Mandasari. Syafril. , & Saleha. Q/Barakuda 45 7 . , 119-126 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. NILAI TAMBAH KERIPIK IKAN BAWIS PADA POKLAHSAR SAPUTRA SNACK KOTA BONTANG Analysis Of The Added Value Of Bawis Fish Chips Products In Poklahsar Saputra Snack City Bontang Seski Kennata Mandasari. Muhammad Syafril2*). Qoriah Saleha. 1,2,3 Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Mulawarman Samarinda Jl. Gunung Tabur. Kampus Gunung Kelua Samarinda Ulu, 75242. Kalimantan Timur. Indonesia *)Korespondensi: syafril@fpik. Diterima: 19 Agustus 2024. Disetujui: 27 Juni 2025 ABSTRAK Kota Bontang, yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur, memiliki wilayah perairan laut yang lebih luas dibandingkan daratannya, dengan potensi sumber daya perikanan laut yang cukup besar. Satu diantara komoditi perikanan laut, yang banyak ditemukan namun belum memiliki nilai jual tinggi adalah ikan bawis. Nilai ekonomi yang rendah dari komoditas ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah ikan bawis melalui pengolahan menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi sangatlah diperlukan. Satu diantara upaya yang bisa dilakukan adalah pengolahan keripik ikan bawis. Produk ini dihasilkan oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsa. Saputra Snack milik Pak Ucil di Kota Bontang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah ekonomi dari produk keripik ikan bawis menggunakan metode analisis Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh dari produk keripik ikan bawis sebesar Rp 151 per kilogram, dengan proporsi nilai tambah sebesar 37%. Artinya, setiap satu kilogram bahan baku ikan bawis yang diolah menjadi keripik menghasilkan tambahan nilai ekonomi sebesar Rp 27. Dengan demikian, pengolahan keripik ikan bawis oleh Poklahsar Saputra Snack termasuk dalam kategori nilai tambah sedang . 40%), dan berpotensi menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil perikanan. Kata Kunci: analisis nilai tambah hayami, keripik bawis, poklahsar ABSTRACT Bontang City, located in East Kalimantan Province, has a larger marine area than land area, offering significant potential in marine fisheries resources. One of the abundant yet undervalued marine commodities is bawis fish (Gerres sp. ), which remains economically This low economic value presents a challenge, particularly for coastal communities that depend on the fisheries sector for their livelihoods. Increasing the added value of bawis fish through processing into higher-value products is therefore essential. One such initiative is the production of bawis fish chips, developed by the Processing and Marketing Group (Poklahsa. Saputra Snack, led by a local entrepreneur in Bontang. This study aims to assess the economic value added from bawis fish chips using the Hayami value119 Mandasari. Syafril. , & Saleha. Q/Barakuda 45 7 . , 119-126 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. added analysis method. The findings indicate that the product yields an added value of IDR 27,151 per kilogram, with a value-added ratio of 37%. This implies that for each kilogram of raw bawis fish processed, an additional economic value of IDR 27,151 is generated. Based on the Hayami criteria, this level of value addition is classified as moderate . 