MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 53-63 PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN MESIN TETAS PADA PEMBIBITAN TERNAK AYAM BURAS (Kasus di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciami. SUDRAJAT Fakultas Pertanian Universitas Galuh Ciamis Email: sudradjat@unigal. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap penggunaan mesin tetas pada pembibitan ternak ayam buras. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani ternak ayam buras menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya, sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas/instansi yang terkait dengan Penentuan responden dilakukan secara sensus terhadap seluruh anggota Kelompok Tani Makmur, yaitu sebanyak 43 orang yang menjadi peserta pelatihan aplikasi teknologi reproduksi ternak ayam buras yang diselenggarakan LPPM Universitas Galuh di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Persepsi petani terhadap penggunaan mesin tetas pada pembibitan ternak ayam buras dilihat dari indikator sifat inovasi yaitu relative advantage, compatibility, complexity, triability, dan observability. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis rataan skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan mesin tetas pada pembibitan ternak ayam buras termasuk kedalam kategori cukup baik. Dengan demikian teknologi mesin tetas tersebut dapat diterima dan berpeluang untuk diadopsi oleh para petani ternak ayam buras. Kata kunci : persepsi, mesin tetas, ayam buras Abstract This study aims to determine the perception of farmers on the use of the incubator in domestic poultry breeding. The data used in this study consisted of primary data and secondary data. The primary data obtained through interviews with domestic poultry livestock farmers use pre-prepared questionnaires, while secondary data obtained from the offices/institutions associated with the research. Respondent conducted a census of all members of the Prosperous Farmers Group, as many as 43 people who participated in the livestock reproductive technology application training organized domestic poultry in the village LPPM Galuh University in Utama Village. District of Cijeungjing District. Ciamis Regency. Perception of farmers on the use of the incubator in domestic poultry breeding nature of the innovation seen from the indicators are relative advantage, compatibility, complexity, triability, and observability. Data analysis was performed using analysis of the average score. The results showed that the perception of farmers on the use of the incubator in domestic poultry breeding included into the category quite well. Thus the technology incubator is unacceptable and likely to be adopted by livestock farmers freerange chicken. Keywords: Perception. Incubator, domestic poultry Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Mesin Tetas Pada Pembibitan Ternak Ayam Buras (Kasus di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciami. SUDRAJAT reproduksi, baik melalui PENDAHULUAN Kebutuhan . eningkatan mengalami peningkatan seiring dengan produktivitas per unit ternak (Sumaryadi, meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, dkk, 2. Sejalan dengan hal tersebut. Hafez terhadap daging dan telur, juga didorong penerapan teknologi reproduksi sangat oleh meningkatnya kesadaran masyarakat penting peranannya dalam meningkatkan akan kebutuhan makanan bergizi. produksi dan produktivitas ternak. Salah Aplikasi teknologi reproduksi yang dilakukan untuk memenuhi permintaan bisa diterapkan pada usahatani ternak ayam buras yaitu dengan memperpendek pengembangan intensifikasi ayam buras siklus reproduksi melalui penggunaan . saha agribisnis ayam bura. , karena mesin penetas telur. Pramudyati . ayam buras tersebar luas di setiap menyatakan, bahwa mesin penetas telur pedesaan dan masyarakat sudah terbiasa memeliharanya, selain relatif mudah dan tidak membutuhkan modal besar, juga dapat beradaptasi dengan lingkungan dan diciptakan sesuai kondisi induk yang mampu memanfaatkan limbah, serta tidak sedang mengerami telur. mengganggu lahan usahatani lainnya Teknologi (Pramudyati, 2. Namun demikian petani yang mengusahakan ayam buras didifusikan ke kelompok tani ternak ayam buras yang tersebar di wilayah Hal tersebut disebabkan Kabupaten Ciamis, termasuk di Desa ketersediaan bibit siap telur untuk usaha Utama Kecamatan Cijeungjing, namun peternakan ayam buras petelur dan DOC demikian belum diketahui bagaimana untuk usaha peternakan ayam buras pedaging relatif masih sulit didapat. Terobosan yang diperlukan untuk Untuk mengetahui persepsi petani mengatasi masalah tersebut diantaranya terhadap penggunaan mesin tetas pada pembibitan ternak ayam buras dapat diukur MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 53-63 inovasi tersebut. Ada lima ciri inovasi yang persepsi yaitu faktor struktural dan faktor dapat digunakan sebagai indikator dalam Faktor semata-mata Keuntungan relatif . elative advantage. , . , . Kemungkinan untuk dicoba Mudah . fisik dan efek-efek syaraf yang Kesesuaian . , . Kerumitan . Itu berarti secara struktural persepsi ditentukan oleh jenis dan bentuk . rangsangan yang diterima. Berdasarkan uraian tersebut, maka Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor fungsional berasal dari kebutuhan, persepsi petani terhadap penggunaan pengalaman masa lalu dan hal-hal lain mesin tetas pada pembibitan ternak ayam yang termasuk ke dalam faktor pribadi, jadi yang menentukan persepsi secara Desa Utama Kecamatan fungsional ialah karakteristik orang yang Cijeungjing Kabupaten Ciamis. memberi respon terhadap rangsangan tersebut (Rakhmat, 2. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Walgito . untuk Persepsi Persepsi adalah kemampuan untuk mengadakan persepsi ada beberapa faktor melihat, mendengar, atau mengetahui yang berperan yang merupakan syarat agar terjadi persepsi yaitu : (Oxford . Objek yang dipersepsi Dictionaries, 2. Persepsi adalah proses stimuliAestimuli Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. (Solomon dalam Sutisna, 1. Menurut Stimulus Mulyana individu yang mempersepsi, tetapi proses yang memungkinkan suatu organisme juga dapat datang dari dalam individu menerima dan menganalisis informasi. yang bersangkutan yang langsung . Persepsi menyangkut kognisi yang mengenai syaraf penerima yang bkerja . , sebagai reseptor. penafsiran objek, tanda, orang serta . Alat indera, syaraf dan pusat susunan (Mulyana, 2. Ada dua faktor yang Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Mesin Tetas Pada Pembibitan Ternak Ayam Buras (Kasus di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciami. SUDRAJAT Alat indera atau reseptor merupakan mental, suasana emosional, dan latar belakang budaya terhadap persepsi. Disamping itu juga harus ada syaraf . Medan perseptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti. meneruskan stimulus yang diterima Seseorang dari reseptor ke pusat susunan syaraf, stimuli dengan melihat konteksnya, yaitu otak sebagai pusat kesadaran. walaupun stimuli yang diterima itu Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan syaraf motoris. Perhatian Untuk yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang dipersepsikan. Sifat-sifat perseptual dan kognitif adanya perhatian, yaitu merupakan dari substruktual ditentukan pada umumnya oleh sifat-sifat struktur persiapan dalam rangka mengadakan secara keseluruhan. dianggap sebagai anggota kelompok. Perhatian Jika individu semua sifat individu yang berkaitan kelompoknya, dengan