JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht PENGARUH RASIO PROFITABILITAS. LEVERAGE DAN LIKUIDITAS TERHADAP EARNING GROWTH PADA PERUSAHAAN KESEHATAN PERIODE Allan Harris Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Email: allanharris@alifa. Abstract: The company needs to analyze financial statements to obtain answers related to problems that may exist in the position of financial statements and results achieved in that period as well as for consideration in making future decisions at the company. Profit is one of the important things in showing the value of the company's performance. Earning growth itself has the understanding that a financial ratio shows the ability of a company to increase net income for the current year with the previous year. The purpose of this study is to determine the effect of financial ratios in which there are profitability ratios, leverage ratios and liquidity ratios to earnings growth in health companies who are members of the Sharia Securities List from 2020 to 2022. The sampling technique in this study used purposive sampling which obtained 45 total samples. This type of research uses quantitative methods using EVIEWS and Microsoft Office analysis tools. The results of this study show that the profitability ratio has no influence on earning growth, while the leverage ratio has a negative influence on earning growth and for the liquidity ratio also has no influence on earning growth. However, simultaneously profitability, leverage and liquidity ratios have a positive and significant influence on earnings growth. Keywords: Earning Growth. Profitability. Liquidity. Introduction Dunia sedang mengalami bentuk perekonomian yang baru yang sedikit demi sedikit mulai bangkit dari krisis pandemic covid-19 yang terjadi hampir diseluruh belahan dunia. Perusahaan dituntut untuk meningkatkan daya saing agar bisa bertahan bahkan lebih berkembang. Perusahaan-perusahaan tersebut dituntut untuk bisa menekan biaya operasional dengan seefektif dan seefisien mungkin agar menghasilkan laba yang maksimal. Hal tersebut tentunya mendorong bagi manajemen perusahaan agar bekerja lebih baik dengan seprofesional mungkin. Khususnya pada perusahaan kesehatan. Perusahaan kesehatan berperan penting dalam kasus pandemik covid-19 lalu, sehingga dibutuhkan manajemen yang tepat bagi perusahaan agar mampu bertransformasi dengan cepat dalam menanggulangi bencana tersebut. Beberapa perusahaan kesehatan akan terlihat unggul dan beberapa perusahaan justru juga mengalami penurunan laba. Pada tahun 2021 ada 2 perusahaan yang mengalami pertumbuhan laba yang sangat fantastis, yaitu PT. Kimia Farma. Tbk. Mengalami pertumbuhan laba sebesar 319% dan perusahaan PT. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. Juga mengalami pertumbuhan laba disisi lain ada beberapa perusahaan juga mengalami penurunan laba, misalnya adalah PT. Pharos Tbk. Mengalami penurunan laba -78% tahun 2021 dari tahun sebelumnya juga mengalami penurunan laba -53% tahun 2020. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Tabel. Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Kesehatan periode 2020-2022 Kode Saham Earning Growth 2020 2021 2022 BHMS DGNS HEAL KAEF KLBF MERK PEHA PRDA PRIM SAME SIDO SILO 119 460 2 SOHO SRAJ 214 1278 -127 TSPC Sumber : Web masing-masing perusahaan periode 2020-2022 Perusahaan memiliki tujuan utama yaitu memaksimalkan laba. laba sendiri memiliki pengertian kelebihan penghasilan atau pendapatan atas biaya atau beban selama satu tahun akuntansi (Harahap, 2. Panjaitan . menentukan earning growth atau pertumbuhan laba merupakan peningkatan dan penurunan laba yang diperoleh perusahaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ada beberapa faktor yang diduga mampu mempengaruhi earning growth. Faktor pertama adalah profitabilitas. Profitabilitas ini bisa diukur menggunakan beberapa rasio, salah satunya adalah Return On Assets (ROA). Prawoto . ROA merupakan rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memanfaatkan asetnya memperoleh laba. Ningsih dan Utariyati . menunjukan hasil penelitian bahwa ROA berpengaruh positif terhadap earning growth, didukung oleh penelitian Putri dan Sitohang . yang menyatakan bahwa profitabilitas yang dalam penelitiannya menggunakan Net Profit Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, namun berbeda beda dengan hasil penelitian oleh Oktaviani et al . yang menyatakan bahwa Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Faktor kedua yang diduga mampu mempengaruhi earning growth adalah Leverage. Dalam penelitian ini leverage yang digunakan adalah Debt to Equity Ratio (DER). Panjaitan . menyatakan bahwa DER merupakan salah satu rasio leverage yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan seluruh total utang nya, baik itu utang jangka panjang maupun utang jangka pendek. Semakin besar persentase DER maka semakin buruk kinerja perusahaan Panjaitan . yang menyatakan bahwa DER berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan laba, hal tersebut didukung oleh penelitian Ning dan hsih dan Utariyati . yang menyatakan Leverage yang dalam penelitiannya menggunakan DER berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, dan pada penelitian oleh Oktaviani et al . yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Faktor terakhir yang diduga mampu mempengaruhi earning growth adalah likuiditas. Dalam penelitian ini likuiditas yang digunakan adalah Current Ratio (CR). CR menurut Panjaitan . rasio likuiditas yang menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar utang jangka pendeknya menggunakan aset lancarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Estining Adhi . dan Oktaviani et al . yang menyatakan bahwa Current Ratio tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba, namun hasil tersebut bertentangan dengan penelitian oleh Alfalah . dan Panjaitan . menyatakan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Sitohang . serta Ningsih dan Utiyati . berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian yang masih belum konsisten tersebut menjadi daya tarik untuk peneliti untuk melakukan penelitian ulang sebagai uji materi dan pengembangan materi dengan kasus yang berbeda. Objek penelitian adalah perusahaan kesehatan yang tergabung dalam Daftar Efek Syariah. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti mengambil judul penelitian Pengaruh Rasio Profitabilitas. Leverage Dan Likuiditas Terhadap Earning Growth Pada Perusahaan Kesehatan Periode 2020-2022. Method Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sugiyono . , penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang didasarkan kepada dan berlandaskan atas filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Untuk teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangn Tabel 2. Kriteria Dalam Pengambilan Sampel Penelitian Menggunakan Purposive Sampling No Kriteria Sampel Perusahaan Kesehatan yang tergabung dalam DES periode 2022 Perusahaan Kesehatan yang tidak secara berturut-turut tergabung dalam DES selama periode 2020-2022 Perusahaan Kesehatan yang tidak secara berturut-turut mempublikasikan laporan tahunan selama periode 2021-2023 Perusahaan yang tidak melaporkan laporan keuangan dengan bahasa indonesia atau bahasa inggris Jumlah Sumber : w. Tahun 2020-2022(Data diola. Jumlah . (-) Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 15 sampel dikali dengan jumlah periode penelitian . tahun penelitia. , sehingga jumlah sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling adalah 45 sampel dari perusahaan kesehatan yang tergabung dalam Daftar Efek Syariah. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Kemudian, penelitian ini dianalisis menggunakan alat analisis yaitu EVIEWS dan Microsoft Office guna untuk mengetahui pengaruh rasio profitabilitas, leverage dan likuiditas terhadap earning Penelitian ini menggunakan regresi data panel. Regresi data panel menentukan model yang cocok untuk digunakan dalam penelitian dengan uji chow, uji hausman dan uji LM, kemudian dilanjutkan dengan uji T, uji R2 dan uji F. Menurut Setiadi . kerangka konseptual merupakan hubungan yang terjadi antara satu konsep dengan konsep yang lainnya yang timbul dari masalah yang akan diteliti. Kerangka konseptual dari penelitian ini didapatkan ilmu atau teori yang dipakai dalam landasan penelitian. Berikut adalah gambar kerangka konseptual dari penelitian ini. Profitabilitas Earning Growth Leverage Likuiditas Gambar 1. Kerangka Konseptual Discussion Uji Pemilihan Model Regresi Data Panel Model regresi data panel yaitu model yang menggabungkan antara cross section dengan time series (Vulandari, et al, 2. Cross section pada penelitian ini adalah sampel penelitian yang diambil menggunakan teknik purposive sampling diketahui dengan jumlah 15 perusahaan, sedangkan time series pada penelitian ini terjadi pada tahun 2020 sampai dengan 2022 diketahui dengan jumlah 3 . tahun penelitian. Kemudian. Metode yang digunakan untuk mengestimasi regresi data panel ada 3 . model yaitu :model gabungan . ommon effect mode. , model pengaruh tetap . ixed effect mode. dan model pengaruh acak . andom effect mode. Untuk mengetahui model mana yang paling cocok digunakan dalam penelitian ini, maka dilakukan uji sebagai berikut: Uji Chow Pengujian ini bertujuan untuk memilih antara Common Effect Model (CEM) atau Fixed Effect Model (FEM) yang cocok digunakan dalam penelitian. Berikut penghitungannya: Tabel 3. Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Statistic Prob. Cross-section F Cross-section Chi-square . Sumber: Hasil output EVIEWS Uji Chow JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Penialaian dalan pengambilan keputusan uji chow adalah: Jika nilai probability > 0,5 maka CEM diterima Jika nilai probability < 0,5 maka FEM diterima Dilihat dari tabel diatas, nilai probability > 0,5 maka CEM diterima. Artinya dalam uji chow ini model yang paling baik digunakan dalam Common Effect Models (CEM) Uji Hausman Uji Hausman adalah uji yang digunakan memilih antara Random Effect Model (REM) atau Fixed Effect Model (FEM) yang cocok digunakan dalam penelitian. Berikut penghitungannya: Tabel 4. Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob Sumber: Hasil output EVIEWS Uji Hausman Penialaian dalan pangembilan keputusan uji hausman adalah: Jika nilai probability > 0,5 maka REM diterima Jika nilai probability < 0,5 maka FEM diterima Dilihat dari tabel diatas, nilai probability 0. 1917 > 0,5 maka REM diterima. Artinya dalam uji hausman ini model yang paling baik digunakan adalah Random Effect Models (REM). Setelah dilakukan 2 uji diatas, namun belum ditemukan model yang cocok dalam penelitian ini, sehingga perlu dilakukan uji Lagrange Multiplier atau uji LM. Uji Lagrange Multiplier Pengujian ini bertujuan untuk memilih antara Common Effect Model (CEM) atau Random Effect Model (REM) yang cocok digunakan dalam penelitian. Berikut penghitungannya: Tabel 5. Uji Lagrange Multiplier Lagrange multiplier (LM) test for panel data Date: 03/26/24 Time: 01:03 Sample: 2020 2022 Total panel observations: 45 Probability in () Null . o random. Crosseffec. Period Alternative One-sided One-sided Breusch-Pagan . Honda . Both . JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht King-Wu GHM --- --- Sumber: Hasil output EVIEWS Uji LM Penialaian dalan pangembilan keputusan uji LM adalah: Jika nilai Cross-section Breusch-Pagan > 0,5 maka CEM diterima Jika nilai Cross-section Breusch-Pagan < 0,5 maka REM diterima Dilihat dari tabel diatas, nilai Cross-section Breusch-Pagan 0. 0019 < 0,5 maka REM diterima. Artinya dalam uji LM ini model yang paling baik digunakan adalah Random Effect Models (REM). Setelah dilakukan uji pemilihan model regresi data panel diatas, maka disimpulkan bahwa model yang paling cocok digunakan dalam penelitian ini adalah Random Effect Models (REM). Uji Hipotesis Uji hipotesis merupakan proses untuk melakukan pengujian atau analisis data baik dari observasi atau percobaan yang terkontrol dengan menggunakan metode statistik sehingga dapat ditarik kesimpulan pengujian tersebut dinyatakan signifikansi secara statistik (Sugiyono, 2. Pengambilan keputusan hipotesis dapat dengan perbandingan antara nilai probability dengan 0,05. Dalam penelitian ini menggunakan uji R2, uji T (Parsia. dan uji F (Simulta. Tabel 6. Hasil Uji Regresi Data Panel dengan Random Effect Models Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 03/26/24 Time: 01:06 Sample: 2020 2022 Periods included: 3 Cross-sections included: 15 Total panel . observations: 45 Swamy and Arora estimator of component variances Variable Coefficient Std. Error Effects Specification Cross-section random Idiosyncratic random t-Statistic Prob. Rho Weighted Statistics 266679 Mean dependent var 001613 S. dependent var 1409 Sum squared resid 976380 Durbin-Watson stat Unweighted Statistics R-squared 266679 Mean dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Sumber: Hasil output EVIEWS Uji Regresi Data Panel R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Dari tabel diatas, maka dapat ditarik persamaan regresi berganda yaitu: Y = 197 4. 10X1 (- 0. X2 (-0. Tabel 6 diatas menunjukan nilai Koefisien Determinasi R-Square, dengan nilai R-Square 266679 atau 26%, artinya Profitabilitas, leverage, dan likuiditas hanya mampu menggambarkan 26% dari earning growth. Tabel 6 di atas juga menunjukan uji T Parsial, dengan hasil sebagai berikut: Pada variabel ROA (X. menunjukan nilai Coefficient 4. 103503 dan nilai probabilitas t-Statistic 0,0480 < 0,05 artinya ROA (X. memiliki pengaruh positif terhadap earning growth (Y). Pada variabel DER (X. menunjukan nilai Coefficient -0. 020864 dan nilai probabilitas t-Statistic 0,0101 < 0,05 artinya DER (X. memiliki pengaruh negatif terhadap earning growth (Y). Pada variabel CR (X. menunjukan nilai Coefficient -0. 421457 dan nilai probabilitas t-Statistic 0,1237 > 0,05 artinya CR (X. tidak memiliki pengaruh terhadap earning growth (Y). Tabel 6 di atas juga menunjukan uji F Simultan, dengan hasil menunjukan nilai F-Statistic Probability adalah 0. 043202 < 0. 05, arti rasio profitabilitas, leverage dan likuiditas berpengaruh positif dan signifikan jika diujikan secara bersama-sama. Pengaruh Profitabilitas terhadap Earning Growth Pada variabel ROA (X. menunjukan nilai Coefficient 4. 