P a g e | 63 Jurnal Kesehatan Primer Vol 10. No. May, pp. P-ISSN 2549-4880. E-ISSN 2614-1310 Journal DOI: https://doi. org/10. 31965/jkp Website: http://jurnal. id/index. php/jkp LITERATURE REVIEW: STRATEGI PENDAMPINGAN KELUARGA UNTUK MENCAPAI LINGKUNGAN BEBAS MALARIA DENGAN PENDEKATAN KOMUNITAS BERBASIS PEMBERDAYAAN DI INDONESIA Tatu Rija1. Yublina Rohi2. Maria Kareri Hara3. Umbu Nggiku Njakatara4. Ineke Noviana5 Program Studi D3 Keperawatan Waingapu. Poltekkes Kemenkes Kupang. Indonesia Email: Seriuslyika@gmail. ARTICLE INFO Artikel Histori: Received date: November/18/2024 Revised date: April/23/2025 Accepted date: May/30/2025 Keywords: Family Assistance. Strategy. Malaria-Free Environment, an Empowerment-Based Community ABSTRACT/ABSTRAK Background: Malaria is a communicable disease that continues to pose a serious threat to public health in Indonesia, particularly in endemic areas. Malaria eradication efforts have become a national health agenda priority and are aligned with the Sustainable Development Goals (SDG. target to end the epidemic of communicable diseases by 2030. Objective: To achieve a malaria-free environment through a family assistance strategy based on community Methods: This study employed a literature review method by searching data through the Google Scholar database using the keyword AuFamily Assistance Strategy to Achieve a Malaria-Free Environment with an EmpowermentBased Community Approach in Indonesia. Ay Inclusion criteria included national and international journal articles published between 2023Ae2024, using quantitative, qualitative, or review methods, and available in full-text PDF format. Results: The family assistance strategy has not yet fully succeeded in achieving a malaria-free environment. Challenges include unhealthy living conditions, lack of human resources and infrastructure, limited funding, low community and stakeholder engagement, as well as geographical and behavioural factors. The success of malaria elimination requires strengthening local and national capacities, enhancing the competence of health workers, promoting multisectoral collaboration, implementing holistic approaches involving families and communities, and increasing investment in research and malaria elimination technologies. Kata Kunci: Strategi Pendampingan Keluarga. Lingkungan bebas Malaria. Komunitas Berbasis Pemberdayaan P a g e | 64 Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah endemis. Upaya pemberantasan malaria telah menjadi prioritas dalam agenda nasional kesehatan dan sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDG. untuk mengakhiri epidemi penyakit menular pada tahun 2030. Tujuan: Mencapai lingkungan bebas malaria melalui strategi pendampingan keluarga berbasis pemberdayaan masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian data melalui Google Scholar menggunakan kata kunci AuStrategi Pendampingan Keluarga Untuk Mencapai Lingkungan Bebas Malaria Dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Pemberdayaan Di Indonesia. Ay Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal nasional dan internasional tahun 2023Ae2024, menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau review, serta tersedia dalam format PDF full-text. Hasil: Strategi pendampingan keluarga belum sepenuhnya berhasil mewujudkan lingkungan bebas malaria. Hambatan yang dihadapi antara lain lingkungan yang tidak sehat, kurangnya SDM dan infrastruktur, keterbatasan dana, minimnya keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan, serta factor geografis dan perilaku masyarakat. Keberhasilan eliminasi malaria membutuhkan peningkatan kapasitas lokal dan nasional, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, kolaborasi multisektoral, pendekatan holistik berbasis keluarga dan masyarakat, serta peningkatan investasi dalam riset dan teknologi eliminasi malaria. CopyrightA Year Jurnal Kesehatan Primer All rights reserved Corresponding Author: Tatu Rija Program Studi D3 Keperawatan Waingapu. Poltekkes Kemenkes Kupang. Indonesia Email: Seriuslyika@gmail. P a g e | 65 INTRODUCTION Penyakit malaria merupakan penyakit infeksi yang bersifat akut maupun kronik, yang disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Plasmodium. Infeksi ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi, dan ditandai oleh gejala khas berupa demam akut. Malaria tidak hanya menjadi ancaman serius terhadap kesehatan individu, tetapi juga berdampak besar terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia, serta menimbulkan masalah sosial dan ekonomi. Hingga saat ini, terdapat lima spesies utama Plasmodium yang menyerang manusia, yaitu Plasmodium falciparum, vivax, ovale, malariae, dan knowlesi (WHO, 2. Dampak malaria cukup luas, terutama terhadap kelompok rentan seperti bayi, balita, anak-anak, dan ibu hamil. Selain itu, malaria juga berdampak pada produktivitas kerja dan kesejahteraan masyarakat secara umum (Kemenkes RI, 2. Secara global, pada tahun 2022 dilaporkan sekitar 249 juta kasus malaria di 85 negara, dengan lonjakan kasus signifikan di negara-negara seperti Pakistan . ,1 juta kasu. Ethiopia . ,3 jut. Nigeria . ,3 jut. Uganda . , dan Papua Nugini . (WHO, Kematian akibat malaria pun meningkat 000 jiwa pada 2019 menjadi sekitar 000 pada tahun 2020, meskipun pada tahun 2022 terjadi penurunan menjadi 608. Sekitar 96% kematian akibat malaria terjadi hanya di 29 negara, dengan India dan Indonesia menyumbang 94% dari seluruh kematian di kawasan Asia Tenggara (WHO, 2. Di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), malaria masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Berdasarkan data BPJS Provinsi NTT tahun 2023, tercatat 184 penderita malaria, sementara total kasus malaria di provinsi ini meningkat drastis menjadi 966 kasus, naik dibandingkan tahun 2022. Kabupaten Sumba Barat Daya mencatat jumlah kasus tertinggi, diikuti oleh Kabupaten Sumba Timur di peringkat kedua. Penyebaran malaria yang tinggi di wilayah ini tidak hanya memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menurunkan produktivitas dan memperberat beban ekonomi keluarga (BPS NTT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk khususnya di wilayah endemis seperti Kabupaten Sumba Timur. Dengan meningkatnya kasus malaria di berbagai wilayah endemis, diperlukan strategi yang tepat dan berkelanjutan untuk menanggulangi penyebarannya. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah strategi pendampingan keluarga melalui pemberdayaan Pendampingan ini bertujuan untuk mengaktifkan peran serta keluarga dalam menjaga lingkungan dan mencegah penularan Pemberdayaan komunitas mencakup berbagai kegiatan seperti edukasi kesehatan, pelatihan pengenalan dan penanggulangan faktor risiko, serta peningkatan kapasitas individu dan keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah gigitan nyamuk (Kemenkes RI. WHO, 2. Pendekatan ini berbasis pada partisipasi masyarakat yang aktif, di mana masyarakat tidak hanya menjadi objek intervensi, tetapi juga subjek yang terlibat dalam proses pengambilan Keterlibatan ini penting untuk memastikan keberlanjutan program pencegahan malaria karena masyarakat akan merasa memiliki dan lingkungannya (Aji et al. , 2020. UNICEF, 2. Setiap keluarga diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya melalui praktik hidup bersih, penggunaan kelambu, pemberantasan sarang nyamuk, serta akses terhadap layanan kesehatan yang tepat. Kunci pendampingan keluarga dalam pencegahan malaria terletak pada pemahaman yang P a g e | 66 mendalam terhadap dinamika sosial dan budaya lokal, serta kemampuan untuk mengadaptasi program intervensi kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat (Triyoolanda & Siregar, 2023. WHO, 2. Pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat tidak dapat berjalan secara optimal tanpa kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, strategi ini perlu melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga kesehatan, kader masyarakat, tokoh adat, serta pemangku kepentingan lokal, guna membangun sinergi dalam upaya menciptakan lingkungan bebas Memberikan pengetahuan yang cukup dan keterampilan dasar kepada masyarakat merupakan elemen penting dalam membangun kemandirian keluarga untuk melakukan tindakan pencegahan secara aktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal, namun mampu menjadi motor penggerak dalam pengendalian malaria di lingkungannya masingmasing (WHO, 2. Pendekatan ini diyakini lebih efektif dan berkelanjutan karena berakar dari kesadaran kolektif dan tindakan nyata komunitas itu sendiri. Setiap daerah permukiman di Indonesia memiliki karakteristik geografis dan sosial yang berperan penting dalam penyebaran malaria. Kondisi lingkungan tropis yang lembap, keberadaan rawa-rawa, serta genangan air menjadi habitat ideal bagi nyamuk Anopheles, vektor utama penyebab malaria (Mahdalena & Wurisastuti, 2. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah pada malam hari, seperti berkebun, berburu, atau bersosialisasi, juga meningkatkan risiko terpapar gigitan nyamuk, terutama pada daerah pedesaan dan wilayah endemis (Sukartiningsih et al. , 2. Oleh karena itu, strategi pendampingan keluarga harus mencakup edukasi praktis dan kontekstual mengenai pencegahan gigitan Upaya ini meliputi penggunaan kelambu berinsektisida, pemasangan kawat nyamuk pada ventilasi dan jendela rumah, serta penghilangan sumber genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk (Gunawan et al. Maklon Warpur, 2. Dengan pendekatan berbasis edukasi yang disesuaikan dengan kondisi lokal, diharapkan masyarakat mampu melakukan tindakan pencegahan secara mandiri dan konsisten. Program pendampingan keluarga dalam pentingnya peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, seperti diagnosis dini melalui tes malaria dan pemberian pengobatan antimalaria secara tepat dan cepat (Kemenkes RI, 2. Dengan akses layanan yang lebih baik, upaya pencegahan dan penanganan dini menjadi lebih optimal, sehingga dapat komplikasi yang lebih parah (Ochomo et al. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menekan angka kejadian malaria, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Keterlibatan aktif keluarga dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, dan merespons gejala sejak dini merupakan komponen kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap penyakit menular. Melalui perubahan perilaku yang berkelanjutan, dimulai dari tingkat keluarga hingga komunitas. Masyarakat yang teredukasi dan memiliki pencegahan akan menjadi agen penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan komunitas secara menyeluruh (Talapko et al. , 2019. WHO, Dengan demikian, lingkungan bebas malaria di Desa Mbatakapidu bukan hanya menjadi impian, tetapi dapat direalisasikan melalui sinergi yang kuat antara keluarga, komunitas, dan pemerintah. P a g e | 67 RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka yang bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik "Strategi Pendampingan Keluarga Mencapai Lingkungan Bebas Malaria dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Pemberdayaan di Indonesia". Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis melalui database Google Scholar, dengan rentang tahun publikasi dari 2015 hingga 2024 agar data dan kajian yang dianalisis bersifat mutakhir dan relevan dengan konteks saat ini. Kata kunci yang digunakan dalam proses pencarian antara lain: strategi pendampingan keluarga malaria, pemberdayaan komunitas malaria Indonesia, pendekatan komunitas malaria, malaria berbasis keluarga Indonesia. Kriteria inklusi dalam seleksi artikel adalah sebagai berikut: Artikel dapat diakses dalam bentuk full text. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, mix method, review literatur, atau hasil dari pengabdian kepada masyarakat. Memiliki fokus pada intervensi, pemberdayaan komunitas, atau strategi pencegahan malaria di wilayah Indonesia atau yang dapat diterapkan dalam konteks Dari hasil pencarian dan seleksi, terdapat 16 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Artikelartikel ini kemudian direview secara mendalam dengan memfokuskan pada aspek strategi pemberdayaan, aktor yang terlibat . eluarga, tenaga kesehatan, komunita. , serta dampaknya terhadap pencegahan malaria dan perubahan perilaku kesehatan. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan temuan-temuan berdasarkan tema utama yang muncul dari literatur, sehingga memberikan gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas dan tantangan dalam penerapan strategi pendampingan berbasis komunitas di Indonesia. Analisa data (PICO) Tabel 1. PICO Worksheet P (Proble. (Interventio. (Comparatio. O (Outcom. Clinical Question Keywords Database Time Program Eliminasi Malaria Strategi Pendampingan Keluarga untuk Mencapai Lingkungan Bebas Malaria dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Pemberdayaan di Indonesia Tercapainya Lingkungan Bebas Malaria dengan Pendekatan Komunitas Berbasis Pemberdayaan di Indonesia Family Assistance Strategy to Achieve a Malaria-Free Environment with an Empowerment-Based Community Approach in Indonesia Strategi Pendampingan Keluarga untuk Mencapai Lingkungan Bebas Malaria di Indonesia Google Scholar PRISMA chart proses pencarian/penelusuran literature dan proses seleksi Bagan 1: Strategi Pendampingan Keluarga untuk Mencapai Lingkungan Bebas Malaria di Indonesia P a g e | 68 RESULTS AND DISCUSSION RESULTS Tabel 2. Matriks Analisis Artikel Judul. Penulis & Tahun Malaria Control Program Innovation Towards Malaria Elimination in Fakfak District. West Papua (Rina Marina et , 2. A Qualitative Study on the Implementation of Malaria Elimination Policies in Low Endemic Areas of Pangandaran and Pandeglang (Tri Wahono. Endang Puji Astuti. Andri Ruliansyah. Mara Ipa, 2. Hasil Temuan Inovasi Bela Kaca (Bebas Malaria Kampung Bercahay. , yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak telah berhasil menurunkan kasus malaria secara signifikan dalam 5 tahun terakhir. Program ini memerangi malaria dari kampung ke kampung dengan melibatkan semua pihak dalam wadah Malaria Center. Inovasi Bela Kaca dilakukan dengan strategi menyerang dan Tindakan Eliminasi Malaria Pertama. Mendistribusikan kelambu berinsektisida secara massal maupun secara rutin melalui kegiatan integrasi dengan mencakup > 80% penduduk di lokasi fokus malaria dengan API Ou 1%. Melaksanakan penderita dengan ketat, terutama bila sudah mulai jarang ditemukan penderita Menggalang dengan berbagai program, sektor. LSM, organisasi kemasyarakatan, organisasi donor, dunia usaha dan Keempat. Melakukan integrasi dengan program Edukasi Pencegahan Malaria Pemantauan Anemia Serta Usaha Pencegahan Penularan Covid19 Masyarakat Wilayah Kerja Puskesman Sukamaju Teluk Betung (Misbahul Huda1, 2. Hambatan Dalam Program Eliminasi Malaria (Karmila et al. berinsektisida, pengobatan Dan Memfungsikan Perda atau lainnya, antara lain untuk diagnosis laboratorium dan pengobatan malaria di unit pemerintah, serta melarang penjualan obat malaria di warung atau kaki lima the first activity in the form of educating the public about malaria knowledge, either in the form of malaria profiles, elimination efforts, investigations, innovation programs, and larva siding training and counseling on the examination and control of blood hemoglobin levels for cadres in order to control and monitor malarial hemoglobin levels Hasilyangdiperolehmelaluiw Selain itu lingkungan tempat tinggal Masyarakat masih berdekatan dengan kendang hewan peliharaan sehingga upaya memutus mata rantai penularan pada manusia kurang terkendali. Dari informasi melalui wawancara mendalam yang didapatkan. Masyarakat Desa Gelangsar memiliki tradisi merendam cetakan P a g e | 69 Hubungan Peran Kader Jumantik Terhadap Perilaku Masyarakat Tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (Ps. Di Rw 5 Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo (Agustin, 2. cupak yangmerupakan alat dalam pembuatan gula Cupak direndam dalam air dandidiamkan berminggu Aeminggu, hal ini perkembangbiakan jentik Ae jentik nyamuk. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu masih banyaknya hambatan dalam Upaya eliminasi malariadi Desa Gelangsar. Perilaku masyarakat yaitu peran utama yang paling penting untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan terjadinya penyakit DBD dengan memberantas jentik/larva DBD dengan melaksanakan kegiatan PSN melalui 3M Plus. Peran kader jumantik sangat berperan penting dalam perubahan perilaku masyarakat terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan peran kader jumantik terhadap perilaku masyarakat tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 05 Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu jumlah rumah di RW 05 Kelurahan Nambangan Lor. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 123 orang. Data penelitian diperoleh melalui observasi, kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan Prevention Of Malaria In Local Population Using A Positive Deviance Approach In Endemic Areas. Jayapura City. Papua Province (Nurdin, 2. uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan peran kader jumantik RP . % CI)= 406 . terhadap perilaku masyarakat tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 05 Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo. Peran kader jumantik sangat perperan penting dalam perubahan perilaku masyarakat untuk itu perlu di tingkatkan peran kader jumantik agar masyarakat beperilaku Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa teridentifikasi 14 positive deviance pencegahan Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa ada hubungan positive deviance dengan kejadian malaria . = 0,. , ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian malaria . = 0,. , dan ada hubungan pekerjaan dengan kejadian malaria . = 0,. Positive Deviance yang teridentifikasi, hanya 7 yang berhubungan dengan kejadian malaria yaitu membersihkan lingkungan tempat tinggal . = 0,. , menggunakan minyak kayu putih . = 0,. , menggunakan minyak babi . = 0,. , meminum air rebusan daun sambiloto . = 0,. , meminum air rebusan kacang hijau . = 0,. , mengonsumsi sayur daun pepaya . = 0,. , dan menggunakan pakaian P a g e | 70 Community Empowerment and Health Promotion for Malaria Prevention: An Indonesian Perspective. Health Promotion Journal of Indonesia (Sukendar et al. lengan panjang . = 0,. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor paling berpengaruh terhadap kejadian malaria adalah positive deviance . =0,000. 95% CI for Exp(B)= 14,827. 4,866-45,. Kesimpulan. Intervensi yang diberikan yaitu buku saku AuPositive Deviance Mencegah MalariaAy ini efektif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan malaria pada penduduk lokal di daerah Pendekatan positive deviance adalah sebuah pendekatan lokal spesifik yang inovatif untuk mencegah malaria di tahap pra eliminasi malaria bahkan di era eliminasi malaria di Kota Jayapura. Pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk promosi kesehatan, termasuk upaya pencegahan malaria melalui keterlibatan aktif keluarga dan Masyarakat. Program pendampingan ini juga menekankan pentingnya peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, seperti tes malaria dan pemberian obat antimalaria. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan dini dapat lebih optimal dilakukan. Program ini diharapkan tidak hanya menekan angka kejadian malaria, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan lingkungan. Partisipasi aktif keluarga dalam mengidentifikasi risiko dan melakukan upaya pencegahan menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bebas malaria. DISCUSSION Penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi pendampingan keluarga berbasis pemberdayaan komunitas mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan malaria (Tri Wahono et al, 2. Sebelum intervensi, pemahaman masyarakat tentang cara penularan dan pencegahan malaria masih terbatas. Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka kesakitan malaria antara lain adanya perubahan iklim, keadaan sosial-ekonomi, dan perilaku Masyarakat (Rina Marina et al. , 2. Faktor risiko lainnya adalah lingkungan permukiman, sanitasi yang buruk, pelayanan kesehatan yang belum memadai serta perpindahan penduduk dari dan ke daerah Setelah pendampingan, terjadi peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah gigitan nyamuk Anopheles (Misbahul Huda1, 2. Pencegahan malaria tidak hanya pemberian obat profilaksis, karena tidak ada satupun obat malaria yang dapat melindungi secara mutlak terhadap infeksi malaria. Prinsip pencegahan Awareness/kewaspadaan terhadap risiko malaria. Bites prevent mencegah gigitan nyamuk. Chemoprophylaxis (Kemenkes RI, 2. Dengan menggunakan pendekatan khususnya keluarga menjadi lebih proaktif dalam membersihkan tempat-tempat penampungan air, menutup wadah-wadah terbuka, serta mulai membiasakan menggunakan kelambu saat tidur sebagai upaya proteksi diri (Sukartiningsih et al. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak P a g e | 71 78% keluarga yang mengikuti program pendampingan melaporkan adanya perubahan perilaku kebersihan lingkungan di rumah mereka, yang sebelumnya belum menjadi perhatian utama (UNICEF, 2. Selain itu, program pendampingan juga berdampak pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan penanganan awal malaria. Sosialisasi yang dilakukan oleh petugas kesehatan secara rutin membantu masyarakat mengenali tanda-tanda awal malaria dan memahami pentingnya penanganan medis yang cepat. Berdasarkan data wawancara, sekitar 75% responden menyatakan bahwa mereka lebih cepat mengakses fasilitas kesehatan setelah mengenali gejala malaria, dibandingkan sebelum program dilakukan (Sukendar et al. , 2. Pendampingan dalam mengeliminasi Malaria diimplementasikan melalui penguatan system kesehatan di daerah . abupaten/kot. yang prinsip-prinsip Pelayanan Kesehatan Dasar (Primary Health Car. yaitu berkeadilan, kerja sama lintas sektor, pemberdayaan masyarakat dan teknologi tepat guna (Moffitt et al. , 2. Program ini juga berhasil memperkuat kohesi sosial di tingkat Melalui kegiatan gotong royong dan edukasi kolektif, warga menunjukkan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka. Hal ini menciptakan rasa tanggung jawab bersama dalam pencegahan malaria, yang