J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Page 217-226 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x https://ojs. id/index. php/jmebi/ Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku Usaha Mikro Deo Linandy1. Andryanus Paridy2. Benyamin Mongan3 1,2,. Program Studi Manajemen. Universitas Kristen Indonesia Paulus. Makassar. Indonesia Submitted: 07-03-2025 |Review 17-03-2025 | Revision 22-03-2025 | Accepted 28-03-2025 Abstrak Usaha mikro memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Kecamatan Tamalanrea. Makassar. Namun, masih banyak pelaku usaha mikro yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro di Kecamatan Tamalanrea. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Sampel penelitian berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan nilai t-hitung 5,737 . < 0,. Sikap keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan dengan nilai thitung 2,936 . < 0,. Nilai R-square sebesar 0,805 menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan dan sikap keuangan mampu menjelaskan 80,5% variabilitas pengelolaan keuangan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan pembentukan sikap keuangan yang positif bagi pelaku usaha mikro guna meningkatkan stabilitas dan keberlanjutan usaha mereka. Kata kunci: literasi keuangan, sikap keuangan, pengelolaan keuangan, usaha mikro. Abstract: Micro enterprises play a crucial role in Indonesia's economy, including in the Tamalanrea District. Makassar. However, many micro-business owners still face challenges in financial This study aims to analyze the influence of financial literacy and financial attitude on the financial management of micro-business owners in Tamalanrea District. This research employs a quantitative approach using the Structural Equation Modeling (SEM) technique based on Partial Least Squares (PLS). The sample consists of 95 respondents selected using a non-probability sampling The results show that financial literacy has a positive and significant influence on financial management, with a t-value of 5. < 0. Financial attitude also has a positive and significant effect on financial management, with a t-value of 2. < 0. The R-square value of 0. 805 indicates that the financial literacy and financial attitude variables explain 80. 5% of the variability in financial The findings highlight the importance of improving financial literacy and fostering a positive financial attitude among micro-business owners to enhance their financial stability and business Keywords: financial literacy, financial attitude, financial management, micro enterprises. 1E-mail: linandyydeo@gmail. 2E-mail: paridyandryanus@gmail. 3E-mail: bennymongan31@gmail. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 1 No. 1 Maret 2025 PENDAHULUAN Usaha mikro memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik . , usaha mikro menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di sektor usaha kecil dan menengah. Namun, meskipun kontribusinya yang besar, banyak pelaku usaha mikro menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan mereka secara efektif, yang dapat berdampak pada keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis mereka (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Salah satu faktor utama yang memengaruhi pengelolaan keuangan usaha mikro adalah tingkat literasi keuangan pelaku usaha. Literasi keuangan mencakup pemahaman tentang konsep keuangan dasar, pengelolaan kas, investasi, dan perencanaan keuangan jangka panjang (Lusardi & Mitchell, 2. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pelaku usaha dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola keuangan mereka secara efisien, sehingga meningkatkan daya tahan bisnis mereka terhadap ketidakpastian ekonomi (Sanistasya. Rahardjo, & Iqbal, 2. Selain literasi keuangan, sikap keuangan juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan keuangan usaha mikro. Sikap keuangan mencerminkan bagaimana seseorang memandang dan mengambil keputusan terkait uang, termasuk kebiasaan menabung, pengelolaan utang, serta perencanaan keuangan untuk masa depan (Furnham, 1. Penelitian terdahulu menemukan bahwa pelaku usaha yang memiliki sikap keuangan yang positif lebih cenderung mengadopsi kebijakan keuangan yang sehat, sehingga dapat meningkatkan stabilitas bisnis mereka (Humaira & Sagoro. Meskipun literasi keuangan dan sikap keuangan telah banyak diteliti dalam konteks usaha mikro di berbagai negara, masih terdapat kesenjangan penelitian yang membahas dampaknya secara langsung terhadap pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro di tingkat lokal, khususnya di Kota Makassar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan usaha mikro di Kecamatan Tamalanrea. Makassar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan lembaga keuangan dalam merancang program peningkatan literasi keuangan yang lebih efektif bagi pelaku usaha mikro. TINJAUAN LITERATUR Literasi Keuangan Literasi keuangan didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memahami dan menggunakan konsep serta keterampilan keuangan dasar untuk pengambilan keputusan yang bijak dalam pengelolaan keuangan (Lusardi & Mitchell, 2. Literasi keuangan mencakup pemahaman tentang pengelolaan anggaran, tabungan, investasi, dan manajemen utang (OECD, 2. Dalam konteks usaha mikro, literasi keuangan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja bisnis karena memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam mengalokasikan sumber daya keuangan secara optimal (Xu & Zia, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan usaha. Studi oleh Atkinson & Messy . menemukan bahwa usaha mikro dengan tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi memiliki Linandy. Paridy. Mongan. Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku Usaha Mikro stabilitas keuangan yang lebih baik dan lebih mampu mengatasi risiko ekonomi. Penelitian di Indonesia oleh Santoso & Sembiring . juga menunjukkan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam meningkatkan akses pelaku usaha mikro terhadap layanan keuangan formal, sehingga dapat mendukung pertumbuhan usaha Berdasarkan teori perilaku keuangan, individu yang memiliki literasi keuangan tinggi lebih cenderung memiliki kontrol yang baik terhadap pengeluarannya, serta mampu membuat keputusan investasi yang lebih rasional (Fernandes. Lynch, & Netemeyer, 2. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diasumsikan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro. Sikap Keuangan Sikap keuangan didefinisikan sebagai cara individu dalam menilai, merespons, dan mengambil keputusan terkait keuangan mereka (Furnham & Argyle, 2. Sikap ini meliputi kecenderungan individu dalam menabung, menghindari utang, serta memiliki perencanaan keuangan jangka panjang (Bapat, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sikap keuangan yang baik berkontribusi terhadap pengelolaan keuangan yang lebih efektif. Misalnya, penelitian oleh Lim et al. menemukan bahwa pelaku usaha mikro yang memiliki sikap keuangan yang positif lebih cenderung menerapkan kebijakan keuangan yang disiplin, seperti mencatat arus kas dan mengalokasikan pendapatan untuk investasi jangka Selain itu, penelitian oleh Arifin et al. menyimpulkan bahwa sikap keuangan berpengaruh terhadap kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik, terutama dalam mengontrol pengeluaran dan menghindari utang yang tidak produktif. Berdasarkan teori planned behavior, sikap seseorang terhadap keuangan dapat memengaruhi niat dan perilaku mereka dalam mengelola keuangan (Ajzen, 2. Dengan demikian, penelitian ini berhipotesis bahwa sikap keuangan memiliki pengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan usaha mikro. Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan dalam konteks usaha mikro mencakup proses perencanaan, pencatatan, pengalokasian, dan evaluasi keuangan dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha (Fatoki, 2. Studi oleh Njoroge & Gathungu . menunjukkan bahwa usaha mikro yang menerapkan manajemen keuangan yang baik cenderung memiliki tingkat profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki perencanaan keuangan yang jelas. Penelitian di Indonesia oleh Purnamasari et al. menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu usaha mikro dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, menghindari krisis keuangan, dan meningkatkan daya saing di pasar. Dengan demikian, pemahaman literasi keuangan dan sikap keuangan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan usaha mikro. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan tinjauan literatur yang telah dijelaskan, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : H1: Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan usaha mikro. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 1 No. 1 Maret 2025 H2: Sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan usaha mikro. Kerangka Konseptual Berdasarkan kajian literatur yang telah mengembangkan model konseptual sebagai berikut : Literasi Keuangan (X. Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku UMKM (Y) Sikap Keuangan (X. Sumber : Konsepsi Pribadi Penulis . Gambar 1. Kerangka Berpikir METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal yang bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro di Kecamatan Tamalanrea. Makassar. Metode kuantitatif dipilih karena memungkinkan pengukuran hubungan antar variabel secara objektif dan dapat diuji secara statistik (Sugiyono, 2. Pendekatan ini juga memungkinkan generalisasi temuan terhadap populasi yang lebih luas berdasarkan data yang diperoleh dari responden yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku usaha mikro di Kecamatan Tamalanrea. Makassar. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar . , terdapat 1. 