Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK MASA PANDEMI COVID-19 DI MTs ALWASHLIYAH PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Muhammad Riduan Harahap1. Dirja Hasibuan2. Mutia Husna3 Universitas Al Washliyah Medan1,2,3 Email, wanhargaroga@gmail. com1, dirjahsb20@gmail. mutiahusna0@gmail. Abstrak Perkembangan teknologi membawa paradigma baru dalam dunia pendidikan ditengah mewabahnya virus Coronavirus Disease . SEHINGGA berbagai problematika yang terjadi dikalangan stakeholders Rendahnya kualitas guru, kurang meratanya fasilitas internet, keadaan sosial ekonomi menjadi bumbu-bumbu rendahnya pendidikan. Adapun jenis penelitiannya yaitu Filed Research dengan menggunakan pendekatan studi kasus . ase stud. Sumber data penelitian ini diperoleh dari kepala madrasah, warga kurikulum, guru, dan siswa. Sedangkan metode penelitian meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Problematika pembelajaran aqidah akhlak pada pandemi covid 19 di MTs Alwashliyah pantai Cermin yaitu : . alokasi waktu pembelajaran yang terbatas. faktor peserta didik. fasilitas pembelajaran yang tidak memadai. kurangngya perhatian orangtua. Solusi yang dilakukan : . memberikan tugas tambahan kepada siswa dan memberikan kebebasan waktu bertanya melalui WhatsApp group agar siswa memahami materi dengan baik. guru membangun motivasi belajar dengan memberikan stimulasi yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola . dalam upaya mengatasi kekurangan sumber dan media pembelajaran guru menyusun modul. Kata Kunci : Problematika. Pembelajaran. Akidah Akhlak. Pandemi Covid-19 . PENDAHULUAN Era globalisasi digital 4. 0 menuntut siswa memiliki pengetahuan dan kompetensi di bidang teknologi, media dan informasi, keterampilan belajar dan inovasi. Kementerian Pendidikan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Kebudayaan telah mengembangkan paradigma pembelajaran abad 21 yang menekankan pada kemampuan siswa untuk menemukan, bertanya, berpikir analitis, dan berkolaborasi serta secara kolaboratif memecahkan masalah dari berbagai sumber. (Etistika Yuni Wijaya. Dwi Agus Sudjimat, and Amat Nyoto 2016, . Peningkatan mutu dan mutu pendidikan bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan proses yang panjang yang membutuhkan kerjasama dan pelibatan pemangku kepentingan pendidikan, terutama dalam kasus Covid19, dimana seluruh kegiatan pembelajaran dipindah ke rumah. Kualitas pembelajaran bersifat kompleks dan dinamis, dan dapat dilihat dari berbagai persepsi dan sudut pandang lintas waktu. Pada tataran mikro, merupakan tanggung jawab profesional guru untuk mencapai kualitas pembelajaran. Seperti menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa dan fasilitas yang diperoleh siswa untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Secara makro, melalui sistem pembelajaran yang berkualitas, lembaga pendidikan bertanggung jawab atas pembentukan guru yang berkualitas. Kegiatan pembelajaran e-learning merupakan salah satu cara pemerintah menjaga kegiatan pengajaran agar tetap dapat berfungsi secara normal walaupun interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik tidak Kegiatan pembelajaran e-learning dapat memperlancar kegiatan belajar di masa pandemi COVID-19 walaupun tidak secara tatap muka sehingga pembelajaran tidak berhenti. Saat melaksanakan pembelajaran online, guru sebagai pendidik dituntut untuk selalu berkualitas setiap kali melaksanakan, dan harus fleksibel sesuai dengan perkembangan pendidikan dan kondisi yang ada. Gur diminta untuk merubah sistem yang sebelumnya face to face menjaddi durng atau online mellaui pemanfaatkan berbagai aplikasi tegnologi pedukung untuk memudahkan berlangusng pembelajaran jarak jauh. Dalam implementasi proses pembelajaran akidah akhlak terdapat beberapa problematika, misalnya dari sisi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang monoton dan tidak adanya variasi, sistem pendidikan yang menekankan pada hafalan dan teori, kemudian dari sisi siswa menganggap bahwa pembelajaran akidah akhlak merupakan mata pelajaran yang membosankan yang memuat tentang nilai aqidah, etika, moral dan akhlak dalam keseharian. Terlebih masa pandemi covid-19 ruang guru dalam menyampaikan materi pelajaran menjadi terbatas, faktor penyebabnya tidak meratanya kepemilikan Handphone mapun laptop pada siswa, keterbatasan kuota internet, padahal fasilitas smarphone dan kuota internet merupakan kebutuhan pokok dalam pembelajaran online. Ditambah lagi orang tua tidak melek terhadap perkembangan teknologi. Probelamatika pembelajran online dari sisi orangtua yakni kesulitan dalam mengoperasikan fitur-fitru yang ada pada smartphone ketika saat mendampingi anak belajar. Kualitas pembelajaran bersifat kompleks dan dinamis, dan dapat dilihat dari berbagai