Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Inovasi Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Visual Berbasis Poster Edukatif Di Sd Negeri 1 Bendo Pedan Klaten Christina Indriasari1. Esti Ismawati2,Tukiyo3. Hersulastuti4 PGSD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Univeristas Widya Dharma Klaten, sarysd12@g. PGSD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Univeristas Widya Dharma Klaten, estisetyadi@g. PGSD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Univeristas Widya Dharma Klaten, tukiyo@unwidha. PGSD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Univeristas Widya Dharma Klaten, hersulastuti@unwidha. Abstract This study aims to describe teacher innovations in increasing student learning interest through educational poster-based visual learning in Indonesian language subjects. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The study was conducted at SD Negeri 1 Bendo. Pedan District. Klaten Regency. Data collection techniques included nonparticipatory observation, semi-structured interviews, and documentation with the research subjects of the principal. Indonesian language teachers, and fifth-grade students. Data validity was tested through triangulation of sources and Data analysis was carried out through the stages of data condensation, data presentation, and drawing The results of the study showed that teacher innovations were carried out by creating a pleasant learning atmosphere, linking the material to the context of everyday life, holding question and answer sessions, using various learning media, and adjusting the lesson plan to students' abilities. The use of educational poster-based visual media was able to increase student learning interest as shown through feelings of joy, interest, attention, and active involvement of students in Indonesian language learning. Keyword: teacher innovation, learning interest, educational posters. Indonesian language, elementary school Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa melalui pembelajaran visual berbasis poster edukatif pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Bendo. Kecamatan Pedan. Kabupaten Klaten. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru bahasa Indonesia, dan siswa kelas V. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi guru dilakukan dengan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, mengaitkan materi dengan konteks kehidupan sehari-hari, mengadakan sesi tanya jawab, menggunakan berbagai media pembelajaran, serta menyesuaikan RPP dengan kemampuan siswa. Penggunaan media visual berbasis poster edukatif mampu meningkatkan minat belajar siswa yang ditunjukkan melalui perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kata Kunci: inovasi guru, minat belajar, poster edukatif, bahasa Indonesia, sekolah dasar. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan penting dalam memaksimalkan potensi manusia melalui penyampaian ilmu pengetahuan dan nilai-nilai sosial ekonomi dalam kehidupan. Selain itu, pendidikan juga memiliki peran penting dalam membentuk kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa, mengikuti perkembangan zaman yang serba digital yang menuntut berkemampuan bersaing. Untuk mencapai hal ini, diperlukan persiapan menyeluruh, terutama dari segi sumber daya manusia yang berkualitas untuk menjawab tantangan tersebut. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 menetapkan tujuan pendidikan nasional sebagai berikut: AuPendidikan nasional memiliki tujuan untuk memperluas potensi individu, membangun karakter yang luhur, dan mendorong perkembangan peradaban yang berkebangsaan yang menginspirasi kecerdasan kolektif. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. dengan fokus pada pengembangan potensi individu untuk mencapai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperilaku yang baik, menjaga kesehatan, meningkatkan pengetahuan, mengembangkan keterampilan, memupuk kreativitas, mendorong kemandirian, dan memperkuat tanggung jawab sebagai warga negaraAy. Berdasarkan observasi sebelum penelitian, penerapan metode pembelajaran bahasa Indonesia di SD Negeri 1 Bendo Pedan Klaten cenderung terfokus pada penyampaian materi sesuai dengan isi buku teks. Variasi metode pembelajaran yang digunakan masih terbatas, dengan penggunaan metode ceramah yang dominan dan belum adanya penggunaan berbagai jenis media pembelajaran. Situasi seperti ini mengakibatkan suasana pembelajaran menjadi kurang bervariasi dan kurang menarik bagi siswa. Berbagai tindakan siswa terlihat selama proses pembelajaran, seperti mengobrol dengan teman, mencoret-coret buku, atau teralihkan pikiran pribadinya, sehingga siswa kesulitan memahami materi pelajaran yang diberikan. Hal tersebut berdampak