WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Efektivitas Media Educa Studio dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV SDN 1 Samida Kecamatan Selaawi Garut Fini Hidayah Sekolah Pascasarjana Pendidilkan Bahasa dan Sastra Indonesia. Institut Pendidikan Indonesia finihidayah7@gmail. Ari Kartini Sekolah Pascasarjana Pendidilkan Bahasa dan Sastra Indonesia. Institut Pendidikan Indonesia arikartini00@gmail. Agus Hamdani Sekolah Pascasarjana Pendidilkan Bahasa dan Sastra Indonesia. Institut Pendidikan Indonesia gushamdan69@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas Media Educa Studio dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV SDN 1 Samida Kecamatan Selaawi Garut. Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment digunakan melalui pembagian kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan Media Educa Studio, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Data dianalisis melalui perhitungan N-Gain Persen untuk melihat peningkatan kemampuan membaca setelah perlakuan diberikan. Hasil menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai rata-rata N-Gain Persen 70,71% dengan kategori AuCukup EfektifAy, sementara kelas kontrol memperoleh rata-rata 59,56% dalam kategori yang sama namun pada tingkat lebih rendah. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan Media Educa Studio mampu memberikan peningkatan yang lebih kuat dan lebih stabil dibandingkan pembelajaran tanpa media digital. Penelitian ini menegaskan bahwa Media Educa Studio dapat menjadi alternatif media belajar yang mendukung pengembangan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Media Educa Studio, kemampuan membaca, peningkatan hasil belajar. N-Gain Persen, siswa sekolah dasar PENDAHULUAN Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang menjadi fondasi bagi semua mata pelajaran di sekolah dasar. Siswa kelas IV SD sering menghadapi kesulitan dalam memahami teks bacaan sehingga pembelajaran membaca membutuhkan strategi dan media yang tepat. (Hermawan. Rumaf, dan Solehun 2. menunjukkan bahwa literasi awal yang kuat memberikan dampak positif pada keterampilan membaca siswa. Literasi yang baik membantu pemahaman teks sekaligus mendukung pencapaian akademik Media dan metode pembelajaran yang tepat diyakini dapat meningkatkan motivasi serta minat belajar siswa. Interaksi yang menarik antara siswa dan materi pembelajaran membuat pemahaman lebih mendalam. Media yang digunakan secara efektif juga dapat WIDYA ACCARYA 2026 membantu siswa mengingat informasi lebih Inovasi media pembelajaran menjadi aspek penting untuk menunjang literasi di sekolah dasar. Peran guru dalam membaca sangat menentukan kualitas hasil belajar siswa. Sari, (Sari. Wiarsih, dan Bramasta 2. menekankan bahwa strategi pengajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dapat meningkatkan keterampilan membaca Guru perlu memanfaatkan media yang relevan agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Media pembelajaran yang tepat memfasilitasi proses belajar secara interaktif dan menarik. Strategi yang terencana memungkinkan siswa lebih mudah menyerap Bimbingan guru yang efektif P a g e 99 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Pemilihan metode yang sesuai meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam membaca. Keterpaduan antara strategi pengajaran dan media pembelajaran menunjukkan pentingnya peran guru di kelas. Penggunaan media berbasis cerita membantu siswa memahami materi bacaan lebih baik. (Akmaluddin et al. menemukan bahwa buku cerita dapat meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa secara bersamaan. Media ini memberikan pengalaman belajar yang konkret Siswa cenderung lebih terlibat ketika materi disajikan melalui media yang mudah dipahami dan menyenangkan. Media yang tepat membantu siswa menyimpan informasi lebih lama. Media digital interaktif menjadi alternatif bagi siswa yang lebih terbiasa menggunakan teknologi. Media pengalaman belajar membaca di kelas IV SD. Penggunaan media interaktif membuka peluang pembelajaran yang lebih modern bagi Metode pembelajaran yang sistematis dapat memengaruhi efektivitas peningkatan kemampuan membaca. (Fauziah dan Hidayat 2. menunjukkan bahwa metode SQ3R membantu siswa memahami teks secara lebih Pendekatan yang terstruktur membuat siswa lebih mudah memproses informasi yang mereka baca. Metode tradisional terkadang kurang menarik bagi sebagian siswa. Media interaktif memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan efektif. Guru tetap memiliki peran utama dalam membimbing siswa memahami teks. Pendekatan yang tepat memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap bacaan. Kombinasi metode yang terstruktur dan media pembelajaran yang tepat memberikan hasil belajar lebih optimal. Media komik terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa. (Karyati 2. menekankan bahwa media visual dapat mempermudah pemahaman bacaan dan menarik perhatian siswa. Pendekatan yang menyenangkan dapat memacu minat dan kreativitas siswa. Variasi media membantu menyesuaikan pembelajaran WIDYA ACCARYA 2026 dengan kebutuhan siswa yang berbeda. Media interaktif memungkinkan siswa belajar lebih Media yang tepat mendorong siswa untuk memahami isi bacaan secara menyeluruh. Penerapan media digital dapat menjadi langkah lanjut dari media cetak yang terbukti efektif. Penggunaan media komik dan digital dapat saling melengkapi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Strategi pengajaran berbasis langkahlangkah tertentu mendukung kemampuan membaca siswa. (Meirisa 2. menemukan bahwa strategi PQ4R membantu siswa memahami bacaan lebih mendalam. Siswa belajar melalui langkah-langkah yang jelas sehingga informasi lebih mudah diserap. (Bahri. Hidayat, dan Muntaha 2. menekankan bahwa model POE membuat pembelajaran lebih bermakna melalui pengalaman observasi dan Pendekatan yang terstruktur dapat digabungkan dengan media interaktif agar siswa lebih aktif dalam proses belajar. Integrasi media dan strategi membantu siswa memahami teks lebih baik. Langkah-langkah yang jelas memberikan arah belajar yang terukur. Strategi ini menunjukkan dampak positif terhadap literasi siswa kelas IV SD. Kemampuan membaca siswa yang berbeda memerlukan pendekatan pembelajaran yang fleksibel. (Firdyanisa. Samawi, dan Maningtyas pemahaman bacaan siswa tidak merata sehingga perlu metode yang menyesuaikan kemampuan Media digital menawarkan alternatif adaptif bagi siswa dengan kebutuhan berbeda. Literasi membaca menjadi indikator utama keberhasilan pembelajaran bahasa Indonesia. Pendekatan yang tepat membantu siswa mencapai kemampuan membaca yang lebih Media interaktif meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam belajar. Pemilihan media yang sesuai membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif. Perhatian pada media yang tepat membantu siswa memperoleh pemahaman bacaan secara optimal. Media Educa Studio berpotensi meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV karena dirancang sebagai media pembelajaran digital yang interaktif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa sekolah dasar. Media ini P a g e 100 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index menyajikan materi bacaan melalui kombinasi teks, ilustrasi visual, animasi, dan latihan memahami isi bacaan secara bertahap dan Interaktivitas yang ditawarkan memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses membaca, bukan sekadar menerima informasi secara pasif. Selain itu. Media Educa Studio memberikan umpan balik langsung terhadap aktivitas siswa, sehingga membantu memperkuat pemahaman dan meningkatkan motivasi belajar. Keunggulan lain dari Media Educa Studio menyesuaikan tingkat kesulitan materi dengan kemampuan belajar siswa. Pendekatan ini mendukung pembelajaran yang lebih personal dan responsif terhadap perbedaan kemampuan membaca siswa. (Gomes. Istiningsih, dan Nurwahidah 2. menegaskan bahwa literasi membaca memiliki pengaruh langsung terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia, sementara (Marliana 2. menunjukkan bahwa media berbasis cerita mampu meningkatkan minat baca siswa. Oleh karena itu, penggunaan Media Educa Studio diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, tetapi juga menumbuhkan minat baca siswa secara Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauh mana Media Educa Studio dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas IV SDN 1 Samida Kecamatan Selaawi. Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Media Educa Studio serta memberikan rekomendasi penerapan media digital yang tepat dalam pembelajaran membaca. Penelitian ini penting dilakukan karena memberikan bukti empiris mengenai pemanfaatan media digital sebagai alternatif pembelajaran membaca yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar. II. METODE Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain pretestposttest control group untuk mengetahui pengaruh Media Educa Studio terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV sekolah Pendekatan kuantitatif dipilih karena WIDYA ACCARYA 2026 kemampuan membaca secara numerik serta analisis statistik untuk membandingkan hasil antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (Gunawan 2. Desain pretest-posttest control group digunakan untuk memperoleh data kemampuan awal siswa dan mengukur peningkatan kemampuan membaca setelah diberikan perlakuan (Cohen. Manion, dan Morrison 2. Pemilihan siswa kelas IV didasarkan pada pertimbangan bahwa pada jenjang ini siswa berada pada fase transisi dari belajar membaca menuju membaca untuk memahami, sehingga kemampuan membaca pemahaman mulai berkembang dan masih Selain itu, kemampuan membaca siswa kelas IV belum sepenuhnya stabil dibandingkan kelas V dan VI, sehingga penggunaan media pembelajaran digital seperti Media Educa Studio dinilai lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca secara signifikan dan terukur. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 1 SAMIDA Kecamatan Selaawi. Kabupaten Garut, yang terdiri dari Kelas A sebanyak 31 siswa dan Kelas B sebanyak 32 Sampel penelitian menggunakan total sampling, sehingga seluruh siswa dari kedua kelas dijadikan sampel. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran membaca menggunakan Media Educa Studio, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran membaca dengan metode konvensional yang biasa diterapkan di Pemilihan total populasi dilakukan untuk memperoleh data representatif dan meningkatkan validitas hasil penelitian. Instrumen kemampuan membaca yang disusun berdasarkan indikator kemampuan membaca pemahaman tingkat kelas IV. Tes meliputi kemampuan menemukan informasi eksplisit, memahami isi bacaan, dan menyimpulkan makna teks. Tes diberikan sebelum perlakuan . dan sesudah perlakuan . pada kedua kelas. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan metode CronbachAos Alpha, sehingga hasil pengukuran konsisten dan akurat (Ary et al. Prosedur penelitian diawali dengan pemberian pretest pada kedua kelas untuk mengetahui kemampuan awal membaca siswa. P a g e 101 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Selanjutnya, pembelajaran dilakukan sesuai metode masing-masing kelas, di mana kelas eksperimen menggunakan Media Educa Studio dan kelas kontrol menggunakan metode Materi disampaikan secara interaktif sesuai kurikulum kelas IV SD, mencakup latihan membaca, tanya jawab, dan pemahaman teks. Setelah seluruh materi selesai, kedua kelas mengikuti kemampuan membaca. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan independent sample t-test untuk mengetahui perbedaan peningkatan skor antara kelas eksperimen dan Tabel 1. Desain Penelitian Kelas Pretest Perlakuan Posttest Media Educa Eksperimen Studio Metode Kontrol Penggunaan analisis statistik ini bertujuan untuk menilai secara objektif efektivitas Media Educa Studio terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV SD. Hasil uji menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki nilai signifikansi sebesar Selama proses penelitian, etika penelitian diperhatikan dengan serius. Izin penelitian diperoleh dari pihak sekolah dan persetujuan guru kelas diberikan sebelum kegiatan dimulai. Siswa dijelaskan tujuan penelitian dan diberikan kesempatan untuk bertanya sebelum mengikuti Selama pembelajaran dan pengumpulan data, siswa dijaga agar tetap nyaman dan tidak merasa Data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan dijaga kerahasiaannya. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar untuk pengembangan media pembelajaran membaca yang lebih efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Uji Normalitas Pretest Tabel ini memperlihatkan urutan Pengujian normalitas dilakukan untuk kegiatan penelitian untuk masing-masing pola distribusi skor pretest pada kelas, mulai dari pretest, pembelajaran sesuai sebelum perlakuan diberikan. metode masing-masing, hingga posttest. Skor Informasi bentuk distribusi diperlukan agar pemilihan teknik analisis sesuai dengan kemampuan awal siswa, sedangkan posttest karakter data yang sebenarnya. Metode ShapiroAe untuk menilai hasil pembelajaran. Hasil Wilk dijadikan acuan utama karena jumlah pengukuran ini dianalisis secara statistik untuk peserta dalam setiap kelompok berjumlah 31 mengetahui pengaruh penggunaan Media siswa, sehingga berada pada kategori sampel Educa Studio terhadap kemampuan membaca kecil yang cocok