Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PROPOSAL PPK ORMAWA MELALUI PELATIHAN BAGI ANGGOTA UKM INTERMEDIA UNIVERSITAS AMIKOM PURWOKERTO Wiga Maulana Baihaqi1*. Sabita Salsabila2. Anas Nur Khafid3. Aura Arnelia Zahrani4 Teknologi Informasi. Universitas Amikom Purwokerto. Purwokerto. Indoneesia Bisnis Digital. Universitas Amikom Purwokerto. Purwokerto. Indoneesia Informatika. Universitas Amikom Purwokerto. Purwokerto. Indoneesia *Korespondensi : wiga@amikompurwokerto. Abstrak Permasalahan yang dihadapi oleh UKM Intermedia Universitas Amikom Purwokerto adalah kurangnya kemampuan dalam menyusun proposal sesuai dengan standar Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormaw. Hal ini menyebabkan UKM Intermedia tidak mendapatkan pendanaan selama dua tahun terakhir. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan penulisan proposal yang kompetitif dan berkualitas kepada anggota UKM. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi: sesi pertama menghadirkan pembicara internasional yang membahas teknik penulisan latar belakang proposal dengan fokus pada identifikasi gap, sedangkan sesi kedua dipandu oleh dosen Universitas Amikom Purwokerto yang menekankan penggalian ide program untuk proposal PPK Ormawa. Berdasarkan hasil kuesioner sesi pertama, 57,1% peserta menyatakan memahami materi dengan baik . , sementara 35,7% memberikan skor tertinggi . Secara keseluruhan, 80% peserta berhasil mengimplementasikan materi dalam bentuk draft proposal, dan 71,4% peserta menyatakan minat untuk bergabung dengan Tim PPK Ormawa setelah pelatihan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan motivasi peserta dalam menyusun proposal yang lebih kompetitif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kata kunci: PPK Ormawa. Pelatihan proposal. Intermedia Abstract The problem faced by the Intermedia Student Activity Unit (UKM) at Universitas Amikom Purwokerto is the lack of ability to write proposals that meet the standards of the Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormaw. This has led to UKM Intermedia not receiving funding for the past two years. The objective of this community service activity was to provide training on writing competitive and high-quality proposals for UKM The training was conducted in two sessions: the first session featured an international speaker discussing how to write a strong proposal background, focusing on gap identification, while the second session was led by a lecturer from Universitas Amikom Purwokerto, emphasizing idea generation for PPK Ormawa proposals. Based on the results of the first sessionAos questionnaire, 57. 1% of participants indicated a good understanding of the material . , while 35. 7% gave the highest score . Overall, 80% of participants successfully implemented the material by drafting a proposal, and 71. 4% expressed interest in joining the PPK Ormawa team after the training. In conclusion, this training successfully improved participants' understanding and motivation to write more competitive and innovative proposals in line with community needs. Keywords: PPK Ormawa. Proposal writing. Intermedia. Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 PENDAHULUAN karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kapasitas anggota UKM Intermedia dalam menyusun proposal yang sesuai dengan standar PPK Ormawa agar mampu bersaing dengan organisasi mahasiswa lainnya (Aep Saefullah et al. Kemampuan merancang dan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat sangat penting dalam menciptakan generasi yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap pembangunan sosial (Muna, 2. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormaw. hadir sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan peran memberdayakan masyarakat. Program ini mendorong organisasi mahasiswa untuk berdampak, dan berkelanjutan (Rangga Arifin et al. , 2. Permasalahan yang dihadapi UKM Intermedia ini diperparah oleh beberapa faktor lain, seperti keterbatasan pemahaman mengenai panduan teknis penyusunan proposal, kurangnya pengalaman dalam mengelola program, serta minimnya inovasi dalam pengembangan program. Proposal yang diajukan sering kali tidak memenuhi standar penilaian PPK Ormawa karena tidak terstruktur dengan baik dan kurang menunjukkan dampak yang signifikan bagi masyarakat (Hasibuan et al. , 2. Selain itu, beberapa program yang diajukan kurang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terkini sehingga proposal tersebut