40%). The results suggest that processing bawis fish into chips has the potential to serve as an effective strategy for enhancing the economic well-being of small-scale fishery enterprises. Keywords: value-added hayami analysis, fish chips bawis, poklahsar PENDAHULUAN pengawetan bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis hasil perikanan serta memperluas distribusi dan akses pasar (Zaelani et al. , 2004. Rahman et al. , 2. Satu diantara produk inovatif yang lahir dari inisiatif masyarakat lokal Bontang adalah keripik ikan bawis, yang diproduksi oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsa. Saputra Snack milik Pak Ucil. Produk ini tidak hanya menjadi oleh-oleh khas Bontang, tetapi juga mencerminkan pemanfaatan sumber daya lokal secara Bahkan, kelompok ini telah memperoleh penghargaan dalam kategori Fishery City Microentrepreneurship. Pengolahan keripik ikan bawis dipilih karena dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan bentuk produk lainnya. Penelitian oleh Jannah et al. menunjukkan bahwa keripik ikan bawis memiliki nilai tambah tertinggi dibandingkan ikan bawis segar, gammi, dan ikan asin. Penelitian dari Hikmah et al. menguatkan bahwa, perhitungan nilai tambah sangat penting dalam menilai sejauh mana pengolahan pendapatan pelaku usaha dan kesejahteraan Definisi secara teoritis menyatakan bahwa nilai tambah adalah selisih dari nilai produk akhir dengan biaya input utama, tanpa memperhitungkan tenaga kerja rumah tangga (Ramli et al. , 2. Besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari proses pengolahan berperan penting dalam mendorong keberlanjutan usaha, distribusi, dan strategi pemasaran (Sriwana et al. Penelitian akademis yang bertujuan Kota Bontang merupakan bagian dari wilayah Kota di Provinsi Kalimantan Timur, memiliki wilayah perairan laut dengan luas 349,7 kmA, dan wilayah daratan seluas 161,88 kmA. Struktur keunggulan komparatif dalam sektor kelautan dan perikanan bagi pelaku usaha perikanan di Kota Bontang. Kinerja sector perikanan laut Kota Bontang tahun 2022 yaitu, produksi perikanan laut sebesar 916,20 ton, dengan melibatkan 3. sektor ini (Badan Pusat Statistik Kota Bontang, 2. Produksi hasil tangkapan laut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi langsung masyarakat, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Satu diantara komoditas laut lokal, yang cukup melimpah namun masih kurang optimal dalam pemanfaatannya adalah ikan bawis (Siganus canaliculatu. Ikan ini merupakan spesies khas yang hanya ditemukan secara alami di perairan Bontang dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan sebagai sumber matapencaharian utama (Oktawati et al. Selama ini, ikan bawis hanya dijual nelayan dalam bentuk segar, diasinkan, atau dijadikan gammi, yang memiliki nilai ekonomi relatif rendah, dengan penetrasi pasar yang masih lokal. Dengan demikian, diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ini. Upaya perikanan melalui pengolahan dan Mandasari. Syafril. , & Saleha. Q/Barakuda 45 7 . , 119-126 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. mengukur nilai tambah suatu produk juga diperoleh melalui observasi langsung olahan local, menjadi aspek penting dalam terhadap proses pengolahan produk ini. perencanaan pengembangan ekonomi Pemilihan responden dilakukan secara purposive sampling, dengan kriteria: . khususnya di Kota Bontang. terlibat langsung dalam proses produksi Berdasarkan keripik ikan bawis, . memiliki tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah ekonomi dari produk keripik ikan bawis pendapatan, serta . bersedia memberikan yang dihasilkan oleh Poklahsar Saputra data secara terbuka dan akurat yang Snack di Kelurahan Api-Api. Kecamatan mendukung tujuan penelitian. Bontang Utara. Hasil kajian ini diharapkan Data primer juga diperoleh melalui dapat memberikan kontribusi dalam observasi langsung terhadap terhadap proses produksi, mulai dari penerimaan UMKM perikanan serta menjadi referensi bahan baku hingga terciptanya produk untuk penguatan ekonomi lokal berbasis akhir dan pemasaran. Observasi ini potensi perikanan di wilayah pesisir bertujuan untuk memastikan validitas data Bontang. yang diperoleh dari wawancara. Data METODOLOGI PENELITIAN keuangan internal kelompok usaha, laporan kegiatan tahunan, serta sumber pendukung Penelitian ini dilaksanakan selama lainnya seperti data dari Dinas Perikanan, tiga bulan, yaitu dari Februari hingga April Badan