El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 DOI: 10. 55799/elmadaniyah. SOSIALISASI PENGEMBANGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN INTERAKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU SD/MI WAHAU BARU Husnaeni1. Anjani Putri Belawati Pandiangan2. Totok Adhi Prasetyo3. Qatrunnada Jinan Akmaliah4. Sarwinda Rohmadani5. Nirmala Agustina6. Sulistia Wahyuningsih7. Azmi Aziz8. Riska Febriana9. Sarniati10. Zakaria Pratama11. Ilham Ahmad Mukhlisun12. Lelan Purnama Sari13. Maya Puspita Sari14. Nunik Adriani15 STAI Sangatta. Indonesia Email : 1enihusna41@gmail. com, 2anjnny. 3110@gmail. com, 3totokajib86@gmail. qatrunn144@gmail. com, 5sarwindarohmadani@gmail. com, 6malaagustina5828@gmail. sulistyayudha150102@gmail. com, 8azmiaziz1918@gmail. com, 9riskafebriana1502@gmail. sarniati250503@gmail. com, 11pratamazak379@gmail. com, 12ilhamahmadmukhlisun17@gmail. lelanpurnamasari9@gmail. com, 14mayadila1245@gmail. com, 15arvino161818@gmail. Received 10 Januari 2026 Keywords: Deep Learning Approach Learning interactivity Merdeka Curriculum Kata Kunci: Pendekatan Deep Learning Interaktivitas Belajar Kurikulum Merdeka Article Info Accepted 28 Februari 2026 Published 28 Februari 2026 ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum demands a shift in the learning paradigm toward a process that is student-centered, meaningful, and interactive. One relevant approach to addressing these demands is the deep learning approach, which emphasizes active student engagement, deep understanding, and the development of higher-order thinking skills. However, in practice, teachers' conceptual understanding of the deep learning approach is still uneven, particularly in rural areas. This Community Service (PKM) activity aims to enhance the understanding of elementary school/madrasah ibtidaiyah teachers in Wahau Baru Village. Muara Wahau District, regarding the concepts and application of deep learning as a strategy to increase student learning interactivity in the implementation of the Merdeka Curriculum. The implementation method for the PKM was carried out thru socialization activities, including material presentations, interactive discussions, question-and-answer sessions, and learning The results of the activities showed a positive response and high enthusiasm from the participants, as well as an increase in teachers' understanding of the concept of deep learning. The teacher realized that the learning practices they had been using, such as discussions and project-based learning, were part of a deep learning approach that could be developed more structuredly. This activity contributes to strengthening teachers' readiness to implement more interactive, meaningful, and aligned learning that adheres to the principles of the Merdeka Curriculum. Thus, the socialization of deep learning development becomes a strategic step in improving the quality of the learning process in Wahau Baru Village Elementary School. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut perubahan paradigma pembelajaran menuju proses yang berpusat pada peserta didik, bermakna, dan interaktif. Salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tuntutan tersebut adalah pendekatan deep learning, yang menekankan keterlibatan aktif siswa, pemahaman mendalam, serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Namun, dalam praktiknya, pemahaman konseptual guru terhadap pendekatan deep El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 learning masih belum merata, khususnya di wilayah pedesaan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru SD/MI di Desa Wahau Baru. Kecamatan Muara Wahau, mengenai konsep dan penerapan deep learning sebagai strategi untuk meningkatkan interaktivitas belajar siswa dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan refleksi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dan antusiasme tinggi dari peserta, serta peningkatan pemahaman guru terhadap konsep deep Guru menyadari bahwa praktik pembelajaran yang selama ini telah dilakukan, seperti diskusi dan pembelajaran berbasis proyek, merupakan bagian dari pendekatan deep learning yang dapat dikembangkan secara lebih terstruktur. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kesiapan guru untuk menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, sosialisasi pengembangan deep learning menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar Desa Wahau Baru. Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Transformasi pendidikan pada abad ke-21 menuntut perubahan pembelajaran dari yang berorientasi pada penyampaian materi menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, bermakna, dan berkelanjutan1. Perubahan ini dipicu oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dinamika sosial, serta kebutuhan kompetensi global yang menekankan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi. Dalam merespons tantangan tersebut, pemerintah Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai strategi peningkatan kualitas pembelajaran dengan memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam merancang proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan konteks lokal sekolah2. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudentcentered learnin. , penguatan Profil Pelajar Pancasila, serta pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual3. Namun, dari hasil penelitian Mayangsari dkk menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat satuan pendidikan dasar masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam Rumiati juga mengungkapkan bahwa banyak guru masih cenderung menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional yang berfokus pada ceramah dan penyelesaian Yuli Rahmawati et al. AuPembelajaran Mendalam: Transformasi Pembelajaran Menuju Pendidikan Bermutu,Ay Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan 18, no. M Ihsan. Sri Muharyati, and Zaitun Zaitun. AuAnalisis Kebijakan Kurikulum Merdeka Pengengembangan Dan Implementasi,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati 6, no. : 62Ae69. Mujtahid Mujtahid. Ali Hasan Assidiqi, and Dini Sadiyah. AuImplementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learnin. Di Sekolah Dasar Sebagai Penguatan Kurikulum Merdeka,Ay Jurnal Ilmu Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dan Usia Dini 2, no. : 31Ae37. Puspitri Mayangsari et al. AuAnalisis Permasalahan Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Inovasi. Evaluasi Dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP) 4, no. : 285Ae93. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 materi, sehingga interaktivitas belajar siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi ini lebih terasa di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan dan pendampingan profesional5. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilai relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka adalah pendekatan deep learning6. Dalam konteks pendidikan, deep learning dipahami sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual yang mendalam, keterkaitan antar konsep, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar melalui refleksi, diskusi, dan pemecahan masalah7. Pendekatan ini selaras dengan prinsip meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning yang diyakini mampu meningkatkan interaktivitas dan kualitas pembelajaran8. Penelitian Zafirah menunjukkan bahwa penerapan deep learning dapat meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar secara signifikan9. Meskipun demikian, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman guru terhadap pendekatan deep learning dalam pembelajaran masih terbatas, meskipun beberapa guru telah menggunakan strategi aktif seperti diskusi kelompok atau model pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian persepsi guru menunjukkan bahwa sebagian besar guru hanya memahami deep learning secara dasar dan belum sepenuhnya mampu merancangnya secara sistematis dalam praktik pembelajaran mereka10. Temuan lain juga menunjukkan bahwa dalam implementasi deep learning di sekolah dasar, guru menghadapi tantangan dalam menerapkan pendekatan ini secara menyeluruh meskipun menggunakan metode yang mendukung keterlibatan aktif siswa11. Hal ini menunjukkan adanya celah penelitian dan praktik, khususnya terkait upaya peningkatan pemahaman guru melalui kegiatan pendampingan atau pengabdian kepada masyarakat. Kondisi tersebut juga ditemukan pada guru SD/MI di Desa Wahau Baru. Kecamatan Muara Wahau. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan kepala sekolah dan guru di daerah sekitar, guru telah berupaya menerapkan pembelajaran interaktif, namun belum memiliki pemahaman yang utuh mengenai konsep dan prinsip deep learning dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Keterbatasan sosialisasi dan pelatihan yang secara khusus membahas pendekatan pembelajaran mendalam menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya optimalisasi interaktivitas belajar siswa. Padahal, berbagai studi menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan faktor kunci dalam keberhasilan implementasi kurikulum dan inovasi pembelajaran12. Berdasarkan uraian tersebut, pengabdian kepada masyarakat ini menjadi penting dan relevan untuk dilakukan. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan nyata guru terhadap Rumiati Rumiati et al. AuHambatan Dan Tantangan Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Terhadap Proses Pembelajaran Di SDN 1 Yogyakarta,Ay no. : 1Ae7. Zayda Zafirah. Muhammad Andrian Wijaya, and Hadi Rohyana. AuStrategi Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sekolah Dasar,Ay JOEBAS: Journal of Education. Behavior, and Social Studies 1, no. 41Ae47. Mujtahid. Assidiqi, and Sadiyah. AuImplementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learnin. Di Sekolah Dasar Sebagai Penguatan Kurikulum Merdeka. Ay Artha Mahindra Diputera. E G Zulpan, and G N Eza. AuMemahami Konsep Pendekatan Deep Learning Dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Yang Meaningful. Mindful Dan Joyful: Kajian Melalui Filsafat Pendidikan,Ay Bunga Rampai Usia Emas 4, no. : 108Ae20. Zafirah. Wijaya, and Rohyana. AuStrategi Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Sekolah Dasar. Ay Yoyon Mahardika and Christian Arief Jaya. AuPersepsi Guru Terhadap Implementasi Deep Learning Sebagai Pembelajaran Berbasis Pemahaman Konseptual Di Sekolah DasarAy 4, no. : 1123Ae39. Fitri Afrika Sari et al. AuImplementation of the Deep Learning Approach in Elementary SchoolsAy 3 . 25Ae36, https://doi. org/10. 59525/gej. Roos M S Tuerah and Jeanne M Tuerah. AuKurikulum Merdeka Dalam Perspektif Kajian Teori: Analisis Kebijakan Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Di Sekolah,Ay Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 9, no. : 979Ae88. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 pemahaman konseptual dan praktis mengenai pendekatan deep learning sebagai strategi peningkatan interaktivitas belajar siswa dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengembangan pendekatan deep learning bagi guru SD/MI di Desa Wahau Baru serta kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman guru dan interaktivitas pembelajaran. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai implementasi deep learning dalam konteks pengabdian masyarakat. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. METODE Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan pendekatan edukasi partisipatif yang berfokus pada transfer pengetahuan dan refleksi kritis bagi guru SD/MI di Desa Wahau Baru13. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan pemahaman guru mengenai implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan deep learning. Subjek dan Lokasi Pengabdian kepada Masyarakat Subjek pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan ini adalah perwakilan guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Wahau Baru. Kecamatan Muara Wahau. Para guru berperan sebagai peserta atau audiens kegiatan sosialisasi yang menjadi penerima manfaat utama dari program pengabdian. Adapun Lokasi kegiatan ini dilakukan di Gedung Serbaguna Desa Wahau Baru dengan mempertimbangkan keterjangkauan peserta serta efektivitas pelaksanaan kegiatan. Perencanaan dan Pengorganisasian Masyarakat Tahap perencanaan kegiatan pengabdian dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian dengan mengundang narasumber yaitu Dr. Anjani Putri Belawati Pandiangan M. Pd. mengacu pada hasil observasi awal dan komunikasi awal dengan pihak sekolah. Perencanaan meliputi identifikasi permasalahan umum yang dihadapi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka, penentuan tujuan kegiatan, serta pengaturan waktu dan teknis pelaksanaan kegiatan. Dalam konteks ini, para guru . tidak terlibat secara langsung dalam proses perencanaan dan pengorganisasian kegiatan, namun kebutuhan mereka tetap menjadi dasar utama dalam perancangan program. Model perencanaan seperti ini lazim digunakan dalam kegiatan pengabdian berbasis sosialisasi yang menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat kegiatan. Metode dan Strategi Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode sosialisasi yang dipadukan dengan diskusi terarah. Sosialisasi dilakukan melalui pemaparan materi mengenai konsep, prinsip, dan karakteristik pendekatan deep learning dalam pembelajaran sekolah dasar oleh narasumber. Diskusi terarah digunakan sebagai strategi untuk memperkuat pemahaman peserta melalui proses tanya jawab dan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah diterapkan. Strategi ini sesuai dengan prinsip pembelajaran orang dewasa . dult learnin. yang menekankan pentingnya pengalaman dan refleksi dalam proses belajar. Tahapan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Arif Zunaidi. AuMetodologi Pengabdian Kepada Masyarakat Pendekatan Praktis Untuk Memberdayakan KomunitasAy (Yayasan Putra Adi Dharma, 2. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Tahap persiapan, meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan mitra, serta pengaturan teknis kegiatan. Tahap pelaksanaan, berupa kegiatan sosialisasi pendekatan deep learning melalui pemaparan materi oleh narasumber dan diskusi terarah dengan perwakilan guru dari setiap sekolah sebagai audiens kegiatan. Tahap evaluasi, dilakukan secara deskriptif melalui pengumpulan umpan balik dan refleksi peserta untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang Tahap pelaporan, berupa penyusunan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Tahapan tersebut mengacu pada model pelaksanaan kegiatan pengabdian yang menekankan kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat sasaran. Gambar 1. Alur Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat HASIL Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Sosialisasi Pendekatan Deep Learning dalam Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru SD/MI di Desa Wahau Baru berlangsung secara terencana dan berjalan dengan lancar. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi oleh pemateri yaitu Dr. Anjani Putri Belawati Pandiangan. Pd. I mengenai perubahan paradigma pembelajaran dan tuntutan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik. Pada tahap ini, peserta menunjukkan perhatian dan ketertarikan terhadap topik yang disampaikan, terutama karena materi yang dibahas relevan dengan kondisi pembelajaran yang mereka alami di sekolah masing-masing. Proses pendampingan dalam kegiatan ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang disertai diskusi terarah. Pemateri menyampaikan materi secara sistematis mengenai konsep, prinsip, dan karakteristik pendekatan deep learning, serta keterkaitannya dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Selama penyampaian materi, para guru diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan pengalaman pembelajaran yang telah mereka lakukan di kelas. Interaksi ini menciptakan dinamika kegiatan yang bersifat dialogis El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 dan mendorong terjadinya proses refleksi bersama. Dalam sesi diskusi, teridentifikasi bahwa para guru telah menerapkan praktik pembelajaran yang bersifat aktif dan interaktif, seperti diskusi kelompok dan tugas berbasis proyek, namun belum memahami praktik tersebut sebagai bagian dari pendekatan deep learning yang terencana dan sistematis. Melalui penjelasan dan contoh yang diberikan, guru mulai menyadari pentingnya perencanaan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pengembangan pemahaman konseptual, keterkaitan antar materi, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Gambar 2. Kegiatan pemaparan materi dan diskusi dalam Sosialisasi Deep Learning Hasil kegiatan menunjukkan munculnya kesadaran baru di kalangan guru mengenai peran mereka sebagai fasilitator pembelajaran. Guru mulai memahami bahwa pembelajaran yang efektif dalam kerangka Kurikulum Merdeka menuntut perubahan peran guru dari pusat informasi menjadi pendamping belajar yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, aktif, dan Kesadaran ini tercermin dari pernyataan peserta yang menyatakan perlunya mengurangi dominasi metode ceramah dan memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga memunculkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Peserta menyadari bahwa pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran baru, seperti deep learning, memerlukan proses belajar yang terus-menerus melalui pelatihan, diskusi, dan refleksi praktik pembelajaran. Meskipun kegiatan ini belum menghasilkan perubahan perilaku pembelajaran secara langsung di kelas, hasil pengabdian ini menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi sosial di lingkungan sekolah, khususnya dalam membangun budaya pembelajaran yang lebih reflektif, interaktif, dan berorientasi pada pemahaman mendalam siswa. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Gambar 3. Dokumentasi kegiatan Sosialisasi Deep Learning PEMBAHASAN Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan kurikulum di Indonesia yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dan guru dalam merancang proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta konteks lokal. Kurikulum ini menekan pada prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent-centere. , dimana guru memilih metode, materi, dan pengaturan pembelajaran yang relevan dengan tujuan kompetensi esensial dan minat siswa. Aspek penting dari Kurikulum Merdeka adalah memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensi melalui pengalaman belajar yang bermakna, bukan sekadar penyelesaian Menurut sumber resmi Kurikulum Merdeka, kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi guru dalam memilih berbagai perangkat ajar dan pendekatan pembelajaran sehingga proses belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik masingmasing. Keunggulan ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif, kreatif, dan adaptif, serta mendorong siswa untuk mengembangkan minat serta bakatnya secara optimal. Kurikulum Merdeka juga mendorong penggunaan proyek yang terintegrasi dengan profil pelajar Pancasila sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan keterampilan abad ke-2115. Dalam implementasinya. Kurikulum Merdeka tidak semata mengubah struktur kurikulum, tetapi juga mempromosikan perubahan paradigma pembelajaran dari pendekatan tradisional menuju pembelajaran yang lebih dinamis dan kontekstual. Hal ini sejalan dengan pendekatan deep learning yang menekankan keterlibatan siswa secara aktif dalam membangun makna, memecahkan masalah nyata, serta berkolaborasi dalam kegiatan belajar. Sehingga. Kurikulum Merdeka secara teoritis menyediakan landasan yang kuat bagi guru untuk menerapkan strategi pembelajaran yang mendorong interaktivitas belajar siswa. Pendekatan deep learning adalah strategi pembelajaran yang tidak sekadar membuat siswa aktif, tetapi mengarahkan mereka pada pemahaman yang mendalam dan bermakna atas Nurhijrah Nurhijrah and Syarifah Suryana. AuPengembangan Profesionalisme Guru Melalui Pembelajaran Deep Learning Dalam Kelas,Ay Jurnal Pendidikan Dan Profesi Keguruan 4, no. : 327Ae33. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sains & Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, and Kementerian Agama. AuKurikulum Merdeka,Ay 2020. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 konsep pembelajaran. Dalam konteks pendidikan dasar, deep learning mendorong siswa untuk melihat hubungan antar konsep, berpikir kritis, merefleksikan proses pembelajaran, serta menerapkan pemahaman mereka dalam konteks nyata. Ini bukan sekadar mengulang pengetahuan secara dangkal, tetapi mengembangkan kapasitas berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, dan refleksi diri peserta didik yang menjadi landasan pembelajaran bermakna di era abad ke-2116. Dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini, materi sosialisasi deep learning difokuskan untuk menjembatani kesenjangan antara pemahaman konseptual dan praktik pembelajaran guru. Kebanyakan guru sebelumnya memahami deep learning sebagai kategori metode aktif, seperti diskusi atau proyek saja, tanpa memahami secara menyeluruh bahwa deep learning juga melibatkan tahapan berpikir reflektif . eaningful, mindful, joyful learnin. yang digagas dalam literatur pendidikan untuk memaksimalkan keterlibatan siswa secara kognitif dan Penelitian terkait implementasi deep learning di pendidikan dasar menunjukkan bahwa ketika strategi pembelajaran ini diterapkan secara komprehensif termasuk refleksi, kolaborasi, dan pemecahan masalah kontekstual hasilnya dapat memperkuat keterlibatan siswa dan meningkatkan pemahaman konseptual mereka terhadap materi18. Hasil Sosialisasi Deep Learning di Desa Wahau Baru mencerminkan hal tersebut, di mana guru mulai menyadari bahwa pembelajaran yang efektif bukan sekadar penyampaian materi, tetapi perencanaan aktivitas belajar yang memicu kemampuan analitis dan reflektif siswa. Selain itu, deep learning relevan dengan tujuan Profil Pelajar Pancasila karena melalui pendekatan ini siswa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam refleksi terhadap pembelajaran yang mereka terima. Salah satu studi yang menelaah hubungan deep learning dengan pengembangan kompetensi berpikir kritis menemukan bahwa strategi seperti diskusi terarah, proyek, dan refleksi mendalam dapat membantu siswa mengembangkan higher-order thinking skills yang diperlukan untuk pembelajaran abad ke2119. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Jauharah dkk yang menunjukkan bahwa pelaksanaan deep learning juga berdampak pada perubahan sosial di tingkat sekolah khususnya dalam cara guru memandang proses pembelajaran20. Dalam PkM Sosialisasi Deep Learning ini, perubahan sosial awal terlihat pada perubahan pandangan guru terhadap pembelajaran: dari sekadar instruksi guru menuju fasilitasi pembelajaran bermakna. Guru mulai menghubungkan tema pembelajaran dengan pengalaman siswa, memberi ruang untuk dialog dan refleksi, serta melihat hasil pembelajaran tidak hanya dari penguasaan materi tetapi dari kemampuan berpikir kritis dan kontekstual Dengan demikian, pendekatan deep learning tidak hanya relevan secara teoritis dalam Kurikulum Merdeka, tetapi juga aplikatif untuk diterapkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi dan penguatan pemahaman guru. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi pendekatan deep learning dalam implementasi Kurikulum Merdeka bagi guru SD/MI di Desa Wahau Baru telah terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi awal yang signifikan terhadap Jurnal Pendidikan et al. AuPenerapan Pendekatan Deep Learning Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar Kota BekasiAy 08, no. April . : 72Ae79. Putri Fasya Naziha AuliaNurul. Sofyan Iskandar. Mutiah Amalia. AuKONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNINGDI SEKOLAH DASARAy 10 . Peningkatan Hasil. Belajar Ipas, and D I Sekolah. AuJurnal Riset Pendidikan Dasar Deep Learning Approach as an Effort to Improve Science Learning Outcomes in ElementaryAy 08, no. : 218Ae25. Bashirotul Hidayah. AuStrategi Pendekatan Pembelajaran Deep Learning Dalam Meningkatkan Kompetensi Berpikir Kritis Dan Kreatif Di Era DigitalAy 04, no. : 113Ae21. Hidayah. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 peningkatan pemahaman konseptual guru mengenai pembelajaran bermakna dan berpusat pada peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan sosialisasi, guru cenderung memaknai deep learning sebatas penggunaan metode pembelajaran aktif, tanpa memahami kerangka konseptual yang menekankan pemahaman mendalam, refleksi, dan keterkaitan antar konsep. Melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi terarah, guru mulai menyadari bahwa deep learning menuntut perencanaan pembelajaran yang sistematis serta pergeseran peran guru dari pusat informasi menjadi fasilitator pembelajaran. Secara teoretis, temuan pengabdian ini menguatkan pandangan bahwa pendekatan deep learning memiliki kesesuaian yang kuat dengan prinsip Kurikulum Merdeka, khususnya dalam mendorong pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Sosialisasi yang dilakukan mampu menjembatani kesenjangan antara teori pembelajaran mendalam dan praktik pembelajaran di kelas, sehingga guru mulai memahami pentingnya refleksi, dialog, dan keterlibatan aktif siswa sebagai inti dari proses belajar. Kesadaran ini merupakan fondasi penting dalam membangun budaya pembelajaran yang lebih reflektif dan partisipatif di lingkungan sekolah Dari sisi perubahan sosial, kegiatan PkM ini menunjukkan munculnya kesadaran baru di kalangan guru mengenai pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan dalam menghadapi dinamika kebijakan kurikulum dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Meskipun perubahan praktik pembelajaran di kelas belum dapat diamati secara langsung dalam jangka pendek, perubahan pola pikir dan sikap guru terhadap pembelajaran menjadi indikator awal terjadinya transformasi sosial di tingkat sekolah. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan pengabdian berbasis sosialisasi memiliki peran strategis sebagai langkah awal dalam mendorong perubahan pedagogis yang lebih luas. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar kegiatan serupa dilanjutkan dalam bentuk pendampingan berkelanjutan yang tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga mencakup praktik perancangan pembelajaran dan refleksi implementasi di kelas. Selain itu, diperlukan dukungan dari pemangku kepentingan pendidikan untuk menyediakan ruang pelatihan dan komunitas belajar guru agar pemahaman dan penerapan pendekatan deep learning dapat berkembang secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berkontribusi lebih optimal dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. REFERENSI