kurang kompetitif jika dibandingkan dengan proposal dari organisasi mahasiswa lainnya (Setiawan et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang fokus pada penyusunan proposal agar anggota UKM Intermedia dapat meningkatkan kualitas proposal mereka (Sulfa Saguni et al. , 2. Namun, berdasarkan data internal UKM Intermedia Universitas Amikom Purwokerto, dalam dua tahun terakhir organisasi ini tidak berhasil mendapatkan pendanaan dari program PPK Ormawa. Hal ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam penyusunan proposal program yang sesuai dengan kriteria dan standar yang ditetapkan oleh PPK Ormawa. Sebagai organisasi mahasiswa yang fokus pada pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. UKM Intermedia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam program-program pengabdian masyarakat. Akan tetapi, kurangnya pemahaman anggota UKM mengenai penyusunan proposal yang efektif menjadi salah satu penghambat utama (Tutpai & Unja, 2. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada anggota UKM Intermedia dalam menyusun proposal yang kompetitif dan sesuai dengan standar PPK Ormawa. Pelatihan ini diharapkan mahasiswa dalam merancang program yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat. Manfaat dari program ini tidak hanya akan dirasakan oleh organisasi mahasiswa, tetapi juga akan meningkatkan kontribusi UKM Intermedia Dengan demikian, peluang untuk mendapatkan pendanaan dari program PPK Ormawa akan semakin besar, dan kualitas program yang dihasilkan pun Penelitian (Aullia Vivi Yulianingrum, 2. menunjukkan bahwa mahasiswa dalam mendapatkan pendanaan Proposal yang disusun dengan baik tidak hanya harus memenuhi kriteria menggambarkan dampak yang signifikan bagi Masyarakat (Jamali et al. , 2. Oleh Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 akan lebih baik dan berkelanjutan (Tarigan & Ginting, 2. Universitas Amikom Purwokerto, dengan target peserta sebanyak 20-50 orang yang memiliki peran strategis dalam perancangan dan pelaksanaan program UKM. Peserta dipilih berdasarkan kriteria keaktifan mereka dalam organisasi serta minat mereka dalam penyusunan proposal program. Untuk mengukur efektivitas pelatihan, instrumen yang digunakan meliputi kuesioner sesudah mengevaluasi pemahaman peserta terkait penyusunan proposal. Selain itu, setiap peserta diwajibkan menyusun draft ide yang mereka kembangkan selama pelatihan sebagai bagian dari evaluasi hasil pelatihan. METODE PELAKSANAAN Pelatihan penulisan proposal program PPK Ormawa bagi anggota UKM Intermedia Universitas Amikom Purwokerto dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang teknik penyusunan proposal yang efektif dan Kegiatan pengabdian ini akan dilakukan dalam dua sesi yang dirancang secara berurutan untuk memberikan materi yang komprehensif mengenai penyusunan proposal, dengan fokus pada latar belakang dan penggalian ide program yang sesuai dengan panduan PPK Ormawa. Data dari kuesioner akan dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat peningkatan pemahaman peserta sesudah pelatihan. Draft ide proposal yang dihasilkan oleh peserta juga akan dianalisis secara kualitatif untuk menilai kualitas penulisan latar belakang serta kesesuaian ide program dengan panduan PPK Ormawa. Hasil analisis ini akan digunakan sebagai dasar untuk memberikan umpan balik dan rekomendasi lebih lanjut kepada peserta terkait perbaikan proposal mereka. Pelatihan ini akan dilaksanakan dalam bentuk workshop yang dibagi menjadi dua Pada sesi pertama, pelatihan akan menghadirkan pembicara internasional yang memiliki pengalaman dalam penyusunan proposal program akademik dan riset. Fokus dari sesi pertama adalah membahas bagaimana menulis latar belakang yang kuat dalam proposal, dengan penekanan pada kesenjangan penelitian yang relevan. Pembicara akan menjelaskan bagaimana masyarakat yang dapat dijadikan dasar dalam merancang program pengabdian, serta bagaimana menyusun narasi latar belakang yang meyakinkan. Sesi kedua akan dipimpin oleh dosen Universitas Amikom Purwokerto yang berpengalaman dalam PPK Ormawa. Materi pada sesi ini akan difokuskan pada pengenalan PPK Ormawa, penyusunan proposal dan kriteria penilaian, serta teknik penggalian ide untuk merancang program yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan masyarakat berupa pelatihan penulisan proposal PPK Ormawa bagi anggota UKM Intermedia Universitas Amikom Purwokerto telah terlaksana sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan ini terdiri dari dua sesi pelatihan yang dihadiri oleh peserta dari UKM Intermedia, sesi pertama dihadiri oleh 58 peserta, sedangkan pada sesi kedua sebanyak 35 peserta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam menyusun proposal yang berkualitas, terutama dalam hal penulisan latar belakang yang menonjolkan gap penelitian dan penggalian Subjek dalam program pengabdian ini UKM Intermedia Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 ide inovatif untuk program pengabdian selama sesi ini, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terkait pentingnya mengidentifikasi gap penelitian dalam Sedangkan berdasarkan hasil kuisioner terkait pemahaman peserta terhadap materi webinar dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini. Pada sesi pertama, pembicara internasional memaparkan secara mendalam tentang teknik penulisan latar belakang proposal yang baik, dengan fokus pada pentingnya mengidentifikasi masalah atau kesenjangan . dalam masyarakat sebagai landasan dalam perancangan Pelaksanaan dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom, karena pembicara berasal dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka yaitu Assoc. Prof. Ts. Dr. Ahmad Naim Che Pee. Gambar 1 di bawah ini menunjukkan Gambaran pelaksanaan webinar secara daring dengan pembahasan identifikasi gap masalah. Gambar 2. Hasil Kuisioner Tentang Kepemahaman Peserta Terkait Gap Masalah Gambar 1. Webinar Sesi 1 Berdasarkan hasil dari salah satu pertanyaan kuesioner yang terkait dengan seberapa baik peserta memahami materi yang disampaikan selama pelatihan, dapat dilihat bahwa sebagian besar peserta menunjukkan pemahaman yang cukup baik. Dari 58 responden, sebanyak 30 orang . ,7%) memberikan skor 4, menunjukkan bahwa mereka merasa memahami materi dengan baik. Sementara itu, 15 orang . ,9%) memberikan skor tertinggi 5, menunjukkan pemahaman yang sangat baik terhadap materi yang disampaikan. Gambar 1 di atas memperlihatkan situasi selama sesi pertama berlangsung, di mana pembicara memaparkan materi mengenai cara menemukan gap penelitian dengan menggunakan kata kunci. Peserta dapat melihat langsung demonstrasi dari pembicara tentang bagaimana teknik ini diterapkan menggunakan berbagai alat dan sumber referensi ilmiah. Sesi pertama diikuti dengan antusias oleh para peserta yang aktif menyimak materi dan mengikuti instruksi pembicara. Dari gambar yang ditampilkan, terlihat beberapa peserta yang fokus memperhatikan penjelasan dan diskusi yang berlangsung, serta adanya interaksi dengan pembicara melalui platform webinar. Berdasarkan observasi Sebanyak . ,7%) memberikan skor 3, yang mengindikasikan pemahaman yang cukup, namun masih ada beberapa aspek yang mungkin belum dipahami dengan sempurna. Hanya 1 orang . ,7%) yang memberikan skor 2, dan tidak ada peserta yang memberikan skor 1, yang berarti tidak ada yang merasa kesulitan untuk memahami materi sepenuhnya. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa materi webinar dapat dipahami dengan baik, dengan sedikit ruang untuk peningkatan bagi beberapa peserta yang memberikan skor lebih rendah. Hasil ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam menyampaikan materi secara jelas dan mudah dipahami Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 oleh peserta. Selain mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan, kuesioner juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana motivasi peserta dalam berpartisipasi dalam penulisan proposal dan karya ilmiah setelah mengikuti pelatihan Pelaksanaan sesi kedua dilakukan secara luring di Universitas Amikom Purwokerto dengan pemateri dari dosen internal kampus yaitu Dr. Rujianto Eko Saputro. Kom. Pada sesi ini, fokus penggalian ide untuk penulisan proposal program PPK Ormawa. Dari Gambar 4 yang ditampilkan, terlihat bahwa peserta mengikuti sesi ini secara antusias dan penuh Pemateri memberikan penjelasan tentang cara mengidentifikasi masalah di masyarakat dan mengembangkan ide program yang relevan dan inovatif. Sesi ini memahami bagaimana merumuskan ide yang sesuai dengan panduan PPK Ormawa, yang kemudian dapat mereka tuangkan dalam bentuk proposal. Gambar 3. Hasil Kuisioner Peserta Tentang Minat untuk Menulis Proposal Berdasarkan grafik di atas, sebanyak 30 peserta . ,7%) menyatakan bahwa mereka berencana untuk berpartisipasi dalam penulisan proposal dan karya ilmiah dengan memberikan skor 4, yang menunjukkan minat tinggi. Sebanyak 17 peserta . ,3%) memberikan skor 5, yang berarti mereka sangat termotivasi untuk berpartisipasi setelah mengikuti pelatihan. Sebanyak 10 peserta . ,2%) memberikan skor 3, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki ketertarikan, namun mungkin masih memerlukan lebih banyak dorongan atau bimbingan. Hanya 1 peserta . ,7%) yang memberikan skor 2, yang mengindikasikan bahwa mereka belum sepenuhnya tertarik untuk berpartisipasi dalam penulisan proposal setelah pelatihan ini. Tidak ada peserta yang memberikan skor 1, yang menunjukkan bahwa secara umum, pelatihan ini berhasil membangkitkan minat dalam penulisan proposal dan karya ilmiah bagi sebagian besar peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan telah berhasil memotivasi lebih dari 80% peserta untuk terlibat dalam penulisan proposal dan karya ilmiah, yang merupakan salah satu tujuan utama dari program ini. Gambar 4. Pelaksanaan Seminar Penggalian Ide Proposal Diskusi yang interaktif antara pemateri dan peserta menciptakan adanya kolaborasi dan pertukaran ide yang bermanfaat bagi peserta dalam merumuskan program pengabdian yang kreatif. Peserta terlihat serius dalam menyimak dan menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik dan terlibat dalam sesi ini. Selain itu, suasana pelatihan yang kondusif dan dukungan dari pemateri memberikan dorongan kepada peserta untuk lebih Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 percaya diri dalam menyusun proposal yang Dengan adanya sesi luring ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk langsung berdiskusi dengan pemateri mengenai ide-ide mereka, sehingga diharapkan dapat menghasilkan proposal yang berkualitas dan sesuai dengan standar PPK Ormawa. limbah lidi untuk memproduksi produk Meskipun produksi sudah Dian mengidentifikasi bahwa kelompok ini masih menghadapi kesulitan di bidang pemasaran online. Oleh karena itu, ia berfokus pada pengembangan solusi pemasaran digital untuk meningkatkan jangkauan pasar kelompok ini. Dian berharap bahwa program ini tidak hanya dapat meningkatkan ekonomi lingkungan sekitar. Setelah pemaparan materi dan sesi diskusi selesai, para peserta pelatihan diminta untuk menuliskan ide kegiatan yang akan diajukan dalam proposal PPK Ormawa. Dari hasil analisa terhadap ide-ide yang disubmit, sebanyak 80% peserta telah mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh selama pelatihan dengan baik. Berikut merupakan dua ide terbaik yang terpilih berdasarkan kriteria inovasi, relevansi dengan kebutuhan masyarakat, dan potensi keberlanjutan program. Dua menunjukkan pemahaman yang baik tentang materi pelatihan, dengan penekanan keberlanjutan yang jelas. Peserta berhasil mengidentifikasi masalah yang spesifik dan menunjukkan kemampuan mereka dalam menyusun proposal yang sesuai dengan standar PPK Ormawa. Wisnu Mu'amar (Sistem Informas. Ide yang diusulkan oleh Wisnu berfokus pada pengembangan potensi anak-anak di desanya melalui program yang mirip dengan ajang pencarian bakat . ot talen. , namun dengan penekanan pada penggalian dan pembinaan potensi unik yang dimiliki oleh anak-anak di desanya. Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengenali potensi mereka sendiri dan mengembangkan bakat tersebut. Wisnu juga mengusulkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembagalembaga mengoptimalkan program ini. Selain menganalisis ide-ide yang diajukan oleh peserta, evaluasi terhadap materi yang disampaikan oleh pembicara juga dilakukan untuk menilai seberapa baik materi pelatihan diterima dan dipahami oleh Gambar 5 menunjukkan hasil kuisioner peserta tentang pemahaman materi ide proposal PPK Ormawa, akan tetapi dari 35 peserta yang hadir, hanya 28 peserta yang selesai mengisi kuisioner Dian Sri Lestari (Informatik. Dian mengajukan ide kewirausahaan berbasis kelompok yang terdiri dari para ibu dari keluarga penerima program PKH (Program Keluarga Harapa. Kelompok yang dinamai "Lidia Kreatif" ini memanfaatkan Gambar 5. Hasil Kuisioner Peserta Terkait Pemahaman Materi Ide Proposal Berdasarkan hasil kuesioner yang ditunjukkan pada Gambar 5 di atas, sebanyak 16 peserta . ,1%) memberikan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 nilai 4 untuk penilaian terhadap materi yang menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dengan penyampaian materi. Sebanyak 10 peserta . ,7%) bahkan memberikan nilai 5, yang berarti mereka merasa sangat puas dan mendapatkan banyak manfaat dari materi yang dibahas. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa seminar ini memberikan inspirasi dan motivasi untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat. Di sisi lain, sebanyak 28,6% peserta tidak tertarik untuk bergabung, yang mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti prioritas lain atau kurangnya minat pribadi. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa seminar telah berhasil menarik minat sebagian besar peserta untuk berkontribusi dalam program pengabdian dan kreativitas mahasiswa, yang merupakan salah satu tujuan utama dari pelatihan ini. Hanya 2 peserta . ,6%) yang memberikan nilai di bawah 4, yaitu nilai 2 dan 3, yang mengindikasikan bahwa mereka merasa ada beberapa aspek dari materi yang mungkin kurang sesuai dengan harapan atau belum sepenuhnya dipahami. Tidak ada peserta yang memberikan nilai 1, yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan, materi pelatihan dianggap cukup baik oleh para peserta. Hasil ini mencerminkan bahwa materi yang disampaikan oleh pembicara selama seminar tentang penggalian ide proposal PPK Ormawa diterima dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta. KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan penulisan proposal PPK Ormawa bagi anggota UKM Intermedia Universitas Amikom Purwokerto telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Melalui dua sesi pelatihan yang terdiri dari internasional dan dosen Universitas Amikom Purwokerto, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik menulis latar belakang proposal serta penggalian ide yang relevan untuk program PPK Ormawa. Dari hasil evaluasi, 80% peserta mampu mengimplementasikan materi yang disampaikan dengan baik, ditunjukkan melalui ide-ide proposal yang diusulkan, di mana dua ide terbaik dipilih karena inovasi dan relevansinya dengan permasalahan masyarakat. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan motivasi peserta, dengan 71,4% dari mereka tertarik untuk bergabung dengan Tim PPK Ormawa/PKM setelah mengikuti seminar. Selain itu, berdasarkan hasil kuesioner, mayoritas peserta menilai bahwa materi yang disampaikan oleh pembicara sangat bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam penyusunan proposal mereka. Hal ini Setelah melihat bagaimana peserta menilai materi yang disampaikan selama seminar, langkah berikutnya adalah mengevaluasi sejauh mana seminar ini memotivasi mereka untuk bergabung dengan tim PPK Ormawa atau PKM (Program Kreativitas Mahasisw. Gambar 6 di bawah ini menunjukkan jumlah ketertarikan peserta untuk gabung ke tim PPK Ormawa Intermedia. Gambar 6. Jumlah Peminat Gabung Tim PPK Ormawa Intermedia Berdasarkan sebanyak 71,4% peserta menyatakan tertarik untuk bergabung dengan Tim PPK Ormawa/PKM setelah mengikuti seminar. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih aktif berkontribusi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Secara keseluruhan, pelatihan ini telah berhasil meningkatkan kapasitas anggota UKM Intermedia dalam menyusun proposal yang kompetitif dan berpotensi besar untuk mendapatkan pendanaan dari program PPK Ormawa. Diharapkan hasil pelatihan ini dapat diimplementasikan oleh peserta dalam penyusunan proposal yang lebih berkualitas di masa mendatang, serta meningkatkan peran UKM Intermedia dalam berkontribusi bagi masyarakat melalui program-program https://doi. org/10. 58540/sambarapk Hasibuan. Siregar. Daud. , & Sari. Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Penulisan Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Politeknik Aceh. Jamali. Jamil. Refi. Wiriani. Aziz, . PENGABDIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN PROPOSAL KEGIATAN DAN KEUANGAN ORGANISASI PEMUDA DI ACEH TIMUR. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN), 1. , 23Ae33. https://doi. org/10. 35870/jpmn. Muna. EKSISTENSI PERAN MAHASISWA DALAM PENGABDIAN MASYARAKAT. Rangga Arifin. Nurasiah. Al-Amin, . Gestiana. Putri. Ayu Kartini. Wulansari Fauzia. Gunawan. Zaliyanti. Adisti, . Nur Fadilah. Madinatul. Anugrah. Sidiqamurulloh. , & Rahma Aaliya. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormaw. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5. , 435Ae https://doi. org/10. 55338/jpkmn. Setiawan. Serli. Maulida. Setyaningsih. Pramono. , & Riyanto. Sosialisasi Program Pembinaan Wirausaha Mahasiswa (P2MW) dan Pelatihan Pembuatan Propasal Mahasiswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 4. , 110Ae UCAPAN TERIMA KASIH Terima LPPM Universitas Amikom Purwokerto atas pembiayaan dan dukungannya sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi semua pihak. REFERENSI