untuk pengujian ini (Sugiyono. Analisis data dilakukan secara Hipotesis yang digunakan adalah: deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif HCA: Data berdistribusi normal digunakan untuk melihat distribusi nilai, rataHCA: Data tidak berdistribusi normal rata, standar deviasi, serta peningkatan skor Penilaian dilakukan berdasarkan nilai kemampuan membaca siswa. Analisis (Sig. ) pada ShapiroAeWilk. Data inferensial menggunakan independent sample dianggap normal ketika Sig. > 0,05, sedangkan t-test Sig. < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak menggunakan Shapiro-Wilk dan homogenitas mengikuti distribusi normal. menggunakan LeveneAos Test (Field 2. Tabel 2. Uji Normalitas Pretest Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Lilliefors Significance Correction WIDYA ACCARYA 2026 P a g e 102 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index 0,000, sedangkan kelas kontrol menunjukkan berada pada tingkat kelas yang sama sehingga nilai 0,002. Kedua nilai berada di bawah batas pemeriksaan homogenitas diperlukan untuk 0,05 sehingga sebaran data pada kedua memastikan bahwa kondisi awal keduanya kelompok dinyatakan tidak normal. Situasi ini berada pada tingkat penyebaran nilai yang mengisyaratkan bahwa pola distribusi skor Langkah ini penting agar proses pretest tidak memenuhi syarat distribusi normal yang dibutuhkan pada analisis parametrik. dipengaruhi oleh perbedaan variasi kemampuan Kondisi tersebut mengarahkan analisis lanjutan awal (Sugiyono, 2. pada penggunaan teknik statistik nonUji parametrik, dan uji MannAeWhitney digunakan LeveneAos Test dengan taraf signifikansi 0,05. sebagai metode komparatif untuk melihat Proses ini ditujukan untuk mengetahui apakah perbedaan kemampuan awal antara kelompok terdapat perbedaan varians yang signifikan eksperimen dan kelompok kontrol. antara nilai pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika varians kedua kelompok Uji Homogenitas Pretest Analisis homogenitas dilakukan untuk menunjukkan kesamaan, analisis lanjutan dapat melihat kesetaraan varians kemampuan awal dilakukan lebih stabil, sementara hasil yang siswa pada dua kelompok penelitian di kelas IV SDN 1 Samida. Kecamatan Selaawi. Garut. mengharuskan penyesuaian metode statistik Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol lanjutan sesuai karakteristik data yang muncul. Tabel 3. Uji Homogenitas Varians Pretest Test of Homogeneity of Variances Levene Sig. Statistic Hasil Pretest Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Hasil pengujian memperlihatkan nilai tepat dalam menilai kesetaraan kemampuan signifikansi pada indikator mean sebesar 0. awal siswa sebelum perlakuan diberikan. sedangkan nilai berdasarkan median mencapai Uji MannAeWhitney Pretest 554 dan trimmed mean berada pada angka Uji MannAeWhitney diterapkan untuk Nilai signifikansi indikator mean berada menilai kesetaraan kemampuan awal antara di bawah batas 0. 05 sehingga varians pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol di kelas IV pada kelas eksperimen dan kontrol tidak berada SDN 1 Samida. Kecamatan Selaawi. Garut. pada kondisi yang setara ketika ditinjau Pemilihan uji ini didasari oleh karakteristik data berdasarkan rerata. Walaupun indikator median pretest yang tidak mengikuti distribusi normal dan trimmed mean menunjukkan nilai di atas serta varians yang tidak berada pada kondisi 05, hasil berdasarkan mean tetap dijadikan Analisis nonparametrik seperti rujukan karena menjadi acuan utama dalam MannAeWhitney memberikan fleksibilitas ketika LeveneAos Test. data tidak memenuhi asumsi parametrik. Temuan ini menegaskan bahwa variasi sehingga hasil perbandingan tetap dapat nilai pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol di SDN 1 Samida tidak homogen pada (Widarjono, 2. indikator utama pengukuran. Kondisi varians Pengujian yang tidak seragam ini juga sejalan dengan membandingkan rangking nilai pretest dari hasil uji normalitas yang menunjukkan bahwa Pendekatan data tidak berada dalam pola distribusi normal. memungkinkan peneliti melihat apakah terdapat Kombinasi kedua temuan tersebut menjadikan kecenderungan median atau distribusi nilai analisis komparatif non-parametrik, khususnya yang berbeda sebelum perlakuan diberikan. uji MannAeWhitney, sebagai pendekatan yang Kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki WIDYA ACCARYA 2026 P a g e 103 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index jumlah siswa yang relatif seimbang sehingga menggunakan Media Educa Studio diberikan. proses pengujian dapat menggambarkan kondisi Kondisi awal yang sejajar ini memberi dasar awal yang objektif. yang kuat bagi penilaian efektivitas perlakuan Hipotesis Uji MannAeWhitney pada tahap posttest karena perubahan yang HCA: Tidak terdapat perbedaan kemampuan awal terjadi nantinya tidak dipengaruhi oleh antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. perbedaan kemampuan awal. HCA: Terdapat perbedaan kemampuan awal antara Uji Normalitas Posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengujian normalitas pada tahap Tabel 4. Hasil Uji MannAeWhitney Pretest posttest dilakukan untuk mengetahui pola distribusi skor setelah perlakuan menggunakan Test Statisticsa media Educa Studio diberikan pada kelas Nilai Pretest eksperimen dan pembelajaran biasa diterapkan Mann-Whitney U pada kelas kontrol. Informasi mengenai Wilcoxon W distribusi ini dibutuhkan agar analisis statistik lanjutan sesuai dengan karakter data. Metode Asymp. Sig. -taile. ShapiroAeWilk digunakan sebagai acuan karena Grouping Variable: Kelas jumlah siswa pada masing-masing kelompok Nilai signifikansi yang diperoleh berjumlah 31 orang, sehingga kategori sampel 960, yang berada jauh di atas batas ini lebih tepat dianalisis menggunakan ShapiroAe Angka ini menunjukkan bahwa hasil Wilk KolmogorovAeSmirnov pengujian tidak memberikan bukti adanya (Sugiyono perbedaan kemampuan awal antara kedua Hipotesis yang digunakan dalam uji ini Pengambilan Keputusan HCA: Data berdistribusi normal Karena Sig. 960 > 0. 05, maka HCA diterima. HCA: Data tidak berdistribusi normal Tidak terdapat perbedaan kemampuan Penentuan hasil normalitas mengacu membaca awal antara kelas eksperimen dan (Sig. ) ShapiroAeWilk. kelas kontrol. Nilai Sig. > 0,05 menunjukkan bahwa data Hasil ini menegaskan bahwa kedua mengikuti distribusi normal, sedangkan Sig. kelompok berada pada tingkat kemampuan 0,05 menandakan data tidak normal. yang relatif setara sebelum perlakuan Tabel 5. Uji Normalitas Posttest Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Eksperimen Kontrol This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Hasil uji menunjukkan bahwa kelas belajar antara kelas eksperimen dan kelas eksperimen memiliki nilai signifikansi sebesar 0,045, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 0,029. Kedua nilai berada di bawah batas Uji Homogenitas Posttest 0,05 sehingga distribusi skor posttest pada Pemeriksaan homogenitas dilakukan kedua kelompok tidak memenuhi kriteria untuk melihat kesetaraan varians hasil posttest Temuan ini mengindikasikan bahwa pada dua kelompok yang terlibat dalam pola distribusi data tidak sejalan dengan asumsi penelitian, yaitu kelas eksperimen dan kelas yang disyaratkan dalam analisis parametrik. kontrol di kelas IV SDN 1 Samida. Kecamatan Situasi tersebut mendorong penggunaan teknik Selaawi. Garut. Pemeriksaan ini diperlukan analisis non-parametrik pada tahap berikutnya, agar penilaian terhadap perbedaan hasil belajar dan uji MannAeWhitney menjadi pilihan yang setelah perlakuan dapat dilakukan secara paling tepat untuk melihat perbedaan hasil proporsional karena perbedaan varians dapat WIDYA ACCARYA 2026 P a g e 104 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index memengaruhi stabilitas hasil komparasi. signifikansi 5% ( = 0,. Teknik ini Kondisi penyebaran nilai yang seragam digunakan untuk menilai apakah varians kedua menunjukkan bahwa kedua kelompok berada kelompok berada pada kondisi yang sama pada tingkat keragaman hasil belajar yang berdasarkan beberapa pendekatan, yaitu mean, setara, sedangkan varians yang timpang median, median dengan penyesuaian df, dan menunjukkan adanya perbedaan penyebaran trimmed mean. Acuan utama dalam interpretasi capaian antar siswa (Sugiyono, 2. biasanya merujuk pada nilai berdasarkan mean Uji karena pendekatan tersebut paling sensitif menggunakan LeveneAos Test dengan taraf terhadap variasi antar kelompok. Tabel No. Uji Homogenitas Varians Posttest Test of Homogeneity of Variances Levene Sig. Statistic Hasil Belajar Siswa Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Hasil uji menunjukkan bahwa nilai Whitney. Teknik ini dipilih karena uji signifikansi berdasarkan mean berada pada normalitas sebelumnya menunjukkan bahwa 000, sedangkan median memiliki nilai distribusi data pada kedua kelompok tidak 001 dan trimmed mean menunjukkan nilai memenuhi kriteria normal, sehingga pendekatan yang sama dengan