Fazakkir Noor. Peranan Media Animasi Terhadap Peningkatan Penguasaan Konsep Mahasiswa PGSD PERANAN MEDIA ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PGSD FAZAKKIR NOOR Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Email : fazakkir. noor@yahoo. ABSTRACT This research aims to know applying of animation media to increase students mastery of concept in learning process on circulation system of human blood at PGSD students S-1 FKIP UMP. Research method used in this observation Aoqueasy experimentAo, the collection of data collected use quistioners and analized with t test by doing pre-test post-test, with design 0CA X 0CC. Research population all students room B-32 which amount 35 students and all population become sample. Validity of 20 items tested is tall and rebiliaty is reliable, and normality test of data distribution is normal, while homoginity variant result and post test shows F count = 1,71< F table 7,47. While result pre test and post test show t count 13,69 >t table 2,04, it means any significant difference. The result of pre-test level indicator C1. C2. C3 and C4 less tall, and post-test level is taller. Thus, it can be concluded that learning process used media of animation can increase studentsAo mastery of concept. Keywords : media animation, circulation system of human blood, mastery of concept ABSTRAK Penelitian ini mempelajari penerapan media animasi terhadap peningkatan penguasaan konsep mahasiswa PGSD, dalam proses pembelajaran sistem sirkulasi dan peredaran darah manusia pada mahasiswa PGSD S-1 FKIP UMP, dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep mahasiswa, sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Metode penelitian ini menggunakan metode Ayquasi eksperimenAy, teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan uji t, dengan cara pre-tes sebelum perlakuan, dan pos-test setelah perlakuan, dengan pola disain 0CA X 0CC. Populasi penelitian mahasiswa semester IV Ruang B-32 yang berjumlah 35 mahasiswa, dan seluruh populasi dijadikan sampel. Uji Validitas. untuk soal tes penguasaan konsep 20 item pertanyaan memiliki validitas tinggi, uji reliabelitas. untuk soal tes penguasaan konsep dinyatakan reliabel, dan uji normalitas. menunjukan distribusi tes adalah normal, serta uji homogenitas. hasil varian dari penguasaan konsep adalah F hitung = 1,71 < F tabel = 7,47 artinya data dinyatakan homogen, sedangkan uji perbedaan hasil pre-test dan pos-test pada penguasaan konsep menggunakan uji t menunjukan t hitung 13,69 > t tabel 2,04, hasil uji t menunjukan perbedaan signifikan. Hasil penguasaan konsep mahasiswa pada level pre-tes indikator jenjang C1. C2. C3 dan C4 memiliki kemampuan kategori kurang tinggi, dan level pos-tes C1. C2. C3 dan C4 memiliki kemampuan kategori tinggi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pembelajaran menggunakan media animasi komputer dapat meningkatkan penguasaan konsep Kata kunci: media animasi, sistem sirkulasi dan peredaran darah manusia, penguasaan konsep PENDAHULUAN Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Konsep Dasar IPA, mata kuliah ini menguraikan sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tentang peristiwa-peristiwa alam, prinsip-prinsip untuk calon guru sekolah dasar, adalah salah satu ilmiah, mahluk hidup, lingkungan, makanan dan mata kuliah yang diajarkan bidang IPA yaitu gizi, ekosistem, listrik, dan suhu, serta teori-teori Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 39 Ae 47 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . yang dipergunakan untuk mendeskripsikannya. Tujuan penting pembelajaran Konsep Dasar IPA bagaimana dosen memberikan kemungkinan bagi mahasiswa agar terjadi proses belajar yang efektif pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga bertujuan agar setelah selesai mengikuti pembelajaran yang disampaikan akan membuat mahasiswa merasa senang dan tertarik untuk menguasai materi dan pembelajarannya sesuai mempelajari materi yang diajarkan, upaya yang tuntutan kurikulum SD. Mata kuliah Konsep Dasar IPA dengan sub judul sistem sirkulasi dan pembelajaran perkuliahan. menguraikan tentang sistem peredaran darah Multimedia pada manusia yang terdiri atas . alat peredaran diwujudkan berupa bantuan animasi komputer pembuluh darah, yakni arteri, vena, dan kapiler, . memvisualisasikan proses-proses abstrak yang darah terdiri dari bagian yang cair dan padat, . mustahil dilihat atau dibayangkan. Sherwood macam peredaran darah, . golongan darah, . sistem peredaran getah bening, . gangguan komputer dapat . mempermudah siswa dalam pada sistem transportasi, dan . sistem kekebalan memperoleh informasi dan mempermudah guru Materi pembelajaran ini mengandung konsep-konsep abstrak, sehingga kontekstual kepada siswa, . dapat meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan, dan pengetahuan mengakomodasi secara konkrit tentang materi siswa untuk memecahkan permasalahan, menjadi yang diajarkan, dengan demikian pencapaian pemikir dan pebelajar yang independen, . dapat hasil belajar dapat dimaksimalkan. dilihat secara visual dan tiga dimensi sehingga Pembelajaran yang baik dan terencana merupakan model mental yang kaya informasi memerlukan kemampuan dan keterampilan dosen sehingga memudahkan siswa dalam memahami dalam mengelola proses pembelajaran, yang konsep, terutama konsep-konsep yang bersifat merupakan inovasi yang harus dimiliki oleh dosen sebagai tenaga pengajar, sehingga penyampaian Media animasi komputer juga diasumsikan materi kuliah kepada mahasiswa calon guru SD ini, dapat meningkatkan kualitas dan prestasi belajar mereka. Oleh sebab itu upaya dosen disebabkan pembelajaran dengan menggunakan animasi komputer baik secara individual maupun merupakan salah satu bentuk tanggung jawabnya klasikal memberikan daya tarik karena akan mempermudah memahami konsep-konsep yang Hal Fazakkir Noor. Peranan Media Animasi Terhadap Peningkatan Penguasaan Konsep Mahasiswa PGSD abstrak, melalui gambar-gambar, variasi animasi, landasan psikologis, landasan pedagogis, dan dan teks yang ditampilkan dalam program. Menurut mencakup perbedaan individual dan perbedaan AyPenggunaan gambaran mental . ental imag. belajar, serta aspek-aspek psikis seperti kognitif, selama mengungkapkan informasi baru, cukup afektif psikomotor, perhatian, minat, bakat dan membantu dalam proses mengingat informasi cita-cita. Landasan filosofis berkaitan dengan Gambaran Gagne (Dahar. Prinsip-prinsip sistem nilai, yang mana perbuatan mendidik merupakan realisasi dari nilai-nilai yang dimiliki. Landasan pedagogi sangat dipengaruhi oleh Pada Bagian pedagogis yang dapat dijadikan rujukan diantaranya adalah konsep ilmu pendidikan yang menelaah tentang cara-cara penyelenggaraan menjelaskan, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menyimpulkanAy. Penguasaan konsep adalah kemampuan potensinya secara optimal. untuk memahami tentang konsep-konsep secara Begitu pentingnya pemahaman konsep lebih komprehensif. Pemahaman konsep menurut dalam pendidikan, dimana pemahaman konsep Jerome Bruner dalam teori-teorinya yaitu teori merupakan salah satu dari tujuan pendidikan. konstruksi, notasi, kekontrasan dan variasi, serta Pemahaman konektivitas bahwa belajar IPA adalah belajar memahami konsep menurut Bloom . alam Putra, tentang konsep-konsep dan struktur-struktur yang terdapat dalam materi-materi yang dipelajari serta menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajariAy. Sementara konsep menurut Dahar konsep dan struktur-struktur (Hergenhahn dan . adalah Ausuatu abstraksi yang mewakili satu Olson, 2. Pemahaman terhadap konsep dan kelas objek-objek, kejadian-kejadian, kegiatan- struktur suatu materi menjadikan materi itu dipahami secara lebih komprehensif, selain itu mempunyai atribut yang samaAy. Pemahaman peserta didik lebih mudah mengingat materi konsep secara umum adalah pengertian yang apabila yang dipelajari merupakan pola yang benar tentang suatu rancangan atau ide abstrak. Dengan memahami konsep dan Pemahaman konsep diperoleh melalui proses struktur akan mempermudah terjadinya transfer. belajar, sedangkan AubelajarAy merupakan proses Dengan kata lain pemahaman konsep yaitu suatu kemampuan mengerti atau memahami sesuatu berlangsung hampir bersamaan. Ketiga proses dan mengubah informasi kedalam bentuk yang tersebut adalah: . memperoleh informasi baru. Menurut Sulistyorini . , landasan . transformasi informasi, dan . menguji konseptual model pembelajaran IPA mencakup hubungan-hubungan Aukemampuan hubungan-hubungan pengetahuanAy. Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 39 Ae 47 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . (Dahar,1. Taksonomi Bloom hasil revisi yang kuliah Konsep Dasar IPA, memiliki penguasaan baru yaitu adanya perubahan dan perbaikan konsep yang bervariasi, bagi mahasiswa berlatar dalam struktur ranah kognitif. Perubahan tersebut belakang jurusan IPA dimudahkan penguasaan terdapat pada perubahan kata benda menjadi konsepnya karena telah memiliki pengetahuan kata kerja dan urutan terakhir semula evaluasi menjadi berkreasi . Taksonomi Bloom sebaliknya mahasiswa yang tidak memiliki latar yang direvisi terbagi menjadi dua dimensi yaitu belakang IPA, mengaku membutuhkan usaha yang lebih besar dalam menguasai konsep . yang terdiri dari pengetahuan faktual, materi, sehingga akibat dari perbedaan tersebut konseptual, procedural dan metakognitif. Lebih berdampak terhadap hasil belajar mahasiswa jelas perubahan atau revisi proses kognitif yang yang belum optimal, dan berimplikasi pada dilakukan pada Taksonomi Bloom dapat dilihat pencapaian prestasi pada mata kuliah tersebut. pada Tabel 1. Data hasil belajar Konsep Dasar IPA mahasiswa Hasibuan semester IV tahun 2013/2014 dengan jumlah taksonomi Bloom menjadi dua golongan, yaitu mahasiswa 33 orang menunjukan mahasiswa pertanyaan tingkat rendah dan pertanyaan tingkat memperoleh nilai C 71% (Sumber: BAAK UMP). Pertanyaan . Berdasarkan meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam Pertanyaan tingkat tinggi meliputi pembelajaran Konsep Dasar IPA, seperti sistem pertanyaan analisis, evaluasi, dan berkreasi. sirkulasi dan peredaran darah manusia yang sulit Problem yang dihadapi dari mahasiswa hasil wawancara yang dilakukan pada tahun ajaran 2013/2014 diketahui bahwa mahasiswa penerapan Teknologi Berbasis Computer (TBC) PGSD Penerapan pendidikan yang beragam, seperti SMA (Sekolah sangat menarik untuk dilaksanakan mengingat Menengah Ata. dan SMK (Sekolah Menengah media tersebut dalam fungsinya sangat efektif Kejurua. dari berbagai macam jurusan, sehingga dan efisien sehingga penyampaian materi dapat dalam menguasai konsep pembelajaran materi diaplikasikan secara optimal. Tabel 1. Proses Kognitif Bloom dan Kategorinya Proses Kognitif Bloom C1 = mengingat C2 = memahami C3 = menerapkan C4 = menganalisa C5 = mengevaluasi C6 = berkreasi Sumber : Anderson & Krathwohl . Kategori Mengenali, mengulang Menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, memperkirakan, membandingkan, menjelaskan Menghitung, menerapkan Membedakan mengorganisasikan menghubungkan Mengevaluasi, memeriksa, meninjau Menghasilkan, merencanakan memproduksi Fazakkir Noor. Peranan Media Animasi Terhadap Peningkatan Penguasaan Konsep Mahasiswa PGSD Berdasarkan Uji Reliabelitas. menguji tingkat penelitian ini akan berusaha mengkaji AuPeranan keajegan dari instrumen yang digunakan, uji Media Animasi Terhadap Peningkatan Penguasaan konsep Mahasiswa PGSD S-1/FKIP Spearman Brown (Arikunto, 2. UMP Tahun Akademik 2014/2015Ay. Tabel 3. Koefisien reliabelitas METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode Ayquasi Koefisien Reliabelitas Kategori 0,00 Ae 0,20 0,21 Ae 0,40 0,41 Ae 0,60 0,61 Ae 0,80 0,81 Ae 1,00 Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi eksperimenAy. Desain penelitian yang digunakan adalah desain Pre-Test and Pos Test Group One Design. Arikunto . sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Pola desain yakni : Uji Normalitas. untuk menguji tingkat uji normalitas menggunakan rumus persamaan : Pola : ( fCA Ae fe )A 0CA X 0CC xA = Oc Keterangan : 0CA = observasi sebelum perlakuan (Pre Tes. Uji Homogenitas. untuk menguji tingkat uji X = perlakuan 0CC = observasi sesudah perlakuan (Pos Tes. SCAA Perbedaan antara 0CA dan 0CC yakni 0CC Ae 0CA F = diasumsikan merupakan efek dari perlakuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan soal-soal penguasaan konsep pada Tabel 2. SCCA Keterangan : = nilai F hitung SCAA = varians terbesar SCCA = varians terkecil Tabel 2. Soal-soal penguasaan konsep No. Soal Tes Soal penguasaan konsep pre-test Soal penguasaan konsep pos-test Dalam Jumlah Item Bentuk Jawaban Pilihan Pilihan menggunakan uji instrumen penelitian dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : Uji Validitas. untuk mengetahui kesahihan suatu instrumen sehingga mampu mengukur apa yang hendak diukur, maka instrumen dilakukan uji Peningkatan Penguasaan Konsep. menghitung peningkatan yang terjadi sebelum dan sesudah pembelajaran maka dihitung dengan rumus g faktor (NAeGai. dengan rumus Hake (Cheng, 2. sebagai berikut : Spost = Smax - Spre Keterangan : = N Gain Spost = Skor pos test Spre = Skor pre test Smax = Skor maximal validasi menggunakan program SPSS. Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 39 Ae 47 pre-test sebelum pembelajaran menggunakan diinterpretasikan untuk menyatakan peningkatan media animasi komputer pada pembelajaran penguasaan konsep mahasiswa dengan kriteria konsep dasar IPA, analisis hasil tes diolah berupa seperti disajikan pada Tabel 4. Tebel 4. Kategori tingkat yang dinormalisasi menggunakan rumus uji t-test dan analisis skor Batasan g > 0,7 0,3 O g O 0,7 g < 0,3 Hake . alam Cheng, 2. Data pre-test Tinggi Sedang Rendah terangkum pada perhitungan Gain . yang sudah Kesimpulan dari tabel 2, adalah terdapat nilai t hitung 13,69 > t tabel 2,04 hasi uji t menunjukan perbedaan yang signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN di normalisasikan atau N-Gain dan hasil uji t Analisis pos-test Kategori menggunakan rumus uji t (Arikunto, 2. Hasil dinyatakan pada Tabel 5. (N-gai. ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . menunjukan peningkatan dibandingkan hasil yang mahasiswa PGSD ruang B 32 yaitu : uji validitas. tidak menggunakan media animasi komputer, hal komputer berupa program SPSS soal tes untuk menunjukan pluktuasi hasil tes yang tinggi. Untuk penguasaan konsep dari 21 item pertanyaan yang diuji coba diperoleh 20 item pertanyaan yang mahasiswa pada level pre-test indikator proses memiliki tingkat validitas yang tinggi, dan 1 item kognitif jenjang C1. C2. C3 dan C4 menunjukan pertanyaan yang tingkat validitasnya rendah. rata-rata kategori kurang tinggi, sedangkan pada Uji Reliabelitas. hasilnya dianalisis dengan menggunakan bantuan program SPSS, untuk soal tes penguasaan konsep dinyatakan reliabel. Uji normalitas. hasil analisis uji normalitas SPSS. One-Sample level post-test rata-rata tinggi. Dalam proses pembelajaran menggunakan media animasi komputer terlihat penguasaan mahasiswa terhadap konsep-konsep tersebut dapat meningkat. Peningkatan pengusaan konsep Kolmogorov-Smirnov Test, menunjukan distribusi tes normal. Uji homogenitas. hasil analisis untuk uji konsep-konsep homogenitas soal-soal tes, hasil varian dari penguasaan konsep adalah F hitung = 1,71 < F menciptakan gambaran mental . ental imag. tabel = 7,47 artinya data dinyatakan homogen. dari konsep yang dipelajari tersebut. Gambaran Perbedaan hasil pre-test dan pos-test pada untuk menguji ada atau tidak ada perbedaan penguasaan konsep hasil menggambarkan dimensi-dimensi yang abstrak dapat memperlancar pemahaman dan ingatan. Fazakkir Noor. Peranan Media Animasi Terhadap Peningkatan Penguasaan Konsep Mahasiswa PGSD Tabel 5. N-Gain Penguasaan Konsep Responden Pre-test Post-test N-Gain . XAd t hitung t tabel =1800 = 2455 Ocd = 16,67 0,476 13,69 2,04 Peningkatan Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep Dilihat dari Indikator Proses Kognitif Jenjang C1. C2. C3 dan C4 Pre-Test Analisis hasil penguasaan konsep pada pre-tes dan pos-tes dapat diketahui bahwa. peningkatan penguasaan konsep yang terjadi Hasil proses pembelajaran yang tidak setelah dilakukan perlakuan ternyata hasilnya menggunakan media animasi komputer terlihat rata-rata tinggi dibandingkan sebelum perlakuan, pre-test menggunakan media animasi komputer dapat indikator proses kognitif jenjang C1. C2,C3 dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam C4 memiliki rata-rata kategori kurang tinggi, hal ini pembelajaran konsep dasar IPA, peningkatan mahasiswa dapat kurang tinggi. diindikasikan, secara umum komputer pada pembelajaran sistem sirkulasi dan Penguasaan Konsep Dilihat dari Indikator Proses Kognitif Jenjang C1. C2. C3 dan C4 Post-Tes pendekatan kontekstual, dimana contoh dan Tingkat penguasaan konsep mahasiswa, divisualisasikan sehingga lebih mudah dimengerti media animasi komputer, analisis data hasil pos- dan dipahami oleh mahasiswa. Selain membantu tes menunjukan peningkatan yang signifikan, hal proses-proses menghasilkan jawaban mahasiswa yang lebih ilmiah, dan meningkatkan strategi pemecahan masalah, dan penguasaan konseptual yang lebih rata-rata baikAy. Dengan demikian bahwa pembelajaran menggunakan media animasi komputer yang KESIMPULAN DAN SARAN dirancang dan diprogram dengan baik dapat Kesimpulan meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa : lebih baik, dibandingkan dengan perkuliahan Penerapan media animasi komputer pada dengan model konvensional. pembelajaran dengan materi sistem sirkulasi meningkatkan penguasaan konsep. Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 39 Ae 47 Ada menggunakan media Penguasaan konsep dilihat dari proses kognitif jenjang C1. C2,C3 dan C4 peningkatan yang signifikan. Saran Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, maka disarankan sebagai berikut: Model animasi hendaknya perlu diaplikasikan oleh ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Dahar. Model-model Bandung: CV. Diponegoro. Mengajar. Ennis. Critical Thinking. New Jersey: Prentice Hall. Aper Saddle River. Fowler. Strong Arts. Strong Schools. Educational leadership, 52 . ,4-9. Gunawan. Model Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains dan Berpikir Kritis Calon Guru Pada Materi Elastisitas. (Tesis. Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandun. Hajiyati. Peningkatan Pemahaman Konsep Simetri Melalui Model Pembelajaran Kreatif Dengan Permainan Matematika. (Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakart. dosen-dosen yang memberikan pembelajaran mata kuliah Konsep Dasar IPA Perlunya persiapan sarana computer. LCD, dan media pendukung yang memadai agar Hofstetter . alam http://lecturer. id/anton/download/ pd. Januari 2. Istamar. Biologi SMA. Jakarta. Erlangga. memperlancar pelaksanaan pembelajaran Penguasaan konsep adalah sangat dibutuhkan diharapkan para dosen mencari format-format Jimoyiannis. Computer Simulations in Physics Teaching and Learning: a Case Study on StudentsAo Understanding of Trajectory Motion. Journal Computer and Education. Vol 36, 183-204. yang tepat dalam setiap pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA