TEMA TEMA 22, 02 SUBMIT January 2021 REVISI Februari 2021 DITERIMA Maret 2021 Tera Ilmu Akuntansi Volume 22 Nomor 2 Tahun 2021 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN APLIKASI ANALISIS INVESTASI MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Jefri Ilham Rachmawan Accounting Department. Faculty of Economics and Business. Universitas Brawijaya. Indonesia Nurlita Novianti Faculty of Economics and Business. Universitas Brawijaya. Indonesia Abstract: This study aims to predict and explain TAM indicators on the use of investment analysis applications by investors in East Java. The application under study was made by Kompas Gramedia Group, namely RTI Business. This type of research is quantitative research by distributing questionnaires. The sample in this study was obtained using non-probability sampling method. The subject of this research is investors who live in East Java who have used the RTI Business application with a total of 186 respondents. The analytical method used is regression analysis using SPSS version 25. The results of this study indicate that perceptions of convenience and perceptions of usefulness have a positive effect on interest in using. Furthermore, interest in using has a positive effect on use. In addition, interest in using succeeded in partially mediating the effect of perceived ease and perceived usefulness on usage. This means that the perception of convenience and the perception of usefulness can affect the use either directly or indirectly with the role of interest in using it as a mediation. Keywords: TAM, perceived ease of use, perceived usefulness, behavioral intention to use, and actual system usage INDEKS Google Scholar KORESPONDING AUTHOR Jefri Ilham Rachmawan Email: jefriilham@student. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dan menjelaskan indikator TAM terhadap penggunaan aplikasi analisis investasi oleh investor di Jawa Timur. Aplikasi yang diteliti dibuat oleh Kompas Gramedia Group, yaitu RTI Business. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan cara membagikan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode non probability sampling. Objek penelitian ini adalah investor yang berdomisili di Jawa Timur yang pernah menggunakan aplikasi RTI Business dengan total responden 186 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan dan persepsi kebermanfaatan berpengaruh positif terhadap minat menggunakan. Selanjutnya minat menggunakan berpengaruh positif terhadap penggunaan. Selain itu, minat menggunakan berhasil memediasi secara parsial pada pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi kebermanfaatan terhadap penggunaan. Artinya persepsi kemudahan dan persepsi kebermanfaatan dapat mempengaruhi penggunaan baik secara langsung ataupun tidak langsung dengan peran minat menggunakan sebagai mediasi. Kata Kunci: TAM, persepsi kemudahan, persepsi kebermanfaatan, minat menggunakan, dan penggunaan Cite: Rachmawan. & Novianti. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Analisis Investasi Menggunakan Technology Acceptance Model. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 22 No. 2, 9. Jefri Ilham Rachmawan. Nurlita Novianti TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Salah satu teknologi informasi yang memiliki perkembangan secara masif adalah teknologi internet. Menurut We Are Social, hampir 75 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan internet per Januari 2022. Perkembangan internet membawa pergeseran model bisnis dan perilaku, industri pasar modal salah satu yang terdampak dari perkembangan teknologi ini. Pertumbuhan Single Investor Identification (SID) di Indonesia pada tahun 2019 sampai dengan februari 2022 mencapai 200% kenaikan jumlahnya . Investasi pasar modal saham merupakan investasi yang tertinggi