pada berkurangnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya dalam mempelajari bahasa Indonesia yang diajarkan. Padahal keterampilan berbahasa yang harus dimiliki setiap siswa sebagai hasil belajar tidak hanya keterampilan menulis saja namun ada empat jenis keterampilan yang harus dimiliki siswa yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan tersebut merupakan alat komunikasi tidak dapat berdiri sendiri, satu sama lain saling berkaitan dan saling menentukan (Parameswari et. ,al 2. Dalam konteks pembelajaran, siswa dan guru sering menggunakan buku referensi, tetapi buku tersebut kadang belum memenuhi kebutuhan pembelajaran karena dirasa kurang menarik dan terkesan membosankan, sehingga kurang memicu minat belajar pada siswa. Meskipun buku referensi tersebut sering memuat penggunaan visual, suara, dan video dalam proses pembelajaran, tetapi guru tidak memiliki akses terhadap media-media tersebut, sehingga mereka harus mencari sendiri materi tambahan untuk disajikan kepada siswa. Dengan demikian, diperlukan inovasi dari para guru untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan Menurut definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, inovasi diartikan sebagai penyisipan atau pengenalan sesuatu yang baru, yang menandakan pembaharuan. Herdiana, dikutip oleh Mulyana . , mengatakan inovasi pembelajaran melibatkan upaya untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Inovasi ini melibatkan pendekatan, metode, atau kerangka kerja yang dirancang untuk memperbarui atau meningkatkan proses pembelajaran dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa (Purnamawati et al. , 2. Peran guru dalam proses pembelajaran secara alami mempengaruhi keinginan atau minat siswa untuk belajar, yaitu dapat dilihat dari bagaimana cara pengajaran seorang guru dan bagaimana kreativitas seorang guru ketika menyampaikan materi kepada peserta didik. Daya tarik dari suatu mata pelajaran tergantung pada kualitas pengajaran yang diterapkan. Perencanaan pembelajaran yang optimal diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal yang sama berlaku untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran agar mata pelajaran tersebut tetap menarik bagi para siswa (Yulianti, 2. Faktor yang memengaruhi efektivitas pengajaran di kelas adalah kehadiran guru yang memiliki kreativitas dan profesionalisme, yang berperan penting dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Dalam konteks kreativitas, guru perlu mengembangkan strategi pengajaran yang inovatif untuk memperkaya pengalaman belajar di sekolah. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa seorang guru harus mempunyai kemampuan pedagogik yang memadai. Ini berarti guru harus memiliki keahlian dalam merancang proses pembelajaran, termasuk penguasaan terhadap berbagai strategi pembelajaran dan kemampuan untuk menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan di dalam kelas. Saat ini, banyak sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai pedoman pendidikan mereka, termasuk di SD Negeri 1 Bendo yang berlokasi di Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten. Menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar perlu adanya cara-cara pengajaran khusus dan berbeda dari sekolah atau kelas yang lain terutama mengenai inovasi guru dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Program Kurikulum Merdeka memberikan lebih banyak kebebasan kepada guru untuk mengembangkan pendekatan pengajaran yang cocok dengan karakteristik siswa dan situasi belajar di lingkungan mereka. Dalam konteks penelitian ini, inovasi guru bahasa Indonesia dapat mengambil manfaat dari fleksibilitas Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. kurikulum merdeka untuk menerapkan pendekatan inovatif yang lebih berorientasi pada minat dan kebutuhan Guru dapat membuat pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan efektif dengan menggunakan inovasi. Oleh sebab itu, sebagai guru sangat dianjurkan untuk menuangkan inovasi dalam proses pengajaran. Inovasi guru menjadi sangat penting karena merupakan kunci untuk menjaga relevansi pendidikan dalam menghadapi perubahan zaman. Melalui inovasi, guru dapat mengintegrasikan teknologi, metode pembelajaran baru, dan strategi kreatif yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, juga tentang menciptakan lingkungan belajar yang memicu minat siswa serta mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan masa depan misalnya saat pembelajaran menggunakan media poster edukatif. Media poster menurut Prawesti et al. , . , merupakan salah satu bentuk media visual yang menggunakan gambar, teks, dan grafik guna menyampaikan pesan atau berupa informasi kepada pemirsa dengan cara yang jelas dan langsug. Dijelaskan oleh