KECERDASAN EMOSIONAL DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI Darimi1. Albafery2. Idris3 Manajemen STIE Purna Graha Jln. Tuanku Tambusai Jl. Amal Mulia No. Labuh Baru Kota Pekanbaru. Riau 28155 E-mail : darimi@purnagraha. id (Korespondens. Abstract: This study analyzes the role of emotional intelligence in improving job satisfaction and employee performance at the Secretariat of the Regional People's Representative Council (DPRD) of Pekanbaru City. Using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method, data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to employees as selected respondents using the Accidental Sampling technique. The results show that emotional intelligence significantly and positively influences job satisfaction and In addition, job satisfaction also affects employee performance. Thus, emotional intelligence can improve employee performance indirectly through job satisfaction. Keywords: Emotional intelligence, job satisfaction and employee performance Peningkatan kinerja pegawai sangat penting kemajuan dan keberlangsungan hidup organisasi. Oleh manajemen menghadapi tantangan serius dalam mengupayakan peningkatan tersebut, karena kualitas sumber keberhasilan utama. Salah satu faktor kunci yang dapat meningkatkan kinerja secara Kecerdasan emosional (Emotional Intelligence/EQ) sangat berperan dalam meningkatkan kepuasan dan kinerja pegawai. Kecerdasan individu untuk memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi mereka dengan sehat, serta mengenali dan merespons emosi orang lain dengan tepat. Pegawai yang cerdas emosi mereka sendiri, mengendalikannya, secara efektif. Kemampuan ini membantu mereka tetap fokus, bekerja dengan baik di bawah tekanan, dan mengelola stres kerja. Kecerdasan meningkatkan kepuasan kerja dengan meningkatkan kesejahteraan emosional, harga diri, dan suasana hati yang positif, serta mengurangi emosi negatif (Deb et al. Menurut Salovey dan Mayer . alam Goleman, 2. , kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memadukan dan mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaanperasaan itu untuk mengarahkan pikiran Individu memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan mampu mengatasi berbagai masalah dalam situasi hidupnya. Kepuasan kerja merupakan respon emosional yang dipengaruhi oleh berbagai aspek dari pengalaman kerja seorang Sejalan dengan hal ini. Alferaih . dan Alwali & Alwali . menegaskan bahwa kepuasan dan kinerja pegawai adalah topik penting dalam Organisasi meningkatkan keunggulan kompetitifnya perlu fokus pada kepuasan kerja pegawai. Hal ini karena pegawai yang puas cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik, yang pada akhirnya membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya. Menurut Robbins dan Judge . serta Paparang et al. , kepuasan kerja adalah perasaan positif atau kondisi emosional menyenangkan yang berasal dari evaluasi seseorang terhadap pekerjaan atau Perasaan ini muncul sebagai hasil evaluasi terhadap berbagai Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai Darimi. Albafery. Idri. karakteristik pekerjaan. Selain itu. Suwatno . menyatakan bahwa kepuasan kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas serta memperbaiki sikap dan perilaku karyawan. Kinerja dapat dipahami dari beberapa Robbins . mendefinisikannya sebagai pengukuran hasil kerja yang diharapkan secara optimal. Sementara itu. Rivai et al . melihat kinerja sebagai perilaku nyata dan prestasi kerja yang ditunjukkan oleh karyawan sesuai dengan keinginannya dalam perusahaan. Pandangan senada juga disampaikan oleh Hariandja . , yang menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja atau perilaku yang keinginan dalam organisasi. METODE Lokasi penelitian di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru, dengan subjek para pegawai dengan jumlah 50 orang sampel dipilih melalui teknik accidental sampling. Data diukur menggunakan kuesioner dengan skala Likert 5 kategori . ilai 5 = sangat setuju hingga 1 = sangat tidak setuj. Analisis data penelitian ini menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak Smart-PLS. Pendekatan ini dipilih karena kemampuan mengolah data dengan sampel relatif kecil, tidak memerlukan pengukuran distribusi normal, dan dapat menguji hubungan kompleks antar variabel Tahapan