Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Penambahan Enkapsulasi Ekstrak Daun Tahongai pada Ransum terhadap Kecernaan Protein dan Bobot Daging Ayam Broiler yang Dipelihara pada Kepadatan Tinggi (Feeding of Tahongai Leaf Extract Encapsulation on Protein Digestibility and Meat Weight of Broiler Chickens Raised at High Densit. Muhammad Zulfikar Jafar1*. Lilik Krismiyanto1. Vitus Dwi Yunianto1. Roosena Yusuf2 Program Studi S1 Peternakan. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Program Studi S1 Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman *Corresponding author: Zulfikarbca123@gmail. ABSTRACT The study aimed to assess the addition of tahongai (Kleinhovia hospita Lin. leaf extract encapsulation to the ration on protein digestibility and meat weight of broiler chickens. A total of 370 unsexed Ross strain broilers aged 14 days, with an average body weight of 484. 54 A 4. 96 g, were used as experimental livestock. The meat digestibility and protein digestibility of the broilers were assessed. Encapsulated tahongai leaf extract (EEDT) as treatment additive. The study was arranged using a completely randomized design with 5 treatments and 5 replicates, so there were 25 experimental units. The treatments applied included: T0 = chicken reared at normal density . birds/m. T1 = chicken reared at high density . birds/m. T2 = T1 0. 25 % EEDT. T3 = T1 0. 50 % EEDT and T4 = T1 1 % EEDT. Parameters measured included protein digestibility and meat weight. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), if there was a significant effect. Duncan's test was continued at a significance level of 5 %. The results showed that the addition of EEDT to the ration had a significant effect (P<0. on protein digestibility and meat weight of broilers reared at high density. The conclusion of the study is the addition of EEDT by 0. 5 % in the ration increases the digestibility of protein and meat weight of broiler chickens raised with high density. Keywords: Broiler chicken. Encapsulation. Meat weight. Protein digestibility. Tahongai leaf extract ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengkaji penambahan enkapsulasi ekstrak daun tahongai (Kleinhovia hospita Lin. pada ransum terhadap kecernaan protein dan bobot daging ayam broiler. Ternak percobaan yang digunakan yaitu ayam broiler strain Ross unsexed umur 14 hari sebanyak 370 ekor dengan bobot badan ratarata sebesar 484,54A4,96 g. Enkapsulasi ekstrak daun tahongai (EEDT) sebagai aditif perlakuan. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 unit Perlakuan yang diterapkan meliputi: T0 = ayam dipelihara dengan kepadatan normal . ekor/m. T1= ayam dipelihara dengan kepadatan tinggi . ekor/m. T2 = T1 0,25 % EEDT. T3 = T1 0,50 % EEDT dan T4 = T1 1 % EEDT. Parameter yang diukur meliputi kecernaan protein dan bobot Data diolah menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EEDT pada ransum berpengaruh nyata (P<0,. terhadap kecernaan protein dan bobot daging ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. Simpulan penelitian adalah penambahan EEDT sebesar 0,5 % pada ransum mampu meningkatkan kecernaan protein dan bobot daging ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan Kata Kunci: Ayam broiler. Bobot daging. Ekstrak daun tahongai. Enkapsulasi. Kecernaan protein AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Jafar et al. | Seminar Nasional PKP I . : 7 Ae 13 mudah larut air, viskositas rendah pada konsentrasi tinggi, dan perlindungan yang baik terhadap oksidasi bahan inti . Kandungan fitobiotik pada