peminatnya, berdasarkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2021 Ae 2022 menunjukkan kenaikan sampai dengan Pertumbuhan ini tidak terlepas dari investasi digital karena masifnya pertumbuhan internet, hanya dengan menggunakan aplikasi investasi digital seorang pengguna dapat melakukan pendaftaran sebagai SID, sampai dengan transaksi jual-beli yang bisa dilakukan secara real-time hanya dengan smartphone dan koneksi internet. Perlu diketahui dalam berinvestasi utamanya investasi pasar modal saham tidak bisa sembarangan, harus ada pertimbangan bukan hanya sekedar menyertakan modal atau membeli saham suatu perusahaan, pertimbangan yang dapat dilakukan seperti, tujuan investasi, jangka waktu investasi, inflasi, marko ekonomi, resiko, dana dan keuntungan yang diinginkan di masa depan. Mengetahui prospek kedepan dan situasi keuangan perusahaan adalah salah satu kewajiban investor yang ingin melakukan pembelian saham perusahaan tersebut (Yetti, 2. Analisis pasar modal saham dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari analisis ekonomi secara marko, analisis fundamental, analisis teknikal dan isu yang terjadi terhadap Aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu investor pasar modal saham di Indonesia adalah aplikasi analisis investasi saham (RTI Busines. Aplikasi ini membantu investor saham yang menginginkan dasar dalam analisanya. Jefri Ilham Rachmawan. Nurlita Novianti Volume 22 Nomor 2 Tahun 2021 Ada berbagai faktor yang mempengaruhi penerimaan penggunaan aplikasi teknologi informasi, faktor yang bisa digunakan sebagai prediktor variabel penggunaan aplikasi teknologi informasi dengan menggunakan permodelan Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Davis . Permodelan TAM menawarkan suatu penjelasan sederhana dan kuat untuk menjadi prediktor penerimaan penggunaan teknologi informasi. Dalam permodelan TAM fokusnya terdapat pada sikap penggunanya dengan melihat faktor kemudahan . erceived ease of us. dan persepsi kebermanfaatan . erceived usefulnes. dalam memprediksi minat menggunakan . ehavioral intention to us. Hanya saja, seringkali pengguna sudah memiliki minat menggunakan tetapi tidak menunjukkan sikap akan selalu menggunakan, sehingga dalam penelitian ini akan ditambahkan prediktor perilaku penggunaan . ctual system usag. Perkembangan pesat investasi pasar modal saham di Indonesia, memberikan ruang untuk memberikan eksistensi penggunaan aplikasi analisis investasi pasar modal saham, dengan didasar atas kemudahan penggunaan dan kebermanfaatan yang didapat untuk meringankan pekerjaan investor untuk analisis secara makro ekonomi, fundamental sekaligus teknikal suatu emiten pada bursa Indonesia. Berdasarkan pendahuluan diatas, penelitian ini berjudul AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Aplikasi Analisis Investasi Dengan Menggunakan Technology Acceptance ModelAy. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah dengan permodelan Techno-logy Acceptance Model(TAM) dengan variabel kemudahan, kebermanfaatan dan variabel intervening minat menggunakan dapat menjelaskan penggunaan aplikasi analisis investasi ? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi dan menjelaskan dengan permodel Technology Acceptance Model(TAM) dengan variabel kemudahan, kebermanfaatan dan variabel intervening minat menggunakan dapat menjelaskan penggunaan aplikasi analisis investasi. TEMA Tera Ilmu Akuntansi TINJAUAN TEORITIS Menurut Widoatmodjo . analisis investasi pasar modal saham penting dilakukan, dikarenakan pasar modal saham merupakan pasar tidak dapat ditebak atau abstrak, sehingga kita sebagai investor harus mampu melakukan analisis informasi perusahaan dalam prospektus atau laporan keuangan. Perlu diketahui, investasi pasar modal memahami laporan keuangan perusahaan saja belum Jika hanya melihat data historis laporan keuangan