merupakan salah satu indikator (Sukatemin et al. , 2023. Venkatesan, 2. Program Pendampingan mengeliminasi malaria memerlukan strategi holistic yang melibatkan partisipasi Masyarakat melalui pendampingan kader sebagai Upaya masyarakat tentang gejala malaria yang masih kurang, menunjukkan urgensi pendekatan berbasis masyarakat (Shahari et al. , 2. Upaya untuk menekan angka kesakitan dan kematian dilakukan melalui program pemberantasan malaria yang kegiatannya antara lain meliputi diagnosis dini, pengobatan cepat dan tepat, serta surveilans dan pengendalian vektor dalam hal pendidikan masyarakat dan pengertian tentang Kesehatan lingkungan, yang kesemuanya ditujukan untuk memutus mata rantai penularan malaria (Monroe et al. , 2. Upaya pemberdayaan masyarakat memaksimalkan peran kader malaria dalam upaya penemuan kasus, memfasilitasi pasien untuk mendapatkan pengobatan dari nakes dan pengawasan selama pengobatan serta melakukan pendampingan dalam pencegahan Malaria (Parums, 2. Berdasarkan hasil pendampingan kepada masyarakat, kualitas kesehatan dan kualitas lingkungan menjadi baik, sekaligus memberi meningkatkan kapasitas sosial dan ekologis (Toru et al. , 2. Program Pendampingan menggunakan pengobatan massal fokal dengan dihydroartemisinin-piperaquine terbukti aman dan efektif sebagai percepatan eliminasi malaria lewat pendampingan, namun secara keseluruhan kemajuan menuju eliminasi malaria masih lambat (Hanboonkunupakarn & White, 2. Program pendampingan dalam mengeliminasi malaria di pendampingan penting yang menekankan pentingnya memprediksi situasi penularan malaria di wilayah studi dan juga temuan kasus aktif secara molekuler (Shamseddin et al. , 2. Banyak penggunaan berbagai metode deteksi malaria secara simultan, dengan fokus pada metode asimptomatik, sangat penting dalam upaya pengendalian dan eliminasi malaria global. (Tavares et al. , 2. Pendampingan pembuatan alat ovitrap rendaman air jerami padi perangkap nyamuk juga merupakan salah satu cara pendampingan keluarga dalam memberantas Keuntungan bagi keluarga dan masyarakat dapat meminimalisir dan mengurangi populasi nyamuk. Tindakan ini dapat mengurangi P a g e | 72 populasi nyamuk sehingga terhindar dari tularan ini (Aji et al. , 2. Namun demikian, terdapat sejumlah keterbatasan dalam penelitian ini. Salah satu keterbatasan utama adalah keterbatasan waktu pelaksanaan, sehingga evaluasi hanya dilakukan dalam jangka pendek. Selain itu, tidak semua keluarga memiliki akses yang memadai terhadap air bersih, fasilitas sanitasi, dan kelambu berinsektisida, yang merupakan sarana penting dalam pencegahan malaria (Nisa et al. , 2. Trigger yang ditemukan selama proses penelitian adalah bahwa keberhasilan perubahan perilaku sangat dipengaruhi oleh dukungan logistik dan komitmen pemerintah lokal, seperti ketersediaan sarana pencegahan dan penguatan edukasi yang berkelanjutan (Nurdin, 2. Dukungan dari pemerintah setempat sangat penting untuk mempertahankan hasil yang telah dicapai. Bantuan berupa distribusi kelambu, penyediaan fasilitas air bersih, serta pelatihan kader kesehatan desa terbukti sangat membantu masyarakat dalam mempertahankan kebiasaan sehat yang telah terbentuk (Kemenkes RI, 2. Kolaborasi antara petugas kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penentu dalam keberlanjutan program ini (Maklon Warpur, 2. Secara pemberdayaan komunitas melalui strategi pendampingan keluarga terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pencegahan malaria di Desa Mbatakapidu. Meskipun ada tantangan dan keterbatasan, dukungan yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program, yang dapat dijadikan model intervensi di wilayah endemis lainnya (Purnama, 2017. Sokunbi et al. , 2. CONCLUSION Strategi pendampingan keluarga berbasis pemberdayaan komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dalam pencegahan malaria. Sebelum intervensi, pemahaman masyarakat masih rendah akibat faktor lingkungan, sosial-ekonomi, dan perilaku. Pendampingan pengenalan gejala malaria sehingga akses pengobatan lebih cepat. Pendekatan ini memperkuat sistem kesehatan, kohesi sosial, dan peran kader dalam deteksi serta pengobatan Meski ada keterbatasan seperti waktu evaluasi pendek dan akses fasilitas yang belum merata, dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk keberlanjutan Model pendampingan keluarga dan pemberdayaan Masyarakat dapat diterapkan di wilayah endemis lain untuk mempercepat eliminasi malaria. REFERENCES