ISSN ONLINE : 2655-9838 ISSN PRINT : 2656-1298 VOLUME I NOMER 2 2019 PENGARUH BIAYA LINGKUNGAN. UKURAN PERUSAHAAN DAN PENGUNGKAPAN EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) PADA NILAI PERUSAHAAN Damayanti Rizki Eindye Taufiq UPN AuVeteranAyJakarta Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memverifikasi pengaruh biaya lingkungan, ukuran perusahaan dan pengungkapan emisi gas rumah kaca berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini di pilih dengan purposive sampling menthod. Analisis dan uji hipotesis data dilakukan menggunakan bantuan program komputer IBM Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Hasil penelitian menemukan bahwa biaya lingkungan yang dikendalikan oleh ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengungkapan emisi GRK yang dikendalikan oleh ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai Saran yang dapat diberikan peneliti untuk penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi lebih jauh dalam segi analisis konten dari data pengukuran yang digunakan. Sehingga akan mampu melakukan pembahasan dalam lingkup yang lebih luas. Kata kunci : biaya lingkungan, ukuran perusahaan, pengungkapan emisi gas rumah kaca berpengaruh terhadap nilai perusahaan Abstract This study aims to discuss and evaluate environmental costs, company size and carbon emission disclosure against company value. The population of this research is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sampling method used in this study was chosen by the purposive sampling method. Analysis and testing of hypothesis data was performed using the version 25 of the IBM Statistical Product and Service Solution (SPSS) computer program. The results found that environmental costs controlled by company size were not determined by the significant value of the company. Disclosure of GHG emissions changed by company size is not approved to be significant to the value of the company. Suggestions that can be given by researchers for further research need further analysis of the content of the measurement data used. Will be able to conduct discussions in broader planning. Keywords: environmental costs, company size, carbon emissions disclosure, value firm PENDAHULUAN Latar Belakang Citra perusahaan berperan dalam memberikan prespektif terhadap nilai perusahaan. Nili pArushn mArupkn gmbrn dri kApArcyn msyrkt tArhdp pArushn sAtAlh mAllui sutu prosAs kAgitn sAlm bAbArp thun, yitu sAjk pArushn tArsAbut didirikn smpi dAngn st ini (Buana dan Nuzula, 2. Nilai perusahaan yang ada sebagai wujud pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan bukan hanya berorientasi pada memaksimalkan keuntungan saja, namun perusahaan juga berfokus pada meningkatkan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan (Salvatore, 2005 dalam Widiastari dan Yasa 2. Widiastari dan Yasa . menyatakan bahwa nilai suatu perusahaan sangatlah penting bagi pemilik perusahaan karena hal tersebut merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan kinerja perusahaan. Akbar . menjelaskan bahwa dampak negatif yang paling sering ditemukan dalam setiap adanya penyelenggaraan operasional usaha perusahaan adalah polusi suara, limbah produksi, kesenjangan, dan lain sebaginya. Dampak semacam inilah yang dinamakan exsternality. Pada era modern ini, banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya isu lingkungan dan sosial. Hal yang membuat perusahaan harus perduli terhadap isu lingkungan adalah banyaknya pemangku kepentingan . baik internal maupun eksternal yang menunjukkan kepeduliannya terhadap kinerja lingkungan organisasi. Ferreira . menyatakan bahwa meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan menyebabkan banyak perusahaan di dunia yang kini mulai mengimplementasikan akuntansi lingkungan. Penerapan akuntansi lingkungan sebagai bentuk pengelolaan pemantauan perusahaan terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu, pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan tentunya munculnya biaya lingkungan dalam pelaksanaannya. International Federation of Accountants (IFAC) Guidlines document . menyatakan bahwa tekanan lingkungan dari biaya lingkungan ini memaksa banyak organisasi mencari cara-cara baru, kreatif, dan hemat biaya untuk mengelola dan meminimalkan dampak lingkungan. Sehingga nilai perusahaan dapat terus meningkat seiring dengan pelaporan biaya lingkungan yang diungkapkan ole perusahaan. Biaya lingkungan sebagai dampak yang timbul dari sisi keuangan maupun non keuangan yang harus dipikul sebagai akibat dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan (Ikhsan, 2. Pada praktiknya, masih banyak perusahaan yang tidak mengalokasikan biaya sebagai dampak hasil produksinya dikarenakan, adanya pengalokasian biaya tersebut menurunkan laba perushaan. Penelitian Fitriani . menyatakan bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kondisi