PERMAINAN PAPER CLAY (BUBUR KERTAS) TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN DI TK DHARMAWANITA TOSAREN II KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI Paper Clay Game (Paper Pape. On Motorcycle Development Smoother Age 4 Until 5 Years In Dharma Women Tosaren II Kindergarten Kediri Riza Tsalatsatul Mufida1,Maria Oktaviani Abu2 STIKes Surya Mitra Husada Kediri rizamufida89@gmail. ABSTRAK Salah satu upaya meningkatkan kemampuan motorik halus adalah permainan bubur kertas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh permainan bubur kertas terhadap perkembangan perkembangan motorik halus anak 4 sampai 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian AuEksperimental DesaignAy dengan jenis AuOne Group Pretest Posttest DesaignAy, populasi sebanyak 30 siswa di Tk Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri, dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah permainan bubur kertas, sedangkan variabel terikat adalah perkembangan motorik halus anak 4-5 tahun. Hampir setengah responden, tingkat perkembangan motorik halus sebelum pemberian permainan bubur kertas termasuk kategori peringatan yaitu 12 orang . ,0%). Tetapi, hampir seluruh responden, tingkat perkembangan motorik halus sesudah pemberian permainan bubur kertas termasuk kategori normal yaitu 24 orang . ,0%). Hasil uji wilcoxon menunjukannilai A value = 0,000 sehingga < = 0,05, maka H 0 ditolak dan H1 diterima maka ada pengaruh pemberian bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan permainan bubur kertas dapat diterapkan dalam membantu meningkatkan motorik halus anak. Kata Kunci: Permainan bubur kertas, perkembangan motorik halus ABSTRACT One effort to improve fine motor skills is the game of pulp. The purpose of this research is to know the effect of pulp game on the development of fine motor development of children 4 to 5 years. This study uses the research method "Experimental Desaign" with type "One Group Pretest Posttest Desaign", population of 30 students in Tk Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kediri, using total sampling technique. The independent variable in this research is the pulp game, while the dependent variable is the smooth motor development of 4-5 years old child. Almost half of respondents, the level of fine motor development prior to the giving of the pulp game including the warning category of 12 people . 0%). However, almost all respondents, the level of fine motor development after giving the game of pulp, including the normal category of 24 people . 0%). Wilcoxon test results show value A value = 000 so that < = 0. 05, then H0 is rejected and H1 accepted then there is influence of pulp to the development of fine motor in children aged 4-5 years in kindergarten Dharma Wanita Tosaren II Kecantren Pesantren Kediri. Based on the result of this study it is expected taht the pulp game can be applied in helping improve the fine motor of the child. Keywords: Pulp Game, smooth motor development gangguan perkembangan motorik halus dan kecerdasan kurang dan keterlambatan Sebesar 85,779 . ,02%) anak usia prasekolah mengalami gangguan perkembangan motorik Menurut Biro Pusat Statistik (BPS) provinsi Jawa Timur 2014 penduduk Jawa Timur berjumlah 39,057,850 jiwa, dengan jumlah anak prasekolah sebanyak 2. 756 anak. Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kediri menyebutkan bahwa di Kota Kediri mempunyai jumlah balita dan anak usia prasekolah sebanyak 27. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 18 bulan Agustus 2017 pada anak usia 4 sampai 5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri yaitu pada 10 anak didapatkan hasil yaitu 6 anak yang normal, 4 keterlambatan dalam perkembangan motorik halusnya seperti dalam kegiatan menulis yaitu ada sekitar 3 orang anak masih kaku dalam menggerakan pulpen/pensil sehingga belum dapat menggambar dengan benar gambar yang diminta, serta masih ada 1 orang anak yang belum mampu menyusun 8 buah kubus satu persatu di atas yang lain tanpa Terdapat beberapa perkembangan motorik halus seperti media pembelajaran setiap hari yang kurang bervariasi sehingga anak lebih cepat merasa bosan dan malas. Tingkat kemampuan anak yang berbeda-beda karena beberapa anak ada yang dibimbing dan dilatih di rumah ada yang tidak oleh orang PENDAHULUAN Usia prasekolah dianggap sebagai usia keemasan . he golden ag. karena pada usia tersebut anak sedang mengalami perkembangan yang sangat besar baik secara fisik maupun secara psikis (Depdiknas. Pada usia 4 sampai 6 tahun merupakan periode sensitif atau masa peka dalam perkembangan aspek berpikir logis anak yaitu suatu periode dimana suatu fungsi tertentu perlu distimulus sehingga membantu anak untuk berkembang. Anak yang sempurna, maka tidak hanya satu perkembangan saja yang akan berkembang tetapi bisa bermacammacam aspek perkembangan (Marmi & Kukuh. , 2012 : . Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih, misalnya kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya (Marmi & Kukuh,R. 2012 :. Kemampuan motorik halus merupakan kemampuan anak untuk melakukan kegiatan yang melibatkan koordinasi antara mata, tangan dan otot-otot kecil pada jari, pergelangan tangan, lengan yang digunakan untuk aktifitas seni, seperti menggunting, melukis, dan mewarnai (Gunardi, dkk, 2008 :. World health organitation (WHO) dalam (Widati, 2. melaporkan bahwa 5-25% anak-anak usia prasekolah menderita disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus. Indonesia didapatkan data bahwa terdapat 16% anak yang mengalami tuanya, seperti melatih menulis, menggambar, dan karena faktor Berdasarkan data diatas dapat dilihat perkembangan motorik halus. Pembuatan bubur kertas yaitu dari koran bekas, karena kertas koran memiliki sifat mudah hancur dan mudah untuk dihaluskan setelah Koran dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan cara dibuat bubur kertas terlebih Melalui permainan bubur Anak membuat berbagai bentuk sesuai dengan yang mereka inginkan serta anak dapat mewarnai bentuk yang sudah jadi sesuai dengan warna yang mereka sukai (Nurwajarni, 2. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Permainan bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4 sampai 5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri Tahun 2017. HASIL PENELITIAN Karakteristik Subyek Tabel 1. Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin anak, usia anak, usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan perkembangan motorik anak sebelum dan sesudah dilakukan permainan bubur kertas. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian AuEksperimental DesaignAy dengan jenis AuOne Group Pretest Posttest DesaignAy, populasi sebanyak 30 siswa di Tk Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri, dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah permainan bubur kertas, sedangkan variabel terikat adalah perkembangan motorik halus anak 45 tahun Karakteristik Jenis kelamin anak Laki-laki Perempuan Usia anak . Usia ibu . >35 Pendidikan SD-SMP SMA Pekerjaan PNS Swasta IRT Perkembangan motorik . Advance Normal Peringatan Tdk ada kesempatan Perkembangan motorik . Advance Normal Peringatan Total Berdasarkan tabel 1 diatas diketahui bahwa dari total 30 perempuan yaitu sebanyak 18 orang 60%, berumur 4 tahun yaitu sebanyak 17 orang anak . ,7%. ), ibu berusia 20-35 tahun yaitu sebanyak 25 orang ibu . ,3%), ibu berpendidikan SMA yaitu sebanyak 13 orang ibu . %), ibu bekerja sebagai pegawai swasta dan IRT yaitu sebanyak 26 orang ibu dengan persentasi masing-masing 43,3%, perkembangan motorik halus anak sebelum diberikan permainan bubur kertas termasuk kategori peringatan yaitu sebanyak 12 orang anak . %) dan sesudah diberikan permainan bubur kertas termasuk kategori normal yaitu sebanyak 24 orang anak . %). Kemampuan motorik halus berdasarkan usia menurut Celicy . meliputi, untuk anak usia 4 tahun ditandai dengan kemampuan untuk menggunakan gunting seperti menggunting sederhana dan anak sudah mampu menggambar bujur sangkar, lingkaran, garis tegak. Sedangkan untuk Perkembangan motorik halus pada anak usia 5 tahun, ditandai dengan kemampuan untuk memukul paku dengan palu, mengikat tali sepatu, menulis beberapa huruf alphabet dan menulis nama. Kemampuan motorik halus pada anak usia 4 sampai 5 tahun harus distimulus dengan baik, karena pada umur ini merupakan fase golden age bagi anak. Jadi jika seorang anak diberikan stimulus dengan baik, maka perkembangan yang berkembang, tetapi juga yang lain. HASIL ANALISIS DATA Didapatkan hasil sig. p = 0,000 dengan nilai . Karena nilai sig. -taile. p = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada. Pengaruh Permainan Bubur Kertas Terhadap Perkembangan Motorik Halus dengan usia anak 4 sampai 5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri. PEMBAHASAN Perkembangan Motorik Halus Anak Sebelum Diberikan Permainan Bubur Kertas pada Anak Usia 4 sampai 5 Tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan Perkembangan Motorik Halus Anak 4 sampai 5 Tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri Sebelum Diberikan Permainan Bubur Kertas, hampir setengah termasuk kategori peringatan yaitu sebanyak 12 orang anak . %). Menurut Lindya motorik halus yaitu aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk melakukan gerakan pada bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Perkembangan Motorik Halus Anak Sesudah Diberikan Permainan Bubur Kertas pada Anak Usia 4 sampai 5 Tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa hampir seluruh perkembangan motorik halus anak sesudah diberikan permainan bubur kertas pada anak usia 4 sampai 5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri termasuk kategori normal yaitu 24 orang anak . %). Nurwarjani . menyebutkan bahwa bubur kertas merupakan salah satu bahan yang yang digunakan untuk pembuatan media pembelajaran atau permainan kreativitas yang berupa model . enda tirua. maupun peta timbul. Menurut Andang Ismail . 8: 230-. , salah satu kegiatan keterampilan motorik halus anak yaitu membentuk yang merupakan kegiatan membuat karya seni rupa 3 dimensi yang hasilnya berupa patung atau barang pakai seperti asbak, periuk, kendi, dan sebagainya. Berbagai media yang dapat digunakan dalam kegiatan membentuk seperti koran/kertas, dan lain-lain. Memilih jenis permainan yang tepat dan membantu mengstimulasi perkembangan motorik halus anak merupakan pilihan yang baik atau salah solusi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Melalui kegiatan membentuk dan disini media bubur kertas yang dipilih, merupakan salah satu alternatif pilihan yang baik dan tepat. Dalam memberikan stimulus kepada anak memang harus benar-benar terarah dan teratur. Kreativitas sangat penting perkembangan anak. Dengan bermain sangat mendukung tumbuhnya sikap kreatif, karena di dalam bermain anak dapat memilih, dapat melakukan Kreativitas dapat berkembang secara optimal apabila anak diberi kebebasan dalam bermain, dengan menyediakan alat permainan yang sesuai dengan usia anak atau sesuai dengan mengasah dan melatih agar anak berkembang sesuai dengan usia anak dan tidak mengelami hambatan atau keterlambatan perkembangan anak. Kemampuan motorik halus perlu dirangsang dengan memberikan stimulus-stimulus kegiatan bermain, seperti bubur Pembuatan bubur kertas yaitu koran bekas. Kertas koran dipilih karena kertas koran memiliki sifat mudah hancur dan mudah untuk dihaluskan setelah direndam. Kertas Koran juga mudah untuk didapatkan. Analisa Pengaruh Permainan Bubur Kertas Terhadap Perkembagan Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan hasil penelitian di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri dapat diketahui dari 30 responden yaitu 12 orang . %) yang perkembangan motorik halusnya sebelum diberikan permainan bubur Namun, setelah diberikan permainan bubur kertas terjadi peningkatan perkembangan motorik halus yakni responden yang masuk kategori normal sebanyak 24 orang . %) dan 2 orang . ,7%) yang masuk kategori peringatan. Untuk membuktikan pengaruh permainan bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun, maka dilakukan Hasil uji wilcoxon menunjukan negatif rank sebanyak 30 Nilai sebelum dan setelah diberikan permainan bubur kertas adalah Z = -3,379 dan nilai A value = 0,000 sehingga < = 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh pemberian bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Pada perkembangan motorik halus anak sebelum diberikan permainan bubur kertas, dimana hampir setengah anak masuk kedalam kategori peringatan. Ada 12 orang anak diantaranya tidak dapat mencontohkan gambar yang ditunjukkan seperti persegi dan menggambarkan orang dua bagian, gagal menyusun menara dari 6 kubus. Dari pengamatan yang dilihat hampir sebagian anak kaku dalam memegang pensil, dan menggerakkannya, dan sebagian bingung dan malu tidak dapat mencontohkan. Tetapi setelah diberikan perilaku dan distimulus dengan teratur selama 9 hari dengan permainan bubur kertas, hampir seluruhnya masuk kategori normal. Anak-anak yang sebelumnya masih dilakukan test motorik halusnya dengan DDST sudah mulai bisa menulis dan menggerakkan jari jemarinya dengan cukup lentur. Menurut Yuliani Nurani Sujiono . bahwa kemampuan anak pada usia 4-5 tahun mengalami perubahan yang sangat berarti sehingga banyak hal yang layak diberikan pada usia ini. Media kreativitas seperti permainan bubur kertas perlu diberikan karena dapat mengembangkan motorik halus anak sehingga motorik halus anak dapat berkembang secara optimal. Apabila anak sering diberikan stimulus atau menunjukan kelenturan otot-otot sehingga nantinya anak mampu menolong dan mengurus dirinya sendiri seperti makan, berpakaian mandi, menyisir rambut, mencuci dan melap tangan, dapat mengikat tali sepatu sendiri, meniru membuat garis tegak, garis datar, dan lingkaran. Oleh karena itu, permainan bubur kertas ini dapat melatih otot-otot kecil tangan serta menjadi sebuah solusi yang dapat mengembangkan motorik halus pada anak. Perencanaan yang diintegrasikan dalam permainan bubur kertas yang secara tidak pembelajaran untuk mengembangkan kreativitas anak. Kegiatan permainan bubur kertas yang dilakukan dalam penelitian ini dapat mempengaruhi perkembangan kreativitas anak yaitu pada indikator kemampuan anak percobaan dengan rasa percaya diri dan rasa senang, mencetak bentuk dari bubur kertas, dan mewarnai Masa taman kanak-kanak merupakan masa bermain karena dengan bermain tidak secara langsung anak telah belajar dan akan pengalaman yang secara langsung telah dilakukan anak serta anak bereksplorasi dari kegiatan bermain tersebut, sehingga permainan bubur kertas mampu meningkatkan motorik halus pada anak usia 4 sampai 5 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hampir setengah responden, tingkat perkembangan motorik halus sebelum pemberian bubur kertas, termasuk dalam kategori peringatan yaitu 12 orang anak . %). Hampir tingkat perkembangan motorik halus sesudah pemberian bubur kertas dalam termasuk kategori normal yaitu 24 orang anak . %). Hasil uji wilcoxon menunjukan negatif rank sebanyak 30 orang. Nilai sebelum dan setelah diberikan permainan bubur kertas adalah Z = -3,379 dan nilai A value = 0,000 sehingga < = 0,05, maka H0 ditolak dan H1 pengaruh pemberian bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri. perkembangan motorik halus pada Bagi Responden Diharapkan dapat meningkatkan perkembangan motorik halus dan perkembangan kreatifitas pada Bagi Tempat Penelitian Diharapkan penelitian dijadikan sebagai wacana atau masukan mengenai metode baru dalam motorik halus pada anak usia 4 sampai 5 tahun. DAFTAR PUSTAKA Agustin. Mengenali Memahami Dunia Anak. Bandung : Kajian Perkembangan Anak. Andriana. Anak Sehat. Anak Cerdas. Jakarta : Salemba Medika. Saran