Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Analisis Perbandingan Keputusan Seleksi Anggota PPK Pilkada Menggunakan Metode SAW dan WASPAS Comparative Analysis of Selection Decisions on PPK Election Members Using The SAW and WASPAS Methods Robi Yanto STMIK Bina Nusantara Jaya Lubu Linggau. Jl Yos Sudarso No 97 A Telp 0733-322307 Program Studi Sistem Informasi e-mail: wrtech30@gmail. Abstrak Komisi Pemilihan Umum merupakan lembaga independen yang menyelenggarakan kegiatan pemilihan umum kepala daerah secara langsung di Indonesia. Dalam proses pemilihan calon panitia pemilihan kecamatan diatur berdasarkan PKPU RI nomor 3 Tahun 2018. Proses pemilihan anggota panitia pemilihan kecamatan dilakukan berdasarkan proses seleksi administrasi, dan tes tertulis. Namun proses saat ini dilaksankan secara konvensional yaitu melalui verifikasi berkas administrasi dan menjawal soal seputar tentang pemilukada. Kemudian akan dilakukan penilaian dan pada hasil akhir ditetapkan nama calon anggota PPK. Untuk mendukung proses seleksi yang tepat dan akurat maka diperlukan analisa perbandingan menggunakan metode SAW dan WASPAS untuk seleksi anggota PPK. Tujuan dilakukan analisa perbandingan untuk mengetahui hasil seleksi yang tepat dan akurat agar dapat membantu level pengambil keputusan dalam menetapkan anggota panitia pemilihan kecamatan dan juga dapat membantu memberikan informasi hasil seleksi yang lebih objektif kepada calon PPK. Berdasarkan hasil analisa perbandingan menggunakan metode SAW dan WASPAS dihasilkan nilai alternatif tertinggi yaitu diperoleh dari metode SAW yaitu V1 =0,9255 dan diikut dengan 4 alternatif lainnya yaitu V8. V5. V3, dan V10 yang dipilih berdasarkan 5 alternatif terbaik sesuai dengan jumlah maksimal anggota PPK yang dibutuhkan di setiap kecamatan. Kata kunci : Pemilukada. PPK. SAW. WASPAS Abstract The General Election Commission is an independent institution that organizes direct elections for regional heads in Indonesia. In the process of selecting candidates for sub-district election committees, it is regulated based on PKPU RI number 3 of 2018. The process of selecting members of sub-district selection committees is based on an administrative selection process, and a written test. But the current process is carried out conventionally through verification of administrative files and guarding questions about the post-conflict local election. Then an assessment will be made and the final result will determine the name of the prospective PPK To support the appropriate and accurate selection process, a comparative analysis is needed using the SAW and WASPAS methods for the selection of PPK members. The purpose of a comparative analysis is to find out the results of an appropriate and accurate selection to help the level of decision-makers in determining the members of the sub-district selection committee and also can help provide more objective selection results to PPK candidates. Based on the results of the comparative analysis using the SAW and WASPAS methods, the highest alternative Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 value is obtained from the SAW method, namely. V1 = 0. 9255 and followed by 4 other alternatives namely V8. V5. V3, and V10 selected based on the 5 best alternatives according to the maximum number of members PPK needed in each district Keywords : Pemilukada. PPK. SAW. WASPAS PENDAHULUAN Pelaksanaan pemilu di Indonesia merupakan wujud demokrasi. Pemilu tidak pernah terlepas dari warga negara, karena merupakan hak bagi setiap warga negara untuk memilih maupun dipilih. Salah satu tugas utama KPU dalam pelaksanaan pemilu adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui sosialisasi. Berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah, komponen penting penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan adalah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). PPK memiliki bertanggung jawab di lapangan dalam penyelenggaraan pemilukada. Oleh karena itu. PPK merupakan salah satu komponen penting untuk terselenggaranya pelaksanaan Pemilukada. Untuk memperoleh anggota panitia pemilihan kecamatan yang berkualitas maka perlu dilakukan sistem seleksi yang tepat. Selama ini sistem seleksi dilakukan melalui 2 cara yaitu sistem seleksi administrasi dan sistem seleksi tertulis. Dalam penetapan anggota PPK. Proses seleksi dengan melakukan verifikasi berkas dan mengikuti tes tertulis seputar pengetahuan tentang PILKADA kemudian hasil akhir diumumkan melalui surat keputusan penetapan anggota PPK. Namun proses tersebut belum menerapkan metode dalam melakukan analisa penilaian dari setiap persyaratan yang ditetapkan. Sehingga calon anggota PPK tidak dapat mengetahui secara jelas hasil penilaian seleksi yang telah dilakukan. Tentunya hal tersebut memicu terjadinya perdebatan terutama bagi calon anggota PPK. Berdasarkan analisa dari penelitian terdahulu menurut Arie Yandi Saputra yaitu tentang penetapan nomor urut caleg menggunakan SAW dilakukan berdasarkan kriteria yaitu pendidikan, usia, pengabdian dan popularitas yang kemudian dilakukan proses perhitungan untuk mendapatkan hasil perankingan yang bertujuan untuk memperkecil konflik yang terjadi pada setiap caleg . Sedangkan berdasarkan penelitian Vera Dilla Amalia tentang analisa komparasi metode SAW. WP dan WASPAS dalam penentuan penerima beasiswa PMDK dengan beberapa kriteria yaitu pekerjaan orang tua, penghasilan, tanggungan, prestasi akademik, non akademik dan status tempat tinggal dimana penelitian ini bertujuan membantu dan mempermudah dalam pengambilan keputusan yang tepat penentuan penerima beasiswa PMDK . Dari permasalahan tersebut maka diperlukan mekanisme atau solusi yang tepat yaitu dengan melakukan analisa perbandingan perhitungan untuk membantu dalam pengambilan keputusan penetapan anggota panitia pemilihan kecamatan menggunakan beberapa metode yaitu SAW dan WASPAS. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sebuah model dengan sekumpulan algoritma untuk memproses data dan melakukan penilaian untuk mendukung proses pengambilan keputusan . Selain sebagai alat bantu pengambilan keputusan. SPK juga dapat mempercepat penggabungan proses pengambilan keputusan dari beberapa ahli. Metode SAW merupakan penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja setiap alternatif di semua kriteria . Metode SAW ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan pada suatu skala yang dapat di bandingkan pada semua rating alternatif yang ada . Metode WASPAS adalah kombinasi unik WSM dan metode WPM. Metode WASPAS digunakan untuk solusi berbagai masalah pada pembuatan keputusan dan evaluasi alternatif . Dari dua metode tersebut digunakan sebagai analisa perbandingan untuk mengetahui hasil perankingan yang lebih tepat dalam proses seleksi anggota panitia pemilihan kecamatan pada Pemilukada yang bertujuan untuk memperoleh sumber daya yang berkualitas dan hasil penilaian yang tepat dengan menerapkan sistem pendukung keputusan. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah teknik atau prosedur untuk menganalisa data yang ada . Dalam melakukan penelitian agar hasilnya bisa maksimal, tentunya harus mengikuti kaidah yang Metode penelitian yang akan diterapkan adalah metode penelitian ilmiah yang dilakukan secara sistematis dan logis. Penyelesaian pada masalah penelitian ini melalui pendekatan secara deskriptif yaitu melakukan pengumpulan data mengenai kriteria yang di gunakan dari sumber yang relevan nantinya akan digunakan sebagai bahan proses seleksi anggota panitia pemilihan Data tersebut kemudian dianalisa untuk menemukan kriteria-kriteria yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Tahapan penelitian yang dilakukan dalam penyelesaian permasalahan tentang seleksi anggota panitia pemilihan kecamatan pemilukada yaitu sebagai berikut : Analisa Permasalahan Pengumpulan Data Analisa Data Proses perhitungan metode SAW Memodelkan Sistem Keputusan (SAW) Menentukan kriteria yang digunakan Menentukan bobot dari setiap kriteria Melakukan proses normalisasi Proses perhitungan metode WASPAS Membuat Matriks Keputusan Melakukan normalisasi terhadap matrik Menghitung nilai Qi Hasil Analisa Perbandingan Kesimpulan Gambar 1. Tahapan Penelitian Adapun tahapan penelitian seleksi anggota PPK pemilukada yang dilakukan adalah sebagai Analisa permasalahan Pada tahapan ini peneliti melakukan analisa permasalahan system seleksi yang dilakukan pada seleksi anggota panitia pemilihan kecamatan Pemilukada di Kabupaten Musi Rawas yang tertuang pada latar belakang. Tujuan dari tahapan analisa permasalahan adalah untuk menentukan solusi yang dituangkan pada rumusan masalah serta menetapkan tujuan dan manfaat dari penelitian yang dilakukan. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Pengumpulan data Pada tahapan pengumpulan data peneliti melakukan pengumpulan data dengan beberapa metode yaitu metode observasi, metode wawancara terstruktur dan studi literature dari sumber buku, jurnal dan sumber ilmiah lainnya yang relevan untuk membantu proses penelitian yang dilakukan. Analisa Data Pada tahap analisa data peneliti melakukan analisa terhadap kriteria yang digunakan dan analisa data terhadap alternative . alon anggota PPK) yang dibutuhkan dalam proses sistem pendukung keputusan seleksi anggota PPK Pemilukada di Kabupaten Musi Rawas. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk menentukan alternative adalah non probabilitas yaitu teknik sampling quota. Dimana jumlah data alternative telah ditetapkan berdasarkan kebutuhan penelitian. Proses Perhitungan dengan metode SAW dan metode WASPAS Pada tahapan ini dilakukan proses perhitungan sesuai dengan tahapan pada kedua metode tersebut untuk menghasilkan hasil perangkingan yang akan digunakan sebagai pendukung keputusan dalam penetapan anggota panitia pemilihan kecamatan Pemilukada Kabupaten Musi Rawas. Hasil Analisis Perbandingan Pada tahapan ini merupakan proses perbandingan hasil yang diperoleh dari proses perangkingan menggunakan metode SAW dan WASPAS. Kemudian dilakukan analisa hasil yang lebih tepat dari kedua metode tersebut dan akan dipilih dan digunakan untuk membantuk dalam pengambilan keputusan. Kesimpulan Tahapan kesimpulan merupakan tahapan penetapan hasil perangkingan yang terbaik berdasarkan hasil analisa hasil perbandingan yang telah dilakukan. Langkah-langkah pemodelan dalam sistem pendukung keputusan . Gambar 2. Tahapan Pemodelan Sistem Pendukung Keputusan Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 SAW Merupakan metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua kriteria . Metode SAW ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan ke suatu skala dengan membandingkan semua rating alternatif yang ada . Jenis kriteria yang ada pada metode SAW adalah keuntungan . dan biaya . Adapun persamaan yang digunakan untuk memproses 2 kriteria tersebut adalah . Untuk Benefit ycU!" ycI!" = . ycAycaycu ycU!" Untuk Cost ycI!" = ycAycnycuycU!" ycU!" . Keterangan : Rij : Nilai ternormalisasi Maxij : Nilai maksimal dari setiap baris dan kolom Minij : Nilai minimal dari setiap baris dan kolom ycyeOyeU : Baris dan kolom dari matrik Metode WASPAS adalah metode penilaian jumlah berbobot kombinasi WSM dan WPM. Metode ini digunakan sebagai solusi pembuatan keputusan dan evaluasi alternatif. Tahapan penyelesaian menggunakan metode WASPAS. Menentukan matriks keputusan ycU## ycu = 1 ycU$# ycU%# ycU#$ ycU#& ycU## ycU$& 2 . ycU%# ycU%& Melakukan proses normalisasi terhadap matrik x Kriteria keuntungan ycU!" ycU!" = . ycAycaycu! ycU!" Kriteria biaya ycoycnycu! ycu!" ycu!" = . ycU!" Menentukan nilai Qi Qi 0,5 9 "'# ycu!" yc 0,5 < "'# =ycu!" > yc" . Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Dimana : Qi : Nilai dari Q ke i Xijw : Perkalian nilai Xij dengan bobot . 0,5 : Ketetapan Alternatif yang terbaik yang memiliki nilai Qi tertinggi HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahapan hasil yang pertama dilakukan adalah penerapan metode simple addative weigthing (SAW) kemudian yang kedua penerapan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) sebagai solusi untuk mencari hasil perangkingan terbaik dari calon anggota panitia pemilihan kecamatan yang layak untuk diterima. Adapun tahapan penyelesaian sebagai berikut : 1 Pengelompokan Kriteria Untuk dapat melakukan proses analisa penyelesaian permasalahan pertama yang dilakukan adalah mementukan kriteria yang akan digunakan untuk proses perangkingan. Adapun kriteria dan bobot kriteria yang telah ditetapkan oleh pengambil keputusan seperti pada tabel 3. 1 sebagai berikut : Tabel 1 Kriteria Kriteria Bobot Pendidikan Kesehatan Identitas Diri Usia Bukan Sebagai Anggota Partai Bukan sebagai tim kampanye Periode jabatan Test tertulis Ket Jenis Benefit Benefit Benefit Cost Benefit Benefit Cost Benefit 1 Kriteria Pendidikan Kriteria pendidikan merupakan kriteria yang sangat penting karna seorang anggota PPK harus memiliki tingkat pendidikan yang telah ditetapkan berdasarkan undang-undang KPU. Adapun kriteria pendidikan terdiri dari SMA/SMK/Mi Sederajat. D-i. S-1. S-2. S-3. Dari kelima kategori pendidikan memiliki bobot seperti pada tabel 2 sebagai berikut Tabel 2 Pendidikan Sub kriteria SMA D-i S-1 S-2 S-3 Bobot 2 Kriteria Kesehatan Kriteria kesehatan merupakan yang mempengaruhi kualitas kerja anggota PPK dalam melakukan sosialisasi kegiatan pemilukada. Adapun kategori kesehatan memiliki bobot seperti pada tabel 3 sebagai berikut : Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Tabel 3 Kriteria Kesehatan Sub kriteria Tidak memiliki riwayat penyakit Memiliki riwayat penyakit ringan Memiliki riwayat penyakit berat Bobot 3 Kriteria Identitas Diri Kriteria identitas diri hal penting untuk mengetahui domisili calon anggota PPK yang akan ditempatkan pada kecamatan sesuai dengan domisili. Adapun kategori identitas diri adalah seperti pada tabel 4 sebagai berikut : Tabel 4 Identitas Diri Sub kriteria Kartu Tanda Penduduk Surat Keterangan Tidak ada kartu idenditas Bobot 4 Kriteria Usia Kriteria usia merupakan hal penting untuk melihat tingkat kematangan calon anggota ppk dalam melakukan dan menganalisa kegiatan dan menyelesaikan permasalahan. Adapun kategori kriteria usia berdasarkan tingkatan seperti pada tabel 5 sebagai berikut : Tabel 5 Kriteria Usia Sub kriteria 17-25 Tahun 26-35 Tahun 36-45 Tahun 46-55 Tahun Bobot 5 Kriteria Bukan Sebagai Anggota Partai Kriteria bukan sebagai anggota partai merupakan bagian cukup penting untuk mengetahui netralitas anggota PPK dalam menjalankan tugas sebagai panitia pemilihan kecamatan. Adapun subkriteria seperti pada tabel 6 sebagai berikut : Tabel 6 Kriteria Bukan sebagai anggota partai Sub kriteria Bobot Adanya surat penyataan Adanya surat keterangan non aktif dari 0. 6 kriteria bukan sebagai tim kampanye. Kriteria bukan sebagai tim kampanye merupakan bagian cukup penting dan sama halnya dengan kriteria bukan sebagai anggota partai. Adapun subkriteria seperti pada tabel 7 sebagai berikut : Tabel 7 Kriteria bukan sebagai tim kampanye Sub kriteria Bobot Adanya surat penyataan Adanya surat keterangan non aktif dari 0. Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 7 Kriteria priode jabatan Pada kriteria periode jabatan bagian cukup penting untuk mengetahui calon anggota ppk yang pernah menjabat sebagai anggota PPK pada periode sebelumnya. Adapun subkriteria seperti pada tabel 8 sebagai berikut : Tabel 8 kriteria periode jabatan Sub kriteria 0 Periode 1 Periode 2 Periode Bobot >3 Periode 8 Kriteria hasil Test Tertulis Pada kriteria hasil tes tertulis merupakan kriteria sangat penting untuk mengetahui potensi ilmu pengetahuan tentang pemilukada yang dimiliki oleh calon anggota PPK. Adapun subkriteria seperti pada tabel 9 sebagai berikut : Tabel 9 Hasil Tes Tertulis Sub kriteria Sangat Baik Baik Cukup Bobot Kurang 2 Analisa Perhitungan metode Simple Addative Weighting Adapun analisa perhitungan terhadap proses seleksi anggota PPK dengan metode SAW dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut : 1 Menentukan nilai rating kecocokan Dari data yang telah dipilih dengan menggunakan teknik pengambilan data yaitu non probablilitas teknik sampling quota yaitu hanya pada kecamatan muara beliti. adapun total pendaftar calon anggota PPK yang mendaftar berjumlah 326 dari 14 Kecamatan yang ada di kabupaten musi Data calon anggota PPK . dihimpun kedalam tabel yang berkaitan antara kriteria dan alternatif yang ada. Adapun data calon anggota PPK sebagai alternatif yang akan diproses dengan menggunakan metode SAW seperti pada tabel 10 sebagai berikut : Alternatif Tabel 10 Rating Kecocokan Kriteria . C4 C5 Eko Irwanzah S-1 Defriansyah D-i Dedi Suryadi S-1 Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Tidak Memiliki Riwayat Penyakit KTP Surat Pernyataan Surat Pernyataan Priode Suket Surat Pernyataan Surat Pernyataan Priode Baik Suket Surat Pernyataan Surat Pernyataan Priode Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Indra Jaya S-1 Alnizar S-2 Romadon Sukarado SMA Krisuspon Rama S-1 Sunardi S-1 Nelly S-1 Rama Zainudin S-1 Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Memilik Riwayat Penyakit Ringan Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Tidak Memiliki Riwayat Penyakit Tidak Memiliki Riwayat Penyakit KTP Surat Keterangan Partai Surat Pernyataan Priode Cukup KTP Surat dari partai Surat Pernyataan Periode Suket Surat dari partai Surat Pernyataan Priode Kurang Suket Surat Pernyataan Surat Pernyataan Priode Kurang KTP Surat dari partai Surat Pernyataan Priode KTP Surat dari partai Surat dari partai Priode Kurang KTP Surat Pernyataan Surat dari partai Priode Baik Dari tabel 10 diatas , selanjutnya dilakukan perubahan berdasarkan nilai bobot sesuai dengan nilai dari masing masing kriteria seperti pada tabel 11 sebagai berikut : Tabel 11. Nilai Setiap Alternatif berdasarkan Bobot Kriteria Kriteria . Alternatif Eko Irwanzah Defriansyah Dedi Suryadi Indra Jaya Alnizar Romadon Sukarado Kris Suspon Rama Sunardi Nelly 10 Rama Zainudin Dari hasil perubahan nilai bobot dari masing masing alternatif pada setiap kriteria selanjutnya akan dilakukan proses perhitungan matriks normalisasi yang dibutuhkan dalam proses perangkingan dari setiap alternative yang ada. Untuk proses pembuatan matriks keputusan digunakan persamaan 1 dan 2. Adapun hasil proses perhitungan matriks keputusan seperti pada tabel 12 sebagai berikut : Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Tabel 12 Matriks Keputusan Alternatif Eko Irwanzah Defriansyah Dedi Suryadi Indra Jaya Alnizar Romadon Sukarado Krisuspon Rama Sunardi Nelly Rama Zainudin Kriteria . 0,67 0,33 0,67 0,67 1,00 0,13 0,67 0,67 0,67 0,67 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,75 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 0,75 0,75 0,75 0,75 1,00 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 1,00 0,75 1,00 0,50 1,00 0,25 0,25 1,00 0,25 0,75 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 0,50 1,00 0,50 0,50 1,00 Kemudian tahap selanjutnya adalah menghitung skor atau nilai setiap alternatif untuk mencari alternatif terbaik dari daftar calon anggota PPK kecamatan Muara Beliti kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan persamaan 3. ycI= 0,67 a 0,33 a 0,67 a a 0,67 a 1,00 a 0,13 a 0,67 a 0,67 a 0,67 a 0,67 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,75 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 0,50 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 ycO= . ,15 0,15 0,10 0,05 0,05 0,05 0,10 0,. 0,75 0,75 0,75 0,75 1,00 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 1,00 0,75 a 1,00 au au 0,50 au 1,00 au 0,25 au 0,25 au 1,00 au 0,25 au 0,75 a V1= . = 0,9255 V2 = . = 0,7370 V3 = . = 0,8755 V4 Dsb. V10 Maka diperoleh hasil perangkingan dengan menggunakan metode simple addative weighting seperti pada tabel 13 sebagai berikut. Tabel 13 hasil Perangkingan Menggunakan Metode SAW Alternatif Hasil Perangkingan 0,9255 0,7370 0,8755 0,7255 0,9000 0,5070 Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 0,6005 0,9005 0,6130 0,8130 V10 Analisa Perhitungan Metode WASPAS Pada tahap analisa perhitungan metode WASPAS dilakukan dengan beberapa langkah-langkah untuk mengetahui hasil perankingan terbaik yaitu. 1 Menentukan Matriks Keputusan Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui nilai matriks keputusan berdasarkan dengan menggunakan persamaan 3. 0,50 a0,25 a0,50 a a0,50 a0,75 a0,10 a0,50 a0,50 a0,50 a0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 1,00 0,75 0,75 0,75 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 0,50 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 0,75 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,75a 1,00au au 0,50au 1,00au 0,25au 0,25au 1,00au 0,25au 0,75a 2 Normalisasi Matriks Tahapan ini merupakan proses normalisasi terhadap matrik x dengan menggunakan persamaan 4 0,67 a 0,33 a 0,67 a a 0,67 a 1,00 a 0,13 a 0,67 a 0,67 a 0,67 a 0,67 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,75 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 0,50 1,00 0,50 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50 