ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Penetapan Kadar Kuersetin Pada Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L. Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Juniarsi Sabatini Runesi1*. Marvel Reuben Suwitono1. Titin Sulastri2 1 Program Studi Farmasi. Universitas Advent Indonesia. Bandung Barat. Jawa Barat. Indonesia Program Studi Biologi. Universitas Advent Indonesia. Bandung Barat. Jawa Barat. Indonesia email: arsyrunesi@gmail. ABSTRACT Guava leaves (Psidium guajava L. ) are known to contain various bioactive compounds, one of which is quercetin, a flavonoid that has high antioxidant activity. This study aims to determine the level of quercetin in ethanol extract of guava leaves using the High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method. Extraction was carried out using 2 maceration methods, namely 3x24 hour maceration and 4 hour maceration using 96% ethanol solvent, the extract was then filtered using microporous membrane filter before analysis. Quantitative analysis of quercetin was performed using a C18 column with a mobile phase mixture of methanol:0. 3% acetic acid . at a wavelength of 375 nm. Based on the method development carried out, quercetin was found in guava leaf extract within a time range of 6,294-6,688 minutes with an injection time of 60 minutes for each sample. The quercetin content in guava leaves with the 3x24 hour maceration method had a high average concentration of 2,349 ppm, while the guava leaf extract with the 4 hour maceration method was detected to have a lower average concentration of 2,261 ppm. Keywords: Psisidium Guajava L. Quercetin. HPLC Received: November 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Salah satu jenis tanaman yang menunjukkan aktivitas antioksidan adalah jambu biji (Psidium guajava L. ), yang termasuk dalam keluarga Myrtaceae ditemukan . Bagian daun dari tamanan jambu biji kontraksi otot jantung, antidiabetes, antihipertensi, pelindung hati, antikoagulan, serta agen penangkal radikal bebas . Tanaman jambu biji sendiri kaya akan komponen organik maupun anorganik, disertai metabolit sekunder seperti antioksidan, polifenol, senyawa antiviral, dan agen antiinflamasi. Bagian yang paling sering digunakan adalah daunnya karena polifenolat, kuersetin, saponin, flavonoid, kuinon, alkaloid, dan tanin, yang berperan sebagai antibakteri mikroorganisme patogen . Kuersetin adalah senyawa flavonoid yang paling melimpah dan termasuk dalam kelompok senyawa alami dengan struktur inti flavon . Kuersetin termasuk dalam turunan flavonoid dengan kerangka dasar 3-hidroksiflavon. Kehadiran gugus hidroksil (OH) dalam struktur kuersetin memberikan berbagai aktivitas bioaktif, termasuk kemampuan sebagai Mekanisme penangkapan radikal terjadi melalui donasi atom hidrogen dari gugus hidroksil, sehingga senyawa yang memiliki gugus ini dapat berfungsi sebagai antioksidan . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 e-ISSN: 2598-2095 Senyawa ini dikenal memiliki sifat antikanker yang On. Sistem KCKT Agilent 1220 dengan kolom Zorbax telah dibuktikan melalui percobaan in vivo dan in vitro. Pursuit RP C18 . y 4,6 m. , jarum suntik Salah satu sumber kuersetin adalah daun jambu biji, mikroliter untuk injeksi sampel, komputer dengan yang mengandung sekitar 2883,08 mg/kg kuersetin Agilent Station untuk LC dan perangkat lunak . EZChrom. Penetapan kadar kuersetin dapat dilakukan melalui Bahan Adapun bahan-bahan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT), penelitian ini meliputi . Daun jambu biji segar. yang selama puluhan tahun telah dimanfaatkan secara Etanol 96% (C2H5OH) . bsolute for analysi. luas di seluruh dunia untuk proses identifikasi serta pelarut metanol (CH3OH). Asam asetat. Baku kuersetin (C15H10O. dibeli dari merek Sigma Aldrich. pengembangan obat . Oleh karena kuersetin dan . Pelarut etanol, metanol, dan bersifat polar dan mengandung gugus kromofor, maka aquades masing-masing dibeli dari Merck KGaA senyawa ini dapat dideteksi dengan baik melalui KCKT Germany. yang dipasangi detektor UV-Vis. Teknik KCKT sendiri Tahap Penelitian dikenal memiliki tingkat selektivitas dan sensitivitas Pengumpulan Simplisia yang tinggi, sehingga sangat sesuai digunakan untuk Daun Jambu Biji segar yang diperoleh dari sekitar menganalisis senyawa metabolit sekunder dalam desa Karyawangi. Kecamatan Parongpong. Kabupaten suatu campuran, termasuk golongan flavonoid . Bandung Barat. Provins Jawa Barat. Indonesia. Penelitian ini mengoptimalkan parameter KCKT. Determinasi Tanaman termasuk komposisi fase gerak, kecepatan aliran, dan Determinasi tanaman jambu biji dilakukan di jenis detektor yang digunakan, guna memastikan Laboratorium Farmasi Universitas Advent Indonesia pemisahan dan deteksi kuersetin yang maksimal. dengan mencocokan ciri-ciri tanaman dengan pustaka Ekstrak daun jambu biji disiapkan melalui metode yang ada. maserasi selama 4 jam dan maserasi selama 3x24 jam Persiapan Simplisia mendapatkan kadar kuersetin yang tinggi. Oleh dicuci hingga bersih di bawah air mengalir, ditiriskan karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar kuersetin dalam ekstrak dilakukan pengecilan ukuran, daun dipotong-potong dengan lebar 1 cm agar saat proses pengeringan daun KCKT Setelah dipanen, daun jambu biji disortasi basah untuk membersihkan dari kotorannya, setelah itu daun Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Setelah itu daun dikeringkan dengan cara dioven dengan suhu 40 derajat celcius selama 48 jam. METODE Setelah proses pengeringan selesai, daun dihaluskan Alat dengan grinder hingga memperoleh bentuk serbuk Alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari timbangan digital (Mettler Toledo PL 202-S), oven (Memmert NL. , vacuum berukuran mesh 60. rotary evaporator (B- Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 Identifikasi Senyawa Flavonoid Proses e-ISSN: 2598-2095 Identifikasi Senyawa Tannin Larutkan ekstrak daun jambu biji dalam 100 ml air menggunakan uji Shinoda. Sampel ekstrak sebanyak panas, kemudian dinginkan dan saring. Masukkan 5 ml 1 gram ditimbang lalu dilarutkan dalam etanol pro filtrat ke dalam tabung reaksi, lalu tambahkan 3 tetes analisis (PA) dan disaring hingga diperoleh filtrat. pereaksi FeCl3 1%. Hasil positif ditunjukkan dengan Selanjutnya, 2 mL larutan etanol hasil penyaringan pembentukan warna hijau violet atau hijau kehitaman dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Ke dalam saat bereaksi dengan FeCl3 . masing-masing tabung berisi larutan sampel dan Ekstraksi Daun Jambu biji larutan kontrol berupa kuersetin, ditambahkan dua Ekstraksi Daun jambu biji menggunakan dua tetes asam klorida pekat (HC. Selanjutnya, masukkan metode eksraksi yaitu maserasi 4 jam dan maserasi 3 serbuk magnesium (M. , kocok campuran tersebut, x 24 jam. Maserasi 4 jam menggukann simplisia daun dan tunggu hingga terjadi reaksi yang ditandai dengan jambu biji sebanyak 5 mg ditambahkan 50 ml etanol 96n direndam selama 4 jam sambil sesekasi mengandung flavonoid jika warna berubah menjadi Hasil maserat yang diperoleh disaring dan orange, merah, atau hijau. dipekatkan dalam oven pada suhu 40 derajat . Identifikasi Senyawa Alkaloid Sedangkan. Ekstrak Maserasi Uji alkaloid dilakukan dengan menimbang 0,5 gram simplisia daun jambu biji sebanyak 5 mg ditambahkan ekstrak, kemudian menambahkan 1 mL larutan asam 50 ml etanol 96% dan didiamkan selama 24 jam klorida 2N dan 9 mL air suling ke dalamnya. Campuran sambal sesekali diaduk. Hasil maserat dipisahkan, dan tersebut dipanaskan selama 2 menit menggunakan proses diulangi 3 kali, kemudian hasil dipekatkan penangas air, setelah itu dibiarkan mendingin dan dalam oven pada suhu 40 derajat . Filtrat yang dihasilkan dibagi menjadi tiga Penentuan Panjang Gelombang Deteksi bagian, lalu masing-masing bagian ditambahkan Mayer. Dragendorff. Wagner. Larutan induk kuersetin terlebih dahulu diencerkan Keberadaan alkaloid ditandai dengan terbentuknya methanol:asam asetat 0,3% . :45, v/. hingga endapan putih atau kuning yang dapat larut dalam mencapai konsentrasi akhir 6 g/mL. Rentang panjang metanol pada pereaksi Mayer, munculnya warna jingga pada pereaksi Dragendorff, serta timbulnya menggunakan spektrofotometer UV, dan dari hasil warna coklat ketika ditetesi pereaksi Wagner . pemindaian tersebut ditetapkan panjang gelombang Identifikasi Senyawa Saponin Ambil 0,5 g sampel ekstrak daun jambu biji yang kemudian diencerkan, lalu masukkan ke dalam tabung 350Ae400 Penentuan Kondisi Optimum Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Didihkan 5 mL air suling selama 2Ae3 menit. Analisis dilakukan menggunakan sistem HPLC kemudian tuangkan ke dalam tabung reaksi yang Agilent 1220 dengan kolom Zorbax Pursuit RP C18 berisi sampel ekstrak daun jambu biji. Kocok tabung . y4,6 m. Kondisi optimum dicapai dengan reaksi tersebut dengan intens selama 60 detik. Hasil menetapkan fase gerak berupa campuran metanol positif ditandai dengan pembentukan buih yang dan asam asetat 0,3% dengan rasio 55:45 . bertahan stabil . uih tidak hilan. memberikan hasil yang paling optimal. Proses elusi Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 e-ISSN: 2598-2095 menggunakan sistem isokratik dengan kecepatan alir Kemudian disonikasi selama 10 menit. Larutan 1,0 mL per menit selama 60 menit per injek sampel. kemudian disaring dengan membran penyaring 0,45 Validasi Metode Analisis Uji Linieritas m. setelah itu sebanyak 20 AAL larutan sampel Uji Linieritas diinjeksikan ke dalam sistem KCKT. Serangkaian larutan standar kuersetin dengan Pengelolaan dan Analisis Data konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 g/mL diinjeksikan ke Data yang diperoleh pada penelitian ini berupa instrumen KCKT. Persamaan regresi yang memberikan Suatu metode analisis dinyatakan memenuhi kriteria valid apabila seluruh parameter uji digunakan sebagai persamaan kurva kalibrasi untuk validasi berada dalam batas yang dipersyaratkan. analisis kadar sampel. Uji linearitas dilakukan dengan Penetapan kadar sampel dilakukan dengan memplot tiga kali pengulangan. luas area puncak pada kromatogram sampel ke dalam Uji Selektivitas persamaan regresi linear dari kurva baku kuersetin. Selektivitas diuji dengan meninjau kromatogram kuersetin serta menghitung nilai resolusi antara puncak kuersetin dan puncak senyawa lain yang muncul bersamaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil Rendemen Simplisia Uji Akurasi dan Presisi Akurasi adalah selisih rata-rata pengukuran dengan Tabel 1. Berat Simplisia Daun Jambu Biji (Psidium konsentrasi yang sebenarnya. Presisi atau koefisien guajava L. variasi (KV) ialah perbandingan simpangan baku Tanaman terhadap rata-rata pengukuran. Uji presisi untuk kuersetin akan dilakukan dengan pengukuran pada 5 Berat Basah Berat Kering Rendemen Daun Jambu 12,94 % Biji konsentrasi yang berbeda dengan 3 kali pengulangan. Konsentrasi yang akan digunakan untuk menentukan Hasil Uji Penapisan Golongan Senyawa Aktif akurasi dan presisi adalah 2,4,6,8,10 ppm. Tabel 2. Hasil Penapisan Golongan Senyawa Aktif Batas Deteksi (LOD) dan Batas Kuantisasi Daun Jambu Biji (LOQ) Golongan Senyawa Aktif Pereaksi Hasil Flavonoid Perhitungan LOD dan LOQ dilakukan menggunakan rumus sebagai berikut: HCl LOD = 3,3 y (SD/kemiringa. LOQ = 10 y (SD/kemiringa. Alkaloid kemiringan adalah Pereaksi Wagner kemiringan garis kurva Pereaksi Mayer Penetapan Kadar Kuersetin Sampel Ekstrak etanol Daun Jambu biji ditimbang seksama 5 mg lalu dimasukkan kedalam botol vial Dragendrof dengan SD sebagai deviasi standar respons blanko Pereaksi Saponin Asam klorida Tannin FeCl3 Keterangan: ( ) Terdeteksi , (-) Tidak Terdeteksi kemudian ditambahkan etanol 96% 5 mL. Larutan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 e-ISSN: 2598-2095 Uji Linieritas Tabel 4. Hasil Uji Linearitas Baku Kuersetin Konsentrasi Luas Area Ekstraksi Simplisia Tabel 3. Rendemen Ekstrak Etanol Daun Jambu biji Gambar 1. Hasil Penapisan Golongan Senyawa Aktif Simplisia Berat Ektraksi Simplisia Berat Rendemen Ekstrak Ekstrak Kental Daun Jambu Maserasi 1,33 g 26,6% 4 jam Biji Maserasi 1,43 g 28,4 % 3x24 jam Panjang Gelombang Maksimal Kuersetin Gambar 2. spektrum Kuersetin ( 375 n. Kondisi KCKT Gambar 4. Kurva Kalibrasi Kuersetin Hasil perhitungan menunjukkan persamaan regresi linier y = 91,533x Ae 198,2. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan antara konsentrasi dan luas Nilai RA =0,9914 mengindikasikan adanya hubungan positif yang sangat kuat, di mana seluruh Gambar 3. Kromatogram Kuersetin 1000 ppm titik hasil percobaan berada hampir pada satu garis lurus dengan kemiringan positif. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 Uji Akurasi dan Presisi e-ISSN: 2598-2095 10,130 1,297 101,29 Uji akurasi digunakan untuk menilai ketepatan 10,152 1,515 101,51 metode analisis yang diterapkan. Sedangkan presisi 10,687 6,869 106,86 10,272 2,717 102,71 konsistensi hasil dari metode tersebut. Nilai rata-rata 10,425 4,427 104,24 area (AVG(Y. ) pada setiap konsentrasi dimanfaatkan 10,512 5,121 105,12 untuk menghitung tingkat presisi dan akurasi metode Tabel 7. Hasil SD. RSD. LOD, dan LOQ Tabel 5. Hasil Uji Linearitas baku Kuersetin Konsentrasi. AUC1 AUC2 AUC3 AVG(Y. N . Area dibawah Kurva 18,245 Average 750,33 % RSD 0,024 LOD 0,658 LOQ 1,993 Syarat <2% Untuk memperoleh nilai akurasi dan presisi, langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung konsentrasi hasil perhitungan menggunakan rumus: Konsentrasi perhitungan= (AUC-. /m Kemudian, persentase akurasi (% akuras. ditentukan dengan persamaan: % Akurasi= (Konsentrasi perhitungan-konsentrasi sebenarny. / . onsentrasi sebenarny. x 100 Sedangkan Nilai % RSD sebesar 0,024% memenuhi standar dengan batas O2%. Nilai simpangan baku (SD) yang diperoleh adalah 18,245. Batas deteksi (LOD) yang recover. dihitung menggunakan rumus: diperoleh adalah 0,658 ppm dan batas kuantitasi %Recovery= (Konsentrasi perhitunga. / . onsentrasi (LOQ) 1,993 ppm. Hasil perhitungan dapat dilihat Uji Selektivitas Metode pada tabel 6 dibawah ini. Tabel 8. Hasil Aktivitas Kuersetin pada Daun Jambu Tabel 6. Uji Akurasi dan Presisi Biji (Psidium guajava L. Area Konsentra Konsentra lan Dibawa Akura Recove Perhitung Sebenarn Kurva Sampel Waktu Area Retensi Maserasi 4 6,483 11,558 Konsentrasi AVG 2,292 Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 Maserasi 4 6,294 11,646 2,190 6,364 12,494 2,303 6,464 19,888 2,383 6,668 13,664 2,315 e-ISSN: 2598-2095 Pembahasan Maserasi 4 Determinasi determinasi yang dilakukan di Laboratorium Farmasi 2,349 Universitas Advent Indonesia, sampel tanaman yang digunakan teridentifikasi sebagai daun jambu biji 3x24 jam Maserasi3x2 benar tanaman sampel penelitian. Berdasarkan hasil 3x24 jam Maserasi membuktikan bahwa tanaman yang digunakan adalah Maserasi 6,308 16,860 2,350 dengan nama latin Psidium guajava L. dari famili Myrtaceae. Secara morfologi, daun dari tamanan 4 jam jambu biji memiliki daun tunggal yang terletak berhadapan dengan bentuk jorong hingga bulat telur. Permukaan menyirip yang menonjol di bagian bawah dan tekstur permukaan yang agak kasar atau berkerut . Daun jambu biji yang dipanen dan ditimbang sebanyak 958 gram kemudian dikeringkan dan memperoleh berat kering sebanyak 124 gram. Gambar 5. Diagram Konsentrasi Kadar Kuersetin pada Daun Jambu Biji (Psidium guajava L. Perhitungan menggunakan rumus: Persentase rendemen simplisia = . erat kerin. erat basa. x 100%. diperoleh rendemen 12,94%. Identifikasi senyawa flavonoid pada ekstrak etanol daun jambu biji dilakukan melalui uji Shinoda. Keberadaan flavonoid dikonfirmasi oleh perubahan warna sampel dari hijau menjadi merah setelah Gambar 6. Kromatogram Kuersetin pada Ekstrak penambahan reagen Mg dan HCl pekat. Reaksi ini Etanol 96% Daun Jambu Biji (Psidium guajava L. terjadi karena reduksi inti benzopiron oleh reagen maserasi 4 jam menjadi merah atau merah jingga . Simplisia daun jambu biji ditimbang masing-masing sebanyak 5 gram, menggunakan pelarut etanol 96% diekstraksi menggunakan metode maserasi 4 jam dan maserasi 3x24 jam. Metode maserasi dipilih untuk Gambar 7. Kromatogram Kuersetin pada Ekstrak Etanol 96% Daun Jambu Biji (Psidium guajava L. maserasi 3x24 jam mengekstraksi senyawa flavonoid yang memiliki karakteristik termolabil atau sensitif terhadap panas. Penggunaan metode dingin ini bertujuan untuk Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 e-ISSN: 2598-2095 menjaga stabilitas struktur kimia flavonoid agar tidak kuersetin 1000 ppm sebagai pembanding yang valid mengalami degradasi. Selain mampu meminimalkan untuk memastikan bahwa puncak yang muncul risiko kerusakan senyawa target, maserasi juga merupakan senyawa kuersetin dan sampel ekstrak menawarkan keunggulan dari sisi efisiensi kerja daun jambu biji. karena prosedurnya relatif sederhana, yakni hanya memerlukan proses perendaman dan pengadukan pada suhu ruang tanpa alat pemanas khusus . Pada penelitian ini menggunakan pelarut etanol 96% karena sifatnya yang polar serta universal . Parameter linieritas dibuktikan melalui perolehan kurva standar dengan nilai koefisien korelasi . sebesar 0,9914. Pencapaian nilai tersebut dinyatakan linieritas, yaitu memiliki nilai yang mendekati 1. senyawa metabolit kuersetin yang dipakai dari daun jambu biji juga bersifat polar sehingga etanol 96% Akurasi menyatakan tingkat kedekatan antara hasil pengukuran dengan nilai yang sebenarnya. Parameter menjadi pelarut yang cocok dalam penelitian ini. validasi ini diukur melalui penentuan persentase Berat ekstrak yang dihasilkan kemudian dihitung Hasilnya bahwa dengan eksraksi maserasi 4 jam diperoleh 26,6%, perolehan kembali %recovery terhadap dua sampel Berdasarkan rata-rata nilai %recovery yang diperoleh, uji akurasi ini dinyatakan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. maserasi 3x24 jam diperoleh rendemen 28,4%. Nilai persen rendemen dikatakan baik karna nilainya lebih dari 10% karena menunjukkan banyaknya komponen Uji presisi ditentukan melalui perhitungan %RSD pada area puncak kromatogram, di mana diperoleh hasil sebesar 0,024%. Nilai RSD yang di bawah 2% ini bioaktif yang terkandung didalamnya . menandakan bahwa metode memiliki tingkat ketelitian Penelusuran Panjang gelombang dilakukan pada 350Ae400 spektrofotometer Uv-Vis, dan didapatkan panjang gelombang maksimum kuersetin sebesar 375 nm. Penentuan panjang gelombang maksimum dilakukan yang tinggi. Hal tersebut menghasilkan data yang seragam dan konsisten meskipun dilakukan pengukuran secara berulang dalam satu seri pengujian . guna mengoptimalkan sensitivitas analisis. Hal ini memastikan bahwa setiap perubahan kecil pada konsentrasi sampel dapat terdeteksi dan terukur Berdasarkan hasil uji selektivitas diperoleh kadar kuersetin lebih pada ekstrak maserasi 3x24 jam yaitu dengan rata-rata kadar 2,349 ppm, sedangkan rata- dengan tingkat akurasi yang tinggi . rata kadar kuersetin pada ekstraksi maserasi 4 jam Penentuan KCKT memastikan senyawa kuersetin berjalan optimal. Dilakukan dengan menggunakan fase gerak berupa campuran metanol dan asam asetat 0,3% dalam metode tersebut diperoleh bahwa puncak senyawa menggunakan metode KCKT dengan kolom C18 kuersetin pada baku kuersetin 1000 ppm muncul pada sebagai fase diam dan metanol:asam asetat 0,3% 6,363 Penetapan kadar kuersetin pada ekstrak etanol daun Jambu Biji (Psidium guajava L. ) dilakukan KESIMPULAN 55:45, adalah 2,261 ppm. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 198Ae 207 . :45, v/. sebagai fase gerak pada laju alir 1,0 mL/menit selama 60 menit per injek sampel, memiliki validitas yang baik dan tepat, kadar kuersetin diperoleh dalam waktu 6,294-6,688 menit. Penelitian ini menunjukkan kadar kuersetin lebih tinggi pada ekstrak maserasi 3x24 jam yaitu dengan rata-rata kadar 2,349 ppm, sedangkan rata-rata kadar kuersetin pada ekstraksi maserasi 4 jam adalah 2,261 ppm. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis program studi Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Advent Indonesia, atas dukungan dan penyediaan fasilitas laboratorium dan peralatan analitis selama pelaksanaan penelitian. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang terlibat yang telah membantu selama proses penelitian ini sehingga penelitian dapat terlaksanakan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA