Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 Upaya Meningkatkan Keterampilan Siswa Dalam Membaca Melalui Penerapan Metode Drill di Kelas 2 SDN Pasirangsana 02 Kabupaten Bogor Hesti Mustika Ati*1. Meliana1. Mohammad Sutisna1. Wirda Indah1 1,2,3Institution/Affiliation 3Program Studi Pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Arrahmaniyah Jl. Masjid Al Ittihad No 812 Bojong Pondok Pancoran Mas. Depok Email: mustikaatih@gmail. com1, melianaalihya256@gmail. com1 , muhamadsutisna290966@gmail. wirdaindahjusuf@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan siswa dalam membaca melalui penerapan metode drill di Kelas 2 SDN Pasirangsana 02. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik melalui Penelitian Tindakan Kelas. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis model alir . low mode. Hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik tentang Membaca di SDN Pasirangsana 02 pada peserta didik Kelas 2 semester 1 tahun pelajaran 2021-2022. Hal ini diketahui bahwa nilai terendah pada pra siklus adalah 60 dan pada siklus 1 dengan nilai terendah 60 kemudian pada siklus 2 nilai terendah 80. Selanjutnya nilai tertinggi pada pra siklus adalah 80 kemudian meningkat menjadi 90 pada siklus 1 dan pada siklus 2 menjadi 100 dengan ketuntasan belajar pada pra siklus sebanyak 5 orang . ,83%), siklus 1 sebanyak 12 . %) dan siklus 2 sebanyak 24 orang . %) Hal ini menandakan bahwa metode drill cocok untuk diterapkan pada materi Membaca. Kata kunci: keterampilan membaca, metode drill ABSTRACT This study aims to determine the improvement of students' reading skills through the application of the drill method in Class 2 SDN Pasirangsana 02. The method used in this research is descriptive analytic through Classroom Action Research. The collected data were analysed by flow model analysis. The results of the study found that the use of the drill method could improve students' learning outcomes about Reading at SDN Pasirangsana 02 for Class 2 students in semester 1 of the 2021-2022 academic year. It is known that the lowest value in the pre-cycle is 60 and in cycle 1 the lowest value is 60 then in cycle 2 the lowest value is 80. Furthermore, the highest value in the pre-cycle is 80 then increases to 90 in cycle 1 and in cycle 2 it becomes 100 with completeness. learning in pre-cycle as many as 5 people . 83%), cycle 1 as many as 12 . %) and cycle 2 as many as 24 people . %) This indicates that the drill method is suitable to be applied to reading Keywords: skills reading, drill method PENDAHULUAN Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang diajarkan di sekolah kepada pembelajar bahasa. Bersama dengan kemampuan menyimak, kemampuan membaca tergolong kemampuan aktif reseptik, tetapi berbeda media penyampaiannya. Keterampilan menyimak dipergunakan untuk mengukur kemampuan memahami bahasa lisan, sedangkan kemampuan membaca untuk bahasa tulis. Kemampuan membaca merupakan sebuah kemampuan yang amat dibutuhkan oleh siswa yang kelak dapat dipergunakan untuk membahas berbagai informasi yang dibaca. Anggota masyarakat secara umum pun sebenarnya juga dituntut untuk mampu membaca dengan baik mengingat bahwa berbagai informasi dapat meningkatkan wawasan kehidupannya terutama yang diperoleh lewat media cetak. Apalagi mengingat bahwa Hesti et al. PIBJ Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 dewasa ini kita hidup pada abad informasi dan juga sekaligus dalam rangka melakukan AutuntutanAy belajar sepanjang hayat. Oleh karena itu, kualitas kemampuan membaca siswa harus mendapat perhatian khusus. Perhatian khusus dari guru terhadap pembelajaran membaca harus sudah dilakukan sejak siswa belajar di sekolah dasar kelas permulaan yaitu kelas I. Ketepatan dan keberhasilan pada tahap permulaan akan mempunyai dampak yang besar bagi peningkatan dan kemampuan membaca siswa selanjutnya. Hal tersebut berarti bahwa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia bertanggung jawab akan kemampuan membaca siswa. kemampuan membaca tidak hanya menjadi persoalan mata pelajaran Bahasa Indonesia saja, melainkan seluruh mata pelajaran yang ditempuh siswa di sekolah. Untuk itulah maka semua mata pelajaran mempersyaratkan kemampuan membaca dengan baik untuk penguasaannya. Dalam proses pembelajaran membaca permulaan siswa sering mengalami kesalahan. Kesalahan tersebut dapat berupa kesalahan mengenali huruf, kata, dan kalimat yang semuanya terlihat dalam bunyi yang Oleh karena itu, usaha menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan membaca permulaan perlu latihan secara berulang-ulang dan bimbingan secara intensif yang diberikan oleh guru, diharapkan kesalahan membaca pada siswa dapat dihindari. Berdasarkan hasil pengamatan di SD Negeri Pasirangsana 02 diketahui: . Terdapat sebagian peserta didik yang memiliki hasil belajar Bahasa Indonesia yang rendah hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kurangnya metode pembelajaran yang inovatif. Rendahnya nilai Bahasa Indonesia Kelas 2 tahun pelajaran 20212022 di SD Negeri Pasirangsana 02 dalam keterampilan membaca belum semuanya mencapai nilai KKM sebesar 75. Pembelajaran dengan metode yang kurang tepat, pengelolaan waktu yang kurang tepat, dan menggunakan alat peraga yang kurang tepat. Bahasa Indonesia dalam pembelajaran membaca permulaan dengan cara menerapkan metode drill. Dengan menerapkan metode drill pembelajaran membaca permulaan dapat memikat atau merangsang siswa untuk belajar, karena dengan guru menerapkan metode drill dapat memberikan kesempatan yang luas serta mengaktifkan siswa secara mental dan fisik dalam belajar. Keaktifan itu dapat berwujud latihan praktek dan tidak terlalu menyulitkan bagi guru dalam penyusunan, pelaksanaan, dan penilaian program pengajaran, mengarahkan kegiatan belajar ke arah tujuan pengajaran, tidak menuntut peralatan yang rumit, mahal dan sukar mengoperasikannya, dan mengembangkan penampilan siswa secara individu maupun secara kelompok. Oleh karena itu peneliti akan mengubah pembelajaran dengan menggunakan Kartu Baca. Berdasarkan latar belakang masalah peneliti melakukan fokus penelitian tentang AuUpaya meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca melalui penerapan metode drill di Kelas 2 SDN Pasirangsana 02Ay. Dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 2 SDN Pasirangsana 02. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik melalui Penelitian Tindakan Kelas, yaitu studi yang digunakan untuk mengumpulkan data, mendeskripsikan, mengolah, menganalisa, menyimpulkan dan menafsirkan data sehingga memperoleh gambaran yang sistematis. Metode penelitian deskriptif analisis digunakan untuk mengetahui permasalahan dengan cara menguraikan secara rinci dan jelas, serta melakukan suatu analisis data dari permasalahan untuk memperoleh suatu kesimpulan dengan tujuan untuk menggambarkan dan menganalisis secara sistematis terhadap suatu fakta yang sifatnya faktual. (Arikunto, 2016: . Prosedur tindakan kelas merupakan proses pengkajian melalui sistem yang berdaur ulang dari berbagai kegiatan pembelajaran yang terdiri atas empat tahap yang saling terkait dan bersinambungan. Tahap-tahap tersebut yaitu . perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, dan . Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil tes, hasil wawancara, hasil observasi, dan hasil catatan lapangan. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis model alir . low mode. yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman . 7: . yang terdiri dari 3 tahap yaitu : . mereduksi data, . menyajikan data, . menarik Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 kesimpulan dan verifikasi. Mereduksi data adalah proses yang meliputi kegiatan menyeleksi, memfokuskan, dan menyederhanakan semua data yang telah diperoleh, mulai dari awal pengumpulan data sampai penyusunan laporan penelitian. Hasil tes dan transkip hasil wawancara tentang, pekerjaan peserta didik pada tes yang diberikan, serta catatan observasi dimungkinkan masih belum dapat memberikan informasi yang jelas. Untuk rnemperoleh informasi yang jelas dan data-data tersebut maka dilakukan reduksi data. Reduksi data dilakukan dengan menggunakan cara pemilihan, pemusatan perhatian, penyederhanaan, dan transformasi kasar yang diperoleh dan hasil wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang jelas dan data tersebut, sehingga peneliti dapat membuat kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam suatu proses. Proses dalam hal ini berarti bahwa pelaksanaan sudah dilakukan sejak pengumpulan data. Setiap akhir pemberian tindakan, data yang diperoleh dikumpulkan dan direfleksi. Dalam merefleksi untuk menganalisa hasil tindakan yang kemudian sebagai acuan langkah berikutnya. Dari hasil analisis data yang dilakukan pada tahap ini . iklus I) sebagai acuan yang mengarah pada tindakan berikutnya yaitu tahap siklus II, yang tujuannya untuk melihat ada tidaknya perubahan dan peningkatan, pada proses dan hasil belajar. Adapun taraf keberhasilan proses pembelajaran yang digunakan penelitian adalah 100%, hal ini disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan minat belajar peserta didik. Penyajian data dilakukan dalam rangka pengorganisasian hasil reduksi dengan cara menyusun secara naratif sekumpulan inforrnasi yang telah diperoleh dari hasil reduksi. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Informasi yang dimaksudkan adalah uraian kegiatan proses pembelajaran, aktivitas peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran, serta hasil yang diperoleh sebagai akibat dari pengambilan tindakan. Informasi ini diperoleh dari perpaduan data hasil tes, observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Data yang sudah terorganisir ini dideskripsikan sehingga bermakna, baik dalam narasi, grafik maupun tabel. Untuk mengetahui keefektifan suatu model pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran, perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas ini, digunakan analisis deskripsi kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai peserta didik, juga untuk mengetahui respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran serta aktifitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil pembelajaran menggunakan metode drill dan jawaban-jawaban soal evaluasi yang diberikan, kemudian penulis menggunakan jawaban-jawaban tersebut untuk mengetahui apakah kemampuan peserta didik pada materi energi dan perubahan dengan menggunakan metode drill tersebut dapat meningkatkan pada Kelas 2 Semester 1 Tahun Pelajaran 2021-2022 di SDN Pasirangsana 02, berikut ini adalah data yang diperoleh dari hasil pra siklus, siklus 1 dan Hesti et al. PIBJ Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 Tabel 1. Rekapitulasi Nilai Pra Siklus. Siklus 1 dan Siklus 2 No. Nama Peserta Didik Nilai Peserta Didik Pra Siklus Siklus Pertama Siklus Kedua Abdul Khafi An Nafi Adibatul Wahidah Aldila Khairu Nissa Alisya Viana Putri Arlan Damawangsyah Badru Tamami Bhai Ahmad Assiddiq Dori Rahayu Elsa Noviani Juniar Rahmadani Khidir Al Mubarok Muhamad Akbar Nurdafa Muhamad Al Yando Sarip Muhamad Bilal Muhamad Gilang Algazali Muhamad Haidar Al Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 Kaffi Muhamad Khadafi Hidayat Muhamad Nouval Safraz Muhamad Rafa Azka Putra Mutiara Karmila Naila Aruana Rosi Anagi Hutapea Salwa Hayati Nufus Rata-rata 65,83 89,17 Nilai Terendah Nilai Tertinggi Jumlah Peserta didik yang Sudah Tuntas Jumlah Peserta didik yang Belum Tuntas Persentase Kentuntasan 20,83% Berdasarkan hasil penelitian selama dua siklus yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada Membaca, terlihat pada pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 telah menunjukkan peningkatan pada proses pembelajaran. Pada metode drill, interaksi peserta didik dan guru di awal pelajari diawali oleh guru dengan membuka pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode drill sebagai titik tolak pelajaran. Kemudian guru mengarahkan dan menjelaskan bagaimana peserta didik belajar dengan baik. Kemudian pada saat proses belajar berlangsung, guru mengelola kelas secara interaktif, membimbing peserta didik, dan memotivasi peserta didik untuk aktif berperan dalam kegiatan pembelajaran. Pada akhir pembelajaran, guru bersama peserta didik menyimpulkan pelajaran yang telah dilaksanakan. Kemudian guru mengevaluasi peserta didik dengan memberikan soal-soal yang relevan dengan konsep. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa telah ada peningkatan aktivitas dan hasil Hesti et al. PIBJ Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 belajar peserta didik pada kemampuan Membaca. Data hasil membaca siswa terlihat bahwa ratarata nilai peserta didik sebesar 75 dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 60. Peserta didik yang hasil belajarnya di atas KKM 12 orang atau . %) dari nilai KKM yang ditetapkan yaitu 75. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil belajar peserta didik tentang Membaca pada siklus 1 telah mengalami peningkatan. masih terdapat kekurangan-kekurangan pada siklus 1 antara lain guru kurang mampu mengoptimalkan proses pembelajaran dan meningkatkan proses Data aktivitas guru menunjukkan bahwa pada siklus 1 secara umum sudah baik, namun dalam hal meningkatkan proses pembelajaran, guru masih dinilai kurang aktif, sehingga peserta didik kurang aktif dan kurang termotivasi dalam mengikuti KBM. Dari hasil observasi siklus 1, didapatkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode drill pada siklus 1, guru telah menerapkannya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer, guru belum maksimal dalam menerapkan metode drill sehingga peserta didik belum dapat memahami materi pelajaran secara maksimal. Data mengenai keaktifan peserta didik dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi seperti pada lampiran. Keaktifan peserta didik tersebut dapat dilihat dalam hal bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru maupun antusiasnya dalam mengerjakan latihan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Data mengenai aktivitas peserta didik pada siklus 1 menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki kriteria baik dalam mengikuti KBM. Pembelajaran dengan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena dalam metode drill ditekankan pada pencapaian keberhasilan belajar sesuai dengan materi yang diajarkan. Peningkatan hasil belajar yang signifikan antara sebelum dan sesudah belajar dengan menggunakan metode drill disebabkan karena dalam pembelajaran dengan metode drill tentang materi mendeskripsikan Membaca dapat bekerja kelompok dan memberikan pendapatnya secara langsung maupun tidak langsung dalam KBM, dan peserta didik mampu memecahkan soal yang diberikan guru secara bersama-sama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat baca siswa sebagai berikut: . Dalam keluarga terdapat adanya sarana buku bacaan itu merupakan salah satu faktor pendukung siswa, kemungkinan juga minat baca dari dorongan keluarga. Manfaat yang diperoleh setelah membaca, yaitu rasa aman, status, kepuasan afektif serta kedudukan tertentu, dan kebebasan yang sesuai dengan kenyataan serta tingkat perkembangan siswa, karena kebutuhan itu ada pengaruhnya didalam minat baca. Guru juga yang berperan untuk menumbuhkan minat baca siswa dengan memberi informasi yang menarik maka siswa tertarik untuk membaca dan memperoleh sumber informasi dari bacaan tersebut. Saran-saran dari teman sekelaspun juga. Mereka bagian dari faktor ekternal karena dapat mendorong timnulnya stimulus minat baca siswa. Karena dengan begitu maka siswa akan semangat untuk membacanya. Hasil observasi untuk faktor pendukung penyesuaian materi yang tepat untuk menggunakan metode drill dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman. Interaksi siswa dan guru baik, sarana prasarana ya cukup memadai, sarana prasaran ya cukup memadai,kesabaran guru dalam melatih siswa yang kesulitan membaca, dukungan orang tua itu juga menjadai faktor dukungan untuk siswa, jika faktor dukungannya itu dapat terpenuhi maka dapat tercapai tujuan pembelajaran tersebut dengan melalui penerapan metode drill. Dengan demikian faktor pendukung berperan penting dalam proses pembelajaran. Jika faktor pendukung tidak terpenuhi pembelajaran ada yang terkendala. Karena dalam proses pembelajaran itu sangat dibutuhkan faktor pendukung dari faktor internal maupun eksternal. Faktor penghambat dalam membaca disebabkan oleh peserta didik kurang memahami hurufbelum memahami kalimat yang dibacanya, tidak lancar membaca. Adapun Penerapan metode drill untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 2 SDN Pasirangsana 02 faktor penghambatnya yaitu buku-buku pokok dan pendukung belum tersedia. Premium Insurance Business Journal p-ISSN: 2086-8588 | e-ISSN: 2746-3427 Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 rendahnya minat siswa untuk belajar, hambatannya dibahasa arab itu sendiri tidak semua siswa lancar membaca dan memahami jadi penghambat proses membaca juga, menulis juga masih Diajak fokus juga susah. Dengan demikian faktor penghambat dipengaruhi oleh kurang nya siswa kurang memahami huruf, dan belum bisa memahami kalimat yang dibacanya. Minat baca rendah. Dorongan dari orang tua pemeran utama jika orang tua tidak mendampingi anaknya dengan baik. Terlihat bahwa rata-rata nilai peserta didik sebesar 89,17 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 80. Peserta didik yang hasil belajarnya di atas KKM 25 orang atau . %) dari nilai KKM yang ditetapkan yaitu 75. Hal ini memberikan gambaran bahwa hasil belajar peserta didik tentang Membaca pada siklus 2 telah mengalami peningkatan. Dari hasil observasi siklus 2, guru telah melakukan perbaikan-perbaikan dalam KBM tersebut yaitu guru lebih antusias dalam mengarahkan peserta didik untuk dapat mengerjakan dan menyelesaikan latihan soal dan guru berusaha untuk meningkatkan proses pembelajaran, sehingga peserta didik menjadi lebih termotivasi dan antusias untuk mengikuti KBM. Dengan mengoptimalkan metode drill, maka kemampuan peserta didik untuk Membaca lebih meningkat dari siklus 1. Selain itu guru juga memberikan lebih banyak kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas tentang materi pelajaran. Data mengenai keaktifan peserta didik dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi seperti pada lampiran. Keaktifan peserta didik tersebut dapat dilihat dalam hal bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru maupun antusiasnya dalam mengerjakan latihan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Data mengenai aktivitas peserta didik pada siklus 2 menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki motivasi dan antusias untuk mengikuti metode drill dalam KBM. Diketahui bahwa hampir seluruh peserta didik telah mencapai nilai KKM dan menyukai pembelajaran dengan menggunakan metode drill. Hal ini dikarenakan peserta didik merasa tertarik dan termotivasi dalam KBM yang menggunakan metode drill. Dengan metode drill peserta didik memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya yaitu Membaca, peserta didik juga dapat bekerjasama dengan baik dalam proses pembelajaran, perhatian peserta didik terhadap penjelasan guru meningkat. Dalam Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa menyebutkan bahwa membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis . engan melisankan atau hanya di dalam hat. Sanusi dkk . 9: 47-. Menurut Nurviati . 5: . menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan berbahasa berupa proses melisankan dan mengolah bahan bacaan secara aktif, dengan tujuan memperoleh pemahaman. Menurut Resmini . 6: . menyatakan bahwa membaca adalah kegiatan berinteraksi dengan bahasa yang dikodekan ke dalam cetakan. uruf-huru. Menurut Tarigan . 9: . menyatakan bahwa: Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulisan. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kat yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik. Peneliti menyimpulkan dari pernyataan di atas tentang membaca adalah mengolah, melisankan, berinteraksi untuk mendapatkan sebuah pesan dengan bahasa dan menggunakan media berupa kata kata yang KESIMPULAN Penggunaan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik tentang Membaca di SDN Pasirangsana 02 pada peserta didik Kelas 2 semester 1 tahun pelajaran 20212022. Hal ini diketahui bahwa nilai terendah pada pra siklus adalah 60 dan pada siklus 1 dengan Hesti et al. PIBJ Vol. 11 No. 2 Tahun 2024 nilai terendah 60 kemudian pada siklus 2 nilai terendah 80. Selanjutnya nilai tertinggi pada pra siklus adalah 80 kemudian meningkat menjadi 90 pada siklus 1 dan pada siklus 2 menjadi 100. Hal ini menandakan bahwa metode drill cocok untuk diterapkan pada materi Membaca. Proses metode drill dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Membaca di SDN Pasirangsana 02 pada peserta didik Kelas 2 semester 1 tahun pelajaran 2021-2022 berjalan efektif dan cocok digunakan, dimana hal ini didasarkan dari peningkatan rata-rata kelas dimana pada pra siklus sebesar 65,83 meningkat menjadi 75 pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 89,17 pada siklus Besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik tentang Membaca di SDN Pasirangsana 02 pada peserta didik Kelas 2 semester 1 tahun pelajaran 2021-2022 setelah diterapkannya metode drill dapat dilihat dari ketuntasan belajar siswa dimana pada pra siklus hanya 20,83% atau 5 peserta didik yang nilainya di atas KKM yang ditetapkan, kemudian pada siklus 1 meningkat menjadi 50% atau 12 peserta didik yang nilainya di atas KKM, dan pada siklus 2 menjadi 100% atau 24 peserta didik yang nilainya mencapai KKM. Daftar Pustaka