103503 dan nilai probabilitas tStatistic 0,0480 < 0,05 artinya ROA (X. memiliki pengaruh positif terhadap earning growth (Y). Rasio profitabilitas yang dalam penelitian ini adalah ROA memberikan dampak positif terhadap earning growth. ROA yang semakin tinggi menunjukan tingkat efektifitas perusahaan juga semakin baik dalam mengelola operasionalnya sehingga mampu menghasilkan laba yang tinggi Suatu perusahaan yang memiliki ROA yang tinggi akan memberikan sinyal positif terhadap para investor atau stakeholder agar menanamkan modalnya ke perusahaan dengan harapan mendapatkan return saham yang tinggi pula. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ningsih dan Utariyati . , didukung oleh penelitian Putri dan Sitohang . yang menyatakan bahwa profitabilitas yang dalam penelitiannya menggunakan Net Profit Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, namun berbeda beda dengan hasil penelitian oleh Oktaviani et al . yang menyatakan bahwa Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Leverage terhadap Earning Growth Pada variabel DER (X. menunjukan nilai Coefficient -0. 020864 dan nilai probabilitas tStatistic 0,0101 < 0,05 artinya DER (X. memiliki pengaruh negatif terhadap earning growth (Y). Semakin tinggi nilai DER maka akan semakin rendah earning growth suatu perusahaan. Perusahaan yang tidak mampu mengelola tingkat DER nya, artinya perusahaan tersebut tidak mampu mengendalikan tingkat pengembalian hutang perusahaan sehingga akan menurunkan tingkat pertumbuhan laba atau earning growth. Begitu sebaliknya, perusahaan yang mampu menekan nilai DER, artinya perusahaan tersebut dapat melakukan manajemen dengan baik sehingga dapat melakukan pengembalian kewajibannya dan akan meningkatkan rasio pertumbuhan laba dengan baik pula. Hal tersebut akan memberikan sinyal kepada para investor dan stakeholder dalam JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht memberikan keputusan yang penting dalam perlakuan saham mereka diperusahaan tersebut, atau juga memberikan sinyal kepada para calon investor dalam mengambil keputusan juga. Namun hal tersebut berbeda dengan hasil penelitian oleh Panjaitan . yang menyatakan bahwa DER berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan laba, hal tersebut didukung oleh penelitian Ningdan hsih dan Utariyati . yang menyatakan Leverage yang dalam penelitiannya menggunakan DER berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, dan pada penelitian oleh Oktaviani et al . yang menyatakan bahwa DER tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Likuiditas terhadap Earning Growth Pada variabel CR (X. menunjukan nilai Coefficient -0. 421457 dan nilai probabilitas tStatistic 0,1237 > 0,05 artinya CR (X. tidak memiliki pengaruh terhadap earning growth (Y). Dalam hal ini Current Ratio tidak memiliki dampak apapun pada earning growth. Kemampuan perusahaan dalam membayarkan kewajiban jangka pendek dalam periode satu tahun tidak mampu memberikan dampak pengaruh baik positif maupun negatif pada earning growth. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Estining Adhi . dan Oktaviani et al . yang menyatakan bahwa Current Ratio tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba, namun hasil tersebut bertentangan dengan penelitian oleh Alfalah . dan Panjaitan . menyatakan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Sitohang . serta Ningsih dan Utiyati . berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba Conclusion Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: Pada variabel ROA (X. menunjukan nilai Coefficient 4. 103503 dan nilai probabilitas t-Statistic 0,0480 < 0,05 artinya ROA (X. memiliki pengaruh positif terhadap earning growth (Y). Pada variabel DER (X. menunjukan nilai Coefficient -0. 020864 dan nilai probabilitas t-Statistic 0,0101 < 0,05 artinya DER (X. memiliki pengaruh negatif terhadap earning growth (Y). Pada variabel CR (X. menunjukan nilai Coefficient -0. 421457 dan nilai probabilitas t-Statistic 0,1237 > 0,05 artinya CR (X. tidak memiliki pengaruh terhadap earning growth (Y). Uji F Simultan, dengan hasil menunjukan nilai F-Statistic Probability adalah 0. 043202 < 0. arti rasio profitabilitas, leverage dan likuiditas berpengaruh positif dan signifikan jika diujikan secara bersama-sama. Batasan penelitian ini adalah: Peneliti hanya berfokus kepada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi earning growth, yang dalam penelitian ini mengambil fokus kepada financial ratio . asio likuiditas, rasio leverage dan rasio profitabilita. Peneliti hanya berfokus kepada perusahaan kesehatan yang tergabung dalam Daftar Efek Syariah tahun 2022 dengan periode penelitian 2020-2022. Sedangkan untuk perusahaan yang tergabung dalam DES pada tahun 2022 ada 542 yang terdiri dari 533 perusahaan listing dan 9 perusahaan yang tidak listing. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Bibliography