Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Menengah Pertama Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Rizki Andriani1. Fitri Apriani2. Erlia Rosita3. Sri Muliana Putri4. Rosita5. Safwan Yunita6. Rohid Ramadanil7. Riska Rahmalia8 12Program Studi Profesi Ners. STIKes Medika Seramoe Barat Email: rizkiandriani@stikesmsb. Email: fitriapriani@stikesmsb. 3Program Studi Kebidanan. STIKes Medika Seramoe Barat Email: erlia@stikesmsb. 45678 Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKes Medika Seramoe Barat Email: putrimbo040@gmail. Email: rositadahlan122@gmail. Email: safanita736@gmail. Email: rohidrahmadania@gmail. Email: riskaokiamaisyi@gmailo. Submitted: 15-05-2023 Revised: 10-08-2023 Accepted: 14-05-2024 Abstract First aid is essential for accident victims that can happen anywhere, including at school. This community service activity aims to increase student's knowledge, awareness, and skills in providing first aid to accident victims (P3K), especially in schools. P3K educational activities use lectures, discussions, leaflets, and demonstrations. The training participants were 35 SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong. West Aceh Regency students. The material presented includes essential life support, first aid for poisoning, choking, and allergies, wound care, and evacuation of accident victims. The demonstration was presented using audio-visual media, and this community service activity was evaluated using questionnaires given at the beginning and end of the activity. The results of this service activity showed that before P3K education was given, 71% of students had insufficient knowledge, and 29% had medium knowledge. After being given P3K education and demonstration, there was an increase in knowledge. namely, 34% of students had moderate knowledge, and 66% were highly knowledgeable. P3K education for students of SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong. West Aceh Regency, can improve students' knowledge and skills in performing first aid. Junior high school children are expected to act as first responders for victims of accidents that occur at school. Keywords: First aid. P3K. Junior High School Children Abstrak Pertolongan pertama merupakan penatalaksanaan penting pada korban kecelakaan yang bisa terjadi dimana saja termasuk di sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan (P3K) terutama di sekolah. Kegiatan edukasi P3K menggunakan ceramah, diskusi, lembar leaflet serta demonstrasi. Peserta pelatihan adalah 35 siswa SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat. Materi yang disampaikan meliputi bantuan hidup dasar, pertolongan pertama keracunan, tersedak dan alergi, perawatan luka serta evakuasi korban kecelakaan. Demonstrasi menggunakan media audio visual dan evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner yang diberikan di awal dan akhir kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan sebelum diberikan edukasi P3K 71% siswa memiliki pengetahuan rendah dan 29% siswa berpengetahuan sedang. Setelah diberikan pendidikan dan demonstrasi P3K terjadi peningkatan pengetahuan yaitu 34% siswa memiliki pengetahuan sedang dan 66% siswa berpengetahuan tinggi. Edukasi P3K bagi siswa siswa SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama. Anak sekolah menengah pertama diharapkan dapat berperan sebagai first responder bagi korban kecelakaan yang terjadi di sekolah. Kata Kunci: Pertolongan Pertama. P3K. Siswa Sekolah Menengah Pertama Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik PENDAHULUAN Era globalisasi memberikan banyak tantangan bagi anak usia sekolah yang dapat mengancam kesehatan fisik dan jiwanya. Salah satunya adalah kondisi atau situasi darurat (Bastian et al. , 2. Situasi darurat dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, baik di jalan, di rumah atau bahkan di lingkungan Anak usia sekolah sangat berisiko mengalami cedera yang tidak disengaja karena mereka memiliki aktivitas yang cukup padat selama di sekolah . e Lima Rodrigues et al. , 2. Aktivitas fisik yang banyak memiliki risiko terhadap kejadian/kecelakaan yang dapat terjadi serta menyebabkan kesakitan pada anak (Iftitah Alam & Subhan, 2. Studi menunjukkan 88% penyebab cedera pada anak usia sekolah berhubungan dengan aktivitas fisiknya dan 20 % - 25% dari keseluruhan cedera terkait terjadi selama jam sekolah (AdibHajbaghery & Kamrava, 2. Cedera, kecelakaan dan kondisi darurat yang terjadi di sekolah pertolongan pertama. Pertolongan pertolongan secara dan tepat menggunakan sarana prasarana yang ada di tempat kejadian sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari tenaga Tindakan Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. pertama pada kecelakaan (P3K) yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat dan mengurangi resiko kematian (Pellegrino et al. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 melaporkan kejadian cedera pada anak sekolah di Indonesia mencapai 13% dimana prevalensi kejadian cedera pada umur 5-14 tahun mencapai 12,1% (Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Sebuah studi menunjukkan kecelakaan yang paling banyak terjadi di sekolah berupa cedera ringan pada tangan dan kaki yang terjadi saat berjalan, di kamar mandi atau saat Selain itu beberapa hal lainnya adalah perkelahian antara siswa, keracunan makanan, alergi makanan, obat-obatan dan gigitan tersedak, pingsan, mimisan dan kecelakaan lainnya (Abdoli et al. , 2. Kondisi kecelakaan lain yang bisa terjadi di sekolah seperti patah tulang, luka memar, maupun dislokasi, dapat terjadi ketika anak sedang asik bermain maupun sedang mengikuti pendidikan olahraga di sekolah (Jaffa & Usino, 2. Sebanyak 28% disebabkan jatuh dan terbentur lecet,dan luka robek, hal ini berkaitan dengan kegiatan yang sering dilakukan oleh siswa pada saat mengikuti kegiatan kurikuler Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik maupun ekstrakurikuler (Ratih Kusumaningrum et al. , 2. Cedera yang terjadi dapat mengganggu aktifitas anak ketika mengurangi waktu belajar mereka di sekolah dan tertinggal dari teman-temannya mengalami cedera (Kuschithawati et , 2. Sekolah sebenarnya memiliki unit kesehatan yang dapat kejadian yang tidak diinginkan seperti kejadian kecelakaan yang disebut dengan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dimana siswa dan lingkungan sekolah sebagai sasaran utama dan membantu dalam Namun belum semua sekolah tersebuat sesuai fungsinya. Widowati . keselamatan diri untuk anak sekolah sangat terbatas baik dalam pendidikan formal atau Informal. Studi Lee et al. terhadap 578 anak sekolah menunjukkan cara terbaik untuk selamat dari bahaya di sekolah adalah diperlukannya pendidikan keselamatan diri dan meningkatkannya secara regular. Pendidikan keselamatan diri dapat kesehatan yang merupakan metode informasi untuk meningkatkan Edukasi pertolongan pertama pada korban kecelakaan (P3K) adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan siswa Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. dalam memberikan pertolongan pertama untuk korban kecelakaan di sekolah. Lubis et al. , . menyatukan informasi anak pada usia sekolah masih terbatas pada yang dilihat serta didengar sehingga perlu terus diberikan secara regular Studi SMPN Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat memiliki UKS (Unit Kesehatan Sisw. namun tidak berfungsi optimal karena belum memiliki tim khusus yang berada di UKS. Meskipun demikian banyak siswa yang masuk UKS dengan berbagai keluhan cedera selama di sekolah dan hal ini akan ditangani oleh guru dan siswa lainnya. Pertolongan pengetahuan sendiri serta belum ada pelatihan mengenai P3K di sekolah tersebut. Sehingga jika keluhan siswa yang masuk UKS terlalu berat untuk diatasi maka akan dibawa atau dirujuk ke klinik dan rumah sakit terdekat. Selain itu faktor lingkungan sekolah yang berada di tepi jalan, bangunan sekolah memiliki tekstur tanah tidak rata serta lantai keramik yang juga licin dapat menjadi faktor cedera yang terjadi pada anak di SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Melihat