analisis meliputi pengukuran model pengukuran ( outer model ) dan model struktural . nner model ) (Ghozali dan Latan . HASIL Dalam penelitian ini, pengujian data dilakukan menggunakan metode analisis Partial Least Square (PLS) yang dioperasikan dengan perangkat lunak SmartPLS . Adapun model penelitian yang diuji dapat dilihat pada skema berikut: Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Gambar 1. Model penelitian Tabel 1. Hasil pengukuran outer model Variabel Indikat Loadi Facto Cronbac Alpha > Compos Reliabili ty > 0,7 Kecerdas (X) Kepuasa n kerja (Y) Averag Varian Extract (AVE) > 0,5 Kinerja (Z) Sumber : Data Olahan 2025 Berdasarkan Tabel pengukuran outer model telah memenuhi pembentukan model penelitian. Ini berarti semua indikator atau instrumen penelitian yang digunakan terbukti reliabel dan valid dalam mengukur variabel latennya. Tabel 2. Hasil pengukuran inner model Variabel Kepuasan kerja (Y) Kinerja pegawai (Z) R-Square Kategori Kuat Kuat Sumber : Data Olahan 2025 Berdasarkan nilai R-square pada kedua variabel tersebut memiliki nilai kategori pada keuasan kerja (Y) sebesar 0,886 . , ini artinya variasi atau perubahan dari kepuasan kerja berkategori kuat sebesar 88,60% dipengaruhi oleh kecerdasan emosional sisanya dipengaruhi oleh variabel lainnya. Kepuasan kerja lain,seperti faktor otivasi, dan faktor ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai Darimi. Albafery. Idri. aji, kondisi kerja, hubungan dengan atasan dan rekan kerja, budaya organisasi, kebijakan organisasi, dan kesempatan pengembangan kari. Kepuasan juga bergantung pada apakah harapan pegawai terpenuhi oleh pekerjaan, baik dari segi intrinsik maupun ekstrinsik. Selanjutnya kinerja pegawai (Z) sebesar 0. , ini artinya variasi atau perubahan dari kinerja pegawai berkategori kuat sebesar 88,90% dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan kepuasan kerja sisanya dipengaruhi oleh Kinerja dipengaruhi oleh variabel lain seperti lingkungan kerja, disiplin kerja, budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan pengalaman kerja. Variabel-variabel ini saling terkait dan mempengaruhi hasil kerja, kualitas, kuantitas, dan efektivitas kerja seorang pegawai. Berdasarkan nilai Q-square sebesar 0,987 . ebih besar dari . , dapat disimpulkan bahwa model memiliki relevansi prediktif yang kuat dan terbukti baik. Tabel 3. Pengujian hipotesis Pengaruh variabel Kecerdasan emisonal (X)=> Kepuasan kerja (Y) Kecerdasan emisonal (X)=> Kinerja pegawai (Z) Kepuasan kerja (Y) => Kinerja pegawai (Z) Kecerdasan emisonal (X) => Kepuasan kerja (Y) => Kinerja pegawai (Z) Original Sample Statistics Values Sumber : Data Olahan 2025 Berdasarkan Tabel 3, kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja . ,10%), dan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai sebesar sebesar 38,90%. Kecerdasan emosional (EQ) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. PEMBAHASAN Hal ini karena pegawai dengan EQ berhubungan baik dengan rekan kerja, dan lebih puas dengan pekerjaannya, yang pada akhirnya mendorong kinerja yang lebih Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Sukmawati dan Gani . Kair et al. , dan Ula kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja Penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan emosional berkontribusi positif terhadap kepuasan kerja pegawai. Artinya, semakin tinggi kecerdasan emosional, semakin tinggi pula kepuasan kerja Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Ratih et al. Setyaningrum et al . Novri dan Rivai . , serta Ramadhana dan Ratnawati . Mereka emosional memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian, peningkatan tingkat kecerdasan emosional karyawan akan berkurang dengan peningkatan kualitas kinerja mereka. Selanjutnya kepuasan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 56,80%. Secara total, kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 92,30% dalam meningkatkan kinerja pegawai. Berdasarkan beberapa penelitian (Jeffry & Handayani, 2024. Marbun & Jufrizen. Sembiring kepuasan kerja memiliki pengaruh yang karyawan, di mana kepuasan ini menjadi penting yang memotivasi karyawan untuk memberikan hasil terbaik SIMPULAN Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kecerdasan emosional secara signifikan dan positif mempengaruhi kepuasan kerja serta kinerja, dengan kepuasan kerja juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja. Oleh karena itu, kecerdasan emosional dapat meningkatkan kinerja pegawai secara tidak langsung melalui kepuasan kerja. Selanjutnya, disarankan bagi penelitian berikutnya untuk memasukkan konstruk lain yang berpotensi mempengaruhi kepuasan kerja dan kinerja. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai Darimi. Albafery. Idri. kepemimpinan, dan kompetensi pegawai, selain konstruk kecerdasan emosional yang sudah ada. DAFTAR RUJUKAN Alferaih. How does emotional intelligence improve employee satisfaction and performance with mediating effect of employee engagement? Perspective from Saudi Arabian International Journal of Advanced Applied Sciences, 8. , 79-93. Alwali. , & Alwali. The relationship between emotional leadership, and performance: a test of the mediating role of job Leadership Organization Development Journal, 43. , 928-952. Deb. Nafi. Mallik. , & Valeri, . Mediating effect of emotional intelligence on the relationship between employee job satisfaction and firm performance of small business. European Business Review, 35. , 624-651. Goleman. Kecerdasan emosi prestasi (AT Widodo. Terj. Gramedia Pustaka Utama. Hariandja. MTE. Manajemen Sumber Daya Manusia . Jakarta: Gramedia. Jeffry. , & Handayani. Pengaruh Keterlibatan Kerja Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Melalui Kepuasan Kerja Pegawai Pada Pt Pln (Perser. Unit Induk Pemangunan Sumbagut. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA) , 8 . , 1388-1405. Kair. AF. Magito. Perkasa. DH. Wahdiniawati. SA, & Febrian. WD . Pengaruh Kecerdasan Emosional. Kompetensi. Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Pada Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Daya Pertahanan. Jurnal Harga: Ekonomi dan Akuntasi , 2 . , 4759. Marbun. , & Jufrizen. Peran Mediasi Kepuasan Kerja Pada PengaruhDukungan Organisasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai PadaKantor Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Jesya: Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah, 5. , 262Ae278. Novri. , & Rivai. HA . Pengaruh Kecerdasan Emosional. Komitmen Organisasional Dan Reward Terhadap Kinerja Muthawwif (Studi kasus pada Biro Perjalanan Haji dan Umrah XYZ). Jurnal STIE Semarang (Edisi Elektroni. , 11 . , 21-37. Paparang. NC. Areros. WA, & Tatimu. Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor PT. Pos Indonesia Manado. Produktivitas , 2 . , 119123. Ramadhana. GI, & Ratnawati. Pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan dengan komitmen afektif sebagai variabel intervening (Studi pada kantor PT Bess Finance Cabang Semaran. Jurnal Manajemen Diponegoro , 11 . Ratih. Wahyu. , & Suwarsono. Kecerdasan Intelektual. KecerdasanEmosional. Kecerdasan Spiritual Dan Organizational Citizenship Behavior Terhadap Kinerja Pegawai. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7. , 1263Ae1272. Rivai. Ramly. Mutis. , & Arafah. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Dari Teori Ke Praktek . Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Kecerdasan Emosional Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai Darimi. Albafery. Idri. Robbins. Judge, . Organizational behavior . th ed. Prentice Hall. Robbins. SP . Organisasi Perilaku . Jakarta: PT. Indeks. Kelompok Gramedia. Sembiring. Jufrizen. , & Tanjung. Efek Mediasi Kepuasan Kerja padaPengaruh Motivasi Dan Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Manggeio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 4. , 131Ae144 Setyaningrum. Utami. , & Ruhana, . Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja (Studi Pada Karyawan PT. Jasa Raharja Cabang Jawa Timu. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 36. , 211Ae220. Sukmawati & Gani. Pengaruh kecerdasan emosional, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada koperasi karyawan PT. Telkom Siporennu Makassar. Jurnal Manajemen dan Akuntansi , 3 . Suwatno. Priansa, . Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis . Alfabeta. Ula. Barat Laut . Pengaruh kecerdasan karyawan melalui kepuasan kerja (Studi pada divisi produksi di PT. Industri Kemasan Semen Gresi. Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 8 . , 376-384. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356