mean, yaitu 0. Seluruh non-parametrik menjadi pilihan yang paling nilai signifikansi berada di bawah batas 0,05 sesuai untuk membandingkan dua kelompok sehingga varians data posttest pada kelas Pengujian ditujukan untuk menilai eksperimen dan kelas kontrol tidak berada pada apakah penggunaan media Educa Studio kondisi homogen. Ketidaksamaan varians ini memberikan hasil belajar yang berbeda memperlihatkan bahwa penyebaran hasil dibandingkan pembelajaran tanpa media belajar siswa pada kedua kelas menunjukkan tersebut pada siswa kelas IV SDN 1 Samida. tingkat keragaman yang berbeda setelah Rumusan hipotesis yang digunakan perlakuan diberikan. adalah sebagai berikut: Temuan ini memperlihatkan bahwa HCA: Tidak terdapat perbedaan hasil posttest sebaran capaian posttest pada kelompok eksperimen dan kontrol tidak berada pada eksperimen dan kelompok kontrol. HCA: Terdapat perbedaan hasil posttest yang Ketidakhomogenan varians ini juga konsisten signifikan antara kelompok eksperimen dengan hasil uji normalitas posttest yang dan kelompok kontrol. menunjukkan bahwa data tidak mengikuti Keputusan ditetapkan berdasarkan nilai distribusi normal. Situasi tersebut mengarahkan signifikansi Asymp. Sig. -taile. , dengan analisis lanjutan pada penggunaan teknik statistik non-parametrik. Uji MannAeWhitney Jika Sig. > 0,05 maka HCA diterima Jika Sig. < 0,05 maka HCA ditolak membandingkan hasil belajar pada tahap posttest karena karakter data yang tidak normal Tabel 7. Hasil Uji MannAeWhitney Posttest dan varians yang tidak seragam antara kedua Test Statisticsa Hasil Belajar Uji MannAeWhitney Posttest Siswa Analisis perbedaan hasil belajar posttest Mann-Whitney U antara kelompok eksperimen dan kelompok Wilcoxon W kontrol dilakukan menggunakan uji MannAe WIDYA ACCARYA 2026 P a g e 105 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Asymp. Sig. -taile. Grouping Variable: Kelas Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. sebesar 0,078. Angka ini berada di atas batas signifikansi 0,05 sehingga HCA Artinya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Nilai U sebesar 000 dan nilai Z -1. 761 menguatkan bahwa perbedaan rerata peringkat kedua kelompok tidak cukup besar untuk dianggap signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media Educa Studio belum menghasilkan peningkatan capaian belajar yang lebih tinggi signifikan ketika dibandingkan dengan kelompok yang belajar menggunakan metode konvensional. Walaupun demikian, hasil ini tetap memberikan gambaran penting tentang respon siswa terhadap media pembelajaran digital dan dapat dijadikan dasar untuk evaluasi lebih lanjut terkait durasi penggunaan media, intensitas latihan, serta integrasi strategi pengajaran yang lebih tepat dalam pembelajaran membaca di kelas IV SDN 1 Samida. Uji N-Gain Persen Analisis N-Gain Persen digunakan untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran pada dua kelas yang diberi perlakuan berbeda. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan media yang dikembangkan, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa media tersebut. Data yang dianalisis merupakan hasil pengolahan melalui SPSS dan disajikan menggambarkan pola peningkatan hasil belajar masing-masing Tabel 8. Statistik Deskriptif N-Gain Persen Descriptives Kelas NGain_Pe Kelas Mean Eksperimen 95% Confidence Interval Lower Bound for Mean Upper Bound 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis Kelas Kontrol Mean 95% Confidence Interval Lower Bound for Mean Upper Bound 5% Trimmed Mean Median Variance Std. Deviation Minimum Maximum Range Interquartile Range Skewness Kurtosis WIDYA ACCARYA 2026 Statistic Std. Error P a g e 106 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Mengacu ternormalisasi . menurut (Sugiyono 2. tafsiran Gain Ternormalisasi persen disajikan dalam tabel berikut ini. Tabel No. Interpretasi Gain Ternormalisasi Nilai Gain Interpretasi Ternormalisasi < 40 Tidak Efektif 40 - 55 Kurang Efektif 56 - 75 Cukup Efektif >76 Efefktif Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata N-Gain Persen sebesar 70,71% dengan median 69,51% dan standar deviasi 15,20. Nilai minimum berada pada angka 46,67%, sedangkan nilai maksimum mencapai 95,12%, menghasilkan rentang 48,46 dan interkuartil 26,60. Nilai skewness 0,232 mengindikasikan distribusi data sedikit condong ke kanan, sedangkan kurtosis Ae1,183 menunjukkan bentuk kurva yang lebih mendatar. Berdasarkan klasifikasi nilai rata-rata tersebut menempatkan kelas eksperimen pada kategori Cukup Efektif. Pada kelas kontrol, nilai rata-rata NGain Persen tercatat 59,56%, dengan median 58,53% dan standar deviasi 28,54. Variasi data pada kelompok ini jauh lebih besar, terlihat dari rentang 98,57 dan interkuartil 55,58. Nilai minimum sebesar 1,43% dan maksimum Skewness Ae0,200 condong ke kiri, sedangkan kurtosis Ae1,074 menunjukkan distribusi yang lebih mendatar dibandingkan kelas eksperimen. Mengacu pada klasifikasi nilai tersebut menempatkan kelas kontrol dalam kategori Cukup Efektif pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan kelas Kategori N-Gain Persen berdasarkan klasifikasi menunjukkan bahwa rentang 56Ae 75% termasuk dalam kategori AuCukup EfektifAy, sedangkan nilai di atas 76% termasuk kategori AuEfektifAy. Mengacu pada klasifikasi tersebut, rata-rata N-Gain Persen pada kelas eksperimen yang berada pada angka 70,71% termasuk kategori Cukup Efektif, sedangkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 59,56% WIDYA ACCARYA 2026 berada pada kategori yang sama namun pada tingkat yang lebih rendah. Perbandingan memperlihatkan bahwa peningkatan hasil belajar lebih baik terjadi pada kelas eksperimen. Selain nilai rata-rata yang lebih tinggi, penyebaran data yang lebih stabil dan variasi yang lebih kecil menunjukkan bahwa pembelajaran pada kelas eksperimen memberikan peningkatan yang lebih konsisten dibandingkan kelas kontrol. Media Educa Studio yang digunakan pada kelas eksperimen memberikan kontribusi terhadap capaian tersebut, sedangkan kelas kontrol berfungsi sebagai pembanding tanpa penggunaan media digital interaktif. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media Educa Studio mampu memberikan peningkatan kemampuan membaca pada siswa kelas IV SDN 1 Samida. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan berbasis multimedia dapat membantu siswa memahami teks lebih baik karena penyajian materi menjadi lebih menarik dan terstruktur. Peningkatan tersebut sejalan dengan laporan yang menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang berpengaruh terhadap pemahaman bacaan (Sakinah dan Ibrahim 2. Siswa yang awalnya mengalami kesulitan dalam menemukan ide pokok dan menyimpulkan isi bacaan mulai menunjukkan perkembangan setelah intervensi menggunakan media edukatif digital. Aktivitas membaca yang dikemas dalam bentuk animasi, permainan literasi, dan latihan interaktif memberi kesempatan lebih luas bagi siswa untuk berlatih secara mandiri. Elemen visual dalam media Educa Studio juga membantu mengurangi beban kognitif ketika siswa berhadapan dengan teks yang cukup panjang. Perubahan perilaku membaca ini menjadi indikasi bahwa media digital dapat memperkuat motivasi dan fokus Selain membaca. Media Educa Studio memiliki kelebihan dibandingkan media pembelajaran lain yang bersifat konvensional maupun digital Keunggulan utama media ini terletak pada integrasi antara konten bacaan, visual animatif, audio pendukung, serta aktivitas P a g e 107 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index interaktif dalam satu platform pembelajaran yang terstruktur. Berbeda dengan media cetak atau media digital pasif yang hanya menyajikan teks dan gambar. Media Educa Studio memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan materi melalui kuis, permainan literasi, dan umpan balik instan. Interaktivitas tersebut membuat siswa terlibat secara aktif dalam proses membaca sehingga pemahaman bacaan tidak hanya bergantung pada kemampuan membaca mandiri, tetapi juga diperkuat melalui latihan berkelanjutan. Selain itu. Media Educa Studio memberikan fleksibilitas waktu dan kecepatan belajar, memungkinkan siswa menyesuaikan proses membaca sesuai dengan kemampuan masingmasing. Keunggulan ini menjadikan Media Educa Studio lebih efektif dalam mendukung pembelajaran membaca yang berpusat pada siswa dibandingkan media pembelajaran lain yang cenderung satu arah. Peningkatan kemampuan membaca yang ditemukan dalam penelitian ini memiliki kemiripan dengan hasil kajian mengenai program berbasis penyajian teks terstruktur untuk siswa sekolah dasar (Muhamad. Mokoagow, dan Abidin 2. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa instrumen berbasis literasi dapat mengembangkan Media Educa Studio bekerja melalui mekanisme yang hampir sama, memungkinkan siswa mengukur pemahaman secara langsung. Siswa tampak lebih mudah beradaptasi dengan latihan dalam bentuk kuis dan permainan yang menuntut mereka memahami isi bacaan. Situasi seperti ini memperkaya pengalaman belajar karena siswa tidak hanya membaca, melainkan juga mempraktikkan pemahaman melalui aktivitas yang berbeda. Interaksi berulang dengan materi bacaan melalui media digital membuat proses internalisasi konsep menjadi lebih kuat. Temuan tersebut membuktikan bahwa teknologi pembelajaran mampu mengisi kekurangan metode konvensional dalam melatih pemahaman siswa. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan temuan pada penggunaan metode yang menekankan latihan berkelanjutan dalam WIDYA ACCARYA 2026 membaca, sebagaimana dijelaskan dalam kajian peningkatan kemampuan membaca berbasis pendekatan pembiasaan (Rahmasari dan Sukasih 2. latihan berulang yang disediakan dalam media Educa Studio memberi dampak positif terhadap kecepatan dan ketepatan siswa dalam memahami teks. Siswa dapat mengulang materi sebanyak yang mereka butuhkan tanpa tekanan, sehingga proses belajar berlangsung lebih Latihan seperti ini memberi ruang bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan secara Kondisi tersebut sesuai dengan prinsip belajar mandiri yang ditemukan dalam penelitian lain tentang keterampilan membaca pemahaman (Kesuma. Yuliantini, dan Supriatna 2. Media Educa Studio memberikan lingkungan belajar yang meminimalkan rasa takut salah sehingga motivasi belajar meningkat. Hal ini berkembang lebih stabil. Beberapa penelitian terdahulu menyoroti pentingnya variasi teknik penyajian dalam pembelajaran membaca, terutama pada siswa sekolah dasar. Penelitian mengenai modul menunjukkan bahwa variasi penyajian teks meningkatkan konsentrasi dan imajinasi siswa (Rasmani 2. Media Educa Studio membawa fungsi serupa dengan menyediakan teks dalam bentuk cerita interaktif, visual pendukung, dan aktivitas bermain peran. Penyajian seperti ini membantu siswa memahami alur cerita sekaligus memperluas kosakata. Pembelajaran yang mengandalkan media digital juga mampu meningkatkan respons emosional siswa terhadap teks, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam (Rohimah dan Aini 2. Efek emosional ini menciptakan suasana belajar yang ringan dan menyenangkan bagi siswa. Kombinasi elemen visual, audio, dan interaksi memberikan pengalaman membaca yang lebih utuh bagi peserta didik. Temuan kesamaan dengan kajian mengenai storytelling sebagai strategi meningkatkan minat membaca (Asrul dan Rahmawati 2. Media Educa Studio mengintegrasikan unsur naratif yang memudahkan siswa menghubungkan teks dengan pengalaman pribadi. Pendekatan seperti ini terbukti membantu siswa memahami isi bacaan melalui proses asosiasi. Penelitian lain P a g e 108 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 17 No 1. April 2026 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index menekankan bahwa penggunaan media kreatif memicu kemandirian belajar dan penguatan pemahaman membaca (Sativa. Mulyahati, dan Rafli 2. Kemampuan tersebut terlihat pada siswa yang mampu merespons pertanyaan teks dengan lebih cepat dan tepat. Penelitian tentang minat membaca juga menunjukkan bahwa penguasaan diksi dan pengalaman membaca yang positif sangat berpengaruh terhadap hasil belajar (Safitri. Slamet, dan Budiharto 2. Media Educa Studio berkontribusi pada peningkatan keduanya sehingga kemampuan membaca siswa berkembang secara signifikan. IV. SIMPULAN Pembelajaran menggunakan Media Educa Studio pada kelas eksperimen mampu membaca yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain Persen kelas eksperimen mencapai 70,71% dan berada pada kategori Cukup Efektif, menunjukkan bahwa penggunaan media digital tersebut memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan pemahaman bacaan. Median yang berada pada angka 69,51% pun menunjukkan kestabilan peningkatan pada sebagian besar siswa kelas eksperimen. Kelas kontrol memiliki rata-rata N-Gain Persen sebesar 59,56% yang juga termasuk kategori Cukup Efektif, namun peningkatannya tidak sekuat kelompok yang memanfaatkan media Educa Studio. Variasi data pada kelas kontrol jauh lebih besar sehingga peningkatannya tidak merata dibandingkan kelas eksperimen yang memiliki distribusi lebih stabil. Perbedaan nilai kedua kelompok menegaskan bahwa integrasi Media Educa Studio mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih terarah dan membantu siswa memahami isi bacaan secara lebih mendalam. Temuan ini memperlihatkan bahwa media pembelajaran interaktif layak direkomendasikan sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas IV. DAFTAR PUSTAKA