Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 1, 2024. Page : 1-8 E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Article history Received April 15, 2024 Accepted May 31, 2024 Published May 31, 2024 IMPLEMENTASI MODEL RATIONAL UNIFIED PROSES (RUP) PADA APLIKASI PENGELOLAAN OPERASIONAL PDAM KAPUAS BERBASIS WEB Subandi. Muhammad Hidayat. Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas. Politeknik Negeri Banjarmasin Program Studi Ilmu Komputer. Universitas PGRI Kalimantan email: subandi@poliban. id, hidayat90@upk. Abstract This study investigates how to implement the Rational Unified Process (RUP) model in the web-based operational management application of PDAM Kapuas. The aim of this research is to improve operational efficiency, optimize resource utilization, and enhance customer satisfaction. The research method involves collecting relevant data, analyzing system requirements, designing software architecture, developing prototypes, and evaluating the implementation of the Rational Unified Process (RUP). RUP employs an iterative approach and allows for diverse roles among team members and resource optimization. Inception. Elaboration. Construction, and Transition are the stages of RUP The results of this research include the analysis of business processes, creation of use case diagrams, design of class diagrams, and development of 27 application interfaces that facilitate access to each menu. The implementation of the RUP methodology. Keywords: Application Interface. Operational Efficiency. Rational Unified Process (RUP). Abstrak Studi ini menyelidiki bagaimana menerapkan Model Rational Unified Process (RUP) pada aplikasi pengelolaan operasional PDAM Kapuas berbasis web. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, penggunaan sumber daya yang lebih efisien, dan kepuasan Metode penelitian ini mencakup pengumpulan data yang relevan, analisis kebutuhan sistem, perancangan arsitektur perangkat lunak, pengembangan prototipe, dan evaluasi implementasi Rational Unified Process (RUP). RUP menggunakan pendekatan iteratif dan memungkinkan peran yang beragam bagi anggota tim dan optimasi sumber daya. Inception. Elaboration. Construction, dan Transition adalah tahapan pengembangan RUP. Hasil penelitian ini mencakup analisis proses bisnis, pembuatan use case diagram, perancangan class diagram, dan pembuatan 27 antarmuka aplikasi yang memudahkan akses ke setiap menu yang ada. Implementasi metodologi RUP. Kata Kunci: Antarmuka Aplikasi. Efisiensi Operasional. Rational Unified Process (RUP). PENDAHULUAN Perkembangan membawa dampak besar di berbagai sektor. Teknologi ini memungkinkan penyediaan informasi yang cepat dan akurat, sehingga mempercepat proses pengambilan keputusan serta menghemat biaya, tenaga, dan waktu . dengan teknologi informasi yang cepat dan akurat dapat menjadi nilai tambah yang dapat membuat suatu perusahaan menjadi lebih unggul dari perusahaan lain. Salah satu sektor yang sangat mengandalkan efisiensi dan keandalan sistem informasi adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM merupakan perusahaan daerah yang menyediakan air bersih untuk kebutuhan masyarakat . PDAM Kapuas merupakan perusahaan daerah yang bekerja penyediaan air minum khususnya di daerah Kuala Kapuas. Perusahaan ini berlokasi di Jl. Mahakam No. Selat Tengah. Kec. Selat. Kabupaten Kapuas. Kalimantan Tengah. Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem pengelolaan operasional. PDAM Kapuas menyadari pentingnya menggunakan metode yang terstruktur dan terukur dalam pengembangan perangkat lunak. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam pengembangan sistem informasi adalah Model Rational Unified Process (RUP). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Model RUP pada aplikasi pengelolaan operasional PDAM Kapuas berbasis web. Dengan mengadopsi RUP sebagai kerangka kerja pengembangan perangkat lunak, diharapkan PDAM Kapuas dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Tentunya metode ini dipilih karena memiliki kelebihan seperti metode RUP yang dapat diterapkan dengan menggunakan satu pengembang . Penelitian ini akan melibatkan pengumpulan data yang relevan, analisis kebutuhan sistem, implementasi RUP pada aplikasi pengelolaan operasional PDAM Kapuas. Selain itu, penelitian ini juga akan menganalisis manfaat yang diperoleh, tantangan yang dihadapi, serta rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi PDAM Kapuas dan perusahaan sejenis lainnya yang tertarik untuk mengadopsi Model Rational Unified Process (RUP) dalam pengembangan aplikasi pengelolaan operasional mereka. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi sumbangan pengetahuan dalam pengembangan sistem informasi berbasis web dan penggunaan metode terstruktur dalam pengembangan perangkat lunak. METODE PENELITIAN Rational Unified Process (RUP) adalah salah satu produk pengembangan perangkat lunak yang ditawarkan oleh IBM Rational. RUP memiliki sifat serial dalam skala besar, berulang dalam skala kecil, dan menghasilkan rilis bertahap seiring waktu . Model pengembangan ini telah diadopsi oleh sejumlah perusahaan di beragam sektor industri. Model tersebut dirancang khusus untuk mendukung pengembangan perangkat lunak baik dalam skala tim kecil maupun tim RUP menerapkan pendekatan iteratif yang melibatkan langkah-langkah tambahan secara Setiap siklus iterasi melibatkan sebagian atau seluruh fase pembangunan. Proses ini membangun setiap iterasi berikutnya atas dasar hasil iterasi sebelumnya, bertujuan untuk meningkatkan sistem hingga mencapai produk Pendekatan berulang ini memungkinkan anggota tim untuk mengambil peran yang beragam, sementara manajer proyek dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya tim, sehingga memperluas cakupan keahlian tim. Gambar 1. Tahap Pengembangan Pada Rational Unified Process (RUP). Dalam tahap pengembangan RUP, terdapat struktur dinamis dan statis. Struktur dinamis, yang berada pada dimensi horizontal, menggambarkan aspek temporal dari proses. Ini menunjukkan Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 1, 2024. Page : 1-8 bagaimana proses dibagi menjadi siklus, fase, dan iterasi sepanjang siklus hidup proyek. Struktur dinamis ini terbagi menjadi beberapa fase. Inception Tahap Inception bertujuan untuk menentukan lingkup proyek dengan mengidentifikasi setiap entitas eksternal yang akan berinteraksi dengan Proses ini menghasilkan dokumen persyaratan dan model use case. Elaboration Tahap elaborasi melibatkan analisis dan pemahaman sistem secara keseluruhan sebelum membangunnya menjadi arsitektur. Hasil dari E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 tahap ini adalah model use case dan prototipe arsitektur yang dapat digunakan. Construction Konstruksi adalah tahap di mana desain yang dibuat pada tahap sebelumnya . Hasil dari tahap ini adalah produk perangkat lunak lengkap dengan panduan Transition Perangkat lunak dirilis di tahap transisi, dan tindakan yang diperlukan untuk menyampaikan perangkat lunak kepada pengguna adalah Gambar 2. Tahap RUP Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Struktur statis meliputi serangkaian alur kerja Business Modeling. Requirements. Analysis Design. Implementation. Testing. Deployment. Configuration and Change Management. Project Management, dan Environment. Kerangka kerja ini memungkinkan organisasi pengembangan perangkat lunak dari berbagai skala untuk HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian hasil dan pembahasan akan menjelaskan hasil temuan dari penelitian ini, termasuk proses pengumpulan dan analisis data, serta kesimpulan yang diperoleh. Pencapaian utama dari penelitian ini adalah penggunaan model Rational Unified Process (RUP) dalam mengembangkan sebuah aplikasi manajemen operasional PDAM Kapuas yang berbasis web. Tahap Inception Tahap Elaboration Hasil wawancara menunjukkan analisis proses bisnis berikut: Pada tahap ini dimulai dengan menjelaskan Use Case Diagram. Use Case Diagram adalah representasi visual tentang bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem melalui berbagai Use Case Diagram memberikan gambaran tentang situasi apa yang terjadi ketika seseorang menggunakan sistem. Use Case Diagram pada aplikasi ini dapat dilihat pada Gambar 3. Pengguna Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas terdiri dari dua kategori: administrator dan direktur PDAM. Administrator mengelola web, yang mencakup data pelanggan, petugas, kegiatan kerja, laporan, dan opsi lanjutan untuk mengelola data akses aplikasi. Direktur PDAM bertugas melihat dan mengontrol pada data laporan pada aplikasi. uc Use_case_Monitoring Mesin Apps PO PDAM Kapuas Data Pelanggan AincludeA Pelanggan AincludeA Admin Data Sambung Kembali AincludeA Balik Nama Pegaw ai AincludeA Master Pegaw ai AextendA Data Foto Meter Data Lembur AextendA Kegiatan Kerj a AincludeA Pemutusan Sambungan AincludeA Sambung Kembali Master Laporan Direktur Gambar 3. Use Case Diagram Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Dalam menggambarkan peran yang dilakukan oleh pengguna sistem, yang bisa berupa manusia, komputer lain, atau perangkat lunak sistem. Bagian utama dari diagram kasus penggunaan adalah aktor . Selanjutnya perancangan suber data dalam aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas yang diwakili oleh entitas alam model class Class diagram menjadi Alat yang krusial dalam memodelkan entitas-entitas inti dan relasi antara kelas-kelas yang ada . Pada tahap ini, pendefinisian arsitektur data dilakukan dengan menggunakan diagram kelas, yang bertujuan untuk mengilustrasikan hubungan antara kelas-kelas data . Proses ini tidak hanya mencakup pengumpulan entitas data, tetapi juga memperhatikan keterkaitannya dengan sistem manajemen basis data seperti MySQL . Adapun class diagram tersebut dapat dilihat pada Gambar 4. Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 1, 2024. Page : 1-8 E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 class Class Model TB_User AcolumnA *PK Id: INT Username: VARCHAR. Password: VARCHAR. FK ID_petugas: INT AFKA FK_TB_User_TB_Petugas(INT) AindexA IXFK_TB_User_TB_Petugas(INT) APKA PK_Table1(INT) FK_TB_User_TB_Petugas (ID_petugas = ID_petuga. AFKA AcolumnA *PK no_pts: INT tgl_eksekusi: DATE foto_meter: TEXT status_pts: VARCHAR. ket_pts: TEXT FK Id_plg: INT FK ID_petugas: INT TB_Pelanggan AFKA FK_TB_Putus_TB_Pelanggan(INT) FK_TB_Putus_TB_Petugas(INT) AindexA IXFK_TB_Putus_TB_Pelanggan(INT) IXFK_TB_Putus_TB_Petugas(INT) APKA PK_Table1(INT) AFKA PK_Table1 FK_TB_Putus_TB_Petugas (Id_plg = Id_pl. FK_TB_Putus_TB_Pelanggan TB_Putus AcolumnA *PK Id_plg: INT Nama_pelanggan: VARCHAR. NIK: VARCHAR. Alamat: VARCHAR. No_HP: VARCHAR. Status_plg: VARCHAR. Tgl_plg: DATE Nama_plg_lama: VARCHAR. ket: VARCHAR. Foto_meter: TEXT APKA PK_Table1(INT) TB_Lembur PK_TB_Petugas AcolumnA *PK No_lembur: INT Tgl_Kegiatan: DATETIME. AcolumnA AFKA Alamat: VARCHAR. *PK ID_petugas: INT Point: TEXT Nama_petugas: VARCHAR. Foto: TEXT Alamat: VARCHAR. FK_TB_Lembur_TB_Petugas Penanggung_jwb: VARCHAR. Status: VARCHAR. Keterangan: TEXT Jabatan: VARCHAR. PK_TB_Petugas (ID_petugas = ID_petuga. FK ID_petugas: INT No_Telp: VARCHAR. AFKA Foto_id: TEXT AFKA FK_TB_Lembur_TB_Petugas(INT) APKA PK_TB_Petugas(INT) AindexA TB_Petugas PK_TB_Petugas (ID_petugas = ID_petuga. IXFK_TB_Lembur_TB_Petugas(INT) APKA PK_TB_Lembur(INT) Gambar 4. Class Diagram Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Tahap Contruction Saat proses pendaftaran, tampilan halaman dashboard pengguna dikategorikan menurut Username dan password diperlukan untuk menggunakan program ini untuk menjaga keamanan dan kredibilitas . Tampilan proses tersebut dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 6. Halaman Utama Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Gambar 5. Proses Login Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Dilajutkan pada rancangan antar muka admin pada Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas yang terlihat pada Gambar 6, 7 dan 8. Dalam antar muka tersebut terdapat menu diantaranya yakni menu pelanggan, menu petugas, menu kegiatan kerja, menu laporan dan opsi lanjutan yang semuanya membantu proses bisnis pada PDAM Kapuas. Gambar 7. Halaman Data Pelanggan Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Gambar 8. Halaman Input Data Sambung Kembali Pelanggan Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Dilanjutkan dengan pembuatan laporan setiap proses kegiatan pada Aplikasi yang dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9. Hasil Laporan Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas Tahap Transision Pengukuran usability dilakukan terhadap 24 responden yang terdiri dari satu orang direktur PDAM Kapuas, dan 23 pengguna dari petugas/pegawai PDAM Kapuas yang dapat menjadi peran administrator pada aplikasi. Hasil penilaian usability dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil penilaian usability Pernyataan Used on different TOTAL Usefulness Ease of use Satisfaction Nilai Nilai Maksimal Positif : Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi Volume 10. No 1, 2024. Page : 1-8 E-ISSN 2460-9552 P-ISSN 2620-3227 Jumlah total nilai yang ditemukan dari penilaian 24 koresponden yang ditunjukkan pada Tabel 1 Persentase hasil pengujian usability dihitung dengan cara berikut : Usability = ycuycu100% = 89,08% 24 ycuycu 150 Dari hasil pengukuran, diperoleh persentase usability sebesar 89,08%, menunjukkan bahwa Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas berbasis web dinilai sangat layak. Tahap terakhir dalam pengembangan web ini adalah proses hosting dan pendaftaran domain. Pengujian Blackbox Testing berdasarkan rincian aplikasi, termasuk tampilan, fungsi aplikasi, dan kesesuaian alur fungsi dengan proses bisnis yang diinginkan oleh pengguna. Pengujian dilakukan terhadap dua kategori pengguna, yakni administrator dan Direktur PDAM, dengan total 12 dan 19 fungsi yang diuji secara berturut-turut. PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini menghasilkan sebuah Aplikasi Pengelolaan Operasional PDAM Kapuas yang berbasis Web. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan didukung oleh database MySQL, sesuai dengan tahapan pengembangannya menggunakan metode pengembangan perangkat lunak RUP. Pengguna dari aplikasi ini terdiri dari administrator dan Direktur PDAM. Selain itu, penelitian ini mencakup analisis proses bisnis, pembangunan diagram use case, perancangan diagram kelas yang menghasilkan 5 tabel database untuk mendukung setiap proses bisnis dalam aplikasi, serta pembuatan 27 antarmuka aplikasi untuk mempermudah akses ke setiap menu. Pengujian sistem dilakukan menggunakan blackbox testing dengan hasil yang memuaskan. Nilai pengukuran usability mencapai 89,08%, menunjukkan bahwa sistem ini sangat layak. REFERENSI Yahya and M. Mulyati. AuRANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN METODE RATIONAL UNIFIED PROCESS (RUP) PADA SALON MOBIL SCUTO,Ay Klik Jurnal Ilmu Komputer, vol. 3, no. 2, pp. 101Ae106. Sep. 56869/klik. Sudarma. Ariyani, and P. Wicaksana. AuImplementation of the Rational Unified Process (RUP) Model in Design Planning of Sales Order Management System,Ay INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi, vol. 5, no. 2, pp. 249Ae265. Aug. 29407/intensif. Supriatna and A. Rizal. AuSistem Informasi Keluhan Pelanggan PDAM Kabupaten Garut Berbasis Web,Ay Jurnal Algoritma, vol. 17, no. 2, pp. 485Ae490. Feb. 2021, doi: 10. 33364/algoritma/v. Saran