ini dapat terjadi karena biaya sosial kurang memilki konsekuensi ekonomi . conomic consequence. , dimana bentuk, tipe, dan strategi cost yang dilakukan perusahaan lebih bersifat inderect effect. Berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Buana dan Nuzula . yang menyatakan bahwa vribAl AnvironmnAtl cost tidak signifikn tArhdp vribAl nili pArushn yng diproksikn dAngn PiR. Nmun, smpAl pAnAlitn ini mAmiliki pAngruh signifikn tArhdp nili pArushn yng diproksikn dAngn TobinAos Q. Dampak dari operasi perusahaan bukan hanya berupa cairan ataupun benda padat melainkan Menurut Prafitri dan Zulaikha . perusahaan sebagai pelaku ekonomi yang menjalankan aktivitas industri memilki peluang besar menghasilkan emisi gas rumah kaca. Emisi gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer terdiri dari CO2, metana. N2O. CFC. HFCs. SF6 di lapisan stroposper. Dikatakan sebagai gas rumah kaca, karena gas-gas ini bersifat seperti efek rumah kaca yakni memantulkan kembali radiasi dari bumi ke bumi. Jumlah gas rumah kaca yang berlebih memilki dampak negatif yakni tingginya suhu bumi yang menyebabkan pencairan gunung es di kutub utara dan selatan, sehingga permukaan air laut Salah satu penyebab munculnya gas-gas ini karena operasi produksi industri. Indonesia adalah salah satu negara yang ikut andil dalam komitmen mengurangi emisi gas rumah kaca. Dimuat dalam Pepres No. 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca dan Pepres No. 71 tahun 2011 mengenai investasi gas rumah kaca nasional. Pada prekteknya di Indonesia pengungkapan emisi gas rumah kaca pada perusahaan sangat jarang dan masih bersifat sukarela. Hal ini tidak sebanding dengan gas rumah kaca yang dihasilkan industri. Menurut data dari kerjasama REDD (Reduction Emissions from Deforestation and Forest Degradatio. , pada tahun 2005 Indonesia menyumbang emisi gas rumah kaca 2,05 giga ton. Fakta ini menempatkan Indonesia sebagai penyumbang emisi karbon terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat 5,95 giga ton dan China 5,06 giga ton. Emisi gas karbon Indonesia diprediksi akan menjadi 3 giga ton CO2 pada 2020 (Majid, 2. Isu lingkungan yang berkaitan dengan pengungkapan emisi gas rumah kaca perlu diungkapkan sebagai bentuk transparasi perusahaan kepada para pemangku kepentingan. Menurut Anggraeni . , hal yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah pengungkapan emisi gas rumah kaca dengan PROPER. Pengungkapan emisi GRK berpengaruh positif terhadap nilai Bertolak belakang dengan hasil penelitian tersebut. Hsu dan Wang . mengatakan bahwa para investor tidak mengindahkan adanya pencadangan biaya dalam mengatasi isu pemanasan global oleh entitas. Hal ini diakibatkan karena investor khawatir biaya tersebut akan lebih besar daripada return yang akan diperoleh atau dapat dikatakan bahwa informasi emisi GRK adalah informasi yang mahal. Penelitian yang menjadi rujukan peneliti adalah penelitian yang dilakukan Buana dan Nuzula . Alasan peneliti mereplikasi penelitian adalah isu ini masih lingkup dan ada perbedaan hasil penelitian-penelitian sebelumnya. Hal yang membedakan dengan penelitian tersebut adalah perbedaan variabel, dan sampel penelitian. Penelitian ini menambahkan variabel pengungkapan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai variabel bebas . dan variabel terikat . hanya terdiri dari nilai perusahaan. Selain itu, penelitian Buana dan Nuzula . menggunakan sampel penelitian perusahaan yng tArdftr di Jpn ixchngA Group pAriodA 2013 Ae 2015, sedangkan dalam penelitian ini menggunakan sampel penelitian perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 20142017. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut, yaitu : apakah biaya lingkungan, ukuran perusahaan dan pengungkapan emisi gas rumah kaca berpengaruh terhadap nilai perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2014-2017? KAJIAN PUSTAKA Teori stakeholderadalah teori yang menggambarkan kepada pihak mana saja perusahaan bertanggungjawab (Freeman, 1. Perusahaan harus menjaga hubungan dengan stakeholdernya dengan mengakomodasi keinginan dan kebutuhan stakeholder-nya (Yudharma dkk, 2. Mobus . menyatakan bahwa Legitimacy is: A condition or a status which exists when an entityAos value system is congruent with the value system of the larger social system of which the entity is a part (Lindblom, 1993, p. Legitimacy is a generalized perception or assumption that the actions of an entity are desirable, proper, or appropriate within some socially constructed system of norms, values, beliefs, and definitions (Suchman, 1995, p. Buana dan Nuzula . mendefinisikan nili pArushn sebagai kondisi tArtAntu yng tAlh dicpi olAh sutu pArushn sAbgi gmbrn dri kApArcyn msyrkt tArhdp pArushn sAtAlh mAllui sutu prosAs kAgitn sAlm bAbArp thun, yitu sAjk pArushn tArsAbut didirikn smpi dAngn st ini. Biaya lingkungan adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari akuntansi lingkungan. Menurut Environmental Accounting Guidelines. Ministry of the Environment JAPAN . mendefinisikan AoEnvironmental costs are classified as those directly associated with the environment or those with fall into a gray zone, partly environmental and partly not. Those investments and costs falling into this gray zone will be referred to as AucomplexAy costs herein. AoBiaya lingkungan merupakan dampak baik moneter atau non-moneter yang terjadi karena hasil aktifitas perusahaan yang berpengaruh pada kualitas lingkungan. Gas Rumah Kaca (GRK) adalah istilah kolektif untuk gas-gas yang memiliki efek rumah kaca. Emisi GRK adalah kontributor utama bagi perubahan iklim dan diatur oleh AoKonvensi Kerangka Kerja Perubahan IklimAo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan AoProtokol KyotoAo PBB yang muncul berikutnya. Standar ini mencakup GRK berikut: . Karbon dioksida (CO. , . Metana (CH. , . Dinitrogen oksida (N2O) Hidrofluorokarbon (HFC) Perfluorokarbon (PFC) Sulfur heksafluorida (SF. Nitrogen trifluorida (NF. Beberapa gas tersebut memiliki efek rumah kaca lebih besar daripada gas lainnya. Sebagai contoh, metana memiliki efek 2030 kali lebih besar dibanding dengan karbon dioksida, dan CFC diperkirakan memiliki efek rumah kaca 1000 kali lebih kuat dibanding dengan karbon dioksida (Porteous, 1992 dalam Suprihatin dkk, 2. Ukuran perusahaan . ompany siz. adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecil perusahaan menurut berbagai cara, antara lain : total asset, log size, nilai pasar saham dan lain-lain (Wijayanti dan Rahayu, 2. Kerangka Pemikiran Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan. Nilai ini dapat bersifat positif dalam arti menguntungkan atau menyenangkan atau memudahkan pihak yang memperolehnya untuk memenuhi kepeningan-kepentingan yang berkaitan dengan nilai Nilai bersifat negatif merupakan nilai yang tidak diinginkan dalam arti merugikan atau menyulitkan pihak yang memperolehnya sehingga nilai tersebut dijauhi (Afriana dan Tika Nilai perusahaan sebagai gambaran sejauh mana perusahaan menjalankan perannya sebaga pelaku bisnis dari aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Segala aktifitas perusahaan memberikan respon kepada para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal. Peningkatan nilai perusahaan digambarkan melalui nilai saham. Peningkatan nilai saham tidak hanya menjadi indikator utama dalam pembangunan nilai perushaan. Kepekaan perusahaan terhadap penanganan lingkungan dan sosial menjadi indikator lain. Diharapkan nilai perusahaan yang naik karena adanya peningkatan nilai saham memberikan signal yang baik . ood new. bagi pemegang saham dan pihak luar. Melalui Teori stakeholder, perusahaan dalam menjalankan aktifitas operasinya memperhatikan para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal . Bentuk perhatian perusahaan dapat dilihat dari adanya biaya atau program kerja yang disisihkan perusahaan untuk para pemangku kepentingan. Salah satunya adalah dengan adanya biaya lingkungan. Biaya lingkungan merupakan dampak baik moneter atau non-moneter yang terjadi karena hasil aktifitas perusahaan yang berpengaruh pada kualitas lingkungan. Bagaimana perusahaan menjelaskan biaya lingkungan tergantung pada bagaimana perusahaan menggunakan informasi biaya tersebut. Pengalokasian biaya lingkungan yang tepat dapat menambah nilai perusahaan . Hansen dan Mowen . berpendapat bahwa Auperawatan yang sukses terhadap masalah lingkungan hidup menjadi masalah kompetitif yang signifikanAy dan Aumemenuhi tujuan bisnis yang sehat dan menyelesaikan masalah lingkungan yang tidak saling eksklusifAy. Buana dan Nuzula . dalam penelitiannya menemukan bahwa adanya pengaruh signifikan negatif antara biaya lingkungan dengan nilai perusahaan yang diukur dengan TobinsAoQ. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan biaya lingkungan berdampak pada nilai saham sebab adanya biaya-biaya menambahkan laba perusahaan. Teori legitimasi menekankan bahwa perusahaan mengungkapkan penyajian laporan lingkungannya sebagai bentuk cerminan nilai dan norma yang ada di masyarakat. Penyajian laporan lingkungan perusahaan menggambarkan seberapa besar perusahaan melaksanakan tanggungjawab lingkungannya. PSAK No. 1 tentang penyajian laporan keuangan mengungkapkan bahwa perusahaan menyajikan laporan tambahann terkait lingkungan. Pengungkapan emisi gas rumah kaca berisikan informasi terkait efek-efek rumah kaca yang dihasilkan oleh perusahaan dan sejauh mana perusahaan berupaya untuk meminimalisai efek rumah kaca. Pengungkapan emisi GRK di perusahan dapat meningkatkan nilai perusahaan salah satunya adalah PT Astra International. Tbk. Pada kenyataannya masih banyak perusahaan yang tidak mengungkapkan emisi GRK dalam laporan tahunannya dikarenakan menimbulkan nilai negatif