Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung 1,2,3 Khikmatun Mutmainah1. Yusuf Enril Fathurrohman2. Watemin 3 Fakultas Pertanian dan Perikanan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto ARTICLE INFO Article history: DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Peran Penyuluh Pertanian. Kelompok Tani ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah studi lapang dengan pendekatan kualitatif dan Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif serta deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert dan skor interval. Hasil penelitian ini bahwa Peran penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya sebagai komunikator sangat berperan dengan nilai 321, sebagai fasilitator berperan dengan nilai 283, sebagai edukator sangat berperan dengan nilai 328, sebagai motivator sangat berperan dengan nilai 313, sebagai konsultan berperan dengan nilai 281, sebagai organisator sangat berperan dengan nilai 297, dan sebagai evaluator sangat berperan dengan nili 299. Sehingga ditemukan rata-rata peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung sangat berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai komunikator, fasilitator, edukator, motivator, konsultan, organisator, dan evaluator sangat berperan dengan nilai rata-rata 303,14. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Khikmatun Mutmainah Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan. PO BOX 202 Purwokerto 53182 Email: khikmatun08@gmail. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani dan sektor pertaniannya dikenal sebagai sektor mata pencaharian terbesar. Sektor pertanian berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja bagi penduduknya karena mampu mendukung sektor industri baik industri hulu maupun hilir. Pertanian juga berperan penting dalam memberikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Sehingga pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan agar petani mampu menyelesaikan masalahnya. Pembentukan kelompok tani merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan kemandiriaan bagi para petani di pedesaan agar mampu menciptakan pertanian yang berkembang. Terwujudnya pertanian yang berkelanjutan dan petani yang sejahtera adalah tujuan dari kelompok tani (Aryawati dan Sri Budhi, 2. Penyuluh pertanian merupakan kegiatan yang penting dan strategis sehingga tidak dapat dipisahkan dari pembangunan pertanian. Kegiatan penyuluhan dalam pembangunan pertanian memiliki peranan yang penting yaitu sebagai perantara yang menghubungkan antara kegiatan yang dijalankan oleh petani dengan pengetahuan penggunaan teknologi baru (Hermawan, 2. Penyuluh pertanian dikenal sebagai perantara antara petani, stakehorder eksternal, dan pemerintah. Kegiatan penyuluh pertanian akan dilaksanakan bersama Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 dengan pemerintahan melalui kegiatan penyuluhan yang memiliki kesesuaian, harapan, dan tujuan yang sama (Sundari dkk. , 2. Maka dari itu kegiatan penyuluhan melalui pendekatan kelompok dapat mendorong terbantuknya suatu kelembagaan petani yang mampu membangun sinergi baik itu sesama petani ataupun sesama kelompok tani. Sehingga penyuluh dapat mempengaruhi petani dan kelompok tani melalui perannya sebagai edukasi, konsultasi, supervisi, pemantauan, inovasi, fasilitasi, evaluasi dan penasehat bagi petani (Mardikanto. Nataliningsih et al . menyatakan bahwa penyuluh pertanian adalah petugas dari dinas pertanian yang mempunyai tugas pokok membantu petani dalam menjalankan usaha taninya. Berdasarkan UndangUndang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian. Perikanan, dan Kehutanan disebutkan bahwa pertama, sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan yang selanjutnya disebut sistem penyuluhan rantai kapasitas, perkembangan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap pelaku. Kedua, sistem penyuluhan merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mampu mengakses informasi pasar, teknologi baru, permodalan dan sumber daya lainnya. Ketiga, pertanian meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Maka dari itu, diperlukannya kerjasama yang baik antara penyuluh pertanian dengan kelompok tani agar mampu menghasilkan petani yang berkualitas. Adapun kelompok tani dapat dikatakan berkembang apabila memiliki karakteristik seperti saling mengenal antar angota satu sama lain, memiliki tujuan yang sama, memiliki persamaan baik dalam tradisi, agama, budaya, bahasa, lingkungan, dan status sosialnya, serta bertanggung jawab atas kewajibannya terhadap anggota kelompok sesuai tugas yang telah disepakatinya (Deptan, 2. Oleh karena itu, pembentukan kelompok tani merupakan cara yang mudah dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan dalam membantu petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Salah satu pembentukan kelompok tani yang diselenggarakan adalah di Kecamatan Parakan. Penyuluh pertanian di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung sudah melaksanakan peran atau kewajibannya sebagai penyuluh pertanian, yang dimana mereka dituntut untuk mampu membina seluruh kelompok tani yang dibinanya. Meski demikian, masih terdapat beberapa anggota kelompok tani yang belum sepenuhnya aktif berpartisipasi pada setiap kegiatan penyuluhan. Hal tersebut karena masih banyak anggota kelompok tani yang enggan menyempatkan waktunya untuk mengikuti kegiatan penyuluhan. Selain itu, belum ada evaluasi terkait dengan seberapa besar peran dan efektivitas penyuluh pertanian terhadap pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo. Berdasarkan latar belakang diatas maka perlu dikaji lebih lanjut mengenai AuPeran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kelurahan Depokharjo. Kecamatan Parakan. Kabupaten TemanggungAy. Penelitian ini diharapkan agar mampu mendukung terwujudnya kemampuan memperbaiki hidupnya, membentuk pendapat yang sehat, dan mendukung pelaksanaan program-program yang direncanakan dapat diaplikasikan secara efektif. Sehingga kajian ini bisa mendukung program-program dimasa yang akan Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk peran penyuluh pertanian lapangan dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo. Kecamatan Parakan. Kabupaten Temanggung. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok tani di Kelurahan Depokharjo. Kecamatan Parakan. Kabupaten Temanggung. Pemilihan tempat penelitian ini dilakukan secara sengaja yang didasarkan pada pertimbangan bahwa terdapat beberapa anggota kelompok tani di Kelurahan Depokharjo yang kurang aktif mengikuti dan melaksanakan program-program pengembangan usahatani yang difasilitasi oleh tenaga penyuluh Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Maret 2023. Metode penelitian pada penelitian ini adalah studi lapang . ield stud. Menurut Bevan dan Sharon . studi lapang . ield stud. adalah metode pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dengan cara pengamatan, wawancara, dan mencatat hasil wawancara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Menurut Moleong . metode deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk memperkenalkan dan mendokumentasikan keadaan sosial yang akan dikaji lebih dalam dan secara menyeluruh. Penelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu analisis data yang dilakukan dengan cara menghitung data-data yang bersifat pembuktian dari suatu maalah (Sugiyono. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara langsung kepada penyuluh pertanian, pengurus dan anggota kelompok tani, serta menjawab kuisioner yang telah disediakan oleh peneliti. Sedangkan data skunder diperoleh melalui perantara orang lain maupun lewat dokumen. Pada kegiatan penelitian ini, data sekunder diperoleh dari data Kelurahan Depokharjo yang digunakan untuk melengkapi data profil desa. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik non probality sampling. Metode non probality sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Adapun kriteria yang dipilih untuk dijadikan sampel adalah Petani yang berdomisili di Kelurahan Depokharjo. Anggota kelompok tani yang berpartisipasi Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 aktif dalam kegiatan penyuluhan. Petani yang sudah melaksanakan program pengembangan usahatani yang diarahkan oleh penyuluh, dan Pengurus inti kelompok tani. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 30 orang dari jumlah 103 orang yang dipilih sesuai kriteria yang telah ditentukan. Adapun dari kelompok tani Damai 1 diambil sebanyak 10 orang yang terdiri dari 38 anggota, kelompok tani Damai 2 diambil sebanyak 10 orang yang terdiri dari 40 anggota, dan kelompok wanita tani intan lestari diambil sebanyak 10 orang yang terdiri dari 25 anggota. Untuk mengetahui peran penyuluh pertanian lapangan dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo. Kecamatan Parakan. Kabupaten Temanggung dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert dan skor interval. Ridhwan . menyatakan bahwa dalam penggunaan pengukuran skala likert maka setiap indikator peran penyuluh akan diberi skor untuk setiap pertanyaan dalam variabel penelitian sebagai berikut : Tabel 1. Skor Indikator Peran Penyuluh Pertanian Jawaban Skor Sangat Berperan Berperan Kurang Berperan Tidak Berperan Sumber : Ridhwan, 2012 Dibawah ini adalah keterangan mengenai jawaban dari indikator peran penyuluh pertanian sebagai Tidak berperan artinya peran penyuluh pertanian tidak ikut serta dalam proses pengembangan kelompok Kurang berperan artinya penyuluh pertanian sudah menjalankan perannya, akan tetapi peran yang dijalankan tidak semuanya berjalan sesuai rencana. Berperan artinya penyuluh pertanian ikut serta dalam proses pengembangan kelompok tani dengan menjalankan tugasnya dengan baik. Sangat berperan artinya dalam pengembangan kelompok tani penyuluh pertanian menduduki posisi yang paling penting, karena kelompok tani mampu berkembang karena adanya peran penyuluh pertanian yang berjalan secara optimal. Yang kemudian skor akan ditotal dengan menggunakan rumus: Nilai tertinggi = Skor Tertinggi x Jumlah Responden x Jumlah Pertanyaan Nilai terendah = Skor Terendah x Jumlah Responden x Jumlah Pertanyaan Setelah diketahui nilai tertinggi dan terendah maka selanjutnya akan dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai Tertinggi Ae Nilai Terendah Jumlah Kategori Maka untuk mengukur tingkat peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di kelurahan depokharjo kecamatan parakan kabupaten temanggung menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai tertinggi = 4 x 30 x 3 = 360 Nilai terendah = 1 x 30 x 3 = 90 Maka intervalnya = 360 Ae 90 = 67,5 Tabel 2. Tingkatan Peran Penyuluh Pertanian Skor Interval Kelas Tingkat Peran Penyuluh Pertanian 90 - 157,5 Tidak Berperan 157,5 Ae 225 Kurang Berperan 225 - 292,5 Berperan 292,5 Ae 360 Sangat Berperan Sumber : Data Primer diolah, 2022 Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Penyuluh Pertanian Peran Penyuluh Sebagai Komunikator Penilaian peran penyuluh pertanian sebagai komunikator adalah sebagai berikut: Tabel 3. Tingkatan Peran Penyuluh Sebagai Komunikator No. Pernyataan Peran Penyuluh Sebagai Komunikator Penyuluh Pertanian memiliki kemampuan komunikasi yang baik Penyuluh Pertanian membantu petani dalam menggali informasi Penyuluh Pertanian membantu petani dalam pengambilan keputusan Total Nilai Tingkat Peran Penyuluh Pertanian Nilai Sangat Berperan Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Berdasarkan Tabel 3 diatas peran penyuluh sebagai komunikator dapat disimpulkan sangat berperan dengan total 321. Pernyataan pertama. Penyuluh Pertanian memiliki kemampuan komunikasi yang baik diperoleh nilai 108. Responden menyatakan bahwa penyuluh dalam menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Sehingga kelompok tani dapat berdiskusi dengan nyambung dengan penyuluh. Pernyataan