efek yang Krech dan Crutfield . dalam Rakhmat . berupa asimilasi atau kontras. merumuskan empat . Objek dalil tentang persepsi sebagai berikut : berdekatan dalam ruang dan waktu . Persepsi atau menyerupai satu sama lain, fungsional, dalil ini berarti bahwa cenderung ditanggapi sebagai bagian objek-objek yang mendapat tekanan dari struktur yang sama. dalam persepsi kita biasanya objek- Adesina Zinnah individu yang melakukan persepsi. Mereka mempengaruhi proses adopsi inovasi teknologi yang diusulkan. Jika persepsi MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 53-63 Mudah diamati . , adalah adopter positif, maka inovasi teknologi suatu tingkat di mana hasil-hasil suatu tersebut cenderung lebih cepat diadopsi. Ada lima ciri inovasi yang dapat inovasi dapat dengan mudah dilihat digunakan sebagai indikator dalam mengukur orang lain, sehingga akan mempercepat persepsi antara lain (Wahyuni, 2. proses adopsinya. Keuntungan . elative pengadopsi lainnya tidak perlu lagi Jadi calon-calon tahap-tahap melainkan dapat terus ke tahap adopsi. tingkatan di mana suatu ide baru dianggap suatu yang lebih baik daripada Mesin Penetas ide-ide yang ada sebelumnya dan secara ekonomis menguntungkan. Kesesuaian Mesin tetas merupakan sebuah peti atau . , sejauh mana suatu inovasi dianggap sedemikian rupa sehingga panas didalam konsisten dengan nilai-nilai yang ada , pengalaman masa lalu dan kebutuhan peti/lemari/box dapat diatur sesuai ukuran adopter . Oleh karena itu, inovasi yang tidak kompatibel dengan periode penetasan. Prinsip kerja penetasan ciri-ciri sistem sosial yang menonjol telur dengan mesin tetas ini sama dengan akan tidak diadopsi secepat ide yang induk unggas (Farry, 2. penetasan telur dengan menggunakan Suhu Prinsip . Kerumitan . , adalah suatu mesin tetas . adalah sama tingkat di mana suatu inovasi dianggap dengan penetasan menggunakan induk, hanya berbeda pada jumlah telur yang Kesulitan untuk dimengerti Semakin besar incubator yang digunakan, semakin besar pula jumlah hambatan bagi proses kecepatan adopsi telur yang dapat ditetaskan (Sumantri, . Kemungkinan untuk dicoba . , adalah suatu tingkat di mana suatu Nafiu, dkk. menyatakan, inovasi dapat dicoba dalam skala kecil. bahwa mesin tetas berfungsi sebagai Ide baru yang dapat dicoba dalam skala pengganti induk dalam penetasan telur yang lebih kecil biasanya diadopsi lebih cepat daripada inovasi yang tidak dapat Keunggulan penerapan teknologi mesin dicoba lebih dulu. mengeram pada induk, sehingga induk Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Mesin Tetas Pada Pembibitan Ternak Ayam Buras (Kasus di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciami. SUDRAJAT lebih produktif dan mampu menghasilkan Data telur lebih banyak selama hidupnya. penelitian ini terdiri atas data primer dan Selain itu anak ayam dapat diproduksi data sekunder. dalam jumlah yang banyak pada waktu melalui wawancara langsung dengan yang bersamaan dan kapasitas penetasan petani ternak ayam buras menggunakan dapat diperbanyak sesuai dengan jumlah telur tetas yang siap ditetaskan. sebelumnya, sedangkan data sekunder Pada Data primer diperoleh diperoleh dari dinas/instansi yang terkait dengan mesin tetas adalah menyediakan dengan penelitian. Definisi operasional dari variabel- . alon variabel yang diteliti adalah sebagai yakni meniru sifat-sifat alamiah induk ayam atau itik yang mengerami telur, - Persepsi petani terhadap penggunaan yaitu menyesuaikan suhu, kelembaban, (Subiharta Yuwana. Penetasan buatan mampu menetaskan bahkan ribuan butir, tergantung kapasitas compatibility, complexity, triability, tampung mesin tetas (Kartasudjana, 2. dan observability. Relative advantage adalah tingkatan dimana penggunaan mesin tetas pada METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Desa Utama Kecamatan pembibitan ayam buras dianggap lebih Cijeungjing baik dibandingkan sistem pengelolaan Kabupaten Ciamis dengan menggunakan reproduksi sebelumnya ekonomis menguntungkan, penialain Penarikan dilakukan secara sensus terhadap seluruh dan secara dengan sistem skoring. anggota Kelompok Tani Makmur, yaitu . Compatibility adalah sejauh mana sebanyak 43 orang yang mengikuti pelatihan aplikasi teknologi reproduksi ternak ayam buras yang diselenggarakan konsisten dengan nilai-nilai yang ada. LPPM Universitas Galuh. pengalaman masa lalu, dan kebutuhan MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 53-63 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Petani . Complexity adalah tingkat di mana dalam penelitian ini meliputi : umur, mudah diterapkan, penilaian dengan sistem skoring. Triability Karakteristik petani yang diamati Umur Umur para petani ternak ayam buras pembibitan ayam buras dapat dicoba di Kelompok Tani Makmur berkisar dengan skala kecil sehingga akan antara 23 sampai dengan 59 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa para petani penilaian dengan sistem skoring. berada pada usia produktif. Observability, adalah tingkat dimana Wirosuhardjo . bahwa kategori usia produktif yaitu antara 15 sampai dengan 64 tahun. Pendidikan sistem skoring. Sebagian besar petani ternak ayam Data yang dikumpulkan dinalisis Menurut buras di Kelompok Tani Makmur tingkat pendidikannya relatif cukup baik, karena di atas rata-rata tingkat pendidikan para petani di Indonesia pada umumnya. skala (Vredenbregt, 1. sebagaimana Tanggungan Keluarga dapat dilihat pada Tabel 1. Jumlah tanggungan keluarga para petani ternak ayam buras di Kelompok Tabel 1. Kategori Persepsi Berdasarkan Rentang Skala Rentang Skala (%) Kategori 0,00 Ae 33,33 Tidak Baik 33,34 Ae 66,67 Cukup Baik 66,68 Ae 100,00 Baik Tani Makmur sebagian besar sebanyak 38 orang . ,37 %) mempunyai tanggungan keluarga kurang dari 1-3 orang, sedangkan sisanya yaitu sebanyak . ,63 tanggungan keluarga sebanyak 4 orang. Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Mesin Tetas Pada Pembibitan Ternak Ayam Buras (Kasus di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciami. SUDRAJAT tergolong ke dalam kelompok skala kecil. Pengalaman Berusahatani Sebagian besar petani ternak ayam karena jumlah kepemilikan bibit ternak buras di Kelompok Tani Makmur yaitu ayam buras yang diusahakannya kurang sebanyak 32 orang atau 74,42 persen dari 50 ekor. pengalaman berusahataninya cukup lama. Namun demikian, karena usahanya karena sudah lebih dari 10 tahun. Pengalaman diarahkan kepada pembibitan dan mereka mengusahakannya secara berkelompok, sehingga kehadiran teknologi mesin tetas melakukan suatu kegiatan usaha ke arah sangat dibutuhkan dan memungkinkan yang lebih efisien, artinya semakin lama untuk diterapkan, petani terhadap terknologi tersebut cukup membuat seseorang lebih terampil dan sehingga persepsi efisien dalam menjalankan usahanya. Demikian halnya dengan para petani Persepsi Petani Terhadap Penggunaan di Kelompok Tani Makmur, mereka Mesin Tetas memiliki keterampilan yang semakin Persepsi adalah pengalaman seseorang baik dalam berusahatani, sehingga usaha tentang obyek, peristiwa, atau hubunganAe yang dijalankannyapun semakin efisien. Para petani di Kelompok Tani Makmur menyimpulkan informasi dan menafsirkan organisasi dan interpretasi (Mulyana, 2. Oleh Menurut inovasi teknologi tersebut. Hasil penggunaan mesin tetas pada pembibitan Skala Usaha Kegiatan usahatani . , persepsi adopter tentang karakteristik setelah mengetahui teknologi tersebut Rogers adopsi dari suatu inovasi tergantung pada penggunaan mesin tetas cukup baik, rangkaian tiga jenis proses yaitu : seleksi, permasalahan yang