bagi perusahaan. Kelvin, et al. , . menyatakan bahwa pengungkapan emisi GRK berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perushaan. Perusahan yang transparan terhadap pengungkapan lingkungannya memilki penilian yang berbeda dimata investor dan masyarakat. Teori Sinyal menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki kualitas baik akan dengan sengaja memberikan signal ke pasar, agar pasar dapat membedakan kualitas perusahaan tersebut dengan perusahaan lainnya (Hartono, 2. Melalui teori sinyal perushan melakukan dan membangun citranya sehingga memperoleh prespektif yang positif. Perusahaan yang berskala besar cenderung akan menarik minat investor karena akan berimbas dengan nilai perusahaan nantinya, sehingga dapat dikatakan bahwa besar kecilnya ukuran suatu perusahaan secara langsung berpengaruh terhadap nilai dari perusahaan tersebut. METODE PENELITIAN Definisi Operasional Dalam penelitian ini perlu diketahui definisi tiap-tiap variabel yang digunakan untuk menghindari kesalahpahaman. Berikut ini definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini: Nilai perusahaan adalah harga yang bersedia dibayar oleh calon investor seandainya suatu perusahaan akan dijual (Whardani . Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya pengukuran yang digunakan untuk nilai perusahaan sebagai variabel dependen (Y) dengan TobinAos Q , yaitu sesuai hasil modifikasi oleh Lindenberg dan Ross . Keunggulan TobinsAoQ ialah meringkas informasi yang akan datang yang relevan dengan keputusan investasi perusahaan. ycNycuycaycnycuAycycE = . cAycOycI y. ycNya Biaya lingkungan . nvironmAntl cos. mArupkn biy yng dikAlurkn olAh pArushn untuk mAncAgh tArjdiny kAruskn lingkungn tu mAmpArbiki kAruskn lingkungn kibt dri kAgitn bisnis yng dilkukn pArushn. (Buana dan Nuzula 2. Biy lingkungn mArupkn vribAl indApAndAn (X) yng dihitung dAngn menggunakan perbandingan antara CSR activity fee atau biaya bina lingkungan dengan net profit berdasarkan penelitian yang dilakukan Irfansyah dkk . yang mengacu pada penelitian Babalola dan Yisau . Environmental Cost = CSR Activity Fee atau Biaya Bina Lingkungan Net profit Pengungkapan emisi GRK merupakan kumpulan informasi kuantitatif dan kualitatif masa lalu dan prediksi perusahaan mengenai tingkat emisi karbon perusahaan, serta pengungkapan penjelasan dan implikasikeuangan perusahaan dalam menghadapi perubahan iklim (Najah 2. Pengungkapan emisi GRK tercermin dalam suistanibility reporting dalam laporan Mengukur tingkat pengungkapan emisi GRK penelitian ini menggunakan Content Analayze berdasarkan instrumen Global Reporting Initiative (GRI) versi G4 dengan indikator sebanyak 91 item dari kategori lingkungan sub emisi yang terdiri 7 komponen yaitu Emisi gas rumah kaca (GRK) langsung emisi gas rumah kaca (GRK) energi tidak langsung emisi gas rumah kaca (GRK) tidak langsung lainnya, intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) emisi bahan perusak ozon (BPO). NOX. SOX, dan emisi udara signifikan lainnya. Untuk setiap item pengungkapan akan diberi skor 1 jika diungkapkan dan skor 0 jika tidak diungkapkan. Pengungkapan emisi GRK = Ocxid Ukuran Perusahaan adalah cerminan total dari aset yang dimiliki suatu perusahan (Sudiarto, 2. Perusahaan sendiri dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu perusahaan berskala kecil dan perusahaan berskala besar. Ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan log natural dari total asset (Klapper dan Love, 2. SIZE = Ln (Total Asse. Metode Penentuan Populasi dan Sampel Populasi yang akan menjadi objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini dilakukan selama 4 tahun berturutturut untuk periode 2014-2017. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini di pilih dengan purposive sampling menthod. Adapun syarat yang menjadi kriteria untuk menentukan sampel adalah sebagai berikut : PArushn manufaktur audited yng tArdftr di IDX sAcr bArturut-turut sAlm pAriodA PArushn tArsAbut mAmpubliksikn lporn kAungn lAngkp dn dny pengungkapan CSR Activity Fee atau biaya bina lingkunganpd Annual Report dan atauSustinbility RAport tu CSR RAport bArturut-turut dri thun 2014-2017. Teknik Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ataupun website resmi masingmasing perusahaan manufaktur. Sumber data yang diperoleh untuk penelitian ini, yaitu laporan tahunan dan atau sustainability reporting yang telah diaudit oleh auditor independen yang diperoleh melalui situs web Bursa Efek Indonesia (BEI) w. id dan situs resmi masingmasing perusahaan. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis Analisis dan uji hipotesis data tersebut dilakukan menggunakan bantuan program komputer yaitu Microsoft Excel 2007dan IBM Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 25. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi linier berganda. Persamaan regresi linier berganda dengan menggunakan 2 . variabel independen, dan 1 . variabel pengendali yang dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut: Y= 1BL 3GRK ID 3UP Dimana : = Nilai Perusahaan = Konstanta = Biaya Lingkungan GRKID= Emisi Gas Rumah Kaca disclosure index = Ukuran Perusahaan = Error (Kesalahan Ganggua. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Obyek Penelitian Perusahaan manufaktur dalam menjalankan operasinya tidak hanya berpedoman pada UU NO. 3 tahun 2014. Terdapat peraturan yang memuat syarat serta ketentuan perusahaan manufaktur mulai dari aktivitas operasinya hingga bentuk pertanggungjawaban perusahaan terhadap pihakpihak pemangku kepentingan . yaitu UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. UU No. 47 tahun 2012 tentang Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, kemudian Peraturan Bapepam Nomor X. 6 tentang Penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik serta Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep431/BL/2012 tentang Pelaksanaan Tanggungjawab Sosial Perusahaan Publik. Adanya kebijakan-kebijakan yang berkenaan dengan dampak operasi perusahaan terkait dengan lingkungan menunjukkan bahwa perusahaan dalam operasinya wajib memperhatikan aspek lingkungan. Salah satu wujud implementasinya adalah Perusahaan mengungkapkan pelaporan tanggungjawab sosial dan lingkungannya pada Laporan Tahunan dan atau pada Sustainability Reporting atau Laporan Keberlanjutan. Pada pengimplementasiannya banyak perusahaan yang belum mengungkapkan terkait pengalokasian biaya lingkungan serta pengelolaan limbah baik bersifat cair, padat, maupun bersipat udara atau gas sebagai dampak dari aktivitas operasinya. Tabel 1. Kriteria Penentuan Sampel Kriteria Total PArushn manufaktur audited yng tArdftr di Bursa Efek Indonesia (BEI) sAcr bArturut-turut sAlm pAriodA 2014-2017 Terdapat biaya lingkungan atau biaya bina lingkungan pada laporan tahunan perusahaan dan atau pada Sustinbility RAport tu CSR RAport bArturut-turut dri thun 2014-2017 Perusahaan manufaktur yang tidak mempublikasikan laporan tahunan yang telah diaudit selama 4 tahun berturut pada periode 31 Desember. PArushn manufaktur yang delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sAcr bArturut-turut sAlm pAriodA 2014-2017 Perusahaan manufaktur yang pindah dari sektor manufaktur berturutturut selama periode 2014-2017 Jumlah Sampel Tahun Pengamatan Total Data Selama Periode Pengamatan Tabel 2. Daftar Nama Perusahaan Manufaktur Yang Dijadikan Sampel No. Kode Perusahaan INTP SMCB SMGR Nama Perusahaan Indocement Tunggal Prakasa Holcim Indonesia Semen Indonesia (Perser. WTON KRAS MLBI KAEF SMBR Sumber: w. Wijaya Karya Beton Krakatau Steel (Perser. Multi Bintang Indonesia Kimia Farma (Perser. Semen Baturaja (Perser. Deskripsi Data Penelitian Data penelitian didasarkan pada laporan tahunan dan atau Sustainability Reporting yang telah diaudit pada periode 2014-2017. Nilai perusahaan merupakan variabel dependen dalam penelitian ini. Sedangkan biaya lingkungan, dan pengungkapan emisi GRK merupakan variabel independen. Ukuran perusahaan dalam penelitian ini merupakan variabel control. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan sebagai harga yang bersedia untuk dibayarkan oleh pemilik modal apabila suatu perusahaan akan dijual. Penelitian ini menggunakan TobinsAoq untuk mengukur nilai Lang et al. , . menyatakan bahwa modifikasi perusahaan dengan tobinsAoq yang tinggi dimana Q > 1,00 di interpretasikan sebagai perusahaan yang memiliki peluang investasi yang lebih baik. Berikut ini merupakan data TobinsAoq yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 3. TobinsAoq 2014-2017 No. Nama Perusahaan Indocement Tunggal Prakasa Holcim Indonesia Semen Indonesia (Perser. Wijaya Karya Beton Krakatau Steel (Perser. Multi Bintang Indonesia Kimia Farma (Perser. Semen Baturaja (Perser. 2,77833 1,33113 2,12018 1,51990 0,48957 11,81302 2,58997 0,50471 2,63482 0,80331 1,77687 0,90999 0,36652 8,97253 1,41965 0,30212 1,53487 0,81999 1,68069 0,30226 0,56098 11,16416 3,44902 6,30935 2,50232 0,80097 1,29575 0,21989 0,44851 11,92627 2,63861 7,42426 0,21989 Minimum Maksimum 11,92627 Rata2,91908 Sumber : Data sekunder yang telah diolah Biaya Lingkungan (BL) Biaya lingkungan pada dasarnya berhubungan dengan biaya produksi, proses, sistem, atau fasilitas penting untuk pengambilan keputusan manajemen yang lebih baik. Berikut ini merupakan data biaya lingkungan yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 4. Biaya Lingkungan 2014-2017 No. Nama Perusahaan Indocement Tunggal Prakasa Holcim Indonesia Semen Indonesia (Perser. Wijaya Karya Beton Krakatau Steel (Perser. Multi Bintang Indonesia Kimia Farma (Perser. Semen Baturaja (Perser. 