanya produktivitas, kemampuan dan kesediaan untuk membayar, suplai dan permintaan tenaga kerja, kebijakan organisasi serta aturan perundang-undangan (Jufrizen, 2. Tujuan balas jasa tersebut juga demi kepentingan seluruh stalk holder baik pemerintah, organisasi, pekerja, masyarakat dengan melakukan pemberian kompensasi (Arifudin,2019:. Pemberiannya sesuai dengan kondisi dan nilai dari suatu pekerjaan yang sudah dicapai, karena sebagai bentuk apresiasi atas prestasi kerja dengan jenis pekerjaan yang dilakukan (Putra & Sintaasih. Pengembangan Hipotesis Penelitian Pengaruh Etika Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Etika merupakan perangkat prinsip atau nilai berfungsi sebagai panduan untuk berbuat, bertindak dan berperilaku(Priyansari & TAH, 2. Penguat kaidah-kaidah perilaku yang wajib dipatuhi dalam memikul pekerjaan sehingga etika menjadi faktor penting dalam pekerjaan auditor (Luh et al. (Luh et al. , 2. (Situmorang & Sudjiman, 2. Penjelasan diatas selaras dengan jawaban penelitian yang diperoleh (Monique & Nasution,2. (Monique & Nasution, 2. dan (Haeridistia & Agustin, 2. (Haeridistia & Agustin, 2. yang memberikan hasil bahwa etika memiliki pengaruh signifikan. Maka hipotesis riset ini H1: Etika berhubungan dengan kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Kompensasi penghasilan diperoleh karyawan atas balas jasa yang diberikan berupa uang, barang (Hasibuan,2010:. dalam (Nurhayati et al. Pemberiannya sesuai dengan kondisi dan nilai dari suatu pekerjaan yang sudah dicapai, karena sebagai bentuk apresiasi atas prestasi kerja dengan jenis pekerjaan yang dilakukan (Putra & Sintaasih, 2. Beberapa riset yang telah dilakukan oleh (Leeman, 2. (Leemann, 2. memiliki jawaban tidak adanya hubungan antara Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung kompensasi dengan kinerja auditor. Namun hasil tersebut berkebalikan oleh riset yang dilakukan (Jufrizen,2. (Jufrizen, 2. , (Puta & Sintaasih, 2. (Putra & Sintaasih, 2. dan (Hameed et al. ,2. (Hameed et , 2. diperoleh hasil kompensasi memiliki pengaruh pada kinerja auditor. Hasil tersebut membuktikan dengan adanya kompensasi mendorong motivasi untuk lebih meningkatkan kualitas kinerjanya. H2: Kompensasi berhubungan dengan kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data Metode kuantitatif dipakai pada riset melalui pendekatan korelasional. Riset ini Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Jenis data primer yang dipakai berupa hasil jawaban kuesioner yang sudah Kemudian juga memakai data sekunder berupa jurnal ilmiah, skripsi, situs web, peraturan-peraturan yang memuat standar audit internal pemerintah, dan juga buku-buku relevan pada riset ini. Populasi dan Sampel Riset ini populasi yang dipakai seluruh pegawai APIP yang bekerja di inspektorat kabupaten Tulung Agung dengan jumlah 31 pegawai. Pengambilan Sampel didasarkan pada pertimbangan bahwa sampel berdasar probablitas jawaban kuesioner yang kembali dari 31 pegawai. Variabel dan Definisi operasional Kinerja APIP Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), merupakan suatu tindakan oleh audior dalam menjalankan tugas yang diemban melalui persiapan (KPP), pelaksanaan, koordinasi audit, penilaian efektivitas tindak lanjut audit, serta konsistensi laporan audit (Zamzam et al. Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) merupakan hasil dari capaian auditor dalam meningkatkan kinerja organisasi, terdapat tiga indikator yaitu kualitas audit, evaluasi auditee, dan auditor mampu memberikan nilai tambah bagi organisasi (Cohen & Sayag, 2. Etika Etika adalah nilai dan moral yang diterapkan auditor ketika menjalankan pekerjaannya dengan berdasar pada aturan etik yang dilkeluarkan oleh AAIPI (Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesi. Etika berhubungan dengan nilai yang telah menjadi kesepakatan bersama berdasarkan norma dan kode etik untuk menggapai tujuan organisasi(Tunnisa. Indikator untuk mengukur etika APIP wajib