dihadapinya. pesan (Rahmat, 2. Persepsi merupakan juga semakin memiliki kemampuan yang ternak ayam ayam buras, yang meliputi buras yang dijalankan para petani di . elative advantag. , tingkat kesesuaian Kelompok Tani Makmur skala usahanya . MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 53-63 , tingkat kemudahan dapat sesuai dengan kebutuhan, tidak rumit . , . , mudah untuk dicoba dan diterapkan, serta mudah dilihat hasilnya. Nilai persepsi petani terhadap tingkat kategori cukup baik. Dengan demikian, kesesuaian . menunjukkan teknologi mesin tetas tersebut dapat nilai yang paling tinggi yaitu 66 %. Hal diterima dan berpeluang untuk diadopsi oleh para petani ternak ayam buras. deskriptif tingkat kesesuaian teknologi . Penilaian tingkat persepsi petani terhadap penggunaan mesin tetas pada mempengaruhi persepsi petani terhadap penggunaan mesin tetas. Kelompok Tani Makmur Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Bagi para petani yang mengusahakan Kabupaten pembibitan ternak ayam buras, teknologi Ciamis dapat dilihat pada Tabel 2. mesin tetas sangat dibutuhkan atau sesuai Tabel dengan kebutuhan petani, karena selain Penilaian Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Mesin Tetas dan meningkatkan produktivitas juga Tingkat Persepsi (%) Persepsi Petani Relative advantage Compatibility Complexity Triability Observability dapat memperpendek siklus reproduksi Kategori anak (DOC) yang dihasilkan relatif Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik seragam, sehingga memudahkan dalam Menurut Sudaryanto . , teknologi yang mampu merespon keinginan dan kebutuhan masyarakat Berdasarkan Tabel untuk mengembangkan suatu komoditas yang spesifik lokasi, maka teknologi penggunaan mesin tetas dilihat dari tersebut akan berlanjut. seluruh indikator yang merupakan ciri PENUTUP cukup baik. Hal tersebut menunjukkan. Persepsi petani terhadap penggunaan bahwa teknologi mesin tetas dipandang mesin tetas pada pembibitan ternak ayam buras termasuk kedalam kategori cukup baik, sehingga teknologi mesin tetas sebelumnya, baik dari segi keuntungan tersebut dapat diterima dan berpeluang Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Mesin Tetas Pada Pembibitan Ternak Ayam Buras (Kasus di Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciami. SUDRAJAT Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT Rosdakarya Group. Rogers. Diffution of Innovations. The Free Press. New York. Subiharta dan Yuwana. , 2012. Pengaruh tempat air dan letak telur di dalam mesin tetas yang perpemanas listrik pada penetasan itik tegal. Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi 1-7. Sudaryanto, dan E. Basuno. Peran Teknologi Pertanian Partisipatif dalam Meningkatkan Diversifikasi Produk Pangan Spesifik Lokasi. Monograf Analisis Kebijaksanaan: Pendekatan Pembangunan dan Kebijaksanaan Pengembangan Agribisnis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor. Sumantri. Teknis Penetasan Telur Semi Intensif. Temu Teknis Fungsional Non Peneliti. Bogor : Balai Penelitian Ternak. Sumaryadi. Saleh. D,M. Haryanto, . Herdiansah. Sudradjat, dan Yasin. Kajian Aspek Reproduksi dan Estimasi Ekonomi pada Ternak Sapi yang Diinovasi Teknologi Reproduksi. Jurnal Agripet 11. : 1-6. Sutisna. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung : Remaja Rosdakarya. Vredenbregt. Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat. Jakarta : PT. Gramedia. Wahyuni. Hubungan teknologi alat mesin pertanian. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. untuk diadopsi oleh para petani ternak ayam buras. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diajukan rekomendasi kegiatan, reproduksi ternak ayam buras perlu mendorong persepsi petani ke arah yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA