ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE DAN 5W 1H PADA PROSES PENGISIAN GAS 12 KG DEPOT FILLING PLANT DI PT. EFG ANALYSIS OF PRODUCT QUALITY CONTROL USING QUALITY CONTROL CIRCLE AND 5W 1H METHODS IN THE 12 KG GAS FILLING PROCESS AT THE DEPOT FILLING PLANT AT PT. EFG Rudy Effendi Listyanto. Hafidz Zaelani. 1,2Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa rel2020@pelitabangsa. id, hafidzaelani16@gmail. Abstract The distribution of LPG to the Bekasi Regency area is carried out by PT XYZ using a fleet of skid tanks to filling and transporting stations of Bulk LPG (SPPBE) for bulk types of LPG and a fleet of cylinder trucks to LPG agents. One of the products produced by PT. XYZ Gas 12 Kg. In the process of filling . 12 kg Gas often has defects. There were 6750 claims during the February-July 2024 period. This defect consists of leakage, footring, valve, even corrosion. The methods used to analyze and solve problems in the production filling process are with Quality Control Circle and 5W 1H. This method is used to find out problems related to quality control in products. This research aims to find out the flow of the production process, identify problems to find out problems that need to be improved. Furthermore, the stages of data collection are obtained from direct observation and company record data. The stages of data processing are carried out by making a flow chart of the production process flow, checksheet, histogram, percentage of defective products, pareto chart. PDCA analysis, 5W 1H, fishbone, repair data. From the results of the implementation using the Quality Control Circle and 5W 1H methods, the number of defects has decreased, from the previous data of 41% to 10%. This has a positive impact on reducing defective products in 12 Kg gas cylinders, and increasing productivity. Keywords: 5W 1H, 12 Kg Gas. Quality Conrol Circle. Abstrak Pendistribusikan LPG kewilayah Kabupaten Bekasi dilakukan oleh PT XYZ dengan menggunakan Armada Skid tank ke stasiun pengisian dan pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Untuk jenis curah/bulk LPG dan armada truk tabung ke agen LPG. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. XYZ Gas 12 Kg. Dalam proses pengisian . Gas 12 kg sering mengalami defect. Terdapat 6750 claim selama Periode Februari Ae Juli Defect ini terdiri dari kebocoran, footring, valve, korosi merata. Metode yang digunakan untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah dalam proses pengisian produksi yaitu dengan Quality Control Circle dan 5W 1H. Metode ini digunakan untuk mengetahui permasalahan yang berkaitan dengan pengendalian kualitas pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur proses produksi, mengidentifikasi masalah untuk mengetahui permasalahan yang perlu dilakukan perbaikan. Selanjutnya tahapan pengumpulan data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung dan data catatan perusahaan. Tahapan pengolahan data dilakukan dengan membuat flowchart alur proses produksi, checksheet, histogram, persentase produk defect, diagram pareto, analisis PDCA, 5W 1H, fishbone, data perbaikan. Dari hasil penerapan menggunakan metode Quality Control Circle dan 5W 1H jumlah defect mengalami penurunan yaitu dari data sebelumnya 41% menjadi 10%. Hal ini memberikan dampak positif terhadapt penuruan produk defect pada tabung Gas 12 Kg, dan meningkatkan produktivitas. Kata Kunci: 5W 1H. Gas 12 Kg. Quality Conrol Circle. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 PENDAHULUAN PT. EFG merupakan perusahaan yang beroperasi dibidang Minyak dan Gas di bawah naungan BUMN. Perusahaan berperan dalam mendistribusikan LPG ke wilayah kabupaten Bekasi yang di salurkan menggunakan armada Skid Tank ke stasiun Pengisian dan pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Untuk jenis curah/bulk LPG dan armada truk tabung ke agen LPG. Salah satu produk gas LPG yang di produksi oleh PT. E F G yaitu Gas 12 Kg. dimana seringkali terdapat penyimpangan/produk cacat . Berdasarkan data dari bulan Februari Ae Juli 2025 ditemukan jenis defect seperti kebocoran, korosi merata, footring, dan valve. Dengan jumlah keseluruhan 6750 claim yang dialami pada