Pusat Statistik, dan literatur yang 2024, dan berlokasi di Kelurahan Api-Api. Untuk menganalisis nilai tambah Kecamatan Bontang Utara, tepatnya pada dari produk keripik ikan bawis, penelitian Kelompok Pengolah Pemasar ini menggunakan metode analisis Hayami. (Poklahsa. Saputra Snack milik Pak Ucil. Metode ini digunakan untuk mengukur Penelitian ini menggunakan pendekatan besar kecilnya nilai tambah yang kuantitatif deskriptif dengan tujuan untuk dihasilkan dari kegiatan pengolahan, mengukur nilai tambah ekonomi dari dengan memperhitungkan selisih antara produk olahan perikanan . keripik ikan nilai output dan biaya input utama . ahan baku, bahan tambahan, dan biaya lain di Penelitian ini menggunakan 2 jenis luar tenaga kerja rumah tangg. Keluaran data yaitu data primer dan data sekunder. dari analisis ini akan menunjukkan tingkat Data primer diperoleh melalui wawancara efisiensi dan kontribusi pengolahan . ndepth terhadap peningkatan ekonomi pelaku usaha perikanan. Berikut rumus dari nilai terstruktur kepada pelaku utama usaha, tambah atau nilai marjinal manfaat yaitu pemilik usaha dan tenaga kerja Poklahsar Saputra Snack. Data primer Tabel. 1 Rumus dari nilai tambah atau nilai marjinal manfaat ekonomi Nomor Uraian MASUKAN. KELUARAN DAN NILAI EKONOMI Keluaran . Masukan . Faktor Produksi Manusia (Hari Orang Kerj. Angka Peubah Formula Analisis D = A/B Mandasari. Syafril. , & Saleha. Q/Barakuda 45 7 . , 119-126 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Nilai Konstanta Faktor Produksi Manusia Nilai Keluaran (Rp/K. Nilai rata-rata Imbalan II. NILAI MARJINAL DAN PENDAPATAN Nilai ekonomi dari Masukan (Rp/K. Nilai Masukan Lainnya (Rp/K. Nilai Keluaran (Rp/k. J= D x F Nilai dari Manfaat Marjinal (Rp/k. K1 = J Ae H Ae I Nisbah Nilai Manfaat (%) K2 = (K1/J) x 100% Pendapatan dari Faktor Produksi Manusia L1 = E x G (Rp/k. Nisbah Nilai Manfaat (%) L2 = (L1/ K. x 100% Pendapatan (Rp/k. M1 = K1 Ae L1 Nisbah Nilai Manfaat (%) M2 = (M1/K. x 100% i. IMBALAN SUMBERDAYA EKONOMI Marjin (Rp/k. N=JAeH Pendapatan dari Faktor Produksi Manusia N1 = (L1/N) x 100% (%) Kontribusi Keluaran Lain (%) N2 = (I/N) x 100% Pendapatan Pelaku Usaha (%) N3 = (M1/N) x 100% E = C/B Sumber: (Hayami et al. , 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Modal Investasi Syafril, dkk . yang diacu oleh (Nashrullah et al. , 2. mengemukakan, investasi merupakan korbanan pembudidaya ikan, nelayan dan pengolah komoditi perikanan. Bagian dari modal investasi yang diperhitungkan sebagai modal kerja . iaya teta. adalah penyusutan alat investasi. Poklahsar saputra snack sebagai pemiliki usaha keripik ikan bawis, harus sudah menyiapkan biaya investasi untuk memulai proses produksi. Proses produksi keripik ikan bawis membutuhkan investasi untuk pengadaan sarana produksi hingga Informasi dari narasumber sebagai pemilik usaha, biaya investasi yang dikeluarkan untuk proses produksi hingga pemasaran keripik ikan bawis terdiri dari ruang produksi, ruang pemasaran, etalase kaca, kompor, wajan, panci besar, wadah plastik, baskom stainless, serok, gunting, blender, spiner, continue siller, timbangan digital, frezeer box, meja produksi, motor, dan handphone, dengan jumlah biaya investasi sebesar Rp 25. Biaya Operasional Biaya operasional merupakan total biaya tetap dan biaya variabel yang telah dikorbankan oleh pemilik usaha guna mendukung berjalannya sebuah usaha (Pribadi et al. , 2. Bagian dari modal kerja yang bersifat konstan adalah semua korbanan ekonomi, dengan jumlah yang konstan, tidak tergantung dari jumlah produk yang akan dikeluarkan. Kegiatan pengolahan keripik ikan bawis selama 1 bulan, telah mengeluarkan modal kerja yang yang jumlahnya tetap, untuk pembayaran beban listrik, gas alam, air, gaji tenaga kerja, bensin, paket data dan Besar biaya tetap yang dikeluarkan yaitu Rp. Biaya tidak tetap merupakan sejumlah korbanan ekonomi yang bersifat variabel, guna memperlancar proses pengolahan, dan jumlahnya mengalami perubahan sesuai dengan jumlah produksi per siklus Modal variabel untuk kegiatan pengolahan keripik ikan bawis terdiri dari modal untuk pembelian bahan baku ikan bawis, upah pembersihan ikan, minyak goreng, bumbu-bumbu, tepung, dan Total biaya tidak tetap yang dikeluarkan sebesar Rp 14. 