Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2024, 89-91 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Bahan Organik Annisa Krisnur Haliza1,a,*. Latifa Dian Cahyani1,b. Khalda Qosamah1,c. Narto1,d Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Sleman. Email : aannisakrisnur31@gmail. com*, bkhalda. qo@gmail. latifadica@gmail. Abstrak Pengomposan ialah salah satu dari berbagai metode pengolahan sampah organik dimana bertujuan untuk mengurangi dan juga mengubah komposisi sampah menjadi produk yang Artikel ini berupaya memberikan gambaran dan penjelasan terkait program kerja pembuatan pupuk kompos, meliputi proses, tahapan hasil, dan manfaatnya. Proses pengomposan dilakukan secara alami yaitu mendaur ulang bahan organik, seperti daun dan sisa makanan, menjadi pupuk berharga yang dapat menyuburkan tanah dan tanaman. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan model deskriptif eksplanatif. Hasilnya, masyarakat menerima pemahaman dan wawasan baru dalam hal pemanfaatan limbah rumah tangga yang bisa dilakukan dengan sederhana dan terjangkau. Selain itu, masyarakat dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pupuk buatan pabrik yang umumnya sudah digunakan oleh masyarakat desa, sehingga dapat meminimalkan pengeluaran masyarakat petani desa dalam proses bercocok tanam. Artikel ini diperoleh pada saat pelaksanaan KKN Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Tahun 2024. Kata Kunci : Pengelolaan Sampah. Sampah Organik. Pupuk Kompos. Sampah Rumah Tangga Abstract Composting is one of various methods of processing organic waste which aims to reduce and also change the composition of waste into useful products. This article attempts provide an overview and explanation regarding the work program for making compost fertilizer, including the process, stages of results and benefits. The composting process is carried out naturally, namely recycling organic materials, such as leaves and food waste, into valuable fertilizer that can enrich the soil and plants. This article was written using a qualitative approach with an explanatory descriptive model. As a result, the community receives new understanding and insights regarding the use of household waste which can be done simply and affordably. Apart from that, the community can reduce the use of chemical fertilizers and factory-made fertilizers which are generally used by village communities, so as to minimize the expenses of village farming communities in the farming process. This article was obtained during the implementation of KKN Environmental Health Department. Health Polytechnic. Ministry of Health. Yogyakarta in 2024. Keywords: Waste Management. Organic trash. Compost. Household waste This is an open access article under the CCAeBY-SA license. https://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 PENDAHULUAN Pengolahan sampah organik yang dihasilkan dengan cara pengomposan sangat efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan (Utomo and Nurdiana, 2. Kompos adalah pupuk alami . yang dapat dibuat dari bahan-bahan hijau dan bahan organik lainnya yang ditambahkan dengan sengaja sehingga proses pembusukan akan lebih cepat Ramadhani, . Hasil dekomposisi atau fermentasi bahan-bahan organik seperti sisa hewan, tanaman, dan limbah organik lainnya dapat menghasilkan kompos yang dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur tanah, memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah, menambah daya ikat air terhadap tanah, dan memperbaiki sifat-sifat tanah lainnya. Pupuk kompos mengandung unsur-unsur hara mineral yang baik untuk tanaman serta meningkatkan bahan organik dalam tanah. Pembuatan pupuk ini pun dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang mudah didapatkan dengan harga pembuatan yang relatif murah. Pengenalan dan pelatihan pembuatan pupuk kompos ini dilakukan bersama dengan AuKelompok Wanita Tani MenurAy atau disebut dengan (KWT Menu. Dusun Clebung. Desa Soronalan. Kecamatan Sawangan. Magelang. Upaya dari