kedua. Penyuluh Pertanian membantu petani dalam menggali informasi diperoleh nilai 106. Responden menyatakan bahwa penyuluh membantu kelompok tani dalam menggali informasi melalui kegiatan sosialisasi yang diadakan. Contohnya adalah informasi terkait pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT), penggunaan teknologi, dan penggunaan kartu tani. Pernyataan ketiga, penyuluh pertanian membantu petani dalam pengambilan keputusan diperoleh nilai 107. Responden menyatakan bahwa penyuluh selalu menanyakan apakah anggota kelompok sudah paham terhadap materi yang disampaikan atau belum. Sehingga petani akan lebih mudah mengetahui cara mana yang akan dilakukan nantinya. Peran Penyuluh Sebagai Fasilitator Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator adalah sebagai berikut: Tabel 4. Tingkatan Peran Penyuluh Sebagai Fasilitator Pernyataan Peran Penyuluh Sebagai Fasilitator Nilai Penyuluh Pertanian dalam melaksanakan kegiatan menyediakan alat bantu peraga dengan usahanya sendiri Penyuluh Pertanian memfasilitasi Kelompok Tani dalam mengakses informasi dari berbagai sumber terkait pengembangan kelompok Penyuluh pengembangan usahatani kelompok Total Nilai Tingkat Peran Penyuluh Pertanian Berperan Sumber : Data Primer Diolah, 2023 No. Berdasarkan Tabel 4 diatas peran penyuluh sebagai fasilitator dikatakan berperan dengan total Peran penyuluh sebagai fasilitator dalam melaksanakan kegiatan menyediakan alat bantu peraga dengan usahanya sendiri memiliki nilai 73. Responden menyatakan bahwa ketika diadakan kegiatan pelatihan kelompok tani harus menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan secara mandiri. Pernyataan kedua, penyuluh pertanian memfasilitasi Kelompok Tani dalam mengakses informasi dari berbagai sumber terkait pengembangan kelompok memiliki nilai 104. Responden menyatakan bahwa penyuluh memberikan pelayanan informasi secara terbuka bagi kelompok tani. Contohnya penyuluh menyediakan alat bantu handphone, laptop, dan komputer untuk mengakses informasi yang dibutuhkan Pernyatan ketiga, penyuluh mendampingi kelompok tani dalam pengembangan usahatani kelompok memiliki nilai 106 dari jumlah penilaian 30 responden. Hal ini terungkap dari pernyataan responden bahwa penyuluh pertanian medampingi usaha tani yang dijalankan oleh kelompok tani walaupun tidak setiap kegiatan usaha tani penyuluh memantaunya. Contohnya kelompok wanita tani Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 dalam menjalankan usaha penjualan bibit cabai penyuluh mendampingi mulai dari proses pemilihan benih hingga pemasaran bibit. Peran Penyuluh Sebagai Edukator Penilaian penyuluh tentang peran penyuluh sebagai edukator adalah sebagai berikut: Tabel 5. Tingkatan Peran Penyuluh Sebagai Edukator Pernyataan Peran Penyuluh Sebagai Edukator Nilai Penyuluh Pertanian meningkatkan pengetahuan petani terhadap ide baru untuk pengambangan kelompok tani Penyuluh Pertanian memberikan pelatihan kepada petani untuk meningkatkan keterampilan petani terhadap ide baru Penyuluh Pertanian memiliki kemampuan untuk melatih petani dan mampu meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan kelompok tani Total Nilai Tingkat Peran Penyuluh Pertanian Sangat Berperan Sumber : Data Primer Diolah, 2023 No. Berdasarkan Tabel 5 diatas peran penyuluh sebagai edukator dikatakan sangat berperan dengan total nilai 328. Hal ini utamanya penyuluh pertanian berperan dalam meningkatkan pengetahuan petani terhadap ide baru untuk pengambangan kelompok tani sehingga mendapatkan nilai tertinggi yaitu 113. Setiap penyuluh pertanian memiliki tanggung jawab terhadap kelompok binaannya dalam hal apapun termasuk penyediaan materi. Hal ini terungkap dari beberapa responden yang menyatakan bahwa jika mereka mendengarkan dan menjalankan edukasi dari penyuluh terhadap pengembangan kelompok tani dan usaha taninya. Sehingga petani dapat memiliki ide baru seperti mampu mamanfaatkan pekarangan rumah dan memanfaatkan air cucian beras