PENGARUH KEPEMIMPINAN ALTRUISTIK TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR MELALUI DEI SEBAGAI MEDIASI Rohana1. Adi Rahmat2. Richa Afriana Munthe3 Universitas Lancang Kuning Jln. Yos Sudarso Km 08 Rumbai Telp. 52581 Fax. E-mail : rsudrohana@gmail. com (Korespondens. Abstract: Innovative Work Behavior Employee behavior is a key factor that determines the organization's ability to generate creative ideas, implement new solutions, and adapt to dynamic environmental changes. The influence of actuistic leadership on Innovative Work Behavior is the main concern in this study. This study aims to determine the influence of actuistic leadership on Innovative Work Behavior with DEI as a Mediating Variable. This type of research is quantitative with a causality research design of ASN Raja Musa Hospital Sungai Guntung. Kateman District. Indragiri Hilir Regency as the population in this study. The data collection technique was through the use of questionnaires. The data analysis tool used was through Structural Equation Modeling (SEM) processed using SmartPLS 3. 9 for data processing. The findings show that Altruistic Leadership has a positive and significant effect on Innovative Work Behavior both directly and through DEI mediation. And DEI has a positive and significant effect on Innovative Work Behavior. Keywords: Altruistic Leadership. DI. Innovative Work Behavior Dalam dunia yang semakin terhubung dan penuh persaingan, organisasi dihadapkan pada tantangan untuk terus berinovasi agar tetap unggul. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi kemampuan organisasi untuk beradaptasi dan berkembang adalah perilaku kerja inovatif . nnovative work behavio. Perilaku ini mencakup inisiatif individu untuk menghasilkan ide-ide baru, menerapkan solusi kreatif, dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan kerja yang Konsep ini merujuk pada usaha memperkenalkan, dan mengimplementasikan ide-ide segar yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi (Janssen. Dalam hal ini, peran kepemimpinan sangat penting untuk mendukung dan mendorong karyawan agar terus berinovasi. Salah satu pendekatan kepemimpinan yang semakin mendapatkan perhatian adalah kepemimpinan altruistik. Kepemimpinan altruistik adalah gaya kepemimpinan yang lebih mengutamakan kepentingan pengikut, organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya, ketimbang kepentingan pribadi pemimpin (Karakas et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai altruistik dapat meningkatkan pembelajaran tim, memperkuat budaya berbagi pengetahuan. Penelitian membuktikan adanya hubungan positif antara kepemimpinan altruistik dengan Dalam studi yang dilakukan oleh (Domynguez-escrig et al. kepemimpinan altruistik dapat mendorong inovasi radikal dengan memfasilitasi Penelitian lain juga menunjukkan bahwa menunjukkan tingkat komitmen dan kepuasan yang tinggi saat terlibat dalam perilaku altruistik (Liu et al. , 2. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan altruistik memiliki potensi besar dalam Pengaruh Kepemimpinan Altruistik Terhadap Innovative Work Behavior Melalui DEI Sebagai Mediasi (Rohana. Adi Rahmat. Richa Afriana Munth. menciptakan suasana kerja yang mendukung DEI bukan hanya tentang memastikan keberagaman terlihat, tetapi juga tentang memberi peluang yang adil kepada setiap individu tanpa mempertimbangka perbedaan latar belakang, untuk memiliki akses dan peluang yang sama di tempat kerja (Shore et , 2. Inisiatif DEI yang dirancang dengan baik dan diterapkan dalam budaya organisasi dapat memperkuat rasa memiliki dan keterlibatan karyawan. Penelitian oleh (Nishii, 2. menunjukkan bahwa organisasi yang mengadopsi pendekatan inklusif terhadap keberagaman cenderung memiliki tingkat keterlibatan melampaui organisasi yang kurang memperhatikan hal ini. Kepemimpinan altruistik dan inisiatif DEI saling mendukung karena pemimpin altruistik fokus pada kesejahteraan semua anggota tim, tanpa membedakan latar belakang mereka. Pemimpin ini menciptakan lingkungan yang inklusif, yang mendorong keberagaman dan pemberdayaan karyawan. Tim yang beragam meningkatkan kreativitas, pemecahan masalah, dan hasil pelatihan Organisasi mengutamakan DEI cenderung merasakan manfaat besar, seperti tingginya