Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Edukasi Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga. Yenni Sri Wahyuni , 1*Agnes Rendowaty, 1Dewi Patmayuni, 1Masayu Azizah , 2 Lilik Pranata Sekolah tinggi ilmu farmasi Palembang Universitas katolik Musi Charitas *Korespondensi : arendowaty@gmail. Histori Naskah: Diajukan: 20-12-2023 Disetujui: 31-12-2023 Publikasi: 31-12-2023 This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Abstrak Pengetahuan mendasar yang harus dimiliki setiap orang adalah cara memperoleh, memanfaatkan, menyimpan, dan menyiapkan obat (DaGuSiB. Saat ini, masyarakat umum semakin banyak melakukan self-swamedikasi. Penggunaan obat tanpa diagnosis, nasehat dokter, penelitian, persetujuan pasien, atau konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan disebut swamedikasi. Peresepan obat harus didasarkan pada pengetahuan tentang manfaat, dosis, dan potensi efek samping obat. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada kepada Ibu rumah tangga tentang metode Dagusibu dalam pengelolaan obat Swamedikasi. Pelaksanaan Kegiatan dilakukan pada ibu rumah tangga pada tanggal 11Februari 2023. Pukul 15. 00 WIB-sds. Kegiatan ini diikuti 12 ibu rumah tangga, metode edukasi dengan ceramah dan pembagian leflet. Kegiatan berlangsung secara lancar hasil menunjukan bahwa ibu rumah tangga memahami dari penjelasan Tim Pengabdian masyarakat tentang metode Dagusibu dalam pengelolaan obat Swamedikasi. Kata Kunci : DaGuSiBu. Swamedikasi Pendahuluan Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia (Kementrian kesehatan Republik indonesia, 2. Obat sebagai salah satu unsur yang penting dalam pelayanan kesehatan, mulai dari upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, diagnosa, pengobatan dan pemulihan harus selalu tersedia pada saat dibutuhkan (Kemenkes RI, 2. Obat adalah bahan atau paduan bahan yang digunakan untuk mempengaruhi system biologi atau keadaan patologi dalam mengurangi rasa sakit, mengobati atau mencegah penyakit pada manusia (Khoiry et al. , 2. Pengetahuan terkait penyakit dan juga cara penangannya menjadi salah satu hal yang diperlukan oleh masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya (Fortuna et al. , 2. Swamedikasi atau pengobatan sendiri saat ini semakin sering dilakukan oleh Swamedikasi adalah suatu tindakan untuk memperoleh atau menggunakan obat tanpa diagnosa, saran dokter, resep, pengawasan terapi atau tanpa konsultasi kepada petugas kesehatan. Tindakan swamedikasi harus disertai pengetahuan yang memadai dari manfaat obat, dosis obat, dan efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan obat obatan tersebut (Saputri & Hakim, 2. Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan karena intervensi obat diperlukan dalam sebagian besar upaya kesehatan baik dalam upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Pengetahuan tentang obat terutama sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu yang merupakan garda terdepan dalam pemeliharaan kesehatan anggota (Tirza Eden et al. , 2. Mengelola dan menggunakan obat dengan baik harus dilakukan siapa saja (Harimurti et al. , 2. Swamedikasi adalah suatu program yang dicanangkan oleh farmasis dalam mengobati gejala penyakit ringan yang dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat (Saputri & Hakim, 2. meningkatnya pemahaman orang tua dan guru tentang pengelolaan obat dan pangan sehat dalam keluarga, maka diharapkan kondisi good Edukasi Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga. Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. health and well-being di masyarakat akan tercapai (Suzana et al. , 2. Permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia terutama penggunaan obat terus bertambah. Berbagai permasalahantersebut dapat terjadi karena masyarakat masih memiliki cara pandang yang belum atau kurang tepat mengenai obat yang baikdan benar (Endriyatno et all. , 2. Pembuangan obat yang bersumber dari rumah tangga menyumbang 23. dari seluruh limbah farmasi yang ada. Hal ini disebabkan karena belum banyak masyarakat yang peduli dengan tatacara pengelolaan obat termasuk cara membuang obat yang tepat sehingga timbul kesalahan dalam membuang limbah obat (Fadhilla et al. , 2. Promosi kesehatan adalah proses pengupayaan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengoptimalkan faktor-faktor yang mempengaruhi Selain dampak positif, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang industri obat juga memiliki dampak negatif, salah satunya dalam hal mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan cara yang salah. Gerakan AuDapatkan. Gunakan. Simpan. BuangAy (DAGUSIBU) (Maulina et al. , 2. Pengetahuan tentang obat menjadi sangat penting untuk diketahui, mengingat beberapa tahun terakhir terjadi wabah yang dapat menyerang banyak orang dari semua kalangan. Salah satu yang harus diketahui adalah tentang DAGUSIBU, yaitu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benarsesuai jenisnya (Fitriana et al. , 2. Pengetahuan mengenai penggunaan obat dan herbal merupakan salah hal yang wajib dimiliki oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena maraknya penjualan obat dan jamu berbasis online sehingga meningkatnya pengobatan mandiri yang dilakukan masyarakat dan memiliki risiko terjadi kesalahan dalam penggunaan obat, penyimpanan, dosis obat, dan pembuangan obat (Karmilah et al. , 2. Dalam rangka mewujudkan pengelolaan obat di rumah tangga yang optimal, diperlukan suatu edukasi kesehatan dengan segala upaya yang direncanakan dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti (Kurniawan, 2. Pengobatan diri sendiri jika dilakukan dengan tepat dan benar dapat sumbangan yang besar bagi pemerintah, terutama dalam pemeliharaan kesehatan secara nasional. Sebaliknya ini dapat menyebabkan permasalahan kesehatan akibat kesalahan penggunaan, tidak tercapainya efek pengobatan, timbulnya efek samping yang tidak diinginkan, penyebab timbulnya penyakit baru, kelebihan pemakaian obat karena penggunaan obat yang mengandung zat aktif yang sama secara bersama dan dapat membuat penyakit menjadi lebih berat (Yati, 2. Pengetahuan terkait DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan. Buan. obat untuk penggunaan obat yang benar sangat penting. Penggunaan obat yang salah dapat berpengaruh buruk bagi penggunanya, sehingga penyuluhan terkait DAGUSIBU obat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat (Juli et al. , 2. Dagusibu merupakan salah satu upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Pelayanan kesehatan yang dapat diberikan tenaga kefarmasian kepada masyarakat antara lain dengan melakukan kegiatan pemberian informasi tentang penggunaan dan penyimpanan sediaan farmasi dan alat Masyarakat perlu tahu akan pentingnya pengelolaan obat mulai dari mereka mendapatkan resep hingga membuangnya jika tidak diperlukan (Dira & Puspitasari, 2. Berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait obat masih ditemui di masyarakat. Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program DAGUSIBU (DApatkan. GUnakan. SImpan. BUan. (Pujiastuti & Kristiani, 2. Terdapat pengaruh pelayanan informasi online berbasis WhatsApp Bot terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat (Esti Ambar Widyaningrum. MozaFellyaFadrian, 2. Program DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan dan Buan. hadir sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat (Henny Kasmawati et al. , 2. Dari hasil latar belakang menunjukan bahwa sangat penting dilakukan edukasi kepada ibu rumah tangga tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi. Tujuan Dan Manfaat Edukasi Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga. Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Tujuan Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada ibu rumah tangga tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Manfaat Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi Ibu rumah tangga untuk selalu ,elakukan Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Pelaksanaan Kegiatan Berdasarkan rumusan masalah diatas pemecahan masalah yang dapat di berikan yaitu : Persiapan Program Persiapan merupakan langkah awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan program secara langsung. Adapun persiapan yang dilakukan yaitu persiapan segala keperluan yang akan digunakan seperti penentuan lokasi yang akan digunakan, perizinan dan persiapan administrasi. Penyuluhan tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Kegiatan penyuluhan merupakan salah satu alternative pemecahan masalah dengan cara melakukan pemberian informasi secara kognitif untuk membuat ibu rumah tangga memahami tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Pembuatan Laporan Proses pembuatan laporan merupakan proses terakhir setelah program kegiatan ini sudah selesai di Pembuatan laporan dilakukan sebagai pertanggung jawaban segala kegiatan yang telah Hasil Kegiatan Kegiatan persiapan pertama yang dilakukan adalah penentuan lokasi kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di salah satu majelis taklim di Kota Palembang. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajagan kesediaan pelaksanaan kegiatan dengan pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. kegiatan pengabdian masyarakat pada tanggal 11Februari 2023. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat Penyuluhan tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi telah dilaksanakan pada hari sabtu, 11Februari 2023pukul 15. 00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 12 ibu rumah tangga. Secara umum kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan metode ceramah tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi dapat disimpulkan : Kegiatan berlangsung secara lancar dengan sambutan antusiasme para ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta penyuluhan menanyakan lebih mendalam tentang Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi. Kegiatan menunjukkan rasa ingin tahu para ibu rumah tangga dan peserta menerima penjelasan dengan baik. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kami haturkan kepada kepala LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang. Edukasi Metode Dagusibu Dalam Pengelolaan Obat Swamedikasi Pada Kelompok Ibu Rumah Tangga. Health Community Service (HCS) Pengabdian Kesehatan Masyarakat . Volume : 1 | Nomor 1 | Nopember 2023 | E-ISSN : 3026-6912 DOI: https://doi. org/10. 47709/hcs. Referensi