berintegtitas, objektivitas, kompetensi, kerahasiaan, akuntabel dan perilaku professional (AAIPI, 2. Kompensasi Kompensasi adalah penghargaan yang diperoleh auditor atas imbalan pekerjaan yang sudah tercapai baik berupa uang maupun penghargaan yang lainnya (Putra & Sintaasih, 2. Gaji, upah, bonus, insentif dan tunjangan lainnya seperti junjangan hari raya, uang makan dan cuti diluar dari penghasilan pokok yang diterima sebagai bentuk adanya kompensasi (Istiani, 2. Kompensasi diukur dengan menggunakan indikator gaji, insentif atau bonus, tunjangan, dan fasilitas menurut (Siti Mujanah, 2. Teknik Pengumpulan Data Riset ini memakai data hasil perolehan jawaban kuisioner dari reponden melalui survey dengan mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Penyebaran kuesioner sudah diberikan izin dari kantor inspektorat dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Penelitian menggunakan skala likert untuk menilai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) di Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Kisaran skala nilai untuk Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung menilai tanggapan setiap pernyataan dimulai 1 . angat tidak setuju, sampai skala 10 . angat setuj. Penggunaan range nilai 1-10 dikarenakan range ini memiliki validitas dan reliabilitas yang lebih stabil (Preston & Colman, 2. Teknik Analisis Data Riset ini memakai analisis data bentuk regresi liner berganda. Penggunaan ini dipilih sebab dipakai menguji seberapa kuat dampak variabel bebas pada variabel terikat. Ka= 1Et1 2Km2 A e A. = Kinerja APIP = konstanta 1 - 2 =koefisien regresi setiap variabel Et1 =Etika Km2 =Kompensasi =error Statistik Deskriptif Uji ini memuat pendeskripsian suatu data yang diketahui seperti hasil meani, standar deviasi, varian, nilai maksimum dan Output dari analisis ini bertujuan menggambarkan dan mendeskripsikan data berdasarkan hasil tanggapan responden tiap masing-masing indikator variabel (Ghozali. Uji MSI Pada penelitian ini isntrumen pengumpulan data menggunakan skala likert . yang mengahasilkan data berskala Oleh sebab itu, perlu dilakukan konversi dari skala ordinal ke interval atau rasio memakai successive internal (MSI). Untuk melakukan transformasi melalui bantuan software Microsoft Office Excel 2013 sehingga diperoleh data interval yang bisa dilakukan analisis lebih efisien dan tepat (Ningsih & Dukalang, 2. Uji Kualitas Data Uji Reliabilitas Uji ini memiliki mengukur reliabilitas indikator kuisioner dari Kuisioner yang reliable apabila responden menjawab secara konsisten otidak asal-asalan dalam menjawab dari waktu ke waktu terhadap pernyatan yang diajukan. Jika nilai Cronbach Alpha () melebihi atau memenuhi tolok ukur 0,70, maka suatu variabel dianggap reliable Nunnally . dalam (Ghozali, 2. Uji Validitas Untuk instrument kuesioner valid atau tidak. Pertama, apabila nilai dari total sig 2tailed > 0,05, sehingga pernyataan disimpulkan dikatakan tidak valid, jika hasil sig 2- tailed <0,05, disimpulkan pernyataan itu telah Kedua yaitu menimbangnimbang hasil r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom . = n-2 dengan n merupakan total sampel. Apabila hasil output nilai r hitung > dari r tabel, dimaknai instrument dari pernyataan kuisioner disimpulkan valid (Ghozali, 2. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji ini dipakai menentukan data variabel dependen dengan variabel independen sudah tersebar normal atau Apabila nilai diperolehnya tingkat signifikansi lebih besar dari 0,5 dikatakan data telah terdistribusi normal, sedangkan tingkat singnifikansi <0,5 diartikan data tidak berdistribusi normal. analisa statistik dengan melihat hasil pengujian Kolmogorov-smirnnov jika data lebih dari 50 sedangkan kurang dari 50 menggunakan Shapiro wilk yang dipakai untuk uji normalitas data (Ghozali, 2. Uji Multikolinearitas Uji menentukan apakah bentuk regresi terjadi hubungan kuat antar variabel Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung Jika didapatkan