perusahaan belum tentu akan terulang di masa depan. Untuk memprediksi masa depan peran analisis yang berguna untuk investor. Teknik analisis yang diperlukan investor menurut Widoatmodjo . Analisis ekonomi makro, dengan melihat pertumbuhan ekonomi(PDB), perkembangan moneter, perkembangan neraca pembayaran luar negeri dan perkembangan tingkat inflasi. Analisis fundamental dengan melakukan penliaian atas laporan keuangan perusahaan. Dengan target menunjukkan jawaban terkait penilaian tentang seberapa layak perusahaan tersebut untuk dijadikan tempat menaruh dana investor. Menurut Meyers . dalam (Widoatmodjo, 2. pergerakan saham baru-baru ini bukan lagi secara acak-acakan, namum secara berulang dan membentuk pola yang dapat dikenali dan dapat dianalisis pergerakannya yang disebut dengan analisis teknikal. Analisis psikologi, dilakukan dengan mendasarkan informasi terbaru terkait sentiment analysis . nalisis sentiment pasa. dengan informasi dan rumor emiten. Persepsi Kemudahan (X. Volume 22 Nomor 2 Tahun 2021 Technology Acceptance Model, disebut juga dengan model TAM adalah salah satu pengembangan Theory of Reasoned Action (TRA) yang sebelumnya diperkenalkan Ajzen dan Fishbein . dan dikembangkan oleh Davis . yang dapat memberikan sebuah gagasan terkait permodelan prediksi penerimaan teknologi informasi. Konstruk penggunaan teknologi informasi menurut model TAM ini ditentukan oleh lima konstruk utama, perceived ese of use, perceived usefulness, attitude towards using, behavioral intention to use, dan actual system usage. Persepsi kemudahan, meyakinkan bahwasanya teknologi informasi akan mudah digunakan oleh pengguna. Persepsi kebermanfaatan, meyakinkan bahwasanya adanya teknologi informasi dipergunakan akan memberi manfaat kepada organisasi. Minat menggunakan, peningkatan pengguna agar selalu menggunakan. Penggunaan, pernyataan dengan penggunaan teknologi informasi yang dilakukan dengan maksimal dengan didasarkan manfaat dan kemudahan yang didapat dari teknologi informasi. Namun, seiring perkembangan waktu, model TAM telah mengalami banyak modifikasi. Venkatesh dan Davis . menyatakan eliminasi variabel sikap penggunaan . titude towards usin. pada bentuk original TAM. Dalam beberapa penelitian juga menunjukkan sikap terhadap penggunaan tidak berpengaruh signifikan ke minat menggunakan (Jogiyanto, 2. Oleh karena itu, peneliti tidak menggunakan konstruk sikap terhadap Maka variabel dirumuskan dalam kerangka konseptual sebagai berikut. Minat Menggunakan (Y) Penggunaan (Z) Persepsi Kebermanfaatan (X. GAMBAR 1. KERANGKA KONSEPTUAL Jefri Ilham Rachmawan. Nurlita Novianti TEMA Tera Ilmu Akuntansi Pengembangan Hipotesis Menurut Davis . dalam pemaparan technology acceptance model terciptanya perilaku penggunaan . ctual system usag. disebabkan dua faktor pendorong utama pendorong yaitu faktor yang pertama, persepsi kemudahan . erceived ease of us. dan faktor keduanya yaitu persepsi kebermanfaatan . erceived Persepsi kemudahan akan menimbulkan minat menggunakan suatu teknologi informasi (Alharbi dan Drew, 2. Pada penelitian Irfan dan Gusti . persepsi kemudahan mampu meningkatkan minat menggunakan pada pengguna aplikasi investasi & trading investasi saham. Sebelum ada penggunaan, seorang individu akan menentukan berminat atau tidaknya terhadap teknologi informasi, untuk melihat minat menggunakan, persepsi kebermanfaatan adalah faktor yang sangat penting(Fatmawati, 2. Pada dasarnya, semua hal yang memiliki manfaat dan mempermudah pekerjaan dari penggunanya akan memberikan niatan untuk selalu menggunakan. Jika dari kedua faktor konstruk utama persepsi kemudahan beserta dengan persepsi kebermanfaatan, maka memunculkan minat menggunakan, setelah timbul minat diharapkan terjadi penggunaan secara menyeluruh terhadap teknologi informasi. Semakin mudah digunakan teknologi informasi, semakin besar juga kemungkinan seseorang berminat menggunakan yang memunculkan penggunaan secara menyeluruh dan juga semakin bermanfaat aplikasi teknologi informasi, semakin besar juga kemungkinan seseorang untuk memunculkan sifat ketergantungan menggunakan teknologi informasi tersebut. Berdasarkan dengan penjelasan tersebut maka hipotesis penelitian ini H1: Persepsi kemudahan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat H2: Persepsi kebermanfaatan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat menggunakan. H3: Minat Menggunakan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan. Jefri Ilham Rachmawan. Nurlita Novianti Volume 22 Nomor 2 Tahun 2021 H4: Persepsi kemudahan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan melalui minat menggunakan sebagai variabel intervening. H5: Persepsi kebermanfaatan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan melalui minat menggunakan sebagai variabel intervening. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian explanatory research, penelitian yang berupaya menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi dan mencoba menguji hubungan kausalitas antar variabel (Sekaran & Bougie, 2. Dengan menilai hubungan kausalitas atau dampak langsung dari permodelan TAM dengan variabel indenpenden persepsi kemudahan dan persepsi kebermanfaatan beserta variabel minat menggunakan sebagai intervening terhadap penggunaan aplikasi analisis investasi (RTI Busines. Populasi yang digunakan pada penelitian adalah seseorang yang berada pada bidang investasi atau investor yang berada di Jawa Timur. Sedangkan metode untuk pengambilan sampel pada penelitian adalah non-probability sampling, convenience sampling. Convenience sampling adalah kumpulan informasi dari anggota populasi yang didasarkan pada ketersediaan memberikan data yang diinginkan peneliti (Sekaran & Bougie, 2. Penelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner sebagai alat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan peneliti. Sehingga, siapa saja yang memberikan informasi dengan mengisi kuesioner dan memiliki kriteria yang cocok sebagai sumber penelitian dengan kriteria . Berdomisili di Jawa Timur, . Melakukan investasi pasar modal, . Pernah menggunakan aplikasi analisis investasi (RTI Busines. minimal 1x. Teknik analisis data yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah path analysis yaitu alat untuk merancang struktur hubungan kausalitas antar variabel independen, dan dependen yang melewati variabel intervening (Ghozali, 2. Sebelum pengujian TEMA Tera Ilmu Akuntansi hipotesis path analysis, perlu dilakukan uji asumsi klasik dengan menggunakan perhitungan program dari IBM SPSS Statistics 25v. Uji t dan sobel test adalah pengujian yang dilakukan untuk pengujian hipotesis penelitian. Uji statistik t dilihat dari jika tingkat sig <0,05, maka HA diterima. Sobel test dilakukan dengan mencari nilai t hitung dan membandingkan denga, saat perhitungan sobel test menunjukkan angka t hitung > t tabel, sehingga HA dapat diterima. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik untuk memastikan model tersebut terbebas dari masalah normalitas, multikoliniearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil Uji Normalitas Syarat data sebelum dilakukan path analysis diharuskan memiliki distribusi normal, pengujian ini normalitas ini menggunakan KS Smirnov. Intrepretasi datanya dianggap berdistribusi normal saat hasil nilai asy-sig > 0,05. Berdasar hasil pengujian nilai res, keseluruhan model regresi memiliki nilai asysig sebesar 0,061 > 0,05. Dari pengujian K-S Smirnov maka data dianggap memiliki distribusi Hasil Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dengan melihat tolerance, apabila tolerance > 0,10 maka disimpulkan data bebas multikolinearitas. Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance Keterangan Persepsi Kemudahan (X. 0,621 Bebas Multikolinearitas Persepsi Kebermanfaatan (X. 0,390 Bebas Multikolinearitas Minat Menggunakan (Y) 0,431 Bebas Multikolinearitas Jefri Ilham Rachmawan. Nurlita Novianti Volume 22 Nomor 2 Tahun 2021 Hasil Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas ini menggunakan uji Glejser, membandingkan signifikansi pada absolut residual, apabila nilai sig variabel > 0,05, disimpulkan data bebas heteroskedastisitas. Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Sig Keterangan Pers. Kemudahan (X. 0,986 Bebas Heteroskedastisitas Pers. Kebermanfaatan (X. 0,996 Bebas Heteroskedastisitas Minat Menggunakan (Y) 0,060 Bebas Heteroskedastisitas Hasil Uji Analisis Jalur Berdasarkan hipotesis yang diajukan, maka pengujian hipotesis penelitian ini, dilihat dari analisis jalur dengan cara melakukan uji regresi linear bergenda 2 sub struktur model. Sub struktur model 1 pengujian dilakukan dengan variabel minat menggunakan sebagai prediktor dependen dan persepsi kemudahan kebermanfaatan sebagai prediktor Sedangkan Sub struktur model 2 pengujian dilakukan penggunaan sebagai variabel dependen dan persepsi kemudahan, persepsi kebermanfaatan dan minat menggunakan sebagai variabel independen. Dilihat dari uji statistik t untuk mendapatkan hasil pengaruh secara langsung variabel independen >> variabel dependen. Sedangkan dengan perhitungan sobel test dapat melihat pengaruh tidak langsung antara variabel independen >> variabel intervening >> variabel dependen. Tabel 3. Hasil Uji t Sub Struktur 1 Variabel Standardized Coef Beta Sig Pers. Kemudahan (X. 0,145 0,018 Pers. Kebermanfaatan (X. 0,658 0,000 Dependen Variabel: Minat Menggunakan TEMA Tera Ilmu Akuntansi Tabel 4. Hasil Uji t Sub Struktur 2 Variabel Standardized Coef Beta Sig Pers. Kemudahan (X. 0,144 0,007 Pers. Kebermanfaatan (X. 0,322 0,000 Minat Menggunakan (Y) 0,474 0,000 Dependen Variabel: Penggunaan Berdasarkan pada tabel 3 pengujian sub struktur 1 didapat persepsi kemudahan Sig. bernilai 0,018 dan kebermanfaatan Sig. bernilai 0,000 dimana nilai probabilitas masingmasing variabel independen terhadap variabel intervening . inat menggunaka. masih dibawah 0,05. Dapat disimpulkan, dari ketentuan kriteria pengujian uji statistik t Sig. < 0,05 maka dapat diintrepretasikan persepsi kemudahan berpengaruh secara parsial dan positif terhadap minat menggunakan, dan persepsi kebermanfaatan berpengaruh secara parsial dan positif terhadap minat menggunakan. Berdasarkan pada tabel 4 pengujian sub struktur 2 didapat bahwa persepsi kemudahan Sig. bernilai 0,007. persepsi kebermanfaatan Sig. bernilai 0,000 dan minat menggunakan Sig bernilai 0,000. variabel independen serta variabel intervening ini memiliki nilai signifikansi masih dibawah 0,05. Dengan demikian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh secara Volume 22 Nomor 2 Tahun 2021 parsial dan positif terhadap penggunaan, persepsi kebermanfaatan berpengaruh secara parsial dan positif terhadap penggunaan, begitu juga dengan variabel minat menggunakan berpengaruh secara parsial dan positif terhadap penggunaan. Perhitungan sobel test dilakukan dengan cara menguji pengaruh tidak langsung variabel independen >> variabel intervening >> variabel dependen. Dengan rumus sebagai ycIycayca = Ooyca 2 ycIyca2 yca2 ycIyca 2 ycIyca2 ycIyca 2 yc Eaycnycycycuyci = ycayca ycIycayca Nilai t hitung akan dibandingkan dengan nilai t tabel, jika nilai t hitung > nilai t tabel maka dapat disimpulkan terjadi pengaruh mediasi atau intervening. Berdasarkan hasil perhitungan seperti yang pada pengaruh tidak langsung persepsi kemudahan terhadap penggunaan melalui minat menggunakan didapat t hitung sebesar 4,644 > t tabel 1,972. Maka minat menggunakan berperan memediasi pengaruh persepsi kemudahan terhadap penggunaan. Pada perhitungan pengaruh tidak langsung persepsi kebermanfaatan terhadap penggunaan melalui minat menggunakan t hitung sebesar 6,724 > t tabel 1,972. Maka minat menggunakan juga berperan memediasi pengaruh persepsi kebermanfaatan terhadap Hasil pengolahan data dirangkum sebagai berikut. TABEL 2. HIPOTESIS PENELITIAN Hipotesis Keterangan Jalur Hasil Hipotesis X1 mempengaruhi Y X1IeY X2 mempengaruhi Y X2IeY Y mempengaruhi Z YIeZ X1 mempengaruhi Z, melalui Y sebagai intervening X1IeYIeZ X2 mempengaruhi Z, melalui Y sebagai intervening X2IeYIeZ Sumber: Data Penelitian . Jefri Ilham Rachmawan. Nurlita Novianti TEMA Tera Ilmu Akuntansi Pembahasan Penerimaan H1 mengindikasikan bahwa semakin tinggi persepsi kemudahan saat menggunakan teknologi informasi, maka minat menggunakan akan semakin tinggi juga. Kemudahan penggunaan yang dirasakan didasarkan pada rasa tanpa kesulitan menggunakan teknologi informasi. Penerimaan H2 menjelaskna bahwa jika seseorang percaya bahwa teknologi informasi yang berguna, maka pengguna tersebut akan memakai teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja Saha . mendefinisikan bahwa adanya minat menggunakan memungkinkan pengguna akan perilaku penggunaan untuk memberikan rekomendasi yang positif terkait teknologi informasi yang digunakan pengguna sehingga memunculkan niat menggunakan ulang atau perilaku penggunaan terhadap aplikasi. Hasil penelitian H4 dan H5 menyatakan bahwa persepsi kemudahan dan persepsi kebermanfaatan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penggunaan dengan variabel intervening minat menggunakan sebagai variabel Kemudahan dan kebermanfaatan memicu minat menggunakan seseorang. Kebermanfaatn dari teknologi informasi menjadi alasan terbiasa menggunakan melalui ada minat menggunakan teknologi informasi. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen persepsi kemudahan . erceived ease of us. , persepsi kebermanfaatan . erceived usefulnes. , dan variabel intervening minat menggunakan . ehavioral intention to us. terhadap penggunaan . ctual system usag. teknologi informasi aplikasi analisis investasi saham (RTI Busines. Penelitian ini menggunakan teori Technology Acceptace Model (TAM) sebagai dasar acuan awal penelitian. Hasil penelitian ini mendukung dan memperkuat model TAM dalam meprediksi perspektif penerimaan penggunaan teknologi informasi. Persepsi kemudah- Jefri Ilham Rachmawan. Nurlita Novianti Volume 22 Nomor 2 Tahun 2021 an adalah faktor penentu minat menggunakan teknologi informasi. Dengan mudah digunakan, mudah dimengerti, dan friendly to user akan membentuk minat individu untuk menggunakan teknologi informasi. Sedangkan persepsi kebermanfaatan juga menjadi faktor yang menentukan minat menggunakan teknologi informasi. Manfaat yang didapat dari aplikasi analisis investasi ini membantu investor untuk menganalisis pergerakan saham, analisis fundamental dan mengetahui segala informasi terkait perkembangan bursa saham Indonesia. Investor yang merasakan minat untuk menggunakan teknologi informasi melalui anggapan kemudahan dan kebermanfaatan dari teknologi informasi akan meningkatkan kepercayaan untuk menggunakan tenologi informasi secara nyata atau penggunaan. Penelitian ini secara keseluruhan menyimpulkan bahwa fenomena penerimaan penggunaan aplikasi analisis investasi saham (RTI Busines. dapat dijelaskan dengan variabel-variabel pada teori Technology Acceptance Model (TAM). Saran Berdasarkan evaluasi atas hasil penelitian dan keterbatasan yang ada pada penelitian ini, peneliti menyarankan untuk peneliti berikutnya dapat menambahkan variabel lain atau menggunakan teori keperilakuan yang Peneliti juga menyarankan mengkombinasikan pengumpulan dengan menyebar keusioner dan melakukan wawancara. Sehingga memberikan hasil yang lebih akurat karena dapat melihat pendapat langsung dari DAFTAR PUSTAKA