saat proses pengisian tabung gas 12 kg. Untuk menangani permasalahan product defect tersebut dilakukan analisa dan perbaikan kualitas menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) dan 5W 1H sehingga diharapkan ditemukan solusi atas adanya ketidaksesuaian hasil produk dengan standard kinerja yang telah ditetapkan sehingga diusahan dapat dicapai kondisi zero defect. Kepuasan pelanggan seringkali berkaitan dengan kualitas produk dan kualitas layanan. Dari kualitas produk sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dengan kualitas produk yang baik dan sesuai keinginan pelanggan akan menimbulkan rasa puas pelanggan kepada perusahaan. Pengendalian Kualitas harus dilakukan melalui proses yang terus menerus dan berkesinambungan. Dalam melakukan pengendalian kualitas harus memahami beberapa langkah dalam melakukan pengendalian Untuk mengimplementasikan perencanaan, pengendalian dan pengembangan kualitas diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: Mengidentifikasi karakteristik . tribut kualita. Menetapkan bagaimana cara mengukur setiap karakteristik. Menetapkan standar kualitas. Menetapkan program inspeksi. Mencari dan memperbaiki penyebab kualitas yang rendah. Terus-terusan melakukan perbaikan. Quality Control Circle adalah teknik pengendalian kualitas yang meliputi pengamtan, pengendalian, analisis dan perbaikan proses dan hasil produk dan prdengan menggunakan metode statistik. Metode ini menggunakan pendekatan siklus PDCA (Plan. Do. Check. Actio. Konsep Quality Control Circle mengindetifikasi permasalahan kualitas apa saja yang menjadi penyebab defect. Metode 5W 1H adalah metode yang digunakan untuk menganalisis masalah yang terjadi secara terperinci. Prinsip 5W 1H merupakan rencana tindakan . ction pla. yang memuat secara jelas setiap tindakan perbaikan atau peningkatan dengan mengetahui aspek penyebab masalah, waktu, tempat, otoritas, dan bagaimana terkait tindakan perbaikan yang diusulkan. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan pada periode Februari Ae April 2025 di PT EFG berlokasi di kabupaten Beksai. Penelitian ini dilakukan dibagian Filling Hall dimana terdapat proses pengisian tabung AukosongAy Gas 12 Kg menjadi tabung AuisiAy 12 Kg. Jenis penelitian adalah deksriptif kuantitatif yang menggunakan data sebagai alat untuk menganalisis dan melakukan kajian penelitian. Penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivesme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/stastik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan . Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Tahapan Penelitian INDENTIFIKASI MASALAH PENGUMPULAN DATA Data jumlah produksi Data jenis defect Data jumlah defect PENGOLAHAN DATA Metode QCC Metode 5W 1H IMPROVEMENT Melakukan Trainning Melakukan Update LIK Gambar 1 Tahapan Penelitian Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 PEMBAHASAN Proses Produksi Gambar 2 Alur Proses Produksi dan Pengendalian Mutu (Sumber: Data diolah 2. Penjelasan Alur Proses Produksi Tabung Kosong adalah tabung yang datang dari pelanggan atau dari pendistribusian yang akan dilakukan pengisian gas kembali. Perhitungan/Penghitungan dimana jumlah tabung kosong dihitung sebagai dasar pengelolaan proses selanjutnya. Pengelompokan adalah proses menganalisa tabung berdasarkan kriteria tertentu misalnya masa uji, kondisi fsik, atau status tabung . ayak/tidak laya. untuk didistribusikan. Proses Seleksi Awal dimana tabung dialirkan pada 2 . jalur Tabung Rusak : Masuk maintenance shop => dilakukan perbaikan => masuk jalur tabung baik Tabung Baik : Masuk proses checking Pemeriksaan Tabung : Tabung diperiksa secara visual dan teknis. Apabila hasil pemeriksaan baik akan dilanjutkan pada proses pengisian gas LPG. Apabila hasil pemeriksaan Not Good maka akan diteruskan ke maintenance shop . Tabung Habis Masa Test : Bila masa uji tabung habis, tabung dikembalikan ke proses pemeliharaan atau pembuangan, tergantung hasil inspeksi. Pengisian dan Penimbangan Elpiji : Pengisian Elpiji Tabung diisi dengan gas Elpiji. Penimbangan Elpiji untuk memastikan berat isi sesuai dengan standar. Pemeriksaan Kebocoran : Tabung diperiksa kebocorannya. Jika tidak bocor tabung masuk ke proses Jika bocor dialirkan ke Evacuation Pump . ntuk mengosongkan isi ga. lalu ke jalur perbaikan atau Proses Akhir : adalah proses yang meliputi klasifikasi tabung yang sesuai kriteria untuk didistribusi kemudian diberikan lebel oleh departemen QA (Quality assuranc. untuk selanjutnya disimpan di gudang untuk disalurkan kepada pelanggan. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Penyimpangan/Cacat . Produk Berdasarkan laporan produksi perusahaan periode Pebruari Ae Juli 2025 didapatkan data penyimpangan . pada proses produksi/pengisian tabung gas 12 kg seperti yang tertera pada tabel 4. 1 berikut Tabel 1 Data Jumlah produk Defect periode Februari Ae Juli 2025 Jenis Defect Jumlah Defect Kebocoran Korosi merata Valve Footring Total Sumber : Data Perusahaan, 2025 Jumlah Produksi Persentase 29,63% 26,63% 25,93% 17,78% 100,00% Diagram Pareto 100,00% 80,00% 60,00% 40,00% 20,00% 0,00% Kebocoran Korosi Merata Valve Footring Jumlah Gambar 3 Diagram Pareto Defect Product Tabung Gas 12 Kg Berdasarkan hasil pada gambar 4. 1 diagram pareto dapat dilihat jumlah defect 6750 terjadi terbanyak adalah kebocoran dengan kumulatif sebanyak 29,63% sehingga jenis defect kebocoran akan menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan. Analisis Penyebab Penyimpangan (Defec. Penyebab-penyebab dari masalah defect dapat dilihat dari bagan kendali sebab akibat atau fishbone di bawah ini pada gambar 4. Berdasarkan analisa fishbone diagram diketahui bahwa tingginya defect pada produk gas 12 kg yaitu di pengaruhi 2 faktor yaitu faktor manusia dan faktor metode. Faktor ini dapat di pengaruhi oleh beberapa alasan sebagai Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Gambar 4 Analisa Fishboone diagram Faktor Manusia (Ma. Faktor manusia berperan sebagai pelaku utama yaitu sebagai operator dimana kualitas setiap produk yang dihasilkan baik atau buruk sangat bergantung pada kontribusi manusia itu sendiri. Dalam penelitian ini faktor manusia disebabkan karena kelalaian pada saat bekerja, kurangnya pengawasan dari leader, dan kurangnya Sehingga kualitas yang dihasilkan tidak sesuai dengan prosedur perusahaan atau produk defect. Faktor Metode (Method. Faktor metode ini juga memiliki peran penting, dimana tujuannya adalah untuk memastikan apa yang dikerjakan sesuai dengan SOP sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Dalam penelitian ini faktor metode disebabkan oleh adanya faktor LIK belum di update sehingga menyebabkan operator tidak mempunyai landasan intruksi kerja yang benar sesuai SOP sehingga menyebabkan defect pada tabung gas 12 Analisis mengenai permasalahan munculnya penyimpangan pada produk tabung gas 12 kg dilakukan dengan menggunakan taknik analisa 5W 1H sebagai berikut : Faktor Manusia Tabel 2 Analisa Tabel 3. 2 Analisa faktor penyebab ManFaktor Penyebab Defect Man Faktor What Why Where When Who How Kurang nya Faktor Terjadi Pada saat mengatur jadwal untuk pengawasan Pada area Operator Manusia defect melakukan pelatihan pada setiap (Ma. Produksi . umber diolah 2. Faktor Metode Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Tabel 3 Analisa Faktor Penyebab Defect Methode Tabel 3. 3 Analisa faktor penyebab Methode Faktor What Why Where When Who Faktor Metode LIK tidak LIK belum Pada area di Update Produksi Alur Produksi Bulan Maret How Melakukan revisi LIK Operator Produksi alur Produksi dan SOP (Sumber diolah 2. Perbaikan Penyimpangan (Defec. Perbaikan Faktor Manusia (Ma. Perbaikan dilakukan dengan memberikan pelatihan atau training yang melibatkan seluruh operator Pelatihan dilakukan secara berkala dalam waktu enam bulan sekali dengan materi mengenai tahapan dan proses yang terjadi pada produksi sehingga pengetahuan karyawan diharapkan selalu update, kinerja setiap karyawan dapat meningkat serta hasil proses produk menjadi lebih stabil kualitasnya. Di bawah ini terdapat tabel data sebelum dan sesudah adanya proses pelatihan. Data tersebut dapat dilihat pda tabel 4 data sebelum training dan 4. 5 data sesudah di training. Tabel 4 Data Sebelum Pelatihan Nama Keaktifan Pemahaman Pemahaman Kerjasama Jenis Defect LIK Alvin Azis Adi Jhon Indra (Sumber: Data Perusahaan 2. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Pemahaman ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Tabel 5 Data Sesudah Pelatihan Kompetensi Tim (Befor. Alvin Azis Adi Jhon Indra Keaktifan 3 Pemahaman Jenis Pemahaman Masalah Defect Kerjasama Pemahaman LIK Gambar 5 Skill Matrix (Befor. (Sumber: Data Perusahaan 2. Kompetensi Tim (Afte. Alvin Azis Adi Jhon Indra Keaktifan Pemahaman Masalah Kerjasama Pemahaman Jenis Defect Pemahaman LIK Gambar 6 Skill Matrix (Afte. (Sumber: Data Perusahaa. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Keterangan Nilai Skill Matrix: 0 = Tidak Menguasai 1 = Kurang Menguasai 2 = Cukup Menguasai 3 = Menguasai 4 = Sangat Menguasai Perbaikan Faktor Metode Dalam perbaikan metode yaitu melakukan revisi terkait LIK (Lembar Intruksi Kerj. agar proses produksi berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan. Jika terdapat perubahan proses produksi baik minor change maupun major change maka LIK (Lembar Intruksi Kerj. harus mengikuti perubahan- perubahan proses tersebut, agar tidak ada kesalahan lagi dalam setiap proses produksi. Check (Pemeriksaa. Pada tahap ini dilakukan proses pengecekan hasil setelah adanya perbaikan. Dapat dilihan pada tabel 4. dimana terjadi penurunan tingkat cacat dari kondisi sebelumya dengan total defect 6750 menjadi 3402 Tabel 6 Data Sebelum dan Sesudah Perbaikan Jumlah Defect Jenis Defect sebelum Perbaikan Jumlah Defect Setelah Perbaikan Kebocoran Korosi Merata Valve Footring Jumlah . Jumlah Produksi . Persentase . x 100% (Sumber: Data diolah 2. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 STATISTIK PERBANDINGAN Jumlah Defect sebelum Perbaikan Jumlah setelah Perbaikan Kebocoran Korosi Valve Footring Jumlah . Jumlah Persentase Produksi . Merata . x Gambar 7 Statistik Perbandingan (Sumber: Diolah 2. Action (Tindaka. Langkah standarisasi pada tahap ini telah dilakukan untuk mendapatkan hasil yang berkelanjutan dan terus menerus mengendalikan kualitas produk yang dihasilkan tetap stabil, perbaikan yang dilakukan yaitu perlu dijadikannya standarisasi. Standarisasi tersebut dibuat dalam bentuk SOP dan harus ditetapkan kepada seluruh elemen yang bersangkutan. Dengan cara sebagai berikut: Membuat SOP untuk melakukan t operator setiap per semester dengan tujuan untuk mengingkatkan skill-up dan pengetahuan agar produk yang dihasilkan terjaga kualitasnya. Melakukan update LIK secara berkala yaitu setiap ada perubahan dalam proses produksi baik minor change maupun major change. KESIMPULAN Berdasarkan analisis penelitian ini menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) dan 5W 1H dapat disimpulkan sebagai berikut: Terdapat beberapa proses produksi yaitu tabung kosong datang, perhitungan, pengelompokan, proses seleksi awal, pemeriksaan tabung, tabung masa habis test, pengisian dan penimbangan elpiji, pemeriksaan kebocoran, dan proses akhir Berdasarkan analisa menggunakan diagram pareto diperoleh penyimpangan . yang paling utama adalah defect kebocoran sebesar 29,63% yang disebabkan oleh faktor man & method. Faktor- faktor penyebab terjadinya produk defect adalah faktor manusia yaitu karena kelalaian pada saat bekerja, kurangnya pengawasan dari kepala produksi, dan kurangnya assessment sedangkan faktor metode yaitu disebabkan oleh adanya faktor LIK (Lembar Instruksi Kerj. belum diupdate ketika terdapat minor change dan major change sehingga menyebabkan operator tidak mempunyai landasan intruksi kerja yang benar sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedur. Perbaikan yang dilakukan menggunakan metode 5W 1H yaitu perbaikan faktor manusia dengan melakukan pelatihan atau training secara berkala mengenai semua proses produksi agar pengetahuan karyawan selalu update sehingga kinerja setiap karyawan dapat meningkatkan dan menjaga kestabilan kualitas produk, selanjutnya dari faktor method yaitu melakukan revisi terkait LIK (Lembar intruksi kerj. agar proses produksi berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan. Implementasi pengendalian kualitas pada produk ini berhasil mengurangi produk defect yaitu dari 56% setelah adanya perbaikan maka turun menjadi Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 DAFTAR PUSTAKA