275/bulan. Mandasari. Syafril. , & Saleha. Q/Barakuda 45 7 . , 119-126 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Analisis Nilai Marjinal Manfaat Ekonomi Nilai marjinal manfaat ekonomi Biaya produksi keripik ikan bawis dalam penelitian ini adalah nilai marjinal meliputi modal kerja untuk pembelian dari proses pembuatan keripik ikan bawis, bahan utama dan pendukung, pembayaran dengan input utama adalah ikan bawis upah pekerja, serta penyusutan peralatan segar, dan dianalisis melalui analisis (Talakua et al. , 2. Hayami. Hal yang sama, dalam penelitian menyatakan bahwa menurut Hubeis Acuan (Darmawan et al. , 2. menyatakan penilaian yakni: bahwa perhitungan nilai marjinal manfaat Nisbah nilai marjinal manfaat ekonomi menggunakan analisis Hayami, didasarkan pada dilakukan dengan proporsinya dibawah 15%, memilah unsur-unsur penyusun nilai Nisbah nilai marjinal manfaat marjinal terdiri dari masukan, keluaran, ekonomi dianggap moderat/medium nilai masukan utama, nilai tukar hasil jika proporsinya berada diantara 15% produksi, jumlah modal kerja untuk faktor sd 40% produksi manusia, serta kontribusi lainnya. Nisbah nilai marjinal manfaat Durasi analisis nilai marjinal adalah 1 Setiap bulan terjadi 15 kali proporsinya lebih dari 40%. Hasil analisis nilai marjinal ditampilkan pada tabel dibawah ini. Tabel. 2 Hasil analisis nilai marjinal No. Uraian MASUKAN. KELUARAN DAN NILAI EKONOMI Keluaran . Masukan . Faktor Produksi Manusia (Hari Orang Kerj. Angka Peubah Nilai Konstanta Faktor Produksi Manusia Nilai Keluaran (Rp/K. Nilai rata-rata Imbalan II. NILAI MARJINAL DAN PENDAPATAN Nilai ekonomi dari Masukan (Rp/K. Nilai Masukan Lainnya (Rp/K. Nilai Keluaran (Rp/k. Nilai dari Manfaat Marjinal (Rp/k. Nisbah Nilai Manfaat (%) Pendapatan dari Faktor Produksi Manusia (Rp/k. Nisbah Nilai Manfaat (%) Pendapatan (Rp/k. Nisbah Nilai Manfaat (%) i. IMBALAN SUMBERDAYA EKONOMI Marjin (Rp/k. Pendapatan dari Faktor Produksi Manusia (%) Kontribusi Keluaran Lain (%) Pendapatan Pelaku Usaha (%) Sumber: data utama yang dianalisis . Besaran 2,33 0,37 0,01 Mandasari. Syafril. , & Saleha. Q/Barakuda 45 7 . , 119-126 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. Tabel di atas menjelaskan bahwa ini, mampu menghasilkan sejumlah output yang dihasilkan dari proses pendapatan bagi pelaku usaha ini sebesar pengolahan ini sebesar 99 kg keripik ikan Rp 20. 886 per kg, dengan proporsi Kebutuhan input utama berupa ikan pendapatan . aba bersi. 76,9% dari nilai bawis segar sebanyak 270 kg dalam 15 siklus pada setiap bulan. Harga jual keripik Hasil analisis data mengungkapkan ikan bawis Rp 200. 000/kg. Nilai peubah adanya tambahan nilai ekonomi dari . yang dihasilkan yaitu 0,37, komoditi ikan bawis segar yang diolah memberikan penafsiran, per 1 kg dalam bentuk camilan, dan nilai ini penggunaan input utama ikan bawis segar tersebar ke komponen penerimaan bersih pada kegiatan produksi ini, mampu pekerja, kontribusi masukan lain dan laba menghasilkan 0,37 kg produk camilan ikan bersih untuk pengolah. Angka dari marjin ini memberikan HOK merupakan satuan yang arti, proses produksi per 1 kg ikan bawis digunakan untuk mengukur tenaga kerja akan memberikan nilai ekonomi sebesar dalam suatu aktivitas dengan waktu 8 jam Rp 48. Nilai ini menjadi penyusun per hari (Sumarti et al. , 2. Rerata pada komponen penghasilan atau upah jumlah waktu kerja yang dibutuhkan pekerja 13%, penyertaan input lain 43,8% adalah 2,33 Jam Kerja Setara Pria. Rerata dan pendapatan bersih pengolah 43,2%. imbalan pekerja yang dihasilkan adalah Hasil studi ini dibandingkan dengan studi Rp 752. 