Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ PEMBERIAN TEPUNG AMPAS KECAP ASIN TERHADAP KARKAS ITIK PEKING (FLOUR FEEDING ON CARCASS AMPAS soy sauce PEKING DUCK) Suryani Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim ABSTRAK Ampas kecap merupakan limbah pembuatan kecap dengan bahan dasar kedelai yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur bobot karkas itik peking fase grower dan untuk mendapatkan jumlah penggunaan tepung ampas kecap dalam ransum. Parameter yang diamati adalah bobot karkas dan persentase karkas. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri 4 ekor itik peking fase grower. Dengan perlakuan R0 . %). R1. %). R2 . %). R3 . %). Pelaksanaan penelitian dari 8 Mei sampai dengan 28 Juni 2016, bertempat di Desa Jangka Alue U Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan bobot karkas adalah (R. 870 gra. , (R. 1112,6 gram, (R. 905 gram, dan (R. 781gram dan persentase karkas adalah (R. 59,16 %, (R. 63,56 %, (R. 59,00 % dan (R. 52,29 %. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung ampas kecap tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan Bobot karkas dan persentase karkas itik peking Kata kunci : ampas kecap asin, karkas, itik peking. PENDAHULUAN Itik merupakan salah satu jenis unggas yang berpotensi sebagai penghasil telur dan daging, sehingga banyak dibudidayakan masyarakat terutama yang bermukim di wilayah pedesaan. Hal ini disebabkan karena itik selain adaptif terhadap lingkungan, juga sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan protein. Pemeliharaan itik dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang relatif kecil bila dibandingkan dengan potensi biologisnya, sehingga produksi itik dari segi telur ataupun daging belum mampu memenuhi permintaan konsumen. Itik peking memiliki beberapa keunggulan, antara lain dagingnya empuk, ukuran badan besar, bentuk dada lebar, padat dan berisi, efisiensi terhadap ransum cukup tinggi, sebagian besar dari ransum diubah menjadi daging dan pertambahan bobot badan sangat cepat. Karkas adalah produk utama dari itik potong, bobot karkas merupakan hal yang sangat penting khususnya bagi masyarakat selaku konsumen. Bagian-bagian karkas itik yang cukup penting menjadi perhatian bagi setiap konsumen adalah proporsi bagian dada, paha, punggung dan sayap. Bagian-bagian karkas tersebut juga merupakan bagian yang spesial untuk diolah kemudian sebagai bahan sajian kepada para konsumen. Ampas kecap asin merupakan limbah hasil industri pengolahan kecap yang terbuang dan tidak termanfaatkan dengan baik, sehingga menyebakan polusi udara dan mencemarkan lingkungan. Kandungan nutrisi dalam ampas kecap asin yang tinggi diharapkan mampu dimanfaatkan dalam ransum ternak itik untuk menghasilkan karkas yang berkualitas, diharapkan juga mampu mensubtitusi bahan pakan yang terkandung dalam ransum dan membuat harga ransum menjadi murah dan dapat diterima dan digunakan oleh peternak. METODE PENELITIAN Kandang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kandang sistem kelompok yang dibagi menjadi 16 petak dengan ukuran 1 x 1 m2. Setiap petak kandang dilengkapi dengan tempat pakan, tempat minum dan lampu pijar 200 Watt. karung, plastik ransum, timbangan, gunting, gelas ukur, ember, sendok, nampan plastik, gayung, label, masker, dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan 64 ekor itik peking fase grower yang berumur 1 bulan. Itik tersebut diperoleh dari hasil pembesaran Day Old Duck (DOD) yang didapat dari Poultry Shop Aneka Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Satwa Bireuen. dan menggunakan bahan ransum terdiri dari tepung ampas kecap asin, dedak, bungkil kelapa. CP 512 Bravo, mineral, jagung, sekam dan koran Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dengan masing-masing perlakuan terdiri atas 4 ulangan . dan setiap ulangan terdiri atas 4 ekor itik dengan Model matematis sebagai berikut: Yij = i Bj Aij Keterangan: Yij i Aij nilai pengamatan perlakuan ke-i dan ulangan ke-j nilai rata-rata sesungguhnya pengaruh perlakuan ke-i Pengaruh Kelompok ke-j galat perlakuan ke-i dan ulangan ke-j Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) (Steel dan Torrie, 1. , dan jika terdapat hasil yang berbeda nyata akan dilanjutkan dengan Uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Ransum penelitian yang diberikan dengan perlakuan sebagai berikut: R0 : Ransum . R1 : Tepung ampas kecap asin 5 % R2 : Tepung ampas kecap asin 10 % R3 : Tepung ampas kecap asin 15 % Penelitian ini menggunakan 64 ekor itik peking fase grower yang berumur 1 bulan, ditempatkan dalam kandang kelompok dengan 16 petak, masing-masing petak diisi 4 ekor itik Menggunakan bahan ransum yang telah disusun sendiri bedasarkan kadar Protein 16% dan ME 3000 Kkal/Kg. HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase Karkas Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian tepung ampas kecap tidak berpengaruh nyata (PE0,. terhadap persentase karkas itik peking. Tabel 1. Rataan Bobot Karkas Itik peking Selama Penelitian Perlakuan Persentase Karkas R0 (Kontro. R1 . ombinasi T. Ampas kecap asin 5%) R2 (Kombinasi T. Ampas kecap asin 10 %) R3 (Kombinasi T. Ampas kecap asin 15 %) Keterangan: Tidak berpengaruh nyata (P<0,. Hal ini diduga karena kenaikan bobot badan itik peking mengakibatkan peningkatan dari bobot karkas itik sehingga mengakibatkan bobot karkas tidak berbeda signifikan. Soeparno . menyatakan bahwa, bobot karkas sangat dipengaruhi oleh bobot potong dan bobot organ non karkas seperti bobot darah, bulu, kaki dan organ dalam. Jadi semakin tinggi bobot potong akan mengahasilkan bobot karkas yang tinggi dan sebaliknya bobot potong yang rendah akan menghasilkan bobot karkas yang rendah pula. Selanjutnya semakin tinggi bobot non karkas maka bobot karkas semakin menurun. Persentase Karkas Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian tepung ampas kecap tidak berpengaruh nyata (PE0,. terhadap persentase karkas itik peking. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 Desember 2017 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ Tabel 2. Rataan Persentase Karkas Itik peking Selama Penelitian Perlakuan Persentase Karkas R0 (Kontro. 59,16 R1 . ombinasi T. Ampas kecap asin 5%) 63,56 R2 (Kombanasi T. Ampas kecap asin 10 %) 59,00 R3 (Kombinasi T. Ampas kecap asin 15 %) 52,29 Keterangan: Tidak berpengaruh nyata (P<0,. Hal ini diduga karena kandungan komposisi nutrisi tepung ampas kecap asin dalam ransum yang hampir sama pada setiap ransum perlakuan sehingga tingkat konsumsi ransum juga mendekati sama dan mengakibatkan bobot karkas tidak berbeda signifikan. Deaton dalam Siti dkk. , . melaporkan bahwa bobot potong dipengaruhi oleh konsumsi ransum, kandungan energi dan Pemberian ransum perlakuan 5%, 10% dan 15% tidak berpengaruh terhadap bobot Semakin tinggi bobot potong akan menghasilkan bobot karkas yang tinggi dan sebaliknya bobot potong yang rendah akan menghasilkan bobot karkas yang rendah pula. Selanjutnya semakin tinggi bobot non karkas maka bobot karkas semakin menurun. Hal ini sesuai dengan pernyataan Marron, . alam Rukmini, 2. bahwa apabila salah satu komponen tubuh meningkat maka komponen yang lainnya akan menurun. Rataan penelitian tertinggi terdapat pada perlakuan R1 (T. Ampas kecap asin 5%) yaitu 63,56% hal ini diduga karena perlakuan R1 mengandung nutrisi dengan kadar yang dibutuhkan itik, mengakibatkan pertumbuhan bobot badan itik peking meningkat. yang diberikan pada perlakuan R1 memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. dengan pendapat Yasmin . menyatakan bahwa pakan harus mengandung zat nutrisi dalam keadaan cukup dan seimbang. Sehingga dapat menunjang pertumbuhan maksimal dan menghasilkan bobot akhir yang tinggi. Rataan persentase karkas terendah terdapat pada perlakuan R3 (T. Ampas kecap asin 15%) yaitu 52,29% hal ini diduga karena penurunan pertambahan bobot badan, bobot potong, yang disebabkan oleh penurunan konsumsi ransum. Dilaporkan oleh Soeparno . bahwa, bobot karkas sangat dipengaruhi oleh bobot potong dan bobot organ non karkas seperti bobot darah, bulu, kaki dan organ dalam. Jadi semakin tinggi bobot potong akan mengahsilkan bobot karkas yang tinggi dan sebaliknya bobot potong yang rendah akan menghasilkan bobot karkas yang rendah pula. Selanjutnya semakin tinggi bobot non karkas maka bobot karkas semakin menurun. Hal ini sesuai dengan pernyataan Marron, . alam Rukmini, 2. bahwa apabila salah satu komponen tubuh meningkat maka komponen yang lainnya akan menurun. SIMPULAN Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ampas kecap asin dalam ransum itik peking dengan level 5 sampai 15% belum mampu meningkatkan persentase bobot karkas itik peking. Pemberian tepus ampas kecap asin mempertahankan persentase bobot karkas dengan perlakuan terbaik pemberian tepung ampas kecap asin berada pada level pemberian 5% . ,56%). DAFTAR PUSTAKA