Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. | 473 Tax Avoidance: Tinjauan Literatur yang Sistematis Menggunakan Bibliometrik Nur Ainiyah1. Muhammad Bahril Ilmiddaviq2. Hari Setiono3 Email: nurainiyah@unim. 1,2,3 Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Majapahit Abstract The enormous benefits of taxes for the country and the tendency of taxpayers to engage in tax avoidance and even tax evasion has attracted researchers to explore and reveal important information related to taxes such as understanding taxpayer behavior, efforts to form effective tax policies as well as transparency and accountability. financial reports related to taxes. Its challenging for researchers whoAoll research tax avoidance because there are still obstacles, mainly related to legal gaps, data limitations and the global dimension. This research aims to provide analysis related to tax avoidance research for the 2019-2024 using VOS Viewer This study conducting a systematic literature review, using a bibliometric analysis. The results show that the research trend with the Tax Avoidance theme has decreased from 2019 to 2024 due to research turning to issues related to the Covid-19 pandemic, the emergence of tax harmonization regulations and the government's efforts to reduce tax avoidance practices and access to sensitive data. and difficult to obtain. The relationships that occur are divided into 5 clusters. The first cluster include 6 items, the second 3 items, the third 2 items, the fourth 2 items, and the fifth only 1 item. Tax avoidance has brightness and at the same time has large dots in its high visualization, while the other 13 items have faded colors and at the same time have small dots in their visualization. Thus, there have been many studies using tax avoidance items in their research and the other items are still rare, this condition made opportunities to conduct research on the theme of tax avoidance by combining other variables/items that are already visible in the visualization or hasn`t visible yet. Keywords: Tax Avoidance. Bibliometric. Publish or Perish. VOS Viewer. Abstrak Melihat begitu besarnya manfaat pajak bagi negara dan adanya kecenderungan wajib pajak untuk melakukan penghindaran pajak dan bahkan penggelapan pajak telah menarik para peneliti untuk menggali dan mengungkap informasi penting terkait pajak seperti: pemahaman atas perilaku wajib pajak, upaya pembentukan Kebijakan Pajak yang Efektif serta transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan yang berhubungan dengan pajak. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti yang akan meneliti tentang Penghindaran pajak karena masih terdapat hambatan bagi peneliti utamanya terkait adanya Celah Hukum, keterbatasan data dan Dimensi Global. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan analisis terkait penelitian penghindaran pajak periode 2019-2024 secara bibliometric dengan menggunakan software VOS Viewer. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan systematic literatur Penelitian menggunakan pendekatan analisis bibliometrik. Hasil penelitian menunjukkan trend penelitian dengan tema Tax Avoidance menurun dari tahun 2019 sampai dengan 2024. Penurunan ini disebabkan penelitian banyak beralih ke isu-isu terkait pandemi Covid-19, munculnya regulasi harmonisasi perpajakan dan upaya pemerintah dalam mengurangi praktik penghindaran pajak serta akses datanya yang sensitif dan sulit diperoleh. Hubungan yang terjadi terbagi kedalam 5 cluster. Cluster pertama diisi 6 item. Cluster kedua diisi 3 item. Cluster ketiga berisi 2 item, keempat Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 474 | Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. diisi 2 item, dan cluster kelima hanya 1 item. Tax avoidance memiliki kecerahan dan sekaligus memiliki titik besar pada visualisasinya yang tinggi sedangkan 13 item yang lain warnanya memudar dan sekaligus memiliki titik yang kecil pada visualisasinya dengan demikian sudah terdapat banyak penelitian yang menggunakan item tax avoidance dalam penelitiannya dan item-item lainnya masih jarang. Kata Kunci: Tax Avoidance. Bibliometric. Publish or Perish. VOS Viewer. PENDAHULUAN Pajak adalah kontribusi masyarakat dan perusahaan yang dipungut oleh pemerintah untuk membiayai pengeluaran pemerintah dalam menjalankan fungsifungsinya . Pajak dipungut atas penghasilan individu dan badan usaha, kekayaan . eperti properti dan warisa. , serta konsumsi . eperti pajak penjuala. Tujuan utama dari pajak adalah untuk membiayai pengeluaran pemerintah dalam penyediaan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertahanan, dan layanan sosial lainnya (Lypez, 2. Selain itu. Pajak juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian, dengan cara mempengaruhi pola konsumsi dan investasi, serta mendistribusikan pendapatan secara lebih adil dalam masyarakat. Dengan kata lain, peran pajak di sini sangat besar bagi pemerintah karena pajak merupakan penopang utama pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya dan sekaligus melakukan Oleh sebab itu. Sistem perpajakan yang efisien dan adil menjadi komponen penting dari keberhasilan suatu negara dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan dan menyediakan layanan dasar kepada warganya. Mengingat pentingnya peran pemerintah dalam mengelola dan mengatur pajak, maka dalam menjalankan fungsinya pemerintah berupaya untuk menciptakan sistem perpajakan yang adil, transparan, dan efektif (Bostajyan & Movsisyan, 2. Keterlibatan pemerintah dalam hal perpajakan diantaranya . pemerintah sebagai pembentuk kebijakan pajak dimana pemerintah berfungsi sebagai penentu besarnya tarif pajak dan menetapkan bagaimana perlakuan pajak dalam berbagai sector (Ievtushenko. Kutsenko, & Aloshin, 2023. , . Pengumpul pajak dalam hal ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak bertanggungjawab dalam administrasi pengumpulan pajak individu ataupun badan serta menyiapkan sistem dan teknologi yang mempermudah wajib pajak dalam melaporkan dan membayar pajak (Bostajyan & Movsisyan, 2022. , . penegak hukum dimana pemerintah sebagai Lembaga yang mengaudit sekaligus mengawasi jalannya pajak serta memberikan sanksi dan penalty bagi wajib pajak yang melanggar peraturan perpajakan (Turuntayeva et al. , 2. , . Penggunaan dana pajak dimana pemerintah sebagai pengumpul dana pajak yang selanjutnya dana tersebut dikelola untuk pembiayaan layanan publik dan pengembangan ekonomi negara (Bostajyan & Movsisyan, 2022. , . reformasi Pajak : pemerintah secara berkala melakukan reformasi pajak . erupa pembaruan kebijaka. untuk memastikan system perpajakan yang berjalan secara adil, efisien dan sesuai perkembangan serta untuk menutup celah terjadinya tax avoidance (Zakaryan & Zakaryan, 2. , dan . edukasi dan sosialisasi: pemerintah berperan memberikan edukasi pada masyarakat akan pentingnya pajak serta memberikan sosialisasi akan pentingnya sadar pajak dan patuh pajak (Ievtushenko. Kutsenko, & Aloshin, 2023. Negara Indonesia dalam memungut pajak menggunakan sistem self assessment yaitu sistem yang mempercayakan kepada wajib pajak dalam hal pemenuhan pajak dari Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. | 475 menghitung dan melaporkan pajaknya secara mandiri. Sistem pemungutan pajak semacam ini akan memberikan celah kepada wajib pajak baik itu pribadi ataupun badan untuk mengurangi beban pajak yang dibayarkan (Astuti & Aryani, 2. Pengurangan beban pajak yang dibayarkan dikenal dengan nama Tax avoidance (Penghindaran Menurut (Adityamurti & Ghozali, 2. Tax avoidance (Penghindaran paja. adalah upaya menekan nilai pajak yang dibayarkan secara rendah yang dilakukan oleh perusahaan dengan praktik legal dan tidak bertentangan dengan peraturan perpajakan. Penghindaran pajak merupakan isu yang signifikan dalam bidang ekonomi dan kebijakan publik. Praktik ini mencakup upaya yang dilakukan oleh individu atau perusahaan untuk mengurangi kewajiban pajak mereka melalui cara-cara yang legal tetapi seringkali tidak sesuai dengan ketentuan hukum perpajakan. Dampak adanya praktik penghindaran pajak yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum perpajakan menyebabkan berkurangnya jumlah pendapatan negara yang diterima sehingga bisa merugikan negara karena pajak merupakan penopang utama sumber pendapatan negara dalam APBN. seperti yang disebutkan oleh pajak. id dan kontan. id dalam (Awaliah. Damayanti, & Usman, 2. menyebutkan bahwa penerimaan pajak akan dapat 5,5% lebih besar dari jumlah realisasi penerimaan pajak tahun 2020 yang sebesar Rp 000,00 jika tidak terjadi praktik penghindaran pajak yang dilakukan oleh wajib pajak. Tantangan bagi para peneliti yang akan meneliti tentang Penghindaran pajak adalah adanya (Probowulan & Tjaraka, 2. : . Celah Hukum: Kompleksitas dan perubahan terus-menerus dalam hukum perpajakan membuat identifikasi dan analisis praktik penghindaran pajak menjadi sulit. keterbatasan data: keterbatasan dalam Akses data perpajakan yang komprehensif dan akurat seringkali menghambat penelitian. Dimensi Global: Penghindaran pajak sering melibatkan transaksi lintas negara, menambah kompleksitas dalam menganalisis. Melihat begitu besarnya manfaat pajak bagi negara dan adanya kecenderungan wajib pajak untuk melakukan penghindaran pajak dan bahkan penggelapan pajak telah menarik para peneliti untuk menggali dan mengungkap informasi penting terkait pajak seperti: pemahaman atas perilaku wajib pajak, upaya pembentukan Kebijakan Pajak yang Efektif serta transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan yang berhubungan dengan pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan analisis terkait penelitian penghindaran pajak periode 2019-2024 . Trend penelitian terkait tax avoidance yang tentunya dapat dianalisa secara bibliometric dengan menggunakan software VOS Viewer. VOS Viewer berawal dari VOS ("visualization of similarities") yang merupakan konsep yang dikembangkan kurang dari dua dekade lalu untuk menganalisis dan memvisualisasikan pola dalam data . an Eck & Waltman, 2007. Bukar et al. , 2. Bertahun-tahun kemudian, konsep VOS dikembangkan menjadi program yang disebut VOSviewer untuk analisis bibliometrik, sehingga telah diadopsi secara luas dalam studi bibliometrik dan sitasi untuk membangun dan memvisualisasikan jaringan bibliometrik, dengan jurnal, peneliti, atau publikasi individu sebagai aktornya, berdasarkan ko-sitasi. penggabungan bibliografi, atau hubungan penulisan . an Eck & Waltman, 2010. MoralMunoz. Herrera-Viedma. Espejo, & Cobo, 2020. dalam Bukar et al. , 2. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 476 | Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. VOS menawarkan kemungkinan untuk membangun jaringan kejadian bersama dari istilah-istilah penting yang diambil dari kumpulan literatur ilmiah menggunakan fungsi penambangan teks. VOSviewer dikembangkan oleh pusat Studi Sains dan Teknologi (CWTS) di Universitas Leiden di Belanda. Software ini dapat mengekstrak jaringan bibliografi dari data bibliografi berdasarkan file data yang diunduh dari format WoS. Scopus. Dimension. PubMed, dan RIS. VOSviewer adalah aplikasi berbasis Java yang dapat digunakan untuk menghasilkan peta berdasarkan data jaringan, serta memvisualisasikan dan memeriksa peta tersebut. Namun, terlepas dari potensinya, terdapat sejumlah penelitian yang memanfaatkan VOSviewer untuk analisis dan visualisasi teks dalam lingkungan selain yang melibatkan kumpulan data bibliometrik. Meskipun ada banyak program dan alat untuk analisis bibliometrik seperti CiteSpace. HistCite, dan CitNetExplorer. VOSviewer menawarkan kemampuan visualisasi yang sangat baik dan dapat secara efisien menangani impor dan ekspor data dari berbagai sumber (Moral-Munoz. Herrera-Viedma. Espejo, & Cobo, 2020. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan systematic literatur review. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan analisis Pendekatan ini dipilih karena analisis bibliometrik dapat menunjukkan perkembangan penelitian-penelitian pada bidang tertentu yang dilakukan sebelumnya. Menurut Ellegaard & Wallin . analisis bibliometrik adalah bagian dari metodologi evaluasi penelitian serta berbagai literatur yang telah ada dan dijadikan sumbernya. Selain itu, daftar artikel jurnal yang telah terbit merupakan sumber andalan dalam alat analisis ini (Comerio & Strozzi, 2. Harapan digunakannya analisis bibliometrik ini dapat ditemukannya kesenjangan penelitian lebih lanjut yang dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang evolusi pada bidang tertentu. Menurut Donthu, et. dalam Suandani, dkk. menyebutkan bahwa dalam analisis bibliometrik ada tahapan yang harus dilalui, diantaranya . analisis kinerja dan . pemetaan ilmiah. Analisis kinerja adalah Teknik standar yang biasanya digunakan di penelitian dalam mereview artikel seperti penulis, kinerja penelitian. Lembaga, negara dan nama jurnalnya. Sedangkan pemetaan ilmiah merupakan kegiatan yang berkaitan dengan analisis kutipan dan analisis Bersama. Analisis bibliometrik pada penelitian ini berfokus pada topik yang membahas tentang praktik penghindaran pajak yang bersumber dari data publikasi dengan kurun waktu tahun 2019 Ae 2024 yang dibatasi pada kajian terkait penghindaran pajak. Data dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish (PoP) dengan hasil maksimum 200 dan juga menggunakan VOSviewer dengan cara dilakukan penelusuran publikasi yang terindeks di Google Schoolar. Kriteria publikasi yang ditelusuri melalui Google Schoolar berupa kata kunci, tahun. Subject Area dan artikel. Aplikasi ini menggnakan analisis analisis co-occurrence yang berfokus untuk mengidentifikasi hubungan berdasarkan frekuensi kemunculan item dalam konteks yang sama, tanpa secara eksplisit mempertimbangkan kekuatan atau arah koneksi (Bukar et al. , 2023. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. | 477 HASIL DAN PEMBAHASAN Artikel terkait pencegahan kecurangan yang dikumpulkan dari laman Google Schoolar menggunakan PoP sebanyak 200 data yang terkait dengan Tax Aviodance. Dari 200 data tersebut dipublikasi pada rentang waktu 2019-2024. Data yang terbit dalam bentuk artikel dan sesuai subject area sebanyak 192. Tabel 1. Data Artikel yang Ditemukan Kriteria Artikel Hasil Screening Kata Kunci: Tax Avoidance Tahun : 2019 - 2024 Subject Area: Business. Management, and Accounting Economics. Econometrics, and Finance Document Type: Article Sumber: Data diolah peneliti. Pada gambar 1 menunjukkan trend penelitian dengan tema Tax Avoidance mengalami penurunan dari tahun 2019 sampai dengan 2024. Pada tahun 2019 terdapat 68 penelitian yang turun menjadi 63 pada tahun 2020. Penurunan terjadi kembali di tahun 2021 menjadi 37 penelitian dan terus turun pada tahun 2022 menjadi 14 serta berlanjut turn menjadi 6 penelitian di tahun 2023 dan pada akhirnya di tahun 2024 ini hanya terdapat 3 penelitian dan masih terdapat kemungkinan adanya penambahan karena data ini diambil pada bulan Juli. Gambar 1. Trend Penelitian Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 478 | Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. Trend penelitian dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 mengalami Hal ini disebabkan pada rentang waktu ini terjadi pandemi Covid-19 sehingga peneliti beralih ke isu-isu terkait pandemi Covid-19 yang dianggap lebih mendesak atau relevan (Invernici. Bernasconi, & Ceri, 2024. Nisa. Kusumawati, & Afiah, 2024. Urrahmah & Arisandy, 2. Selain itu dengan munculnya regulasi harmonisasi perpajakan pada tahun 2021 yang mengatur sistem perpajakan dengan semakin ketat serta adanya upaya pemerintah dalam mengurangi praktik penghindaran pajak bisa mengurangi minat penelitian di bidang ini. Dengan adanya regulasi yang lebih efektif, praktik penghindaran pajak mungkin berkurang, sehingga minat akademisi untuk meneliti topik ini juga menurun. Selain itu penelitian di bidang tax avoidance seringkali membutuhkan akses ke data yang sensitif dan sulit diperoleh. Tantangan ini juga bisa mengurangi minat peneliti untuk meneliti topik ini dibandingkan topik lain yang lebih mudah diakses dan diteliti (Kusufiyah & Anggraini, 2. Setelah data dari PoP telah didapatkan maka dilanjutkan dengan pengolahan data dengan menggunakan Vos Viewer. Adapun hasil olah data tersebut sebagaimana Gambar 2. Network Visualization Pada gambar 2 Tax Avoidance terhubung langsung dengan effect, leverage, sales growth, capital intensity, pengaruh profitabilitas, tax risk, corporate social responsibility, corporate governance, firm, country, tax evasion, taxis dan evidence. Hubungan yang terjadi terbagi kedalam 5 cluster. Cluster pertama diisi 6 item, yakni: country,evidence,firm, tax avoidance, tax evasion dan taxis. Cluster kedua diisi 3 item, yakni: capital intensity, leverage dan pengruh profitabilitas. Cluster ketiga berisi 2 item, yakni: effect dan tax risk. Cluster keempat diisi 2 item, yakni: corporate social responsibility dan sales growth sedangkan cluster kelima hanya 1 item yaitu corporate Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. | 479 Cluster-cluster ini menunjukkan frekuensi kemunculan item dalam konteks yang sama. Variable Tax Avoidance sales growth capital intensity pengaruh profitabilitas tax risk corporate social corporate governance tax evasion Tabel 2. Jumlah dan Link Item Cluster Total link Occurrences Tabel 2 menunjukkan variabel-variabel yang dikaitkan dengan topik tax Kolom klaster menunjukkan bahwa variabel tersebut sering muncul serta terkait dengan variabel lain pada klaster yang sama. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa variabel tersebut terkait dengan variabel lain pada klaster yang berbeda. Total link menunjukkan bahwa seberapa sering variabel tersebut terkait dengan variable Pada kolom occurences menunjukan seberapa banyak variabel tersebut muncul pada publikasi Pada gambar 3 menunjukkan bahwa trend penelitian terkait Tax Avoidance dengan menghubungkan effect, leverage, capital intensity, pengaruh profitabilitas, tax risk, corporate governance, country, taxis dan evidence dilakukan pada rentang waktu januari dan februari 2020. Sedangkan hubungannya dengan corporate social responsibility dan sales growth dilakukan pada tahun2019 bulan juni sedangkan hubungannya dengan firm dan tax evasion dilakukan pada akhir tahun 2019. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 480 | Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. Gambar 3. Overlay Visualization Pada gambar 3 yang managambar tersebut menunjukkan tingkat kecerahan dari item yang mana semakin cerah warnanya maka menandakan banyaknya penelitian yang mengambil tema penelitian menggunakan item tersebut. Pada gambar 4 tax avoidance memiliki kecerahan yang tinggi sedangkan yang lain warnanya memudar dengan demikian sudah terdapat banyak penelitian yang menggunakan item tax avoidance dalam penelitiannya dan item-item lainnya masih jarang. Gambar 4. Density Visualization Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. | 481 KESIMPULAN Trend penelitian dengan tema Tax Avoidance mengalami penurunan dari tahun 2019 sampai dengan 2024. Pada tahun 2019 terdapat 68 penelitian yang turun menjadi 63 pada tahun 2020. Penurunan terjadi kembali di tahun 2021 menjadi 37 penelitian dan terus turun pada tahun 2022 menjadi 14 serta berlanjut turn menjadi 6 penelitian di tahun 2023 dan pada akhirnya di tahun 2024 ini hanya terdapat 3 penelitian dan masih terdapat kemungkinan adanya penambahan karena data ini diambil pada bulan Juli. Penurunan ini disebabkan penelitian banyak beralih ke isu-isu terkait pandemi Covid-19 yang dianggap lebih mendesak atau relevan, munculnya regulasi harmonisasi perpajakan pada tahun 2021 yang mengatur sistem perpajakan dengan semakin ketat serta adanya upaya pemerintah dalam mengurangi praktik penghindaran pajak serta penelitian dengan tema tax avoidance membutuhkan akses ke data yang sensitif dan sulit diperoleh. Hubungan yang terjadi terbagi kedalam 5 cluster. Cluster pertama diisi 6 item. Cluster kedua diisi 3 item. Cluster ketiga berisi 2 item, keempat diisi 2 item, dan cluster kelima hanya 1 item. Tax avoidance memiliki kecerahan dan sekaligus memiliki titik besar pada visualisasinya yang tinggi sedangkan 13 item yang lain warnanya memudar dan sekaligus memiliki titik yang kecil pada visualisasinya dengan demikian sudah terdapat banyak penelitian yang menggunakan item tax avoidance dalam penelitiannya dan itemitem lainnya masih jarang, sehingga membuka peluang untuk melakukan penelitian dengan tema tax avoidance dengan menggabungkan variabel/item-item lainnya yang sudah nampak dalam visualisasi atau dengan item yang belum nampak dalam Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 482 | Bisman: Volume 7. Nomor 2. Juli 2024. DAFTAR PUSTAKA