Vol. No. September 2024 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 ANALISIS HEDONISME. STORE ATMOSPHERE DAN HARGA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN DI GS THE FRESH LEGENDA WISATA DENGAN BRAND IMAGE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Inayatilah Haerudin1*. Hery Margono2 Universitas Ipwija. Jakarta. Indonesia inayatilahhaerudin25@gmail. Abstrak Hedonisme. Store Atmosphere,dan Harga merupakan tiga dari beberapa faktor yang mempengaruhi Loyalitas Konsumen di GS THE FRESH Legenda wisata. Untuk membuktikan pengaruh ketiganya maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Hedonisme. Store Atmosphere,dan harga terhadap Loyalitas konsumen dengan Brand Image sebagai variabel Dengan mengambil sampel 97 pelanggan yang diambil menggunakan sampel tidak terhingga karena jumlah populasi tidak diketahui, pengambilan data dilakukan dengan instrument kuesioner tertutup, ada lima skala penilaian, dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif yaitu dengan mendeskripsikan data penelitian. Analisis regresi berganda digunakan sebagai alat analisis sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji Normalitas,Uji Multikolienaritas,Uji Asumsi Autokorelasi dan Uji Heterokedastisitas. Hasil Penelitian ini menunjukan hasil bahwa Hedonisme, store atmosphere,dan harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas Konsumen. Sedangkan Brand Image dapat memoderasi dan memperkuat hubungan antara Hedonisme. Store Atmosphere,dan Harga terhadap Loyalitas Konsumen. Kata kunci: Hedonisme. Store Atmosphere. Loyalitas Konsumen. Brand Image Abstract Hedonism. Store Atmosphere, and Price are three of several factors that influence Consumer Loyalty at GS THE FRESH Tourism Legend. To prove the influence of the three, this research was carried out with the aim of finding out the influence of Hedonism. Store Atmosphere and price on consumer loyalty with Brand Image as an intervening variable. By taking a sample of 97 customers taken using an infinite sample because the population size is unknown, data collection was carried out using a closed questionnaire instrument, there are five rating scales, from strongly disagree to strongly This research was carried out quantitatively, namely by describing research data. Multiple regression analysis is used as an analytical tool while hypothesis testing is carried out with the Normality Test. Multicollinearity Test. Autocorrelation Assumption Test and Heteroscedasticity Test. The results of this research show that hedonism, store atmosphere and price have a significant influence on consumer loyalty. Meanwhile. Brand Image can moderate and strengthen the relationship between Hedonism. Store Atmosphere, and Price on Consumer Loyalty. Keywords: Hedonism. Store Atmosphere. Consumer Loyalty. Brand Image PENDAHULUAN Setiap Negara memiliki jumlah penduduk yang berbeda, ada yang jumlah penduduknya tinggi, ada juga Negara yang penduduknya rendah. Namun, jumlah penduduk di suatu Negara akan terus berubah setiap hatinya, adapun sebagian aspek yang menimbulkan pergantian jumlah penduduk di tiap negaranya, antara lain, kelahiran, migrasi serta kematian. Ketiganya silih berhubungan sehingga jumlah penduduk dalam sesuatu daerah terus mengalami Negara sangat padat di dunia populasinya dapat menggapai jutaan sampai milyaran jiwa. Informasi PBB menampilkan sepanjang ini 10 besar negara terpadat dapat menggapai jutaan sampai milyaran jiwa, dan saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-4 setelah Negara Cina. India. Amerika. Adapun Negara- negara yang masuk ke kategori Negara padat penduduk yaitu (Cina. India. Amerika. Indonesia. Pakistan. Brazil. Nigeria. Bangladesh. Rusia. Meksik. Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau yang kemudian terbentuk provinsi. Sejak tahun 2022. Indonesia terdiri dari 37 provinsi. Terdapat tambahan 3 Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 provinsi baru dari sebelumnya 34 provinsi, diantaranya Provinsi Papua Selatan . erdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 2022 tanggal 25 Juli 2. Provinsi Papua Tengah . erdasarkan Undang-Undang No 15 Tahun 2022 tanggal 25 Juli 2. , dan Provinsi Papua Pegunungan . erdasarkan Undang-Undang No 16 Tahun 2022 tanggal 25 Juli 2. Adapun persebaran penduduk terlampirkan sebagai berikut . Gambar 1. 1 Keadaan Geografi Indonesia Sumber . Badan Pusat Statistik (BPS) Dijelaskan bahwa peta yang berwarna oren yaitu di provinsi papua dan Kalimantan memiliki tingkat kepadatan yang paling rendah dengan jumlah penduduk kurang dari 30 juta jiwa per KM, sedangkan peta yang berwarna ungu yaitu pulau jawa dengan tingkat kepadatan paling tinggi dengan jumlah penduduk lebih dari 1000 jiwa per Km. Daerah yang penduduknya paling sedikit yaitu di provinsi papua dan paling tinggi itu terletak di pulau jawa. Adapun provinsi yang paling tinggi penduduknya tepatnya di pulau jawa terletak di provinsi jawa barat . juta jiw. Jakarta . ribu jiwa/ km ). I Yogyakarta . ,8 juta jiw. , maka tidak heran jika pulau jawa sebagai daerah yang penduduknya paling padat. Tabel 1. Jumlah Penduduk Indonesia Jumlah Penduduk Indonesia (Ribu Jiw. 270,203,9 272,682,5 275,773,8 Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan pusat statistic tahun 2022, jumlah keseluruhan penduduk di Indonesia saat ini yaitu mencapai 275,773,8 setiap tahunya mengalami peningkatan, dengan banyaknya penduduk, maka tingkat konsumsi pun tinggi, baik itu konsumsi makanan ataupun non makanan. Kebutuhan pokok yang mendasar untuk tiap manusia terdiri dari kebutuhan sandang, pangan serta papan. Pada era yang modern ini kebutuhan manusia terus menjadi bermacammacam. Perihal tersebut tercermin pada tingkat kebutuhan warga yang terus menjadi bermacam- macam serta terus menjadi bertambah,sehingga menyebabkan penduduk kesusahan dalam perihal memastikan manakebutuhan primer serta mana kebutuhan Tetapi, dari sekian banyak kebutuhan manusia, kebutuhan sandang dan pangan masih menjadi kebutuhan pokok maka suatu Negara pun harus menyediakan pasar untuk Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 penduduknya memenuhi keperluan sehari-hari, seperti yang tertera dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1996 . Bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan nasional. Bahwa pangan yang aman, bermutu, bergizi, beragam, dan tersedia secara cukup merupakaa prasyarat utama yang harus dipenuhi dalam upaya terselenggaranya suatu sistem pangan yang memberikan perlindungan bagi kepentingan kesehatan serta makin berperan dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Bahwa pangan sebagai komoditas dagang memerlukan dukungan sistem perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab, sehingga tersedia pangan yang terjangkau oleh daya beli masyarakat serta turut berperan dalam peningkatan penumbuhan ekonomi Bahwa sehubungan dengan pertimbangan pada butir a, butir b, dan butir c, serta untuk mewujudkan sistem pengaturan, pembinaan, dan pengawasan yang efektif di bidang pangan, maka perlu dibentuk Undang-Undang tentang Pangan. Berdasarkan penjelasan Undang-undang diatas, dapat disimpulkan bahwa pangan ialah sesuatu kebutuhan pokok utama untuk manusia untuk bisa mempertahankan keberlangsungan hidup, oleh sebab itu kecukupan pangan untuk setiap orang pada tiap waktu ialah hak azazi yang wajib dicukupi. Dikarenakan jumlah permintaan sandang dan pangan tinggi, maka pemerintah menyediakan pasar yaitu sebagai wadah transaksi jual beli untuk memenuhi kebutuhan seharihari, berikut jumlah sebaran pasar yang ada di Indonesia. Tabel 2. Persebaran pasar di Indonesia Sebaran Pasar dan Pusat Perdagangan Menurut Klasifikasi Pasar Pusat Provinsi Toko Swalayan Jumlah Tradisional Perbelanjaan ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU JAMBI SUMATERA SELATAN BENGKULU LAMPUNG KEP. BANGKA BELITUNG KEP. RIAU DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA JAWA TIMUR BANTEN BALI Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN UTARA SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA GORONTALO SULAWESI BARAT MALUKU MALUKU UTARA PAPUA BARAT PAPUA INDONESIA Sumber . Badan Pusat Statistik (BPS) Berdasarkan tabel diatas tertera bahwa jumlah pasar yang tinggi itu ada di daerah pulau jawa, mencapai angka ribuan, mengingat pada Gambar Peta wilayah Indonesia (Gambar 1. yang dimana telah dijelaskan bahwa jumlah penduduk pulau jawa sangat tinggi, maka hal itu menjadi penyebab tingginya jumlah pasar yang ada di pulau jawa juga mempengaruhi gaya hidup masyarakatnya yang hedonisme. Karena penduduk Indonesia tinggi dan diperkotaan masyarakatnya sangat senang berbelanja, maka sangat menjadi sasaran potensial yang diburu oleh perusahaan asing untuk mendirikan perusahaannya di Indonesia. Memang. Indonesia Negara yang bekembang, sehingga sangat membuka peluang bagi perusahaan