kegiatan ini dapat menambah pengetahuan serta meningkatkan kesuburan pada tanah karena mengurangi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan ketahanan pada tanah karena tanah yang diperkaya dengan kompos cenderung lebih tahan terhadap penyakit dan hama. Ini mengurangi kebutuhan akan pestisida. Pemanfaatan limbah-limbah pertanian atau sampah organik untuk bahan baku pembuatan pupuk ini sangat menguntungkan dengan tidak adanya modal yang besar untuk pembuatannya. Pembuatan kompos akan sangat menguntungkan bagi masyarakat dikarenakan masyarakat di Dusun Clebung. Desa Soronalan. Kecamatan Sawangan. Magelang mayoritas bermata pencaharian METODE Pelaksanaan pembuatan pupuk kompos organik bersama KWT Menur menggunakan metode pengumpulan sampah organik, pemilahan sampah organik, dan pelatihan. Pembuatan pupuk kompos ini dilakukan ketika sampah Ae sampah organik atau rumah tangga yang sudah terkumpul setiap harinya segera atau mampu diolah dengan waktu kurang lebih satu bulan masa dekomposisi sampah tersebut. Masa pembuatan pupuk ini kurang lebih selama satu bulan dengan setiap minggunya dilakukan pemantauan atau pengecekkan. Pembuatan kompos ini menggunakan galon sekali pakai dan menggunakan bahan tambahan seperti EM4 untuk mempercepat pembuatan kompos. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Persiapan Mayoritas masyarakat di Dusun Clebung bekerja sebagai petani. Masyarakat biasanya menggunakan pupuk yang dibeli di toko pertanian yang harganya relative mahal. Sampah organik yang terdapat di Dusun Clebung biasanya dibuang ke sungai ataupun di bakar. Sedangkan sisa daun dari pemanenan biasa digubakan oleh masyarakat sebagai pakan ternak. Masyarakat di Dusun Clebung tidak membuat kompos organik dikarenakan kurang mengetahui cara pembuatan kompos dengan baik dan benar. Untuk membuat kompos Bersama ibu-ibu kelompok Wanita tani, alat dan bahan yang dibutuhkan dikumpulkan Bersama-sama. Pengumpulan sampah organic dan bahan yang dibutuhkan lainnya dikumpulkan selama 2 hari. Wadah yang digunakan untuk pengomposan juga dibuat Bersama ibu-ibu kelompok Wanita Selain menggunakna galon sekali pakai, tempat pembuatan kompos juga bisa menggunakan karung, biopori, ember, ataupun langsung membuat kubangan pada tanah. Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 2 Sosialisasi dan Pembuatan Pupuk Kompos Sosialisasi dan pembuatan kompos dilakukan Bersama ibu-ibu kelompok wanita tani. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas pertanian. Pembuatan kompos ini dilakukan dengan memisahkan sampah. Sampah organik yang dihasilkan kemudian di cacah menjadi bagian yang lebih kecil untuk mempercepat proses Selain sampah organik, pengomposan juga memerlukan kotoran hewan dan juga EM4. Sampah yang sudah di cacah kemudian dimasukan kedalam tempat pengomposan secara berlayer dengan kotoran hewan. Setiap layer di tambahkan sedikit cairan EM4. Setelah tempat pengomposan sudah penuh, simpan kompos di tempat yang aman dan tidak terkena hujan. Kompos organik tersebut ditunggu selama kurang lebih satu bulan untuk menjadi kompos yang siap pakai. Periksa dan aduk kompos organik secara berkala satu minggu sekali. Jika kompos organik kering dapat ditambahkan air dan jika terlalu lembab dapat menambahkan tanah. Gambar 1. Pembuatan Kompos Bersama KWT dan Dinas Pertanian SIMPULAN Dari kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos dari Bahan Organik Kepada Kelompok Wanita Tani di Dusun Clebung Desa Soronalan. Kecamatan Sawangan. Magelang dapat disimpulkan bahwa pembuatan kompos telah berjalan sesuai dengan rancangan awal. Respon Kelompok Wanita Tani Dusun Clebung sangat positif dan menyambut baik program ini karena selain dapat mengubah sampah organik menjadi pupuk, juga dapat menjaga lingkungan sekitar khususnya lingkungan Dusun Clebung. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami sampaikan kepada : . Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, . Kepala Dusun Clebung, . Kelompok Wanita Tani Dusun Clebung DAFTAR PUSTAKA