ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Halaman 28-33 DOI : https://doi. org/10. 31294/abditeknika. ISSN 2775-1694 Sosialisasi Penggunaan Media Sosial yang Aman dari Bahaya Phishing di Masjid Al Huda Pandeyan Indrawan Ady Saputro1*. Lilik Sugiarto2. Febrianta Surya Nugraha3. Nurhidayanto4 1,2,3,4 STMIK AMIKOM Surakarta Jl. Veteran. Dusun I. Singopuran. Kec. Kartasura. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah 57163 email korespondensi: indrawanadysaputro@gmail. Submit: 16-01-2024 | Revisi : 23-01-2024 | Terima : 29-01-2024 Abstrak Ancaman penyebaran tindak kejahatan phishing melalui platform media sosial semakin menjadi-jadi oleh pihakpihak yang tidak bertanggung jawab. Dampak dari kejahatan phishing dapat mencakup kerugian baik secara materiil, finansial, maupun psikologis. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna melindungi diri dari potensi serangan phishing yang dapat terjadi. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah melalui kegiatan sosialisasi tentang penggunaan media sosial di Masjid Al Huda Pandeyan, bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada jamaah dari risiko phishing. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan di mana para jamaah dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan aman, serta terhindar dari potensi bahaya kejahatan siber, termasuk phishing. Jumlah peserta dalam kegiatan sosialisasi sebanyak 25 peserta. Pendekatan yang diadopsi dalam sosialisasi ini melibatkan metode ceramah dan diskusi. Dari hasil kegiatan sosialisasi ini, bahwa sosialisasi yang telah dilakukan pada jamaah Masjid Al Huda Pandeyan mendapatkan respons positif. Dari hasil kuisioner 32% peserta menilai bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan "baik" dan 68% menilai kegiatan tersebut "Sangat baik". Mayoritas peserta, yang sebagian besar adalah pengguna media sosial, merespon kegiatan tersebut dengan baik. Kata Kunci : Sosialisasi. Media Sosial. Phishing Abstract The threat of spreading phishing crimes through social media platforms is increasingly being carried out by irresponsible parties. The impact of phishing crimes can include material, financial, or psychological losses. Therefore, it is very important to take precautionary steps to protect yourself from potential phishing attacks that can occur. One method that can be applied is through socialization activities about the use of social media at Masjid Al Huda Pandeyan, aimed at providing protection to worshippers from the risk of phishing. The main goal of this activity is to create an environment where pilgrims can use social media wisely and safely, and avoid the potential dangers of cybercrime, including phishing. The number of participants in the socialization activity was 25 participants. The approach adopted in this socialization involves the method of lectures and discussions. From the results of this socialization activity, that the socialization that has been carried out at the Al Huda Pandeyan Mosque congregation received a positive response. From the results of the questionnaire, 32% of participants rated the activity "good" and 68% rated it "very good". The majority of participants, most of whom were social media users, responded well to the event. Keywords : Socialization. Social Media. Phishing Pendahuluan Penggunaan media sosial yang semakin populer telah membawa dampak signifikan pada kehidupan manusia, termasuk dalam konteks keamanan. Beberapa ancaman dari bahaya keamanan siber antara lain : social engineering, hacking, cracking, dan phishing. Pengabdian sebelumnya melakukan kegiatan sosialisasi tentang social engineering. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara webinar atau daring dengan sasaran peserta ibu-ibu PKK (Tyas Darmaningrat et al. , 2. Pengabdian lainnya (Wathoni et al. , 2. melakukan kegiatan sosialisasi kesadaran keamanan siber dengan sasaran peserta guru. Berbeda dengan pengabdian sebelumnya, sasaran peserta pada pengabdian ini adalah jamaah pada Masjid Al Huda Pandeyan dan mengangakat tema sosialisasi berkaitan dengan salah satu ancaman utama yang muncul dari penggunaan media sosial adalah phishing. Phishing adalah sebuah teknik manipulasi psikologis yang digunakan oleh penyerang untuk mencuri informasi pribadi dari Creative Commons License Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 pengguna media sosial (Ramadhan et al. , 2. (DM et al. , 2. Sosialisasi kepada masyarakat bertujuan menjelaskan cara kerja phishing, jenis-jenis serangan phishing di media sosial, dan dampaknya. Selain itu, disampaikan juga cara menghindari serangan phishing, seperti meningkatkan kesadaran risiko dan mengatur privasi di akun media sosial. Phishing adalah suatu bentuk serangan keamanan siber yang menggunakan manipulasi atau tipuan untuk memperoleh informasi pribadi, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data keuangan lainnya, dari korban (Safi & Singh, 2. (Budi et al. , 2. Penyerang yang melakukan phishing mencoba membuat korban percaya bahwa berinteraksi dengan entitas yang sah atau tepercaya, seperti bank, situs web e-commerce, atau layanan online lainnya (Naqvi et al. , 2. (Wahyudi et al. , 2. Metode umum phishing melibatkan pengiriman pesan atau email palsu yang menyerupai komunikasi resmi dari institusi atau perusahaan tertentu, dengan tujuan agar korban mengungkapkan informasi sensitif atau mengklik tautan berbahaya (Putra Y, 2. Tujuan akhirnya adalah untuk mencuri identitas atau informasi keuangan korban untuk kepentingan penipuan atau kejahatan siber lainnya (Desolda et al. , 2. Kesadaran dan kehati-hatian pengguna internet dalam mengenali dan menghindari serangan phishing menjadi kunci dalam menjaga keamanan siber pribadi (Latifahi et al. , 2. Dengan pemahaman mengenai bahaya phishing, diharapkan pengguna media sosial dapat lebih berhati-hati dalam interaksi online, meningkatkan keamanan siber. Berdasarkan hasil survei APJII, pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada 2022-2023 (APJII, 2. Phishing, sebagai bentuk serangan siber, merupakan ancaman serius yang mencuri informasi pribadi . Ada berbagai jenis phishing, seperti email, smishing, vishing, spear phishing, dan pharming (Wibowo & Fatimah, 2. berikut penjelasannya : Phishing melalui Email: Salah satu varian umum dari teknik phishing adalah melalui email. Dalam skenario ini, penyerang mengirimkan email palsu yang terlihat seolah-olah berasal dari sumber terpercaya, seperti lembaga keuangan atau bank. Kemudian meminta penerima email untuk memberikan informasi pribadi atau mengklik tautan yang mengarahkan ke situs web palsu (Jahankhani et al. , 2. Smishing (SMS Phishin. : Smishing melibatkan penggunaan pesan teks (SMS) untuk menipu individu agar memberikan informasi pribadi atau mengklik tautan berbahaya. Pesan teks ini seringkali menyajikan situasi yang mendesak, seperti peringatan tentang masalah akun pengguna, dengan tujuan meminta tindakan segera (Soykan & Bagriyanik, 2. Vishing (Voice Phishin. : Vishing melibatkan penggunaan panggilan suara. Penyerang dapat menelepon target dan berupaya memperoleh informasi pribadi atau rahasia dengan menyamar sebagai entitas resmi atau Pendekatan ini menggunakan komunikasi suara untuk menciptakan ilusi keaslian (Pranata & Ependi, 2. Spear Phishing: Spear phishing merupakan bentuk phishing yang diarahkan khusus pada satu individu atau organisasi tertentu. Dalam taktik ini, penyerang mengumpulkan informasi pribadi tentang target untuk menciptakan pesan yang lebih meyakinkan dan sulit dideteksi (Prasetyo et al. , 2. Pharming: Dalam serangan pharming, penyerang berusaha mengarahkan lalu lintas internet dari situs web yang sah ke situs web palsu tanpa pengetahuan pengguna. Ini dapat dilakukan melalui teknik DNS spoofing atau perubahan pada file host, menciptakan kesan situs palsu yang sebenarnya terlihat otentik (Utin Indah Permata Sari, 2. Masyarakat di Masjid Al Huda Pandeyan, terutama takmir dan remaja, belum sepenuhnya menyadari bahaya phishing. Dalam penelitian ini, sosialisasi dilakukan secara berkala agar pemahaman terus berkembang. Materi sosialisasi diharapkan dapat memberikan pandangan tentang cara mencegah kejahatan internet, khususnya terkait web phishing. Kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan informasi menjadi kunci dalam menghadapi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan teknologi yang tidak bertanggung jawab. Metode Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi tentang penggunaan media sosial yang aman dari ancaman phishing di Masjid Al Huda Pandeyan melibatkan penyampaian informasi melalui ceramah dan pemberian ruang diskusi. Kegiatan dimulai dengan menyampaikan ceramah atau pemaparan informasi berkaitan dengan media sosial dan pengenalan phishing serta kasus-kasus yang diakibatkan oleh kejahatan phishing yang disebarluaskan melalui sosial media. Berikut ini tahapan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dapat dilihat pada gambar 1. Tahapan pengabdian terdiri dari identifikasi masalah, persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Berikut ini penjelasannya : Identifikasi Masalah Pada tahap ini tim pengabdian melakukan riset terkait permasalahan yang sedang marak terjadi pada perkembangan internet sekarang ini. Setelah mendapatkan sebuah permasalahan dilanjutkan proses observasi dan wawancara kepada pihak Takmir Masjid Al Huda Pandeyan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tim pengabdian memberikan solusi terkait sosialisasi penggunaan media sosial yang aman dari bahaya Persiapan Kegiatan http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Sebelum melakukan pelaksanaan kegiatan tim pengabdian mempersiapkan modul buku untuk nanti diberikan kepada pihak takmir dan remaja masjid. Selain itu mempersiapkan materi untuk kegiatan sosialisasi di lokasi Masjid Al Huda Pandeyan. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Oktober 2023 pukul 30 WIB di Masjid Al Huda Pandeyan. Ngemplak. Boyolali. Kegiatan pelaksanaan berjalan dengan lancar dan diikuti sebanyak 25 peserta terdiri dari Target peserta pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bapak/ibu takmir, remaja masjid dan masyarakat jamaAoah Masjid Al Huda Pandeyan Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan pada saat akhir sesi menggunakan tanya jawab dengan peserta atau audiens kepada pemateri yang sudah memberikan materi sosialisasi. Identifikasi Masalah Persiapan Kegiatan Sosialisasi ( Modul. Mater. Pelaksanaan Kegiatan ( Ceramah. Diskus. Evaluasi Gambar 1. Tahapan Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil dan Pembahasan Kegiatan ini diawali dengan pengenalan tentang media sosial ( perkembangan sosial media, dampak positif dan negati. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan phishing . enis phishing, dampak berbahaya, simulasi Setelah itu disampaikan juga terkait kasus-kasus yang berkaitan dengan kejahatan phishing yang memanfaat media sosial untuk melakukan penyebaran. Berikut ini dokumentasi pelaksanaan seminar terlihat pada Gambar 2. Pelaksanaan Sosialisasi Rincian kegiatan sosialisasi pada takmir dan remaja masjid Al Huda Pandeyan terlihat pada tabel 1. Jadwal Tabel 1. Rincian Kegiatan Sosialisasi Kegiatan Pembukaan Materi Pengenalan Sosial Media Sesi Tanya Jawab Materi Pengenalan Phishing Sesi Tanya Jawab http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Jadwal Kegiatan Materi Simulasi dan Pencegahan Phishing Sesi Tanya Jawab Evaluasi Penutup Hasil pelaksanaan kegiatan menjelaskan tentang beberapa materi yaitu pengenalan sosial media, phishing, simulasi dan pencegahannya. Materi Pengenalan Sosial Media mencakup konsep dan definisi sosial media, contoh platform populer, diskusi peran sosial media sehari-hari dengan dampaknya pada hubungan personal dan profesional, identifikasi potensi risiko keamanan, penjelasan risiko privasi, pencurian identitas, dan penipuan online, serta panduan praktis untuk menjaga keamanan akun beserta pemahaman konfigurasi privasi dan kontrol di berbagai platform. Materi Pengenalan Phishing melibatkan definisi dan penjelasan konsep phishing, perbandingan dengan serangan siber lainnya, tahapan serangan phishing dari awal hingga akhir beserta contoh skenario di media sosial, pengenalan tanda-tanda umum serangan phishing, cara mengenali pesan atau tautan palsu, serta penjelasan tentang berbagai metode phishing yang sering terjadi di platform sosial media. Selain materi-materi tersebut, pelatihan juga mencakup aspek simulasi dan pencegahan phishing dengan mendemonstrasikan serangan phishing secara langsung. Tujuan dari simulasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang modus serangan yang mungkin dihadapi, serta memberikan pengenalan mendalam tentang cara mengidentifikasi dan menghindari jebakan phishing. Dalam bagian ini, peserta akan terlibat dalam serangkaian simulasi serangan phishing yang realistis, memberi pengalaman praktis dalam menghadapi situasi Melalui simulasi ini, peserta dapat melatih keterampilan dalam mengenali tanda-tanda serangan phishing, seperti pesan email yang mencurigakan atau situs web palsu. Selanjutnya, materi ini juga menyajikan panduan langkah-langkah konkret untuk pencegahan phishing yang dapat diambil oleh pengguna. Salah satu poin utama adalah penekanan pada penggunaan keamanan ganda . wofactor authenticatio. sebagai langkah tambahan untuk melindungi akun. Peserta diajak untuk memahami peran keamanan ganda dalam menanggulangi ancaman keamanan digital dan mengimplementasikannya secara efektif. Selama pelatihan, pentingnya kesadaran pengguna juga dijelaskan sebagai kunci utama dalam mengatasi risiko Peserta diberi pemahaman mendalam tentang pentingnya bersikap waspada dan skeptis terhadap pesan atau tautan yang mencurigakan, serta pentingnya untuk tidak mengungkapkan informasi pribadi atau kredensial login tanpa verifikasi yang jelas. Terakhir, materi mencakup penyusunan rencana tanggap darurat. Peserta diberikan langkah-langkah konkret yang harus diambil jika menjadi korban serangan phishing, termasuk melaporkan insiden dan segera mengamankan akun. Keseluruhan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan digital peserta melalui pengetahuan yang diperoleh dan pemahaman praktis dalam menghadapi ancaman phishing. Setelah menyelesaikan kegiatan, tim pengabdian dan peserta seminar mengadakan sesi foto bersama sebagai langkah dokumentasi kegiatan, sebagaimana yang tampak pada Gambar 3. Selanjutnya, tim pengabdian melaksanakan diskusi internal untuk mengevaluasi seluruh aspek kegiatan, termasuk persiapan, materi, dan tingkat antusiasme peserta. Gambar 3. Foto Bersama Kegiatan Sosialisasi http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menggunakan kuisioner. Beberapa kriteria yang digunakan dalam kuisioner tersebut adalah penilaian tentang materi, presentasi, pemahaman tentang media sosial, materi tentang phishing. Berikut hasil dari kuisioner yang diberikan kepada 25 peserta kegiatan didapatkan hasil bahwa sebanyak 32% . dari peserta memilih opsi "Baik" dan sebanyak 68% . memilih opsi "Sangat baik" terhadap sosialisasi yang sudah dilakukan. Jadi, secara keseluruhan, peserta memberikan respons positif terhadap sosialisasi tersebut. Berikut ini diagram terkait penilaian peserta terhadap sosialisasi dapat dilihat pada gambar 4. KEGIATAN SOSIALISASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL YANG AMAN DARI BAHAYA PHISING Sangat Tidak Baik Kurang Baik Cukup Baik Sangat Baik Gambar 4. Penilaian peserta terhadap sosialisasi Kesimpulan Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa peserta, bahwa sosialisasi yang dilakukan pada jamaah Masjid Al Huda Pandeyan telah mendapatkan respons positif, dengan 32% peserta menilai kegiatan tersebut berjalan dengan "Baik" dan 68% menilai kegiatan sosialisasi berjalan dengan "Sangat Baik". Mayoritas peserta, yang sebagian besar adalah pengguna media sosial, merespon kegiatan tersebut dengan baik. Kegiatan sosialisasi ini memberikan wawasan baru tentang cara menjaga keamanan online dan melindungi diri dari bahaya phishing. Peserta juga berhasil memperoleh pengetahuan baru tentang tanda-tanda dan risiko yang terkait dengan serangan phishing di lingkungan media sosial. Penulis merekomendasikan agar kegiatan serupa dapat diadakan secara berkala, mungkin dalam beberapa bulan sekali. Hal ini akan memastikan bahwa jamaah terus memperbarui pengetahuan terkait keamanan media sosial dan dapat menjaga ketahanan terhadap ancaman phishing yang terus berkembang. Semakin sering jamaah terlibat dalam sosialisasi semacam ini, semakin tinggi kemungkinan dapat mengenali potensi risiko dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi diri dan komunitas dari serangan online. Penghargaan Terima kasih pada LPPM STMIK Amikom Surakarta atas dukungan dana dan memfasilitasi kegiatan publikasi pengabdian kepada masyarakat ini. Referensi