yang dijadikan sebagai pupuk organik. Pada pernyataan kedua, penyuluh pertanian memberikan pelatihan kepada petani untuk meningkatkan keterampilan petani terhadap ide baru memiliki nilai 107. Hal tersebut terungkap dari beberapa responden yang menyatakan bahwa penyuluh pertanian lapangan sering mengadakan pelatihan yang dibutuhkan petani khususnya untuk meningkatkan keterampilam terhadap ide baru, baik itu pelatihan penggunaan teknologi baru, pembuatan pupuk organik ataupun pelatihan pemasaran. Pernyataan ketiga, penyuluh pertanian memiliki kemampuan untuk melatih petani dan mampu meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan kelompok tani memiliki nilai 108. Hal ini terungkap dari beberaa responden bahwa penyuluh pertanian lapangan memiliki kemampuan dalam mengajarkan petani untuk meningkatkan keterampilan yang dimilikinya yang dapat dilihat ketika sebuah kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Peran Penyuluh Sebagai Motivator Peran penyuluh pertanian sebagai motivator adalah sebagai berikut: No. Tabel 6. Tingkatan Peran Penyuluh Sebagai Motivator Pernyataan Peran Penyuluh Sebagai Motivator Penyuluh Pertanian mendorong petani untuk membangun potensi dan kemampuannya dalam mengembangkan usahanya Penyuluh Pertanian mendorong petani untuk berpartisipasi dalam pengembangan kelompok Penyuluh Pertanian memberikan arahan kepada petani terkait pengembangan kelompok tani melalui usahataninya Total nilai Tingkat Peran Penyuluh Pertanian Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Nilai Sangat Berperan Berdasarkan Tabel 6 diatas dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh sebagai motivator sangat berperan dengan total nilai 313 dari jumlah penilaian 30 responden. Pernyataan pertama, penyuluh pertanian mendorong petani untuk membangun potensi dan kemampuannya dalam mengembangkan usahanya diperoleh nilai 106. Hal ini terungkap oleh pernyataan responden yang menyatakan bahwa Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 penyuluh selalu menyemangati petani untuk terus maju dan jangan takut untuk mengambil risiko terhadap penggunaan teknologi baru. Selain itu penyuluh juga membantu dalam memberikan masukan dalam meningkatkan hasil produksi tembakau dan cabai. Pernyataan kedua, penyuluh pertanian mendorong petani untuk berpartisipasi dalam pengembangan kelompok diperoleh nilai 100. Hal ini terungkap oleh beberapa pernyataan responden yang menyatakan bahwa penyuluh selalu mendorong petani untuk aktif dan tidak malas-malasan dalam kegiatan penyuluhan guna untuk pengembangan Pernyataan ketiga, penyuluh pertanian memberikan arahan kepada petani terkait pengembangan kelompok tani melalui usahataninya diperoleh nilai 107. Hal ini terungkap dari pernyataan beberapa responden bahwa penyuluh telah membantu petani mengembangkan usaha tani tembakau dengan cara memberikan informasi terkait budidaya tembakau, pengelolaan tembakau, dan informasi harga tembakau. Peran Penyuluh Sebagai Konsultan Penilaian penyuluh tentang peran penyuluh sebagai konsultan adalah sebagai berikut: Tabel 7. Tingkatan Peran Penyuluh Sebagai Konsultan Pernyataan Peran Penyuluh Sebagai Konsultan Nilai Penyuluh Pertanian membantu kelompok tani dalam mencari pilihan usahataninya Penyuluh Pertanian membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi kelompok tani Penyuluh Pertanian menjelaskan mengenai penggunaan teknologi baru kepada kelompok tani Total Nilai Tingkat Peran Penyuluh Pertanian Berperan Sumber : Data Primer Diolah, 2023 No. Berdasarkan Tabel 7 diatas peran penyuluh sebagai konsultan dikatakan berperan dengan total Khususnya penyuluh pertanian menjelaskan mengenai penggunaan teknologi baru kepada kelompok tani memiliki nilai tertinggi yaitu 103. Artinya penyuluh pertanian telah mampu memberikan contoh penggunaan teknologi pertanian baru terhadap petani seperti penggunaan cultivator. Pernyataan pertama, penyuluh pertanian membantu kelompok tani dalam mencari pilihan usahataninya memiliki Hal ini terungkap dari beberapa responden bahwa banyak dari mereka yang memilih usaha tani yang dijalankannya dibantu oleh penyuluh, walapun terdapat beberapa petani yang memilih usaha taninya secara mandiri sesuai dengan keterampilan yang mereka miliki. Petani yang memilih usaha taninya secara mandiri adalah petani yang tidak berkonsultasi terhadap penyuluh untuk mengambil keputusan terhadap usaha tani apa yang harus dijalankannya. Pernyataan kedua, penyuluh pertanian membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi kelompok tani memiliki nilai 94. Hal ini terungkap dari beberapa responden bawasannya petani mengambil keputusannya dibantu oleh penyuluh, walaupun terdapat beberapa petani juga yang mengambil keputusan secara mandiri tanpa melibatkan penyuluh pertanian dalam menyelesaikan masalahnya. Karena terdapat beberapa responden yang beranggapan bahwa pengalaman petani lebih banyak dibandingkan penyuluh yang hanya menguasai teori saja tidak dengan praktiknya. Peran Penyuluh Sebagai Organisator Penilaian penyuluh tentang peran penyuluh sebagai organisator adalah: Tabel 8. Tingkatan Peran Penyuluh Sebagai Organisator Pernyataan Peran Penyuluh Sebagai Organisator Nilai Penyuluh Pertanian mengembangkan kelompok tani agar berfungsi sebagai kelas belajar mengajar Penyuluh Pertanian penyuluhan dan mengembangkan kerjasama petani dalam usaha tani Penyuluh Pertanian mendorong dan mendukung petani dalam memilih usaha tani yang lebih menguntungkan Total Nilai No. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Tingkat Peran Penyuluh Pertanian Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Sangat Berperan Berdasarkan Tabel 8 diatas maka dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh sebagai organisator dikatakan sangat berperan dengan total nilai 297. Pernyataan pertama, penyuluh pertanian mengembangkan kelompok tani agar berfungsi sebagai kelas belajar mengajar memiliki nilai 85. Hal ini diungkap oleh beberapa responden yang menyatakan bahwa ketika pertemuan rutin anggota kelompok tani diberi kesempatan satu sama lain untuk saling bertanya terkait usaha tanaman tembakau atau cabai. Pernyataan kedua, penyuluh pertanian mengembangkan kegiatan penyuluhan dan mengembangkan kerjasama petani dalam usaha tani memiliki nilai 108. Responden menyatakan bahwa dalam kelompok dibentuknya pembagian tugas serta melakukan kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan antar kelompok. Pernyataan ketiga, penyuluh pertanian mendorong dan mendukung petani dalam memilih usaha tani yang lebih menguntungkan memiliki nilai 104 dari jumlah penilaian 30 responden. Petani menyatakan bahwa penyuluh membantu merencanakan tanaman yang cocok ditanam sesuai dengan musiamnya guna mengurangi risiko kerugian yang dihadapinya. Hal tersebut sudah menunjukkan bahwa petani termotivasi untuk mengembangkan kelompok tani dengan adanya kegiatan penyuluhan. Peran Penyuluh Sebagai Evaluator Penilaian penyuluh tentang peran penyuluh sebagai evaluator adalah sebagai berikut: Tabel 9. Tingkatan Peran Penyuluh Sebagai Evaluator Pernyataan Peran Penyuluh Sebagai Evaluator Nilai Penyuluh Pertanian mengawasi dan mengevaluasi kegiatan usahatani kelompok tani Penyuluh Pertanian mengevaluasi kegiatan penyuluhan disetiap kegiatan dilaksanakan Penyuluh Pertanian memantau dan mengevaluasi penerapan program-program yang direncanakan Total Nilai Tingkat Peran Penyuluh Pertanian Sangat Berperan Sumber : Data Primer Diolah, 2023 No. Berdasarkan Tabel 9 diatas maka dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh sebagai evaluator dikatakan sangat berperan dengan total nilai 299. Khususnya penyuluh pertanian memantau dan mengevaluasi penerapan program-program yang direncanakan memiliki nilai tertinggi yaitu 107. Hal ini terungkap oleh beberapa responden bahwa penyuluh pertanian selalu menanyakan kepada kelompok tani terkait pelaksanaan program dan usaha tani yang dijalankannya. Tujuannya adalah agar petani dapat memilih usaha tani yang cocok agar mendapatkan hasil yang maksimal. Pernyataan pertama, penyuluh pertanian mengawasi dan mengevaluasi kegiatan usahatani kelompok tani memiliki nilai 91. Responden menyatakan bahwa penyuluh tidak selalu mengawasi proses kegiatan usaha tani yang dijalankan oleh kelompok. Akan tetapi penyuluh pertanian selalu mengevaluasi kegiatan usaha tani kelompok ketika pertemuan rutin diadakan. Pernyataan kedua, penyuluh pertanian mengevaluasi kegiatan penyuluhan disetiap kegiatan dilaksanakan memiliki nilai 101 dari jumlah penilaian 30 Hal ini terbukti dan dapat dilihat ketika selesai kegiatan penyuluhan kelompok tani bersama penyuluh selalu mengadakan evaluasi dengan tujuan agar kegiatan penyuluhan selanjutnya berjalan dengan lebih lancar. Sehingga dapat diketahui peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo pada Tabel 16 sebagai berikut: No. Tabel 10. Rekap Peran Penyuluh Pertanian Peran Penyuluh Nilai Keterangan Peran penyuluh sebagai komunikator Sangat berperan Peran penyuluh sebagai fasilitator Berperan Peran penyuluh sebagai edukator Sangat berperan Peran penyuluh sebagai motivator Sangat berperan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 No. Peran Penyuluh Peran penyuluh sebagai konsultan Peran penyuluh sebagai organisator Peran penyuluh sebagai evaluator Jumlah rata-rata Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Nilai 303,14 Keterangan Berperan Sangat berperan Sangat berperan Sangat berperan Berdasarkan Tabel 10 diatas maka dapat diketahui bahwa penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo dikatakan sangat berperan dengan jumlah nilai rata-rata 303,14. Adapun nilai terendah adalah peran penyuluh sebagai konsultan yaitu 281 dengan kategori berperan. Sedangkan nilai tertinggi adalah peran penyuluh sebagai komunikator yaitu 321 dengan kategori sangat berperan. Maka demikian penyuluh pertanian yang telah menjalankan tugasnya dengan maksimal adalah sebagai komunikator, edukator, motivator, organisator, dan evaluator. Hal tersebut dikarenakan dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo penyuluh pertanian memiliki peranan yang sangat berperan. Misalnya penyuluh berperan dalam meningkatkan pengetahuan petani terhadap ide baru melalui kegiatan penyuluhan. Ide baru tersebut contohnya adalah pemanfaatan pekarangan rumah yang digunakan untuk budidaya tanaman obat-obatan seperti jahe, kencur, kunyit, dan temulawak. Namun peran penyuluh sebagai fasilitator dan konsultan menyatakan Hal ini dikarenakan petani menyediakan alat bantu peraga dengan usahanya sendiri ketika diadakannya pelatihan oleh penyuluh pertanian. Misalnya pada pelatihan pembuatan pupuk cair. Selain itu penyuluh juga berperan dalam pemilihan usaha tani pada kelompok tani binaannya. Walaupun tidak semua petani dibantu memilih usaha taninya oleh penyuluh pertanian lapangan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa peran penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya sebagai komunikator sangat berperan dengan nilai 321, sebagai fasilitator berperan dengan nilai 283, sebagai edukator sangat berperan dengan nilai 328, sebagai motivator sangat berperan dengan nilai 313, sebagai konsultan berperan dengan nilai 281, sebagai organisator sangat berperan dengan nilai 297, dan sebagai evaluator sangat berperan dengan nili 299. Sehingga ditemukan rata-rata peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung sangat berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai komunikator, fasilitator, edukator, motivator, konsultan, organisator, dan evaluator sangat berperan dengan nilai rata-rata 303,14. Adapun saran yang diperikan penulis adalah sebaiknya dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo peran penyuluh pertanian ditingkatkan lagi. Misalnya penyuluh pertanian lebih membantu lagi petani dalam memilih usaha taninya atau dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. DAFTAR PUSTAKA