Sanjaya . , poster merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi, saran atau ide tertentu, sehingga dapat merangsang keinginan bagi yang Selain itu, poster juga dapat dijadikan sarana untuk mengomunikasikan gagasan, evaluasi dan Pengertian poster secara luas yang dijelaskan oleh Jannah et al. , . , adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian. Poster juga disebut plakat, lukisan atau gambar yang dipasang sebagai media untuk menyampaikan informasi, saran, pesan, kesan, ide yang berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin cepat akan dilupakan. Poster merupakan alat pembelajaran untuk menambah Suatu poster yang baik memuat hal yang mudah diinget, mudah dibaca, dan mudah untuk ditempelkan dimana saja. Media poster dijadikan sarana untuk mengomunikasikan gagasan, evaluasi dan proyek inovasi klinis, kajian ini juga mengembangkan metode-metode pembelajaran yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan media poster. Poster merupakan media gambar. Dalam dunia pendidikan poster . lakat, lukisan/gambar yang dipasan. telah mendapat perhatian yang cukup besar sebagai suatu media untuk menyampaikan informasi, saran, pesan dan ide dan sebagainya. Kegiatan yang diminati seseorang,biasanya diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Maka berbeda dengan perhatian karena perhatian sifatnya sementara atau tidak dalam waktu yang lama dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan. Minat yang besar dapat mempengaruhi terhadap hasil belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik bagi dirinya (Slameto, 2. Mengembangkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya membantu siswa untuk melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai individu. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan atau kecakapan tertentu mempengaruhi dirinya, melayani tujuan-tujuannya, memuaskan kebutuhan-kebutuhannya. Jika siswa menyadari bahwa belajar merupakan alat untuk mencapai beberapa tujuan dan bahwa hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan bagi dirinya, kemungkinan besar dia akan berminat dan termotivasi untuk mempelajarinya (Achru. Dunia saat ini adalah dunia yang penuh dengan perubahan. Mereka yang bisa berperan dalam dunia yang seperti ini adalah mereka yang senantiasa berubah untuk belajar, memahami dan jeli melihat situasi, dimana pun dan kapan pun dia berada. Melalui inovasi, guru memiliki kemampuan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, menyesuaikan kebutuhan individual siswa, dan membangun keterampilan yang relevan dengan perkembangan global. Hal ini menggarisbawahi peran utama inovasi guru dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan dunia modern. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan di atas terlihat bahwa minat belajar siswa perlu ditingkatkan karena dengan adanya minat belajar dapat mendorong siswa untuk lebih semangat dan termotivasi dalam proses pembelajaran serta dapat mencapai prestasi yang lebih baik. Oleh karena itu, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuInovasi Guru dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Visual Berbasis Poster Edukatif di SD Negeri 1 Bendo Pedan KlatenAy Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena peneliti berupaya memahami secara mendalam fenomena sosial yang terjadi di lapangan, khususnya terkait inovasi guru bahasa Indonesia dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual kondisi pembelajaran sebagaimana adanya tanpa melakukan manipulasi terhadap variabel penelitian. Data penelitian diperoleh dalam bentuk deskripsi tertulis yang bersumber dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menggali pengalaman, pandangan, serta persepsi subjek penelitian, yaitu kepala sekolah, guru bahasa Indonesia, dan siswa kelas V, sehingga diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik inovasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis poster edukatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Bendo. Kecamatan Pedan. Kabupaten Klaten. Provinsi Jawa Tengah, dengan waktu pelaksanaan pada bulan Juli hingga Oktober 2025. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang secara langsung terlibat dalam proses pengumpulan dan analisis data, dengan posisi sebagai pengamat non-partisipan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi non-partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana dikemukakan oleh Miles. Huberman, dan Saldana. Dengan metode tersebut, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas dan mendalam mengenai kontribusi inovasi guru bahasa Indonesia dalam meningkatkan minat belajar siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN SD Negeri 1 Bendo merupakan salah satu sekolah jenjang SD berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Pedan. Kab. Klaten. Jawa Tengah. SD Negeri 1 Bendo didirikan pada tanggal 1 Januari 1970 dengan Nomor SK Pendirian yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Nomor SK Akreditasi 047/BANSM-JTG/SK/XII/2018 pada tanggal 4 Desember 2018. Sebagaimana yang telah dipaparkan pada bab 1, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara pengajaran di SD Negeri 1 Bendo Pedan Klaten, khususnya pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan bagaimana inovasi yang dilakukan guru kelas di SD Negeri 1 Bendo dalam meningkatkan minat belajar siswa khususnya di kelas V. Pada bab ini peneliti membahas terkait penemuan data yang telah dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang akan dianalisis, berikut ini adalah paparan hasil pembahasan: Analisis Cara Pengajaran di SD Negeri 1 Bendo Pedan Klaten. Khususnya Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Cara pengajaran merupakan bentuk penyampaian materi pelajaran yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan terus mengalami kemajuan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan adalah Kurikulum berfungsi sebagai pedoman penting untuk menciptakan pembelajaran yang efektif (Rahmatika et al. , 2. Saat ini, banyak sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka sebagai pedoman pendidikan mereka, termasuk di SD Negeri 1 Bendo Pedan Klaten. Kurikulum Merdeka memberikan lebih banyak kebebasan kepada guru dalam merancang dan mengelola proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan serta mengembangkan pendekatan pengajaran yang cocok dengan karakteristik siswa dan situasi belajar di lingkungan mereka. Pada pembahasan ini peneliti berfokus pada cara pengajaran di SD Negeri 1 Bendo Pedan Klaten, khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan dengan pemaparan data hasil lapangan yang ditemukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, peneliti mengambil kesimpulan bahwa bentuk cara pengajaran yang dilakukan oleh guru kelas di SD Negeri 1 Bendo pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V, yaitu: . Menciptakan suasana yang . Menghubungkan konteks dan kontekstual. Mengadakan sesi tanya jawab. Menggunakan berbagai media pembelajaran. Menyesuaikan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Berikut penjelasan dari cara pengajaran di SD Negeri 1 Bendo pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V yaitu sebagai berikut: Menciptakan Suasana yang Menyenangkan Guru bertanggung jawab untuk menyampaikan materi secara akademik saat di kelas. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan bagi peserta didik agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan keadaan semangat dan siap untuk memulai Secara keseluruhan, menciptakan suasana yang menyenangkan di kelas dapat memberikan kontribusi positif terhadap motivasi, keterlibatan, hubungan interpersonal, minat belajar maupun hasil belajar Sebelum memulai pembelajaran ATS selaku guru kelas memastikan kelas dalam keadaan bersih, yaitu dengan cara guru memberikan instrukti kepada peserta didik untuk berdiri, lalu peserta didik dengan sigap memastikan kelas dalam keadaan bersih, misalnya dengan mengambil sampah yang ada didekatnya tanpa menolak serta langsung membuang sampah kepada tempatnya. Selain itu, guru memastikan peserta didik dalam keadaan rapi, seperti membenarkan dasi yang dikenakan peserta didik atau merapikan baju. Sehingga saat pembelajaran dimulai kelas dalam keadaan bersih dan rapi. Setelah itu, guru selalu memastikan peserta didik dalam keadaan semangat dan siap untuk memulai Dengan cara adanya ice breaking sebelum atau di tengah tengah saat terdapat siswa yang kurang fokus atau mengantuk ketika pembelajaran berlangsung, seperti guru meminta salah satu peserta didik memimpin kedepan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dll. Hal tersebut dilakukan agar peserta didik memulai pembelajaran dengan rasa senang. Menghubungkan Konteks dan Kontekstual Dalam proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, setiap guru tentu saja berharap agar peserta didik dapat memahami materi dengan baik. Salah satu cara yang dilakukan oleh ATS selaku guru kelas di SD Negeri 1 Bendo adalah menyampaikan materi dan memberikan penjelasan kepada peserta didik dengan mengaitkan teori . dengan fakta yang terjadi di lingkungan sekitar . Hal tersebut memberikan beberapa manfaat bagi peserta didik, antara lain yaitu dapat memperkuat pemahaman konsep peserta didik, mendorong pemikiran kritis peserta didik dan mengembangkan keterampilan analisis peserta Selain itu dengan mengaitkan teori dengan fakta yang ada di lingkungan, peserta didik dapat menghubungkan dengan pengalaman pribadinya. Sehingga peserta didik dapat memahami dan menyerap materi yang diajarkan dengan lebih mudah. Mengadakan Sesi Tanya Jawab Guru kelas di SD Negeri 1 Bendo menggunakan sesi tanya jawab hampir di setiap pembelajaran dengan tujuan untuk menarik minat belajar peserta didik. Beberapa peserta didik dikelas V menyampaikan keaktifannya dalam sesi tanya jawab, mereka suka dan antusias ketika diberi pertanyaan oleh guru, mereka juga terkadang berebut bertanya ketika guru melontarkan pertanyaan karena peserta didik merasa senang ketika bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Peserta didik juga tidak segan bertanya kepada guru, seperti salah satu peserta didik yang inisiatif maju ke depan untuk bertanya kepada guru mengenai materi yang belum dipahami selama pembelajaran berlangsung. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta didik menjadi terbiasa akan adanya sesi tanya jawab, sehingga peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode tanya jawab dalam pembelajaran memungkinkan komunikasi dua arah langsung antara guru dan hal tersebut berarti guru dapat bertanya kepada siswa atau siswa dapat bertanya kepada guru untuk mendapatkan jawaban. Komunikasi ini menunjukkan hubungan timbal balik langsung antara guru dan siswa (Ulfatul, 2. Kegiatan tanya jawab dapat memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang dibahas, sehingga mereka merasa takut atau malu jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru maupun siswa lain. Kegiatan tanya jawab juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik sehingga mereka menjadi lebih tertarik pada masalah yang dibahas. Selain itu, kegiatan bertanya jawab dapat membantu mengidentifikasi masalah belajar yang dihadapi oleh peserta didik. Menggunakan Berbagai Media Pembelajaran Media pembelajaran dapat membantu guru menyampaikan materi dengan cepat dan lebih mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, media pembelajaran juga dapat memberikan efek yang positif, yaitu dapat Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. membuat siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran. Oleh karena itu Ibu ATS selaku guru kelas di kelas V menyampaikan bahwa beliau telah menggunakan berbagai media pembelajaran untuk menarik minat belajar siswa terhadap mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Media pembelajaran yang sering digunakan antara lain yaitu pembelajaran melalui gambar di LKS yang sudah tersedia di kelas tentang pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, beliau juga menerapkan media baru yang dikembangkan bersama-sama oleh guru dan peserta didik, media tersebut yaitu berupa media visual berbasis poster edukatif. Guru kelas di SD Negeri 1 Bendo juga menyampaikan bahwa guru tidak selalu berpatokan dengan buku pegangan atau LKS, yang mana guru juga menggunakan berbagai sumber seperti sumber yang didapat melalui internet maupun dari buku-buku lainnya yang mendukung. Pilihan media pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran harus menjadi perhatian utama guru karena diharapkan dapat meningkatkan minat maupun hasil belajar siswa. Pemilihan media harus mempertimbangkan apakah media sesuai dengan materi yang diajarkan, keadaan kelas, karakteristik belajar dan kemampuan peserta didik, dan alokasi waktu belajar di kelas. Penggunaan media pembelajaran juga sangat membantu proses belajar. Media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa siswa, selain itu media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan pemahaman peserta didik. Menyesuaikan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah pedoman penting yang harus dimiliki oleh semua guru dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Dalam program "Merdeka Belajar". RPP menjadi fokus perubahan karena guru diberi kebebasan untuk memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan RPP mereka sendiri dengan cara apa pun yang mereka suka (Oktavisanti. Guru kelas di SD Negeri 1 Bendo menjelaskan bahwa penerapan RPP digunakan sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik, seperti ketika peserta didik telah memahami materi dengan baik maka satu RPP digunakan untuk satu sampai dua pertemuan saja sudah cukup. Tetapi ketika materi tersebut dirasa sulit oleh peserta didik seperti pada materi penawaran dan permintaan ada cara berhitung dan lain-lain yang mana peserta didik membutuhkan waktu lebih untuk mempelajari materi tersebut, maka RPP digunakan sampai dengan tiga kali pertemuan. Jadi penerapan RPP tergantung pada kesulitan materi yang dialami oleh peserta didik. Analisis Inovasi yang Dilakukan Guru kelas SD Negeri 1 Bendo Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Inovasi guru adalah transformasi pada cara pengajaran dengan tujuan meningkatkan minat dan hasil belajar siswa (Richardson, 1. Guru memiliki kewajiban untuk memahami minat setiap peserta didik melalui keterampilan yang mereka miliki. Kemampuan guru dalam memilih model pembelajaran sangat penting karena berperan sebagai penentu keberhasilan proses pembelajaran (Sulistyosari, et al. , 2. Dengan menerapkan inovasi, guru memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya tarik, interaktivitas, dan efektivitas Sehingga, sangat disarankan bagi guru untuk mengintegrasikan inovasi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, peneliti dapat menunjukkan bahwa ATS selaku guru kelas di kelas V telah melakukan inovasi dalam pembelajarannya dengan menggunakan media pembelajaran yang berbeda dari yang biasa digunakan. Guru dan siswa membuat media visual berbasis poster sebagai alat pembelajaran baru. Beliau menyatakan bahwa penggunaan media visual berbasis poster adalah upaya guru dalam menarik minat belajar peserta didik. Dengan menggunakan media visual berbasis poster ini, siswa dilatih untuk bekerja sama dengan baik. Sebelum menggunakan media visual berbasis poster ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi materi yang berbeda oleh guru. Yang nantinya setiap kelompok akan mempresentasikan hasilnya sesuai dengan materi yang telah mereka pelajari. Adapun proses pembuatan media visual berbasis poster dikelas V yaitu sebagai berikut: Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran, peserta didik diarahkan untuk memahami materi ajar terlebih dahulu, yang mana materi ajar dari masing-masing kelompok sudah ditentukan. Jadi setiap kelompok membuat ilustrasi dan penyusunan kalimat yang berbeda-beda. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Menghubungkan antara materi ajar dengan kenyataan dalam penggunaan bahasa sehari-hari agar memudahkan anak-anak dalam memahami materi yang diberikan sesuai tujuan kompetensinya, kemudian dituangkan dalam ilustrasi visual gambar yang menarik yang edukatif seperti sebuah poster. Mendefinisikan materi tersebut lebih dahulu dengan cara mencari materi tambahan gambar atau poster di internet atau dari buku-buku lainnya yang mendukung. Proses selanjutnya yaitu peserta didik membuat kalimat yang sesuai dengan materi ajar dalma sebuah media visual berbasis poster . Setalah media visual berbasis poster tersebut jadi, peserta didik berdiskusi dengan teman sekeolompok untuk mempresentasikan hasilnya sesuai dengan materi yang telah dibagi dan dipelajari sebelumnya. Menurut Fauziah penggunaan media visual berbasis poster dapat membantu peserta didik dalam meningkatkan daya fokus dan perhatian selama pembelajaran. Dalam mengatasi masalah ini, para ahli menggunakan poster sebagai alat pembelajaran yang menyenangkan untuk menarik perhatian siswa saat menyampaikan materi. Dengan memanfaatkan media poster, diyakini bahwa siswa akan lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan baik (Fauziah, et al. Hasil penelitian yang dilakukan di kelas V mengenai minat belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang diampu oleh ATS dimana indikator minat belajar menurut Djaali . mencakup perasaan senang, ketertarikan siswa, perhatian siswa dan keterlibatan siswa. Dijelaskan sebagai berikut: Indikator minat belajar yang pertama yaitu perasaan senang, dimana siswa yang merasa senang pada suatu mata pelajaran akan mempelajarinya tanpa terpaksa (Djaali, 2. Seperti yang telah diilustrasikan pada saat sebelum pembelajaran berlangsung. ATS selaku guru kelas di kelas V selalu memastikan kelas dalam keadaan rapi dan bersih, guru juga selalu memastikan peserta didik dalam keadaan siap, semangat dan senang untuk memulai pembelajaran. Oleh karena itu, diawal pembelajaran diadakan ice breaking terlebih dahulu untuk memancing minat belajar peserta didik seperti meminta salah satu peserta didik memimpin ke depan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selain itu, peserta didik merasa senang ketika guru mengadakan sesi tanya jawab, sejalan dengan yang diungkapkan oleh beberapa siswa di kelas V bahwa dengan adanya sesi tanya jawab di hampir setiap pertemuan menjadikan peserta didik terbiasa dan lebih aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Peserta didik juga merasa senang ketika guru menggunakan media visual berbasis poster, hal ini dibuktikan dengan pendapat beberapa peserta didik yang mengatakan bahwa mereka suka ketika menggunakan media visual berbasis poster, karena dapat mendorong keinginannya untuk memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru maupun penjelasan yang disampaikan oleh teman-temannya yang sedang presentasi. Kemudian, indikator minat belajar yang kedua yaitu ketertarikan siswa, yang merajuk pada dorongan yang menimbulkan kecenderungan untuk merasa tertarik pada suatu objek atau aktivitas tertentu seperti pembelajaran Bahasa Indonesia (Djaali, 2. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yang menunjukkan bahwa ATS selaku guru kelas dikelas V menerapakan media visual berbasis poster untuk menarik minat belajar peserta didik. Selain itu, peserta didik juga menyampaikan pendapatnya bahwa mereka tertarik dengan penggunaan media visual berbasis poster sebagai penunjang pembelajaran dalam hal meningkatkan minat belajar peserta didik. Karena dengan media visual berbasis poster peserta didik merasa bahwa belajar itu menyenangkan dan tidak membosankan. Selanjutnya indikator minat belajar yang ketiga yaitu perhatian siswa (Djaali, 2. Dapat dibuktikan selama proses pembelajaran berlangsung bahwa dengan menggunakan media visual berbasis poster, peserta didik sangat antusias untuk memperhatikan ketika ada temannya yang presentasi menggunakan media visual berbasis poster. Hal ini diperkuat dengan pendapat salah satu siswa kelas V yang mengatakan bahwa dia merasa bahwa media visual berbasis poster ini berbeda dengan media lainya dan dapat mendorong keinginannya untuk memperhatikan ketika teman-teman bercerita atau menjelaskan. Selain itu, penyampaian dari masing-masing kelompok tentunya berbeda dan memiliki keunikan masing-masing, sehingga setiap peserta didik harus mempelajari materi yang akan dipresentasikan dan memperhatikan dengan seksama ketika kelompok lain sedang menjelaskan. Dengan demikian hal tersebut diharapkan dapat mendorong minat belajar Indikator keempat yang merupakan indikator terakhir dari minat belajar yaitu mengenai keterlibatan siswa di kelas V pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh ATS selaku guru kelas. Dalam konteks Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. penggunaan media visual berbasis poster ini mengharuskan siswa berkontribusi langsung dalam pembuatan media tersebut, karena dengan menggunakan media visual berbasis poster ini, siswa dilatih untuk bekerja sama dengan baik. Sebelum menggunakan media visual berbasis poster ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi materi yang berbeda oleh guru. Dimana nantinya setiap kelompok akan mempresentasikan hasilnya sesuai dengan materi yang telah mereka pelajari. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil wawancara kepada beberapa peserta didik yang mengatakan bahwa dengan media visual berbasis poster ini mereka dapat ikut andil dalam pembuatan media tersebut. Selain itu, media visual berbasis poster juga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempresentasikan hasil belajar mereka. Selain itu. ATS selaku guru kelas di kelas V juga menyampaikan pendekatan khusus yang dilakukan guna meningkatkan minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bisa terbentuk. Yaitu dengan bermusyawarah atau melakukan sharing antar peserta didik, seperti contohnya mengenai pemilihan kata yang sesuai atau yang tepat sesuai konteksnya. Minat belajar merupakan komponen internal yang mendorong peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran (Simbolon, 2. Oleh karena itu guru kelas di SD Negeri 1 Bendo menyampaikan bagaimana cara beliau melihat minat belajar peserta didik, yaitu dengan mengajak sharing dan dilihat dari respon, tanggapan serta praktik peserta didik selama pembelajaran dikelas. Minat belajar peserta didik tidak dapat diukur dari nilai saja, jadi secara keseluruhan minat belajar dapat dilihat dari segala aspek selama proses pembelajaran berlangsung. KESIMPULAN Berdasarkan data yang telah ditemukan dan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Cara pengajaran yang dilakukan oleh guru kelas di SD Negeri 1 Bendo pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V, yaitu meliputi: . Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Menghubungkan antara teori dan fakta . onteks dan kontekstua. yang terjadi di lingkungan sekitar. Selama pembelajaran berlangsung hampir di setiap pertemuan, guru mengadakan sesi tanya jawab. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia guru sudah menggunakan berbagai media pembelajaran. Penggunaan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. digunakan sesuai dengan kemampuan peserta Inovasi guru kelas dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di SD Negeri 1 Bendo yaitu dengan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan, yaitu dengan menggunakan media pembelajaran berupa media visual berbasis poster edukatif yang merupakan hasil karya peserta didik itu sendiri. Penerapan media tersebut dapat memunculkan perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan peserta didik, mereka dilatih untuk bekerjasama dengan baik dan dilatih untuk mampu mempresentasikan materi sesuai dengan pemahaman peserta didik. DAFTAR PUSTAKA