keterlibatan karyawan, serta kebih baik dalam kinerjanya, dan inovasi yang meningkat. Inisiatif DEI menciptakan lingkungan yang secara psikologis dikatakan aman, di mana karyawan merasa dihargai dan bebas untuk berbagi ide tanpa takut diskriminasi. Meskipun sudah banyak penelitian tentang kepemimpinan altruistik dan perilaku kerja inovatif, masih ada kekosongan dalam literatur terkait peran mediasi inisiatif DEI dalam hubungan ini. Meskipun ada identifikasi tentang faktor-faktor yang dapat mendukung inovasi, hubungan antara gaya karyawan masih belum jelas, dan masih sedikit penelitian yang memberikan bukti empiris mengenai hal ini. Keterbatasan penelitian yang menggabungkan ketiga konsep ini . epemimpinan altruistik. DEI, dan perilaku kerja inovati. membuka peluang Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. untuk penelitian yang dapat berkontribusi penting baik secara teoretis maupun praktis. Sektor kesehatan Indonesia, terutama pasca COVID-19, transformasi besar dengan adopsi teknologi digital seperti telemedis. RSUD Raja Musa, yang melayani masyarakat di wilayah kepulauan dan pesisir, dihadapkan pada tantangan untuk mengadopsi inovasi pelayanan yang efisien dan dapat menjangkau populasi yang tersebar. Tenaga medis dan paramedis yang beragam di rumah sakit ini membuka peluang untuk tantangan dalam koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antar tim, terutama dalam situasi yang membutuhkan respon cepat. RSUD Raja Musa, yang melayani wilayah kepulauan, menghadapi tantangan dalam menyediakan pelayanan yang setara bagi semua lapisan masyarakat, mengingat perbedaan ekonomi, pendidikan, bahasa, dan budaya pasien. Hal ini memerlukan pendekatan inklusif dan adil, serta kepemimpinan yang bukan sekedar memfokuskan pada efisiensi, tetapi juga pada keadilan sosial dan aksesibilitas. Proses akreditasi oleh LARSI pada 20-21 Oktober 2023 menjadi katalisator bagi transformasi organisasi, termasuk dalam kepemimpinan, inovasi pelayanan, dan penerapan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklus. Selain tantangan operasional dan inovasi digital. RSUD Raja Musa juga menghadapi kompleksitas keberagaman. Sebagai rumah sakit yang melayani masyarakat kepulauan dengan berbedanya latar belakang budaya, agama, bahasa, dan pendidikan, penerapan prinsip diversity, equity, and inclusion (DEI) menjadi semakin Keberagaman tenaga medis dan non-medis menciptakan perbedaan dalam kemampuan digital, pengalaman, dan gaya komunikasi yang bisa menghambat kolaborasi tim. Ketimpangan akses informasi, kesempatan pelatihan, dan bias tak disadari masih ada, terutama antara pegawai senior dan junior, serta antara tenaga kontrak dan ASN, menunjukkan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Kepemimpinan Altruistik Terhadap Innovative Work Behavior Melalui DEI Sebagai Mediasi (Rohana. Adi Rahmat. Richa Afriana Munth. bahwa aspek keadilan belum sepenuhnya tercermin dalam praktik kerja sehari-hari. Fenomena inklusi di RSUD Raja Musa menunjukkan bahwa karyawan dari latar belakang tertentu merasa kurang didengar akibat budaya organisasi yang Keberagaman budaya pasien juga menambah tantangan dalam penyampaian informasi medis, khususnya bagi mereka yang menggunakan bahasa daerah atau memiliki keterbatasan literasi kesehatan digital. Beberapa prosedur digital, seperti pendaftaran online dan konsultasi telemedis, belum sepenuhnya ramah bagi pasien lanjut usia atau dengan keterbatasan teknologi. Di sisi internal, resistensi terhadap perubahan terjadi pada karyawan yang kurang mendapat pelatihan, menandakan perlunya program pelatihan yang lebih merata. Potensi keberagaman tenaga kerja yang belum dimanfaatkan dapat mendorong inovasi jika didukung oleh mekanisme DEI yang Implementasi DEI menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan pelayanan, kolaborasi tim, dan inovasi. Dengan demikian, penulis tertarik agar AuPengaruh kepemimpinan altruistik terhadap perilaku kerja inovatif dengan inisiatif DEI sebagai mediasiAy. METODE Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Menurut (Anwar, 2. Penelitian kausalitas adalah desain penelitian untuk menganalisa pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya. Penelitian dilaksanakan di RSUD Raja Musa Sungai Guntung selama kurang lebih empat bulan, mencakup tahap perancangan penelitian, pengumpulan data, dan analisis data. Studi ini melalui pelibatan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di RSUD Raja Musa Sungai Guntung total 65 Adapun penentuan sampel yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode sensus berdasarkan pada ketentuan yang dikemukakan oleh (Sugiyono, 2. , yang mengungkapkan bahasanya Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Penelitian ini mempergunakan teknik sampling jenuh, yakni keseluruhan populasi dijadikan responden penelitian, sehingga jumlah sampel yang dipergunakan adalah 65 HASIL Analisis Outer Model Analisis dilaksanakan, agar diketahui hubungan antara variabel laten dan indikatornya. Tabel 1: Nilai Loading Factor Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 1, terlihat bahwa semua indikator dari setiap variabel memiliki nilai outer loading lebih dari 0,7. Nilai tersebut telah convergent validity. Tidak ada indikator yang menunjukkan outer loading kurang dari 0,7, yang mana keseluruhan indikator dapat dinyatakan valid secara konvergen dan Tabel 2 : Nilai AVE Kuadrat Variabel Penelitian Semua konstruk mempunyai nilai AVE di atas 0,50 sebagaimana yang diperlihatkan tabel 2 di atas. Oleh karena itu, model yang diuji tidak menunjukkan masalah validitas diskriminan. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Kepemimpinan Altruistik Terhadap Innovative Work Behavior Melalui DEI Sebagai Mediasi (Rohana. Adi Rahmat. Richa Afriana Munth. Tabel 3 : Nilai Akar AVE (Fornell Lacker Criterio. Model tersebut sudah memenuhi kriteria validitas diskriminan, dan ditunjukkan oleh sajian data pada tabel 3, kriteria Fornell Larcker adalah nilai akar AVE, yang merupakan hasil dari analisis validitas Berdasarkan tabel di atas, nilai akar AVE untuk setiap konstruk memiliki nilai yang melampaui korelasinya dengan variabel lainnya. Tabel 4 : Composite Reliability Variabel Hasil uji memperlihatkan bahwasanya seluruh variabel bernilai composite reliability > 0,7, ini artinya konstruk penelitian telah memenuhi kriteria reliabilitas dan layak digunakan dalam analisis lanjutan. Tabel 5 : Cronbach Alpha Variabel Hasil pengolahan data pada Tabel 5, menunjukkan bahwa nilai CronbachAos alpha seluruh variabel penelitian > 0,7. Temuan ini mengindikasikan bahwa setiap konstruk memiliki tingkat konsistensi internal yang Dengan demikian, instrumen penelitian dapat dinyatakan reliabel dan layak dipergunakan dalam analisis selanjutnya. Tabel 6 : Nilai R-Square Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 6, kepemimpinan altruistik mampu menjelaskan variable kontrak DEI sebesar 55% dan sisanya 45 % diakibatkan konstrak lain yang diluar penelitian, sedangkan Kepemimpinan altruistic dan DEI mampu menjelaskan variable konstrak Innovative Work Behavior sebesar 55,3 % dan sisanya 44,7 % diterangkan oleh konstrak lainnya diluar penelitian ini. Evaluasi goodness of fit dilakukan menggunakan nilai Q-square, yang merefleksikan kemampuan prediktif model dan memiliki interpretasi yang sepadan dengan koefisien determinasi (R-squar. Semakin tingginya Nilai Q-square tentu memperlihatkantingkat kesesuaian model yang semakin baik terhadap data empiris. Nilai Q-square yang diperoleh dari hasil perhitungan ditampilkan sebagai berikut: Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai Q-square sebesar 0,80. Nilai tersebut menunjukkan bahwasanya model penelitian mampu menjabarkan sebesar 80% variasi data yang diamati, lalu 20% lainnya dipengaruhi faktor lain di luar lingkup penelitian. Artinya, model yang dikembangkan mempunyai tingkat goodness of fit yang baik dan kemampuan prediktif yang memadai. Tabel 7 : Direct Effect Path Coefficients & P Values Analisis Inner Model Penelitian ini memaparkan hasil pengujian path coefficient, evaluasi goodness of fit, serta pengujian hipotesis. Analisis path coefficient dilakukan untuk mengidentifikasi besaran dan arah pengaruh independent variable terhadap dependent variable dalam model struktural yang diuji. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Kepemimpinan Altruistik Terhadap Innovative Work Behavior Melalui DEI Sebagai Mediasi (Rohana. Adi Rahmat. Richa Afriana Munth. Pengaruh Kepemimpinan Altruistik terhadap Innovative Work Behavior Pengujian hipotesis pertama bertujuan untuk menganalisis apakah kepemimpinan altruistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior. Hasil analisis memperlihatkan kepemimpinan altruistik mempengaruhi positif dan signifikan terhadap innovative work behavior, dengan nilai koefisien beta sebesar 7,199 dan p-value < 0,05. Temuan kepemimpinan altruistik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior, sehingga hipotesis pertama Pengaruh Kepemimpinan Altruistik Terhadap DEI Hipotesis kedua menguji apakah Kepemimpinan altruistik berpengaruh Positif dan signifikan terhadap DEI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kepemimpinan altruistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap DEI, dengan koefisien beta sebesar 10,592 dan p-value < 0,05. Diartikan juga, kepemimpinan altruistic berpengaruh Positif dan signifikan terhadap DEI. Berlandaskan perolehan tersebut, hipotesis kedua diterima. Pengaruh DEI Terhadap Innovative Work Behavior Pada hipotesis ketiga menguji apakah DEI berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Innovative Work Behavior. Hasil analisis memperlihatkan bahwasanya DEI berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior, dengan nilai koefisien beta sebesar 4,000 dan p-value < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa DEI bepengaruh Positif dan signifikan terhadap Innovatif Work Behavior, sehingga hipotesis ketiga dinyatakan diterima. Pengaruh Kepemimpinan Altruistik terhadap Innovative Work Behavior melalui DEI Hipotesis keempat menguji apakah kepemimpinan altruistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. behavior melalui DEI sebagai variabel Hasil analisis memperlihatkan mempengaruhi positif dan signifikan terhadap innovative work behavior melalui DEI, kepemimpinan altruistic memiliki koefisien beta sebesar 4,238 dan p-value < 0,05 terhadap Innovative work behavior. Diartikan bahwasanya hipotesis keempat dinyatakan diterima. PEMBAHASAN Temuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Innovative Work Behavior, yang tercermin dari nilai koefisien beta sebesar 7,199 dengan nilai p < 0,05. Temuan ini membuktikan bahwa semakin tinggi perilaku altruistik yang ditunjukan oleh pimpinan seperti kepedulian, empati, dukungan moral, dan perhatian terhadap kebutuhan pegawai maka semakin kuat pula kecendrungan ASN untuk menunjukan perilaku kerja inovatif. Pada konteks ASN di RSUD Raja Musa Sungai Guntung, gaya kepentingan bawahan terbukti mampu menciptakan suasana kerja yang aman secara psikologis, sehingga pegawai lebih berani menemukan ide baru, mencoba metode kerja yang lebih efektif, dan melakukan perbaikan layanan kesehatan. Oleh karena itu, hipotesis pertama diterima, dan menunjukan bahwa kepemimpinan altruistik merupakan faktor penting dalam lingkungan rumah sakit. Selanjutnya, temuan ini memperlihatkan bahwasanya kepemimpinan altruistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap DEI (Diversity. Equity, and Inclusio. , dengan nilai koefisien beta sebesar 10,592 dan p < 0,05. Ini berarti bahwa gaya kepemimpinan yang altruistic tidak hanya memengaruhi kinerja dan perilaku kerja pegawai, namun juga terciptanya lingkungan kerja yang lebih Pada konteks ASN di RSUD ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Kepemimpinan Altruistik Terhadap Innovative Work Behavior Melalui DEI Sebagai Mediasi (Rohana. Adi Rahmat. Richa Afriana Munth. Raja Musa Sungai Guntung, pemimpin yang memperhatikan kesejahteraan bawahannya. Hasil DEI berpengaruh positif dan signifikan terhadap Innovative Work Behavior, dengan koefisien beta sebesar 4,000 dan nilai p < 0,05. Ini menunjukan bahwasanya semakin baik kondisi keberagaman, keadilan, dan inklusif dalam organisasi, semakin tinggi pula tingkat perilaku kerja inovatif di kalangan ASN RSUD Raja Musa Sungai Guntung, lingkungan kerja yang inklusif mendorong pegawai untuk bebas berpendapat, merasa dihargai, dan memiliki ruang untuk berkolaborasi antara profesi baik perawat, tenaga medis, analis, maupun staf Lebih lanjut, temuan membuktikan bahwa kepemimpinan altruistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Innovative Work Behavior melalui DEI, dengan nilai koefisien beta sebesar 4,238 dan p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya peran DEI, kepemimpinan altruistik bukan sekedar berdampak langsung pada perilaku inovatif, namun juga secara tidak langsung melalui peningkatan budaya keberagaman, keadilan, dan inklusif di tempat kerja. Pada konteks ASN RSUD Raja Musa Sungai Guntung. Kepemimpinan yang suportif, peduli, dan berorientasi pada kesejahteraan pegawai berkontribusi pada terciptanya lingkungan kerja yang inklusif. Lingkungan kerja yang inklusif tersebut pada akhirnya meningkatkan rasa percaya diri, rasa memiliki, dan motivasi pegawai untuk menghasilkan ide baru serta melakukan inovasi layanan. Oleh karena itu, hipotesis keempat diterima, dan menunjukan DEI kepemimpinan altruistic terhadap perilaku kerja inovatif. SIMPULAN Hasil analisis menghasilkan beberapa kesimpulan penting, antara lain: Kepemimpinan altruistik mempengaruhi secara positif dan signifikan pada Innovative Work Behavior. Artinya. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. makin tingginya perilaku altruistik yang ditunjukkan oleh pemimpin di RSUD Raja Musa Sungai Guntung seperti kepedulian, dukungan, dan perhatian terhadap kebutuhan pegawai semakin tinggi pula kecenderungan ASN untuk menghasilkan ide-ide baru, melakukan perbaikan proses kerja, serta berinovasi dalam pelayanan kesehatan maupun Kepemimpinan altruistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap DEI (Diversity. Equity, and Inclusio. Pemimpin yang altruistik dapat lingkungan kerja, serta menghargai Tentu ini sangat penting dalam konteks rumah sakit yang memiliki ASN dari berbagai latar memperlakukan pegawai secara setara. DEI berpengaruh positif dan signifikan terhadap Innovative Work Behavior. Ketika ASN merasakan keadilan, penerimaan, dan kesempatan yang sama, mereka menjadi lebih terbuka, berkontribusi dalam bentuk inovasi. Lingkungan kerja inklusif terbukti meningkatkan keberanian pegawai dalam memberikan gagasan baru serta memperbaiki layanan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kepemimpinan altruistik berdampak positif pada perilaku kerja inovatif dengan DEI sebagai mediator. Hal ini mengindikasikan bahwa DEI berperan kepemimpinan altruistik dan perilaku inovatif pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan altruistik bukan sekedar berakibat langsung pada inovasi, namun secara tidak langsung juga melalui peningkatan budaya kerja inklusif di RSUD Raja Musa Sungai Guntung. Secara keseluruhan, studi ini ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Kepemimpinan Altruistik Terhadap Innovative Work Behavior Melalui DEI Sebagai Mediasi (Rohana. Adi Rahmat. Richa Afriana Munth. menegaskan bahwasanya kepemimpinan altruistik dan budaya DEI merupakan dua faktor penting yang saling melengkapi dalam mendorong perilaku kerja inovatif ASN, khususnya di lingkungan rumah sakit yang menuntut adaptasi, kolaborasi, dan inovasi DAFTAR RUJUKAN Anwar. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat. IOSR Journal of Economics and Finance, 7. , 29Ae35. Domynguez-escrig. Fermyn. Broch. Chiva. , & Alcamy. Authentic leadership : boosting organisational learning capability and innovation success. , 23Ae https://doi. org/10. 1108/TLO-012021-0007 Janssen. Job demands, perceptions of effort-reward fairness and innovative work behavior. Journal of Occupational and Organizational Psychology, 287Ae302. https://doi. org/10. 1348/0963179001 Karakas. Sarigollu. , & Kavas. Discourses of collective spirituality and Turkish Islamic transcendence, connectedness, and virtuousness in Anatolian Tigers. Journal of Business Ethics, 129. , 811Ae822. Liu. Zhang. , & Wang. The impact of altruistic leadership on International Journal of Management Research, 45. , 123Ae Nishii. The benefits of climate for inclusion for gender-diverse Academy of Management Journal, 56. , 1754Ae1774. Shore. Randel. Chung. Dean. Ehrhart. , & Singh. Inclusion and diversity in work groups: A review and model for future research. Jurnal Daya Saing (Vol. XII. No. 1 Februari 2. Journal of Management, 37. , 1262Ae1289. https://doi. org/10. 1177/014920631 Sugiyono. Quantitative research methods, qualitative and R & D. Bandung: Alfabeta. Sutanto Leo. Kiat Jitu Menulis Skripsi. Tesis, dan Disertasi. Erlangga. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356