nilai VIF tidak lebih besar dari 10 dan nilai toleransi tidak <0,1, oleh karena itu, bentuk VIF =1/tolerance, jika VIF = 0 sehingga tolerance 1/10 atau 0,1 mengakibatkan semakin tinggi VIF . Hasil toleransi O 0,10 atau sama VIF Ou 10 merupakan batasan angka yang multikolinearitas (Ghozali, 2. Uji Heteroskesdastisitas Tujuannya yaitu mengetahui suatu bentuk regresi apakah ditemukan pembeda varians dari residual riset satu dengan penelitian lain. Uji yang dipakai yaitu uji glejser. Apabila hasil signifikansi variabel bebas dengan absolut residualnya > 0,05 diartikan tidak ditemukan kejadian heteroskesdastisitas, apabila dalam pengujian mendapatkan hasil signifikansi <0,05, dapat ditarik kesimpulan terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2. Uji Model (Uji F) Uji anova yang dikenal uji F simultan dipakai untuk pengujian antara variabel independen (X) ketika diinput pada model regresi apakah terdapat pengaruh pada variabel (Y) secara bersama-sama. Penggunaan tingkat keyakinan 95% dan toleransi 5% . dalam riset ini. Apabila didapatkan hasil sig F < 0,05 sehingga diartikan variabel dependen diberikan dampak oleh variabel independen secara simultan begitupula sebaliknya (Ghozali, 2. Pengambilan keputusan untuk uji kelayakan model uji F. yaitu sebagai berikut : HCA: i = 0. P value > 0,05 tidak Ha: i O 0. P valie <0,05 berpengaruh Uji Hipotesis T-Test dipakai untuk mengetahi dampak variabel bebas pada variabel terikat , melalui pemakaian anggapan bahwa variabel lain tidak berubah. Apabila nilai p statistic < 0,05, dapat diberikan arti variabel (X) atau independen mempengaruhi pada variabel (Y) atau dependen . Hal ini juga berlaku sebaliknya, apabila hasil p statistic > 0,05 , dimaknai hasil yang didapat tidak ditemukan adanya dampak antara varibel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) (Ghozali, 2. Menentukan hipotesis HCA:i = 0, jika P Value . > 0,05 maka HCA diterima Ha: i O 0, jika P Value . < 0,05 maka HCA HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Data Responden Berdasar data responden dari sisi umur dalam riset ini ditunjukkan pada tabel 1, bahwa umur 41 sampai 50 tahun sebanyak 11 pegawai . ,5%). Sebanyak 32,3% pegawai yang berusia 51 sampai 60 tahun. Maknanya dari hasil tersebut bahwa usia pegawai beragam dengan usia produktif. Berdasarkan karakteristik jenis kelamin yang ditunjukkan di tabel 2, mayoritas pegawai APIP adalah perempuan sebanyak 54,8% dan laki-laki sebanyak 45,2%. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung Berdasar karakteristik pendidikan terakhir, bahwa mayoritas pegawai APIP lulusan sarjana S1 sebesar 77,4%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai APIP sudah memiliki kompetensi di bidangnya. Sesuai tabulasi masa kerja responden diketahui bahwa masa kerja antara 10 tahun sampai 20 tahun yang menjadi mayoritas sebanyak 10 pegawai . , 3%). Usia 0-10 tahun dan 21-30 tahun mempunyai proporsi yang seimbang yaitu berjumlah masingmasing 8 pegawai . , 8%). Hal ini menjadikan pegawai APIP yang bekerja sudah berpengalaman karena masa kerjanya yang banyak sudah lebih dari 10 tahun. Karakteristik Jawaban Responden Setelah dilakukan uji deskriptif untuk jawaban responden menunjukkan bahwa pada variabel etika mayoritas responden menjawab antara range skala 3 sebanyak 1 responden, dan 6 sampai dengan range 10 sebanyak 30 Maka mayoritas responden setuju dengan seluruh indikator pernyataan. Rata-rata jawaban tertinggi pada indikator pernyataan integritas . , kerahasiaan . , dan perilaku professional . Pada menunjukkan bahwa, responden menjawab antara range skala 4 sebanyak 2 responden , skala 5 sampai dengan 10 sebanyak 29 Maka mayoritas responden sepakat dengan seluruh indikator pernyataan. Berdasarkan hasil itu diketahui rata-rata jawaban tertinggi pada indikator insentif . , dan tunjangan . Pada variabel kinerja APIP menunjukkan bahwa jawaban responden berada di range skala 5 sampai dengan 10. Berdasarkan jawaban mayoritas responden setuju dengan pernyataan yang diajukan sudah merepresentasikan kinerja mereka. Hasil Uji Kualitas Data Uji Validitas Sesuai dilaksanakan di semua instrument variabel signifikansi 0,000 atau <0,05 dan juga nilai pearson correlation lebih besar dari r tabel 0,3009 di masing-masing instrument pernyataan, artinya hasil yang didapat memenuhi uji validitas karena r hitung > r tabel atau tingkat signifikansi <0,05 . Selanjutnya diambil jawaban untuk semua instrumen pernyataan dari indikator etika kompensasi dan kinerja APIP dinyatakan valid dengan tingkat probabilitas 5%. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung Uji Reliabilitas Dari hasil diatas atas hasil pengujian SPSS variabel etika yang cronbachAos Alpha senilai 0,943. Kemudian 7 instrumen pernyataan dari variabel kompensasi diperoleh hasil cronbachAos Alpha senilai 0,807. Selanjutnya kinerja APIP yang diukur dengan instumen 9 pernyataan didapatkan hasil cronbachAos Alpha 0,937. Maka, seluruh instrumen pernyataan pada variabel kinerja APIP dikatakan reliable karena sudah melebihi standar yang ditetapkan 0. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Bersumber pada nilai tersebut dimaknai pada kolom shappiro wilk signifikansi senilai 0,843 >0,05 yang diartikan data berdistribusi normal. Hasilnya probabilitas > 0,05 sehingga ditarik kesimpulan data sudah beredar secara Uji Multikolinearitas 0,10, serta VIF sebesar 1,196 O 10, dapat diambil kesimpulan tidak ada terjadi multikolinearitas. Kemudian, variabel kompensasi diperoleh nilai tolerance 0,836 Ou 0,10, serta VIF sebesar 1,196 O 10, yang mana dapat disimpulkan multikolinearitas tidak Uji Heteroskesdastisitas Dari uji tersebut didapatkan hasil signifikansi untuk etika senilai 0,103 > 0,05. Sehingga ditarik kesimpulan bahwasannya tidak terjadi Kemudian untuk variabel kompensasi memperoleh signifikan senilai 0,098 > 0,05, artinya dapat ditarik kesimpulan Hasil Uji Hipotesis Uji F (Uji Mode. Sesuai hasil pengujian diatas diperoleh tingkat signifikansi senilai 0,000, <0,05. Berlandaskan perolehan tersebut maka diartikan etika dan kompensasi berpengaruh simultan pada vairabel kinerja APIP dan layak digunakan dalam penelitian. Bersumber pada hasil SPSS diketahui untuk variabel etika memperoleh nilai tolerance 0,836 Ou Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung Uji t Sesuai dengan uji t diketahui nilai dari setiap variabel yaitu : Hasil signifikansi etika (X. ialah senilai 0,001 hasil tersebut menunjukkan < 0,05. Artinya memberikan jawaban bahwa variabel etika berdampak poistif pada kinerja APIP atau Ha Nilai kompensasi (X. mememperoleh hasil senilai 0,022 hasil tersebut < 0,05, jawaban tersebut bermakna kompensasi memiliki pengaruh pada kinerja APIP atau Ha diterima dan H0 ditolak R-Square Sesuai SPSS determinasi bisa diketahui hasil Adjusted R Square sebesar 0,497. Dari angka itu peneliti menyimpulkan untuk variabel etika dan kompensasi memiliki pengaruh sebesar 49,7% terhadap variabel kinerja APIP atau variabel dependen. Sisa dari . I,7% = 50,3%) ini yang memberikan dampak selain variabel pada model penelitian yang dilakukan . Pembahasan Pengaruh Etika Terhadap Kinerja APIP Sesui menunjukkan bahwa AuH1: Etika mempunyai dampak poitif pada kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)Ay. Etika merupakan seperangkat aturan yang memuat tentang perilaku profesional seseorang pekerjaan (Arrens,2010:. dalam (Rahmi, 2. Aturan etik memuat Integritas, objektivitas, kompetensi, kerahasiaan, akuntabel, dan perilaku professional yang berlaku untuk auditor pemerintah yang telah diterbitkan oleh Asosiasi Auditor Intern Pemerinah (AAPI). APIP di Inspektorat Kabupaten Tulungagung sudah menerapkan dan mematuhi standar kode etik yang berlaku. Responden dari penelitian ini rata-rata tertinggi penerapan etika berada di . , kerahasiaan . , dan perilaku professional . dari nilai rata-rata jawaban responden pada statistic APIP di Inspektorat Kabupaten Tulung Agung mayoritas