daun tahongai dapat mengubah kondisi pH saluran pencernaan menjadi asam karena dapat mengeliminasi bakteri patogen dan bakteri menguntungkan dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, pH kondisi saluran pencernaan yang asam dapat meningkatkan sekresi enzim protease untuk mencerna protein. Penyerapan protein di saluran pencernaan yang meningkat, juga akan meningkatkan penyerapan kalsium. Penyerapan kalsium membutuhkan protein pengikat dalam bentuk calcium binding protein (CaBP) untuk dapat diserap oleh sel epitel usus . CaBP akan diangkut oleh darah menuju seluruh jaringan tubuh yang dibutuhkan, seperti tulang dan daging . Pendahuluan Permintaan daging ayam sebagai sumber protein hewani terus meningkat dengan jumlah pertumbuhan penduduk yang terus bertambah. Badan Pusat Staistika . melaporkan bahwa rataan konsumsi per kapita seminggu daging ayam dari tahun 2021 sampai 2023 meningkat berturut-turut yaitu 0,142 kg. 0,153 kg. 0,158 kg. Keunggulan yang dimiliki oleh ayam broiler diantaranya tingkat pertumbuhan yang cepat dan bobot badan yang didapat tinggi dalam waktu yang relatif singkat dan konversi ransum yang rendah . Kepadatan tinggi dalam pemeliharaan ayam broiler mengacu pada jumlah ayam yang dipelihara per satuan luas kandang yang melebihi rekomendasi standar. Biasanya, kepadatan dinyatakan dalam kilogram berat badan ayam per meter persegi . g/mA) atau jumlah ayam per meter persegi. Kepadatan yang tinggi dapat mempenngaruhi beberapa hal seperti kepadatan tinggi meningkatkan stres pada ayam, yang dapat mengganggu metabolisme dan menurunkan efisiensi penggunaan nutrien, termasuk protein, peningkatan kompetisi untuk pakan dan air dapat mengurangi asupan nutrisi, yang berdampak pada pertumbuhan dan bobot daging, kepadatan tinggi dapat menurunkan kualitas udara dalam kandang, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan ayam, serta kurangnya ruang gerak dapat mengurangi aktivitas fisik ayam, yang berdampak pada perkembangan otot dan bobot Penambahan zat aditif alami pada ransum ayam broiler adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan dan kinerja ayam Zat aditif alami yang dapat digunakan yaitu daun tahongai sebagai antibiotik. Daun tahongai mengandung senyawa saponin, flavonoid, dan alkaloid yang digunakan sebagai antioksidan mampu memperbaiki membran sel tubuh yang rusak . Senyawa antibiotik perlu dijaga kestabilannya dari lingkungan luar melalui cara enkapsulasi. Proses enkapsulasi melapisi suatu senyawa aktif atau bahan inti dengan bahan penyalut untuk melindungi sifat fisik, kimia, dan biologisnya . Salah satu bahan enkapsulasi adalah maltodekstrin berasal dari polisakarida, yang memiliki rasa dan aroma netral, sifatnya Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Maret Ae April 2024 di Kandang Mini Closed House. Fakultas Peternakan Pertanian. Universitas Diponegoro. Semarang. Ransum dianalisis proksimat, kalsium, dan fosfor di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan. Fakultas Peternakan Pertanian. Universitas Diponegoro. Kadar protein ekskreta dianalisis di Laboratorium Ilmu Nutrisi Pakan. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro. Semarang. Materi Penelitian Materi penelitian yang digunakan adalah ayam broiler strain Ross unsexed umur 14 hari sebanyak 370 ekor dengan rataan bobot badan sebesar 484,54 A 4,96 g. Ekstrak daun tahongai sebagai fitobiotik. Alat yang digunakan selama penelitian meliputi kandang unit percobaan sebnayak 25 buah dengan ukuran 1 m2, bola lampu 100 watt, tempat pakan dan minum, timbingan digital, gunting, cutter, gelas beker, thermohygrometer, chick guard, sekam, koran. Ransum perlakuan yang tersusun dari jagung kuning, bungkil kedelai, minyak kelapa sawit. DL-methionine, monocalcium phospate, premix, chlorine chloride, dan garam (Tabel . Jafar et al. | Seminar Nasional PKP I . : 7 Ae 13 Tabel 1. Susunan bahan pakan dan kadar nutrien ransum penelitian Bahan pakan Jagung kuning Minyak kelapa sawit Bungkil kedelai DL-methionine Bentonit Limestone Monocalcium phospate Premix Chlorine chloride Garam Total Nutrien Energi metabolis . kal/k. ** Protein kasar (%)* Lemak kasar (%)* Serat kasar (%)* Kalsium (%)* Fosfor (%)* ekstrak daun tahongai dengan perbandingan 1 : 5 . Setelah pencampuran, gumpalan kering dihasilkan, dan kemudian dihaluskan menjadi tepung . Komposisi (%) 58,54 2,96 34,70 0,19 0,75 0,94 1,05 0,40 0,07 0,40 Persiapan Pemeliharaan Sumber: *Hasil analisis proksimat dan mineral di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro . **Hasil berdasarkan formula dari Bolton . Tahap persiapan kandang dilakukan mulai dari cuci kandang, lantai, pengapuran dinding, fumigasi, instalasi listrik, penaburan sekam dan penyiapan peralatan kandang seperti tempat pakan dan minum. Pembersihan kandang dilakukan dengan mencuci kandang dan peralatan kandang seperti tempat pakan dan minum. Kandang yang sudah dibersihkan kemudian dipasang sekat dari bambu, lalu diberi sekam sebagai alas. Fumigasi dilakukan 3 hari sebelum ayam chick in untuk menghilangkan hama. Fumigasi dibuat dengan permanganat (KMnO. dengan perbandingan 2 : 1 . Persiapan ransum dilakukan dengan pencampuran ransum. Prosedur Penelitian Pemeliharaan Ayam Broiler Ekstrak Daun Tahongai Tahap pemeliharaan ayam broiler dimulai dari DOC sampai ayam berumur 35 hari. Proses pemeliharaan dimulai dengan proses chick in broiler dan dilakukan sampling bobot badan ayam sebagai bobot awal. Ayam dipelihara selama 13 hari pertama sebagai fase adaptasi pada ayam dengan pemberian ransum pemberian ransum komersial B 11S dan dilakukan vaksinasi ayam ND IB live pada umur 11 hari melalui tetes mata dengan 1 tetes/ekor. Ayam umur 14 Ae 35 hari diberikan ransum basal dan ditambahkan sesui Tahap pemeliharaan dilakukan pemberian pakan dan pemberian minum secara ad libitum. Penimbangan sisa pakan dilakukan setiap pagi hari. Pencatatan fisiologis . uhu dan kelembaba. dilakukan pada pukul 06. 00, dan 18. 00 WIB. Penimbangan bobot badan ayam dilakukan setiap satu minggu 063,50 20,70 5,09 5,20 0,74 0,54 Tahap persiapan dilakukan dengan proses ekstraksi dan enkapsulasi daum tahongai. Prosedur ekstraksi yaitu pengeringan daun tahongai segar menggunakan oven dengan suhu 50 EE kemudian dihaluskan menjadi Tepung daun tahongai dilarutkan terlebih dahulu dengan etanol 96 % pada perbandingan 1 : 10 . dan kemudian diaduk hingga homogen. Selanjutnya, alat sonifikator digunakan pada suhu 37 AC dan panjang gelombang 50 Hz selama 60 menit. Hasil sonifikasi kemudian dikeringkan selama Setelah itu, hasil sonifikasi difiltrasi dan diberi perlakuan evaporasi dengan evaporator vacuum rotasi pada suhu kurang dari 60 AC untuk menghasilkan etanol dan ekstrak daun tahongai . Enkapsulasi Ekstrak Daun Tahongai (EEDT) Koleksi Data Metode freeze drying memungkinkan enkapsulasi daun tahongai dalam bentuk gumpalan kering. Enkapsulasi dilakukan dengan melarutkan maltodextrin dengan aquades dengan perbandingan 1 : 3 . hingga homogen, lalu dicampur dengan Pengambilan data yang diukur meliputi kecernaan protein dan bobot daging. Perhitungan bobot daging dilakukan dengan menimbang bagian daging yang