937 usaha mikro yang beroperasi di wilayah tersebut. Mengingat jumlah populasi yang besar, penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah pelaku usaha mikro yang telah menjalankan usahanya minimal satu tahun dan memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan keuangan usaha. Untuk menentukan ukuran sampel, digunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 95 responden. Linandy. Paridy. Mongan. Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku Usaha Mikro Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tamalanrea. Makassar, yang merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dengan jumlah pelaku usaha mikro yang cukup Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 melalui survei menggunakan kuesioner. Kuesioner disusun berdasarkan indikator yang telah diuji dalam penelitian terdahulu dan menggunakan skala Likert 5 poin untuk mengukur persepsi responden terhadap literasi keuangan, sikap keuangan, dan pengelolaan keuangan. Kuesioner dibagikan secara langsung kepada responden dan juga melalui platform digital untuk meningkatkan tingkat respons. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. SEM-PLS dipilih karena dapat digunakan untuk menganalisis model penelitian dengan jumlah sampel yang relatif kecil serta tidak memerlukan asumsi distribusi normal pada data (Hair et al. , 2. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu uji outer model untuk menilai validitas dan reliabilitas indikator penelitian, uji inner model untuk menguji hubungan antar variabel laten, serta pengujian hipotesis dengan melihat nilai t-statistik dan p-value. Nilai R-Square digunakan untuk mengukur seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen, sementara effect size . A) digunakan untuk menilai kekuatan pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil analisis data diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan usaha Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan kebijakan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro serta memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan sektor usaha mikro di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan 95 responden yang merupakan pelaku usaha mikro di Kecamatan Tamalanrea. Makassar. Data karakteristik responden mencakup jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan lama usaha. Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden adalah perempuan . %) dan sisanya laki-laki . %). Hal ini menunjukkan bahwa usaha mikro di Kecamatan Tamalanrea banyak dijalankan oleh perempuan, yang sejalan dengan temuan sebelumnya bahwa perempuan memiliki peran signifikan dalam sektor usaha kecil dan menengah (Santoso & Sembiring, 2. Dari segi usia, 24% responden berusia antara 18Ae30 tahun, 45% berusia antara 31Ae45 tahun, dan 31% berusia di atas 45 tahun. Mayoritas responden . %) memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA, sementara 28% berpendidikan D3/S1, dan 15% hanya menempuh pendidikan hingga SMP. Dari sisi lama usaha, 25% usaha telah berjalan lebih dari 5 tahun, 40% antara 3Ae5 tahun, dan sisanya . %) kurang dari 3 tahun. Hasil Analisis Statistik Untuk menguji hipotesis penelitian, dilakukan analisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Uji yang dilakukan meliputi uji outer model . aliditas dan reliabilita. , uji inner model (Rsquare dan effect siz. , serta uji hipotesis menggunakan path coefficient. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Uji Outer Model Uji outer model bertujuan untuk menilai kevalidan dan reliabilitas indikator Hasil uji convergent validity menunjukkan bahwa semua indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,7, sehingga dianggap valid. Berikut adalah ringkasan hasil uji validitas: Tabel 1. Hasil Uji Convergent Validity Variabel Literasi Keuangan (X. Item Outer Loading X1. Keputusan Valid X1. Valid X1. Valid X2. Valid X2. Valid X2. Valid Pengelolaan Keuangan (Y) Y1. Valid Y1. Valid Y1. Valid Sikap Keuangan (X. Sumber: Smart PLS . Selanjutnya, uji reliabilitas menggunakan Composite Reliability dan CronbachAos Alpha menunjukkan bahwa semua variabel memiliki nilai di atas 0,7, yang berarti indikator penelitian reliabel. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Literasi Keuangan (X. Cronbach's Alpha Composite Reliability Sikap Keuangan (X. Reliabel Pengelolaan Keuangan (Y) Reliabel Variabel Keputusan Reliabel Sumber: Smart PLS . Uji Inner Model Setelah validitas dan reliabilitas terpenuhi, dilakukan uji inner model untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil R-square menunjukkan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan secara bersama-sama menjelaskan 80,5% variabilitas pengelolaan keuangan, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Linandy. Paridy. Mongan. Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku Usaha Mikro Tabel 3. Hasil Uji R-Square Variabel Dependen R-Square Interpretasi Pengelolaan Keuangan (Y) 0. Kuat Sumber: Smart PLS . Selain itu, uji effect size . A) dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh kuat terhadap pengelolaan keuangan . A = 0. , sementara sikap keuangan memiliki pengaruh sedang . A = Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat path coefficients dan nilai tstatistik untuk menentukan apakah hubungan antar variabel signifikan atau tidak. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Hipotesis Path Coefficient tpKeputusan Statistic Value H1: Literasi Keuangan Ie Pengelolaan Keuangan Diterima H2: Sikap Keuangan Ie Pengelolaan Keuangan Diterima Sumber: Smart PLS . Berdasarkan hasil analisis, hipotesis pertama (H. diterima, yang berarti literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro . -statistik = 5. p < 0. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi literasi keuangan seorang pelaku usaha, semakin baik kemampuan mereka dalam mengelola keuangan usaha mereka. Hipotesis kedua (H. juga diterima, yang menunjukkan bahwa sikap keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan . -statistik = p < 0. Artinya, pelaku usaha mikro yang memiliki sikap keuangan yang positif, seperti kebiasaan menabung dan pengendalian utang, cenderung lebih baik dalam mengelola keuangan usahanya. Pembahasan Hasil penelitian ini mendukung teori perilaku keuangan yang menyatakan bahwa literasi keuangan memainkan peran penting dalam membantu individu mengelola sumber daya keuangan dengan lebih baik (Lusardi & Mitchell, 2. Temuan J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 1 No. 1 Maret 2025 ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Atkinson & Messy . , yang menemukan bahwa literasi keuangan berkontribusi terhadap pengambilan keputusan keuangan yang lebih baik pada usaha mikro. Selain itu, temuan mengenai sikap keuangan juga mendukung hasil penelitian oleh Arifin et al. , yang menyatakan bahwa individu dengan sikap keuangan yang positif lebih cenderung menerapkan pengelolaan keuangan yang sehat. Sikap keuangan yang baik memungkinkan pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam mengalokasikan pendapatan, menghindari utang yang tidak produktif, dan merencanakan keuangan untuk jangka panjang. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya peningkatan literasi keuangan dan pembentukan sikap keuangan yang positif bagi pelaku usaha mikro. Pemerintah dan lembaga keuangan dapat berperan dalam memberikan edukasi keuangan yang lebih komprehensif, seperti pelatihan keuangan dan pendampingan usaha, guna meningkatkan stabilitas finansial dan keberlanjutan usaha mikro. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap pengelolaan keuangan pelaku usaha mikro di Kecamatan Tamalanrea. Makassar. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), ditemukan bahwa baik literasi keuangan maupun sikap keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Literasi keuangan terbukti memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sikap keuangan, yang menunjukkan bahwa pemahaman keuangan yang baik memungkinkan pelaku usaha untuk mengelola arus kas, investasi, serta pengeluaran usaha mereka dengan lebih efektif. Temuan ini mendukung teori perilaku keuangan yang menyatakan bahwa individu yang memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik cenderung membuat keputusan keuangan yang lebih rasional dan strategis. Selain itu, sikap keuangan yang positif juga berkontribusi terhadap keberlanjutan usaha dengan membantu pelaku usaha dalam mengontrol pengeluaran dan menghindari keputusan keuangan yang Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan Meskipun penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi pengelolaan keuangan usaha mikro, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian ini hanya dilakukan di satu kecamatan, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke wilayah lain dengan karakteristik ekonomi yang berbeda. Kedua, penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling yang dapat menyebabkan bias dalam pemilihan responden. Selain itu, penelitian ini hanya berfokus pada dua variabel independen, sedangkan faktor lain seperti akses terhadap modal dan lingkungan bisnis juga dapat memengaruhi pengelolaan keuangan usaha mikro. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar cakupan wilayah penelitian diperluas dengan melibatkan lebih banyak sampel dari berbagai daerah guna meningkatkan generalisasi temuan. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mempertimbangkan variabel lain seperti inklusi keuangan, dukungan pemerintah, dan Linandy. Paridy. Mongan. Pengaruh Literasi Keuangan dan Sikap Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Pelaku Usaha Mikro digitalisasi dalam manajemen keuangan usaha mikro. Metode longitudinal juga dapat digunakan untuk mengamati bagaimana perubahan literasi dan sikap keuangan memengaruhi pengelolaan keuangan dalam jangka panjang. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha mikro. Program edukasi keuangan yang lebih terstruktur dan aksesibilitas terhadap layanan keuangan formal perlu ditingkatkan agar pelaku usaha mikro dapat lebih mandiri dalam mengelola keuangan mereka. Dengan demikian, usaha mikro dapat lebih stabil dan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. DAFTAR PUSTAKA