000 per Jam Kerja. Nilai Konstanta yang dilakukan Ramli et al. yaitu Faktor Produksi Manusia 0,01, nilai analisis nilai tambah pengolahan kerupuk tersebut merupakan rasio dari total rerata cumi di pesisir Jawa Barat, yang jam kerja dengan total masukan bahan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp22. 000/kg dengan rasio 34,21%. Kontribusi masukan bahan baku lain Dengan demikian, keripik ikan bawis yaitu modal kerja yang dibayarkan untuk memiliki keunggulan baik secara nominal kegiatan pengolahan camilan ikan bawis, maupun proporsional. Perbandingan ini diluar material utama ikan bawis, sebesar menunjukkan produk olahan perikanan Rp 21. 182/kg. Produk camilan keripik ikan berupa keripik ikan bawis mampu bersaing bawis memiliki nilai pasar Rp 73. 333 per dengan produk olahan perikanan lain yang Usaha pengolahan keripik ikan bawis lebih umum, meskipun segmentasi oleh Poklahsar Saputra Snack di Kota pasarnya masih terbatas, hanya di Kota Bontang menghasilkan nilai marjinal dari Bontang dan sekitarnya manfaat ekonomi sebesar Rp27. 151/kg. Kajian yang dilakukan Hikmah et al. dengan rasio nilai marjinal . , yang menganalisis nilai tambah Berdasarkan klasifikasi dari Hubeis . alam dari pengolahan rumput laut di Kabupaten Talakua et al. , 2. , rasio tersebut Takalar, mencatat nilai tambah sebesar termasuk dalam kategori nilai tambah Rp18. 000/kg 30,5%, . 40%). Hal walaupun karakteristik komoditas berbeda, kedua hasil ini menguatkan bahwa diversifikasi produk olahan perikanan local memberikan kontribusi ekonomi yang kota Bontang ini, dapat menjadi cukup berarti bagi pelaku UMKM sektor matapencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir, dengan tetap didukung oleh inovasi Aktivitas produksi camilan ikan teknologi pengolahan dan dukungan dari bawis menghasilkan upah pekerja senilai Rp 6. 265 per kg, dengan persentase nilai Lebih jauh lagi, studi Sriwana et al. tambah pada imbalan yang diterima tenaga . di sektor agroindustri kopi kerja sebesar 23,1%. Kegiatan pengolahan menemukan bahwa pencapaian nilai Mandasari. Syafril. , & Saleha. Q/Barakuda 45 7 . , 119-126 e-ISSN : 2656-7474 DOI:https://doi. org/10. 47685/barakuda45. tambah sedang berkontribusi terhadap rantai pasok yang berkelanjutan dan pengolahan keripik ikan bawis ini cukup distribusi pendapatan yang lebih adil. memberikan kontribusi signifikan terhadap Berkaitan dengan kajian ini, maka peningkatan pendapatan usaha mikro pembagian nilai marjinal keripik ikan sektor perikanan bawis sebesar 13% bagi tenaga kerja. Saran dari penelitian ini bagi pelaku 43,8% untuk kontribusi bahan tambahan, usaha adalah perlu dilakukan upaya dan 43,2% sebagai laba bersih pengusaha efisiensi proses produksi, yang difokuskan menunjukkan struktur distribusi yang pada pemanfaatan bahan baku utama dan pengemasan produk, sehimgga dapat keberlanjutan usaha mikro berbasis meningkatkan margin keuntungan. Perlu Poklahsar peningkatan volume penjualan di dalam Penelitian Wahid et al. dan luar Kota Bontang denagn system tentang usaha kerupuk ikan janggalak di pemasaran offline dan online. Perlu Kecamatan Besuki. Situbondo, pengembangan variasi produk berbasis menunjukkan nilai tambah sebesar ikan bawis untuk meningkatkan segmen Rp37. 761/kg, atau sedikit lebih tinggi pasar yang lebih luas. dibandingkan penelitian ini. Namun, nilai tersebut juga masih berada dalam kategori Ucapan Terima Kasih Perbedaan lokasi geografis dan Apresiasi dan penghargaan yang tinggi bahan baku turut mempengaruhi efisiensi dihaturkan kepada Poklahsar Saputra produksi dan capaian nilai tambah Snack Pak Ucil yang bersedia menerima peneliti untuk melaksanakan studi atau Penelitian yang dilakukan Hasiani et kajian ini. tentang pengolahan amplang ikan bandeng oleh UMKM Sinar Laut DAFTAR PUSTAKA