kondisi tersebut maka dianggap perlu untuk melakukan edukasi dan simulasi pertolongan pengabdian masyarakat pada siswa sekolah SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat yang kesadaran dan memberikan pertolongan pertama yang tepat pada korban kecelakaan di sekolah. METODE PELAKSANA Kegiatan edukasi tentang Pengabdian masyarakat dilakukan pada 35 siswa SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat. Aktivitas dilaksanakan pada bulan Agustus Kegiatan tersebut dilakukan oleh tiga orang Dosen STIKes Medika Seramoe Barat dan 5 orang mahasiswa STIKes Medika Seramoe Barat. Dosen mempersiapkan dan memaparkan materi yang akan Mahasiswa mempersiapkan teknis kegiatan serta membantu jalannya kegiatan agar berjalan lancar. Pada tahap persiapan kegiatan diawali dengan mendapatkan izin kegiatan dari SMPN 5 Meurebo Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat. Tim pengabdi berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah dan Guru Olahraga dalam menetapkan tempat & jadwal kegiatan serta menjelaskan kegiatan pengabdian yang akan dilakukan. Tim pengabdi juga mempersiapkan leaflet, spanduk dan media edukasi. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap kognitif peserta terkait pertolongan pertama melalui kuesioner pre-test, tahap kedua berupa kegiatan menggunakan metode ceramah dan audio visual dan tahap ketiga yaitu pertolongan pertama. Topik yang disampaikan dalam edukasi merupakan materi dasar yaitu tentang bantuan hidup dasar, pertolongan pertama keracunan, tersedak dan alergi, perawatan luka serta evakuasi korban kecelakaan. Setelah materi disampaikan, maka tim pengabdi akan membagi siswa dalam empat kelompok dimana setiap kelompok akan menerima modul tentang pertolongan pertama kecelakaan di sekolah. Setiap kelompok akan dipandu oleh dua orang fasilitator dari tim pengabdi. Fasilitator akan mendemonstrasikan tentang bantuan hidup dasar, pertolongan pertama pada saat Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik perawatan luka sederhana serta evakuasi korban kecelakaan dan Tahap terakhir merupakan tahap evaluasi kemampun kognitif peserta pengabdian melalui kuesioner post Data akan dianalisis serta disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan persentase. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat ini diawali dengan Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. pembukaan yang dihadiri oleh tim pengabdian dan beberapa guru SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat. Acara pembukaan kegiatan pengabdian ini diisi dengan sambutan ketua tim pengabdian dan Wakil kepala sekolah serta dihadiri oleh 35 siswa SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat. Selanjutnya peserta terkait materi P3K. Gambar 1. Suasana Pengabdian Masyarakat Kegiatan selanjutnya adalah materi pertolongan pertama yang meliputi bantuan hidup dasar, pertolongan pertama keracunan dan narasumber diikuti dengan tanya jawab oleh para peserta. Peserta sangat antusias dan aktif bertanya kepada narasumber. Tahap memberikan demonstrasi kepada peserta tentang cara memberikan pertolongan pertama pada korban Peserta pelatihan dibagi menjadi empat kelompok yaitu: demonstrasi bantuan hidup dasar, demonstrsi pertolongan pertama pada saat keracunan & tersedak. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Demonstrasi digelar selama 15 menit untuk setiap kelompok. Setelah waktu habis, kelompok akan Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. demonstrasi ke skill demonstrasi Gambar 2. Penyampaian materi Kegiatan edukasi P3K adalah evaluasi Beberapa peserta diminta untuk mendemonstrasikan bagaimana melakukan pertolongan tindakan tersebut dievaluasi. Tim pengabdian masyarakat melanjutkan evaluasi post tes untuk mengetahui kemampuan kognitif peserta setelah diberikan materi dan demonstrasi terkait P3K. Berikut merupakan tingkat pengetahuan Siswa SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat tentang P3K sebelum dan sesudah diberikan edukasi P3K kegiatan pengabdian masyarakat. Gambar 3. Demonstasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Tabel 1 Tingkat Pengetahuan Siswa Sekolah Menengah Pertama Tentang P3K Sebelum dan Sesudah Diberikan Edukasi P3K Tingkat Pre Test Pengetahuan Rendah Sedang Tinggi Total Sumber: Data Primer, 2023 Dari tabel tersebut dapat terlihat sebelum dilakukan pemaparan dan demonstrasi terkait materi P3K bahwa 25 siswa . %) memiliki pengetahuan rendah sedangkan 10 siswa . %) memiliki pengetahuan Hasil post test setelah demonstrasi sederhana kepada siswa sebanyak 12 siswa . %) memiliki pengetahuan sedang dan . %) pengetahuan tinggi. Hasil tersebut masyarakat di SMPN 5 Meurebo Peunaga Ujong Kabupaten Aceh Barat pengetahuan tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan di Pelatihan pertolongan pertama untuk korban kecelakaan bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat tentang tindakan awal yang sangat penting untuk korban kecelakaan di mana saja termasuk sekolah untuk mencegah cedera lebih lanjut atau kematian (Arbon et al. , 2. Post Test Cedera termasuk salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas anak yang dapat dipengaruhi oleh kepribadian, waktu, cuaca, dan Cedera pada anak sekolah dapat terjadi saat jam pembelajaran dikelas maupun jam istirahat seperti seperti anak senang bersenda gurau dengan teman-temannya lalu tetiba terjatuh yang menyebabkan anak benjol, memar, bengkak, luka robek sampai terkilir. Kondisi lain yang menyebabkan cedera adalah kelas dengan murid yang banyak akan lebih mudah tersandung atau terbentur meja, lemari ataupun kursi (Kuschithawati et al. , 2. Sehingga kasus cedera yang paling sering terjadi di lingkungan adalah mimisan, jatuh akibat berlarian, kepala terbentur, dan keseleo dimana cedera jatuh merupakan cedera yang paling sering terjadi. Sekolah dengan gedung bertingkat, lokasi sekolah yang terletak di tepi jalan yang padat dilewati kendaraan serta kondisi UKS yang tidak memadai Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik cedera pada anak sekolah. Pelatihan P3K meningkatkan pengetahuan siswa motivasi dan keinginan untuk korban kecelakaan. Beberapa dasar keterampilan P3K yang harus dimiliki oleh masyarakat termasuk siswa sekolah yaitu bantuan hidup dasar, perawatan luka, bantuan saat tersedak dan keracunan serta transportasi korban (Qona et al. Hasil pengabdian masyarakat tingkat pengetahuan yang tinggi . %) setelah diberikan pelatihan P3K. Pengetahuan yang memadai pertolongan pertama. Seseorang yang berpengetahuan dan memiliki keterampilan cenderung memiliki korban kecelakaan. Anak sekolah yang memiliki keterampilan merawat luka akan memastikan luka pada korban tidak infeksi sehingga mempercepat masa penyembuhan luka. Selain itu pertolongan pertama pada cedera seperti penggunaan metode RICE (Rest. Ice. Compresion. Elevatio. Vol 6. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. menemukan penderita patah tulang dapat membantu penanganan awal pada korban. PENUTUP Kecelakaan, sebagai peristiwa yang tak terduga dan seringkali tak terhindarkan, merupakan momen keselamatan dan bahkan nyawa Dalam pengetahuan dan keterampilan sangatlah vital. Oleh karena itu, pelatihan P3K menjadi sebuah langkah yang sangat penting, terutama bagi siswa di tingkat sekolah menengah pertama. Hasil evaluasi dari kegiatan pengabmas yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan siswa motivasi dan keinginan untuk Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang cara memberikan bantuan pertama pada korban kecelakaan, tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam situasi darurat semacam itu. Siswa yang terampil dalam P3K bukan hanya menjadi sumber bantuan yang berharga di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak buruk dari kecelakaan yang tak Pelatihan P3K tidak hanya Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik keselamatan diri sendiri, tetapi juga sebuah kontribusi yang berarti dalam membangun komunitas yang lebih siap dan tanggap dalam menghadapi keadaan darurat. DAFTAR PUSTAKA