0,50 0,75 0,75 0,75 0,75 1,00 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 1,00 0,75 a 1,00 au au 0,50 au 1,00 au 0,25 au 0,25 au 1,00 au 0,25 au 0,75 a 3 Menghitung nilai Qi Q1= . Oc. ,67 O 0,. ,00 O 0,. ,00 O 0. ,00 O 0,. ,00 O 0,. ,00 O 0,. ,75 O 0,. ,00 O 0,. = . Oc. ,1. = 0,5 * 0,9255 = 0,46275 = . Oa. #* O . (,#* O . (,#( O . (,(* O . (,(* O . (,(* O (,#( O . (,* = 0,5 Oa. ,9417*1*1*1*1*0,9716*. = 0,5 * 0,9150 = 0,4575 Q1 = 0,46275 0,45750 = 0,92025 Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Q2 = . Oc. ,33 O 0,. ,00 O 0,. ,50 O 0. ,00 O 0,. ,00 O 0,. ,00 O 0,. ,75 O 0,. ,75 O 0,. = . Oc. ,0. ,2. = 0,5 * 0,7370 = 0,3560 = . Oa. #* O . (,#* O . (,#( O . (,(* O . (,(* O . (,(* O (,#( O . (,* = 0,5 Oa( 0,8468 O 1 O 0,9330 O 1 O 1 O 1 O 0,9716 O 0,9. = 0,5 * 0,6941 = 0,3471 Q2 = 0,3560 0,3471 = 0,7031 Q3 = . Oc. ,67 O 0,. ,00 O 0,. ,50 O 0. ,00 O 0,. ,00 O 0,. ,00 O 0,. ,75 O 0,. ,00 O 0,. = . Oc. ,1. = 0,5 * 0,8755= 0,43775 = . Oa. #* O . (,#* O . (,#( O . (,(* O . (,(* O . (,(* O (,#( O . (,* = 0,5 Oa( 0,9417 O 1 O 0,9330 O 1 O 1 O 1 O 0,9716 O . = 0,5 * 0,8537 = 0,42686 Q3 = 0,43775 0,4269 = 0,8646 Q4 Dst . Q10 Maka hasil perangkingan dengan menggunkan metode WASPAS adalaha seperti pada tabel 14 sebagai berikut : Tabel 14 Hasil Perangkingan Menggunakan Metode WASPAS Alternatif Hasil Perangkingan Q10 0,9202 0,7156 0,8646 0,7095 0,8853 0,4520 0,5593 0,8922 0,5693 0,8061 4 Hasil Analisa Perbandingan Metode SAW dan WASPAS Dari hasil analisa perbanding melalui metode SAW dan WASPAS maka dihasilkan alternatif terbaik berdasarkan hasil perangkingan seperti pada tabel 15 sebagai berikut : Tabel 15 Analisa Perbandingan Metode SAW dan WASPAS Alternatif Calon Anggota PPK Hasil Analisa Hasil Analisa Metode SAW Metode WASPAS 0,9255 0,9202 Eko Irwanzah 0,9005 0,8922 Sunardi 0,9000 0,8853 Alnizar 0,8755 0,8646 Dedi Suryadi V10 0,8130 0,8061 Rama Zainudin 0,7370 0,7156 Defriansyah 0,7255 0,7095 Indra Jaya 0,6130 0,5693 Nelly Fakultas Ilmu Komputer | Universitas Klabat | CORIS | ISSN: 2541-2221 | E-ISSN: 2477-8079 Cogito Smart Journal | VOL. 6 - NO. JUNE 2020 Kris Suspon Rama Romadon Sukarado 0,6005 0,5070 0,5593 0,4520 KESIMPULAN Dari hasi analisa perbandingan dapat disimpulkan bahwah diperoleh hasil perangkingan terbaik menggunakan metode SAW adalah alternatif terbaik yaitu pada V1 dengan nilai prefensi tertinggi yaitu 0,9255 sedangkan pada metode WASPAS nilai total kepentingan alternatif tertinggi pada Q1 yaitu 0,9202. Hasil perangkingan dengan menggunakan metode SAW dan WASPAS merekomendasikan 5 anggota panitia pemilihan kecamatan dengan nilai tertinggi berdasarkan 10 alternatif yaitu alternatif 1,8,5,3 dan 10. SARAN Saran untuk hasil penelitian ini agar dapat dikembangkan menjadi lebih baik maka perlu dibangun sebuah sistem pendukung keputusan yang mampu mengelolah sistem seleksi data calon anggota PPK dari semua kecamatan yang ada di Kabupaten Musi Rawas sehingga dapat membantu pengambil keputusan khususnya KPU kabupaten Musi Rawas dalam melakukan seleksi anggota panilia pemilihan kecamatan yang efektif dan efisien. Selain itu perlu ditambahkan kriteria wawancara sebagai komponen penilaian dalam proses seleksi agar dapat menghasilkan perangkingan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan pihak pengambil UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak KPU Daerah kabupaten Musi Rawas yang telah memberi informasi data tentang mekanisme seleksi dan data calon anggota PPK. DAFTAR PUSTAKA