0,00217 0,00203 0,07358 0,33167 0,00734 0,00610 -0,00081 0,00008 0,00727 0,11125 0,00645 0,03010 0,00010 0,00000 0,00547 0,00964 Minimum Sumber : Data sekunder yang telah diolah 0,01421 0,04602 0,02094 0,01247 0,02894 0,01712 0,01157 -0,00212 0,06037 0,00051 0,00012 0,00840 0,00818 0,04523 0,07074 0,00212 Maksimum 0,33167 Rata0,02089 -0,15999 Pengungkapan Emisi Gas Rumah Kaca (PGRK) Pengungkapan emisi GRK merupakan kumpulan informasi kuantitatif dan kualitatif masa lalu dan prediksi perusahaan mengenai tingkat emisi karbon perusahaan, serta pengungkapan penjelasan dan implikasi keuangan perusahaan dalam menghadapi perubahan iklim (Najah. Tabel 5. PGRK 2014-2017 No. Nama Perusahaan Indocement Tunggal Prakasa Holcim Indonesia Semen Indonesia (Perser. Wijaya Karya Beton Krakatau Steel (Perser. Multi Bintang Indonesia Kimia Farma (Perser. Semen Baturaja (Perser. Sumber : Data sekunder yang telah diolah Ukuran Perusahaan (UP) Ukuran perusahaan merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan kondisi suatu Berikut ini merupakan data pengungkapan total asset pada perusahaan manufaktur yang digunakan dalam penelitian ini. Tabel 6. Ukuran Perusahaan 2014-2017 No. Nama Perusahaan Indocement Tunggal Prakasa Holcim Indonesia Semen Indonesia (Perser. Wijaya Karya Beton Krakatau Steel (Perser. Multi Bintang Indonesia 30,99433 30,47566 31,42035 30,39792 31,10880 28,43349 30,95023 30,48297 31,27263 30,60667 31,56417 28,37336 31,03724 30,61484 31,16709 31,07640 31,59930 28,45302 30,99362 30,60790 31,52210 31,45276 31,65175 28,55133 Kimia Farma (Perser. Semen Baturaja (Perser. 28,79250 28,70550 28,86500 29,15980 29,43868 28,81540 29,10553 29,25245 Minimum 28,37336 Maksimum 31,65175 Rata-rata 29,79077 Sumber : Data sekunder yang telah diolah Uji Hipotesis dan Analisis Data-data yang dipakai utuk mengetahui nilai-nilai variabel berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS) for Windows Version 25 diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: TOBINS PGRK UKPERUSH Valid N . Sumber: Output SPSS Tabel 7. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimu Maximu Mean ,22 11,93 2,9206 ,00 ,33 ,0287 ,00 6,00 2,6250 28,37 31,65 30,2170 Std. Deviation 3,50345 ,06152 1,94688 1,15739 Sumber: Output SPSS Gambar 7. Hasil Uji Normalitas dengan P-Plot Sumber: Output SPSS Gambar 8. Hasil Uji Normalitas dengan Histogram Tabel 8. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardiz ed Residual ,0000000 2,50399476 ,118 ,118 -,094 ,118 ,200c,d Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber : Output SPSS Tabel 9. Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Biaya ,925 1,081 Lingkungan PGRK ,796 1,256 Ukuran Perush ,852 1,173 Sumber : Output SPSS Sumber : Output SPSS Gambar 9. Hasil Grafik Scatterplot Heteroskedastisitas Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate ,699a ,489 ,434 2,63472 Sumber : Output SPSS Tabel 11. Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Model (Constan. Biaya Lingkungan PGRK Ukuran Perush 5,223 -1,354 Sig. ,000 ,186 ,980 -4,945 ,336 ,000 Sumber : Output SPSS Dengan menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan 0,05 maka dapat diperoleh nilai ttabel sebesar 2,04523 . Variabel biaya lingkungan memiliki t hitung sebesar -1,354 sedangkan ttabel sebesar 2,04523 maka thitung< ttabel, -1,354 < 2,04523 dengan signifikansi 0,186 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya lingkungan yang dikendalikan oleh ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan nilai perusahaan. Variabel pengungkapan emisi GRK memiliki thitung sebesar 0, 980 sedangkan ttabel sebesar 2,04523 maka thitung< ttabel dengan signifikansi 0,336 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengungkapan emisi GRK yang dikendalikan oleh ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Model Regresi Berganda Berikut ini adalah hasil uji regresi linier berganda dengan menggunakan program IBM Statistical Product and Service Solution (SPSS) 25. Tabel 12. Hasil Model Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 68,709 13,154 Biaya Lingkungan -10,832 7,997 PGRK ,267 ,272 Ukuran Perush -2,190 ,443 Sumber : Output SPSS Berdasarkan tabel diatas, maka model persamaan regresi linear berganda yang terbentuk adalah sebagai berikut: Y= 68,709 -10,832 BL 0,267 PGRK Ae 2,190 UP Keterangan : = Nilai Perusahaan = Konstanta = Biaya Lingkungan PGRK = Pengungkapan Emisi GRK = Ukuran Perusahaan 123 = Koefisien regresi untuk masing-masing variabel independen Pembahasan Hasil analisa yang telah dilakukan mengenai Biaya Lingkungan, dan Pengungkapan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terhadap Nilai Perusahaan sebanyak 32 sampel pada periode 2014-2017. Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Biaya Lingkungan terhadap Nilai Perusahaan Biaya lingkungan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, artinya sebesar apapun biaya lingkungan yang dikeluarkan perusahaan tidak menyebabkan nilai perusahaan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perusahaan manufaktur yang dijadikan Satu dari delapan perusahaan yang dijadikan sampel, biaya lingkungan yang dikeluarkan PT Holcim Indonesia,Tbk pada tahun 2015 adalah yang tertinggi yaitu sebesar 0,33167. Biaya lingkungan yang di implementasikan melalui CSR activity fee yang tercantum dalam laporan keuangan terkait lingkungan dibandingkan dengan laba bersih yang diperoleh Selain itu, biaya lingkungan yang paling rendah ada di PT Krakatau Steel ,Tbk pada tahun 2016 sebesar -0,00212. Hal ini bisa terjadi karena pada tahun 2016 PT Krakatau mengalami kerugian sebesar Rp -1. 000 sedangkan biaya lingkungan yang dikeluarkan sebesar Rp 2. Adanya penurunan atau penambahan biaya lingkungan pada kedua PT ini tidak menyebabkan nilai perusahaan menurun secara terus menerus melainkan fluktuatif hal ini dibuktikan dengan rasio TobinsAoq PT Holcim Indonesia. Tbk dari tahun 2014 Ae 2017 yaitu 1,33113, 0,80331, 0,81999, dan 0,80097. Sedangkan PT Krakatau Steel adalah 0,48957, 0,36652, 0,56098, dan 0,44851. Hal ini bisa terjadi karena tidak semua perusahaan mengalokasikan biaya terkait lingkungan secara khusus. Pengalokasian biaya lingkungan dapat menambah beban perusahaan dan mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Profitabilitas perusahaan mempengaruhi keputusan pemberi dana . dalam memberikan keputusan untuk berinvestasi atau tidak. Investor khawatir biaya tersebut akan lebih besar daripada return yang akan diperoleh (Hsu dan Wang. Adanya hal ini kita bisa mendapat kesimpulan bahwa sifat investor di Indonesia masih berfokus sebagai trader, maksudnya adalah info keuangan yang lebih diutamakan dibanding dengan operasi perusahaan dan dampak yang ditimbulkan. Selain itu, banyaknya peraturan-peraturan terkait tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan yang ditetapkan tidak menjamin perusahaan akan mengalokasikan biaya untuk lingkungan secara khusus. Peraturan tanggungjawab sosial dan lingkungan yang diatur UU No. 47 tahun 2012 yang hakikatnya mengikat dan bersifat mandatory . dalam pengimplementasian pada perusahaan hanya bersifat voluntery . Banyak perusahaan dalam populasi yang diambil peniliti dari 145 perusahaan manufaktur hanya 9 perusahaan yang sesuai kriteria. Hal-hal ini yang membuat hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukanFitriani . , dalam penelitiannya menyatakan bahwa biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kondisi ini dapat terjadi karena biaya sosial kurang memilki konsekuensi ekonomi . conomic consequence. , dimana bentuk, tipe, dan strategi cost yang dilakukan perusahaan lebih bersifat inderect effect. Penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Buana dan Nuzula . yang menyatakan bahwa vribAl AnvironmnAtl cost tidak signifikn tArhdp vribAl nili pArushn yng diproksikn dAngn PiR. Nmun, smpAl pAnAlitn ini mAmiliki pAngruh signifikn tArhdp nili pArushn yng diproksikn dAngn TobinAos q. Pengungkapan Emisi GRK terhadap Nilai Perusahaan Pengungkapan emisi GRK secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, artinya sebanyak apapun pengungkapan emisi GRK yang diungkapkan perusahaan dalam Laporan Tahunan dan atau Sustainability Reporting perusahaan tidak menyebabkan nilai perusahaan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perusahaan manufaktur yang dijadikan Satu dari delapan perusahaan yang dijadikan sampel, pengungkapan emisi GRK terbanyak secara berturut-turut pada tahun 2014-2017 oleh PT Holcim Indonesia,Tbk. Enam dari tujuh cakupan komponen emisi berdasarkan GRI-4 diungkapkan yaitu emisi Gas Rumah Kaca (GRK) langsung cakupan 1, emisi gas rumah kaca (GRK) energi tidak langsung (Cakupan . , intensitas emisi gas rumah kaca (GRK), pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), emisi bahan perusak ozon (BPO). NOX. SOX, dan emisi udara signifikan lainnya. Sedangkan dari sembilan perusahaan yang dijadikan sampel terdapat satu perusahaan yang tidak mengungkapkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yaitu PT Kimia Farma (Perser. Tbk. Hal ini bisa terjadi karena intensitas operasi antara PT Holcim Indonesia dengan PT Kimia Farma sangat berbeda. PT Holcim yang beroperasi untuk mengahsilkan output berupa semen dan beton jadi yang intensitas dengan lingkungan tinggi baik dari bahan baku hingga bahan jadi. Sedangkan PT Kimia Farma sebagai produsen obat tidak memiliki intensitas tinggi dengan lingkungan hal ini menyebabkan pengungkapan emisi GRK PT Kimia Farma 0. Ada atau tidaknya pengungkapan emisi GRK tidak berpengaruh signifikan pada nilai perusahaan hal ini dapat dilihat dari nilai TobinsAoq PT Holcim yang fluktuatif . Tahun 2014 nilai TobinsAoq sebesar 1,33113, tahun 2015 sebesar 0,8033, tahun 2016 sebesar 0,81999, dan tahun 2017 sebesar 0,80097. Meskipun pengungkapan emisi GRK PT Holcim dari tahun 20142017 sebanyak 6 pengungkapan emisi GRK tidak memberikan pengaruh signifikan bagi nilai Begitu juga dengan PT Kimia Farma yang tidak mengungkapan emisi GRK pada Laporan Tahunan dan atau Sustainability Reportingnya. Tahun 2014 nilai TobinsAoq PT Kimia Farma sebesar 2,8997, tahun 2015 sebesar 1,41965, tahun 2016 sebesar 3,44902, dan tahun 2017 sebesar 2,63861. Nilai perusahaan yang digambarkan dengan TobinsAoq tetap berkembang meskipun perusahaan tidak memberikan pengungkapan emisi GRK. Hal ini dapat terjadi karena sifat investor yang lebih fokus pada informasi keuangan perusahaan, adanya peraturan yang mengatur perusahaan tidak diiringi dengan control yang jelas oleh pihak pembuat peraturan dalam hal ini pemerintah. Seperti halnya kasus pencemaran udara yang dilakukan pada PT Pindo Deli pulp and Paper Mills II. Pada tahun 2017 terjadi kebocoran gas yang menyebabkan 16 warga keracunan. Akibat hal tersebut, akhirnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang mencabut izin operasional coustic soda plant PT Indo Delu Pulp dan Paper Mills II pada Jumat, 18 Mei 2018 Unit kimia di pabrik kertas itu tidak boleh broperasi hingga waktu yang belum di tentukan. Akibat dari pencabutan izin operasi ini mematikan aktivitas operasi perusahaan, terhambatnya pencapaian tujuan perusahaan dalam pemerolehan laba. Tindak lanjut dalam kasus ini seharusnya PT Pindo Deli memberikan ganti rugi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran dimana perusahaan seharusnya mengeluarkan ganti rugi sebagai pengganti biaya penanggulangan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup serta pemulihan lingkungan hidup dan atau kerugian ekosistem. Sanksi administratif yang diberikan kepada pelanggaran yang dilakukan PT Pindo Deli yang diduga telah melakukan pelanggaran satu tahun sebelumnya pada kenyataannya tidak membuat citra perusahaan menurun. Seperti dilansir dalam KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia ), pada awal Januari PT Pindo Deli mampu menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) Rp 750. 000,00. Hal-hal ini yang menggambarkan mengapa pengungkapan emisi GRK tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Hsu dan Wang . , mengatakan bahwa para investor tidak mengindahkan adanya pencadangan biaya dalam mengatasi isu pemanasan global oleh entitas. Hal ini di akibatkan karena investor khawatir biaya tersebut akan lebih besar daripada return yang akan diperoleh atau dapat dikatakan bahwa informasi emisi GRK adalah informasi yang mahal. Kembali kepada sifat investor yang berfokus pada return yang akan diperoleh tanpa mempertimbangkan operasi perusahaan serta pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan. Penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian Anggraeni . hal yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah pengungkapan emisi gas rumah kaca dengan PROPER. Pengungkapan emisi GRK berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Setelah melakukan analisis dan pengujian hipotesis serta pembahasan, dapat disimpulakan sebagai berikut: Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa biaya lingkungan yang dikendalikan oleh ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan . Artinya sebesar apapun biaya lingungan yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak memberikan pengaruh pada nilai Hasil penelitian secara parsial pengungkapan emisi GRK yang dikendalikan oleh ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya sebanyak apapun pengungkapan emisi GRK yang diungkapkan perusahaan tidak memberikan pengaruh pada nilai perusahaan. Saran Berdasarkan keterbatasan dalam penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan peneliti untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: Sebaiknya pada penelitian selanjutnya menambah variabel lain yang mampu mempengaruhi nilai perusahaan, selain dari variabel biaya lingkungan dan pengungkapan emisi GRK, dan memperluas sampel agar lebih mampu menjelaskan besarnya pengaruh variabel bebas lainnya terhadap variabel nilai perusahaan seperti kinerja lingkungan, leverage, dan profitabilitas. Sebaiknya pada penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi lebih jauh dalam segi analisis konten dari data pengukuran yang digunakan. Sehingga akan mampu melakukan pembahasan dalam lingkup yang lebih luas. Keterbatasan Penelitian Terdapat keterbatasan dalam penelitian yang mempengaruhi hasil penelitian ini, yaitu : Banyak perusahaan yang tidak mencantumkan berapa nominal biaya CSR terkait lingkungan dan bina lingkungan sehingga dikeluarkannya dalam Laporan Tahunan dan atau Sustainability Reporting. Terdapat perushaan manufaktur yang tidak menerbitkan dan melaporkan laporan tahunannya, seperti PT Jembo Cable Company. Tbk. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Bursa Efek Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada saya dalam rangka melaksanakan kegiatan pengambilan data. DAFTAR PUSTAKA