Journal Genta Mulia Volume 15. Number 2, 2025 pp. 1- 11 P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK DENGAN TEKNIK VVOLDING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI TUMBUHAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR Rani Yulisna*1 . Wahyu Kurniawati2, dan Heru Purnomo3 123PGSD. Universitas PGRI Yogyakarta *Corresponding Author: raniyulisna21@gmail. Abstrak Abstrak Penelitian media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar pada mata pelajaran IPAS Kelas IV sekolah dasar dan kurangnya penggunaan media pembelajaran. Penelitian dan pengembangan ini meggunakan model metode penelitian Research and Development (R&D), dengan menggunakan model 4D. Yang dilakukan di SD N Ngrukeman. Kecamatan Kasihan. Kalurahan Tamantirto. Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan ata berupa wawancara, tes, dan penyebaran angkeet. Hasil dari penelitian ini menghasilkan validasi dari validator ahli media, ahli IPAS, dan respon peserta didik serta respon guru, yang menyatakan bahwa media pembelajaran pop up book memperoleh kriteria Ausangat validAy pada penilaian validasi ahli maeda dan materi, sementara pada hasil pengujian uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, begitu pula pada uji Sample Ttest memperoleh signifikansi 0,00<0,05, yang artinya penggunaan media pembelajaran ini mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik, hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata pretest dan postest sebesar 57,5 dengan menggunakan media pembelajaran Pop Up Book pada materi tumbuhan ini. Kata Kunci: Media Pembelajaran, . Pop Up Book. Prestasi Belajar Abstract The research on Pop Up Book learning media with the V-Volding technique is motivated by the low academic performance in the IPAS subject for 4th-grade elementary school and the lack of use of learning This research and development uses the Research and Development (R&D) method model, employing the 4D model. The study was conducted at SD N Ngrukeman, in the Kasihan District. Tamantirto Village. Yogyakarta. Data collection for this research was carried out through interviews, tests, and questionnaires. The results of this study provide validation from expert validators in media. IPAS experts, as well as responses from students and teachers, indicating that the pop up book learning media received a Auvery validAy criterion in the validation assessment from media and material experts. Meanwhile, the results of the normality test using Shapiro Wilk show that the data is normally distributed, as well as in the Sample T-test which obtained a significance level of 0. 00<0. 05, meaning that the use of the media. Meanwhile, the results of the normality test using Shapiro Wilk show that the data is normally distributed. Similarly, the Sample T-test obtained a significance of 0. 00<0. 05, meaning that the use of this learning media is capable of improving students' academic performance, as evidenced by the increase in average pretest and posttest scores of 57. 5 using the Pop Up Book learning media on this plant topic. Keywords: Learning Media. Pop Up Book. Academic Performance. PENDAHULUAN Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book Penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi IPAS didasari karena anak pada jenjang usia sekolah dasar masih pada tahap pemikiran konkrete, sederahan, menyeluruh, tidak detail, dan masih melihat sesuatu secara utuh dan terpadu (Purnawanto, 2. Menurut (Bila & Kurniawati, 2. menyatakan bahwa IPAS merupakan suatu bidang yang mempelajari benda disekitar lingkungan, baik benda mati dan makhluk hidup di alam semesta, serta mempelajari proses kehidupan manusia sebagai makhluk individu atau Dengan adanya pembelajaran IPAS ini diharapkan peserta didik dapat memahami mengenai konsep atau gagasan dengan baik, sehingga mampu untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari (Susanto & Kurniawati. Pembelajaran IPA di sekolah dasar, seorang guru harus menggunakan ketarampilan dalam megelola pembelajaran dan menekankan pada perolehan pengetahuan, dan (Suryaningsing & Kurniawati, 2. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan sebuah bidang ilmu studi yang mempelajari tentang fenomena alam untuk mengarahkan keterampilan peserta didik dalam mengeksplor alam disekitarnya mengenai gejala, fakta, konsep, prinsip, hukum, kebenaran secara logis dan ilmiah mengenai apa yang terjadi. Mata pelajaran IPA dianggap sebagai pelajaran penting pada tingkat pendidikan dan pemahaman konsep untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik (Salam. Haryanto. Kurniawati, & Izhar, 2. pembelajaran IPA pada hakekatnya ditekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung, sehingga peserta didik dapat mengembangkan proses dan sikap ilmiahnya dalam pembelajaran ataupun dalam penerapan dikehidupan sehari-hari (Wahyu Kurniawati, 2. , dengan begitu. IPA mengajarkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bernalar, dan memahami konsep dari suatu materi (Tsania & Kurniawati, 2. pentingnya Ilmu pengetahuan Alam (IPA) diajarkan, untuk membekali peserta didik lebih mempelajari dan mengenal serta dapat menyikapi fenomena yang ada di alam, selain itu juga agar peserta didik dapat berorientasi dalam proses penemuan sehingga memudahkan peserta didik itu sendiri untuk memahami lingkungan dan mendapatkan pengalaman secara langsung, hal ini daharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan berpikir kognitif, psikomotorik, hingga sosial anak dalam mengamati alam sekitar (Tresnawati. Naila, & Faradita, 2. Pembelajaran merupakan kegiatan edukatif peserta didik yang telah disusun oleh pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan (Faizah & Kamal, 2. Dalam proses pembelajaran guru dan peserta didik menjadi subjek dalam keberlangsungan proses belajar mengajar, dimana guru bertindak sebagai fasilitator dalam mengelola dan membimbing peserta didik, sedangkan peserta didik saling interaktif untuk mewujudkan suasana pembelajaran dapat menggembirakan dan menyenangkan, serta fokus peserta didik dapat dipusatkan di materi yang disampaikan oleh guru, sehingga pembelajaran akan efektif dan efisien (Anita & Ratnawati, 2. Mewujudkan pembelajaran yang efektif bukan suatu hal yang mudah karena pendidik diwajidkan fokus terhadap materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan mempersiapkan hal-hal yang akan digunakan seperti metode, model, dan media pembelajaran yang akan digunakan, namun banyak guru juga yang belum mempraktikan hal tersebut, sehingga belum mampu menekankan pembelaajran yang efektif (Susanto. Reza, & Widarto, 2. Kegiatan pembelajaran juga tidak hanya kegiatan menyampaikan materi, tetapi juga proses tranfer ilmu yang perlu dipahami dan diinterprestasikan agar menghasilkan pengetahuan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik (Putri & Kurniawati, 2. Proses pembelajaran di kelas harus mampu membuat peserta didik untuk memahami abstraksi dari materi, objek, peristiwa, aktifitas, fakta, dan hubungan antar elemen dalam pekirannya, karena pemahaman merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk dapat mempelajari serta memahami konsep pembelajaran yang (Kurniawati. Umardianti. Novitasari, & Husna, 2. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti di SDN Ngrukeman bahwasanya 90% guru di sana mengajar masih menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, hal ini menyebabkan P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN : 2580-6416 Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book berkurangnya antusiasime peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, selain itu kurang antusianya peserta didik juga terlihat dari kurangya perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, kurang motivasi , peserta didik yang lebih cenderung mengantuk, sehingga menyebabkan pembelajaran kurang kondusif ( (Ratnawati & Yuli, 2. Upaya dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif dapat dilakukan dengan penggunaan media pembelajaran, pemilihan media pembelajaran yang tepat sebagai pendukung materi pembelajaran dapat membantu guru dalam menentukan keberhasilan pembelajaran di dalam kelas (Julaska. Feniareny. Bambang, & Mega, 2. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan sebagai jembatan dalam menyampaikan pesan, pemikiran kepada peserta didik sehingga dapat menunjang proses pembelajaran (Mila Sari, 2. , selain itu media pembelajaran merupakan suatu komponen yang digunakan untuk mengakomodir peserta didik dalam menyalurkan materi sebagai bahan ajar yang tepat, sehingga dengan digunakannya media pembelajaran mampu untuk meningkatkan perhatian peseerta didik dalam proses pembelajaran di kelas (Wening. Ika, & Siti, 2. Penggunaan media pembelajaran di kelas dapat membantu guru untuk memvisualkan mengenai imajinasi yang ditangkap oleh peserta didik terkait materi yang disampaikan oleh guru, khususnya penggunaan media konkret yang dapat dipegang atau dirasakan secara langsung oleh peserta didik. Media konkret adalah suatu benda nyata atau tiruan yang digunakan sebgai sumber belajar dalam menyampaikan informasi (Kurniawati. Purwati, & Tria, 2. Dengan didukungnya pembelajaran menggunakan media pembelajaran diharapkan mampu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang dapat dilihat motivasi peserta didik dalam mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampialn pada proses pembelajaran (Umardianti. Supartinah, & Kurniawati, 2. penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran merupakan suatu trobosan memperbaiki proses pembalajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik (Riskiyana & Oktian. Permasalahan peserta didik yang kurang mampu memahami penyampaian materi pada mata pelajaran IPAS ini salah satunya terjadi pada kelas IV SDN Ngrukeman dalam materi Tumbuhan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada pembelajaran sebelumnya telah dilaksanakan oleh guru dengan materi yang sama peserta didik kurang memahami mengenai materi tersebut, hal ini dibuktikan dari refleksi yang dilakukan oleh peneliti ketika peneliti memberikan pertanyaan pemantik yang bertujuan untuk menstimulus daya ingat mengenai pemahaman materi yang telah mereka pelajari sebelumnya bersama dengan guru kelas. Hal ini disebabkan karena membaca di buku text yang digunakan oleh guru tanpa ada gambar yang mereka tidak dapat lihat seperti macam dan jenis bagian bagian tumbuhan, contohnya dalam menjelasakann mengenai macam-macam akar, daun, bagianbagian bunga. Selain itu Pada saat yang sama, hambatan yang dialami oleh siswa adalah kesulitan dalam memahami materi karena proses perkuliahan hanya dilakukan melalui proses pemberian tugas tanpa adanya penyampaian materi melalui media. (Rizki. Haryanto, & Kurniawati, 2. Oleh karena itu, peneliti mencari solusi dengan menggunakan media pembelajaran konkret tiga dimensi berupa Pop Up Book dengan teknikV-Volding. Pop Up Book merupakan media pembelajaran tiga dimensi yang memiliki daya tarik dari segi tampilan, gambar yang berwarna, dan dapat muncul apabila halaman dibuka. (Simbolon. Rosyana, & Fitriyani, 2. Menyatakan bahwa media Pop Up Book ini merupakan media inovasi yang sangat menarik dn indah, dengan unsur tiga dimensi yang memberikan ilustrasi gambar serta tulisan,dimana apabila halaman dibuka 90-180 derajat akan memunculkan ilustrasi tiga dimensi ditengah halaman sebagai ornamen untuk menarik perhatian peserta didik, sehingga rasa ingin tahu pesera didik untuk mengetahui kejutankejutan di halaman berikutnya. Selain itu (Nanda Widyani Alviolita, 2. juga mengatakan bahwa media Pop Up Book merupan media berbentuk buku yang tersusun atas gambar yang dipotong-potong lalu ditempel, kemudian apabila dibuka halamannya akan memunculkan P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN : 2580-6416 Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book objek dengan gerak kinetik membentuk visual tiga dimensi menyerupai bentuk asli suatu benda atau objek yang digambarkan, selain itu media Pop Up Book ini merupakan salah satu media yang kreatif dan inovatif untuk digunakan sebagai media pembelajaran, agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien (Kurniawati. Bila, & Susanto. Pengembangan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Pop Up Book untuk Guru-Guru di Kulon Progo . Di Indonesia sendiri Pop Up Book belum terlalu familiar digunakan dalam pembelajaran dikelas, sehingga peneliti memiilih menggunakan media ini sebagai seolusi permasalahan terkait kurangnya prestasi belajar peserta didik pada pelajaran IPAS Kelas IV,materi (Dewantari & Pusung, 2. menyatakan bahwa di Indonesia terdapat 5 teknik Pop Up Book yaitu teknik V-Volding ,Internal Stand. Mouth. Rotary, dan Pararell Slide. Dalam penelitian ini peneliti mengambil teknik V-Volding. Teknik V-Volding dalam Pop Up Book merupakan teknik yang dibuat dengan cara menumpukkan kertas kemudian di tempel di tengah lipatan dasar buku dengan cara menambahkan potongan kartu ke dalam objek dan menambahkan lipatan kecil untuk direkatkan pada background dasar , dan ketika halaman dibuka sebesar 180 derajat akan memunculkan efek huruf V pada sisi belakang objek yang diberikan teknik, oleh sebab itu teknik ini disebut dengan teknik V-Volding. Hal ini dijelaskan juga pada penelitian yang dilakukan oleh bahwa (Novitasari & Kurniawati, 2. teknik VVolding dapat dibentuk dengan cara menyusun kertas-kertas hingga gambar tersebut membentuk sudut AuVAy jika sudah ditempel, dan akan terlihat apabila halaman tersebut dibuka akan menampilan gambar yang berdiri. Pengembangan media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding ini diharapkan mampu untuk membantu peserta didik dalam memahami dan mencerna konsepkonsep materi yag disampaikan oleh guru, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Prestasi belajar merupakan tolak ukur yang digunakan untuk melihat keberhasilan proses pembelajaran pengetahuan dalam pemahaman materi peserta didik yang dinyatakan dalam bentuk kuantitatif memuat aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sedangkan menurut Ahmad SyafiAoi . prestasi belajar adalah hasil dari belajar yang telah dicapai peserta didik dari proses kegiatan belajar yang diberikan guru kepada peserta didik dalam bentuk nilai atau angka dari jumlah bidang studi mengenai sejau mana penguasaan yang telah diterima peserta didik, serta melihat sejauh mana perubahan tingkat laku melalui pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dapat dikatakan juga bahwa prestasi belajar merupakan suatu kemampuan maksimal yang dicapai peserta didik mengeanai pengetahuan atau nilai-nilai kecakapan yang dapatkannya (Mustafa & Purnomo, 2. Prestasi belajar sendiri dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan internal, faktor internal melipuri motivasi belajar diri, kemampuan intelektual, gaya belajar, kesehatan fisik, psikologis anak dan kesiapan dari peserta didik dalam menerima materi dari guru. Sedangkan untuk faktor eksternal, contohnya faktor dari orang tua, keluarga, cara guru memberikan pelajaran dan menguasai kelas, metode dan model mengajar, strategi mengajar, lingkungan kelas, dan juga media pembelajaran yang digunakan sebagai alat pendukung Faktor lingkungan itu sendiri dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam menangkap konsep materi dalam kehidupan sehari-hari dari pengalamanannya sendiri. (Rahmawati & Kurniawati, 2. Pengembangan media pembelajaran tiga dimensi berupa Pop Up Book dengan teknik VVolding ini diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan terkait kurangnya visualisasi materi yang disampaikan guru kepada peserta didik, sehingga peneliti berharap melalui solusi yang telah diberikan oleh peneliti dalam menggunakan media pembelajaran ini mampu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam prestasi belajarnya, khususnya pada mata pelajaran IPAS materi Tumbuhan. Kelas IV sekolah dasar, serta digunakannya media pembelajaran sebagai sarana pendukung dalam proses belajar mengajar guru di dalam kelas. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN : 2580-6416 Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book METODE PENELITIAN Motede penelitian yang digunakan peneliti adalah Research and Development (R&D), metode R&D ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran tiga dimensi berupa Pop Up Book dengan teknik V-Volding. Metode R&D sendiri merupakan metode penelitian dan pengembangan untuk menganalisis, medesain, merancang, dan menguji efektifitas dari suatu produk yang telah dibuat berdasrkan hasil permasalahan yang ditemui dalam proses pembelajaran dikelas (Wawuru, 2. Maka dalam kasus penelitian ini, metode ini tepat digunakan oleh peneliti dalam merancang, membuat, serta menguji produk media Pop Up Book dengan teknik V-Volding ini untuk menjadi solusi dari permasalahan yang diangkat. Model yang diterapkan pada penelitian ini adalah 4-D , yang terdiri dari empat tahapan yaitu Define (Pendefinisa. Design (Desain produ. Development (Pengembangan produ. Dessiminate (Penyebaran produ. Model 4-D ini dikembangkan oleh S. Thiagarajan. Dorothy,. Semmel & Melvyn,L Semmel, 1. , berikut merupakan alur pelaksanaan model 4D : Gambar 1. Model Penelitian 4-D Objek penelitian ini ialah produk media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik VVolding ini dirancang untuk pembelajaran di tingkat sekolah dasar khusus nya kelas IV pada mata pelajaran IPAS, dengan subjek penelitian yang mencakup ahli materi, ahli media, 52 orang peserta didik dan guru SD Negeri Ngrukeman yang sebelumnya telah divalidasi oleh para ahli media dan juga ahli materi untuk mengetahui kevalidan dan kelayakan sebagai perangkat penelitian, selain itu juga peneliti melakukan uji coba terbatas dengan menggunakan sampel sebanyak 12 peserta didik dan seorang guru kelas untuk mengetahui kelayakan dan mengevaluasi terkait perangkat pembelajaran itu sendiri atau medi pembelajaran yang telah dibuat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berhubungan aspek materi dan media yang bersumber dari ahli media, ahli materi, peserta didik, serta guru. Adapaun beberapa tekniik pengumpulan data dalam penelitian ini yang pertama adalah wawancara, teknik pengumpulan data dengan wawancara tak terstuktur ini dilakukan peneliti secara langsung dengan tatap muka dan tanya jawab antara narasumber yaitu guru kelas IV, dan peneliti sebagai pewawancara mengenai masalah -masalah yang terjadi pada pembelajaran di kelas dan penggunaan media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran. Yang kedua yaitu menggunakan tes, teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan penyebaran tes. Tes merupakan alat atau instrumenn yang digunakan untuk mengukur kemampuan. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN : 2580-6416 Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book pengetahuan, keterampilan, atau karakteristik tertentu dari subjek penelitian,pada penelitian ini tes yang digunakan berupa soal Pretest dan PostTest. Teknik pengumpulan data terakhir menggunakan angket, teknik Pengumpulan data ini dilakukan dengan penyebaran angket berupa pertanyaan atau pernyataan tertulis sebagai bentuk responden terkait proses pembelajaran yang telah dilakukan dengan menggunakan media Pop Up Book teknik VVolding. HASIL DAN PEMBAHASAN Define (Pendefinisia. hasil analisis awal sampai dengan akhir dapat diketahui bahwa di SD Negeri Ngrukeman menggunakan kurikulum 13 revisi untuk kelas 1 dan 3, sedangkan untuk kelas 2,4,5,6 menggunakan kurikulum merdeka dalam kegiatan pembelajarannya. Proses pembelajaran di dalam kelas biasanya hanya menggunakan media pembelajaran berupa papan tulis. LCD Proyektor, power point, dan juga buku paket pegangan peserta didik dari erlangga, serta LKS yang berisi latihan-latihan soal. Dalam analisis peserta didik dapat diketahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan dengan adanya prestasi belajar atau hasil belajar dari peserta didik, dimana sebagian peserta didik sudah melampaui KKM, dan ada sebagian peserta didik yang berada di bawah KKM. Tahap pertama ini penliti merancang materi pembelajaran berdasarkan capaian pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan untuk kurikulum merdeka, kemudian dari capaian pembelajaran tersebut peneliti merancang tujuan pembelajaran (TP) yang telah disesuaikan dengan CP dan materi yang akan dijarkan, dari hasil analisis konsep ini telah melakukan penyelidikan terkait iklim sekolah dasar untuk dimuat dalam konsep yang akan dilukakn dalam pembelajaran, serta dirumuskan dalam tujuan pembelajaran yang didasarkan pada capaian pembelajaran berdasarkan pedoman kurikulum merdeka yang Design (Perancanga. Tahap kedua ini merupakan tahap perancangan desain media pembelajaran yang akan dikembangkan menggunakan metode R&D, terkait dengan desain sampul, desain isi, isi dan materi, dan desain cover media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding. Pada bagian ini peneliti mendesain media Pop Up Book berdasarkan instrumen pengumpulan data dari analisis konsep, instrumen yang telah divalidasi oleh ahli dan juga validator praktisi. Gambar 2. Desain Cover Depan dan Belakang Pop Up Book Develop P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN : 2580-6416 Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book Tahap pengembangan ini, merupakan tahapan peneliti dalam mengembangkan produk media pembelajaran tiga dimensi Pop Up Book yang menghasilkan validasi instrumen, validasi ahli media, dan validasi ahli materi IPAS. Hasil dari validasi instrumen yang telah dilakukan peneliti, dapat dilihat pada tabel berikut ini : Aspek Pertanyaan Format Penulisan Bahasa Isi Total skor Skor Perolehan Presentase Tabel 3. Hasil Validasi Instrumen Kriteria Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat valid Berdasarkan tabel perolehan perhitungan validasi instrumen di atas, dapat dilihat bahwa total skor yang diperoleh yaitu 10, artinya instrumen yang dibuat sudah sangat valid untuk kemudian dikembangkan dalam penelitian guna mengukur keefektifan media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar IPAS pada materi tumbuhan kelas IV sekolah dasar. Berikut merupakan hasil dari validasi yang dilakukan oleh ahli media dapat dilihat pada tabel berikut ini : Skor Perolehan Aspek Kelayakan Praktis Aspek Kualitas Visual Aspek Kelayakan Teknis Aspek Kualitas Materi Aspek Fungsi Media Aspek Inovasi Teknik V-Volding 10 Skor Total Tabel 4. Hasil Validasi Ahli Media Aspek Pertanyaan Presentase Kriteria 93,33% 93,33% 93,33% Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Layak Sangat Valid Berdasarkan hasil validasi ahli media di atas didaptkan total presentase sebesar 94% , artinya perhitungan perolehan nilai oleh validator ahli media mendapatkan kategori sangat valid, sehingga media pembelajaran layak digunakan untuk penelitian pada proses pembelajaran di kelas. Selanjutnya, perolehan nilai dari validasi ahli materi IPAS, dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Aspek Pertanyaan Skor Perolehan Presentase Kriteria Aspek Kelayakan Materi 95,6% Sangat Layak Aspek Kelayakan Bahasa Sangat Layak Aspek Pembelajaran Sangat Layak Skor Total Tabel 5. Hasil Validasi Ahli Materi IPAS Sangat Valid Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa memperoleh preserntase sebesar 98% dan mendapatkan kategori sangat valid untuk digunakan dalam penelitian . selanjutnya peneliti melakukan perbaikan berdasarkan saran dan masukan dari validator praktisi maupun validator ahli media. Setelah peneliti melakukan perbaikan instrumen , maka instrumen siap untuk dilakukan uji empiri di SD N Rejodadi, dengan tujuan untuk P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN : 2580-6416 Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book melihat hasil instrumen yang valid dan reliabel untuk digunakan dimana saja dan kapan saja instrumen itu akan diterapkan. Adapun hasil reliabilitas tes pada tabel dibawah ini : Reliability Statistics Cronbach's Alpha Based on Cronbach's Alpha Standardized Items N of Items 0,949 0,951 Tabel 6. Hasil Realibilitas Tes Berdasarkan data dari tabel di atas, diperoleh bahwa 38 butir soal valid dan reliabel sebesar 0,949 dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan berkegori sangat tinggi, oleh karena itu, instrumen tes media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas IV sekolah Dasar pada Mata Pelajaran IPAS materi tumbuhan yang telah dikembangkan dinyatakan valid. Dari 38 butir soal yang valid, akan dibagi menjadi 2 untuk kemudian dijadikn soal pretest dan posttest. Setelah dilaksankannya perhitungan uji empiri dan pembagian menjadi soal pretest dan posttest, selanjutnya dilakukan uji coba terbatas dengan melibatkan 12 peseta didik di SD Negeri Brajan, untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar dengan menggunakan media pembelajaran Pop Up Book khususnya pada teknik V-Volding yang dikembangkan ini. Peserta didik akan diberikan tes awal berupa 19 soal pretest untuk mengukur kemampuan sebelum menerima perlakuan pembelajaran dalam penggunaan media, dan setelah menerima perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran, peserta didik akan diberikan soal posttest dengan jumlah 19 butir soal, untuk mengukur apakah ada perbedaan berupa peningkatan nilai dari proses sebelum dan sesudah diberikannya media pembelajaran. Berikut merupakan hasi uji terbatas dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Soal Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah Pretest Posttest Tabel 7. Hasil Pretest dan Posterst Uji Terbatas Berdasrkan tabel 7 di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata pretest yang diperoleh sebesar 36,4,sedangkan rata-rata nilai posttest sebesar 93,9, dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan sebesar 57,5 setelah adanya perlakuan kepada peserta didik dalam penggunan media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding ini, dari data pretest dan posttest ini dilakukan uji normalitas, menggunakan model Shapiro Wilk untuk melihat apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Berikut hasil uji normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. Pretest ,193 ,200* ,887 ,108 Postest ,208 ,162 ,891 ,121 This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction dilakukan oleh peneliti, dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Uji Terbatas Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa taraf signifikansi pretest 0,108>0,05 dan posttest 0,121>0,05, sehingga data tersebut dikatakan berdistribusi normal. Untuk melihat keberhasilan adanya peningkatan maka dilanjutkan dengan perhirungan uji Paired Sample T Test . peneliti telah melakukan uji ini dan menghasilkan taraf signifikansi P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN : 2580-6416 Rani Yulisna 1. Pengaruh Media Pembelajaran Pop Up Book 0,00<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding ini mampu meningkatakan prestasi belajar IPAS Kelas IV pada materi Selain keberhasilan dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik, penelitian ini juga menghasilkan kepraktisan atau kelayakan yang diperoleh dari respon peserta didik dan guru sebagai sisi pengguna atau penerima pembelajaran dengan menggunakan media Pop Up Book. Adapaun hasil dari respon peserta didik dapat dilihat pada tabel dibawah Aspek Pertanyaan Skor Perolehan Presentase Kriteria Interaktif 95,8% Sangat layak Efektif dan Efisien 93,8% Sangat layak Mudah 95,8% Sangat layak Penggunaannya isi atau materi 93,8% Sangat layak Kemudahan dibaca 89,5% Sangat layak Menarik 94,8% Sangat layak Tujuan pembelajaran 91,7% Sangat layak Aspek Penilaian 95,8% Sangat layak Total Skor 93,5% Sangat Layak Tabel 9. Hasil Respon Peserta Didik Berdasarkan tabel di atas diperoleh presentase rata-rata keseluruhan sebesar 93,5%,sedangkan presentase pada respon guru sebesar 95%, hal ini berarti kedua respon tersebut masuk dalam kategori sangat layak. Sehingga media pembelajaran ini dinyatakan dapat digunakan dalam uji coba lapangan atau dalam pembelajaran di kelas. Disseminate Tahap terakhir pada model 4D ini, yaitu mengenai penyebarluasan produk media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding pada materi Tumbuhan IPAS Kelas IV sekolah dasar ini dilakukan melalui uji terbatas, uji lapangan, artikel, dan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). SIMPULAN DAN SARAN Berdasrkan hasil dan pembahasan pada penelitian dan pengembangan media pembelajran Pop Up Book dengan teknik V-Volding untuk Meningkatakan Prestasi Belajar Peserta pada Materi Tumbuhan IPAS Kelas IV Sekolah Dasar ini diperoleh kesimpulan bahwa media yang dikembangkan oleh peneliti mampu untuk mendukung serta menunjang pembelajaran dengan memanfaatkan media Pop Up Book. Pop Up Book ini terdapat beberapa bagian, mulai dari cover depan, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, petunjuk penggunaan, daftar isi, kata pengantar, isi materi, gambar objek timbul, scan barcode yang berisi video pembelajran, dan teka-teki silang. Dari uji yang telah dilakukan oleh peneliti, menunjukkan bahwa uji kevalidan media ini mendapatkan presentase sebesar 94% selanjutnya dari ahli materi mendapatkan presentase sebesar 98%. Hasil uji Paired Sample Ttest menujukkan bahwa media pembelajaran ini mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Sedangkan hasil kelayakan atau kepraktisan media pembelajaran Pop Up Book dengan teknik V-Volding ini memperoleh hasil sebesar 93,5%, berdasarkan pedoman penilaian skor respon peserta didik, hasil tersebut termasuk pada interval 82%-100%, yang artinya media ini sangat layak atau praktis digunakan dalam pembelajaran DAFTAR PUSTAKA