asing untuk mendirikan usahanya di Indonesia. Namun, perusahaan dengan modal asing atau PT PMA tidak bisa menjalankan usahanya begitu saja di Indonesia. Ada aturan khusus yang harus dipatuhi seperti yang tercantum pada Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal Asing. Dengan peraturan ini, kegiatan penanaman modal bisa berjalan dengan lancar dan legal. Dengan di izinkannya pemodal asing di Indonesia, maka sejak itu banyak perusahaan asing yang mendirikan perusahaannya seperti halnya usaha di sektor retail modern yang sangat berperan dalam pemenuhan sandang dan pangan. Beberapa tahun belakangan ini memang bidang usaha ritel modern dengan bentuk hypermarket. Supermarket serta minimarket menjamur, menyusul maraknya pembangunan mall ataupun pusat perbelanjaan di kota- kota besar. Ritel besar semacam hypermarket serta department store jadi anchor tenant yang bisa menarik atensi wisatawan. Apalagi saat ini bidang usaha ritel modern mulai menjalar ke kota- kota kabupaten paling utama tipe Supermarket serta minimarket. Dikala ini bidang usaha ritel berkembang cepat di pinggiran kota, mengingat posisi kawasan tinggal banyak di wilayah itu. Kesempatan bidang usaha ritel Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 modern amat menjanjikan walaupun sesungguhnya bidang usaha merupakan upaya dengan tingkatan profit yang tidak sangat besar. Namun bidang usaha ritel modern mempunyai tingkatan likuiditas yang besar sebab pemasaran ke klien dicoba dengan cara kas, sedangkan pembayaran ke agen bisa dicoba dengan cara berangsur- angsur. Dengan membaiknya perekonomian Indonesia, kian pulih pula tingkatan energi beli serta mengkonsumsi warga Indonesia. Perihal ini pula hendak mengganti gaya hidup warga. Warga membutuhkan tempat berbelanja yang aman, nyaman, bersih, produk yang bermutu dan keseluruhan produk yang diadakan, seluruh itu diperoleh di ritel modern. Adanya konsumen dengan tingkatan keahlian yang besar didukung dengan terdapatnya pembangunan ekonomi yang bagus alhasil memberikanpeluang lebih pada konsumen buat Produk- produk diluar keinginan penting jadi benda yang gampang dibeli. Konsumen mempunyai keahlian untuk membelanjakan uangnya dengan mudah untuk melakukan pembelian produk yang penuhi keinginan hedonis konsumen. Timbulnya gaya hidup hedonisme pula tidak terbebas dari faktor-faktor yang jadi dorongan seorang dalam Dorongan berbelanja dengan cara hedonis ialah gaya hidup individu yang melaksanakan kegiatan belanja dengan cara berlebihan untuk memenuhi hasrat kebahagiaannya tersendiri, juga konsumen saat ini didominasi oleh konsumen generasi milenial, sehingga senjadi aspek utama dalam bertumbuhnya bidang usaha ritel modern ini memudahkan konsumen dalam bertransaksi jual beli kebutuhan utama sehari-hari. posisi gerai yang amat gampang dijangkau. Teknologi yang digunakan dalam operasional bidang usaha ritel mulai mengenakan sistem data manajemen yang terbaru semacam sistem pemasaran, sistem persediaan benda, sistem expired benda alhasil bisa membagikan data yang nyata pada para konsumen. Maka dari itu akhir-akhir ini banyak yang beralih opsi belanjanya di ritel modern dibandingkan pasar tradisional yang sedang belum hadapi Terlebih pada masyarakat yang diperkotaan yang sangat gamar berbelanja, adapun penyebab dari gemar berbelanja itu karena pengaruh lingkungan yang modern maka menyebabkan hedonisme demi mengikuti trend saat ini. Tetapi saat ini banyak timbulnya bidang usaha ritel, alhasil menimbulkan kompetisi diantara ritel- ritel kian besar, alhasil berakibat kompetisi dalam perihal memperebutkan pangsa pasar, oleh karena itu dibutuhkan strategi yang pas dalam menarik serta menjaga konsumen supaya sanggup bertahan di bidang usaha ini. Bidang usaha ritel dikala ini lagi hadapi perkembangan yang besar pula cepat, nyaris di semua area Indonesia banyak dibuat minimarket apalagi Supermarket, tidak jarang didalam sesuatu wilayah yang bersaing, apalagi sampai jangkauannya minimun semacam warung- warung kecil yang tercantum memeriahkan Akibatnya antusiasme masyarakat amat baik sebab banyak opsi dalam memastikan dimana hendak berbelanja, salah satu strategi yang pas buat bertahan dari kompetisi besar dalam bidang usaha ritel dikala ini ialah dengan metode membuat daya tarik yang berbeda, seperti membuat store atmosphere yang berbeda dari yang lain, juga penempatan harga yang sesuai, guna menarik minat konsumen agar loyal dalam berbelanja. Memang untuk mendapatkan loyalitas konsumen perusahaan harus mempunyai pembeda dari competitor yang lain untuk memenangkan persaingan. Bersamaan dengan pertumbuhan bisnis toko ritel, banyak industri yang bergerak di bidang ini yang awal mulanya dikelola secara tradisional berganti haluan jadi toko ritel modern sehingga jadi bisnis yang inovatif, dinamis, serta kompetitif. Untuk mewujudkan loyalitas konsumen maka perusahaan ritel harus menyediakan tempat yang nyaman, seperti store atmosphere yang elegan juga mengikuti trend saat ini, dengan itu maka akan mengundang konsumen yang loyal, apalagi jika dibarengi dengan harga yang affordable, maka konsumen pun akan mempromosikan ke keluarga ataupun lingkungannya bahwa perusahaan ritel tersebut worth it untuk dijadikan tujuan belanja, karena bagaimanapun juga jika yang ditawarkan maksimal maka feedback yang didapatpun maksimal, juga usaha ritel pun mudah dikenal dan dipercaya masyarakat luas. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Pada akhirnya masyarakat yang berperan sebagai konsumen, saat ini konsumen makin cermat dalam memilih tempat berbelanja, tempat belanja mana yang akan dijadikan tempat untuk berbelanja, tentunya konsumen yang loyal lebih memilih berbelanja ditempat yang memberikan kesan baik, baik itu dari segi pelayanan ataupun tempatnya yang vibesnya hedon . enarik & mewa. , store atmosphere ( suasana toko yang nyama. , harga yang beragam, maka tempat yang dipilih konsumen pun akhirnya ritel modern . Banyak bidang usaha ritel di Indonesia, tetapi untuk bidang usaha ritel yang berasal dari korea cuma terdapat sebagian. Salah satu bidang usaha ritel yang berasal dari korea selatan dikala ini merupakanAu PT GS Retail Indonesia( GS THE FRESH)AoAo. GS25 ataupun di indonesia yang bernama GS THE FRESH merupakan jaringan gerai serba terdapat Korea Selatan yang dioperasikan serta dipunyai oleh GS Retail, anak industri GS Group, industri ritel ini sediakan bermacam-macam jenis produk keinginan rumah tangga semacam santapan, minuman, produk kecantikan juga busana, produknya sendiri pun berasal dari Indonesia dan korea selatan, untuk ketersediaan produknya juga lebih dominan produk dari korea tetapi buat penuhi keinginan klien Indonesia, pihak GS THE FRESH juga memperkenalkan produk dari Indonesia pula. Ada pula salah satu ilustrasi produk korea yang terdapat di GS THE FRESH ialah kimchi asli yang di import langsung dari korea. Tidak hanya itu banyak produk dari korea yang tidak diperjual belikan di Supermarket lain tetapi ada di GS THE FRESH, alhasil mempermudah klien yang buat memperoleh produk korea. Vibes supermarket korea sangat terasa, konsumen dimanjakan dengan ornament layaknya seperti sedang berada di Negara gingseng, design sangat ke korea-koreaan yang membuat kesan mewah dan hedon, store atmosphere yang tidak monoton, seperti berpindah Negara, dan varian produk dengan harga yang variatif , sangat beda jika dibandingkan dengan ritel yang lain. Suasana supermarket yang nyaman membuat hati konsumen senang, perasaan gembira ketika berbelanja, apalagi di Indonesia banyak yang hallyu . rang yang menggemari segala sesuatu tentang kore. atau lebih familiar dengan k- popers. Maka semakin menarik GS THE FRESH dimata konsumen. Adapun penyebab yang menimbulkan GS THE FRESH mendirikan perusahaannya di Indonesia ialah penduduknya banyak alhasil pangsa pasarnya banyak, terlebih korea selatan banyak digemari masyarakat Indonesia. GS THE FRESH amat berupaya sekali dalam memperoleh loyalitas konsumen. Pihak manajemen serta team GS THE FRESH sudah melaksanakan upaya untuk tingkatkan citra industry yang positif serta mendapatkan loyalitas konsumen dengan meningkatkan profit dengan metode mengutamakan menarik konsumen menggunakan store yang hedon, atmosphere juga harga . Untuk tingkatkan mutu yang baik untuk konsumen. GS melakukan beragam cara, salah satunya dengan membuat tata ruang took yang rapih dan pencahayaan yang baik memudahkan konsumen dalam menemukan produk yang dicari. Bermacam program menarik pula sudah direncanakan oleh GS THE FRESH selaku salah satu usaha untuk tingkatkan kenyamanan transaksi. Antara lain Gratis delivery( Pengiriman fre. untuk para member di area Legenda Wisata. Gratis entrance( masuk fre. buat Kiddy Land untuk para member, dan program membership poin yang bisa diakumulasikan serta dipakai buat pembelanjaan selanjutnya di GS THE FRESH, juga pembuatan member pun Seperti yang diketahui bahwa persaingan dalam ritel Indonesia sangatlah ketat, sehingga mempengaruhi loyalitas konsumen yang berdampak pada kuantitas penjualan, seperti halnya yang terjadi pada GS The Fresh, seperti yang dijelaskan sebagai berikut . Tabel 3. DATA PENJUALAN GS 2021-2023 Laporan Laba Rugi (IDR dalam jut. 12 Bulan Terakhir (Trailing Twelve DATA PENJUALAN GS 2021-2023 12 Bulan Terakhir (Trailing Twelve Month. Desember 2021 Desember 2022 Kuartal Fiskal Maret 2023 Maret 2022 Maret 2023 Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Month. Kuartal FiskalPeriode Berakhir Pendapatan Laba Bersih Beranjak dari kompetisi bidang usaha ritel modern yang hendak terus meningkat para wiraswasta wajib memiliki rancangan yang amat kokoh, yang nyata, serta tidak berubahubah. Bekal ilmu yang baik tentang konsep- konsep pengurusan bidang usaha ritel modern juga amat berarti untuk dimengerti, agar meminimalisir risiko kerugian bagi perusahaan. Pertama, supermarket harus mudah dikenali dengan ciri khas oleh konsumen,kedua pemilik perusahaan harus berbisnis menggunakan minat atau passion, karena mengelola usaha di bidang ritel modern juga membutuhkan kesiapan pengelola dalam arti Store yang baik dalam hal visual dan harga. dalam perihal administratif ritel modern dan melek terhadap peluang agar mampu berkompetensi untuk bertahan dalam bidang usaha ritel ini. Maka dari itu, dipandang berarti untuk meningkatkan wawasan serta keahlian di aspek manajemen ritel yang hendak menaikkan kesiapan pengelola ritel modern pada biasanya dalam menerapkan seluruh wawasan serta rancangan manajemen ritel modern dengan cara berintegrasi. Hedonisme merupakan gaya hidup seseorang dalam kesehariannya, yang dimana orang tersebut membelanjakan uangnya untuk memenuhi hasrat bahagianya dalam berbelanja, alasan seorang mempunyai watak hedonis antara lain ialah banyak keinginan yang tidak dapat terpenuhi lebih dahulu, setelah itu sehabis keinginan terpenuhi, timbul keinginan terkini serta sering- kali keinginan itu lebih besar dari lebih dahulu. Hedonic shopping motives hendak terwujud dengan terdapatnya gairah belanja seorang yang gampang terbawa- bawa bentuk terkini serta berbelanja jadi gaya hidup seseorang untuk penuhi keinginan tiap hari. Hal ini pun dikemukakan oleh Linda . alam Rianton, 2. mengatakan bahwa gaya hidup hedonis adalah pola perilaku yang dapat diketahui dari aktifitas, minat maupun pendapat yang selalu menekankan pada kesenangan hidup. Tetapi bagi perusahaan semakin konsumen loyal maka semakin banyak keuntungan yang diperoleh. Menurut Riyanto dan Susanto . , hedonisme juga dapat didefinisikan sebagai gaya hidup yang terus menerus mencari kesenangan, kenikmatan, dan kenyamanan sambil menghindari penderitaan, kesusahan, dan kesulitan. Prinsip hedonisme adalah mencari yang Penelitian Hedonisme terhadap Loyalitas konsumen telah dilakukan oleh Eko suseno dan Nanda Fadila . Nilai Hedonis. Kualitas Layanan, dan Promosi Terhadap Loyalitas Konsumen Kuota Internet Indosat di Era New Normal Kuantitatif. Yang dimana Hasil ini menunjukkan konsumen memiliki orientasi terhadap nilai hedonis yang telah dilakukanpada penggunaan kuota internet indosat dibandingkan kualitas layanan dan promosi. Analisis hedonism terhadap loyalitas konsumen di GS The Fresh Legenda wisata sangat diperlukan, agar perusahaan menawarkan sesuatu yang menarik dan memuasakan lalu hasilnya menguntungkan perusahaan contohnya mendapatkan konsumen yang loyal. Store atmosphere ( suasana gera. ialah salah satu elemen penting dari bauran pemasaran yang sanggup pengaruhi loyalitas konsumen. Pada saat berbelanja, konsumen tidak cuma mencermati benda serta pelayanan yang ditawarkan oleh ritel modern tersebut, namun pula area pembelian yang memberikan kenyamanan untuk konsumen, alhasil konsumen pun memilah tempat yang digemari untuk berbelanja. Walaupun demikian, mengetahui serta menguasai suasana gerai bukanlah perihal yang mudah sebab suasana gerai ialah campuran dari keadaan yang berkaitan dengan emosional. Menurut Berman dan Evans dalam Eli achmad . Strore Atmosphere merupakan kombinasi dari karakteristik fisik toko seperti arsitektur, tata letak, pencahayaan, pemajangan, warna, suhu, musik, dan aroma yang secara menyeluruh akan menciptakan citra dalam benak Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Penelitian mengenai Store atmosphere sebelumya telah dilakukan oleh Nining widianingsih . Pengaruh Store Atmosphere Dan Hedonic Shopping Motivation Terhadap Loyalitas Konsumen (Survei Pada Konsumen Ramayana Cabang Dalam Kaum Bandung )Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian deskriftif dan verifikatif. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa variabel store atmosphere dan hedonic shopping motivation berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen pada Ramayana Cabang Dalam Kaum Bandung. Jika dilakukan penelitian mengenai Store Atmosphere di GS The Fresh Legenda Wisata maka sangat berpengaruh signifikan, karena setiap sudut dan tata letak yang ada di toko sangat memanjakan mata konsumen. Harga merupakan aspek penting karena mempengaruhi kepada profit produsen dan mempunyai andil berarti dalam pengaruhi ketetapan konsumen dalam membeli sesuatu produk yang hendak amat memastikan keberhasilam penjualan sesuatu produk, sebab harga ialah perihal yang dicermati konsumen dikala melaksanakan Harga merupakan sejumlah nominal uang yang ditukarkan untuk suatu produk serta pelayanan. Lebih jauh lagi, harga merupakan beberapa angka yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan mempunyai ataupun memakai sesuatu benda ataupun pelayanan( Kotler serta Amstrong: 2. Menurut (Kotler & Armstrong, 2019:. yang diterjmahkan oleh Bob Sabran harga merupakan Aujumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh produkAy. Hal itu dilakukan agar sesuai harga dengan kondisi persaingan yang ada dan membawa produk tersebut agar dapat sejalan dengan apayang diinginkan konsumen. Robby Kurniawan . Analisis Pengaruh Kepuasan. Kualitas layanan. Dan Nilai Harga Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Restoran Seafood Di Kota Batam Pengumpulan data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner ke berbagai media sosial berupa Google Sheets. IBM SPSS Statistic 23 sebagai software untuk mengolah data. Hasil pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah variabel kepuasan, kualitas pelayanan dan nilai harga berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen. Maka menurut penulis, jika penelitian menggunakan variabel ini di GS The Fresh Legenda Wisata maka akan sangat berpengaruh Menurut Tjiptono dalam harahap et all 2020 bahwa Auloyalitas konsumen adalah komitmen konsumen terhadap suatu merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjangAy. Oliver . dalam Jeremia dan Djurwati . customer loyalty atau loyalitas konsumen adalah komitmen yang dipegang erat oleh konsumen untuk membeli atau mengedepankan suatu produk berupa barang atau jasa secara konsisten. Maksudnya yaitu hal yang menjadi faktor pembelian secara berulang karena merasa puas dengan produk ataupun pelayanan ditempat berbelanja tersebut dan tetap komitmen berbelanja, walaupun sering mendapatkan pengaruh situasional atau marketing dari kompetitor untuk mengganti brand Sebelumnya penelitian loyalitas konsumen terhadap brand image telah dilakukan oleh R. Aj. EP. Apriliani . Pengaruh Brand Trust. Brand Equity dan Brand Image Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Pada Konsumen Teh Botol Sosro di Wonosob. Regresi linear berganda dan sampel yang digunakan sebanyak 97 orang. Hasil penelitian semua variabel Pengaruh Loyalitas konsumen sangat baik untu GS The Fresh Legenda Wisata, dengan tingginya loyalitas konsumen maka dapat memajukan perusahaan, maka dapat diasumsikan bahwa loyalitas konsumen terhadap brand image berpengaruh positif dan signifikan di GS The Fresh Legenda Wisata. Alasan GS THE FRESH sangat mengutamakan hedonisme, store atmosphere, dan harga terhadap loyalitas yaitu karena pembeli adalah raja maka harus diperlakukan dengan baik maka harus menjunjung tinggi mutu positif, karena bentuk fisik store adalah hal penting dalam transaksi jual beli, seperti faktor fasilitas yang memadai seperti kebersihan ruangan. Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 ketersediaan tempat parkir, kelengkapan produk,maka konsumen akan merasa puas apabila sudah mendapatkan kesan yang baik saat berbelanja. Konsumen yang puas pun akan loyal dalam berbelanja, akan merasa nyaman dan merasa diistimewakan maka konsumen bersedia loyal untuk belanja di GS THE FRESH. GS THE FRESH sangat mempertahankan konsumen,maka team GS THE FRESH dituntut untuk memenuhi dan mengerti apa yang dibutuhkan konsumen, seperti store yang menarik dan tahu apa yang sedang trending saat ini, selain itu GS THE FRESH harus mempertahankan bahkan memperbaharui fasilitas yang sudah baik, memadai dan citranya serta memberi harga yang terjangkau. GS THE FRESH menyediakan tempat berbelanja modern yang nyaman,bersih,aman dan lengkap dapat mempengaruhi loyalitas dalam berbelanja di GS THE FRESH. Oleh karena itu analisis terhadap faktor- faktor sangatlah penting untuk meingkatkan loyalitas konsumen dalam sebuah bisnis, selin itu juga karena visual toko yang menarik seperti hedon, store atmosphere, harga merupakan faktor penentu loyalitas konsumen setelah melakukan pembelian dan merasakan suasana supermarket, yang dimana konsumen mendapatkan pengalaman yang baik atau buruk terhadap keadaan supermarket akan mempengaruhi loyal atau tidaknya konsumen. Maka dapat disimpulkan bahwa penulis melakukan penelitian dengan judul AoAoAnalisis Hedonisme. Store Atmosphere. Dan Harga Terhadap Loyalitas Konsumen Dengan Brand Image Sebagai Variabel InterveningAoAo. METODE Penelitian ini dilaksanakan di PT. GS The Fresh cabang Legenda Wisata, yang beralamat di Jl. Legenda Wisata Boulevard. Nagrak. Kecamatan Gunung Putri. Kabupaten Bogor. Jawa Barat. Indonesia. Penelitian berlangsung selama sepuluh bulan, di mana setiap fase kegiatan penelitian memiliki jadwal yang telah ditetapkan, termasuk penelitian pendahuluan, penyusunan proposal, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan akhir. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tujuan menguji pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen melalui variabel Adapun variabel independen dalam penelitian ini adalah Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. , dan Harga (X. , sedangkan variabel dependen adalah Loyalitas Konsumen (Y) dengan Brand Image (Z) sebagai variabel intervening. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi sejauh mana atmosfer toko, hedonisme, dan harga mempengaruhi loyalitas konsumen melalui citra merek. Dalam pengoperasionalisasian variabel, digunakan skala Likert untuk mengukur setiap indikator dari variabel yang diteliti. Misalnya. Hedonisme diukur melalui pengalaman berbelanja, berbelanja untuk menghilangkan stres, penawaran diskon, meluangkan waktu untuk berbelanja, dan trend terbaru. Setiap indikator ini akan memberikan gambaran tentang seberapa besar hedonisme mempengaruhi perilaku konsumen dalam konteks belanja. Populasi penelitian ini adalah konsumen yang pernah berbelanja di GS The Fresh Legenda Wisata. Mengingat jumlah konsumen yang tidak terhingga, sampel dipilih melalui teknik accidental sampling, di mana konsumen yang kebetulan berada di lokasi dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dijadikan sampel. Berdasarkan rumus Lemeshow, jumlah sampel yang diambil adalah 97 konsumen. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan secara langsung dan melalui Google Forms, serta instrumen variabel yang diuji melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa alat ukur yang digunakan dapat dipercaya dan memiliki konsistensi. Analisis data menggunakan regresi linier ganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta mengidentifikasi peran variabel intervening. Uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas menjadi bagian penting dalam penelitian ini untuk memastikan bahwa model regresi dapat diterima dan hasil pengukuran adalah optimal. Selanjutnya, pengujian hipotesis dengan menggunakan koefisien determinasi dan analisis jalur dilakukan untuk Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 menilai seberapa besar variabel independen mempengaruhi variabel dependen melalui variabel intervening. Ini memberikan gambaran yang jelas tentang dinamika yang ada di antara variabel-variabel yang diteliti dalam konteks GS The Fresh Legenda Wisata. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Analisis regresi linier berganda diawali dengan pengujian persyaratan analisis dan pada penelitian ini uji asumsi klasik yang digunakan meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas yang dilakukan pada masingmasing Sub Struktur 1 (Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. Harga (X. , terhadap Brand Image (Z) dan Sub Struktur 2 (Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. Harga (X. , terhadap Loyalitas konsumen. Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y)). Hasil pengujian persyaratan analisis adalah sebagai berikut: Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang telah distandardisasi berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas data digunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Tabel 1. Uji Normalitas Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Brand Image (Z)/Sub Struktur 1 Berdasarkan tabel di atas, nilai sig yang diperoleh adalah 0,208. Karena nilai sig lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima artinya data berdistribusi normal. Tabel 2. Uji Normalitas Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y)/Sub Struktur 2 Berdasarkan tabel di atas, nilai sig yang diperoleh adalah 0,955 Karena nilai sig lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima artinya data berdistribusi normal. Tabel 4. Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y)/ Sub Struktur 3 Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Berdasarkan tabel di atas, nilai sig yang diperoleh adalah 0,268 Karena nilai sig lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima artinya data berdistribusi normal. Dengan metode grafik, dapat dilihat jika titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Sebaliknya jika titk-titik menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinieritas Multikolonieritas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Uji multikolinearitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung nilai Tolerance dan VIF. Cara yang digunakan untuk menilainya adalah dengan melihat nilai faktor inflasi varians (Variance Inflasi Factor/VIF). Multikolinieritas dianggap tidak ada masalah apabila uji VIF nilainya kurang dari 10 (Ghozali 2011:. Pengujian dapat juga menarik kesimpulan dengan cara melihat nilai tolerance. Jika nilai tolerance > 0,1 maka artinya tidak terjadi multikolinieritas dalam model regresi. Berikut ini merupakan hasil uji Multikolinieritas: Tabel 5. Uji Multikolinieritas Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Brand Image (Z)/Sub Struktur 1 Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Berdasarkan tabel di atas: Variabel Hedonisme (X. memiliki nilai Tolerance sebesar 0,117 . ebih besar dari 0,. dan nilai VIF sebesar 8. ebih rendah dari . Variabel Store atmosphere (X. memiliki nilai Tolerance sebesar 0,114 . ebih besar dari 0,. dan nilai VIF sebesar 8. ebih rendah dari . Variabel Hargaa (X. memiliki nilai Tolerance sebesar 0,854 . ebih besar dari 0,. dan nilai VIF sebesar 1,171 . ebih rendah dari . Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Tabel 6. Uji Multikolinieritas Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y)/Sub Struktur 2 Sumber : Data penelitian yang diolah 2023 Berdasarkan tabel di atas: Variabel Hedonisme (X. memiliki nilai Tolerance sebesar 0,180 . ebih besar dari 0,. dan nilai VIF sebesar 8. ebih rendah dari . Variabel Store atmosphere (X. memiliki nilai Tolerance sebesar 0,120 . ebih besar dari 0,. dan nilai VIF sebesar 8,769 . ebih rendah dari . Variabel Harga (X. memiliki nilai Tolerance sebesar 0,854 . ebih besar dari 0,. dan nilai VIF sebesar 1,171 . ebih rendah dari . Uji Asumsi Autokorelasi Penelitian ini uji autokorelasi dilakukan dengan metode durbin watson (DW). Adapun ketentuan dalam melakukan uji durbin watson (DW) adalah sebagai berikut: Apabila nilai DW < dL atau DW > . -dL) berarti terdapat autokorelasi. Apabila nilai . -dU) berarti tidak terdapat Apabila nilai dL < DW < dU atau . -dU) < DW < . -dL) berarti tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti Berikut adalah hasil uji autokorelasi yang diperoleh: Tabel 7. Uji Autokorelasi Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Brand Image (Z)/Sub Struktur 1 Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Pada jumlah sampel . 97 dan jumlah variabel bebas . nya 4, nilai dU adalah 1,732, dan nilai dL adalah 1,603, maka nilai 4-dU adalah 2,268 dan nilai 4- dL adalah 2,397. Nilai DW yang di peroleh adalah 1. 866 berada di antara dU . dan 4- dU . sehingga disimpulkan tidak terdapat pelanggaran autokorelasi. Tabel 8. Uji Autokorelasi Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y)/Sub Struktur 2 Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Sumber : Data Penelitin yang diolah 2023 Pada jumlah sampel . 97 dan jumlah variabel bebas . nya 4, nilai dU adalah 1,732, dan nilai dL adalah 1,603, maka nilai 4-dU adalah 2,005 dan nilai 4- dL adalah 2,397. Nilai DW yang di peroleh adalah 2. 005 berada di antara dU . dan 4- dU . sehingga disimpulkan tidak terdapat pelanggaran autokorelasi. Tabel 4. 17 Uji Autokorelasi Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y)/ Sub Struktur 3 Sumber : Data Penelitn yang diolah 2023 Pada jumlah sampel . 96 dan jumlah variabel bebas . nya 1, nilai dU adalah 1,646, dan nilai dL adalah 1,688, maka nilai 4-dU adalah 2,312 dan nilai 4- dL adalah 2,354. Nilai DW yang di peroleh adalah 2. 103 berada di antara dU . dan 4- dU . sehingga disimpulkan tidak terdapat pelanggaran autokorelasi. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas adalah uji yang digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan variansi dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Penelitian ini menggunakan uji glejser, jika nilai signifikansi setiap variabel lebih besar dari 0. 05, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas. Tabel 4. 18 Uji Heteroskedastisitas Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Brand Image (Z)/Su b Struktur 1 Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Mengacu pada tabel 4. 16, nilai sig untuk variabel Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. , berturut-turut adalah 0,870. 0,896. dan 0,293. Karena nilai sig nya masing-masing lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan tidak terdapat heteroskedastisitas pada Sub Struktur 1. Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y)/Sub Struktur 2 Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Mengacu pada tabel 4. 16, nilai sig untuk variabel Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. , berturut-turut adalah 0,419. 0,501`. dan 0,721. Karena nilai sig nya masing-masing lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan tidak terdapat heteroskedastisitas pada Sub Struktur 2. Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y)/ Sub Struktur 3 Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Mengacu pada tabel di atas, nilai sig untuk variabel Kepuasan Pelanggan (Z) adalah 0,430. Karena nilai sig nya lebih besar dari 0,05 maka disimpulkan tidak terdapat heteroskedastisitas pada Sub Struktur 2. Koefisien Determinasi Besarnya pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z) / (Sub Struktur . dapat ditunjukkan oleh nilai R square . oefisien determinas. berdasarkan tabel di bawah ini: Tabel 4. 21 Koefisien Determinasi Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Brand Image (Z)/Sub Struktur 1 Berdasarkan tabel diatas, nilai R square adalah 0,571 menunjukan bahwa Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. dependent Brand image (Z) dalam model persamaan regresi linier berganda memiliki hubungan yang simultan atau 47. 1% dimana artinya variabel Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. , pengaruh sebesar 1% terhadap Brand Image (Z). Sedangkan sisanya sebesar 52. 9% merupakan kontribusi variabel lain selain Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. , dan Harga (X. Anova pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z) /(Sub struktur . Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Hasil analisis berikutnya adalah berupa tabel anova yang digunakan untuk menguji signifikansi kemampuan model persamaan regresi berganda dalam menjelaskan pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand image (Z). Tabel 4. 22 Anova Pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand image (Z)/ (Sub struktur 1 ) Sumber : Data penelitian yang diolah 2023 Karena nilai probabilitas F lebih kecil dari pada taraf uji penelitian atau maka kelayakan model persamaan regresi hasil penelitian menjelaskan pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z) adalah signifikan. Dengan melihat niali R Square yang lebih besar dari 0,5 (R square =0,. dan nilainya signifikan, maka model persamaan linier hasil penelitian memiliki kelayakan untuk menjelaskan pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z). Koefisien Jalur Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z) /(Sub struktur . Analisis regresi linier berganda juga menghasilkan tabel koefisien yang menunjukan pengaruh parsial Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand image (Z) yaitu sebagai berikut : Tabel 4. Koefisien Jalur Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand image (Z)/ (Sub struktur 1 ) Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Dengan memperhatikan tabel di atas, maka diperoleh persamaan jalur sebagai berikut: Brand Image (Z) = B 0,410 Hedonisme (X. 0,202 Store Athmosphere (X. 0,172 Harga (X. Model persamaan regresi linier berganda hasil analisis tersebut dapat diartikan sebagai . Nilai koefisien regresi Hedonisme (X. sebesar 1= 0,410 menunjukan bahwa Hedonisme (X. berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan arah positif. Nilai koefisien regresi Store Athmospher (X. sebesar 2= 0,202 menunjukan Store Athmosphere (X. berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan arah positif. Nilai koefisien regresi Harga (X. sebesar 3= 0, 172 menunjukan bahwa Harga (X. berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen(Y) dengan arah positif. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 . Dari persamaan di atas dapat diartikan bahwa nilai koefisien jalur variabel Hedonisme (X. lebih besar dibandingkan koefisien jalur variabel Store Athmosphere (X. dan Harga (X. Artinya Hedonisme (X. lebih menentukan . erpengaruh lebih besa. terhadap Brand Image (Z) dibandingkan Store Athmosphere (X. dan Hagra (X. Terdapat arah hubungan yang positif antara Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z), dengan nilai koefisien jalur variabel Hedonisme (X. sebesar 0,410. nilai koefisien jalur variabel Store Athmosphere (X. sebesar 0,202 dan nilai koefisien jalur variabel Harga(X. sebesar 0,172. Terdapat hubungan yang searah, yaitu jika Hedonisme (X. meningkat sebesar 1 satuan maka Brand Image (Z) akan meningkat sebesar 0,410. jika Store Athmosphere (X. meningkat sebesar 1 satuan maka Brand image (Z) akan meningkat sebesar 0,202. jika Harga (X. meningkat sebesar 1 satuan maka Brand Image (Z) akan meningkat sebesar 0,172. Untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z) dilakukan dengan melihat nilai koefisien regresi baku yang tertinggi. Tabel 4. 24 Besarnya secara parsial Variabel Standardized Coefficients Beta . Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. TOTAL Besarnya Pengaruh Correlations Secara Parsial Zero-Order . Besarnya Pengaruh Secara Parsial (%) Pengaruh parsial (%) = standardized coefficient . x Corelation . ero-orde. Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa variabel yang memberikan pengaruh tertinggi adalah Hedonisme (X. sebesar 35,7%. Pengujian Hipotesis Secara Keseluruhan Ho : Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Brand Image (Z). Ha : Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Brand Image (Z). Kriteria uji: A Tolak Ho jika sig < 0,05 atau jika F hitung > F tabel A Terima Ho jika sig > 0,05 atau jika F hitung < F tabel Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Pada jumlah sampel 97 . dan jumlah variabel bebas nya 3 . , maka df1=k=3 dan df2=n-k-1=97-4-1=92, sehingga nilai F tabel adalah 2,701. Berikut adalah hasil uji F . ji simulta. Tabel 4. 25 Pengujian Secara Simultan Koefisien Jalur Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand image (Z)/ (Sub struktur 1 ) Pada tabel di atas dapat kita ketahui bahwa hasil uji simultan menunjukkan nilai F hitung sebesar 27. 652 dengan nilai sig sebesar 0,000. Karena nilai F hitung 90 . lebih besar dari F tabel . dan nilai sig nya . lebih rendah dari 0,05 maka Ho ditolak atau Ha diterima artinya Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. dan Harga (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Brand Image (Z). Koefisien jalur secara parsial . pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand image (Z)/ (Sub struktur . Untuk menguji koefisien jalur secara parsial, terlebih dahulu ditentukan rumusan hipotesisnya sebagai berikut: Ho1: Hedonisme (X. tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z) Ha1: Hedonisme (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z) Ho2: Store Athmosphere (X. tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z) Ha2: Store Athmosphere (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z) Ho3: Harga (X. tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z) Ha3: Harga (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z) Kriteria uji pada tingkat signifikansi 5%: : A Tolak Ho jika sig < 0,05 atau jika t hitung > t tabel A Terima Ho jika sig > 0,05 atau jika t hitung < t Tabel Pada jumlah sampel 97 . dan jumlah variabel bebas nya 3 . , maka df1=k=3 dan df2=n-k-1=97-4-1=92, sehingga nilai t tabel adalah 1,661. Hasil perhitungan dapat kita lihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Koefisien jalur secara parsial pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand image (Z)/ (Sub struktur 1 ) Dari tabel diatas dapat disusun model persamaan regresi linier berganda berdasarkan kolom Beta sebagai berikut : Z= B 1X1 2X2 3X3 Z= 5. 518 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3 Dari tabel di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai sig untuk variabel Hedonisme (X. adalah 0,066 dan nilai t hitung untuk variabel Hedonisme (X. adalah 1,857. Karena nilai sig nya . lebih rendah dari 0,05 dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak atau Ha diterima. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 artinya Hedonisme (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z). Nilai sig untuk variabel Store Athmosphere (X. adalah 0,037 dan nilai t hitung untuk variabel Store atmosphere (X. adalah 1,905. Karena nilai sig nya . lebih rendah dari 0,05 dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak atau Ha diterima, artinya Store Atmosphere (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Z). Nilai sig untuk variabel Harga (X. adalah 0,038 dan nilai untuk variabel Harga (X. adalah 2,680. Karena nilai sig nya . lebih rendah dari 0,05 dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak atau Ha diterima, artinya Biaya (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z). Analisis Regresi Linier Sederhana Jalur Sub Struktur 2 Analisis Regresi Linier Berganda Pengaruh Hedonisme ( X. Store Atmosphere (X. Harga ( X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) Sub Struktur2 Karena persyaratan analisis . sumsi klasi. sudah terpenuhi yaitu memenuhi normalitas, tidak terjadi autokorelasi, tidak terjadi multikolinieritas dan tidak terjadi heteroskesdastisitas maka analisis regresi linier berganda dapat dilanjutkan. Data yang digunakan yaitu data yang telah diuji tanpa mengubah perubahan karena persyaratan asumsi klasik telah terpenuhi. Hasil analisi linier ganda menggunakan software SPSS menghasilkan tiga tabel utama yaitu sebagai berikut : Koefisien Determinasi Besarnya pengaruh Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas konsumen / (Sub Struktur . dapat ditunjukkan oleh nilai R square . oefisien determinas. berdasarkan tabel di bawah ini : Tabel 4. 27 Koefisien Determinasi Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (X. Sub Struktur 2 Berdasarkan tabel diatas, nilai R square adalah 0,999 menunjukan bahwa Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. dependent Loyalitas Konsumen (Y) dalam model persamaan regresi linier berganda memiliki hubungan yang simultan artinya variabel Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. dependent Loyalitas Konsumen (Y), pengaruh sebesar 99% terhadap Brand Image (Z). Sedangkan sisanya sebesar 1% merupakan kontribusi variabel lain selain Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. , dan Harga (X. Anova pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen /(Sub struktur . Hasil analisis berikutnya adalah berupa tabel anova yang digunakan untuk menguji signifikansi kemampuan model persamaan regresi berganda dalam menjelaskan pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y). Tabel 4. Anova Pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) (Sub struktur 2 ) Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Sumber : Data penelitian yang diolah 2023 Karena nilai probabilitas F lebih kecil dari pada taraf uji penelitian atau maka kelayakan model persamaan regresi hasil penelitian menjelaskan pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas konsumen(Y) adalah signifikan. Dengan melihat niali R Square yang lebih besar dari 0,5 (R square =0,. dan nilainya signifikan, maka model persamaan linier hasil penelitian memiliki kelayakan untuk menjelaskan pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas konsumen(Y). Koefisien Jalur Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas konsumen /(Sub struktur . Analisis regresi linier berganda juga menghasilkan tabel koefisien yang menunjukan pengaruh parsial Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) yaitu sebagai berikut : Tabel 4. 29 Koefisien Jalur Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen Y/ (Sub struktur 2 ) Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Dengan memperhatikan tabel di atas, maka diperoleh persamaan jalur sebagai Loyalitas Konsumen (Y) = B 0,432 Hedonisme (X. 0,100 Store Atmosphere (X. 0,165 Harga (X. Model persamaan regresi linier berganda hasil analisis tersebut dapat diartikan sebagai berikut: Nilai koefisien regresi Hedonisme (X. sebesar 1= 0,423 menunjukan bahwa Hedonisme (X. berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan arah positif. Nilai koefisien regresi Store Athmospher (X. sebesar 2= 0,100 menunjukan Store Athmosphere (X. berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan arah positif. Nilai koefisien regresi Harga (X. sebesar 3= 0, 165 menunjukan bahwa Harga (X. berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen(Y) dengan arah Dari persamaan di atas dapat diartikan bahwa nilai koefisien jalur variabel Harga (X. lebih besar dibandingkan koefisien jalur Hedonisme (X. dan variabel Store Atmosphere (X. Artinya Harga (X. lebih menentukan . erpengaruh lebih besa. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dibandingkan Hedonisme (X. dan variabel Store Atmosphere. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Terdapat arah hubungan yang positif antara Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z), dengan nilai koefisien jalur variabel Hedonisme (X. sebesar 0,423. nilai koefisien jalur variabel Store Athmosphere (X. sebesar 0,100 dan nilai koefisien jalur variabel Harga(X. sebesar 0,165. Terdapat hubungan yang searah, yaitu jika Hedonisme (X. meningkat sebesar 1 satuan maka Loyalitas konsumen (Y) akan meningkat sebesar 0,423. jika Store Athmosphere (X. meningkat sebesar 1 satuan maka Loyalitas konsumen (Y) akan meningkat sebesar 0,100. dan jika Harga (X. meningkat sebesar 1 satuan maka Loyalitas konsumen (Y) akan meningkat sebesar 0,100. Untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Brand Image (Z) dilakukan dengan melihat nilai koefisien regresi baku yang tertinggi. Tabel 4. 30 Besarnya secara parsial Variabel Standardized Coefficients Correlations Beta Zero-Order . Besarnya Pengaruh Secara Parsial Besarnya Pengaruh Secara Parsial (%) Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. Harga (X. TOTAL Sumber : Data Penelitian yang diolah 2023 Pengaruh parsial (%) = standardized coefficient . x Corelation . Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa variabel yang memberikan pengaruh tertinggi adalah Harga (X. sebesar 67,7%. Pengujian Hipotesis Secara Keseluruhan Ho : Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Loyalitas Konsumen (Y) Ha : Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Loyalitas Konsumen (Y) Kriteria uji: -Tolak Ho jika sig < 0,05 atau jika F hitung > F tabel -Terima Ho jika sig > 0,05 atau jika F hitung < F tabel Pada jumlah sampel 97 . dan jumlah variabel bebas nya 3 . , maka df1=k=3 dan df2=n-k-1=97-4-1=92, se hingga nilai F tabel adalah 2,701. Berikut adalah hasil . ji simulta. Tabel 4. Pengujian Secara Simultan Koefisien Jalur Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas konsumen/ (Sub struktur 2 ) Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Pada tabel di atas dapat kita ketahui bahwa hasil uji simultan menunjukkan nilai F hitung sebesar 11. 155 dengan nilai sig sebesar 0,000. Karena nilai F hitung 90 . lebih besar dari F tabel . dan nilai sig nya . lebih rendah dari 0,05 maka Ho ditolak atau Ha diterima artinya Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Loyalitas konsumen (Y). Koefisien jalur secara parsial . pengaruh Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas konsumen (Y)/ (Sub struktur . Untuk menguji koefisien jalur secara parsial, terlebih dahulu ditentukan rumusan hipotesisnya sebagai berikut: Ho1: Hedonisme (X. tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Y) Ha1: Hedonisme (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Y) Ho2: Store Athmosphere (X. tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Y) Ha2: Store Athmosphere (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Y) Ho3: Harga (X. tidak memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Y) Ha3: Harga (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Y) Kriteria uji pada tingkat signifikansi 5%: : - Tolak Ho jika sig < 0,05 atau jika t hitung > t tabel - Terima Ho jika sig > 0,05 atau jika t hitung < t Tabel Pada jumlah sampel 97 . dan jumlah variabel bebas nya 3 . , maka df1=k=3 dan df2=n-k-1=97-4-1=92, sehingga nilai t tabel adalah 1,661. Hasil perhitungan dapat kita lihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. 32 Koefisien jalur secara parsial pengaruh Hedonisme (X. Store thmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) Dari tabel diatas dapat disusun model persamaan regresi linier berganda berdasarkan kolom Beta sebagai berikut : Y= B 1X1 2X2 3X3 4X4 Y= 9,263 0,432 X1 0,100 X2 0,165 X3 Dari tabel di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Nilai sig untuk variabel Hedonisme (X. adalah 0,780 dan nilai t hitung untuk variabel Hedonisme (X. adalah 1,877. Karena nilai sig nya . lebih tinggi dari 0,05 dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak atau Ha diterima, artinya Hedonisme (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z). Nilai sig untuk variabel Store Athmosphere (X. adalah 0,033 dan nilai t hitung untuk variabel Store atmosphere (X. adalah 1,729. Karena nilai sig nya . lebih rendah dari 0,05 dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak atau Ha diterima, artinya Store Athmospher (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen (Y). Nilai sig untuk variabel Harga (X. adalah 0,029 dan nilai untuk variabel Harga (X. adalah 1,713. Karena nilai sig nya . lebih rendah dari 0,05 dan nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . maka Ho ditolak atau Ha diterima, artinya Loyalitas konsumen (Y) memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas konsumen. Analisis Regresi Linier sederhana Sub struktur 3 Pengaruh Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen Hasil analisi linier ganda menggunakan software SPSS menghasilkan tiga tabel utama yaitu sebagi berikut: Koefisien Determinasi Besarnya pengaruh Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dapat ditunjukkan oleh nilai R square . oefisien determinas. berdasarkan Tabel di bawah ini: Tabel 4. Koefisien Determinasi Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y) / Sub Struktur 2 Berdasarkan tabel diatas, nilai R square adalah 0,531 atau 53,1% dimana artinya variabel Brand Image (Z) memberikan pengaruh sebesar 53,1% terhadap Loyalitas Konsumen (Y). Sedangkan sisanya sebesar 46,9% merupakan kontribusi variabel lain selain Brand Image (Z). Anova Koefisien Determinasi Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y) / Sub Struktur 2 Tabel 4. Anova pengaruh Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y) / Sub Struktur 2 Karena nilai probabilitas F lebih kecil dari pada taraf uji penelitian atau maka kelayakan model persamaan regresi hasil penelitian menjelaskan pengaruh Brand Image terhadap loyalitas konsumen adalah signifikan. Dengan melihat niali R Square yang sudah lebih besar dari 0,5 (R square =0,. dan nilainya signifikan, maka model persamaan linier hasil penelitian memiliki kelayakan untuk mejelaskan pengaruh brand image terhadap loyalitas konsumen. Koefisien Jalur Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y) / Sub Struktur 2 Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Analisis regresi linier berganda juga menghasilkan tabel koefisien yang menunjukan pengaruh parsial kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan pelanggan yaitu sebagai berikut : Tabel 4. Koefisien Jalur Sub Koefisien Determinasi Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y) / Sub Struktur 3 Dengan memperhatikan tabel di atas, maka diperoleh persamaan jalur sebagai berikut : Loyalitas Konsumen (Y) = 5. 875 0,729 Brand Image (Z) Dari persamaan di atas dapat diartikan bahwa terdapat arah hubungan yang positif antara Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Konsumen (Y), dengan nilai koefisien jalur variabel Brand Image (Z) sebesar 6= 0,729. Artinya terdapat hubungan yang searah, yaitu jika Brand Image (Z) meningkat sebesar 1 satuan maka Loyalitas Konsumen (Y) akan meningkat sebesar 0,731. Hasil Uji Signifikan Parameter Individual (Uji t ) / Pengujian Mediasi Untuk menguji apakah terjadi mediasi oleh variabel Kepuasan Pelanggan (Z), maka dilakukan uji Sobel menggunakan kalkulator online melalui website https ://quantpsy. org/sobel/sobel. Hipotesa: Ho : tidak terjadi mediasi Ha : terjadi mediasi Hubungan Hedonisme (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) melalui Brand image (Z): Gambar 4. Pada hubungan Brand image (Z) terhadap Loyalitas Pelanggan (Y), nilai koefisien jalurnya adalah 0,710 dan nilai standar error nya adalah 0,100. Hasil uji sobel menunjukkan nilai t statistik yang diperoleh adalah 4. dengan nilai sig sebesar 0,000000832. Karena nilai sig nya lebih rendah dari 0,05. Ho ditolak atau Ha diterima maka terjadi mediasi, artinya Brand Image (Z) memediasi hubungan Hedonisme (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y). Hubungan Store Athmosphere (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) melalui Brand Image (Z): Gambar 4. Pada hubungan Store atmosphere (X. terhadap Brand image (Z), nilai koefisien jalurnya adalah 0,488 dan nilai standar error nya adalah 0,112. Pada hubungan Brand Image (Z) terhadap Loyalitas Pelanggan (Y), nilai koefisien jalurnya adalah 0,488 dan nilai standar error nya adalah 0,112. Hasil uji sobel menunjukkan Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 nilai t statistik yang diperoleh adalah 3. 6045224 dengan nilai sig sebesar 0,00031273. Karena nilai sig nya lebih rendah dari 0,05. Maka Ho ditolak atau Ha diterima maka terjadi mediasi, artinya Brand Image (Z) memediasi Store Athmosphere (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y). Hubungan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) melalui Brand Image (Z): Gambar 4. Pada hubungan Proses Bisnis (X. terhadap Kepuasan Pelanggan (Z), nilai koefisien jalurnya adalah 0,383 dan nilai standar error nya adalah 0,126. Pada hubungan Brand image (Z) terhadap Loyalitas Pelanggan (Y), nilai koefisien jalurnya adalah 0,383 dan nilai standar error nya adalah 0,126. Hasil uji sobel menunjukkan nilai t statistik yang diperoleh adalah 2,85653104 dengan nilai sig sebesar 0,00428298. Karena nilai sig nya lebih rendah dari 0,05. maka Ho ditolak atau Ha diterima maka terjadi mediasi, artinya Brand Image (Z) memediasi Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Variabel Hedonisme (X. terhadap Branf Image (Z) Pengaruh Hedonisme terhadap Brand Image memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen dengan arah positif yang bermakna semakin tinggi Hedonisme yang diterima pelanggan GS The supermarket legenda wisata Kita maka makin tinggi pula Brand Image tersebut. Besarnya pengaruh Hedonisme terhadap Brand Image ditunjukan dengan nilai koefisien regresi Hedonisme yang ditunjukan dengan symbol 1= 0,410 pada model persamaan regresi linier berganda Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. Artinya pelanggan yang mempunyai gaya hidup akan berpengaruh terhadap brand image yang digunakan karna atas dasar mencari kepuasan pribadi atau kelompok, hal ini sejalan dengan teori Riyanto & Susanto . Riyanto & Susanto . , hedonisme juga dapat didefinisikan sebagai gaya hidup yang terus menerus mencari kesenangan, kenikmatan, dan kenyamanan sambil menghindari penderitaan, kesusahan, dan Prinsip hedonisme adalah mencari yang enak. Pengaruh Store Athmosphere (X. terhadap Brand Image (Z) Proses Store Athmosphere memiliki pengaruh signifikan terhadap Brand Image dengan arah positif. Besarnya pengaruh Store Athsmosphere terhadap brand image ditunjukan dengan nilai koefisien regresi Store Athmosphere yang ditunjukan dengan simbol 2= 0. Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. Dari data diatas menunjukan bahwa pelamggan mempunyai tingkat sisi kenyamanan untuk bebebelanja dikarenakan ada beberapa kepuasan yang terpenuhi dari sisi karakteristik toko. Hal ini menjadikan lamanya berbelanja dan berpengaruh terhadap brand image yang dimiliki Perusahaan, hal ini selajan dengan teori Berman & Evans dalam Eli Achmad . Berman & Evans dalam Eli achmad . Strore Atmosphere merupakan kombinasi dari karakteristik fisik toko seperti arsitektur, tata letak, pencahayaan, pemajangan, warna, suhu, musik, dan aroma yang secara menyeluruh akan menciptakan citra dalam benak Pengaruh Harga(X. terhadap Brand Image (Z) Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 Harga (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Brand Image (Z). Besarnya pengaruh Harga terhadap Branf Image ditunjukan dengan nilai koefisien regresi Biaya yang ditunjukan dengan simbol 3= 0. 171 Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. yang bermakna harga yang diterima pelanggan GS The Supermarket terhadap brand image harus sesuai dengan produk yang diberikan. (Kotler & Armstrong, 2019:. yang diterjmahkan oleh Bob Sabran harga merupakan Aujumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk memperoleh produkAy. Hal itu dilakukan agar sesuai harga dengan kondisi persaingan yang ada dan membawa produk tersebut agar dapat sejalan dengan apayang diinginkan konsumen. Maka dapat disimpulkan bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap brand image Pengaruh Hedonisme (X. terhadap Loyalitas konsumen (Y) Pengaruh Hedonisme terhadap Loyalitas konsumen berpengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen juga memiliki arah posifit yang dimana artinya Semakin tinggi kehedonismean Pelanggan GS The Fresh Legenda wisata maka terjadi nilai yang tinggi juga pada Loyalitas kosumennya. Besarnya pengaruh Hedonisme terhadap Brand Image ditunjukan dengan nilai koefisien regresi Hedonisme yang ditunjukan dengan symbol 4= 0,491 pada model persamaan regresi linier berganda Z= 0,491 X1 0,123 X2 0,138 X3. Artinya adalah jika konsumen yang memiliki gaya hidup yang hedon dan senang menghabiskan waktu untuk belanja maka konsumen tersebut dapat dikatakan konsumen yang loyal, jika di GS The Fressh banyak konsumen yang hedon maka pendapatan store pun akan semakin meningkat setiap harinya. Seperti yang dikemukakan oleh Mayasari dalam Mollievia . mendefinisikan gaya hidup hedonis adalah kebiasaan atau perilaku seseorang yang menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang dengan teman sepermainannya dan ingin menjadi pusat perhatian orang orang di sekitarnya. Pengaruh Store Atmosphere (X. terhadap Loyalitas konsumen (Y) Store Atosphere . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas konsumen (Y). Besarnya pengaruh store atmosphere terhadap Loyalitas konsumen (Y) yang ditunjukan dengan simbol 5= 0. Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. Yang artinya jika konsumen merasakan suasana yang nyaman atmosphere toko yang menarik maka konsumen akan merasa nyaman dan aman ketika Jika output yang diberikan sudah maksimal untuk konsumen maka input yang dihasilkanpun akan bagus untuk store. Pengaruh Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) Harga (X. memberikan pengaruh signifikan secara parsial terhadap Loyalitas Konsumen (Y). Besarnya pengaruh Harga terhadap Loyalitas Konsumen ditunjukan dengan nilai koefisien regresi Biaya yang ditunjukan dengan simbol 6= 0. 172 Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. yang bermakna harga yang diterima pelanggan GS The Supermarket terhadap Loyalitas Konsumen harus sesuai dengan produk yang diberikan. Stanton dalam Yuliana et al 2021 harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli atau penjual dan ditetapkan oleh penjual untuk suatu harga yang sama terhadap semua pembeli. Pengaruh Brand Image (Z) terhadap loyalitas pelanggan (Y) Brand image memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen dengan arah positif. Besarnya pengaruh brand image terhadap loyalitas ditunjukan dengan nilai koefisien regresi brand image yang ditunjukan dengan simbol 7 = 0,729 pada model persamaan regresi linier berganda Z = 0. 875 Y, yang bermakna semakin tinggi brand image yang diterima pelanggan GS The Super market harapan Kita maka makin tinggi pula loyalitas konsumen tersebut tersebut. Dari persamaan di atas dapat diartikan bahwa terdapat arah hubungan yang positif antara brand image (Z) terhadap Loyalitas Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 konsumen (Y), dengan nilai koefisien jalur variabel brand image (Z) sebesar 0,729. Artinya terdapat hubungan yang searah, yaitu jika Brand Image (Z) meningkat sebesar 1 satuan maka Loyalitas Konsumen (Y) akan meningkat sebesar 0,729. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Menurut Tjiptono dalam harahap et all 2020 bahwa Auloyalitas konsumen adalah komitmen konsumen terhadap suatu merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjangAy. Hal ini menunjukan bahwa Ketika pelanggan sudah memiliki Brand image dalam 1 merek maka akan membangun sebuah komitmen dalam jangka panjang. Pengaruh Hedonisme (X. terhadap loyalitas konsumen melalui Brand Image (Z) Berdasarkan hasil uji mediasi parsial bahwa terdapat pengaruh X1 terhadap Y melalui Z. Melalui perhitungan diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel Hedonisme ditujukan dengan symbol 8= 0,410 berpengaruh signifikan pada persamaan Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. dan nilai koefisien regresi untuk variabel Brand Image ditujukan dengan symbol 4 = 0,729 dengan signifikasi = 0,006 . erpengaruh signifika. pada persamaan Y = 5. 875 0,729 Z. Artinya Hedonisme signifikan terhadap loyalitas konsumen dengan mediasi variabel Brand Image. Pengaruh Store Athmosphere (X. terhadap loyalitas konsumen melalui Brand Image (Z) Berdasarkan hasil uji mediasi parsial bahwa terdapat pengaruh X2 terhadap Y melalui Z. Melalui perhitungan diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel Hedonisme ditujukan dengan symbol 9= 0,202 berpengaruh signifikan pada persamaan Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. dan nilai koefisien regresi untuk variabel Brand Image ditujukan dengan symbol 4 = 0,729 dengan signifikasi = 0,037 . erpengaruh signifika. pada persamaan Y = 5. 875 0,729 Z. Artinya Hedonisme signifikan terhadap loyalitas konsumen dengan mediasi variabel Brand Image. Menurut Berman dan Evans dalam Eli achmad . Strore Atmosphere merupakan kombinasi dari karakteristik fisik toko seperti arsitektur, tata letak, pencahayaan, pemajangan, warna, suhu, musik, dan aroma yang secara menyeluruh akan menciptakan citra dalam benak konsumen, maka dari itu point tersebut menjadi hal sangat utama dalam memberi kenyamanan untuk konsumen agar konsumen loyal dalam Pengaruh Harga (X. terhadap loyalitas konsumen melalui Brand Image (Z) Berdasarkan hasil uji mediasi parsial bahwa terdapat pengaruh X3 terhadap Y melalui Z. Melalui perhitungan diperoleh nilai koefisien regresi untuk variabel Hedonisme ditujukan dengan symbol 10= 0,138 berpengaruh signifikan pada persamaan Z= 0,410 X1 0,202 X2 0,172 X3. dan nilai koefisien regresi untuk variabel Brand Image ditujukan dengan symbol 4 = 0,731 dengan signifikasi = 0,038 . erpengaruh signifika. pada persamaan Y = 9. 483 0,731Z. Artinya Hedonisme signifikan terhadap loyalitas konsumen dengan mediasi variabel Brand Image. Maka secara keseluruhan dapat disimpulkan terdapat Pengaruh Hedonisme (X. Store Athmosphere (X. dan Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) melalui Brand Image (Z). Dari hasil perhitungan dengan SPSS diperoleh pengaruh terbesar yaitu dari variabel Harga Di tujukan dengan nilai koefisien 1 sebesar 0,410. Dan pengaruh terkecil yaitu variabel Harga yaitu ditujukan dengan nilai koefisien 3 sebesar 0,172. Menurut Tjiptono dalam harahap et all 2020 bahwa Auloyalitas konsumen adalah komitmen konsumen terhadap suatu merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjangAy. Loyalitas akan muncul saat Brand Image sudah mulai dirasakan oleh pelanggan tersebut, rasa memiliki brand ternama timbul ketika Brand image menjadi baik dengan kata lain. Di Era sekarang banyak Masyarakat yang bangga terhadap suatu merek yang bisa jadi merek tersebut bagus dikarenakan Copyright A 2024 pada penulis Inayatilah Haerudin, et al. Analisis Hedonisme store. Atmosphere. Hal: 338-366 kualitas produknya juga bagus hal ini berdampingan dengan toko yang nyaman, membuat loyalitas konsumen meningkat. KESIMPULAN Simpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan, beberapa kesimpulan penting dapat diambil mengenai pengaruh Hedonisme (X. Store Atmosphere (X. Harga (X. terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan peran Brand Image (Z) sebagai variabel intervening. Pertama. Hedonisme memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Brand Image. semakin tinggi hasrat hedonisme pelanggan, semakin positif persepsi mereka terhadap brand image, yang pada gilirannya mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Kedua. Store Atmosphere juga berpengaruh positif signifikan terhadap Brand Image. suasana toko yang menyenangkan meningkatkan persepsi positif terhadap brand tersebut. Ketiga, penetapan harga yang tepat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Brand Image, di mana harga yang dianggap adil oleh konsumen dapat meningkatkan loyalitas mereka. Selanjutnya. Hedonisme tidak hanya mempengaruhi Brand Image tetapi juga memiliki dampak positif signifikan terhadap loyalitas konsumen secara langsung. Konsumen yang memiliki hasrat hedonisme yang tinggi cenderung lebih loyal dalam berbelanja. Demikian pula, suasana toko yang baik meningkatkan loyalitas konsumen, menunjukkan bahwa faktor lingkungan berperan penting dalam mempertahankan konsumen. Selain itu, harga yang kompetitif dan sesuai dengan nilai yang dipersepsikan oleh konsumen juga meningkatkan loyalitas mereka. Dalam konteks Brand Image sebagai variabel intervening, ditemukan bahwa Hedonisme. Store Atmosphere, dan Harga memiliki pengaruh signifikan terhadap Loyalitas Konsumen melalui peningkatan persepsi Brand Image. Penataan toko yang baik dan penetapan harga yang strategis, misalnya, tidak hanya meningkatkan Brand Image tetapi juga secara langsung mempengaruhi loyalitas konsumen. Kesimpulan ini menggarisbawahi pentingnya mengelola aspek-aspek tersebut secara strategis untuk membangun dan mempertahankan loyalitas konsumen dalam jangka panjang. DAFTAR PUSTAKA