telah Jafar et al. | Seminar Nasional PKP I . : 7 Ae 13 Konsumsi protein - (Protein ekskreta - Protein endogenou. melewati proses pemotongan, pembersihan dari bulu, memotong bagian kepala, kaki, dan organ bagian dalam serta melakukan fillet atau pemisahan daging dengan tulang. Perhitungan menyiapkan data sampel ransum, sisa ransum dan perlakuan total koleksi ekskreta pada akhir Ekskreta yang ditampung disemprot menggunakan HCl 0,1 N setiap 2 jam sekali untuk mencegah terjadinya penguapan nitrogen. Ekskreta yang ditampung dibersihkan dari sisa bulu dan ransum yang menempel kemudian ditimbang untuk mendapatkan data bobot basah. Ekskreta selanjutnya dijemur untuk mendapatkan nilai kering udara. Ekskreta yang sudah kering udara dihaluskan dan menjadi sampel untuk uji kadar serat. Konsumsi protein y100 % . Bobot Daging Pemilihan ayam secara acak dari setiap kelompok perlakuan untuk pengukuran bobot Dilakukan proses penimbang bobot hidup ayam menggunakan timbangan digital dengan ketelitian 1 g. Ayam selanjutnya dipotong untuk memperoleh bobot karkas. Ayam didekapitasi kemudian dicabuti bulu serta diambil organ pencernaan. Karkas dipotong kemudian dipisahkan antara daging dan tulang. Daging yang dipisahkan dari tulang kemudian ditimbang dan dilakukan pencampuran agar daging homogen. Untuk menghitung persentase bobot daging terhadap bobot hidup, dapat digunakan formula 2 . Bobot daging PBD (%) = Bobot hidup y100 Rancangan Penelitian Penelitian rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan dimana setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor dan 16 ekor. Perlakuan diberikan mulai umur 14 hari. Perlakuan yang diterapkan yaitu: T0 = Ayam dipelihara dengan kepadatan normal . ekor/m. T1 = Ayam dipelihara dengan kepadatan tinggi . ekor/m2 ). T2 = T1 0,25 % EEDT. T3 = T1 0,50 % EEDT. T4 = T1 1,00 % EEDT. Keterangan: PBD = Persentase Bobot Daging Analisis Data Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5 %. Jika terdapat perbedaan yang nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5 % . Variabel yang Diamati Hasil dan Pembahasan Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan EEDT pada ransum berpengaruh nyata (P<0,. terhadap kecernaan protein dan bobot daging. Data kecernaan protein dan bobot daging ayam broiler disajikan pada Tabel 2. Kecernaan Protein Kecernaan protein adalah salah satu parameter penting dalam nutrisi unggas yang menunjukkan efisiensi penggunaan protein pakan oleh ayam. Kecernaan protein dihitung menggunakan metode total koleksi, dengan formula 1 . Tabel 2. Kecernaan protein akibat ditambahkan enkapsulasi ekstrak daun tahongai dalam ransum ayam broiler Variabel KP (%) BD . 77,39A1,24a 966,40A56,29b 73,68A1,10b 838,60A37,90c Perlakuan 77,76A1,92a 50A28,84b 78,16A0,70a 1027,10A62,49a 78,38A0,95a 1054,20A31,15a Keterangan: Superskrip pada baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,. EEDT = enkapsulasi ekstrak daun tahongai. KP = kecernaan protein. BD = bobot daging. T0 = Ayam dipelihara dengan kepadatan normal . ekor/m. T1 = Ayam dipelihara dengan kepadatan tinggi . ekor/m2 ). T2 = T1 0,25 % EEDT. T3 = T1 0,50% EEDT. T4 = T1 1,00 % EEDT. Jafar et al. | Seminar Nasional PKP I . : 7 Ae 13 Kecernaan Protein tahongai mungkin memiliki sifat antioksidan yang dapat mengurangi stres oksidatif pada saluran pencernaan, meningkatkan fungsi usus dan penyerapan nutrisi. Suplementasi ekstrak tanaman dapat meningkatkan performa pertumbuhan dan kualitas daging ayam broiler melalui peningkatan status antioksidan dan modulasi ekspresi gen terkait pertumbuhan otot . Efek Antimikroba: Komponen dalam EEDT mungkin memiliki efek antimikroba yang dapat menyeimbangkan mikroflora usus, mengoptimalkan fermentasi mikroba, dan meningkatkan pencernaan Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa kecernaan protein pada perlakuan T3 dan T4 . enambahan 0,5 % dan 1 % EEDT) menunjukkan hasil tertinggi dan berbeda nyata dengan T1 . epadatan tinggi tanpa EEDT). Hal ini mengindikasikan bahwa penambahan EEDT mampu meningkatkan kecernaan protein pada ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. Peningkatan kecernaan protein ini dapat dikaitkan dengan kandungan senyawa bioaktif dalam daun Menurut penelitian Saputra . , daun tahongai mengandung flavonoid dan saponin yang dapat meningkatkan aktivitas enzim pencernaan. Selain itu. Sugharto & Ayasan . , melaporkan bahwa enkapsulasi ekstrak herbal dapat melindungi senyawa bioaktif dari degradasi dalam saluran Penambahan EEDT pada perlakuan T2 (T1 0,25 % EEDT). T3 (T1 0,50 % EEDT), dan T4 (T1 1 % EEDT) menghasilkan peningkatan kecernaan protein yang signifikan dibandingkan T1, dengan nilai masing-masing 77,76%, 78,16%, dan 78,38%. Menariknya, kecernaan protein pada perlakuan dengan penambahan EEDT (T2. T3, dan T. tidak berbeda nyata dengan T0, bahkan cenderung lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan EEDT efektif dalam mengatasi efek negatif kepadatan tinggi terhadap kecernaan protein, dengan dosis 0,5 % (T. dan 1% (T. memberikan hasil terbaik. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara T3 dan T4, mengindikasikan bahwa dosis 0,5 % EEDT sudah cukup optimal untuk meningkatkan kecernaan protein pada ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan Senyawa Bioaktif yang terkandung dalam daun tahongai (Kleinhovia hospita Lin. kemungkinan mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang pencernaan dan kesehatan saluran pencernaan. Ekstrak tanaman dapat meningkatkan kecernaan nutrisi dan performa pertumbuhan ayam broiler melalui modulasi mikrobiota usus dan peningkatan aktivitas enzim pencernaan . Antioksidan: Ekstrak daun Bobot Daging Penambahan EEDT pada ransum ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan signifikan (P<0,. terhadap bobot daging seiring dengan peningkatan konsentrasi EEDT. Penambahan EEDT sebesar 0,5 (T. dan 1 % (T. menghasilkan bobot daging yang lebih tinggi dibandingkan kontrol (T. Peningkatan bobot daging ini disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif dalam daun tahongai yang memiliki efek positif terhadap kesehatan dan pertumbuhan ayam broiler. Menurut Orlowski et al. bahwa penambahan ekstrak tanaman herbal seperti oregano dan thyme pada pakan ayam broiler dapat meningkatkan bobot badan dan efisiensi pakan, terutama pada kondisi kepadatan tinggi. Peningkatan Kecernaan Protein: Dengan meningkatnya kecernaan protein, lebih banyak asam amino tersedia untuk sintesis jaringan otot, yang berkontribusi pada peningkatan bobot daging. Perbaikan Kesehatan Umum: EEDT mungkin meningkatkan kesehatan umum ayam, mengurangi stres akibat kepadatan tinggi, sehingga energi lebih banyak digunakan untuk pertumbuhan . Modulasi Metabolisme: Senyawa dalam EEDT mungkin mempengaruhi metabolisme, meningkatkan pertumbuhan jaringan otot . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian adalah penambahan EEDT sebesar 0,5 % pada ransum mampu meningkatkan kecernaan Jafar et al. | Seminar Nasional PKP I . : 7 Ae 13 protein dan bobot daging ayam broiler yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. DOI: org/10. 1093/jas/sky238. Daftar Pustaka