persepsi dan sudut pandang lintas waktu. Masalah belajar Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. adalah segala macam masalah yang mengganggu, merintangi, memperumit, atau bahkan menyebabkan kegagalan pencapaian tujuan pembelajaran eksternal dan internal, termasuk guru, materi, cara interaksi, media dan teknologi, situasi dan metode pembelajaran. Untuk itu peneliti mengangkat subjek yang dimaksud dalam penelitian ini untuk mengkaji permasalahan pada mata pelajaran Aqidah Akhlaq khususnya pada masa pandemi COVID19. Madrasah Tsanawiyah Alwashliyah Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai, merupakan sebuah lembaga pendidikan dibawah naungan organisasi Al-JamAoiyatul washliyah yang memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara online. Namun fakta observasi awal dilapangan peneliti temukan beberapa problematika dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq selama pandemic covid-19, yaitu ruang Gerak Guru dalam menjelaskan materi yang diajarkan terbatas, tidak meratanya kepemilikan Handphone. Metode yang digunakan sangat monoton yakni metode Ceramah dan tanya jawab, guru belum tanggap dalam melaksanakan inovasi Pembelajaran pada masa pandemi covid seperti program zoom meeting, dan program membuat video pembelajaran, penugasan yang diberikan kurang optimal, kemudian kondisi dimana guru yang memiliki keterbatasan waktu dalam memantau kompetensi spiritual dan sosial pada siswa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dgunakan yaitu kualitatif, yang bermaksud untuk memahami penomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian meliput perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan sebagainya. dideskripsikan dengan kata-kata (J 2009, . Ay Penelitian kualitatif dimulai dari menentukan atau memilih suatu proyek peneliti, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan peneliti yang berhubungan dengan masalah peneliti, seterusnya peneliti mengumpulkan data dengan membuat catatan lapangan sambil menganalisis data. Proses ini berulang beberapa kali sehingga pertanyaan peneliti mendapat jawaban dan dapat dibuat kesimpulan peneliti (Iskandar 2010, . Oleh karena itu, pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumenter (Faisal 1989, . Adapun analisa data dalam penelitian kualitatif dilakukan melalui reduksi data, display data dan verifikasi data (Sugiyono 2013, . , maka dilakukan pemeriksaan dan keabsahan data pada dengan menggunakan triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan. sumber, metode, penyidik dan teori. (J 2009, . Ay HASIL DAN PEMBAHASAN Pelajaran pendidikan akhlak merupakan salah satu mata pelajaran yang nilai-nilainya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pelajaran pendidikan akhlak dapat dijadikan sebagai sarana untuk Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. menumbuhkan karakter siswa. Selama proses pembelajaran berlangsung, diharapkan adanya timbal balik . antara pendidik dan peserta Kegiatan mengajar dilakukan dengan cara yang positif, bermanfaat dan menyenangkan, tidak hanya menekankan pendidik untuk memberikan pengajaran akidah yang beretika, tetapi juga menekankan peserta didik dan pendidik itu sendiri, menjadikan proses pengajaran interaktif dan Masa pandemi saat ini madrasah melaksanakan proses pembelajaran mengacu pada kebijakan pemerintah yang tertuang dalam surat keputusan dan edaran dari dirjen pendidikan islam dan kemendikbud, tentang panduan kurikulum, pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran covid-19, dan penyelenggaraan belajar dari rumah pada masa darurat, dan edaran kemendikbud tentang penerapan kurikulum darurat khusus yang disesuaikan dengan kondisi di satuan pendidikan masingmasing, berangkat dari hal tersebut, kami sebagai pengelola menerapkan pembelajaran kombinasi daring dan luring sebagai bentuk pemenuhan hak Proses pembelajaran Aqidah Akhlak dimulai dengan perencanaan. Rencana belajar merupakan salah satu bentuk persiapan untuk proses Persiapan meliputi: penyusunan silabus. RPP, materi pembelajaran, penyusunan format penilaian, guru harus memilih dan menggunakan strategi yang tepat, metode yang tepat, metode pemilihan, dan melakukan penilaian yang komprehensif, termasuk semua aspek penilaian . ognitif, emosional dan spiritual olahrag. Rahmat suhardjo menyatakan bahwa Penerapan kegiatan perencanaan dalam proses pembelajaran adalah mengidentifikasi berbagai kegiatan yang akan dilakukan di kelas dalam kaitannya dengan upaya pencapaian tujuan proses pembelajaran yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan Penerapan kegiatan perencanaan dalam proses pembelajaran adalah dengan mengidentifikasi berbagai kegiatan yang akan dilakukan di kelas untuk mencapai tujuan. Dalam konteks pendidikan berbasis kompetensi, maka tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut adalah kompetensi yang harus dimiliki siswa, sehingga rencana pembelajaran merupakan suatu upaya untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam kaitannya dengan upaya mencapai kompetensi yang diharapkan, yakni kompetensi kongitif, afektif, dan kompentensi psikomotor. (Rahmat Raharjo 2010, . Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kegiatan yang terpadu dan tidak terpisahkan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran akidah akhlak, dan ada faktor-faktor yang mendukung proses pembelajaran akidah akhlak, yang meliputi pendidik . , peserta didik . , tujuan pengajaran, metode pengajaran, dan penilaian termasuk sarana dan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Dalam proses pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Alwashliyah Pantai Cermin di masa pandemi covid-19 ada berbagai problema yang muncul, diantaranya adalah: Alokasi waktu yang singkat Masalah yang dimaksud dalam hal ini adalah proses pembelajaran Aqidah Akhlak engan waktu terbatas di dalam kelas. sehingga menyebabkan penurunan kemampuan kognitif untuk memahami konsep dan teori materi Aqidah Akhlak. Peserta Didik Peningkatan kemampuan belajar Aqidah Akhlak juga menjadi kendala dalam pembelajaran Aqidah Akhlak siswa di MTs Al Wasliyah Pantai Cermin. Ini adalah yang sama dengan kebanyakan siswa. Saya punya kebiasaan. Sebagian besar dari 4. 444 siswa tersebut umumnya memiliki kebiasaan yang sama dalam proses kelulusan sekolah. Artinya, dimulai dengan kehadiran yang menggambarkan aktivitas siswa, siswa kurang memperhatikan isi materi yang disampaikan oleh guru. Masih banyak siswa yang kurang antusias dalam belajar. Sibuk berbicara dengan siswa lain dan tidak terlalu memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu, siswa juga tidak dapat memahami isi materi yang disampaikan oleh guru. Banyak siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan dari guru setelah guru menjelaskan isi materi. Hal ini dikarenakan waktu pembelajaran yang sangat terbatas terutama materi yang berkaitan dengan pikiran dan indera manusia tidak tersedia, sehingga interaksi umpan balik antara guru dan siswa juga terbatas dan siswa sulit dalam memahami. Perlu beberapa waktu untuk menjelaskan materi agar siswa dapat memahaminya, seperti materi yang mengimani Allah dan sifat-sifatnya, materi yang meyakini malaikat, dan keyakinan hari akhir. Latar belakang keluarga memiliki dampak yang signifikan pada tingkat masalah pengetahuan siswa yang berbeda dan mempengaruhi antusiasme dan motivasi mereka. Profesi orang tua juga memiliki pengaruh yang sangat menentukan terhadap perilaku belajar dan motivasi perilaku siswa. Orang dengan orang tua seperti guru selalu mengawasi kegiatan belajar anaknya. Belajar tidak menjadi beban bagi mereka, tetapi pada pekerjaan lain kecilnya kesempatan untuk memantau belajar anak, tidak ada waktu untuk belajar , dan tidak dapat menjadi sumber atau tempat bertanya. Selain itu, penggunaan sistem manajemen kelas yang tidak relevan dan metode pembelajaran yang monoton menimbulkan masalah yang unik. Pengelolaan kelas di MTs Alwashliyah Pantai Cermin masih bersifat tradisional dan cenderung kelas gemuk karena keterbatasan ruang kelas. Oleh karena itu, jika suasana kelas melebihi daya tampung, maka daya tampung kelas pembelajaran akan kurang efektif. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Hal ini tentu membutuhkan metode dan strategi tertentu. Yang bermanfaat agar pembelajaran dilakukan dan siswa tidak bosan. Selain itu, metode yang digunakan guru tidak sesuai dengan siswa dan kurang memahami pelajaran dengan baik. Banyak guru yang belum memahami metode yang digunakan untuk mengajarkan materi. Guru perlu memahami tugas pokok sebelum menerapkan metode yang akan digunakan. Ada seorang guru yang tahu pekerjaan utamanya Fasilitas Madrasah Minimnya buku penunjang, terbatasnya fasilitas, dan beragamnya kemampuan siswa juga menjadi penghambat pengembangan materi. Upaya atau tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mencari bahan komparatif sebagai sumber belajar. Guru membuat materi. Penggunaan media pembelajaran sangat penting sehingga penggunaan media pembelajaran yang tidak tepat berdampak kuat terhadap minat belajar siswa. Media dapat merangsang minat belajar siswa, menyediakan data yang bermakna dan dapat dipercaya, memadatkan informasi, dan memudahkan interpretasi data. Media dapat digunakan untuk mempermudah dan mengaktifkan proses pembelajaran serta membuatnya lebih menarik. Perhatian Orangtua Perhatian orang tua merupakan salah satu faktor terpenting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Namun saat ini orang tua yang berkompeten tidak peduli, maka kurang memperhatikan proses pendidikan anaknya, yang penting baginya anaknya anak lulus sekolah dan memperoleh Salah satu kesalahan orang tua dalam dunia pendidikan saat ini adalah anggapan bahwa hanya sekolah yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Akibatnya, orang tua menyerahkan pendidikan anaknya sepenuhnya kepada guru sekolah. Sudah jelas berapa banyak waktu yang dialokasikan untuk anak-anak di sekolah setiap hari. Anggapan ini tentu saja salah, karena pendidikan keluarga adalah manusiawi. Oleh karena itu, orang tua adalah pendidik pertama, utama, dan alamiah. Dialah yang menambah lebih banyak pengaruh dan warna pada kepribadian seorang anak. Keluarga adalah madrasahtulula, sekolah pertama kisah hidup anak. Orang tua . yah atau ib. adalah guru terpenting dan pertama bagi anak dalam pendidikan Pendidikan keluarga bersifat ilmiah dan tidak datang dari perencanaan yang sistematis, apalagi kurikulum yang diprogram secara Orang tua sering melakukan kesalahan dalam mengasuh anak karena kelemahan metodologis mereka dalam mengasuh anak. Sebagian besar orang tua memiliki kemampuan untuk menjadi orang tua secara sistematis dan tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kemampuan berpikir yang buruk mendasari kemampuan orang tua untuk menganalisis, mengintegrasikan, dan mengevaluasi kesalahan metodologis yang disebabkan oleh membesarkan anak. (Djamarah 1994, . Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Tugas keluarga membesarkan anak sangat berat dan harus ditunjang oleh sekolah dan sesuai dengan pendidikan di dalam Al-Qur'an. Namun, sebagian orang tua memaknai bahwa anak yang diberikan kepada sekolah atau madrasah untuk pendidikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Sekolah seharusnya membantu keluarga membesarkan anak-anak Dalam pendidikan anak, sekolah tetap mendidik anak di rumah yang disediakan oleh orang tua. Baik buruknya pendidikan tergantung pada pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga merupakan dasar atau landasan pendidikan anak selanjutnya, baik di sekolah maupun di masyarakat. Upaya yang dilakukan oleh guru cukup tepat dan tanggap dan perlu adanya keserasian antara guru, pihak sekolah, orangtua dan siswa dalam mengatasi problematika yang terdapat dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Alwashliyah Pantai Cermin. : . memberikan tugas tambahan kepada siswa dan memberikan kebebasan waktu bertanya melalui WhatsApp group agar siswa memahami materi dengan baik. guru membangun motivasi belajar dengan memberikan stimulasi yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran. dalam upaya mengatasi kekurangan sumber dan media pembelajaran guru menyusun modul pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan mendesain media pembelajaran. dalam upaya mengatasi problematika kurangnya perhatian orang tua guru menjalin komunikasi dengan orangtua terkait proses pembelajaran dan kehidupan peserta didik dalam kesehariannya PENUTUP Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki tujuan penanaman karakter positif siswa, yaitu pendidikan nilai, budi pekerti, moral, watak/akhlak agar siswa dapat mengambil keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pembelajaran Aqidah Akhlak pada Masa Pandemi covid-19 di MTs Alwashliyah Pantai Cermin, telah sesuai dengan kurikulum 2013 dan KMA nomor 184 tahun 2019, dengan sistem pembelajaran kombinasi daring dan Adapun Problematika yang di hadapi: . alokasi waktu pembelajaran yang terbatas. faktor peserta didik. fasilitas pembelajaran yang tidak . kurangngya perhatian orangtua. Solusi yang dilakukan : . memberikan tugas tambahan kepada siswa dan memberikan kebebasan waktu bertanya melalui WhatsApp group agar siswa memahami materi dengan baik. guru membangun motivasi belajar dengan memberikan stimulasi yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran. dalam upaya mengatasi kekurangan sumber dan media pembelajaran guru menyusun modul Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Referensi Djamarah. Syaiful Bahri. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional. Etistika Yuni Wijaya. Dwi Agus Sudjimat, and Amat Nyoto. AuTransformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan. Ay Jurnal pendidikan 263Ae78. http://repository. id/840/32/263-278 Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Global . diakses pada. hari/tgl. sabtu, 3 November 2018. 00:26, wib. Faisal. Sanafiah. Format-Format Penelitian Sosial: Dasar-Dasar Dan Aplikasinya. Jakarta: Rajawali Pers. Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan Dan Sosial (Kuantitatif Dan Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press. Moleong Lexy. Metodeogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Rahmat Raharjo. Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Magnum Pustaka.