memiliki pengalaman kinerja lebih dari 10 tahun sebanyak 32,3%, yang dapat disimpulkan bahwa penanaman etika yang kuat sudah sejak awal ditanamkan sehingga auditor dapat diandalkan dan dipercaya. APIP inspektorat kabupaten Tulungagung sudah mematuhi dan menerapkan kode etik. Penerapan ini mendukung dibangun oleh Freits Heider yang menyatakan bahwa tindakan individu didasarkan oleh faktor internal yang Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung (Robins,2007:. dalam (Zamzam et , 2. Etika termasuk faktor individu untuk bertindak atau mengubah perilaku seseorang sesuai dengan pedoman dalam bekerja. Semakin pemeriksaan yang dihasilkan maka semakin kuat etika yang diterapkan pada setiap pekerjaan. Dalam riset yang dilaksanakan (Monique & Nasution, 2. , (Haeridistia & Agustin, 2. ,dan Ardiyan, . didapatkan hasil selaras mengenai etika berpengaruh pada kinerja Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja APIP Dari jawaban analisis uji t-test yang sudah dilakukan didapatkan hasil bahwa AuH2: Kompensasi memiliki dampak positif pada kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Pegawai Inspektorat termasuk pegawai negeri sipil (PNS) dimana tingkatan kompensasi udah diatur dalam undang-undang berdasarkan Seorang APIP menerima kompensasi berdasarkan pangkat, dan beban kerja yang sudah dicapai. Berkaitan dengan hal tersebut adanya kompensasi memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja dalam pemeriksaan sesuai dengan standard yang ditetapkan. Peningkatan kualitas ini sejalan dengan teori agensi oleh Jensen Mecling . informasi antara agen dan prinsipal. Kompensasi merupakan faktor eksternal yang diperoleh atas usaha dari masing-masing individu dan berpengaruh terhadap kinerja APIP sebagai dorongan material atas hasil Hal attribution theory yang dicetuskan Freits Heider menyatakan bahwa tindakan insan seseorang dipengaruhi oleh unsur dari luar . ataupun lingkungan. Adanya pengaruh bermakna bahwa kompensasi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kinerja dari APIP. Pemberian kompensasi berupa gaji, insentif, tunjangan, fasilitas akan menambah motivasi untuk bekerja, lebih bertanggung jawab, sehingga tujuan organsisasi yang sudah terencana dapat tercapai. Riset ini selaras dengan hasil jawaban dari Putra & Sintaasih, 2018 menunjukkan bahwa kompensasi ada pengaruh yang relevan pada kinerja auditor dan penelitian oleh Jufrizen, 2017 membuktikan bahwa kompensasi mempunyai pengaruh pada kinerja. Namun, hasil tersebut tidak sam dari hasil riset yang dilaksanakan oleh Leemann, kompensasi tidak memiliki pengaruh pada kinerja APIP di Inspektorat Kabupaten Tulungagung SIMPULAN Dari hasil jawaban kuisioner yang sudah dijawab responden dan dilakukan perhitungan statistic oleh peneliti mengenai pengaruh etika dan kompensasi terhadap kinerja APIP di Inspektorat Kabupaten Tulungagung memiliki kesimpulan sebagai Etika memiliki hubungan dengan kinerja APIP di Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Adanya kode etik mampu diterapkan oleh pegawai APIP untuk sebagai tindakan saat bekerja. Penerapan Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. 8 (No. ,2024 Huda Khoirul Anam & Made Dudy Satyawan / Pengaruh Etika Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Api. Di Inspektorat Kabupaten Tulungagung Inspektorat kabupaten Tulungagung sehingga mampu meningkatkan kinerja dari APIP itu sendiri. APIP di Inspektorat Kabupaten Tulungagung sangat menjunjung integritas dalam melaksanakan setiap pekerjanaanya. Kompensasi memiliki hubungan APIP Inspektorat Kabupaten Tulungagung. Kompensasi yang diterima oleh APIP sudah sesuai dengan beban pekerjaan masingmasing pegawai yang sudah ditaur dalam undang-undang sehingga memberikan dorongan motivasi untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu pada objek penetian ini yang digunakan hanya satu tempat di Inspektorat kabupaten Tulungagung dengan jumlah responden yang terbatas untuk pegawai APIP sejumlah 31 REFERENSI